Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

Sumbar, netralpost – Perselisihan yang sempat terjadi di Jalan Bandara, Kota Padang, berakhir dengan saling memaafkan. Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili sepakat menyelesaikan persoalan tersebut secara damai dan kekeluargaan.

Kesepakatan itu tercapai setelah kedua belah pihak dipertemukan dalam suasana penuh kekeluargaan di salah satu tempat di Kota Padang, Minggu malam (9/8/2026). Dalam pertemuan tersebut, Bili hadir bersama Ibunya untuk membicarakan persoalan yang sebelumnya terjadi.

Melalui komunikasi secara baik-baik, suasana yang sempat diwarnai kesalahpahaman pun mencair. Kedua belah pihak sepakat untuk tidak memperpanjang persoalan dan memilih saling memaafkan.

Momen perdamaian itu ditandai dengan jabat tangan dan pelukan antara Kombes Pol. Teddy Fanani dan Bill Irzano alias Bili. Keduanya saling berpelukan sebagai tanda persoalan telah diselesaikan melalui jalan kekeluargaan.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat Kombes Pol. Susmelawati Rosya mengatakan, Alhamdulillah, kedua belah pihak telah dipertemukan dalam suasana yang baik dan penuh kekeluargaan. Dengan adanya niat baik dan ketulusan, persoalan yang terjadi akhirnya dapat diselesaikan secara damai,” ujar Kombes Pol. Susmelawati Rosya.

Menurutnya, penyelesaian tersebut dilakukan atas kesepakatan kedua belah pihak tanpa adanya paksaan dari siapa pun. Kesepakatan damai itu juga telah dituangkan dalam surat pernyataan yang ditandatangani bersama.

“Yang terpenting, kedua belah pihak telah saling memaafkan dan sepakat menyelesaikan persoalan ini secara kekeluargaan. Kesepakatan damai tersebut juga telah dituangkan dalam surat pernyataan,” jelasnya.

Dalam pertemuan tersebut turut hadir Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Sumatera Barat, Widya Navies, yang turut mendampingi proses komunikasi hingga tercapainya perdamaian.

Kombes Pol. Susmelawati Rosya berharap peristiwa tersebut dapat menjadi pembelajaran bersama sekaligus menjadi jalan untuk mempererat silaturahmi dan hubungan kekeluargaan.

 

DHARMASRAYA, NETRALPOST – Gelaran Musyawarah Cabang (Muscab) I PC IKA-PMII Kabupaten Dharmasrayan resmi mencatatkan sejarah baru dengan terpilihnya Sahabat Age Kurniawan, SE., MM secara aklamasi sebagai Ketua Umum PC IKA-PMII Dharmasraya Masa Khidmat 2026–2031, Minggu ( 09/08/2026).

Kesejukan musyawarah mufakat yang dilaksanakan di GOR Dharmasraya ini menandai berakhirnya masa transisi organisasi sekaligus dimulainya babak baru kepemimpinan. Selain memegang mandat kepemimpinan utama, Sahabat Age Kurniawan juga ditetapkan sebagai Ketua Tim Formatur yang diamanatkan untuk merumuskan dan menyusun struktur kepengurusan definitif PC IKA-PMII Kabupaten Dharmasraya secara komprehensif dalam batas waktu yang telah ditentukan.

Sebagai langkah awal menggerakkan roda organisasi, kepengurusan baru ini Age Kurniawan akan berfokus pada konsolidasi basis data dengan menginventarisasi dan memperkuat jaringan alumni PMII yang tersebar di seluruh nagari dan kecamatan se-Kabupaten Dharmasraya. 

"Penguatan data ini menjadi fondasi utama untuk memfasilitasi pendistribusian potensi kader alumni di berbagai ranah strategis, mulai dari sektor birokrasi, akademisi, dunia wirausaha, profesional, hingga kancah politik lokal, "terang Age Kurniawan

Dengan demikian, keberadaan alumni PMII tidak hanya terikat secara emosional, tetapi juga mampu memberikan dampak nyata melalui sinergi dan pendistribusian peran secara optimal.

Di samping penguatan internal dan pendistribusian alumni, IKA-PMII Dharmasraya berkomitmen membangun kolaborasi strategis dengan Pemerintah Kabupaten Dharmasraya dan seluruh stakeholder terkait guna mendorong pembangunan daerah yang inklusif.

Di saat yang sama, IKA-PMII menegaskan perannya sebagai wadah pengayom dan pembina bagi pengurus serta kader aktif PC PMII Dharmasraya, termasuk memberikan dukungan moral maupun materialistis demi keberlanjutan jenjang kaderisasi mulai dari Mapaba, PKD, hingga PKL. 

"Seluruh ikhtiar organisasi ini dijalankan dengan teguh untuk mensyiarkan nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah An-Nahdliyah, memperkuat komitmen kebangsaan, menjaga toleransi antarumat beragama, serta mengawal kebijakan publik secara konstruktif demi kemajuan masyarakat Dharmasraya," Tutup Age Kurniawan.(*) 

 

PADANG, NETRALPOST — Polda Sumatra Barat (Sumbar) bergerak cepat merespons dugaan aksi pemukulan yang menyeret seorang oknum perwira Polri. Kapolda Sumbar langsung menginstruksikan Bid Propam untuk menggelar penyelidikan menyeluruh demi menjaga akuntabilitas institusi.

Kepastian hukum ini dikonfirmasi langsung oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, pada Jumat malam (7/8).

"Bapak Kapolda telah memerintahkan Kabid Propam untuk segera menyelidiki peristiwa tersebut secara mendalam," ungkap Susmelawati.

Periksa Saksi hingga Satlantas

Guna mengungkap fakta utuh di lapangan, Propam Polda Sumbar menjadwalkan pemeriksaan terhadap seluruh pihak terkait. Proses interogasi akan menyasar:

Oknum personel yang diduga terlibat.

Korban dan saksi-saksi di lokasi kejadian.

Pihak eksternal pendukung, termasuk jajaran lalu lintas jika diperlukan.

"Semua pihak akan kita mintai keterangan. Kita ingin memastikan tidak ada fakta yang terlewat, baik dari internal maupun saksi mata luar," tambahnya.

Sanksi Tegas Menanti

Kombes Pol Susmelawati juga menegaskan bahwa Kapolda Sumbar tidak akan menoleransi segala bentuk pelanggaran oleh anggotanya. Jika terbukti bersalah, sanksi berat siap dijatuhkan.

"Prinsip pimpinan sangat jelas dan tegas. Jika ada anggota yang terbukti melanggar disiplin, kode etik, atau pidana, akan ditindak sesuai hukum yang berlaku. Kita tunggu hasil kerja Propam," kata Kabid Humas secara lugas.

Saat ini, Polda Sumbar mengimbau masyarakat untuk memercayakan penanganan kasus kepada pihak berwenang. Fokus utama kepolisian saat ini adalah menyajikan pembuktian berbasis fakta hukum yang valid, bukan sekadar opini cepat di media sosial. (*)


 

Sumbar, netralpost --- Muktamar Nahdlatul Ulama bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi momentum strategis untuk membaca perubahan zaman dan merumuskan arahm perjuangan NU ke depan.

Sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat, saya memandang Muktamar NU ke-35 harus ditempatkan sebagai forum tertinggi organisasi yang tidak hanya membahas persoalan internal kelembagaan, tetapi juga mampu merumuskan jawaban terhadap berbagai persoalan kebangsaan, keumatan, dan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Secara ilmiah, organisasi yang mampu bertahan dalam perubahan adalah organisasi yang memiliki kemampuan adaptasi, kesinambungan nilai, dan kapasitas inovasi. NU memiliki modal sosial yang sangat besar berupa jaringan pesantren, ulama, kader, lembaga pendidikan, badan otonom, serta basis masyarakat yang luas. Modal sosial tersebut harus dikonversi menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan geopolitik.

1. Muktamar harus menjadi forum konsolidasi gagasan

Saya berharap Muktamar NU ke-35 tidak berhenti pada persoalan siapa yang akan memimpin, tetapi lebih jauh membicarakan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana NU menjawab kebutuhan umat dalam 10–20 tahun mendatang.

Dalam perspektif manajemen organisasi, kepemimpinan yang kuat membutuhkan vision, strategy, execution, dan evaluation. Karena itu, hasil Muktamar idealnya tidak hanya menghasilkan struktur kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan peta jalan perjuangan NU yang terukur.

NU harus mampu menentukan prioritas: pendidikan, ekonomi umat, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penguatan pesantren, transformasi digital, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan peran perempuan.

2. NU harus semakin kuat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

Perubahan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan.

Karena itu, NU tidak boleh hanya menjadi objek perubahan teknologi. NU harus menjadi salah satu aktor yang ikut menentukan arah perubahan tersebut.

Saya berharap Muktamar ke-35 memberikan perhatian serius terhadap pengembangan riset, pendidikan tinggi NU, digitalisasi pesantren, literasi digital, ekonomi digital, serta penguasaan teknologi oleh kader-kader muda.

Bagi saya, mempertahankan tradisi tidak berarti menolak modernitas. Justru prinsip al-muhafazhatu 'ala al-qadimis shalih wal-akhdzu bil-jadidil ashlah harus diterjemahkan sebagai kemampuan mempertahankan nilai yang baik sekaligus mengambil inovasi yang lebih baik.

3. Kader muda harus ditempatkan sebagai investasi strategis NU

Gerakan Pemuda Ansor dan Banser merupakan bagian penting dari ekosistem kaderisasi NU. Karena itu, saya berharap Muktamar ke-35 memberikan perhatian yang lebih besar terhadap regenerasi kepemimpinan.

Kader muda jangan hanya diposisikan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi harus diberikan ruang untuk belajar, berpikir, memimpin, melakukan riset, mengembangkan kewirausahaan, dan mengambil keputusan.

Dalam teori organisasi, keberlanjutan sebuah institusi sangat bergantung pada keberhasilan leadership succession. Organisasi yang tidak menyiapkan regenerasi akan menghadapi persoalan ketika terjadi pergantian generasi.

Maka, investasi terbesar NU sesungguhnya bukan hanya pembangunan gedung dan institusi, tetapi pembangunan manusia dan kader.

4. NU harus memperkuat ekonomi umat

Persoalan ekonomi merupakan salah satu tantangan terbesar masyarakat Indonesia. Karena itu, NU ke depan perlu semakin serius membangun ekosistem ekonomi warga.

Pesantren, koperasi, UMKM, pertanian, perdagangan, industri halal, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital harus menjadi bagian dari agenda besar pemberdayaan warga NU.

Saya berharap Muktamar melahirkan strategi yang konkret agar warga NU tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen, pengusaha, profesional, pemilik modal, dan pengambil keputusan ekonomi.

5. NU harus menjadi kekuatan moral dalam kehidupan kebangsaan

NU mempunyai sejarah panjang dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, disinformasi, politik identitas, dan konflik di ruang digital, NU memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan Islam yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan.

NU harus tetap menjadi jembatan antara agama, kebangsaan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.

Menurut saya, politik kebangsaan NU seharusnya tidak semata-mata diukur dari seberapa besar keterlibatan kader NU dalam kekuasaan, tetapi dari seberapa besar NU mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas demokrasi, keadilan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

6. Persatuan harus menjadi kekuatan utama

Muktamar adalah momentum kompetisi gagasan dan kepemimpinan, tetapi setelah Muktamar selesai, seluruh elemen NU harus kembali menjadi satu keluarga besar.

Perbedaan pilihan dalam forum Muktamar adalah hal yang wajar dalam organisasi yang sehat. Yang harus dihindari adalah menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan.

Karena itu, saya berharap seluruh peserta Muktamar mengedepankan ukhuwah, musyawarah, tabayun, dan kepentingan jam'iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Harapan untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Saya berharap kepemimpinan NU ke depan memiliki tiga karakter utama:

Pertama, kuat secara keilmuan.

NU membutuhkan kepemimpinan yang memahami khazanah keislaman sekaligus mampu membaca perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan global.

Kedua, kuat secara kelembagaan.

NU harus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu bekerja berdasarkan data.

Ketiga, kuat dalam kaderisasi.

Pemimpin NU harus melihat kader muda bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi generasi sebelumnya, tetapi sebagai jaminan keberlanjutan NU di masa depan.


Penutup

Bagi saya, Muktamar NU ke-35 harus menjadi titik temu antara tradisi dan masa depan.

NU tidak boleh kehilangan akar sejarahnya, tetapi juga tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus diterjemahkan ke dalam solusi nyata terhadap persoalan masyarakat hari ini.

Kita membutuhkan NU yang tetap berakar pada pesantren, tetapi mampu berbicara di ruang akademik. NU yang tetap kuat dalam tradisi keislaman, tetapi mampu menguasai teknologi. NU yang dekat dengan rakyat, tetapi juga mampu melahirkan profesional dan pemimpin bangsa.

Harapan saya sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Muktamar NU ke-35 mampu melahirkan kepemimpinan yang menyatukan, gagasan yang mencerahkan, kaderisasi yang berkelanjutan, dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bangsa, dan kemanusiaan.

NU harus terus tumbuh, bukan sekadar menjadi organisasi yang besar secara jumlah, tetapi menjadi organisasi yang semakin besar manfaatnya.

Karena masa depan NU bukan hanya tentang siapa yang memimpin hari ini, tetapi tentang nilai apa yang kita wariskan kepada generasi yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

( Chaydirul Yahya Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat) 

 

Padang, netralpost --- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar kegiatan Sapa Pelanggan di Stasiun Padang pada Jumat (7/8). Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi KAI kepada pelanggan sekaligus bentuk kedekatan perusahaan dengan masyarakat yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan.

Kegiatan melibatkan Tim Angkutan Penumpang dan Tim Humas serta jajaran Frontliner KAI Divre II Sumbar yang secara langsung menyapa, berinteraksi, dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelanggan. Dalam suasana yang penuh kehangatan, KAI juga membagikan cokelat kepada pelanggan yang berada di Stasiun Padang maupun kepada pelanggan yang sedang melakukan perjalanan menggunakan KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima- Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas loyalitas pelanggan sekaligus upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.

“Melalui kegiatan Sapa Pelanggan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Momentum Hari Jadi Kota Padang ke-357 kami manfaatkan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara KAI dengan pelanggan dan masyarakat. Kami berharap kehadiran KAI tidak hanya memberikan layanan transportasi yang andal, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat, ramah, dan menyenangkan,” ujar Reza.

Selain sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan KAI Divre II Sumbar dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Kehadiran insan KAI yang berinteraksi langsung dengan pelanggan diharapkan mampu menciptakan suasana perjalanan yang lebih akrab serta memperkuat hubungan emosional antara KAI dan masyarakat.

KAI Divre II Sumbar meyakini bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui aspek operasional, tetapi juga melalui interaksi yang humanis dan kepedulian terhadap pelanggan. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan pengalaman pelanggan akan terus dihadirkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima.

Melalui momentum ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat terus memperkuat kedekatan dengan pelanggan dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari semangat bersama dalam merayakan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman, tepat waktu, serta mengutamakan pelayanan yang ramah dan berkualitas, sehingga kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian di Sumatera Barat.

(Reza Shahab Humas KAI Divre II Sumbar) 

 

PADANG, NETRALPOST — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menegaskan komitmennya untuk terus mendukung berbagai kegiatan positif yang melibatkan masyarakat, termasuk di bidang olahraga. Hal tersebut disampaikan dalam perhelatan olahraga yang berlangsung meriah, aman, tertib, dan penuh sportivitas di Kota Padang.

Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menyatakan pada Rabu (5/8)  saat penutupan bahwa olahraga memiliki peran strategis yang tidak hanya sekadar ajang kompetisi semata, melainkan juga sarana efektif dalam membangun karakter, disiplin, serta mempererat kebersamaan dan persatuan di tengah masyarakat.

"Polri memandang olahraga bukan hanya sekadar kompetisi, tetapi juga sarana membangun karakter, disiplin, sarana untuk kebersamaan dan persatuan. Nilai-nilai tersebut sejalan dengan tugas Polri dalam memelihara keamanan dan ketertiban masyarakat," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Lebih lanjut, Kabid humas menambahkan bahwa semakin kuat kebersamaan terjalin di tengah masyarakat, maka akan semakin kokoh pula fondasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) di wilayah Ranah Minang. Oleh karena itu, Polda Sumbar senantiasa membuka ruang kolaborasi, komunikasi, serta partisipasi aktif bersama seluruh elemen masyarakat demi mewujudkan situasi yang aman dan kondusif.

Acara penutupan kompetisi olahraga ini turut dihadiri unsur Forkopimda Kota Padang termasuk Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga serta perwakilan Pemkot Padang pimpinan cabang olahraga terkait, para sponsor, panitia pelaksana, serta tamu undangan dan masyarakat yang memadati lokasi acara.

Dalam kesempatan tersebut, Polda Sumbar juga menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada seluruh panitia, sponsor, dan pihak-pihak yang telah bekerja keras menyukseskan jalannya kejuaraan. 

Ucapan selamat dan motivasi turut diberikan kepada para peserta yang berhasil keluar sebagai pemenang, serta pesan agar terus menjunjung tinggi sportivitas dan berlatih lebih giat bagi yang belum meraih kemenangan.(*)

 

PADANG, NETRALPOST – Dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) bersubsidi kembali terungkap di Kota Padang. Berawal dari informasi masyarakat, personel Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumatera Barat melakukan penyelidikan terhadap dugaan kegiatan penyalahgunaan pengangkutan dan/atau niaga BBM bersubsidi jenis Bio Solar.

Pengungkapan tersebut terjadi pada Selasa, 23 Juni 2026 sekitar pukul 15.30 WIB, di Perumahan Lubuk Gading VI Blok K Nomor 19, Kelurahan Batang Kabung, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Sumatera Barat.

Dalam pengungkapan itu, polisi mengamankan seorang pria berinisial B, 58 tahun, yang dalam berita acara juga disebut dengan nama Basmi Yenri alias Hen. Ia diketahui berprofesi sebagai wiraswasta dan berdomisili di kawasan Lubuk Gading VI, Kecamatan Koto Tangah.

Berawal dari Informasi Masyarakat

Kasus ini bermula sekitar pukul 09.00 WIB, ketika polisi memperoleh informasi dari masyarakat mengenai adanya dugaan kegiatan penyalahgunaan niaga BBM jenis Bio Solar di wilayah Kecamatan Koto Tangah.

Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Subdit IV Ditreskrimsus Polda Sumbar melakukan penyelidikan. Sekitar pukul 15.30 WIB, petugas mendapati seorang pria sedang melakukan aktivitas pemindahan Bio Solar dari sebuah mobil Micro Bus Mitsubishi ke sejumlah jeriken.

Petugas kemudian mendatangi lokasi dan memperkenalkan diri serta menanyakan aktivitas yang sedang dilakukan. Saat dimintai dokumen perizinan yang sah, pria tersebut disebut tidak dapat memperlihatkan izin terkait kegiatan yang dilakukannya.

Petugas selanjutnya mengamankan yang bersangkutan beserta barang bukti untuk dibawa ke Mapolda Sumatera Barat guna menjalani proses hukum lebih lanjut.

BBM Bersubsidi yang Diamankan Mencapai 1.350 Liter. 

Dalam pengungkapan tersebut, penyidik mengamankan sejumlah barang bukti, di antaranya:

1 unit Micro Bus Mitsubishi warna kuning kombinasi dengan nomor polisi BA 7576 BU beserta kunci kontak.

1 lembar STNK kendaraan Mitsubishi BA 7576 BU.

36 buah jeriken berkapasitas 35 liter yang berisi Bio Solar sebanyak 1.140 liter.

1 unit tedmon berkapasitas 1.200 liter yang berisi Bio Solar sebanyak 210 liter.

1 unit mesin pompa beserta selang.

1 lembar barcode.

Jika dijumlahkan, BBM jenis Bio Solar yang ditemukan dalam pengungkapan tersebut mencapai sekitar 1.350 liter.

Dokumen berita pers menyebutkan, karena BBM tersebut merupakan barang bukti yang mudah terbakar dan berpotensi membahayakan apabila disimpan, penyidik berkoordinasi dengan jaksa penuntut umum sehingga BBM tersebut diganti dengan uang hasil penjualan lelang.

Terancam Hukuman Pidana

Atas dugaan perbuatannya, yang bersangkutan disangkakan melanggar Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi, sebagaimana diubah dalam ketentuan peraturan perundang-undangan yang tercantum dalam berita pers.

Pengungkapan ini menjadi bukti bahwa informasi dari masyarakat memiliki peran penting dalam membantu aparat kepolisian mengungkap dugaan penyalahgunaan BBM bersubsidi.

Polda Sumatera Barat terus melakukan pengawasan terhadap distribusi BBM bersubsidi guna memastikan bahan bakar yang mendapatkan subsidi pemerintah tersebut dapat dimanfaatkan oleh masyarakat yang berhak dan tidak disalahgunakan untuk kepentingan perdagangan maupun kegiatan ilegal.

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui optimalisasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Sebagai badan publik, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan setiap masyarakat memperoleh hak atas informasi publik secara mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di lingkungan KAI Divre II Sumatera Barat, PPID Pelaksana Daerah dipimpin oleh Kepala Humas Divre II Sumatera Barat dengan dukungan satu orang staf humas dan satu orang petugas pelayanan informasi. PPID mengemban visi menjadi pengelola informasi yang informatif dan profesional, dengan misi menyelenggarakan pelayanan informasi perusahaan yang akurat, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selaku PPID Pelaksana Daerah, Reza Shahab menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sekaligus bentuk tanggung jawab perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan pelayanan informasi publik yang transparan, profesional, dan akuntabel. Berbagai kanal layanan kami sediakan agar masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menghadirkan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi publik,” ujar Reza.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan KAI melalui website dan aplikasi mobile PPID merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan layanan informasi yang semakin efektif, efisien, mudah diakses, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

Untuk memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi publik, KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan berbagai kanal layanan permohonan informasi. Masyarakat dapat mengajukan permohonan secara langsung melalui Ruang Layanan Informasi Publik di Kantor KAI Divre II Sumatera Barat, Jalan Stasiun Nomor 1, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Selain itu, permohonan informasi juga dapat disampaikan melalui surat, email di humasdivreiisumbar@gmail.com, layanan telepon maupun WhatsApp di 0852-7900-2602, website ppid.kai.id/divre2, serta aplikasi mobile PPID KAI yang tersedia di Google Play Store.

Layanan tatap muka dibuka pada hari kerja, yaitu Senin hingga Kamis pukul 08.00–17.00 WIB dan Jumat pukul 08.00–16.30 WIB. Seluruh kanal tersebut dihadirkan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi publik secara praktis, efektif, dan efisien.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, KAI Divre II Sumatera Barat juga menyediakan tiga fasilitas utama, yaitu Ruang Informasi, Ruang Pelayanan Informasi, dan Ruang Pelayanan Disabilitas yang berlokasi di Kantor KAI Divre II Sumatera Barat.

Ruang Informasi berfungsi sebagai area tunggu yang dilengkapi media informasi digital mengenai prosedur pelayanan informasi publik dan berbagai informasi perusahaan. Sementara itu, Ruang Pelayanan Informasi digunakan untuk proses konsultasi, penyampaian permohonan informasi, hingga penyelesaian administrasi pelayanan.

Khusus bagi penyandang disabilitas, tersedia Ruang Pelayanan Disabilitas yang dilengkapi pendampingan petugas serta fasilitas pendukung, termasuk panduan berhuruf Braille. Penyediaan fasilitas ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh informasi.

Selain itu, ruang pelayanan informasi juga dilengkapi berbagai sarana pendukung, antara lain formulir permohonan informasi, formulir pemberitahuan tertulis, formulir uji konsekuensi, formulir keberatan, formulir penolakan informasi, formulir registrasi permohonan informasi, formulir registrasi keberatan, company profile, bahan bacaan, dokumentasi kegiatan, serta media audiovisual yang memuat informasi mengenai tata cara pelayanan informasi publik, profil perusahaan, layanan, dan produk KAI.

Proses permohonan informasi publik dilaksanakan secara sederhana, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemohon cukup menyampaikan identitas, surat permohonan yang berisikan jenis informasi yang dibutuhkan, serta tujuan penggunaan informasi, baik secara langsung maupun melalui media elektronik. Selanjutnya, petugas PPID akan melakukan registrasi permohonan, memberikan tanda bukti penerimaan beserta nomor registrasi, kemudian memproses permohonan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, informasi publik akan diberikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak permohonan diterima dan dapat diperpanjang paling lama 7 (tujuh) hari kerja apabila diperlukan, dengan pemberitahuan tertulis kepada pemohon.

Reza juga menegaskan bahwa seluruh layanan permohonan informasi publik di KAI Divre II Sumatera Barat diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun (Gratis).

“Kami berharap keberadaan layanan PPID tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara KAI dan masyarakat. Melalui pelayanan informasi yang terbuka, akuntabel, dan mudah diakses, kami ingin terus membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan,” tutup Reza.

Melalui optimalisasi layanan PPID, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus menghadirkan pelayanan informasi publik yang profesional, transparan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

 

Padang – Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) PW Fast Respon Nusantara (FRN) Counter Polri Sumatera Barat memberikan apresiasi atas inisiatif Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Drs. Djati Wiyoto Abadhy, yang menggelar kegiatan "Duduak Basamo Kapolda Jo Insan Pers se-Sumatera Barat" di Cafe dan Resto Suaso Kawasan Kompleks GOR H. Agus Salim, Kota Padang, Rabu (5/8/2026).

Kegiatan yang dihadiri para Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, pimpinan organisasi pers, pimpinan media massa, serta insan pers dari berbagai daerah di Sumatera Barat itu dinilai menjadi langkah strategis dalam membangun komunikasi yang terbuka antara Polri dan media. 

Ketua DPW PW FRN Counter Polri Sumatera Barat, Ridwan Syafriandi, S.IP, mengatakan forum tersebut bukan sekadar ajang silaturahmi, tetapi menjadi wadah untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan kolaborasi antara kepolisian dengan insan pers sebagai mitra strategis dalam menjaga stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat.

"Kami mengapresiasi Bapak Kapolda Sumbar beserta seluruh jajaran yang telah memfasilitasi kegiatan ini. Duduak Basamo merupakan langkah positif yang menunjukkan keterbukaan Polda Sumbar dalam menerima aspirasi, kritik, dan masukan dari insan pers. Komunikasi seperti ini sangat penting untuk membangun sinergitas yang lebih kuat demi kepentingan masyarakat," ujar Ridwan.

Menurut Ridwan, insan pers memiliki peran penting sebagai penyambung informasi sekaligus kontrol sosial terhadap berbagai kebijakan dan kinerja pelayanan publik, termasuk institusi kepolisian.

Karena itu, dirinya menyambut baik komitmen Kapolda Sumbar yang mengajak media untuk terus memberikan kritik dan masukan yang bersifat membangun.

Dalam forum tersebut, Kapolda Sumbar menegaskan bahwa Polri harus hadir secara nyata di tengah masyarakat dan mampu merespons setiap persoalan secara cepat.

"Polisi harus hadir langsung di tengah masyarakat. Jangan menunggu persoalan menjadi besar baru bertindak. Setiap informasi yang berkembang harus segera direspons agar tidak mengganggu situasi kamtibmas," tegas Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy.

Ridwan menilai arahan tersebut menjadi pesan penting bagi seluruh jajaran kepolisian agar semakin responsif terhadap berbagai persoalan yang menjadi perhatian publik.

Apresiasi Penindakan Tambang Ilegal dan BBM Ilegal. 

Dalam sesi diskusi, DPW PW FRN Sumbar juga menyampaikan sejumlah persoalan yang masih menjadi perhatian masyarakat, di antaranya distribusi BBM, aktivitas pertambangan tanpa izin (PETI), serta penyalahgunaan dan peredaran narkotika.

Meski demikian, Ridwan memberikan apresiasi terhadap berbagai langkah penegakan hukum yang telah dilakukan Polda Sumbar, khususnya oleh Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus).

"Kami melihat komitmen Polda Sumbar dalam melakukan penindakan terhadap aktivitas tambang ilegal maupun penyalahgunaan BBM ilegal sudah berjalan dengan baik. Upaya tersebut menunjukkan bahwa Polri hadir menjawab keresahan masyarakat. Tentunya kami berharap penegakan hukum ini dilakukan secara berkesinambungan sehingga memberikan efek jera bagi para pelaku," katanya.

Ia menambahkan, pemberantasan narkotika juga harus menjadi perhatian serius seluruh pihak karena dampaknya yang sangat besar terhadap masa depan generasi muda.

Pernyataan tersebut sejalan dengan komitmen Kapolda Sumbar yang menegaskan bahwa penanganan narkoba tidak boleh dilakukan setengah-setengah.

"Narkoba menjadi perhatian utama. Penanganannya harus dilakukan secara serius, terpadu, dan tidak boleh setengah-setengah," tegas Kapolda.

FRN Siap Menjadi Mitra Strategis PolriRidwan menegaskan, DPW PW FRN Counter Polri Sumatera Barat akan terus mendukung langkah-langkah Polri dalam menciptakan situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.

Menurutnya, sinergi antara Polri dan media harus terus diperkuat agar setiap persoalan yang berkembang di tengah masyarakat dapat ditangani secara cepat, transparan, dan profesional.

"Kami dari DPW PW FRN Counter Polri Sumatera Barat siap menjadi mitra kritis sekaligus mitra strategis Polri. Ketika Polri bekerja dengan baik tentu kami akan memberikan apresiasi, namun ketika masih terdapat kekurangan kami juga akan menyampaikan kritik yang konstruktif sebagai bagian dari fungsi kontrol sosial. Kami optimistis di bawah kepemimpinan Bapak Kapolda Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, Polda Sumbar akan semakin profesional, humanis, dan semakin dipercaya masyarakat," tutup Ridwan.

Menurut Ridwan, kegiatan Duduak Basamo Kapolda Jo Insan Pers diharapkan tidak berhenti sebagai agenda seremonial semata, tetapi menjadi forum rutin yang mampu memperkuat hubungan kemitraan antara Polri dan insan pers dalam mewujudkan Sumatera Barat yang aman, tertib, dan kondusif.(*) 



   PADANG — Hujan deras yang mengguyur Kota Padang pada Senin (3/8/2026) mengakibatkan sejumlah intake milik Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material banjir. Dampaknya, proses pengolahan air baku terhenti dan distribusi air bersih ke puluhan wilayah pelanggan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara.

Kepala Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa material berupa batu, pasir, kayu, dan lumpur yang terbawa arus deras menutup celah masuknya air baku ke instalasi pengolahan.

"Pasca hujan deras kemarin, beberapa intake Perumda Air Minum Kota Padang tertimbun material yang terbawa arus banjir. Pagi ini, petugas baru bisa melakukan perbaikan dan penanganan terhadap intake yang tersumbat," ujar Adhie Zein saat ditemui di Kantor Perumda Air Minum Kota Padang, Selasa (4/8/2026).

Wilayah yang Terdampak Gangguan
Berdasarkan data Perumda Air Minum Kota Padang, gangguan terjadi di beberapa titik lokasi intake vital, di antaranya:

Intake GUO: Berdampak pada wilayah Belimbing, Bukit Belimbing Indah, Taruko I dan II, Kalumbuk, Balai Baru, Wahana VI, Buana Indah III, Rimbo Tarok, serta Tarok Indah I dan II.

Intake Palukahan: Memengaruhi distribusi air di sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Nanggalo, dan Kecamatan Padang Utara.

Intake Gunung Pangilun: Memengaruhi kawasan pusat kota, Gunung Pangilun, hingga sebagian Padang Sarai dan sekitarnya.

Intake Latung: Berdampak pada sebagian wilayah Kecamatan Koto Tangah, Kecamatan Padang Utara, dan Kecamatan Kuranji.

Imbauan dan Penanganan Lapangan
Saat ini, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang telah diterjunkan ke lapangan secara maksimal untuk membersihkan endapan material agar instalasi pengolahan dapat kembali beroperasi.

"Petugas sedang berusaha maksimal membersihkan material yang menyumbat intake agar air baku dapat masuk kembali ke pengolahan, sehingga pendistribusian air kepada pelanggan dapat berjalan normal secara bertahap," tambah Adhie.

Pihak manajemen mengimbau seluruh pelanggan yang berada di wilayah terdampak untuk bijak dalam menghemat penggunaan air bersih. Bagi warga yang airnya masih mengalir—meskipun dengan tekanan rendah—diharapkan segera menampung air secukupnya sebagai cadangan selama masa pemulihan berlangsung.

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui Klinik Mediska Padang. Didukung tenaga kesehatan yang profesional, fasilitas yang memadai, serta status Akreditasi Paripurna, klinik Mediska Padang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, Klinik Mediska Padang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, meliputi Ruang Pemeriksaan Umum, Ruang Pelayanan Gigi dan Mulut, Ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Ruang Tindakan, Ruang Laktasi, serta Depo Farmasi. Adapun Klinik Mediska Lubuk Alung saat ini memiliki fasilitas berupa Ruang Pemeriksaan Umum, Ruang Tindakan, Ruang Laktasi, dan Depo Farmasi. Sebagai bagian dari pengembangan layanan, klinik tersebut akan menambah fasilitas Ruang Poli Gigi dan Ruang Tindakan. Di samping itu, proses pengajuan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tengah berlangsung guna memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah operasional KAI Divre II Sumatera Barat.

Selain layanan di klinik, KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan pelayanan kesehatan melalui Pos Kesehatan (Poskes) yang berada di Stasiun Padang, Stasiun Naras, dan Stasiun Kayutanam. Keberadaan Poskes ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam memberikan pelayanan kesehatan awal, penanganan kegawatdaruratan, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pelanggan maupun pekerja selama berada di lingkungan perkeretaapian.

Dalam mendukung operasional pelayanan, Klinik Mediska Padang diperkuat oleh sembilan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional, terdiri atas dua dokter umum, dua dokter gigi, satu bidan, satu perawat, satu perawat gigi, serta dua apoteker. Dengan komposisi tenaga kesehatan tersebut, Klinik Mediska Padang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari layanan pemeriksaan umum, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu dan anak, tindakan medis sederhana, hingga pelayanan kefarmasian. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada setiap pengguna layanan.

Kehadiran tenaga kesehatan yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada setiap pasien.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, KAI Divre II Sumbar juga menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit rujukan di Sumatera Barat, di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman, RSU Bunda, serta RS Hermina. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan pasien memperoleh pelayanan lanjutan secara cepat, tepat, dan berkualitas sesuai kebutuhan medis.

Selain pelayanan kesehatan umum, Klinik Mediska Padang juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga Semester I Tahun 2026, sebanyak 3.752 masyarakat telah memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa pengembangan layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus kepada insan KAI, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien. Klinik Mediska diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang terpercaya dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Reza.

Reza menambahkan, KAI Divre II Sumbar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia di Klinik Mediska Padang maupun Klinik Mediska Lubuk Alung. Dengan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang kompeten, layanan BPJS Kesehatan di Klinik Mediska Padang, serta dukungan jejaring rumah sakit rujukan, Klinik Mediska siap memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, aman, dan berkualitas. Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus meningkatkan sarana dan prasarana, kompetensi tenaga kesehatan, serta memperluas cakupan layanan agar manfaat kehadiran Klinik Mediska dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat di Sumatera Barat.(*) 

 

Padang, netralpost --- Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan operasional kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca ekstrem, Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya, bersama seluruh jajaran manajemen melaksanakan pemeriksaan lintas pada petak jalan Stasiun Padang–Teluk Bayur-Stasiun Bukit Putus, Rabu (5/8).

Kegiatan pemeriksaan lintas ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan KAI untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal, aman, dan siap mendukung operasional, khususnya di tengah meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memengaruhi kondisi jalur kereta api.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai aspek prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, hingga sistem drainase pada titik-titik yang berpotensi terdampak genangan maupun banjir. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi potensi risiko sedini mungkin sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan sebelum berdampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Selain melakukan pemeriksaan jalur, rombongan juga memantau kesiapan operasional di sejumlah stasiun guna memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi optimal sehingga perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman, selamat, nyaman, dan andal.

Pada kesempatan tersebut, jajaran manajemen juga berinteraksi dengan masyarakat yang berada di sekitar jalur rel serta melaksanakan sosialisasi keselamatan. Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas di jalur kereta api maupun area yang dapat mengganggu operasional karena berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

Sebelum kegiatan dimulai, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, memimpin safety briefing di Stasiun Padang. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama bagi seluruh insan KAI.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menjalankan prosedur, proaktif mengidentifikasi potensi bahaya, serta segera menindaklanjuti setiap temuan di lapangan melalui pengisian Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), khususnya pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa pemeriksaan lintas merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya preventif dalam menjaga keselamatan operasional kereta api.

“Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Selain pemeriksaan prasarana, KAI Divre II Sumbar juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, khususnya di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan.

Reza mengungkapkan bahwa setiap harinya KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang serta 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai menutup, serta mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa tindakan menerobos palang pintu, mengabaikan Semboyan 35 (isyarat suara atau klakson lokomotif), maupun melanggar rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila menyebabkan kecelakaan atau mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi hasil pemeriksaan lintas sekaligus memastikan seluruh temuan di lapangan segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan yang berlaku.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan upaya preventif melalui pemeriksaan prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi kepada masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.(*) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.