Articles by "GP Ansor Sumbar"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88
Showing posts with label GP Ansor Sumbar. Show all posts

 

Sumbar, netralpost --- Muktamar Nahdlatul Ulama bukan sekadar forum pergantian kepemimpinan, tetapi momentum strategis untuk membaca perubahan zaman dan merumuskan arahm perjuangan NU ke depan.

Sebagai Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat, saya memandang Muktamar NU ke-35 harus ditempatkan sebagai forum tertinggi organisasi yang tidak hanya membahas persoalan internal kelembagaan, tetapi juga mampu merumuskan jawaban terhadap berbagai persoalan kebangsaan, keumatan, dan kemanusiaan yang semakin kompleks.

Secara ilmiah, organisasi yang mampu bertahan dalam perubahan adalah organisasi yang memiliki kemampuan adaptasi, kesinambungan nilai, dan kapasitas inovasi. NU memiliki modal sosial yang sangat besar berupa jaringan pesantren, ulama, kader, lembaga pendidikan, badan otonom, serta basis masyarakat yang luas. Modal sosial tersebut harus dikonversi menjadi kekuatan nyata dalam menghadapi perubahan sosial, ekonomi, teknologi, dan geopolitik.

1. Muktamar harus menjadi forum konsolidasi gagasan

Saya berharap Muktamar NU ke-35 tidak berhenti pada persoalan siapa yang akan memimpin, tetapi lebih jauh membicarakan apa yang harus dikerjakan dan bagaimana NU menjawab kebutuhan umat dalam 10–20 tahun mendatang.

Dalam perspektif manajemen organisasi, kepemimpinan yang kuat membutuhkan vision, strategy, execution, dan evaluation. Karena itu, hasil Muktamar idealnya tidak hanya menghasilkan struktur kepemimpinan, tetapi juga menghasilkan peta jalan perjuangan NU yang terukur.

NU harus mampu menentukan prioritas: pendidikan, ekonomi umat, kesehatan, pengentasan kemiskinan, penguatan pesantren, transformasi digital, pemberdayaan pemuda, hingga penguatan peran perempuan.

2. NU harus semakin kuat dalam bidang ilmu pengetahuan dan teknologi

Perubahan teknologi digital dan kecerdasan buatan (artificial intelligence) telah mengubah cara manusia bekerja, belajar, berkomunikasi, bahkan mengambil keputusan.

Karena itu, NU tidak boleh hanya menjadi objek perubahan teknologi. NU harus menjadi salah satu aktor yang ikut menentukan arah perubahan tersebut.

Saya berharap Muktamar ke-35 memberikan perhatian serius terhadap pengembangan riset, pendidikan tinggi NU, digitalisasi pesantren, literasi digital, ekonomi digital, serta penguasaan teknologi oleh kader-kader muda.

Bagi saya, mempertahankan tradisi tidak berarti menolak modernitas. Justru prinsip al-muhafazhatu 'ala al-qadimis shalih wal-akhdzu bil-jadidil ashlah harus diterjemahkan sebagai kemampuan mempertahankan nilai yang baik sekaligus mengambil inovasi yang lebih baik.

3. Kader muda harus ditempatkan sebagai investasi strategis NU

Gerakan Pemuda Ansor dan Banser merupakan bagian penting dari ekosistem kaderisasi NU. Karena itu, saya berharap Muktamar ke-35 memberikan perhatian yang lebih besar terhadap regenerasi kepemimpinan.

Kader muda jangan hanya diposisikan sebagai pelaksana kegiatan, tetapi harus diberikan ruang untuk belajar, berpikir, memimpin, melakukan riset, mengembangkan kewirausahaan, dan mengambil keputusan.

Dalam teori organisasi, keberlanjutan sebuah institusi sangat bergantung pada keberhasilan leadership succession. Organisasi yang tidak menyiapkan regenerasi akan menghadapi persoalan ketika terjadi pergantian generasi.

Maka, investasi terbesar NU sesungguhnya bukan hanya pembangunan gedung dan institusi, tetapi pembangunan manusia dan kader.

4. NU harus memperkuat ekonomi umat

Persoalan ekonomi merupakan salah satu tantangan terbesar masyarakat Indonesia. Karena itu, NU ke depan perlu semakin serius membangun ekosistem ekonomi warga.

Pesantren, koperasi, UMKM, pertanian, perdagangan, industri halal, ekonomi kreatif, dan ekonomi digital harus menjadi bagian dari agenda besar pemberdayaan warga NU.

Saya berharap Muktamar melahirkan strategi yang konkret agar warga NU tidak hanya menjadi pasar, tetapi juga menjadi produsen, pengusaha, profesional, pemilik modal, dan pengambil keputusan ekonomi.

5. NU harus menjadi kekuatan moral dalam kehidupan kebangsaan

NU mempunyai sejarah panjang dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia. Di tengah meningkatnya polarisasi sosial, disinformasi, politik identitas, dan konflik di ruang digital, NU memiliki tanggung jawab moral untuk terus menghadirkan Islam yang moderat, toleran, dan berorientasi pada kemaslahatan.

NU harus tetap menjadi jembatan antara agama, kebangsaan, ilmu pengetahuan, dan kemanusiaan.

Menurut saya, politik kebangsaan NU seharusnya tidak semata-mata diukur dari seberapa besar keterlibatan kader NU dalam kekuasaan, tetapi dari seberapa besar NU mampu memberikan kontribusi terhadap kualitas demokrasi, keadilan sosial, pendidikan, dan kesejahteraan masyarakat.

6. Persatuan harus menjadi kekuatan utama

Muktamar adalah momentum kompetisi gagasan dan kepemimpinan, tetapi setelah Muktamar selesai, seluruh elemen NU harus kembali menjadi satu keluarga besar.

Perbedaan pilihan dalam forum Muktamar adalah hal yang wajar dalam organisasi yang sehat. Yang harus dihindari adalah menjadikan perbedaan pilihan sebagai sumber perpecahan.

Karena itu, saya berharap seluruh peserta Muktamar mengedepankan ukhuwah, musyawarah, tabayun, dan kepentingan jam'iyah di atas kepentingan pribadi maupun kelompok.

Harapan untuk Kepemimpinan NU ke Depan

Saya berharap kepemimpinan NU ke depan memiliki tiga karakter utama:

Pertama, kuat secara keilmuan.

NU membutuhkan kepemimpinan yang memahami khazanah keislaman sekaligus mampu membaca perkembangan ilmu pengetahuan dan perubahan global.

Kedua, kuat secara kelembagaan.

NU harus membangun sistem organisasi yang profesional, transparan, akuntabel, dan mampu bekerja berdasarkan data.

Ketiga, kuat dalam kaderisasi.

Pemimpin NU harus melihat kader muda bukan sebagai ancaman terhadap eksistensi generasi sebelumnya, tetapi sebagai jaminan keberlanjutan NU di masa depan.


Penutup

Bagi saya, Muktamar NU ke-35 harus menjadi titik temu antara tradisi dan masa depan.

NU tidak boleh kehilangan akar sejarahnya, tetapi juga tidak boleh berhenti pada romantisme sejarah. Nilai-nilai yang diwariskan para ulama harus diterjemahkan ke dalam solusi nyata terhadap persoalan masyarakat hari ini.

Kita membutuhkan NU yang tetap berakar pada pesantren, tetapi mampu berbicara di ruang akademik. NU yang tetap kuat dalam tradisi keislaman, tetapi mampu menguasai teknologi. NU yang dekat dengan rakyat, tetapi juga mampu melahirkan profesional dan pemimpin bangsa.

Harapan saya sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Muktamar NU ke-35 mampu melahirkan kepemimpinan yang menyatukan, gagasan yang mencerahkan, kaderisasi yang berkelanjutan, dan kebijakan yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh umat, bangsa, dan kemanusiaan.

NU harus terus tumbuh, bukan sekadar menjadi organisasi yang besar secara jumlah, tetapi menjadi organisasi yang semakin besar manfaatnya.

Karena masa depan NU bukan hanya tentang siapa yang memimpin hari ini, tetapi tentang nilai apa yang kita wariskan kepada generasi yang akan memimpin Indonesia di masa depan.

( Chaydirul Yahya Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat) 

 

PADANG, NETRALPOST — Jagat media sosial kembali dihangatkan oleh pernyataan kontroversial dari Permadi Arya, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda. Pernyataannya yang menyebut masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai kelompok yang "barbar" dinilai telah mencederai dan merusak stabilitas hubungan harmonis yang selama ini terjaga dengan baik di Ranah Minang. Ucapan tersebut tak pelak memancing gelombang emosional dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat setempat.

​Menanggapi polemik yang bergulir, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Sumatera Barat, Ricky Alviano, angkat bicara. Mewakili institusinya, Ricky sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras pernyataan yang dinilai tidak berdasar tersebut. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan realitas objektif kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

​"Kami sangat menyayangkan serta mengecam pernyataan Abu Janda yang telah menyenggol masyarakat Sumatera Barat dengan mengatakan 'barbar'. Kata 'barbar' itu berkonotasi sangat negatif serta mempunyai makna tidak punya adat dan etika," ujar Ricky dalam keterangan resminya.


​Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat keliru karena bertolak belakang dengan jati diri masyarakat Minangkabau. Sepanjang sejarah, masyarakat Sumatera Barat justru dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, sopan santun, dan falsafah keislaman yang kuat. Oleh karena itu, ia menilai pernyataan Abu Janda tidak memiliki landasan fakta yang jelas dan hanya memperkeruh suasana.

​Ricky juga memberikan klarifikasi tegas mengenai status hubungan antara Abu Janda dan organisasi Banser. Ia menyatakan bahwa meskipun Abu Janda pernah tercatat sebagai anggota, segala tindakan, sikap, dan ucapan yang bersangkutan bersifat pribadi. Apa yang disampaikan oleh Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan pandangan resmi organisasi.

​Sebagai penutup, Kasatkorwil Banser Sumbar ini menegaskan bahwa organisasinya menentang secara serius segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. "Sikap dan ucapannya tidak mewakili Banser secara struktural maupun kultural. Di Banser, kami tidak pernah diajarkan untuk menghina dan atau merendahkan satu sama lain," pungkas Ricky, sembari mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian di Sumatera Barat.(*) 


 

Sumbar, netralpost --- Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Sumatera Barat menyampaikan kecaman tegas terhadap salah satu program tayangan di TRANS7 yang dinilai merendahkan martabat pesantren serta mencederai citra para kiai.

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, menegaskan bahwa figur kiai bukanlah komoditas yang dapat dieksploitasi demi kepentingan rating, popularitas, maupun sensasi pemberitaan. Ia menilai, media seharusnya menjadi sarana edukatif dan inspiratif, bukan malah menampilkan konten yang berpotensi menimbulkan stigma negatif terhadap lembaga pesantren dan para ulama.

“Kiai adalah penjaga nilai, guru bangsa, sekaligus benteng akhlak umat. Menjadikan mereka sebagai bahan tontonan dengan narasi yang menyesatkan merupakan bentuk pelecehan terhadap kehormatan ulama dan pesantren,” tegas Chaydirul Yahya, Kamis (16/10/2025).

Lebih lanjut, PW GP Ansor Sumatera Barat mengultimatum pihak Trans7 untuk segera menyampaikan permintaan maaf secara terbuka dan langsung kepada Pesantren Lirboyo Kediri serta kepada masyarakat pesantren secara umum.

“Kami mendesak Trans7 agar segera menyampaikan permintaan maaf resmi dan terbuka. Jika hal ini tidak segera dilakukan, kami akan menyerukan kepada masyarakat, khususnya kalangan pesantren dan santri, untuk memboikot seluruh program siaran Trans7 sebagai bentuk protes moral,” tegasnya.

 

Sumbar, netralpost --- Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat mengutuk keras aksi persekusi di sebuah rumah yang dijadikan rumah doa bagi jemaat Kristen di Kota Padang, Sumatera Barat  pada Minggu (27/7) petang.. PW GP Ansor Sumatera Barat memintak penegakan hukum harus dijalankan dengan tegas terhadap para pelaku kriminal.

" Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat Chaydirul Yahya mengecam terjadinya  pelanggaran  intoleransi, dan kekerasan terhadap kelompok minoritas di Padang Pada minggu sore tersebut. Tindakan tersebut tidak dapat dibenarkan dan nyata-nyata merupakan tindak kriminal yang melanggar hukum dan konstitusi," kata Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, kepada awak media, Senin (28/7/2025)

Persoalan kekerasan keagaman di Kota Padang adalah bentuk segrerasi sosial, dimana terjadi  pembelahan di tengah masyarakat akibat perbedaan keyakinan antar umat beragama.

Chaydirul Yahya meminta penegak hukum harus serius dalam menangani kasus ini. Tambahnya, kejadiaan ini tidak boleh di anggap kasus yang sepele sebagai kasus yang terjadi hanya karna  kesalahpahaman saja.

Selain pelaku, berbagai pihak perlu juga dievaluasi, pemerintah daerah tidak boleh mensiflipikasi dan permisif terhadap persoalan ini, mulai dari lurah, camat, kesbang, kemenag perlu berbenah dengan kejadian ini.

" Chaydirul Yahya juga menyampaikan secara tegas agar aparatur negara khususnya pemerintah daerah setempat untuk bersifat terbuka dan tidak menyerdehanakan  persoalan intoleransi dan kekerasan tersebut." katanya.

Peristiwa persekusi yang memilukan tersebut, adalah fenomena gunung es, dimana nilai toleransi dalam beragama ada permasalahan, dan kesadaran bahwa kita hidup berdampingan secara sosial dengan mereka yang memiliki keyakinan, faham dan agama yang berbeda-beda, tidak dipupuk dengam baik di Sumatera Barat. 

" Pemerintah daerah Seperti Wali Kota Padang dan Gubernur Sumatera Barat umumnya, untuk menangani  persoalan kekerasan yang di lakukan di sebuah rumah yang dijadikan rumah doa bagi jemaat Kristen di Kota Padang tersebut" jelasnya.

Dalam hal ini Ketua PW GP Ansor juga memintak agar pelaku intoleransi ini bisa di proses secara hukum, untuk menimbulkan efek jera dan tidak mengulangi kesalahan ini lagi.

Di sampaikan aksi tersebut terjadi di RT 03 RW 09 Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah Padang, Kota Padang, Sumatera Barat (Sumbar).


Solok, netralpost.net — Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, Ketua Gerakan Pemuda Ansor (GP Ansor) Kabupaten Solok, Riki Rizo Namzah, SPd.I, menyampaikan seruan kebangsaan yang mengajak seluruh generasi muda Indonesia untuk menjadikan momentum ini sebagai refleksi dan penguatan terhadap nilai-nilai dasar negara.

Dalam sambutannya, Riki menegaskan pentingnya memahami kembali makna pidato bersejarah Ir. Sukarno pada 1 Juni 1945 yang menjadi tonggak lahirnya Pancasila. “Pidato itu adalah dasar berdirinya bangsa kita.

Lima prinsip yang disampaikan Bung Karno menjadi fondasi kehidupan berbangsa dan bernegara yang harus terus kita jaga,” ujarnya.

Riki menyerukan empat prinsip penting yang perlu ditanamkan generasi muda dalam memperingati Hari Lahir Pancasila. Pertama, memperkuat komitmen terhadap nilai-nilai Pancasila. Kedua, meningkatkan kesadaran sejarah dan semangat nasionalisme.

Ketiga, mempromosikan persatuan dalam keberagaman. Dan keempat, mengembangkan pemahaman kritis terhadap implementasi Pancasila dalam kehidupan sehari-hari.

Ia juga menekankan bahwa nilai-nilai Pancasila telah menjadi ruh dalam setiap kegiatan GP Ansor dan Barisan Ansor Serbaguna (Banser). “Ketika disebut siapa kita, kami jawab: Ansor Banser NU.

Ketika disebut dasar negara kita, kami katakan: Pancasila. Dan akidah kita adalah Ahlussunnah wal Jama’ah (Aswaja),” tegasnya.

Menurut Riki, peringatan Hari Lahir Pancasila tidak boleh hanya menjadi seremonial tahunan, tetapi harus menjadi ajakan nyata untuk menjaga keutuhan dan keberlangsungan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Ia berharap generasi muda mampu melanjutkan perjuangan para pendiri bangsa dengan tetap berpegang teguh pada nilai-nilai luhur Pancasila.

“Sebagai generasi penerus, mari kita jaga nilai dasar ini dan wujudkan cita-cita para pendiri bangsa. Semoga Indonesia senantiasa terjaga dan terlindungi dalam naungan nilai-nilai Pancasila,” tutup Riki.


 


netralpost - Konferensi Cabang (Konfercab) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Solok tahun 2025 berlangsung dengan khidmat di Mushalla Gurun Laweh, Korong Kayu Jao, Nagari Batang Garus, Kecamatan Gunung Talang, Sabtu (15/02/2025). Pembukaan dihadiri Pimpinan Pusat GP Ansor Dr. H. Rahmat, Tk. Sulaiman, MM, Ketua Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, Rais Syuriah PCNU Kabupaten Solok, Buya Fahmi Riza, S.Pd., Bendahara PCNU Zulbakhti, S.Pd sekaligus mantan Ketua Ansor Kabupaten Solok, serta Sekretaris PCNU Muhammad Zaki, A.Md, Ketua IPNU Jefri Rahmad Windra. Ketua PC GP Ansor Kabupaten Solok Riki Rizo Namzah, menyampaikan jika bukan kita yang mengurus Ansor sebagai badan otonom NU, lalu siapa lagi.

 Kebersamaan dalam perjuangan ini akan mendatangkan keberkahan di masa depan. Mengutip pesan Hadratus Syaikh, ia mengingatkan bahwa siapa pun yang mengurus NU akan dianggap sebagai santri beliau dan didoakan masuk surga. Ansor, lanjutnya, adalah kapal besar yang harus dinaiki bersama.

 Meski tanpa kehadiran individu tertentu, Ansor tetaplah besar. Oleh karena itu, berada di dalamnya bukan untuk mencari keuntungan pribadi, melainkan untuk berkhidmat dengan penuh keikhlasan, tutup Riki Rizo Namzah. Pimpinan Wilayah GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, mengingatkan setelah terpilihnya Ketua yang baru, diharapkan dapat menghadirkan terobosan dan inovasi yang mampu membangkitkan kembali GP Ansor Kabupaten Solok melalui program-program yang terencana dengan baik. 

Chaydirul Yahya berpesan kepada seluruh kader Ansor agar senantiasa menjaga solidaritas dalam kepengurusan internal serta merangkul berbagai kalangan demi memperkuat syiar Ansor di Kabupaten Solok. Dikatakan, Konfercab momen yang sangat berharga bagi kita semua. Bukan sekadar ajang pergantian kepemimpinan, tetapi juga kesempatan untuk memperkuat soliditas organisasi serta merancang strategi perjuangan ke depan. 

Oleh karena itu, saya mengajak seluruh kader untuk menyambut Konfercab ini dengan penuh semangat kebersamaan, mempererat persaudaraan, dan meneguhkan komitmen dalam menjaga serta memajukan organisasi, katanya. Pimpinan Pusat GP Ansor, Rahmat Tuanku Sulaiman menyampaikan Ansor hendaknya berkontribusi mewujudkan Indonesia Emas 2045 melalui program unggulannya BISA. Program BISA ini dirancang dengan strategi jangka panjang, menengah, dan pendek. Rahmat menjelaskan program unggulan pertama adalah bisnis yang berfokus pada pengembangan ekonomi melalui Badan Usaha Milik Ansor (BUMA). 

“Ini merupakan langkah strategis Ansor untuk mendukung pemberdayaan ekonomi umat melalui kewirausahaan dan koperasi,” ujarnya. Kedua, program inovasi media dan teknologi yang dirancang untukmendorong kader GP Ansor agar terus berinovasi dan bertransformasi digital melalui aplikasi SIApss. Ketiga, pengembangan sumber daya manusia melalui Ansor University, sebuah platform pendidikan vokasi nasional yang bertujuan mencetak talenta unggul yang siap bekerja profesional di berbagai sektor dan menjadi wirausahawan. (**)

 

Padang, netralpost --- Pengurus Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat Gelar Pra Konferwil - XIII dengan Tema "Konsolidasi Ansor Sumbar Untuk Indonesia Maju" di Hotel Truntum Padang (20/10/2024). 

Kegiatan Konferwil langsung di Buka oleh Ketua PW GP Ansor Sumbar H. Rahmat Tk. Sulaiman. 

"Alhamdulillah Sampai saat ini kita terus menjalankan kegiatan GP Ansor untuk menjalankan mandat organisasi", Ujar Tuanku Rahmat Sulaiman. 

" Kita semua berkomitmen dalam membesarkan Organisasi saya ingin membangun persahabatan diantara kita semua. Supaya kita loyal terhadap organisasi", Imbuhnya. 

"Saya berpesan kepada sahabat semua jangan rusak persahabatan kita karena kontestasi. GP Ansor Sumbar baru berkembang dan bertumbuh supaya Ansor terus bertumbuh", Jelasnya. 

Setiap cabang harus melakukan kegiatan kaderisasi sehingga kita terus berkembang. 

Pesan pesan yang ingin saya sampaikan kepada sahabat semua untuk melengkapi data base organisasi di seluruh cabang di Sumatera Barat. 

"Saya juga berharap kegiatan ini bisa menyatukan dan jangan menimbulkan perpecah belahan diantara kita. Jadikan momentum konferwil ini sebagai kegiatan yang efektif dan efisien serta menyatukan untuk sahabat-sahabat semua", Tutup Tuanku Rahmat Sulaiman. (Nofri_Tanjung) 


Padang, netralpost --- Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono terima kedatangan Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (GP) Ansor Provinsi Sumbar pada Kamis 10 November 2022.

Kedatangan organisasi tersebut disambut baik oleh Kapolda Sumbar di ruang kerja Kapolda Irjen Pol Suharyono. Kedatangan Pimwil GP Ansor tersebut bertujuan untuk mempererat hubungan dan kemitraan bersama Polri dalam menjaga keamanan dan ketertiban bersama.

Agenda yang bertepatan dengan Hari Pahlawan 10 November, itu menafsirkan audiensi Kapolda dan PW GP Ansor yang membicarakan sejarah pergerakan baik GP Ansor dan Polri di Negara Kesatuan Republik Indonesia. Ihwal itu dijelaskan Irjen Pol Suharyono dengan pandangan literasi kebangsaan untuk mejunjung tinggi nilai persatuan dan kesatuan di Republik ini.

"Ansor berdiri sebelum negara merdeka, maka kita harus hormat dan melanjutkan cita cita para pendahulu kita, Perbedaan itu biasa seperti sisir dan rambut, kalau sama tak akan bisa rapi" jelasnya berpilosofi.

Selama dua jam kurang, audiensi antara PW GP Ansor Sumatera Barat dengan Kapolda Sumbar diruang kerjanya. Dengan fasih berhikayah sembari melafazkan ayat demi ayat membuat para audiensi PW GP Ansor Sumbar kaget dengan kefasihan dan ketawadukannya. Hingga Ketua PW GP Ansor Sumbar Dr. Rahmat TK Sulaiman, MM membenarkan akan ilmu agama Kapolda Irjen Pol Suharyono sangat dalam dan jauh dari ekpetasinya.

"Beliau banyak berbagi pengalaman mulai berpangkat Letda hingga hari ini tampak melaksanakan dawuh para ulama. Saya yakin ia seorang santri nan sufi. Apalagi kitab demi kitab pun menjadi nasehat beliau, semabari dengan fashih dalam meanfsirkan ayat demi ayat dan memberikan kejutan bagi kami. Salam takzim Kiyai Bintang Dua" takzim Rahmat yang juga Pimpinan Ponpes Bustanul Yaqin menyebutkan Irjen Pol Suharyono Ulama Bintang Dua.

Keakrabanpun sangat tampak untuk menyatukan gerak langkah dalam menjalankan amar makruf nahi mungkar dalam membangun ranah Mianangkabau yang berlandaskan Adat Bsandi Syara, Syara Bansandi Kitabullah. Maka Ketua PW GP Ansor Sumbar Rahmat TK Sulaiman sangat yakin Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono sosok yang sangat tepat dalam mempin Polda Sumbar dengan karakter leadership dan keilmuannya.

"Dengan pengalaman beliau, saya yakin Irjen Pol Suharyono sosok yang tepat memimpin Polda Sumbar dan yang terbaik untuk masyarakat yang bersandikan ABS SBK. Insyallah Kapolda Suharyono selalu bersinergi dengan Gerakan Pemuda Ansor dengan menutup foto bersama dengan salam Satu Komando" pungkasnya.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.