Articles by "PW Ansor Sumbar"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten pesisir selatan Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88
Showing posts with label PW Ansor Sumbar. Show all posts

 

Netralpost --- Ada kalanya seorang pemimpin mengambil keputusan yang pada awalnya terlihat biasa, namun baru dipahami maknanya setelah waktu berjalan. Itulah yang banyak dirasakan ketika Addin Jauharudin menggagas Ziarah Akbar dan Gowes Kebangsaan, dengan rute yang tidak lazim: start dari Bangkalan dan finish di Tambakberas.

Saat agenda itu diumumkan, banyak yang menganggap rute tersebut hanyalah pilihan lokasi semata. Namun, menjelang rangkaian kegiatan besar Nahdlatul Ulama pada 1–5 Agustus, banyak orang mulai melihat adanya keterkaitan yang menarik. Penutupan Munas dan Konbes NU dijadwalkan berlangsung di Bangkalan, sementara puncak Muktamar NU akan dipusatkan di kawasan Tambakberas, Jombang.

Kesesuaian lintasan kegiatan GP Ansor dengan lokasi dua agenda besar NU itu membuat banyak kader dan masyarakat terheran. Seolah-olah rute yang dipilih jauh hari sebelumnya telah menggambarkan denyut perjalanan organisasi menuju titik-titik penting dalam sejarah Nahdlatul Ulama.

Tentu, tidak ada yang dapat memastikan bahwa hal tersebut merupakan sebuah prediksi. Namun, yang dapat dilihat adalah kepekaan seorang pemimpin dalam membaca arah gerak organisasi, memahami nilai historis tempat-tempat perjuangan, dan merangkainya menjadi sebuah perjalanan yang sarat makna.

Ziarah bukan sekadar mengenang jasa para ulama, dan gowes bukan hanya olahraga. Ketika keduanya dipadukan dalam lintasan Bangkalan–Tambakberas, perjalanan itu menjadi simbol kesinambungan perjuangan: berangkat dari semangat, menapaki jejak para pendahulu, lalu berakhir di pusat lahirnya banyak gagasan besar Nahdlatul Ulama.

Mungkin inilah yang membedakan seorang pemimpin yang hanya menyusun agenda dengan pemimpin yang mampu menghadirkan makna dalam setiap langkahnya. Addin Jauharudin menunjukkan bahwa sebuah perjalanan organisasi tidak hanya diukur dari jarak yang ditempuh, tetapi juga dari pesan sejarah dan nilai perjuangan yang ingin diwariskan kepada generasi penerus.

Penulis : Chaydirul Yahya

Sumatera Barat, Netralpost --- Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat resmi menggelar rangkaian acara pisah sambut untuk menyambut pucuk pimpinan yang baru. Estafet kepemimpinan ini diserahkan dari pejabat lama, Komjen Pol Gatot Tri Suryanta, kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy. Acara yang berlangsung khidmat tersebut dihadiri oleh berbagai unsur Forkopimda, tokoh masyarakat, serta pimpinan organisasi kemasyarakatan dan kepemudaan.

Momen bersejarah bagi Korps Bhayangkara Sumatera Barat tersebut dilaksanakan dengan penuh kemegahan bertempat di Hotel ZHM Premiere Padang. Acara pisah sambut ini digelar tepat pada tanggal 6 Juli 2026, menandai awal baru bagi penegakan hukum dan pengamanan di wilayah hukum Sumbar. Kehadiran para tamu undangan penting dari berbagai lini sektor membuat suasana di ballroom hotel terasa begitu hangat sekaligus penuh wibawa.

Pergantian kepemimpinan di tubuh Polda Sumatera Barat ini dinilai sebagai momentum strategis untuk penyegaran organisasi. Komjen Pol Gatot Tri Suryanta menyampaikan rasa terima kasih mendalam atas dukungan seluruh elemen masyarakat Ranah Minang selama ia menjabat. Di sisi lain, kehadiran Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy membawa harapan baru bagi penguatan stabilitas dan keamanan di wilayah Sumatera Barat.

Peristiwa penting ini tidak luput dari perhatian kepemudaan Islam di Sumatera Barat, khususnya Gerakan Pemuda Ansor. Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumatera Barat di bawah komando Ketua PW Ansor Sumbar, Chaydirul Yahya, memberikan atensi besar terhadap transisi kepemimpinan ini. Ansor menilai sinergi antara ulama, tokoh pemuda, dan kepolisian merupakan kunci utama dalam menjaga kondusivitas daerah serta merespons berbagai dinamika sosial terkini.

Sebagai organisasi pemuda bernapaskan Nahdlatul Ulama, GP Ansor berkomitmen untuk terus mengawal kebijakan kepolisian yang berpihak pada kemaslahatan masyarakat. Penunjukan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy yang memiliki rekam jejak kuat di kepolisian diyakini mampu membaca tantangan lokal secara cepat dan tepat. Kemitraan strategis antara pemuda dan Polri pun diharapkan dapat berjalan lebih erat, khususnya dalam mengawal penegakan hukum yang berkeadilan di Sumbar.

Melalui momentum pisah sambut ini, PW GP Ansor Sumbar menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada Komjen Pol Gatot Tri Suryanta atas dedikasi dan pengabdiannya. Ansor mendoakan agar kesuksesan senantiasa menyertai beliau di tempat tugas yang baru. Secara bersamaan, ucapan selamat datang yang hangat ditiupkan kepada Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy selaku nakhoda baru Korps Bhayangkara Sumbar.

"Kami mengucapkan selamat datang kepada Kapolda Sumbar yang baru, Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, di Ranah Minang," ujar Ketua PW GP Ansor Sumbar, Chaydirul Yahya, saat memberikan keterangan tertulis mengenai pergantian pimpinan polda tersebut. "GP Ansor Sumatera Barat beserta seluruh kader Banser siap berdiri di garda terdepan untuk mendukung penuh program kerja Polda Sumbar dalam memelihara keamanan, ketertiban, dan menegakkan hukum demi kenyamanan masyarakat."

Chaydirul Yahya juga menegaskan bahwa kepolisian perlu peka terhadap keresahan lokal masyarakat, mulai dari pemberantasan kasus korupsi yang merugikan sektor pendidikan daerah hingga pencegahan penyakit sosial yang marak di media sosial. "Sinergitas antara pemuda, ulama, dan Polri adalah pilar penting dalam membentengi Sumatera Barat dari segala potensi gangguan keamanan maupun paham radikal," pungkasnya. "Kami berharap di bawah kepemimpinan Irjen Pol Djati Wiyoto Abadhy, Polda Sumbar semakin presisi, dekat dengan rakyat, dan akomodatif terhadap ruang dialog bersama elemen pemuda demi menjaga keutuhan norma adat dan agama di Ranah Minang." (*) 

 

Sumatera Barat, netralpost --- Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Permadi Arya (Abu Janda) yang menyebut masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau sebagai "barbar" merupakan pernyataan yang sangat keliru, tidak bijaksana, dan berpotensi melukai perasaan jutaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia maupun di perantauan.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, kita tentu berhak berbeda pendapat dalam persoalan politik, sosial, maupun kebangsaan. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan label negatif kepada suatu suku, budaya, atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki tradisi intelektual yang kuat. Dari Ranah Minang lahir banyak tokoh nasional yang berkontribusi besar terhadap kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Nilai "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" telah membentuk karakter masyarakat yang menjunjung musyawarah, pendidikan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam pandangan masyarakat Minang, kritik terhadap seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh masyarakat Sumatera Barat, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam berpikir. Tidak ada satu pun suku di Indonesia yang dapat dinilai hanya berdasarkan tindakan sebagian kecil anggotanya.

Secara logika, pernyataan yang menggeneralisasi jutaan penduduk Sumatera Barat sebagai "barbar" merupakan sebuah kekeliruan berpikir atau hasty generalization (generalisasi terburu-buru). Jika ada beberapa individu yang memiliki sikap atau pandangan tertentu, tidak berarti seluruh masyarakat yang berasal dari daerah yang sama memiliki karakter yang identik. Cara berpikir seperti ini justru bertentangan dengan prinsip rasionalitas dan keadilan.

Lebih jauh lagi, sejarah membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban bangsa. Budaya merantau, tradisi pendidikan, kemampuan berdagang, serta semangat berorganisasi telah melahirkan banyak tokoh yang memperjuangkan persatuan Indonesia. Menyematkan stigma "barbar" kepada masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa tentu tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ruang publik harus diisi dengan dialog yang santun, argumentasi yang sehat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan ujaran yang merendahkan identitas suatu suku atau daerah.

Masyarakat Minang tidak membutuhkan kemarahan untuk membuktikan martabatnya. Sejarah, budaya, pendidikan, dan kontribusi nyata kepada bangsa sudah menjadi jawaban yang paling kuat. Karena itu, mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk stereotip yang dapat memecah belah anak bangsa.

Minangkabau bukanlah "barbar". Minangkabau adalah bagian penting dari mozaik Indonesia yang telah memberikan banyak warna bagi perjalanan bangsa ini. (*) 

 

​Padang, netralpost — Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, kembali menegaskan instruksi penting bagi seluruh jajaran pengurus dan kader yang baru dilantik. Langkah ini diambil guna menyelaraskan visi daerah dengan instruksi pusat.

​Chaydirul Yahya menekankan kembali tiga pesan utama dari Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharuddin, yang menjadi poin krusial bagi masa depan organisasi. Tiga pesan tersebut meliputi peran organisasi sebagai pengelola harapan, menjaga soliditas satu komando, serta dorongan agar kader "naik kelas" secara ekonomi demi menyongsong Indonesia Emas 2045.

​Poin pertama yang ditekankan adalah menjadikan GP Ansor sebagai organisasi pengelola harapan. Ansor dituntut harus menjadi pusat tempat bernaung dan memperjuangkan aspirasi masa depan anggotanya, bukan sekadar organisasi formalitas yang papan namanya terpasang tanpa aktivitas nyata.

​Selanjutnya, di tengah dinamika zaman yang bergerak cepat, Chaydirul Yahya mengingatkan pentingnya menjaga soliditas dan menghindari konflik kepentingan. Seluruh kader di Sumatera Barat diinstruksikan untuk selalu tegak lurus dan berada dalam satu komando agar gerak langkah organisasi tetap terarah.

​Poin ketiga yang tidak kalah penting adalah kemandirian ekonomi. GP Ansor berkomitmen mendorong peningkatan kapasitas diri para kadernya agar mampu bersaing secara ekonomi dan siap menghadapi tantangan global di masa depan. (Nofri Tanjung) 


 

Padang, netralpost — Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PW GP) Ansor Provinsi Sumatera Barat masa khidmat 2024–2028 resmi dilantik. Prosesi sakral ini berlangsung dengan khidmat di Aula Kantor Gubernur Sumatera Barat pada Jumat (22/5/2026).

​Kehadiran Ketua Umum Pimpinan Pusat (PP) GP Ansor, Addin Jauharudin, di Ranah Minang memberikan energi besar bagi organisasi. Pasalnya, orang nomor satu di GP Ansor tersebut datang langsung untuk melantik jajaran pengurus baru PW GP Ansor Sumatera Barat.

​Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat terpilih, Chaydirul Yahya, menyampaikan rasa terima kasih dan apresiasi yang mendalam atas kehadiran Ketua Umum. Menurutnya, kedatangan Addin Jauharudin menjadi motivasi tambahan bagi seluruh kader di daerah.

​Dalam sambutannya, Chaydirul menitipkan pesan penting kepada seluruh pengurus yang baru dilantik. Ia meminta komitmen dan kerja sama yang solid dari semua lini demi memajukan organisasi pemuda NU tersebut di wilayah Sumatera Barat.

​"GP Ansor Sumatera Barat memiliki banyak kader yang tersebar di berbagai daerah. Kita harus hadir di tengah masyarakat dan mampu memberikan manfaat nyata bagi lingkungan sekitar," tegas Chaydirul Yahya.

​Sementara itu, Ketua Umum PP GP Ansor, Addin Jauharudin, dalam arahannya menekankan tiga poin penting untuk menghadapi tantangan zaman. Ia meminta kader Ansor fokus pada penguasaan keilmuan di era digitalisasi, penguatan ekonomi demi kesejahteraan kader, serta menjaga spiritualitas yang kuat sebagai fondasi gerakan.(nofri_tanjung) 


 

PADANG, NETRALPOST — Panitia Pelantikan Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat masa khidmat 2025–2029 menggelar rapat koordinasi di Arafah Kafe, Kota Padang, Rabu (6/5/2026).

​Rapat tersebut dihadiri langsung oleh Ketua Wilayah terpilih, Chaidirul Yahya, Sekretaris Wilayah, Zurwandi, beserta jajaran pengurus PW GP Ansor Sumatera Barat lainnya. Pertemuan ini tidak hanya fokus pada teknis acara, tetapi juga menjadi momentum silaturahmi bagi seluruh kader Ansor di ranah Minang.

​Ketua Panitia Pelaksana, Yosef Firman Susilo, saat memimpin jalannya rapat menegaskan bahwa agenda pelantikan ini merupakan tanggung jawab kolektif. Ia meminta seluruh elemen organisasi untuk bersinergi menyukseskan acara tersebut.

​"Acara pelantikan ini adalah hajat kita bersama, bukan hanya tugas panitia atau pengurus wilayah semata. Seluruh kader Ansor dan Banser di Sumatera Barat harus ikut andil dan merasa memiliki, karena ini adalah momentum besar organisasi," ujar Yosef tegas.

​Terkait progres di lapangan, Yosef mengungkapkan bahwa kesiapan panitia telah menunjukkan progres yang signifikan. "Saat ini persiapan sudah mencapai 60 persen. Kita akan terus memaksimalkan segala aspek hingga hari H pelantikan nanti," tambahnya.

​Dalam kesempatan yang sama, Chaidirul Yahya menyampaikan kabar penting terkait kehadiran pimpinan pusat. Ia memastikan bahwa Ketua Umum Pimpinan Pusat GP Ansor, Addin Jauharudin, dijadwalkan hadir langsung ke Sumatera Barat untuk melantik jajaran pengurus baru.

​Kehadiran sosok nomor satu di GP Ansor tersebut diharapkan mampu membakar semangat para kader di Sumatera Barat dalam menjalankan roda organisasi selama empat tahun ke depan. (Nofri Tanjung)


Solok, netralpost ---  Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda Ansor Sumatera Barat menghadiri agenda Dzikir dan Shalawat dalam rangka memperingati Hari Lahir GP Ansor ke-92 yang di adakan oleh PC GP Ansor Kota Solok, Kamis malam. Kegiatan yang dipusatkan di Pondok Pesantren Darut Thalib ini dihadiri ratusan kader Ansor-Banser, tokoh agama, dan masyarakat umum di Solok (30/4/2026). 

Acara diawali dengan dzikir dan shalawat  yang dipimpin oleh Sahabat Boby Ketua PC GP Ansor Kota Solok. Suasana semakin khusyuk saat lantunan shalawat menggema, dipandu Grup Hadroh Ponpes Darut Thalib.  

Ketua PW GP Ansor Sumbar, Sahabat Khaidyrul Yahya, dalam sambutannya menegaskan bahwa Harlah ke-92 ini menjadi momentum memperkuat peran Ansor sebagai benteng ulama dan NKRI.  

"92 tahun Ansor berdiri, dzikir dan shalawat adalah ruh gerakan kita. Dengan ini kita rawat tradisi, kuatkan spiritualitas, dan teguhkan komitmen menjaga negeri," ujarnya.  

Selain munajat untuk keselamatan bangsa, dzikir juga dikhususkan untuk para muassis dan kader Ansor yang telah wafat. Rangkaian ditutup dengan Doa Bersama Santri dan Santri Wati Ponpes Darut Thalib.

GP Ansor lahir pada 24 April 1934. Di usia ke-92, Ansor Sumbar mengusung tema _"Bersatu, Berperan untuk Negeri"_ sebagai pengingat bahwa perjuangan menjaga Aswaja dan Indonesia tak pernah selesai.(Humas Ansor Sumbar) 

PADANG, NETRALPOST — Pengurus Wilyayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat menggelar rapat konsolidasi intensif di Padang sebagai langkah persiapan akhir menjelang agenda pelantikan pengurus periode baru di BSI KC Padang Imam Bonjol (BSI Area Padang), Jum'at (30/4/2026). Pertemuan ini bertujuan untuk menyamakan persepsi, memantapkan koordinasi antarbidang, serta memastikan seluruh rangkaian prosesi pelantikan berjalan dengan khidmat dan memberikan dampak positif bagi marwah organisasi di Ranah Minang.

​Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Chaidirul Yahya, dalam arahannya menekankan bahwa momentum pelantikan bukan sekadar seremonial belaka, melainkan titik awal pengabdian yang lebih nyata bagi masyarakat. Ia mengajak seluruh kader untuk tetap solid dan satu komando dalam menjalankan garis perjuangan organisasi, terutama dalam menjaga nilai-nilai kebangsaan dan memperkuat kemandirian ekonomi kader di daerah.

​Dalam kesempatan tersebut, Chaidirul Yahya secara khusus menyampaikan apresiasi dan rasa terima kasih yang mendalam kepada manajemen Bank Syariah Indonesia (BSI) Sumatera Barat. Menurutnya, dukungan yang diberikan oleh perbankan syariah terbesar di Indonesia ini menjadi suntikan energi bagi Ansor untuk terus bergerak maju, khususnya dalam mensukseskan berbagai agenda strategis organisasi yang tengah direncanakan.

​"Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada Bank BSI Sumatera Barat atas dukungan dan kemitraan yang telah terjalin. Sinergi ini sangat berarti bagi kami dalam upaya memperkuat fondasi organisasi serta memberikan manfaat yang lebih luas bagi para kader dan masyarakat Sumatera Barat secara umum," ujar Chaidirul Yahya di sela-sela rapat konsolidasi.

​Pihak Bank BSI Sumatera Barat menyambut hangat kedatangan dan inisiatif silaturahmi dari jajaran PW GP Ansor. BSI menyatakan kesiapannya untuk berkolaborasi dalam program pemberdayaan anggota, terutama melalui skema pendampingan dan pembiayaan bagi pelaku usaha di lingkungan GP Ansor. Langkah ini diharapkan dapat mendorong lahirnya wirausahawan baru yang tangguh di kalangan pemuda nahdliyin.

Area Manager BSI Padang, Hadi Wijaya Arifin, menegaskan bahwa kolaborasi ini sejalan dengan program unggulan BSI di Sumatera Barat. "Komitmen kami adalah memperkuat ekosistem ekonomi syariah berbasis komunitas dan UMKM. Melalui produk unggulan seperti KUR Syariah dan pendampingan usaha secara intensif, BSI berupaya menjadi mitra strategis dalam meningkatkan taraf ekonomi masyarakat lokal serta mendorong digitalisasi transaksi bagi para pelaku usaha di Sumatera Barat," ujar Hadi Wijaya Arifin.

Melengkapi hal tersebut, Vivi Yandesti dari bagian Retail Transaction Banking BSI menambahkan bahwa pihaknya siap mendukung transformasi digital di lingkungan Ansor. BSI akan menyediakan solusi transaksi retail yang memudahkan para kader pengusaha dalam mengelola keuangan bisnisnya secara modern, cepat, dan sesuai prinsip syariah, guna memastikan operasional usaha anggota GP Ansor menjadi lebih efisien dan akuntabel.

​Dukungan BSI terhadap Ansor mencakup berbagai aspek strategis, mulai dari kemudahan akses modal hingga edukasi literasi keuangan syariah. Kerja sama ini diharapkan mampu menciptakan ekosistem ekonomi yang mandiri bagi setiap anggota GP Ansor, sehingga organisasi tidak hanya kuat secara ideologis, tetapi juga mapan secara finansial dalam menghadapi tantangan ekonomi di masa depan.(nofri) 


 

Padang, netralpost – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat menegaskan bahwa organisasi tidak pernah menginstruksikan kadernya untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait polemik yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Ketua PW GP Ansor Sumbar, Chaydirul Yahya menyampaikan bahwa seluruh struktur organisasi Ansor di daerah wajib menjaga disiplin organisasi serta mengikuti arahan yang telah ditetapkan oleh pimpinan pusat. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Ansor sebagai organisasi kader yang menjunjung tinggi sistem komando dan tata kelola organisasi yang tertib.

“PW GP Ansor Sumbar tetap tegak lurus terhadap kebijakan dan arahan dari Pimpinan Pusat GP Ansor. Hingga saat ini tidak ada instruksi organisasi untuk melakukan mobilisasi massa atau aksi demonstrasi terkait persoalan yang sedang berkembang,” ujar Chaydirul Yahya dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam menghadapi dinamika hukum yang melibatkan kader, organisasi telah memiliki mekanisme yang jelas dan profesional. Dalam konteks kasus yang tengah menjadi sorotan publik, pimpinan pusat telah memberikan mandat kepada Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor untuk memberikan pendampingan hukum secara langsung.

Menurut Chaydirul Yahya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memastikan setiap kader mendapatkan hak pendampingan hukum secara proporsional serta tetap menghormati proses hukum yang berlaku.

“Pendampingan terhadap Gus Yaqut sepenuhnya ditangani oleh LBH PP GP Ansor yang memiliki kompetensi di bidang hukum. Mereka telah ditugaskan secara resmi oleh Ketua Umum untuk mengawal proses hukum dengan pendekatan yang profesional dan sesuai koridor peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Sebagai organisasi kader, lanjutnya, GP Ansor memiliki prinsip untuk tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta menghormati setiap proses yang sedang berjalan. Oleh karena itu, organisasi memilih menempuh jalur hukum dan mekanisme resmi dibandingkan langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan polemik di ruang publik.

Meski demikian, Chaydirul Yahya menyampaikan bahwa secara moral dan emosional, para kader Ansor tentu memiliki rasa solidaritas terhadap sesama kader yang sedang menghadapi ujian. Namun dukungan tersebut harus tetap disampaikan dalam koridor organisasi serta tidak menyalahi garis kebijakan pimpinan.

“Kami sebagai sesama kader tentu memberikan dukungan moral agar Gus Yaqut tetap kuat, sabar, dan menjalani proses hukum dengan baik. Namun secara organisasi, kami tetap mengedepankan sikap yang bijak dan mengikuti arahan pimpinan pusat,” katanya.

Chaydirul Yahya juga menanggapi adanya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi organisasi.

Menurutnya, jika terdapat individu yang hadir dalam aksi tersebut dengan membawa atribut atau nama organisasi, hal itu merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili sikap resmi GP Ansor.

“Organisasi tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk mengerahkan massa. Jika ada pihak yang mengatasnamakan Ansor atau Banser dalam aksi tersebut, itu adalah tindakan personal yang tidak merepresentasikan kebijakan organisasi,” tegasnya.

PW GP Ansor Sumbar, kata Chaydirul Yahya, juga tidak memiliki rencana untuk melakukan mobilisasi massa dalam bentuk aksi serupa. Organisasi memilih mempercayakan sepenuhnya proses pendampingan kepada tim hukum yang telah ditunjuk oleh pimpinan pusat.

“GP Ansor adalah organisasi yang menjunjung tinggi kedisiplinan struktur. Kami menempatkan proses hukum sebagai jalur utama yang harus dihormati bersama,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Chaydirul Yahya mengimbau seluruh kader GP Ansor di Sumatera Sumbar untuk tetap menjaga nama baik organisasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia berharap semua pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya keputusan resmi dari lembaga yang berwenang.

“Ansor mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga marwah organisasi, mengedepankan sikap dewasa, serta menghormati proses hukum secara objektif dan transparan,” tutupnya. (*)

 

PADANG PARIAMAN – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat terus mematangkan persiapan struktural melalui pertemuan strategis yang digelar di Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ambung Kapur, Kampus 2 Bukik Kandih, Nagari Sei Sariak, Jumat (06/03).

Acara yang berlangsung khidmat ini tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga momentum penting bagi organisasi pemuda di bawah naungan Nahdlatul Ulama tersebut untuk mengukuhkan barisan kepengurusan periode 2024-2028.

Acara Dimulai pukul 16.00 WIB, rangkaian acara disusun secara komprehensif untuk menyelaraskan urusan internal organisasi dengan kegiatan sosial kemasyarakatan:

Rapat Pengurus PW GP Ansor Sumbar: Pembahasan program kerja strategis dan penguatan koordinasi antar wilayah.

Pembentukan Panitia Pelantikan: Langkah teknis untuk mempersiapkan prosesi pengukuhan pengurus yang akan menjadi wajah baru Ansor di Sumatera Barat.

Buka Puasa Bersama (Bukber): Sebagai bentuk syukur di bulan Ramadhan, acara ditutup dengan santunan dan buka bersama anak yatim serta santri Ponpes Nurul Yaqin.

Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, menegaskan bahwa pemilihan lokasi di pesantren memiliki makna filosofis tersendiri bagi kader Ansor.

"Ansor tidak bisa dipisahkan dari rahim pesantren. Kehadiran kita di sini adalah untuk menjemput berkah sekaligus memastikan bahwa roda organisasi terus bergerak selaras dengan bimbingan para ulama. Pelantikan nanti bukan sekadar seremoni, tapi titik awal pengabdian nyata bagi kader di seluruh Sumatera Barat," ujar Chaydirul.

"Kami mengundang seluruh sahabat pengurus untuk hadir dan memberikan kontribusi pemikiran. Sinergi antar kader sangat dibutuhkan agar proses pelantikan nanti berjalan lancar dan menjadi momentum kebangkitan pemuda NU di Ranah Minang," pungkasnya.

Pertemuan ini diharapkan dapat memperkokoh solidaritas kader dalam menjaga nilai-nilai Ahlussunnah wal Jama'ah serta mempertegas peran Ansor sebagai garda terdepan dalam menjaga keutuhan bangsa.


Netralpost, Padang – Pengeroyokan yang dialami kader Barisan Ansor Serbaguna (Banser), Rida, di Kota Tangerang menarik perhatian publik. Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, menekankan pentingnya penegakan hukum yang cepat dan transparan atas kasus tersebut.

Rida mengalami luka serius di hampir seluruh tubuhnya setelah menjadi korban persekusi usai menghadiri sebuah pengajian. Saat ini, ia dirawat intensif di RSUD Kota Tangerang. Video pengeroyokan yang viral di media sosial memicu simpati masyarakat sekaligus kritik terkait lambannya penanganan hukum.

Raju ini menyatakan, bukti-bukti di lapangan sudah cukup kuat, namun hingga kini pelaku belum ditangkap. Ia menekankan bahwa negara memiliki kewajiban melindungi setiap warga, termasuk kader Banser yang menjadi korban kekerasan.

Di sisi lain, banyak anggota Ansor dan Banser di Sumbar merasa khawatir atas kasus ini. Rajuini meminta seluruh anggota untuk tetap tenang, mematuhi komando organisasi, dan tidak melakukan tindakan di luar mekanisme hukum.

“Kami mengimbau agar semua anggota banser di Sumatera Barat tidak terprovokasi dan mempercayakan proses hukum kepada aparat yang berwenang,” ujarnya.

Lebih jauh, Chaydirul Yahya menekankan bahwa kasus ini menyangkut prinsip supremasi hukum dan keadilan masyarakat. Ia mendesak aparat kepolisian untuk menindak para pelaku secara profesional dan transparan, sehingga rasa keadilan bagi korban dan masyarakat dapat terwujud.

“Penuntasan kasus ini menjadi ujian nyata bagi aparat hukum dalam menegakkan keadilan dan perlindungan bagi seluruh warga negara,” tutupnya.(Tim) 




 

Sumbar, netralpost --- Pimpinan Wilayah (PW) GP Ansor Sumatera Barat Chaydirul Yahya mendirikan Posko Jaga Aspirasi Jaga Indonesia di Kota Bukittinggi bersama Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda Ansor Kota Bukittinggi dan Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Kota Bukittinggi. 

Posko ini dibangun sebagai wujud komitmen bersama dalam menjaga aspirasi masyarakat serta menciptakan suasana aman dan nyaman di tengah masyarakat.

Menanggapi hal tersebut, Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat,  Chaydirul Yahya, menegaskan bahwa sejarah panjang Ansor telah membuktikan keberpihakan organisasi pada bangsa dan negara.

Chaydirul Yahya menambahkan, GP Ansor tidak gentar menghadapi berbagai framing negatif maupun serangan di media sosial.

“Gerakan kita adalah gerakan untuk mengisi, mengamalkan, serta mengamankan komitmen keagamaan, kebangsaan, dan kenegaraan. Itu yang menjadi fondasi gerakan Ansor sejak dulu hingga kini,” tandasnya.

Dengan pendirian posko-posko ini, GP Ansor Sumatera Barat menegaskan posisinya sebagai garda terdepan dalam merawat aspirasi rakyat sekaligus memastikan Indonesia tetap aman, damai, dan utuh di tengah berbagai tantangan kebangsaan.(*)

 

Padang, --- Pengurus Wilayah GP Ansor Sumatera Barat mengimbau masyarakat dan aparatur negara untuk mewaspadai potensi kebangkitan organisasi terlarang Hizbut Tahrir Indonesia (HTI). Imbauan ini muncul sebagai respons terhadap aksi massa yang menggunakan atribut HTI di beberapa daerah.

Ketua PW GP Ansor Lampung, Chaidirul Yahya, menegaskan bahwa HTI merupakan organisasi yang telah dilarang secara hukum di Indonesia. Pelarangan ini didasarkan pada statusnya sebagai organisasi inkonstitusional yang mengusung ideologi bertentangan dengan Pancasila.

“Masyarakat, pemerintah, dan aparat penegak hukum harus lebih waspada terhadap munculnya kembali simbol-simbol eks HTI yang kerap mengatasnamakan agama,” ujarnya, Senin (03/02/2025).

Sejak resmi dibubarkan pada 19 Juli 2017, segala bentuk kegiatan dan penggunaan atribut HTI telah dilarang. Larangan tersebut diatur dalam Perppu No. 2 Tahun 2017 tentang Organisasi Kemasyarakatan, yang kemudian disahkan menjadi Undang-Undang No. 16 Tahun 2017.

Oleh karena itu, menurutnya, aparatur negara harus bertindak tegas terhadap kelompok yang masih menggunakan atribut HTI. Jika dibiarkan, hal ini dapat membuka peluang bagi organisasi tersebut untuk bangkit kembali di Indonesia.

“Organisasi yang sudah dibubarkan tidak boleh lagi menggunakan simbol maupun slogannya karena berpotensi menimbulkan konflik dan menjadi ancaman bagi negara,” tegasnya.

Dalam upaya mencegah kebangkitan HTI, GP Ansor Sumatera Barat akan melakukan konsolidasi hingga tingkat ranting untuk mengawasi kegiatan yang berkaitan dengan organisasi tersebut. Selain itu, pihaknya juga mendorong pemerintah dan aparat penegak hukum untuk bertindak tegas terhadap setiap aktivitas yang mengandung unsur HTI.

“Kami akan terus mendorong pemerintah pusat melalui Kemenkumham RI untuk meninjau kembali kebijakan terkait larangan organisasi ini, termasuk penggunaan simbol-simbolnya,” pungkasnya. (***)

 

Padang, netralpost --- Khairul Yahya menjadi calon tunggal sekaligus terpilih secara aklamasi menjadi Ketua Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat masa khidmah 2024-2028. Ia ditetapkan dalam Konferensi Wilayah (Konferwil) ke-XIII GP Ansor Jatim di Asrama Haji Emberkasi Padang, Sabtu (9/11/2024).

Dalam sambutannya, sebelum ditetapkan dan diputuskan sebagai Ketua PW GP Ansor Sumbar terpilih oleh pimpinan sidang, Ia mengemukakan visi dan misinya. Selain itu, ia menyatakan siap untuk menerima mandat yang telah diberikan organisasi kepadanya dan dirinya berjanji akan mewakafkan hidupnya untuk GP Ansor.
 
Dalam Pemaparan Visi dan Misinya Khairul Yahya menjelaskan bahwa, "pentingnya aktualisasi kemandirian organisasi berdasarkan landasan nilai-nilai Aswaja di Sumatera Barat. Kemudian dalam organisasi menjadi sangat penting.", Ujarnya.

"Setelah itu kita juga akan melaksanakan proses kaderisasi yang intensif efektif dan efisien sebenarnya ini sudah dilakukan oleh pengurus dari answer sebelumnya tetapi ini akan lebih efektif jika kita tingkatkan di masing-masing cabang yang ada di Sumatera Barat.", Lanjut Khairul Yahya. (Nofri_Tanjung)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.