Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten pesisir selatan Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


Dari Hati untuk Masyarakat, Kombes Pol Andri Kurniawan Bawa Kebahagiaan di Dapur Umum Relawan RHC
‎
‎AROSUKA — Selama seminggu terakhir, aroma tumisan ayam, ikan goreng, dan telur dadar menjadi kawan setia para warga terdampak bencana banjir bandang (galodo) serta relawan dan aparat TNI/Polri di Arosuka. Namun hari ini, suasana di Dapur Umum Relawan Humani Care (RHC) terasa berbeda. Keriuhan dapur diiringi senyum penuh syukur saat dua ekor kambing segar tiba di posko bantuan.
‎
‎Sumbangan istimewa tersebut datang langsung dari seorang perwira menengah Polri, Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K., M.Hum. Kepedulian sosok yang dikenal humanis ini seketika mengubah deretan menu harian dapur umum menjadi sajian istimewa: Gulai Kambing.
‎
‎Bagi warga korban bencana yang tengah berjuang bangkit dari trauma, serta para relawan dan personel TNI/Polri yang tak kenal lelah bertugas di lapangan, santapan hangat berkuah santan dan kaya rempah ini bukan sekadar peningkat selera makan. Lebih dari itu, hidangan "menu sultan" ini membawa pesan kepedulian yang mendalam bahwa mereka tidak sendirian melewati masa-masa sulit ini.
‎
‎"Alhamdulillah, kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan memberikan warna dan semangat baru di posko kami. Setelah seminggu berturut-turut menikmati menu ayam, ikan, dan telur, hari ini warga dan jajaran pengabdi kemanusiaan bisa menikmati sajian gulai kambing bersama-sama," ujar salah satu pengelola Dapur Umum RHC.
‎
‎Langkah nyata ini kembali menegaskan wajah Polri yang Presisi dan dekat dengan masyarakat. Bukan sekadar dalam pengamanan dan penegakan hukum, namun juga hadir merangkul dan meringankan beban sesama di saat-saat kritis.
‎
‎Semoga kebaikan dan rasa kepedulian yang diulurkan Kombes Pol Andri Kurniawan menjadi ladang amal jariyah yang melimpah, serta membawa keberkahan dan kesehatan bagi beliau dan keluarga. Aamiin Ya Rabbal 'Alamin.   
‎
‎Catatan Profil & Jejak Kepedulian Kombes Pol Andri Kurniawan, S.I.K.
‎
‎Jabatan & Peran: Beliau merupakan perwira tinggi lulusan Akpol yang menjabat sebagai Direktur Reserse Kriminal Khusus (Dirreskrimsus) Polda Sumatera Barat.   
‎
‎Rekam Jejak Sosial: Dikenal sebagai sosok perwira yang humanis dan dekat dengan masyarakat. Beliau aktif berpartisipasi dalam aksi kemanusiaan, termasuk pergerakan angkatan alumni (seperti almamater Pamor Persada 2000) yang fokus memberikan bantuan tanggap bencana banjir dan galodo di Sumatera Barat.
‎
‎Prestasi & Dedikasi: Sebelum menjabat di Polda Sumbar, beliau memiliki rekam jejak pengabdian yang berprestasi tinggi di jajaran Reskrim (termasuk penerima Pin Emas Kapolri saat bertugas) dan dikenal berintegritas serta cepat tanggap terhadap isu-isu sosial kemasyarakatan.
‎
‎(SRP)

 

Netralpost --- Pernahkah kita melihat mahasiswa dengan IPK nyaris sempurna, aktif mengikuti perkuliahan, tetapi tidak terlalu peduli dengan persoalan yang terjadi di sekitarnya? Di sisi lain, ada pula mahasiswa yang begitu vokal berbicara tentang keadilan dan perubahan sosial, tetapi ketika diajak berdiskusi lebih mendalam, dasar keilmuannya justru belum cukup kuat.

Dua keadaan tersebut memperlihatkan persoalan yang sama: kesadaran akademik yang belum utuh. Kecerdasan intelektual dan kepekaan terhadap nilai sering kali berjalan sendiri-sendiri. Padahal, menjadi mahasiswa semestinya bukan hanya tentang seberapa tinggi nilai yang diperoleh, tetapi juga tentang bagaimana ilmu membentuk cara berpikir, sikap, dan keberanian untuk merespons persoalan kehidupan.

Dalam konteks inilah Nilai Dasar Pergerakan (NDP) menjadi relevan untuk terus dibicarakan dan diinternalisasikan. NDP dalam tradisi PMII tidak semestinya berhenti sebagai materi yang dipelajari dalam forum kaderisasi. Ia dapat menjadi kerangka nilai untuk melihat bagaimana seorang mahasiswa seharusnya membangun hubungan antara ilmu, nilai, dan realitas sosial.

Dari Mengejar Nilai Menuju Membangun Kesadaran

Kehidupan akademik sering kali tanpa sadar direduksi menjadi persoalan nilai: mendapatkan IPK tinggi, menyelesaikan tugas, mengikuti ujian, kemudian memperoleh ijazah. Semua itu tentu penting, tetapi pendidikan tidak berhenti pada capaian administratif tersebut.

Mahasiswa seharusnya memiliki kemampuan untuk bertanya: Untuk apa ilmu yang saya pelajari? Kepada siapa ilmu tersebut bermanfaat? Dan bagaimana ilmu itu dapat digunakan untuk membaca persoalan yang ada di sekitar saya?

Pertanyaan-pertanyaan tersebut membawa kita pada pemahaman bahwa kesadaran akademik bukan sekadar kemampuan menguasai materi perkuliahan. Kesadaran akademik juga mencakup kemampuan berpikir kritis, membaca realitas, mempertanggungjawabkan pengetahuan, serta menghubungkan ilmu dengan kebutuhan masyarakat.

Dengan demikian, mahasiswa tidak hanya menjadi orang yang tahu, tetapi juga mampu memahami mengapa sesuatu perlu diketahui dan untuk apa pengetahuan tersebut digunakan.

Kerangka Refleksi: Akademik Harus Melatih Cara Berpikir

NDP mengenalkan pentingnya kerangka refleksi dalam membangun cara pandang. Dalam konteks akademik, refleksi dapat dimaknai sebagai proses untuk terus mempertanyakan, menguji, dan memperdalam pengetahuan yang dimiliki.

Ruang kuliah seharusnya tidak hanya menjadi tempat menerima informasi dari dosen. Ia juga harus menjadi ruang untuk menguji gagasan, membandingkan perspektif, membaca penelitian, berdiskusi, dan membangun argumentasi.

Mahasiswa yang memiliki kesadaran akademik tidak mudah menerima sebuah pendapat hanya karena disampaikan oleh seseorang yang dianggap lebih tahu. Ia belajar mencari dasar argumentasi, melihat konteks, mempertimbangkan perspektif yang berbeda, dan bersedia mengoreksi pemikirannya ketika menemukan informasi atau argumen yang lebih kuat.

Di sinilah tradisi membaca, menulis, berdiskusi, dan melakukan penelitian menjadi penting. Aktivitas tersebut bukan sekadar tuntutan akademik, tetapi bagian dari proses membentuk manusia yang mampu berpikir secara bertanggung jawab.

Kerangka Aksi: Ilmu Tidak Boleh Berhenti di Ruang Diskusi

Namun, berpikir kritis saja belum cukup.

Pengetahuan yang hanya berhenti dalam diskusi, tulisan, atau ruang kelas akan kehilangan sebagian dari maknanya ketika tidak memiliki hubungan dengan realitas. Karena itu, kerangka aksi menjadi penting untuk memastikan bahwa hasil refleksi memiliki keberlanjutan dalam tindakan.

Seorang mahasiswa dapat memulai dari hal-hal sederhana. Pengetahuan yang diperoleh melalui perkuliahan dapat dikembangkan menjadi penelitian kecil, kegiatan pengabdian, edukasi masyarakat, literasi, advokasi berbasis data, maupun berbagai bentuk kontribusi lain yang sesuai dengan bidang keilmuannya.

Misalnya, mahasiswa yang mempelajari psikologi tidak cukup hanya memahami teori tentang perilaku manusia. Ia juga dapat belajar membaca persoalan psikologis yang muncul di lingkungan sosial dan mengembangkan kegiatan edukasi yang sesuai dengan kapasitas keilmuannya.

Begitu pula mahasiswa dari bidang lain. Ilmu ekonomi dapat digunakan untuk membaca persoalan ekonomi masyarakat, ilmu komunikasi dapat digunakan untuk membangun literasi informasi, ilmu pendidikan dapat diterapkan dalam kegiatan pendampingan belajar, dan berbagai bidang keilmuan lainnya dapat menemukan bentuk pengabdiannya masing-masing.

Dengan demikian, aksi tidak harus selalu dimaknai sebagai gerakan besar. Aksi dapat dimulai dari kemampuan menghubungkan apa yang dipelajari dengan apa yang dibutuhkan oleh lingkungan sekitar.

Kerangka Ideologis: Menyatukan Pikiran, Nilai, dan Tindakan

Di antara refleksi dan aksi terdapat persoalan yang tidak kalah penting: nilai apa yang menjadi dasar dari keduanya?

Di sinilah kerangka ideologis memiliki posisi penting. Pengetahuan membutuhkan arah, sementara tindakan membutuhkan landasan. Tanpa nilai yang jelas, kecerdasan dapat kehilangan orientasi dan aktivitas sosial dapat berubah menjadi sekadar aktivitas tanpa refleksi yang mendalam.

Seorang mahasiswa tidak hanya dituntut mampu menjelaskan konsep keadilan, tetapi juga perlu membangun kepekaan terhadap persoalan ketidakadilan yang ada di sekitarnya. Sebaliknya, keberanian untuk bersuara juga perlu disertai kemampuan memahami persoalan secara mendalam agar sikap yang diambil tidak sekadar berdasarkan emosi atau mengikuti arus.

Dengan kata lain, refleksi memberikan kedalaman berpikir, aksi memberikan pengalaman nyata, sedangkan nilai memberikan arah.

Ketiganya perlu berjalan beriringan agar kesadaran akademik tidak terjebak pada salah satu sisi saja.

Tiga Relasi sebagai Kompas Kesadaran Akademik

Kesadaran akademik dalam perspektif NDP juga tidak dapat dilepaskan dari relasi manusia dengan Tuhan, sesama manusia, dan alam.

Relasi dengan Tuhan memberikan dimensi nilai dan tanggung jawab bahwa ilmu tidak semata-mata digunakan untuk kepentingan pribadi. Relasi dengan manusia mengingatkan bahwa ilmu memiliki dimensi sosial dan dapat menjadi sarana untuk memberikan manfaat kepada sesama. Sementara relasi dengan alam mengajarkan bahwa manusia juga memiliki tanggung jawab terhadap lingkungan sebagai bagian dari kehidupan bersama.

Ketiga relasi tersebut dapat menjadi kompas dalam menentukan bagaimana ilmu dipelajari dan digunakan.

Artinya, mahasiswa tidak hanya bertanya, “Apakah saya mampu?”, tetapi juga “Apakah yang saya lakukan bernilai dan memberikan manfaat?”

Pertanyaan tersebut menjadi penting karena kecerdasan tanpa tanggung jawab dapat kehilangan arah, sementara semangat bergerak tanpa pengetahuan dapat kehilangan dasar.

Dari Internalisasi Menuju Aksi Nyata

Karena itu, internalisasi NDP tidak seharusnya berhenti pada kemampuan menghafal konsep atau menjelaskan istilah dalam forum kaderisasi. Internalisasi baru memiliki makna ketika nilai tersebut mulai memengaruhi cara seseorang berpikir dan bertindak.

Dalam kehidupan akademik, internalisasi tersebut dapat diwujudkan melalui kebiasaan membaca secara kritis, membangun budaya diskusi, melakukan penelitian, menulis berdasarkan data, terlibat dalam pengabdian masyarakat, serta menggunakan keilmuan untuk membaca dan merespons persoalan sosial.

Bahkan, kegiatan sederhana seperti membuat forum diskusi mahasiswa mengenai persoalan di lingkungan sekitar, melakukan penelitian kecil, menyusun kajian berdasarkan data, atau membuat program edukasi masyarakat dapat menjadi bentuk awal dari upaya menghubungkan NDP dengan kehidupan akademik.

Dengan demikian, RTL tidak berhenti sebagai kewajiban setelah sebuah proses kaderisasi selesai. Ia dapat menjadi momentum untuk menerjemahkan nilai yang telah dipelajari menjadi aktivitas yang terukur dan memberikan manfaat.

Kampus sebagai Ruang Pembentukan Manusia

Pada akhirnya, kampus seharusnya tidak hanya menghasilkan manusia yang mampu memperoleh nilai tinggi di atas kertas. Kampus juga memiliki tanggung jawab untuk membentuk manusia yang mampu berpikir, merasakan, dan bertindak secara bertanggung jawab.

Mahasiswa yang ideal bukan hanya mahasiswa yang pintar menjawab soal, tetapi juga mampu mengajukan pertanyaan yang tepat. Bukan hanya mampu berbicara tentang perubahan, tetapi juga mau memahami persoalan sebelum mengambil sikap. Bukan hanya memiliki pengetahuan, tetapi juga mampu mempertanggungjawabkan bagaimana pengetahuan tersebut digunakan.

Di sinilah NDP dapat ditempatkan sebagai cara pandang yang hidup. Bukan sekadar materi yang selesai setelah forum kaderisasi, melainkan nilai yang terus diuji dalam ruang kuliah, ruang organisasi, ruang penelitian, dan ruang kehidupan masyarakat.

Sebab pada akhirnya, pintar saja tidak cukup. Ilmu membutuhkan kesadaran, kesadaran membutuhkan nilai, dan nilai membutuhkan keberanian untuk diwujudkan dalam tindakan.

Jika mahasiswa mampu mempertemukan ketiganya, maka pendidikan tidak lagi sekadar menghasilkan lulusan yang memiliki ijazah dan IPK, tetapi manusia yang memiliki pengetahuan, kepekaan, tanggung jawab, dan keberanian untuk memberikan manfaat bagi lingkungan di sekitarnya.

(Penulis:Rohmatul Ummah, Peserta PKL PC PMII Kota Padang) 

 


Sumbar, netralpost — Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali sukses menggelar ajang olahraga bertaraf nasional yang memadukan unsur sejarah, pariwisata, dan budaya. Ajang Police Women Run IV Tahun 2026 secara resmi dilepas langsung oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang ditandai dengan pengibaran bendera start (flag off) di Kota Bukittinggi, Minggu (27/09/2026).

Kegiatan yang diselenggarakan dalam rangkaian peringatan Hari Jadi Polisi Wanita (Polwan) RI ke-78 ini memikat antusiasme tinggi dari ribuan peserta. Tercatat lebih dari 3.400 pelari, yang terdiri dari kategori 5K dan 10K dari berbagai kalangan mulai dari pelajar, masyarakat umum, komunitas, hingga personel TNI-Polri, tumpah ruah memadati jalur lintasan dengan mengusung tema "Run The Culture".

Kepala Biro Sumber Daya Manusia (Karo SDM) Polda Sumbar, Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menyampaikan bahwa kegiatan ini tidak hanya sekadar berkompetisi di bidang atletik semata, tetapi juga menjadi sarana strategis dalam mendekatkan diri dengan masyarakat melalui pendekatan humanis dan kebudayaan lokal.

"Melalui ajang Police Women Run yang keempat kalinya ini, kami ingin menumbuhkan semangat hidup sehat sekaligus merawat nilai-nilai sejarah lahirnya Polwan di Kota Bukittinggi. Animo yang luar biasa dari ribuan peserta membuktikan bahwa kegiatan ini menjadi ruang interaksi yang positif antara Polri dan masyarakat luas," ujar Kombes Pol Anissullah M. Ridha di sela-sela kegiatan.

Senada dengan hal tersebut, Kabidhumas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa perhelatan akbar ini turut memberikan multiplier effect yang positif, khususnya dalam mendongkrak sektor pariwisata dan perekonomian kerakyatan di Sumatera Barat, terkhusus Kota Bukittinggi.

"Kami bersyukur seluruh rangkaian kegiatan flag-off hingga pelepasan peserta oleh Bapak Kapolda Sumbar berjalan dengan aman, tertib, and lancar. Kehadiran ribuan pelari dari berbagai daerah ini tidak hanya membawa semangat kebugaran, tetapi juga turut menggerakkan sektor UMKM serta memperkenalkan keindahan budaya lokal pariwisata Bukittinggi ke kancah nasional," ungkap Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Acara pelepasan yang berlangsung meriah sejak pagi hari tersebut turut dihadiri oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, Kapolresta Bukittinggi, serta unsur Forkopimda setempat. 

Setelah suksesnya prosesi pelepasan kategori 10K dan 5K oleh Kapolda Sumbar, rangkaian acara dilanjutkan dengan hiburan rakyat, pengumuman pemenang (awarding ceremony), serta pembagian doorprize dan grand prize menarik bagi para peserta yang hadir.(*)

 


Padang, netralpost --- Menjelang peringatan HUT ke-81 pada 28 September 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan kualitas layanan transportasi kereta api yang aman, nyaman, andal, dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat. Komitmen tersebut menjadi bagian dari semangat peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat yang mengusung tema “Semakin Melayani.”

Peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat dilaksanakan melalui kegiatan Family Gathering pada Sabtu, 26 September 2026, di Kantor KAI Divre II Sumbar, Simpang Haru, Padang. Kegiatan tersebut menjadi momentum untuk mempererat kebersamaan insan KAI sekaligus merefleksikan perjalanan perusahaan dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya mengatakan bahwa bertambahnya usia perusahaan harus diiringi dengan peningkatan kualitas pelayanan serta penguatan budaya keselamatan dalam setiap lini operasional.

“HUT ke-81 KAI bukan hanya momentum untuk merayakan perjalanan panjang perusahaan, tetapi juga menjadi pengingat bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Semangat ‘Semakin Melayani’ harus berjalan seiring dengan penguatan keselamatan, karena bagi KAI keselamatan merupakan prioritas utama dalam setiap perjalanan dan seluruh aktivitas operasional,” ujar Lutfi.

Menurutnya, pelayanan yang semakin baik tidak hanya diwujudkan melalui fasilitas dan kemudahan bagi pelanggan, tetapi juga melalui konsistensi insan KAI dalam memastikan perjalanan kereta api berlangsung aman, tertib, andal, dan sesuai dengan standar yang ditetapkan.

“Kami ingin setiap pelanggan merasakan bahwa kereta api hadir sebagai moda transportasi yang aman, nyaman dan dapat diandalkan. Karena itu, peningkatan pelayanan harus dibangun bersama dengan budaya keselamatan yang kuat,” lanjutnya.

Selain menjadi momentum kebersamaan, peringatan HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat juga diisi dengan kegiatan yang mencerminkan kepedulian perusahaan terhadap masyarakat. Salah satunya melalui penyerahan bantuan kaca mata gratis kepada 30 siswa dan siswi SD Negeri 11 Kampung Jua.

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari kontribusi KAI dalam mendukung kebutuhan pendidikan dan kesehatan anak-anak di lingkungan sekitar. Bantuan kaca mata diharapkan dapat membantu para siswa dalam menunjang aktivitas belajar serta meningkatkan kenyamanan mereka dalam mengikuti proses pendidikan.

Pada kesempatan yang sama, KAI Divre II Sumatera Barat juga memberikan apresiasi kepada insan KAI yang berhasil menorehkan prestasi di tingkat perusahaan. Penghargaan tersebut menjadi bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi pekerja dalam menjalankan tugas serta memberikan pelayanan terbaik.

Dua insan KAI Divre II Sumatera Barat yang menerima penghargaan tersebut yaitu Ahmad Devit, penerima Best Inspirational Employee Tahun 2026 kategori Petugas Langsir, serta Mairudi, Kepala Stasiun Bukit Putus, yang memperoleh Station Award Tahun 2026 kategori Stasiun Besar dan Stasiun Kelas 1.

Lutfi menyampaikan bahwa penghargaan tersebut merupakan cerminan dari kontribusi individu yang turut memperkuat kinerja perusahaan secara keseluruhan.

“Prestasi yang diraih rekan-rekan kami merupakan kebanggaan bagi Divre II Sumatera Barat. Ini menunjukkan bahwa semangat melayani dan menjaga keselamatan lahir dari dedikasi setiap insan KAI. Kami berharap capaian ini dapat menjadi motivasi bagi seluruh pekerja untuk terus memberikan kontribusi terbaik bagi perusahaan dan masyarakat,” kata Lutfi.

Penguatan keselamatan juga terus dilakukan KAI Divre II Sumatera Barat melalui berbagai langkah preventif, mulai dari peningkatan kompetensi petugas, pengawasan operasional dan prasarana, edukasi keselamatan kepada masyarakat, hingga penguatan kolaborasi dengan berbagai pemangku kepentingan.

KAI juga mengajak masyarakat untuk bersama-sama menjaga keselamatan perjalanan kereta api, khususnya dengan tidak melakukan aktivitas di jalur kereta api, mematuhi aturan di perlintasan sebidang, serta mendahulukan perjalanan kereta api ketika berada di sekitar perlintasan.

“Keselamatan bukan hanya tanggung jawab KAI, tetapi merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk menjadi bagian dari budaya keselamatan. Dengan kolaborasi dan kepedulian bersama, kita dapat menciptakan ekosistem transportasi kereta api yang semakin aman dan memberikan manfaat yang semakin besar bagi masyarakat,” jelas Lutfi.

Rangkaian HUT ke-81 KAI di Divre II Sumatera Barat turut dimeriahkan dengan berbagai kegiatan kebersamaan, penampilan West Sumatrain Band, Rantak Saayun, guest star lokal, Ganevo Dancer, serta kehadiran pelaku 10 UMKM yang turut memeriahkan kegiatan.

Melalui momentum HUT ke-81, KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menjadikan semangat “Semakin Melayani” sebagai bagian dari budaya kerja sehari-hari, dengan pelayanan yang terus ditingkatkan dan keselamatan yang senantiasa menjadi fondasi utama dalam setiap perjalanan serta aktivitas perusahaan.

(Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab) 

 

PASAMAN BARAT, NETRALPOST | Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat memperkuat hubungan kemitraan dengan insan pers melalui pertemuan dan silaturahmi bersama jajaran Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Kabupaten Pasaman Barat di Mako Polres Pasaman Barat, Jumat siang, 25 September 2026.

Pertemuan tersebut berlangsung dalam suasana hangat dan komunikatif. Jajaran Satreskrim Polres Pasaman Barat menerima kedatangan pengurus PWI sebagai bagian dari upaya membangun pola komunikasi yang terbuka, konstruktif, serta saling menghormati antara kepolisian dan kalangan media.

Kedatangan rombongan PWI Pasaman Barat disambut Wakapolres Pasaman Barat Kompol Yulandi Rusadi, S.H., Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., Kasi Propam AKP R. Pasaribu, serta Plh. Kasi Humas Bripka Tasnim Agung bersama jajaran terkait.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menegaskan bahwa komunikasi antara aparat penegak hukum dan pers memiliki posisi penting dalam mendukung penyampaian informasi kepada masyarakat, khususnya berkaitan dengan situasi kamtibmas dan penanganan berbagai perkara.

Menurut Iptu Agung, Satreskrim Polres Pasaman Barat membutuhkan komunikasi yang baik dengan insan pers agar informasi yang berkaitan dengan proses penegakan hukum dapat disampaikan secara proporsional, berdasarkan fakta dan tetap memperhatikan ketentuan hukum serta kepentingan masyarakat.

“Silaturahmi seperti ini menjadi bagian penting untuk menjaga komunikasi antara Kepolisian dan rekan-rekan media. Pers mempunyai peran strategis dalam menyampaikan informasi kepada masyarakat, sehingga diperlukan hubungan yang baik dan komunikasi yang terbuka,” ujar Iptu Agung.

Ia berharap hubungan kemitraan tersebut tidak berhenti pada kegiatan silaturahmi, tetapi dapat terus berkembang melalui koordinasi yang sehat. Dengan komunikasi yang terbangun, Satreskrim bersama insan pers dapat turut menciptakan ruang informasi publik yang edukatif, faktual dan bertanggung jawab.

Dalam kesempatan itu, Plt. Sekretaris PWI Pasaman Barat M. Junir menyampaikan apresiasi terhadap jajaran Polres Pasaman Barat, khususnya Satreskrim, yang telah menerima kunjungan tersebut dengan suasana terbuka dan penuh keakraban. Menurutnya, komunikasi langsung menjadi salah satu cara untuk memperkuat koordinasi antara wartawan dan kepolisian.

M. Junir mengatakan, PWI siap membangun komunikasi yang konstruktif dengan jajaran Polres Pasaman Barat dalam mendukung penyampaian informasi mengenai perkembangan kamtibmas, kegiatan kepolisian maupun berbagai persoalan yang menyangkut kepentingan masyarakat. Hubungan tersebut diharapkan tetap berjalan dengan berpedoman pada profesionalisme masing-masing pihak.

Silaturahmi tersebut turut dihadiri jajaran PWI Pasaman Barat, di antaranya M. Junir, Altas Maulana, Ahmad Romi, Yaser Arafat, Dodi Ifanda, Wisnu A. Utama dan Wawan Saputra. Pertemuan menjadi bagian dari penguatan kemitraan antara Satreskrim Polres Pasaman Barat dan insan pers dalam menghadirkan informasi yang bermanfaat bagi publik. Semangat tersebut sejalan dengan komitmen Polri untuk masyarakat, yakni membangun pelayanan, komunikasi dan penegakan hukum yang semakin dekat dengan kebutuhan masyarakat.

TIM

 


Padang, netralpost --- Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 PT Kereta Api Indonesia (Persero), KAI Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar aksi donor darah di Stasiun Padang, Jumat (25/9). Kegiatan ini menjadi bagian dari kepedulian sosial KAI sekaligus kontribusi dalam mendukung ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Kegiatan yang dimulai sejak pukul 09.00 WIB tersebut melibatkan pekerja KAI, pengguna jasa kereta api, serta masyarakat umum. Pelaksanaan donor darah didukung oleh tenaga medis dari Klinik Mediska Padang dan Unit Donor Darah (UDD) PMI Kota Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan kegiatan donor darah merupakan bentuk kepedulian KAI terhadap kebutuhan masyarakat sekaligus momentum untuk mengajak lebih banyak pihak berkontribusi melalui aksi kemanusiaan.

“Donor darah merupakan bentuk kepedulian yang sederhana, tetapi memberikan manfaat yang nyata bagi sesama. Melalui kegiatan ini, kami ingin mengajak pekerja, pelanggan, maupun masyarakat untuk bersama-sama mengambil peran dalam membantu memenuhi kebutuhan darah bagi pasien yang membutuhkan,” ujar Reza.

Sebelum melakukan donor, setiap peserta terlebih dahulu menjalani sejumlah tahapan pemeriksaan, mulai dari proses administrasi, pemeriksaan kadar hemoglobin (Hb), penentuan golongan darah, hingga konsultasi medis. Tahapan tersebut dilakukan untuk memastikan peserta berada dalam kondisi yang memenuhi persyaratan kesehatan untuk melakukan donor darah.

KAI Divre II Sumbar membuka kesempatan bagi pekerja, pengguna jasa kereta api, dan masyarakat umum untuk berpartisipasi. Peserta yang dapat mengikuti kegiatan donor darah antara lain berusia 17 hingga 65 tahun, memiliki berat badan lebih dari 45 kilogram, serta dalam kondisi sehat dan memenuhi hasil pemeriksaan medis.

Antusiasme peserta terlihat dari jumlah pendaftar yang mencapai 38 orang. Setelah melalui proses pemeriksaan kesehatan, seluruh peserta dinyatakan laik donor dan berhasil menyumbangkan sebanyak 38 kantong darah.

“Alhamdulillah, seluruh peserta yang mendaftar dinyatakan laik donor dan terkumpul 38 kantong darah. Setiap kantong darah yang berhasil dikumpulkan memiliki arti penting karena dapat membantu pasien yang membutuhkan transfusi darah. Ini menjadi kontribusi nyata yang dapat dilakukan bersama untuk kemanusiaan,” kata Reza.

Menurut Reza, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi bagian dari rangkaian menyambut HUT ke-81 KAI, tetapi juga menjadi sarana memperkuat semangat kebersamaan dan kepedulian sosial di lingkungan perusahaan maupun masyarakat.

“Kami berharap semangat berbagi dan tolong-menolong melalui donor darah dapat terus tumbuh dan dilakukan secara berkelanjutan. KAI terbuka untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam menghadirkan kegiatan yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat,” tuturnya.

Selain memberikan kontribusi terhadap ketersediaan darah, kegiatan donor darah juga menjadi ruang edukasi bagi peserta mengenai pentingnya donor darah secara berkala sesuai dengan ketentuan dan kondisi kesehatan masing-masing.

“Memasuki usia ke-81 tahun, KAI tidak hanya berkomitmen menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal, tetapi juga terus berupaya memberikan nilai tambah bagi masyarakat melalui berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan. Semoga aksi donor darah ini dapat menjadi bagian dari semangat KAI untuk terus hadir dan bermanfaat bagi masyarakat,” tutup Reza.(*) 

 

SOLOK, NETRALPOST — Tim gabungan dari Balai Teknik Sabo bersama Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang bergerak cepat melakukan peninjauan langsung ke lokasi bencana banjir bandang (galodo) di Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Langkah taktis ini diambil guna melihat secara mendalam kondisi lapangan pascabencana serta mengidentifikasi potensi penanganan jangka panjang melalui pengendalian sedimen yang masif.

Banjir bandang dipicu oleh curah hujan dengan intensitas tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Solok. Luapan air yang bercampur dengan material rombakan dari hulu seperti bebatuan besar, potongan kayu, dan lumpur pekat menerjang kawasan hilir secara mendadak. Dampak terjangan ini memutus akses transportasi utama dan merusak berbagai fasilitas vital di sekitarnya. 

Berdasarkan laporan pembaruan dari Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) dan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB), terjangan dahsyat galodo ini telah menewaskan 1 orang korban berinisial DA (21) yang terseret arus sejauh 4,5 kilometer. Selain itu, dilaporkan masih ada 1 warga yang hilang dalam proses pencarian, serta 4 orang mengalami luka-luka. Dampak fisik yang berat memaksa sedikitnya 32 jiwa (9 Kepala Keluarga) mengungsi ke tempat yang lebih aman.

Kawasan Arosuka dan Nagari Batang Barus di Kecamatan Gunung Talang menjadi salah satu wilayah yang paling parah terdampak. Kompleks Perkantoran Bupati Solok ikut terendam lumpur dan dilaporkan sebanyak 12 kantor Organisasi Perangkat Daerah (OPD) mengalami kerusakan berat. Selain itu, jalur logistik nasional yang menghubungkan Kota Padang dengan Solok sempat lumpuh total akibat tertimbun material sedimen sepanjang 150 meter. 

Guna mempercepat pemulihan dan mencegah ancaman banjir susulan, Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui jajaran Direktorat Jenderal Sumber Daya Air langsung mengerahkan sejumlah alat berat ke lokasi. Satu unit ekskavator lengan panjang (long arm) diturunkan untuk mengeruk sumbatan sedimen di aliran Batang Baliang, sementara alat berat standar lainnya difokuskan untuk melakukan normalisasi alur sungai di sekitar Nuansa Griya Arosuka. 

Di samping penanganan darurat di bagian hilir, fokus utama jajaran Balai Teknik Sabo saat ini adalah menyusun desain mitigasi struktural di bagian hulu. Pembangunan bendungan penahan sedimen atau Sabo Dam menjadi opsi terkuat yang tengah dikaji. Struktur ini dirancang khusus untuk menahan laju material debris dan batu-batu besar tanpa menghentikan aliran air, sehingga potensi daya rusak galodo di masa depan bisa diredam secara signifikan.(nofri) 

 

Solok, netralpost --- Banjir bandang besar atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Musibah yang dipicu akumulasi curah hujan tinggi sejak sore hari ini membawa material lumpur, bebatuan, tanah, hingga gelondongan kayu dari area perbukitan atas. Arus deras tersebut meluap secara cepat dan melumpuhkan jalur logistik utama di kawasan tugu Ayam.

Merespons kedaruratan ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat langsung menerjunkan tim taktis ke lokasi bencana guna pemulihan akses. Langkah tanggap darurat difokuskan untuk menyingkirkan sedimen lumpur pekat dan batu besar yang sempat menutup badan jalan nasional. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama jajaran daerah demi menjamin keselamatan warga di area terdampak.

Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah II Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., memberikan keterangan langsung mengenai fokus penanganan infrastruktur di lapangan. "Prioritas utama kami adalah membuka kembali fungsionalitas ruas jalan nasional Padang-Solok sesegera mungkin agar mobilitas masyarakat tidak terputus. Sejak malam kejadian, personel gabungan dan armada alat berat dikerahkan tanpa henti untuk membersihkan tumpukan material yang menghalangi jalur vital ini," tegas Masudi.

Di tempat yang sama, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat turut menyampaikan komitmen penuh kementerian dalam mitigasi pascabencana. "BPJN Sumbar berkomitmen untuk tidak sekadar membersihkan jalur, tetapi juga melakukan identifikasi komprehensif terhadap tingkat kerusakan struktur jalan dan jembatan di sekitarnya. Kami ingin memastikan konstruksi di wilayah terdampak ini kembali aman sepenuhnya sebelum bisa dilintasi dengan normal oleh pengguna jalan," ungkap Kabalai BPJN Sumbar.

Berkat pengerahan alat berat dan gotong royong terpadu antara BPJN, TNI, Polri, serta relawan, jalur utama penghubung Solok-Padang kini sudah berhasil dibersihkan dan kembali dapat dilalui kendaraan secara fungsional. Pengaturan arus lalu lintas sempat diberlakukan dengan sistem buka-tutup guna menjamin keamanan pengguna jalan selama pembersihan tahap akhir berlangsung di bahu jalan.

Pemerintah daerah mengapresiasi gerak cepat seluruh tim kementerian dan instansi terkait yang membuat pemulihan berjalan sangat responsif. Meski jalur logistik utama kini telah normal, masyarakat serta pengendara yang melintasi kawasan Arosuka diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan kembali meningkat di area perbukitan.(Nofri) 

 

Padang, netralpost — Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PC PMII) Kota Padang menggelar pelantikan kepengurusan dan Pelatihan Kader Lanjut (PKL) pada (18-22/9). Kegiatan tersebut diikuti peserta dari enam daerah, yakni Medan, Riau, Dharmasraya, Kota Pariaman, Kota Padang, dan Pasaman Barat.

Proses pelantikan berlangsung di Palanta Wali Kota Padang, sedangkan rangkaian PKL dilaksanakan di Balai Diklat Kementerian Agama Kota Padang.

Pelantikan tersebut turut dihadiri unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kota Padang, Wali Kota Padang, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kota Padang, serta sejumlah organisasi kepemudaan (OKP) dan undangan lainnya.

Ketua Pelaksana, Hutami Febrianti, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat kaderisasi dan konsolidasi organisasi PMII.

“Pelaksanaan kegiatan ini kami persiapkan sebagai ruang kaderisasi sekaligus mempererat silaturahmi antarkader. Kami berharap peserta mendapatkan pengalaman dan pengetahuan yang bisa diterapkan di cabang masing-masing,” kata Hutami.

Ia menjelaskan, kehadiran peserta dari sejumlah cabang menjadi salah satu bagian penting dalam pelaksanaan PKL. Menurutnya, pertemuan kader dari berbagai daerah dapat membuka ruang pertukaran pengalaman dan gagasan terkait pengembangan organisasi.

Ketua PC PMII Kota Padang, M. Aldian Syah, mengatakan pelantikan menjadi momentum bagi pengurus untuk menjalankan amanah organisasi dan meningkatkan kontribusi PMII di tengah masyarakat.

“Pelantikan bukan hanya seremoni. Setelah dilantik, ada tanggung jawab yang harus dijalankan. Pengurus harus mampu bekerja dan memberikan kontribusi, baik untuk organisasi maupun masyarakat,” ujar Aldi.

Menurut Aldi, penguatan kaderisasi menjadi salah satu fokus penting dalam menjalankan roda organisasi. Ia berharap kader PMII memiliki kemampuan untuk membaca persoalan yang berkembang di masyarakat serta mampu mengambil peran dalam menyikapinya.

Sementara itu, Ketua PKC PMII Sumatera Barat, M. Yusuf Rahman, menekankan pentingnya kaderisasi sebagai bagian utama dalam keberlangsungan organisasi.

“Kaderisasi merupakan bagian penting dalam organisasi. Melalui proses kaderisasi, kita mempersiapkan kader untuk melanjutkan estafet kepemimpinan dan menjalankan tanggung jawab organisasi,” kata Yusuf.

Yusuf juga mendorong peserta PKL agar tidak hanya mengikuti kegiatan sebagai formalitas. Pengetahuan yang diperoleh selama pelatihan diharapkan dapat diterapkan dalam aktivitas organisasi di daerah masing-masing.

Ketua Mabincab PMII Kota Padang, Yosef Firman Susilo, turut menekankan pentingnya keberlanjutan proses kaderisasi setelah kegiatan berakhir.

“Kaderisasi tidak berhenti ketika kegiatan selesai. Justru setelah kembali ke cabang masing-masing, kader diharapkan mampu menerapkan apa yang didapat selama proses pelatihan,” ujarnya.

Dari Pengurus Besar PMII, Ketua Bidang Pemuda dan Olahraga Aan Nofrianda turut memberikan penguatan kepada peserta. Ia menyampaikan pentingnya peran pemuda dalam menghadapi berbagai perubahan dan persoalan di tengah masyarakat.

“Pemuda harus mampu mengambil peran dan tidak hanya menjadi penonton. Kader PMII harus memiliki kapasitas dan gagasan untuk berkontribusi di tengah masyarakat,” kata Aan.

Sementara itu, Tegar Gusnandar dari Tim Kaderisasi Nasional PMII mengatakan PKL merupakan salah satu proses untuk meningkatkan kapasitas kader, terutama dalam hal kepemimpinan dan kemampuan berpikir.

“PKL menjadi ruang bagi kader untuk memperkuat kapasitas, memperluas wawasan, dan mempersiapkan diri menjalankan tanggung jawab organisasi,” ujarnya.

Rangkaian kegiatan yang berlangsung selama lima hari tersebut menjadi ruang pertemuan kader PMII dari berbagai daerah. Peserta tidak hanya mengikuti materi kaderisasi, tetapi juga berdiskusi dan bertukar pengalaman mengenai dinamika organisasi di masing-masing cabang.

PC PMII Kota Padang berharap pelaksanaan pelantikan dan PKL tersebut dapat memperkuat konsolidasi organisasi serta mendorong kader untuk terus mengembangkan kapasitas dan berkontribusi di lingkungan masing-masing.

Kegiatan yang berlangsung hingga 22 September 2026 itu sekaligus menjadi bagian dari komitmen PC PMII Kota Padang dalam menjaga keberlanjutan kaderisasi dan mempersiapkan kader yang mampu menjalankan peran organisasi di tengah masyarakat.(Tami/Nofri) 

 

SOLOK, NETRALPOST – Jajaran Kepolisian Resor (Polres) Solok menunjukkan komitmen nyata dalam misi kemanusiaan pascabencana alam galodo atau banjir bandang yang melanda wilayah Kabupaten Solok. Guna mempercepat pemulihan kondisi mental para korban, Kapolres Solok memimpin langsung pergerakan Tim Konselor untuk turun ke tengah-tengah pemukiman dan tempat pengungsian guna memberikan Layanan Dukungan Psikososial (LDP). Langkah proaktif ini dilakukan untuk menyembuhkan trauma mendalam yang dirasakan oleh warga pasca-amukan alam tersebut.

Kegiatan yang diinisiasi oleh Polda Sumbar ini menyasar keluarga dan warga yang mengalami dampak psikologis paling berat akibat hilangnya tempat tinggal serta harta benda. Dengan pendekatan humanis, Kapolres Solok bersama para personel konselor perempuan (Polwan) mendatangi rumah-rumah warga satu per satu. Mereka berdialog secara personal, mendengarkan keluh kesah, serta memberikan motivasi spiritual dan emosional agar para korban tidak larut dalam kesedihan berkepanjangan.

Kapolres Solok menegaskan bahwa dalam situasi tanggap darurat dan pemulihan bencana, keselamatan fisik dan pemenuhan logistik memang menjadi prioritas utama. Namun, kondisi kesehatan mental dan psikologis masyarakat terdampak sama pentingnya dan tidak boleh diabaikan begitu saja. Banyak warga, terutama anak-anak dan kaum lansia, yang mengalami kecemasan akut, syok, hingga sulit tidur akibat bayang-bayang ketakutan saat bencana tersebut terjadi.

"Kami hadir di sini bukan hanya untuk memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif atau menyalurkan bantuan fisik, melainkan juga untuk merangkul dan menemani masyarakat dalam melewati masa-masa sulit ini. Tim konselor kami dibekali keahlian khusus untuk mereduksi tingkat stres dan trauma psikologis yang dialami warga, sehingga mereka pelan-pelan bisa kembali bangkit dan menata hidupnya dengan optimisme," ujar Kapolres Solok di lokasi kegiatan.

Dalam pelaksanaan di lapangan, tim konselor menerapkan berbagai metode pemulihan trauma (trauma healing) yang adaptif. Bagi anak-anak, petugas menyajikan aktivitas bermain, bernyanyi bersama, serta membagikan makanan kecil untuk mengembalikan keceriaan mereka. Sementara bagi orang dewasa, intervensi dilakukan dalam bentuk konseling kelompok maupun privat untuk membantu meredakan kecemasan emosional yang tertahan.

Langkah cepat yang diambil Polres Solok ini mendapat apresiasi luas dari tokoh masyarakat dan warga setempat. Kehadiran aparat kepolisian yang bersahaja di ruang-ruang keluarga pengungsi dinilai memberikan rasa aman dan nyaman yang sangat dibutuhkan. Melalui layanan psikososial yang berkelanjutan ini, diharapkan trauma warga dapat segera pulih sepenuhnya sehingga proses rehabilitasi wilayah pascabencana dapat berjalan dengan optimal.(Nofri) 

 

PADANG, NETRALPOST – Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menggelar acara syukuran dalam rangka memperingati Hari Lalu Lintas Bhayangkara ke-71. Kegiatan yang mengusung tema utama "Polantas Presisi Mengabdi untuk Negeri" ini berlangsung dengan khidmat di Gedung Rangkayo Basa, Padang. Acara ini dihadiri langsung oleh jajaran Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar, pimpinan instansi terkait, serta mitra strategis keselamatan berlalu lintas.

Momen kebahagiaan terasa kian istimewa ketika Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menerima penghargaan tertinggi berupa Pin Emas dari Kapolri. Penyematan pin berharga tersebut dilakukan langsung oleh Wakapolda Sumbar, Brigjen Pol. Solihin, S.I.K., M.H., CSPHR, sebagai bentuk apresiasi atas prestasi luar biasa dan dedikasi tinggi yang telah ditunjukkan oleh jajaran Direktorat Lalu Lintas di wilayah Sumatera Barat. 

Dalam pernyataan resminya, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq mengucapkan rasa terima kasih yang mendalam kepada Kapolri atas penghargaan tersebut. Ia menegaskan bahwa capaian ini bukan hanya milik individu, melainkan buah kerja keras seluruh personel Polantas di jajaran Polda Sumbar. "Terima kasih kepada Bapak Kapolri atas apresiasi berupa pin emas ini. Penghargaan ini tentu akan menjadi suntikan motivasi bagi saya dan seluruh jajaran untuk terus meningkatkan pelayanan yang terbaik bagi masyarakat," ujarnya.

Kombes Pol. Reza juga menyampaikan bahwa fungsi presisi kepolisian lalu lintas tidak hanya sekadar prosedur operasional di jalan raya, melainkan ketepatan hati dalam mengabdi. Korps Lalu Lintas Polri dituntut untuk terus menginternalisasi nilai-nilai responsif dan humanis dalam setiap tugas penegakan hukum maupun edukasi keselamatan. Pihaknya berkomitmen untuk memperkuat transformasi pelayanan publik dengan memanfaatkan inovasi teknologi modern demi menekan angka kecelakaan di jalan raya.

Lebih lanjut, pimpinan Ditlantas Polda Sumbar ini menggarisbawahi pentingnya penguatan sinergi bersama lima pilar keselamatan lalu lintas serta rekan-rekan media massa. Kerja sama lintas sektoral dinilai menjadi kunci utama untuk melahirkan kesadaran kolektif masyarakat Sumatera Barat dalam tertib berlalu lintas. Hubungan harmonis dengan pemangku kepentingan akan terus dirawat agar setiap program keselamatan jalan dapat terlaksana secara optimal dan tepat sasaran. (Nofri) 

 

Solok, Netralpost — Arus lalu lintas di jalur lintas Sumatera, khususnya ruas Solok menuju Padang, kini terpantau mulai lancar kembali setelah sempat mengalami hambatan. Jalur vital ini sudah dapat dilalui kendaraan sejak malam hari sebelumnya, Selasa (22/9) pukul 21.00 WIB.

Berdasarkan pantauan di lapangan, pengamanan dan pengaturan arus lalu lintas dipusatkan di tiga titik utama, yakni di kawasan Pintu Angin, depan Kantor Bupati Solok, serta kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) Kabupaten Solok. 

Aparat kepolisian bersama warga tampak berjibaku mengatur mobilitas kendaraan yang didominasi oleh truk muatan, mobil pribadi, serta kendaraan roda dua di sekitar kawasan perkantoran Pemerintah Kabupaten Solok.

Meski arus secara umum mulai mencair, laju kendaraan sempat tersendat di beberapa titik tertentu. Hal ini dikarenakan adanya kegiatan gotong royong antara personel Polri dan masyarakat yang membersihkan Masjid Baburahman—yang terletak tidak jauh dari depan Kantor Bupati Solok—serta tingginya antusiasme warga yang ingin melihat langsung kondisi sekitar Kantor Bupati.

Kabid Humas Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Susmelawati Rosya, mengungkapkan bahwa jajaran kepolisian di kewilayahan terus bergerak cepat untuk memastikan keamanan, ketertiban, serta kelancaran arus lalu lintas pasca-kejadian di wilayah tersebut.

"Polda Sumbar melalui Polres jajaran mengerahkan personel secara optimal di lapangan, tidak hanya untuk mengatur kelancaran arus kendaraan, tetapi juga bahu-membahu bersama masyarakat membersihkan fasilitas umum dan rumah ibadah agar aktivitas publik dapat segera pulih," ujar Kombes Pol Susmelawati Rosya.

Sementara itu, Kapolres Solok, AKBP Rini Anggraini, yang memantau langsung proses pembersihan dan pengaturan lalu lintas di lokasi, menyampaikan imbauan tegas kepada masyarakat dan para pengguna jalan agar tetap tertib dan mematuhi arahan petugas di lapangan.

"Kami mengimbau kepada masyarakat dan para pejalan kaki agar tidak berjalan di bahu jalan, melainkan menggunakan trotoar yang ada. Tingginya animo warga membuat arus sempat tersendat, sehingga kami berpesan agar masyarakat senantiasa taat dan patuh pada peraturan serta arahan anggota lalu lintas demi kelancaran dan keselamatan bersama," tegas AKBP Rini Anggraini.

Hingga saat ini, personel Satlantas Polres Solok bersama instansi terkait masih terus disiagakan di sepanjang jalur utama guna mengantisipasi kemacetan lanjutan serta memastikan arus transportasi barang dan orang di wilayah Kabupaten Solok berjalan aman dan lancar.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.