Surat Kaleng Dodi Hendra di Polda Sumbar, Maksut Baik Malah Tuduh Pecat THL


Kabupaten Solok-netralpost.net-
  Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Solok Dodi Hendra beberapa waktu yang lalu dilaporkan ke Polda Sumbar terkait dugaan kasus pemerasan. Bahkan juga beredar surat pemanggilan Dodi dari Direskrimum Polda Sumbar yang menjelaskan terkait permintaan uang kepada Tenaga Harian Lepas (THL) yang bekerja di lingkungan kantor wakil rakyat tersebut.

Dirreskrimum Polda Sumbar telah menerima surat Agus Salim Saputra perihal prilaku Ketua DPRD Kabupaten Solok Fraksi Gerindra Dodi Hendra dengan adanya paksaan kepada Tenaga Harian Lepas (THL) disekretariat DPRD Kabupaten Solok untuk bergabung dengan koperasi dengan iuran yang telah ditetapkan sebesar Rp. 500.000, (lima ratus ribu rupiah) dan uang arisan sebesar Rp. 100.000,- (seratus ribu rupiah) setiap bulannya yang koperasi tersebut belum berbadan hukum, jika menolak Tenaga Harian Lepas (THL) akan diberhentikan.

Dalam hasil pelaksanaan klarifikasi nota dinas dari kabag Wassdik ditreskrimum polda sumbar pada poin b menerangkan bahwa tidak di temukan pidana karena hanya menyarankan penyediaan koperasi di kantor DPRD. Karena sampai saat sekarang belum ada koperasi tentang biaya pendirian dan pengurusan surat-surat legalitas koperasi dengan anggaran POKIR (Pokok Pikiran) AN Dodi Hendra.

Dodi Hendra membantah secara tegas, ia menegaskan bahwa ini bentuk kriminalisasi kepada dirinya, ungkap Dodi Hendra dalam keterangan tertulisnya, Jum'at (16/7/2021).

“Itu kriminalisasi terhadap saya. Saya merasa dizolimi dan orang yang mengadukan ke Polda itu merupakan surat kaleng. Yang mengatakan saya memecat THL padahal saya tidak punya wewenang untuk itu,” katanya.

Terkait dengan koperasi, ia memang mengajak masyarakat untuk membentuk koperasi. Hal itu untuk menghindari terjeratnya masyarakat dengan tengkulak, sambung Dodi Hendra.

“Jadi saya menyarankan tidak Hanya THL saja tetapi seluruh masyarakat Kabupaten Solok untuk membentuk koperasi,” ujarnya.

Masih kata Dodi, ia sudah mengklarifikasi ke Direskrimum Polda Sumbar sesuai dengan surat pemanggilan yang ia terima.

“Saya sudah klarifikasi, bahwa ini yang terjadi. Dan sebagai warga negara yang taat hukum jadi saya datang".

Diakhiri Dodi Hendra, Alhamdulillah saya yakin hukum itu tegak berdiri tidak bisa dibeli dan diintimidasi dan saya yakin yang benar itu akan tetap benar., Pungkasnya. (Abrol)

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.