Utama
[Utama][column1]
Dharmasraya, netralpost — Polres Dharmasraya mengajak seluruh masyarakat Kabupaten Dharmasraya untuk bersama-sama menjaga kelestarian hutan dan lahan serta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan.
Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H. menegaskan bahwa hutan merupakan sumber kehidupan yang harus dijaga untuk generasi sekarang maupun generasi yang akan datang.
«“Mari kita jaga hutan dan lahan untuk masa depan anak cucu kita. Hutan adalah sumber kehidupan, bukan untuk dibakar dan dirusak.”»
Pembakaran hutan dan lahan tidak hanya menimbulkan asap yang mengganggu kesehatan dan aktivitas masyarakat, tetapi juga dapat merusak ekosistem, mengancam satwa, mencemari lingkungan, serta menimbulkan kerugian yang luas.
Polres Dharmasraya mengingatkan bahwa pembakaran hutan dan lahan merupakan perbuatan yang dapat dikenakan sanksi pidana sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Untuk itu, masyarakat diminta tidak membuka atau membersihkan lahan dengan cara membakar. Apabila menemukan adanya kebakaran hutan dan/atau lahan, segera laporkan kepada pihak kepolisian atau aparat terdekat agar dapat dilakukan penanganan dengan cepat.
Pasaman Barat, netralpost – Satuan Reserse Kriminal Polres Pasaman Barat melalui Tim Opsnal yang backup oleh Unit Reskrim Polsek Sungai Beremas, berhasil menangkap empat orang terduga pelaku pemerkosaan secara bersama-sama, menyusul laporan yang diterima dari masyarakat. Peristiwa yang memilukan tersebut menimpa seorang wanita yang dipanggil Bunga (nama samaran), warga Kecamatan Sungai Beremas.
Kejadian tersebut berlangsung pada Rabu, (19/8/2026), di rumah salah satu terduga pelaku berinisial AM (29), yang berlokasi di Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis, Kecamatan Sungai Beremas, Kabupaten Pasaman Barat.
Penangkapan bermula ketika warga setempat mengamankan langsung terduga pelaku, AM, pada Jumat dini hari, 21 Agustus 2026, sekitar pukul 01.30 WIB. Demi mencegah terjadinya tindakan main hakim sendiri, warga kemudian menyerahkan pelaku ke kantor Polsek Sungai Beremas untuk proses hukum selanjutnya.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.IK., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., menyampaikan bahwa berdasarkan keterangan dari AM, tim Opsnal yang dipimpin Ipda Algino Ganaro segera melacak keberadaan pelaku lainnya.
Berkat upaya cepat tim dilapangan, pada Jumat sore hari yang sama sekira pukul 17.30 WIB, pelaku berinisial AA (31) berhasil diamankan saat sedang tertidur di salah satu warung warga di wilayah Jorong Kampung Padang Utara, Nagari Air Bangis.
Tidak berselang lama, pelaku ketiga berinisial YA (26) pun ditangkap di kediaman orang tuanya di Jorong Pasar Baru Barat, Nagari Air Bangis. Saat tim tiba, YA dikabarkan sedang tertidur pulas dan langsung dibawa ke Markas Polres Pasaman Barat.
Penangkapan pelaku keempat pun dilakukan dengan taktis. Karena pelaku berinisial AP (23) sedang pergi melaut di perairan Pantai Air Bangis, tim Opsnal harus menyusul dengan menaiki perahu nelayan hingga berhasil mengamankan AP.
“Saat ini, keempat pelaku sedang menjalani pemeriksaan mendalam dan intensif oleh penyidik dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Sat Reskrim Polres Pasaman Barat,” tegas Kasat Reskrim di ruang kerjanya, Sabtu (22/8/2026).
Penanganan kasus ini didasarkan pada Laporan Polisi Nomor: LP/B/189/VIII/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat tertanggal 21 Agustus 2026. Iptu Agung menambahkan, kronologis lengkap peristiwa masih terus didalami penyidik. Kemungkinan adanya pihak lain yang turut terlibat belum tertutup, mengingat kasus ini telah menimbulkan kegemparan dan menyebar luas di media sosial.
“Kami saat ini terus mengumpulkan keterangan saksi-saksi serta berbagai alat bukti guna memperkuat berkas perkara. Keterangan dari seluruh terduga pelaku juga sedang digali secara menyeluruh agar peristiwa ini terungkap sejelas-jelasnya,” paparnya.
Secara terpisah Kapolres Pasaman Barat mengimbau kepada masyarakat untuk bersabar dalam penaganan kasus ini, jangan percaya dengan isu-isu yang belum tentu kebenarannya, kita hormati proses hukum yang sedang berjalan ini.
“Saya sudah mengintruksikan Kasat Reskrim agar segera menangani kasus ini dengan mengedepankan prinsip transparansi, profesionalisme berbasis scientific crime investigation, penindakan tegas tanpa pandang bulu,” ucap AKBP Agung.
Pihak Kepolisian berkomitmen mengawal proses peradilan hingga tuntas dan menjamin perlindungan terhadap korban. (HumasResPasbar)
SOLOK SELATAN — Komitmen Polres Solok Selatan dalam menjaga kelestarian alam dan merespons cepat aduan masyarakat kembali dibuktikan di lapangan. Dipimpin langsung oleh Ipda M. Akmal D. Bakti, S.Tr.I.K, Tim Trisula Satreskrim Polres Solok Selatan menerjang derasnya arus sungai demi menertibkan dugaan aktivitas Penambangan Emas Tanpa Izin (PETI) di Kecamatan Sangir Batang Hari, Jumat (21/8).
Perjalanan menuju lokasi penindakan bukanlah hal yang mudah. Personel Tim Trisula harus mengarungi sungai menggunakan timpek (perahu motor) dengan medan yang cukup ekstrem. Namun, demi penegakan hukum dan perlindungan lingkungan, jajaran Polres Solok Selatan tetap bergerak menyisir dua lokasi sasaran di Jorong Talantam dan Jorong Sungai Penuh, Nagari Lubuk Ulang Aling.
Mewakili Kapolres Solok Selatan AKBP Andreanaldo Andemi, S.H., S.I.K., Kasat Reskrim AKP M. Yogie B., S.Tr.K., S.I.K., menjelaskan bahwa aksi tanggap cepat ini berawal dari laporan masyarakat setempat yang resah akan potensi kerusakan lingkungan.
"Tim mendatangi dua titik lokasi tersebut untuk menindaklanjuti informasi warga. Meski saat di lokasi tidak ditemukan pelaku maupun aktivitas penambangan yang berlangsung, kami langsung mengambil tindakan tegas terhadap sarana yang tersisa," ujar AKP M. Yogie B.
Di lokasi tersebut, petugas menemukan sejumlah fasilitas yang diduga kuat pernah digunakan untuk operasional PETI. Sebagai bentuk komitmen dan efek jera, Tim Trisula langsung memasang garis polisi (police line) serta memusnahkan asbuk (box penyaring emas) yang ditinggalkan dengan cara dibakar. Penyisiran lanjutan di sekitar area juga memastikan tidak ada lagi kegiatan ilegal yang tersembunyi.
Sinergi Bersama Masyarakat Demi Solok Selatan Asri
Penertiban ini menegaskan bahwa Polres Solok Selatan tidak memberi ruang bagi praktik penambangan liar yang berpotensi merusak ekosistem dan memicu bencana alam. Kendati demikian, kepolisian menyadari bahwa penuntasan PETI membutuhkan peran aktif dari seluruh elemen masyarakat.
AKP M. Yogie mengimbau agar warga tidak ragu untuk menjadi mitra kepolisian dalam menjaga keamanan serta kelestarian wilayah.
"Informasi dari masyarakat sangat krusial bagi kami. Jika melihat atau mengetahui adanya indikasi aktivitas PETI di lingkungan sekitar, segera laporkan ke pihak kepolisian. Mari bersama-sama kita jaga alam Solok Selatan untuk keberlangsungan generasi mendatang," tutupnya.(*)
Sumbar, netralpost — Direktorat Reserse Kriminal Khusus (Ditreskrimsus) Polda Sumatera Barat melalui Subdit 4 Tipidter kembali membongkar kasus dugaan tindak pidana Penambangan Tanpa Izin (PETI). Dalam pengungkapan terbaru ini, polisi mengamankan seorang warga negara asing (WNA) asal India berinisial A (39) yang diduga menjadi penampung dan penyelundup emas ilegal ke luar negeri.
Konferensi pers terkait pengungkapan kasus ini dipimpin langsung oleh Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, didampingi Kasubdit 4 Tipidter Ditreskrimsus Polda Sumbar, AKBP Octa Rahmansyah, di Mapolda Sumbar pada Jumat (21/8/2026).
Kombes Pol Susmelawati Rosya menyampaikan bahwa pengungkapan kasus ini merupakan bagian dari komitmen serta program prioritas dari Bapak Kapolda Sumbar dalam memberantas pertambangan ilegal di wilayah Sumatera Barat.
"Praktik ilegal ini dinilai menimbulkan dampak yang sangat besar, mulai dari merugikan negara, merusak lingkungan, hingga menciptakan mata rantai perdagangan hasil tambang yang melanggar hukum," ujar Kombes Pol Susmelawati saat memimpin konferensi pers.
Kabid humas menambahkan, bahwa selama periode Juli hingga Agustus 2026, Polda Sumbar tercatat telah berhasil mengungkap tiga kasus tindak pidana pertambangan ilegal secara berturut-turut, yaitu pengungkapan kasus pertambangan emas ilegal di Solok Kota pada 15 Juli 2026, pengungkapan kasus praktik pertambangan ilegal di Solok Selatan pada 27 Juli 2026, serta pengungkapan kasus terbaru di Solok Kota pada 20 Agustus 2026.
Sementara itu, AKBP Octa Rahmansyah menjelaskan kronologi serta modus operandi dari pelaku yang diamankan. Pelaku berinisial A (39) ditangkap pada hari Kamis, 20 Agustus 2026, sekitar pukul 21.45 WIB di SPBU KTK, Jalan Nasir Sutan Pamuncak, Kelurahan Kampai Tabu Karambia, Kecamatan Lubuk Sikarah, Solok Kota.
Tersangka A yang beralamat di Perum Batu Kubung, Kabupaten Solok, bertindak atas perintah seorang pemodal berinisial N yang berada di Malaysia. Pelaku bertugas membeli emas, baik dalam bentuk urai maupun padu, dari sejumlah tambang emas ilegal di Sumatera Barat untuk kemudian diselundupkan dan dibawa secara ilegal ke Malaysia.
Dalam penangkapan tersebut, aparat kepolisian turut mengamankan sejumlah barang bukti berharga dan kendaraan operasional pelaku, di antaranya 3 batang emas murni, uang tunai sebesar Rp6.036.100, 2 unit telepon genggam (Infinix seri X6855 dan iPhone 17 Pro Max), 1 unit timbangan digital merek Digipon warna hitam, serta 1 unit mobil minibus Nissan X-Trail warna hitam beserta STNK dan kunci kontak atas nama Rena Renaputriyani.
Atas perbuatannya, pelaku disangkakan melanggar Pasal 161 Undang-Undang Nomor 3 Tahun 2020 tentang Perubahan atas Undang-Undang Nomor 4 Tahun 2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara jo Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2026 tentang Penyesuaian Tindak Pidana. Pelaku terancam hukuman pidana penjara maksimal 5 tahun serta denda paling banyak Rp100 miliar.(*)
PADANG, NETRALPOST – Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., memimpin langsung upacara peringatan Hari Juang Polri Tahun 2026 yang digelar di Lapangan Apel Polda Sumbar, Jumat (21/8/2026) pagi.
Upacara yang dimulai sekitar pukul 07.00 WIB tersebut diikuti jajaran pejabat utama serta seluruh personel Polda Sumbar. Kegiatan berlangsung khidmat sebagai momentum untuk mengenang sejarah perjuangan Polri sekaligus memperkuat semangat pengabdian kepada masyarakat, bangsa, dan negara.
Kapolda Sumbar tiba di Mako Polda Sumbar sekitar pukul 06.50 WIB. Selanjutnya, seluruh rangkaian upacara dilaksanakan sesuai susunan acara.
Salah satu rangkaian penting dalam upacara tersebut yakni pembacaan sejarah singkat Hari Juang Polri, yang menjadi pengingat perjalanan panjang perjuangan dan pengabdian Kepolisian Negara Republik Indonesia.
Momentum semakin sakral saat Proklamasi Polri dibacakan langsung oleh Kapolda Sumbar Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K. Pembacaan tersebut menjadi bagian penting dalam mengenang nilai-nilai perjuangan yang menjadi landasan pengabdian insan Bhayangkara.
Upacara turut dihadiri Wakapolda Sumbar, Irwasda Polda Sumbar, para Pejabat Utama Polda Sumbar, serta segenap personel Polda Sumbar.
Peringatan Hari Juang Polri tidak hanya menjadi agenda seremonial, tetapi juga menjadi momentum refleksi bagi seluruh personel untuk terus menjaga integritas, meningkatkan profesionalisme, serta memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Setelah seluruh rangkaian upacara selesai, kegiatan dilanjutkan dengan foto bersama antara Kapolda Sumbar, para pejabat utama, dan personel Polda Sumbar.
Dengan semangat Hari Juang Polri 2026, jajaran Polda Sumbar diharapkan semakin solid dalam menjalankan tugas serta terus hadir memberikan rasa aman dan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumatera Barat.(*)
Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” yang digelar secara hybrid, Jumat (21/8), di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.
Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar, dengan menghadirkan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk sebagai narasumber.
Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional serta produktivitas perusahaan.
“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Lutfi.
Dalam kegiatan tersebut, dr. Sabrina Ermayanti memberikan edukasi mengenai kanker paru, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya, hingga langkah-langkah pencegahan serta pentingnya deteksi dini.
Ia juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak dini dan tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan gangguan paru. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pekerja sehingga mampu mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi kesehatan pekerja memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kinerja, terutama dalam mendukung operasional perkeretaapian yang membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, dan kedisiplinan.
“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujar Reza.
Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.
“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” tambah Reza.
Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan paru, risiko merokok, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit paru. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan kuis edukatif.
Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*)
Seorang konsumen yang bekerja sebagai penyuluh pertanian mengaku menjadi korban pembatasan sepihak saat mengantre selama satu jam. Petugas SPBU menolak uang Rp150 ribu yang disodorkannya dan hanya mengizinkan pembelian Pertalite senilai Rp50 ribu dengan dalih pompanya hanya untuk motor kecil. Sebaliknya, kendaraan bertangki besar di pompa sebelah kiri justru dilayani dalam jumlah besar tanpa pembatasan, bahkan diduga dikoordinasikan oleh pihak manajemen SPBU untuk jalur langsiran.
Warga di lokasi juga mengklaim melihat adanya praktik pengumpulan iuran dari sesama pelangsir yang diserahkan kepada petugas agar pengisian skala besar berjalan lancar. Praktik ini dinilai merugikan masyarakat luas yang hendak beraktivitas ke pasar, ladang, maupun tempat kerja akibat BBM subsidi yang tidak tepat sasaran.
Kapolres Pasaman Barat Janji Tindak Tegas
Merespons keluhan publik yang kian meresahkan, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menegaskan bahwa pihaknya tidak akan menoleransi segala bentuk kecurangan maupun penyelewengan distribusi BBM bersubsidi di wilayah hukumnya.
"Kami telah menerima informasi mengenai keluhan masyarakat di SPBU Batang Lingkin. Saya pastikan jajaran Satreskrim dan Polsek setempat segera turun ke lapangan untuk melakukan penyelidikan dan mengecek langsung kondisi di lokasi tersebut," tegas AKBP Agung Tribawanto kepada wartawan.
Kapolres juga memperingatkan pengelola SPBU agar patuh pada regulasi distribusi Pertamina dan tidak bermain mata dengan para pelaku pelangsir.
"BBM subsidi adalah hak masyarakat yang membutuhkan, bukan untuk dipermainkan demi keuntungan oknum tertentu. Jika dalam penyelidikan nanti ditemukan ada unsur kesengajaan, praktik suap, atau pembiaran dari pihak SPBU terhadap aktivitas pelangsiran ilegal, kami akan mengambil tindakan hukum yang tegas sesuai Undang-Undang Migas yang berlaku," lanjutnya.
Selain melakukan penyelidikan, Polres Pasaman Barat juga akan menyiagakan personel untuk membantu menata antrean kendaraan agar tidak menyumbat arus lalu lintas di jalur utama lintas Simpang Empat–Ujung Gading.
Hingga berita ini diturunkan, pihak Pertamina maupun manajemen pengelola SPBU Batang Lingkin belum memberikan keterangan resmi terkait dugaan pelayanan khusus pelangsir tersebut. Redaksi masih terus berupaya melakukan konfirmasi demi mendapatkan informasi yang berimbang.(*)
Netralpost --- Sekretaris Daerah (Sekda) Dharmasraya, Medison, menghadiri pawai dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang digelar di Kecamatan Pulau Punjung pada Rabu (19/8/2026). Kehadiran Sekda Medison bersama jajaran Forkopimda ini menjadi bentuk dukungan nyata pemerintah daerah dalam menyemarakkan hari bersejarah bangsa.
Kegiatan pawai ini berlangsung meriah dengan diikuti oleh sekitar 2.500 peserta dari berbagai tingkatan pendidikan, mulai dari PAUD, TK, SD, SMP, hingga SMA se-Kabupaten Dharmasraya. Ribuan peserta tampak antusias memadati rute yang telah ditentukan oleh panitia pelaksana sejak pagi hari.
Rute pawai dimulai dari halaman Masjid Besar Babussalam, kemudian bergerak melintasi Jalan Lintas Sumatera, dan berakhir di depan panggung utama Kantor Bupati Dharmasraya. Sepanjang perjalanan, para peserta menampilkan berbagai kreativitas menarik serta kekayaan budaya daerah yang memukau masyarakat penonton.
Demi memastikan kelancaran dan keamanan selama acara berlangsung, petugas gabungan diterjunkan langsung ke lapangan. Polres Dharmasraya menurunkan personel terbaiknya bersama dengan unsur TNI, Brimob, Dinas Perhubungan, dan Satpol PP untuk menjaga ketertiban di sepanjang jalur pawai.
Sekda Dharmasraya, Medison, menyatakan rasa bangga dan kagumnya melihat semangat luar biasa yang ditunjukkan oleh seluruh elemen masyarakat dan para pelajar dalam merayakan hari kemerdekaan tahun ini. Menurutnya, kegembiraan dan keberagaman yang ditampilkan sepanjang rute mencerminkan persatuan yang kuat di Kabupaten Dharmasraya.
"Kegiatan ini bukan sekadar tontonan, melainkan momentum penting untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat nasionalisme sejak dini kepada generasi muda kita," ujar Sekda Medison menutup penjelasannya.(*)
Dharmasraya, netralpost – Kapolres Dharmasraya AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, S.I.K., M.A.P., M.H., bersama Ny. Rifka Kartyana menghadiri pawai HUT ke-81 Kemerdekaan RI di Kecamatan Pulau Punjung, Rabu (19/8/2026).
Kapolres hadir bersama Bupati Dharmasraya Anisa Suci Ramadhani, S.H., LL.M., Wakil Bupati Leli Arni, S.Pd., M.Si., dan unsur Forkopimda.
Pawai diikuti sekitar 2.500 peserta dari PAUD, TK, SD, SMP hingga SMA se-Kabupaten Dharmasraya.
Pawai dimulai dari halaman Masjid Besar Babussalam. Peserta kemudian berjalan melalui Jalan Lintas Sumatera dan finis di depan panggung utama Kantor Bupati Dharmasraya.
Peserta menampilkan berbagai kreasi dan budaya daerah. Kegiatan ini juga untuk menumbuhkan rasa cinta tanah air dan semangat persatuan.
Untuk menjaga keamanan, Polres Dharmasraya menurunkan personel gabungan bersama TNI, Brimob, Dinas Perhubungan dan Satpol PP.
Padang, netralpost --- Masih dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat upaya preventif untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan. Pada Rabu (19/8), KAI Divre II Sumbar melalui unit Pengamanan bersama Babin Polsuska Aiptu Robi Kentoro melaksanakan sosialisasi keamanan dan keselamatan di perlintasan sebidang.
Kegiatan diawali dengan safety briefing kepada seluruh peserta sebagai bentuk kesiapan sebelum pelaksanaan sosialisasi. Selanjutnya, petugas memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang, dengan menyampaikan pentingnya disiplin berlalu lintas, mendahulukan perjalanan kereta api, serta meningkatkan kewaspadaan sebelum dan saat melintasi jalur kereta api.
Sosialisasi dilaksanakan di dua titik perlintasan sebidang terdaftar dan dijaga, yaitu perlintasan Km 2+4/5 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima dan perlintasan Km 4+0 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima. Edukasi dilakukan menggunakan pengeras suara, pembentangan spanduk keselamatan, serta pembagian stiker dan suvenir yang memuat pesan-pesan keselamatan kepada pengguna jalan.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam membangun budaya keselamatan melalui edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan.
“Kami terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Palang pintu merupakan salah satu alat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu peringatan lainnya seperti rambu berhenti, tengok kanan dan kiri, papan imbauan hati-hati saat melintasi perlintasan, imbauan mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan jauh lebih efektif apabila didukung dengan kedisiplinan dan kepatuhan pengguna jalan,” ujar Reza.
Reza menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang membutuhkan perhatian serta kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan, risiko di perlintasan sebidang juga perlu diminimalkan melalui kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran bersama.
“Setiap pengguna jalan harus memahami bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara sepeda motor, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api,” jelasnya.
Sebagai bagian dari upaya preventif selama 2026, KAI Divre II Sumbar telah melakukan berbagai langkah penguatan keselamatan. Di antaranya, penutupan 30 titik perlintasan sebidang, pelaksanaan sosialisasi keselamatan di 50 titik perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan 17 banner keselamatan pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.
Selain itu, edukasi keselamatan juga dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah. KAI Divre II Sumbar juga memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berupa bantuan sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan di 24 lokasi di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar sepanjang 2026.
Reza menegaskan, pelanggaran di perlintasan sebidang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api serta memiliki konsekuensi hukum. Ketentuan mengenai keselamatan dan kewajiban pengguna jalan diatur antara lain dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
“Kunci keselamatan adalah disiplin dan kesadaran. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api. Jangan menerobos atau mengambil risiko hanya karena ingin lebih cepat,” tegas Reza.
KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan, penguatan pengamanan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.
KAI juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan berbagai instansi yang selama ini mendukung upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Masyarakat yang menemukan potensi bahaya, gangguan, atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat segera melaporkannya melalui stasiun terdekat maupun Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.
Melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak, KAI berharap tercipta budaya tertib dan selamat di setiap perlintasan sebidang, sehingga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan.
(Reza Shahab)