July 2024

Aceh Aceh Singkil Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Bawaslu Sumatera Barat bencana alam BISNIS BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Darul Siska Dharmasraya dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Solok Kajati sumbar Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Solok kapolri Karang taruna Karya Tulis Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM Kementerian Agama Republik Indonesia kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kominfo Solok korem padang kota Padang Kota Pariaman Kota solok Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Medan mentawai MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nasdem Nasional Natuna NKRI NU olahraga Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PCNU Kabupaten Solok PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru pemerintahan Pemkab Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemprov Sumatera Barat. Pendidikan pengabdian Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Sumbar Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Sumbar polisi politik Polres pasbar Polres Solok Polresta padang polri PPP Sumbar Prokopim padang PUPR PUPR Provinsi Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya Sijunjung Simalungun SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba TNI TNI AU Tokoh Masyarakat TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

Padang, netralpost.net--- Narkoba saat ini semakin banyak dijumpai di kalangan masyarakat, pelajar ataupun mahasiswa dalam berbagai jenis dan bentuk. 

Kasat Narkoba Polresta Padang AKP Martadius mengatakan bahwa untuk kasus narkoba di Kota Padang saat ini mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya. 

"Sekarang bandar-bandar narkoba banyak sekali. Mereka memanfaatkan anak-anak untuk menjadi kurir narkoba. Ini sangat menjadi perhatian kita semua khususnya Kasat Narkoba Polresta Padang." Ungkap Martadius. 

Untuk itu Kami menghimbau kepada seluruh lapisan masyarakat terutama keluarga agar terus memantau tempat bergaul anak-anaknya.

Kami juga Mohon diperhatikan Jam keluar malam dan tempat berkumpulnya.

"Selain itu peran serta masyarakat di setiap kelurahan itu sangat penting contohnya ada LPM pemuka masyarakat, Niniak Mamak, alim ulama dan Bundo Kanduang supaya kita semua terus menggerakkan kegiatan-kegiatan positif di kelurahan - kelurahan yang ada di kota Padang." Pungkasnya. 

Dengan banyaknya kegiatan-kegiatan positif yang diadakan akan meminanglisir kegiatan yang berhubungan dengan narkoba karena menangkap bukan solusi bagi kami dan memenjarakan juga bukan solusi. 

Kasat narkoba Polresta Padang menegaskan bahwa solusinya bagi kita adalah mencegah bersama-sama kita bergandengan tangan dengan seluruh stakeholder yang ada. 

Jangan biarkan anak kita atau saudara kita harus tertangkap dulu kalau ada indikasi Sebagai pengguna silahkan laporkan saja dan kami berharap Jangan sampai sudah ditangkap baru direhab sebelum kita tangkap baru kita lakukan rehabilitasi bagusnya seperti itu. 

Sesuai dengan arahan ke Polres kita juga telah memberikan sosialisasi kepada pelajar di sekolah-sekolah kemudian kita juga telah melakukan sosialisasi bersama Kesbangpol Kota Padang di 11 kecamatan yang ada di kota Padang pesertanya terdiri dari pelajar LPM mahasiswa dan ketua ketua karang taruna yang ada di kelurahan. (Nofri) 

 

Arosuka, netralpost.net --- Ombudsman RI Perwakilan Sumatera Barat yang diketuai oleh Kepala Keasistenan Bidang Pencegahan  Adel Wahidi beserta anggota tim, melakukan visitasi lapangan terkait penilaian penyelenggaraan pelayanan publik ke Dinas Kependudukan Catatan Sipil Kabupaten Solok, Kamis siang (11/07/2024). Kegiatan  ini merupakan rangkaian dari penilaian penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Solok. Sebelumnya telah dilakukan penilaian langsung oleh Ombudsman ke Mall Pelayanan Publik, Dinas Sosial,  Dinas Pendidikan, Puskesmas Tanjung Bingkung dan juga Puskesmas Singkarak.

Selama kegiatan berlangsung Kepala Disdukcapil Ricky Carnova mengatakan Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil selalu memberikan pelayanan terbaiknya kepada masyarakat. Tidak hanya itu Disdukcapil Kabupaten Solok juga melahirkan inovasi-inovasi untuk lebih meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, diantaranya : CEKATAN (Cetak KTP tanpa Antrian), PREDATOR (Perekaman dengan Motor), PAK ALIPUR (Paket Akta Kelahiran Dibawa Pulang Tanpa Diurus), STEMPEL CAP POS (Serahterima KIA dan KTP-el kerjasama Disdukcapil dengan PT. Pos Indonesia), MARAWA (Melayani Akses Dokumen dari Rumah Via Whatsapp), MARAWA NAGARI (Melayanani Akses Dokumen dari Rumah Melalui Petugas Nagari), ANAK TELADAN (Penerbitan Akta Kelahiran dan Kartu Identitas Anak melalui Praktek Layanan Mandiri Bidan), SEMAKIN SEDAP (Setelah Menikah Semau Dokumen Dapat), KAK TIKA (KK dan Akta Cerai Siap Seketika), SIJARLA TERPADU (Sistem kejar Bola) dan SALING SERU (Satu Link untuk Semua Urusan).

Adapun aspek yang dinilai diantaranya sarana prasarana pelayanan publik seperti ketersediaan sarana untuk masyarakat prioritas, ketersediaan Standar Pelayanan, Media pelayanan elektronik seperti website, dan media sosial, serta kompentensi pelaksana pelayanan, diantaranya Kepala Dinas, Pejabat Pengelola Pengaduan, Petugas Pengaduan, dan Staf Pelayanan Disdukcapil. Penilaian yang dilaksanakan oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumbar ini, diharapkan menjadi pemicu semangat bagi staf dan jajaran Disdukcapil dalam peningkatan pelayanan terhadap masyarakat.

Sebelumnya Sekretaris Daerah medison, S.Sos, M.Si menerima langsung kedatangan tim penilai dari Ombudsman RI Perwakilan Sumbar di ruang kerjanya pada Selasa (09/07/2024). Medison berharap semoga penilaian terhadap penyelenggaraan pelayanan publik di Kabupaten Solok mendapatkan hasil yang terbaik dan menjadi Kabupaten dengan pelayanan Terbaik di Sumatera Barat.

 


Jakarta, netralpost.net --- Proses seleksi taruna Akademi Kepolisian (Akpol) Tahun Anggaran 2024 memasuki tahap pusat. Tahun ini SSDM Polri selaku panitia penyelenggara rekrutmen tingkat pusat menggunakan teknologi digital dalam mendeteksi kondisi tubuh yakni Body Composition Analyzer dan Minnesota Multiphasic Personality Inventory (MMPI)  II dengan metode Computer Assisted Test (CAT).

"Tahun ini teknologi baru yang kita gunakan dalam proses rekrutmen ada MMPI II online dan Body Composition Analyzer. Minnesota Multiphasic Personality Inventory itu untuk psikologis ya, menggali kepribadian seseorang, mendeteksi gangguan mental pada seseorang," jelas Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia (As SDM Kapolri) Irjen Dedi Prasetyo, Rabu (10/7/2024).

Irjen Dedi menerangkan Body Composition Analyzer untuk mendeteksi dini kemungkinan cedera pada tulang dan otot. "Kegunaannya bisa deteksi dini kemungkinan-kemungkinan cedera otot tendon dan tulang saat aktifitas fisik," sambung dia.

Irjen Dedi menuturkan instrumen-instrumen yang serba digital dalam proses seleksi anggota baru diharapkan semakin meningkatkan objektivitas hasil pemeriksaan. Apalagi, tambah dia, Polri diharuskan mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi.

"Proses rekrutmen dan pengembangan SDM Polri ini kita harapkan bersama, agar serba digital, menggunakan alat-alat canggih atau teknologi terkini. Karena memang menghadapi tantangan zaman, kita harus mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi, termasuk dalam proses pemeriksaan kesehatan, psikologi, akademik dan fisik," terang mantan Kadiv Humas Polri ini.

Sementara itu Kepala Biro Kesehatan Polri Brigjen I Gusti Gede Maha Andika  memaparkan cara kerja alat Body Composition Analyzer dengan mengecek komposisi tubuh yang terdiri dari lemak, massa otot, massa tulang, metabolisme umur sel, kandungan air, pembakaran aktivitas dalam tubuh, lemak dalam perut dan lain-lain.

"Dalam rikkes juga ada pemeriksaan darah, HbA1c untuk mengecek prediksi diabetes melitus di kemudian hari, ⁠cek anti-HCV untuk cek Hepatitis C, USG dan USG abdomen. Di samping pemeriksaan lain yang sudah biasa dilakukan seperti cek fungsi paru atau spirometri, dan pemerikaaan lain oleh 11 spesialis klinis," ujar Brigjen Gusti.

Dan terkait tes MMPI II, Brigjen Gusti menyebut perbedaannya dengan MMPI pertama terletak pada variasi pertanyaan yang tertera bersifat baru, dan bisa diacak. MMPI II, lanjutnya, juga menyajikan soal-soal tes dengan hasil yang lebih rinci.

"Interpretasi hasil lebih rinci dan ⁠banyak aspek yang bisa dinilai," tambah dia.

 

Padang,netralpost.net --- Presiden Kongres Pemuda Indonesia Pitra Romadoni Nasution mendukung langkah Kepolisian daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) dalam mencegah dan membubarkan aksi tawuran dengan cara melakukan tindakan tegas, mengingat yang dibubarkan merupakan kelompok geng yang membawa senjata tajam berupa klewang, celurit, pedang, dll.

Tindakan tegas yang diambil oleh bhayangkara muda perlu dilakukan agar menimbulkan efek jera terhadap pelaku yang hendak melakukan aksi tawuran agar tidak mengulangi perbuatannya lagi untuk mencegah potensi terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat Padang.

DPN KPI menilai apabila Polda Sumbar tidak sigap dalam mencegah terjadinya bentrokan antar geng di Kuranji, kemungkinan akan terjadi peristiwa berdarah yang memakan puluhan korban jiwa, mengingat alat yang digunakan oleh remaja yang akan tawuran tersebut berupa senjata tajam yang dapat merenggut puluhan korban jiwa.

KPI menilai perdebatan antara LBH Padang dengan Kepolisian terkait penanganan Kasus tersebut adalah hal yang biasa dan hal tersebut sebagai bentuk dinamika penegakan hukum yang sedang berjalan.

Atas Permasalahan Tawuran Antar Geng tersebut, KPI menyarankan apabila adanya Geng yang hendak melakukan bentrok atau Tawuran Kelompak di Padang Sebaiknya LBH Padang diterjunkan kelapangan untuk membubarkan langsung aksi Tawuran bersajam tersebut dengan cara humanis ditengah-tengah bentrokan agar bisa menjadi contoh ke depan bagi pihak kepolisian apabila adik-adik Bhayangkara muda yang melakukan penindakan tawuran dinilai keliru dalam melakukan penindakan tegas terhadap geng geng Tawuran di Padang.

Romadoni Nasution mengatakan bahwa LBH Padang dapat memberikan contoh terkait cara yang baik untuk membubarkan kelompok geng tersebut kepada pihak kepolisian.

"Saya kira LBH Padang bisa memberikan contoh yang baik untuk ditiru Pihak Kepolisian bagaimana cara membubarkan kelompok geng bersajam apabila pihak kepolisian dinilai keliru dalam melakukan penindakan terhadap geng tawuran dipadang tersebut," ujarnya.

"Untuk itu sebaiknya pihak kepolisian menahan diri agar penanganan tawuran kelompok antar geng nantinya diserahkan terlebih dahulu kepada LBH Padang untuk diterjunkan langsung ke lokasi tawuran antar geng yang membawa senjata tajam, berupa kelewang, celurit, pedang, dll, saya kira itu tindakan tepat LBH Padang ke lokasi bentrokan langsung melerai kelompok geng agar menjadi contoh kedepannya," tutupnya. (Bidhumas Polda Sumbar) 

Sumber berita dan foto: inews.id

 


JABAR, netralpost.net - Hari ini, merupakan hari yang bersejarah bagi Para Peserta didik (Serdik) Sespimti Dikreg ke-33, karena telah diluncur serta dipamerkan buku tentang sosok Kapolri ke-5 Jenderal Hoegeng Iman Santoso dengan tema 'Pitutur Hoegeng Bertutur'.

Buku tersebut berjudul 'Hoegeng: Moral, Etika, dan Jalan Hidup' bertempat di gedung Balai Budaya, Menteng, Jakarta Pusat, pada Rabu (10/07/2024). 

Kegiatan peluncuran buku tersebut, dihadiri secara langsung oleh  Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Prof Dr Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, dan perwakilan keluarga Jenderal Hoegeng, yaitu cucunya yang bernama Rama Hoegeng, juga cicitnya Anantasena Ramaputra Hoegeng, serta dihadiri sejumlah Peserta didik Sespimti Dikreg ke-33.

Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si, mengatakan. Bahwa Pameran Pitutur Hoegeng Bertutur ini, digagas olehnya bersama dengan para Serdik Sespimti Polri Dikreg-33.

Acara Pameran ini, juga turut menampilkan artefak dan Surat penting milik Pak Hoegeng, ada juga Mock Up ruang kerja Pak Hoegeng yang dibuat sesuai dengan kondisi saat itu.

Di Acara Pameran ini juga diisi dengan karya-karya seni lukis milik Pak Hoegeng, Ibu Mary Hoegeng, Putra dan Putri serta Cucu, juga keluarga lainnya. Selain itu ada Seniman dan Budayawan yang turut ambil bagian memamerkan karya senirupa dengan mengusung tema ' Pitutur Hoegeng Bertutur.

Ditambahkan oleh Kasespim. Kegiatan ini sebagai bentuk literasi kepemimpinan. Pameran pitutur hoegeng bertutur memang didedikasikan untuk sosok almarhum bapak Hoegeng.

Bermacam artefak bersejarah, perjalanan hidup, dan juga filosofi-filosofi hidup bapak Hoegeng yang ditampilkan dalam berbagai media. 

" Tentunya kegiatan ini didukung penuh oleh keluarga bapak Hoegeng, ada pak rama yang juga semangat sampai malam untuk persiapan. dan di moment ini, peserta didik sespimti dikreg 33 juga membuat produk literasi buku Hoegeng hasil karya tulisannya, dan diluncurkan juga pada pameran hari ini", pungkas Kasespim Lemdiklat Polri Irjen Pol. Prof. Dr. Chryshnanda Dwilaksana, M.Si.

Dalam kata  sambutannya, Ketua Senat Sespimti Dikreg ke-33 Kombes Kusumo Wahyu Bintoro berharap kegiatan ini bisa memberikan manfaat.

" Semoga dengan adanya  kegiatan ini dapat memberikan manfaat dan keteladanan serta nilai-nilai luhur dari sosok Jenderal Hoegeng Iman Santoso bagi kita semua. Khususnya bagi seluruh insan Bhayangkara di mana pun berada untuk dapat mewarisi ilmu-ilmu keteladanan yang selama ini telah beliau berikan ," ujarnya.

Dia juga berjanji akan berbuat baik dan meneladan nilai-nilai Jenderal Hoegeng seperti apa yang telah ditanamkan pada seluruh kepolisian.

" Tentunya kami berjanji, terutama untuk Serdik Sespimti 33, kami akan selalu berbuat baik dan benar. Sesuai dengan apa yang selalu beliau tanamkan kepada kami semua," imbuhnya.

Ditempat yang sama, salah seorang penulis buku tentang Kapolri Ke-5 Jenderal Hoegeng Iman Santoso yang berjudul 'Hoegeng : Moral, Etika dan Jalan Hidup, Serdik Jean Calvijn Simanjuntak, juga mengungkapkan terkait  perjalanan penulisan buku tersebut.

" Sosok Pak Hoegeng Iman Santoso merupakan bukti nyata bahwa seorang pemimpin yang jujur dan tulus akan selalu dihargai dan diingat oleh sejarah ," ungkap Jean Calvijn Simanjuntak, pada kata sambutannya.

" Kami sedikit flashback beberapa kegiatan terkait munculnya buku karya kita semua. Buku ini juga adalah buah pemikiran lepas oleh Serdik Sespimti Sespim Lemdiklat Polri Dikreg 33," terang Calvijn.

Tidak itu saja, Serdik Jean Calvijn Simanjuntak juga menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pimpinan Sespimti yang telah membantu mewujudkan karya tersebut.

" Saya ingat, waktu itu di tanggal 9 Februari 2024 di saat pertemuan di Pasar Seni Ancol. Pada saat itu ada Pak Kasespim dan para seniman. Jadi di situ saya baru tahu apa itu Pitutur Hoegeng Bertutur ," ingatnya.

Masih menurut Serdik Calvijn. Bahwa pitutur itu tidak  hanya tentang literasi tertulis saja. Oleh karena itu kita mendapat pesan bahwa Serdik harus melahirkan literasi yang membangun untuk Jenderal Hoegeng.

" Dan Pesan yang disampaikan Bapak Kasespim dengan bimbingan Bapak Kasenat yang tercinta dan Wakasenat, serta perangkat Senat lainnya. Kami menyampaikan kepada seluruh Serdik minggu depannya kita bersama-sama menulis esai terkait dengan satu tokoh Polri yang luar biasa yang bernama Hoegeng Iman Santoso," beber Calvijn.

Oleh karena itu, pada tanggal 28 Februari, dirinya bersama yang lain menerima kunjungan Aditya Soetanto Hoegeng atau Didit, yang merupakan putra dari  Jenderal Hoegeng.

" Dalam Pertemuan tersebut kita berdiskusi bersama, karena kami ingin mendalami bagaimana sosok  Jenderal Hoegeng Iman Santoso di mata keluarga, dengan diawali podcast dan dari situ kami mendapatkan  sesuatu, dan itulah yang  membuat ketertarikan kami untuk menulis," terangnya.

Jean Calvyn juga  memamerkan salah satu hal eksekutif dari buku tersebut. Dia mengatakan ada dokumentasi yang bersifat privat, yang ada di buku tersebut.

" Isi di dalamnya kami diskusi juga berkenankah ada satu dokumentasi yang sifatnya privat. Puji Tuhan terima kasih Mas Rama sudah diberikan beberapa dokumentasi yang ini kita tidak dapati di sosial media, di tempat lain. Itu juga kita masukkan di sini ," tandas Serdik Jean Calvijn.

Setelah usai penyampaian kata sambutan, Kegiatan dilanjutkan dengan pameran barang-barang yang digunakan oleh Jenderal Hoegeng. Barang-barang tersebut mulai dari seragam yang digunakan, sepeda, dokumentasi rekaman suara, dan barang pribadi lainnya. Para yang hadir  tampak berkeliling melihat barang-barang tersebut.

 

Jakarta, netralpost.net -  Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Polri berhasil meraih penghargaan dalam kategori Pelayanan Prima dari Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN-RB). Penghargaan ini diberikan berdasarkan hasil Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional 2023.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut penghargaan ini merupakan tanda kepercayaan publik terhadap Polri. Menurutnya, kepercayaan ini menjadi modal utama pelaksanaan tugas Polri.

"Kepercayaan publik terhadap Polri menjadi modal utama pelaksanaan tugas Polri guna mendukung pemerintah dalam menyelesaikan berbagai tantangan bangsa," ujar Kapolri di Jakarta, Selasa (9/7/2024).

Jenderal Sigit juga mengingatkan akan tingginya kepercayaan publik terhadap Polri. Kepercayaan itu tercermin di survei Litbang Kompas pada 18-20 Juni 2024 lalu yang menunjukkan kepercayaan publik ke Polri sebesar 73,1%.

Guna terus meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri, Jenderal Sigit meminta jajaran agar melakukan perencanaan serta penggunaan anggaran yang efektif dan efisian. Hal ini akan mendukung optimalisasi tugas Polri.

"Perencanaan dan penggunaan anggaran secera efektif, efesien, dan akuntabel dapat mendukung pelaksanaan tugas polri yang optimal, sehingga berkontribusi dalam meningkatkan kepercayaan publik terhadap Polri," tuturnya.

Atas segala kepercayaan publik itu, Jenderal Sigit mengajak segenap Korps Bhayangkara untuk tak henti-hentinya meningkatkan prestasi dan semangat pengabdian. Hal ini untuk mewukudkan Polri yang pesisi.

"Terus tingkatkan prestasi dan semangat pengabdian untuk mewujudkan polri presisi," pungkasnya.

Sebagai informasi, penghargaan ini diterima oleh Assessment Center SSDM Polri, yang berbasis komputerisasi dan digunakan untuk menguji kompetensi polisi. Pengumuman penghargaan disampaikan oleh MenPAN-RB Abdullah Azwar Anas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Polri yang berlangsung di The St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan, pada hari ini.

Selain penghargaan untuk SSDM Polri, kategori Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) diraih oleh Biro SDM Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Sementara itu, kategori Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) diraih oleh Biro SDM Polda Bali, Polres Karawang, Polres Pasuruan, Polres Lamandau, Ditpolairud Polda Sumsel, Biro SDM Polda Jatim, Polres Barito Timur, dan Bidang Keuangan Polda NTB.

 

Arosuka, netralpost.net --- Pemaparan Proposal DAK Tematik Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu Tahun Anggaran 2025 di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kab. Solok, Selasa (9/7/24). 

Turut Hadir Bupati Solok diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, S. Sos, M. Si, Kepala OPD Terkait Lingkup Pemerintah Kabupaten Solok, Hadir Secara Virtual (Kementrian PUPR, Bappenas, Kementrian ATR BPN). 

Bupati Solok diwakili Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, S. Sos, M. Si menyampaikan dalam Sambutannya Pertama kami mengucapkan terimakasih kepada Kementerian PUPR atas peluang dan usulan kami untuk mendapatkan DAK Tematik Pengentasan Pemukiman Kumuh Terpadu untuk Tahun 2025. 

"Sebelumnya kami juga telah menyampaikan usulan dan pembahasan proposal untuk DAK Tematik pada tahun 2024, namun karena ada beberapa persyaratan yang belum terpenuhi, sehingga Kabupaten Solok tidak mendapatkan DAK Tematik tersebut." Ujar Medison. 

"Kami mengusulkan kawasan yang berada di Nagari Tanjung Bingkuang Kec. Kubung Kabupaten Solok, karena Nagari Tj Bingkuang ini merupakan nagari yang berbatasan langsung dengan Kota Solok sehingga Nagari Tj. Bingkuang ini bertolak belakang dengan Kota Solok, dan Nagari ini juga masuk ke dalam RTRW dalam rangka Penataan Kota." Lanjut sekda. 

"Latar belakang kami mengusulkan kembali Nagari Tanjuang Bingkuang ini karena kondisi penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah di nagari ini menjadi permasalah yang utama, dan kawasan yang kita usulkan sebesar 9,8 Hektar termasuk ke dalam daerah yang rawan bencana.", Katanya. 

"Kondisi sosial dan ekonomi juga perlu mendapatkan perhatian khusus karena dari 7 kriteria indikator yang disampaikan untuk mendapatkan DAK ini, hampir seluruh indikator memenuhi syarat untuk mendapatkan DAK. Selanjutnya secara teknis akan dipaparkan oleh Kepada Dinas PRKPP Kabupaten Solok", imbuhnya. 

Pemaparan oleh Kepala DPRKPP Retni Humaira menyatakan bahwa Kami Kabupaten Solok mengusulkan kembali Nagari Tanjuang Bingkuang di tahun 2025 ini.

Urgensi kami mengusulkan Nagari Tanjuang Bingkuang ini karena berdasarkan RTRW Nagari Tj Bingkuang ini merupakan nagari yang masuk ke dalam Penataan Kota. 

Kondisi penyediaan air minum dan pengelolaan air limbah merupakan masalah yang utama, kemudian Nagari Tanjuang Bingkuang merupakan pemukiman yang berada di daerah yang rawan bencana. 

"Nagari Tanjuang Bingkuang juga merupakan daerah yang mendukung kegiatan pertanian namun keadaan infrastruktur berbanding terbalik untuk mendukung kegiatan pertanian.", kata Retni Humaira. 

kami menunjuk Nagari Tanjuang Bingkuang karena Berdasarkan SK Bupati ( SK Bupati Solok Nomor : 653-389-2022) tentang Pemukiman Kumuh Kabupaten Solok, Nagari Tj Bingkuang ini masuk ke dalam kategori nagari kawasan kumuh sedang dengan luas wilayah nya kurang lebih 9,8 Ha.

Tujuan kami mengusulkan Nagari Tanjuang Bingkuang ini, untuk meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di pemukiman kumuh yang ditargetkan dan untuk merekonstruksi, serta memperkuat fasilitas publik pemukiman di beberapa wilayah.

Manfaat yang bisa didapatkan adalah dapat meningkatkan akses masyarakat terhadap infrastruktur dan pelayanan pada pemukiman kumuh sesuai dengan kriteria pemukiman kumuh yang ditetapkan, serta menurunnya luas pemukiman kumuh karena akses infrastruktur dan pelayanannya menjadi lebih baik. Kemudian penerima manfaat puas dengan kualitas infrastruktur dan pelayanan pada pemukiman kumuh, meningkatnya kesejahteraan masyarakat maupun masyarakat dapat pulih kembali penghidupannya dan memiliki rumah yang layak dan aman.

Adapun profil kawasan kumuh yang kami ajukan yaitu Nagari Tj Bingkuang berada di jorong yaitu Jorong Lakuak dan Jorong Sambuang dengan pola penanganan yang akan kami lakukan adalah "pemugaran". 

Kami mengusulkan Nagari Tanjuang Bingkuang berdasarkan 7 indikator kawasan kumuh yaitu meliputi bangunan gedung,  sekitar 18 hunian yang memiliki kualitas bangunan yang tidak memenuhi syarat.

Untuk jalan lingkung sepanjang 1.986,54 M terdapat jalan dengan kondisi rusak sepanjang 1.131,88 m dan belum memiliki jalan sepanjang 384, 29 m , tidak memiliki drainase di pinggir jalan.

Dari segi pengelolaan sampah, masyarakat pada umumnya membuang sampah tidak pada tempatnya, karena tidak tersedianya sarana dan prasarana untuk pengelolaan sampah.

Untuk pengelolaan air limbah, sebanyak 128 Kepala Keluarga (KK) belum terkelola limbahnya, serta untuk ketersediaan air minum masyarakat membuat sumur bor tetapi tidak dilengkapi dengan cincin beton dan airnya berwarna keruh. 

Tingkat kumuh yang kami nilai berada pada "kumuh sedang" dengan rata - rata kekumuhan sektoral 52,18 % dengan total nilai kondisi awal (baseline) 43. 

Setelah dilakukan penanganan, kami berharap pada kondisi akhir menjadi 5  dengan tingkat kekumuhan menjadi "tidak kumuh" dan rata - rata kekumuhan sektoral menjadi 4,15 %.

Berdasarkan kondisi eksiting dan identifikasi 7 indikator kumuh tersebut, maka penataan kawasan akan dilakukan dengan konsep On-Site Upgrading (perbaikan fisik kawasan). 

Selanjutnya dari pihak pembahas yang terdiri dari Bappenas, PUPR dan kementerian ATR/BPN, memberikan masukan dan saran untuk perbaikan terhadap usulan DAK tematik PPKT tahun 2025 yang kemudian harus disiapkan oleh Pemerintah Kab Solok dengan melengkapi dokumen yang sudah diupload di Krisna DAK. (*) 

 


Jakarta, netralpost.net -- Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (KemenPAN RB) memberikan penghargaan kepada Staf Sumber Daya Manusia (SSDM) Kategori Pelayanan Prima, versi hasil Pelaksanaan Pemantauan dan Evaluasi Kinerja Penyelenggara Pelayanan Publik (PEKPPP) Nasional 2023. Layanan yang dimaksud adalah assesment center SSDM Polri.

Hal ini diumumkan MenPAN RB, Abdullah Azwar Anas dalam Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Polri pada di The St. Regis, Setiabudi, Jakarta Selatan (Jaksel) hari ini, Selasa (9/7/2024). Diketahui, Assessment Center SSDM Polri berbasis komputerisasi dan diperluas dan menjadi sarana untuk menguji kompetensi polisi.

“Saya ucapkan selamat ya Pak Dedi, tadi Pak Menpan RB sampaikan untuk teman-teman yang terus memiliki integritas untuk membangun dan memperbaiki organisasi, tentunya menjadi catatan untuk kita pertimbangkan, dan tentunya ini kita harapkan menjadi semangat dan motivasi, di samping tentunya banyak kegiatan-kegiatan lain yang rekan-rekan lakukan,” ucap Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo, dikutip dari keterangan tertulis SSDM Polri.

“Dan semua itu tolong untuk juga menjadi pertimbangan pada saat rekan-rekan mendapatkan promosi-promosi, yang tentunya disesuaikan dengan prestasi-prestasi sebagai bentuk reward organisasi,” imbuh Jenderal Sigit.

Penilaian asesmen tersebut berdasarkan kompetensi manajerial. Selain memperluas ruang Assessment Center, SSDM juga menambah jumlah perangkat computer asissted test (CAT) dan alat pendukung lainnya.

Selain SSDM Polri, satuan kerja lainnya yang mendapatkan penghargaan Kategori Pelayanan Prima versi PEKPPP Nasional 2023 adalah Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Selatan (Ditlantas Polda Sumsel) di sisi kepengurusan administrasi Buku Kepemilikan Kendaraan Bermotor (BPKB).

Kemudian penghargaan Kategori Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM) diraih Biro SDM Polda Sumatera Selatan (Sumsel). Kemudian untuk Kategori Wilayah Bebas dari Korupsi diraih Biro SDM Polda Bali, Polres Karawang, Polres Pasuruan, Polres Lamandau, Ditpolairud Polda Sumsel, Biro SDM Polda Jatim, Polres Barito Timur dan Bidang Keuangan Polda NTB.

"Tadi Pak Menpan RB juga sudah menyampaikan nilai-nilai terkait dengan capaian dari program-program reformasi birokrasi yang kita lihat angkanya juga kategorinya sangat baik. Kemudian juga indeks pelayanan publik kita juga baik dan saya yakin dengan berbagai macam inovasi yang mengarah ke pelayanan digital di penilaian berikutnya angkanya akan menjadi semakin baik," pungkas Kapolri.

 

Arosuka, netralpost.net --- Sekda Medison Sambut Kedatangan Tim Penilai Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumbar di Ruang Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Selasa (9/7/24). 

Pada kegiatan tersebut turut hadir Bupati Solok diwakili oleh Sekretaris Daerah  Medison, S.Sos, M.Si, Koordinator Penilaian Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Adel Wahidi dan Rombongan, Asisten III Editiawarman,S.Sos, M.Si, Kepala OPD, Kabag Organisasi beserta jajaran. 

Bupati Solok diwakili oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Si menyampai dalam Sambutannya, Selamat datang kembali di Kab Solok kepada Ombudsman RI Perwakilan Sumbar dalam kegiatan yang seperti kita lalui tahun lalu yakni penilaianpenyelenggaraan pelayanan publik. 

"Melalui kami pimpinan berharap agar penilaian ini bersifat adil dan terbuka sehingga dapat menghasilkan keputusan yang tepat." Kata Medison. 

"Sekedar informasi kami sampaikan kepada bapak dan Ibu Tim dari Ombudsman,

bahwa inovasi-inovasi dalam pelayanan publik secara terus menerus terus kami kembangkan demi mewujudkan pelayanan publik yang prima." Ungkapnya. 

Atas nama Pemerintah Daerah Kabupaten Solok kami sangat mendukung seluruh kegiatan penilaian yang dilakukan oleh Ombudsman di Kabupaten Solok demi terwujudnya pelayanan publik yang berkualitas. 

"Mudah-mudahan Kabupaten Solok kembali dapat meningkatkan setidaknya mempertahankan nilai penyelenggaraan pelayanan publik yang diberikan oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumbar Tahun lalu", Ujar Sekda Kabupaten Solok. 

Koordinator penilaian Ombudsman Adel Wahidi menegaskan Bahwa Penilaian ini kembali dilakukan untuk mengukur kembali pencapaian keberhasilan kinerja dalam penyelenggaraan pelayanan publik pada intansi atau dinas terkait di Kab Solok.

"Kami selaku koordinator dan rekan² berharap mudah²an penilaian Ombudsman pada tahun ini di Kabupaten Solok berjalan dengan baik dan lancar hingga akhir. Dalam capaian yang telah digapai oleh Kab Solok pada tahun lalu kami juga merasa senang dan puas, dan sekarang ini kami juga berharap tidak ada penurunan penilaian,  malahan diharapkan mengalami kenaikan dan semakin baik lagi." Ungkap Adel Wahidi. 

Dilanjutkan dengan kegiatan Penilaian Pelayanan Publik oleh Ombudsman RI Perwakilan Sumbar di beberapa Dinas Terkait di Kab Solok. Sebagai informasi ada beberapa OPD yang menjadi sampel penilaian penyelenggaraan pelayanan publik yang dikunjungi dan dinilai oleh Tim dari Ombudsman RI perwakilan Sumbar, yaitu Dinas Sosial, Dinas Pendidikan, Mall Pelayanan Publik di Koto Baru, Disdukcapil, Puskesman Tj. BIngkung, dan Puskesmas Singkarak.

 

Arosuka, netralpost.net --- Kepolisian Resor Kabupaten Solok, menangkap Satu orang diduga Pelaku Narkotika jenis Sabu, di  diwilayah hukum Polres Solok, Selasa (8/7/24) dini hari.

Menurut Kapolres Solok, AKBP Muari, S.I.K, M.M, M.H, melalui Kasat Narkoba Polres Solok Iptu Oon Kurnia Ilahi, SH, menyampaikan bahwa Tersangka bernama Syahrul (38) alias wali beralamat di Jorong Bukit Kili Nagari Kotabaru kecamatan kubung kabupaten Solok. 

Menurut Iptu Oon Kurnia Ilahi, SH, kasat narkoba polres kabupaten Solok Barang Bukti yaitu ,"1 (satu) Paket sedang diduga narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik klem warna bening dan 1 (satu) helai celana pendek warna ungu." Ujarnya. 

"Pada hari Senin (8/7) pukul 16.00 wib, petugas  melakukan penangkapan terhadap 1 (satu) Orang laki-laki dewasa  an. SYUHARLI Pgl. WALI yang sedang berada di halaman sebuah Heler yang beralamat di Jorong Bukit Kili Nagari Koto Baru Kecamatan Kubung Kabupaten Solok." Jelasnya. 

"Kejadian ini berawal dari anggota sat res narkoba polres solok sedang melakukan patroli di sekitaran nagari Koto Baru, kemudian petugas melihat gerak gerik seseorang yang mencurigakan." Lanjutnya. 

"Petugas langsung mengamankan pelaku di halaman sebuah Heler dan petugas langsung melakukan penggeledahan terhadap 1 (satu) orang laki-laki yang mengaku bernama Syuharli Alias Wali, saat itu ditemukan 1 (satu) paket diduga narkotika jenis Sabu yang dibungkus dengan plastik klem warna bening yang di temukan di saku celana sebelah kanan yang digunakan pelaku dan barang bukti lainnya yang berkaitan dengan tindak penyalahgunaan narkotika." Pungkasnya. 

selanjutnya keseluruhan barang bukti disita oleh petugas dan disaksikan oleh masyrakat, lalu kemudian terhadap pelaku dan seluruh barang bukti dibawa ke Polres Solok guna penyidikan lebih lanjut.(007) 

 

Sumbar, netralpost.net– Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Suharyono, memimpin upacara pelantikan Irwasda Polda Sumbar dan serah terima jabatan (sertijab) Kapolres 50 Kota dan Kapolres Payakumbuh, di ruang pertemuan Jenderal Polisi Hoegeng lantai 4 Mapolda Sumbar, pada Senin (8/7/2024).

Pejabat utama Polda Sumbar yang  dilantik hari ini yaitu Irwasda Polda Sumbar Kombes Pol. Prabowo Santoso, S.I.K., M.H.

Sementara untuk jabatan Kapolres yang diserahterimakan yaitu Kapolres  Payakumbuh dari Pejabat lama AKBP Wahyuni Sri Lestari. S.I.K., M.H.

kepada AKBP Ricky Ricardo, S.I.K., S.H. dan Kapolres 50 Kota dari AKBP Ricardo Condrat Yusuf, S.H., S.I.K., kepada AKBP Syaiful Wahid, S.H., S.I.K.. 

Upacara sertijab ini, ditandai dengan penanggalan dan pemasangan tanda jabatan dan penyerahan tongkat komando yang dilakukan oleh Kapolda Sumbar.

Kemudian dilanjutkan dengan pengambilan sumpah jabatan, serta penandatanganan berita acara dan pakta integritas jabatan kepada pejabat yang baru dilantik tersebut.

Upacara pelantikan dan sertijab ini dihadiri oleh Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono, S.Ik. MH, PJU, para Kapolres, Pamen, Ketua Bhayangkari Daerah Sumbar, Pengurus Bhayangkari Daerah Sumbar dan Ketua Bhayangkari Cabang se Sumbar.(*)

 

Sumbar, netralpost.net - Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) Polda Sumbar berhasil melakukan pengungkapan narkotika jenis ganja yang akan diedarkan di wilayah Sumbar jaringan Panyabungan.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik membenarkan perihal pengungkapan kasus narkoba tersebut. 

"Iya benar. Ada dua lokasi (TKP) pegungkapan ganja oleh Ditresnarkoba Polda Sumbar pada hari Rabu tanggal 3 Juli 2024," katanya, Kamis (4/7) di Mapolda Sumbar. 

Dikatakan, untuk TKP 1 sekira pukul 01.58 WIB di pinggir jalan dekat Ranjau - Batu Panti, Taruang-taruang, Kec. Rao, Kab. Pasaman. Dan di TKP 2 sekira pukul 02.30 WIB di Jln. Lintas Panti Pasaman Barat Jorong Kampung Cubadak Nag. Lingkuang Aur Kec. Pasaman Kab. Pasaman Barat.

"Di TKP pertama pelaku yang ditangkap FH (28) dan MH (38) warga Kota Padang. Sedang di TKP kedua yaitu G (41) dan K (41) warga Penyabungan Kab. Mandailing Natal Provinsi Sumut," ujarnya 

Pada saat pengungkapan pertama, polisi mengamankan barang bukti 2 (dua) karung goni yang berisikan total 40 (empat puluh) paket besar diduga narkotika jenis ganja, dan 2 (dua) unit handphone android.

Sedangkan di lokasi penangkapan kedua, polisi berhasil mengamankan barang bukti 8 (delapan) paket besar diduga narkotika jenis ganja, 1 (satu) paket sedang diduga narkotika jenis ganja, 1 (satu) unit handphone serta 1 (satu) unit sepeda motor merk Honda Beat warna merah.

Dijelaskan Kabid Humas, kronologis penangkapan itu setelah dilakukannya penyelidikan oleh Timsus Ditresnarkoba Polda Sumbar terhadap hasil pengungkapan sebelumnya pada jaringan narkotika jenis ganja Panyabungan. 

"Didapati informasi akan adanya pendistribusian menuju Padang dan Pasaman Barat yang nantinya akan dipecah ke beberapa wilayah Sumbar dan sekitarnya," terangnya. 

Kemudian, dibawah pimpinan Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Nico A. Setiawan, S.Ik, Timsus Ditresnarkoba melakukan pengamatan wilayah di sekitaran perbatasan Sumbar dan Sumut yang mana terdapat 2 (dua) titik yaitu Sumut-Sumbar via Rao Pasman dan perbatasan Sumut-Sumbar via Silaping Pasaman barat.

Pada hari Rabu 3 Juli 2024 dini hari, terpantau mobil Toyota Innova warna hitam memasuki wilayah Pasaman melalui Rao yang diduga keras membawa narkoba jenis ganja dari Penyabungan menuju wilayah Padang. 

Dengan di backup jajaran Polsek Rao Polres Pasaman, petugas mengamankan FH dan MH beserta 40 paket yang diduga narkotika jenis ganja.

Selang beberapa waktu kemudian, di lokasi kedua, polisi melihat satu unit sepeda motor honda Beat warna merah dikendarai dua orang laki-laki yang dicurigai membawa narkotika jenis ganja.

"Saat diamankan dan dilakukan penggeledahan, didapati 8 paket diduga narkotika jenis ganja," ujarnya. 

Selanjutnya pelaku dan barang bukti dibawa ke Polda Sumbar guna dilakukan proses penyidikan lebih lanjut.

Kabid Humas Polda Sumbar menyampaikan terimakasih kepada masyarakat atas dukungan dan partisipasinya dalam memberantas kejahatan narkoba.

"Kami mengajak kepada masyarakat jika ada informasi terkait penyalahgunaan narkotika silahkan sampaikan kepada kami di Polda, Polres atau Polsek. Maka akan kami tindak lanjuti," imbaunya.(*)

 


jakarta, netralpost.net --- Bupati Solok Epyardi Asda merespon terkait adanya petani yang diduga membuang tomat hasil panennya ke dalam jurang di kawasan Alahan Panjang, Kabupaten Solok. 

Hal ini terjadi karena beberapa faktor seperti hasil panen melimpah tapi harga anjlok dan kondisi jalan yang macet di Sitinjau Lauik dan daerah lainnya.

Epyardi menemui langsung Kepala Badan Standarisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI) Andi Rizaldi di Jakarta dalam rangka menandatangani Nota Kesepakatan Pemerintah Kabupaten Solok dengan (BSKJI) dalam rangka meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan daya saing industri kecil dan menengah di ruang sinergi BSKJI Jakarta, Senin (01/07/2024).

Dalam pertemuan tersebut Epyardi menyampaikan langsung kondisi para petani di Kabupaten Solok.

“Saya ingin menyampaikan bahwa beberapa waktu kemaren petani mengeluhkan harga yang anjlok bahkan tomat hasil panen mereka terpaksa dibuang. Ini selain karena harga, juga karena akses transportasi yang macet parah di sejumlah daerah,”ucapnya.

Namun, kata Bupati Epyardi dengan adanya kerja sama dengan Kementerian Perindustrian melalui  BSKJI ini diharapkan memberikan solusi bagi petani di Kabupaten Solok.

“Kami sangat yakin akan ada solusi untuk masyarakat kami. Apalagi adanya delapan balai (BSKJI) yang bisa bekerja sama dengan kami. Contohnya dengan bentuk kemasan, rasa, atau kerja sama dengan BPOM sehingga industri hilirisasi,”ujarnya.

Sementara Andi mengatakan, kontribusi industri pengolahan non migas masih memberikan kontribusi terbesar dibanding sektor lainnya, yaitu sebesar 17,47% dengan share terbesar diberikan oleh sektor makanan dan minuman sebesar 6,97%. 

“Dengan melihat potensi daerah di daerah Sumatera Barat, masih terbuka peluang sektor yang dapat dikembangkan untuk dapat mendongkrak kontribusi industri pengolahan non migas dari sektor lainnya termasuk dengan tomat. Sehingga bisa diandalkan pengembangan hilirisasi produknya sehingga memberi nilai tambah yang tinggi,”ucapnya.

Lebih lanjut Kepala BSKJI mengatakan untuk mengatasi fluktuasi harga tomat, BSKJI  sudah melakukan penelitian dan kajian tentang pengolahan tomat, lebih lanjut dengan kerjasama Pemerintah Kabupaten Solok dengan BSKJI, pihaknya akan melakukan pelatihan pengolahan tomat kepada para petani tomat di Kabupaten Solok.

“Saya berharap dan yakin IKM Kabupaten Solok dapat semakin berdaya saing. Kami memiliki sejumlah balai yang memiliki keahlian dan teknologi yang dapat disinergikan program dan kegiatannya dengan program dan kegiatan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok seperti yang disampaikan pak bupati tadi,” ujarnya menambahkan.

Diungkapkannya, BSKJI di bawah Kementerian Perindustrian mempunyai tugas menyelenggarakan koordinasi, perumusan, penerapan, pemberlakuan dan pengawasan standardisasi industri, optimalisasi pemanfaatan teknologi industri, penguatan industri hijau, dan penyusunan rekomendasi kebijakan jasa industri.

Guna membidik sasaran pertumbuhan industri manufaktur sebesar 5,80% di tahun 2024, Kementerian Perindustrian telah menyiapkan sejumlah langkah strategis dan hal ini tertuang dalam program prioritas pada tahun 2024. Diantaranya adalah program penerapan, pemberlakuan dan pengawasan SNI wajib, program pendidikan dan pelatihan vokasi berbasis kompetensi, hilirisasi industri, program restrukturisasi mesin dan peralatan kepada pelaku Industri Kecil dan Menengah (IKM), serta implementasi industri 4.0.

Terkait dengan aksi buang tomat yang diduga dilakukan oleh petani, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Kabupaten Solok Kenedi Hamzah mengungkapkan, hasil pembahasannya bersama kelompok tani, terungkap bahwa kejadian ini sering terjadi ketika harga tomat anjlok. 

“Ini karena petani sudah memanen tomat mereka dan dibawa ke pasar sayur tetapi tidak ada yang membeli maka mereka membuang demi hanya untuk menyelamatkan petinya. Sebagian petani memilih tidak memanen tomatnya dan membiarkan busuk dilahan, supaya tidak menambah biaya, setidaknya bisa jadi pupuk organik,”tuturnya.

Ini berkaitan dengan harga tomat cukup lama tinggi karena daerah Padang Panjang dan Tanah Datar tidak bisa menanam tomat karena faktor bencana termasuk juga daerah sentra lainnya kurang menanam. 

“Maka petani Solok banyak menanam. Sekarang kita over produksi sehingga harga anjlok. Termasuk di Jawa juga ikut panen. Dulu harganya sempat Rp 12 ribu Tapi sekarang harga di petani kita Rp 700 dan RP 1.200 di pedagang,”ucapnya.

Dijelaskan Kenedi, diperlukan pola tanam dimana penerapannya bertujuan untuk memanfaatkan sumber daya lahan secara optimal, efektif dan efisien untuk menghindari risiko kegagalan panen dalam sistem usaha tani karena hanya mengusahakan satu jenis tanaman saja dalam satuan waktu tertentu.

 

Sumbar, netralpost.net - Kepala Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Kapolda Sumbar)  Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH memimpin upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-78 tahun 2024, Senin (1/7) di halaman istana Gubernur Sumbar. 

Upacara ini dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Wahyu Eko Purnomo, Danlantamal II Padang, Forkopimda Sumbar, Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Gupuh Setiyono, S.Ik. MH, Pejabat Utama Polda Sumbar, Ketua dan Pengurus Bhayangkari Daerah Sumbar serta tamu undangan lainnya. 

Kapolda Sumbar pada kesempatan tersebut, menyampaikan ucapan terimakasih dari seluruh insan polri di Sumatera Barat kepada seluruh komponen masyarakat, Forkopimda yang selama ini telah mendukung dan aktif serta sinergitas yang mendalam selama pelaksanaan tugas-tugas kepolisian dalam preemtif, preventif dan penegakan hukum. 

Mengingat saat ini, Sumbar sedang diberi uji berbagai musibah seperti erupsi Gunung Marapi, banjir, tanah longsor tentunya masyarakat Sumbar beserta unsur Forkopimda dari provinsi, kota dan kabupaten menjadi lebih kompak, solid, dan terintegritas dalam tugas sehari-hari. 

Selaku penegak hukum, pihaknya akan terus konsisten melayani masyarakat dengan seoptimal mungkin, dengan pelayanan prima.

"Bagaimana polisi memberikan pelayanan melebihi dari apa yang diinginkan oleh masyarakat, sehingga kedepan polisi lebih dekat dengan masyarakat dan dicintai masyarakat karena kepercayaan masyarakat kepada Polri, ini harapan utama," katanya 

Lanjut Kapolda, pihaknya akan tetap menekan terjadinya gangguan kamtibmas, tetap akan meningkatkan penyelesaian perkara yang muncul di masyarakat, mengurangi dan meniadakan pengaduan masyarakat, meningkatkan profesionalisme polri.

"Ini kita lakukan yang memang selama ini, sedang dan sudah serta terus menerus akan kami galakkan," ujarnya. 

Kapolda juga mengimbau kepada seluruh masyarakat agar kamtibmas di Sumbar terjaga dengan baik, orang tua harus memperhatikan bagaimana perilaku anaknya, guru memperhatikan anak muridnya dan juga masyarakat saling mengingatkan antara satu dengan lainnya agar tercipta kondusifitas di wilayah Sumatera Barat.

Irjen Pol Suharyono menyampaikan, bersama Forkopimda akan terus solid dan kompak dalam melayani masyarakat sesuai dengan tugas masing-masing.

"Pastinya khusus bagi kami sebagai anggota Polri, kami tetap akan melaju terus dengan pelayanan prima, pelayanan terbaik dan tetap bersama-sama dengan masyarakat," pungkasnya. 

Pada upacara peringatan HUT Bhayangkara, Kapolda juga menyerahkan dan menyematkan satya lencana kepada perwakilan personel yang telah melaksanakan tugas dengan baik, diantaranya Bintang Bhayangkara Nararya, Satya Lancana 32 tahun, Satya Lancana 24 tahun, Satya Lancana 16 tahun, Satya Lancana 8 tahun.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.