Articles by "BPJN II SUMBAR"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88
Showing posts with label BPJN II SUMBAR. Show all posts

 ‎

PESISIR SELATAN — Akses mobilitas masyarakat Nagari Koto Rawang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan, resmi memasuki babak baru. Kementerian Pekerjaan Umum (PU) melalui Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat merealisasikan pembangunan Jembatan Gantung Koto Rawang untuk menggantikan infrastruktur lama yang hancur diterjang banjir besar pada 2024 lalu.
‎Proyek tanggap bencana senilai Rp7,4 miliar ini berada di bawah kendali Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat (PPK 2.4). Pembangunannya direalisasikan atas permohonan resmi Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan guna mempercepat pemulihan infrastruktur serta mengembalikan aksesibilitas warga yang sempat terisolasi.
‎Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 Satker PJN Wilayah II Sumbar, Gina Lamria Indriati Tampubolon, S.T., menjelaskan bahwa jembatan ini dirancang adaptif dengan standar keselamatan tinggi. Bentang struktur bahkan ditinggikan 1,5 meter dibanding bangunan lama untuk mengantisipasi risiko luapan air di masa depan.
‎"Jembatan gantung ini memiliki kapasitas beban maksimal 1,5 ton yang diperuntukkan bagi pejalan kaki dan kendaraan roda dua. Meski demikian, konstruksinya tetap dirancang khusus untuk mendukung kondisi darurat, seperti akses melintas armada ambulans," ungkap Gina.
‎Spesifikasi Teknis & Ketahanan Infrastruktur
‎Pagu Anggaran: Rp7,4 Miliar (APBN / Kementerian PU)
‎Kapasitas Beban: Maksimal 1,5 Ton
‎Peruntukan Utama: Pejalan Kaki, Kendaraan Roda Dua, dan Ambulans (Darurat)
‎Peningkatan Keamanan: Elevasi struktur ditinggikan 1,5 meter dari posisi jembatan lama
‎Target Usia Rencana: 10 Tahun
‎Himbauan Kesadaran Bersama demi Usia Pakai 10 Tahun
‎Meski bentang jembatan memungkinkan untuk dimasuki kendaraan roda empat secara fisik, masyarakat dan pengguna jalan diimbau keras untuk mematuhi batas beban yang ditentukan. Memaksakan kendaraan roda empat non-darurat melintasi jembatan ini berpotensi merusak struktur utama dan memperpendek usia pakai konstruksi yang ditargetkan bertahan hingga 10 tahun.
‎Kehadiran Jembatan Gantung Koto Rawang bukan sekadar konektor fisik, melainkan urat nadi baru yang memangkas biaya distribusi hasil pertanian, mengamankan jalur anak sekolah, serta mempercepat evakuasi medis. Sinergi nyata pemerintah pusat dan daerah ini menjadi momentum penting bangkitnya roda perekonomian serta kesejahteraan masyarakat Pesisir Selatan, tutup Gina.(*)

 

Sumatera Barat, netralpost --- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat resmi mengumumkan rencana pengalihan arus lalu lintas di kawasan Jembatan Jeruai. Langkah strategis ini diambil sehubungan dengan dimulainya proyek penting berupa Rehabilitasi Jembatan Jeruai yang terletak pada Ruas Jalan Bukit Putus hingga Batas Kota Padang KM 18+400. Pengerjaan fisik dan pengalihan jalur ini dijadwalkan bakal berlaku aktif mulai hari Senin, 29 Juni 2026 mendatang.

Guna menjaga kelancaran mobilitas masyarakat dan pasokan logistik selama proyek berlangsung, pihak BPJN Sumbar telah menyiapkan infrastruktur cadangan berupa Jembatan Sementara atau Jembatan Bailey. Seluruh kendaraan yang biasa melintasi area utama akan dialihkan sepenuhnya ke jembatan darurat tersebut. Upaya ini dilakukan agar interkoneksi antarwilayah tetap terjaga dengan baik tanpa mengorbankan jalannya proyek konstruksi.

Keamanan struktur jembatan darurat tersebut dipastikan telah melewati rangkaian pengujian ketat sebelum dibuka untuk umum. Pihak berwenang tercatat sudah melaksanakan uji kelayakan sebanyak dua kali, yakni pada tanggal 8 Juni 2026 dan disusul pada tanggal 19 Juni 2026. Berdasarkan hasil evaluasi teknis yang komprehensif, Jembatan Bailey ini dinyatakan sepenuhnya aman dan layak untuk dilalui kendaraan.

Kendati dinyatakan aman, jembatan sementara ini memiliki keterbatasan kapasitas tonase yang wajib dipatuhi oleh para pengendara, khususnya angkutan barang. BPJN Sumatera Barat menetapkan aturan tegas bahwa batas berat kendaraan yang diperbolehkan melintas di atas Jembatan Bailey adalah maksimal 25 ton. Pembatasan ketat ini diberlakukan demi menjaga ketahanan jembatan darurat agar tidak mengalami kerusakan prematur selama masa rehabilitasi jembatan utama.

Sehubungan dengan perubahan pola lalu lintas ini, pihak BPJN menyampaikan imbauan mendalam kepada seluruh lapisan masyarakat dan pengguna jalan yang akan melintas. Pengendara sangat diminta untuk selalu disiplin mematuhi rambu-rambu lalu lintas yang terpasang, menghormati batas tonase kendaraan, serta mengikuti setiap arahan dari petugas yang bersiaga di lapangan. Kesadaran kolektif ini dinilai menjadi kunci utama dalam menjaga keselamatan, keamanan, serta kelancaran arus kendaraan.

Pihak penyelenggara proyek juga menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada publik atas ketidaknyamanan perjalanan yang mungkin timbul selama proses perbaikan berlangsung. BPJN Sumbar sangat mengapresiasi pengertian sekaligus kerja sama yang baik dari seluruh pengguna jalan demi terwujudnya infrastruktur jembatan yang lebih kokoh dan mantap di masa depan.(nofri tanjung) 

 

Padang, Netralpost – Akses jalan nasional di kawasan Lembah Anai, Sumatera Barat, akhirnya kembali dapat dilalui oleh kendaraan setelah sempat lumpuh akibat tertutup material longsor. Keberhasilan pembukaan jalur vital yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi ini terjadi berkat respons cepat penanganan darurat di lapangan. 

Pembersihan material longsor yang sempat menutup badan jalan tersebut dilakukan secara intensif oleh tim gabungan. Kerja sama solid ini melibatkan personil dari Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, tim PT Hutama Karya Infrastruktur (HKI), serta dukungan penuh dari personel Satbrimob Polres Padang Panjang. 

Berkat kerja keras petugas di lokasi bencana, akses lalu lintas resmi dibuka kembali pada dini hari pukul 01.15 WIB. Pengguna jalan, baik kendaraan roda dua maupun roda empat, kini sudah diperbolehkan melintasi area tersebut untuk memulihkan konektivitas transportasi antar wilayah. 

Meskipun jalur utama ini sudah dapat dilewati, pihak BPJN Sumatera Barat mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pengendara. Mengingat kondisi cuaca dan sisa-sisa material pascabencana, masyarakat diminta untuk tetap ekstra hati-hati selama melintasi kawasan rawan tersebut. 

Selain meminta pengguna jalan meningkatkan kewaspadaan, pihak berwenang juga menekankan pentingnya kepatuhan terhadap aturan di lapangan. Pengendara sangat diharapkan untuk mengikuti seluruh petunjuk, rambu lalu lintas, serta arahan dari petugas yang bersiaga di lokasi guna mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

Komitmen penyelesaian dan pengawasan terhadap jalur Lembah Anai ini akan terus dioptimalkan secara berkala. BPJN Sumbar bersama seluruh pemangku kepentingan terkait juga berjanji untuk terus memperbarui informasi kondisi jalur demi menjamin keselamatan dan kenyamanan seluruh masyarakat. (Nofri Tanjung) 

 

SUMBAR, NETRALPOST – Akses utama Jalan Nasional yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi melalui kawasan Lembah Anai terpaksa ditutup sementara waktu akibat bencana longsor. Penutupan total ini diberlakukan demi menjaga keselamatan para pengguna jalan yang melintas, mengingat material longsoran berupa tanah dan bebatuan sempat menutupi seluruh badan jalan. 

Proses evakuasi dan pembersihan jalan sempat mengalami hambatan serius di lapangan. Petugas gabungan menghadapi kendala besar akibat keberadaan sebongkah batu berukuran raksasa yang menggantung di lereng tebing. Batu besar tersebut dinilai sangat berbahaya karena memiliki potensi tinggi untuk jatuh sewaktu-waktu dan menghantam badan jalan yang berada tepat di bawahnya. 

Guna mengatasi ancaman tersebut, petugas mengambil tindakan taktis dan cepat pada malam harinya sekitar pukul 20.35 WIB. Tim Satbrimob Polres Padang Panjang mengerahkan armada water cannon untuk menyemprot dan menjatuhkan batu raksasa tersebut secara aman. Setelah batu yang membahayakan berhasil diturunkan, tim penanganan langsung melanjutkan pembersihan sisa material tanah secara intensif.

Selama jalur utama ditutup, pihak kepolisian dan petugas terkait mengimbau masyarakat untuk menggunakan rute alternatif. Pengendara yang datang dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya diarahkan untuk melewati jalur Malalak atau Sitinjau Lauik guna menghindari penumpukan kendaraan dan kemacetan panjang di sekitar lokasi kejadian. 

Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat menegaskan bahwa penutupan jalur ini merupakan langkah mutlak demi keselamatan publik. "Kondisi lereng di sepanjang kawasan Lembah Anai pascalongsor masih sangat labil dan menyimpan potensi besar terjadinya longsoran susulan," ujarnya. Pihaknya meminta masyarakat untuk bersabar menanti hingga jalur benar-benar dinyatakan steril dan aman oleh petugas berwenang. 

Lebih lanjut, Kabalai BPJN Sumbar juga mengingatkan para pengendara untuk selalu meningkatkan kewaspadaan dan memantau perkembangan cuaca sebelum bepergian. "Kami mengimbau seluruh pengguna jalan yang nantinya melewati jalur ini agar ekstra hati-hati, menjaga jarak aman, dan selalu mematuhi rambu serta instruksi petugas di lapangan demi keselamatan bersama," pungkasnya. (Nofri Tanjung) 

Sumbar, netralpost --- Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat, di bawah Direktorat Jenderal Bina Marga, terus mematangkan infrastruktur daerah dengan mempercepat pembangunan ulang Jembatan Gantung Duku. Proyek strategis ini terus berjalan secara konsisten guna menggantikan struktur lama agar lebih kokoh. Kehadiran infrastruktur yang diperbarui ini ditargetkan mampu menjawab kebutuhan aksesibilitas warga yang kian meningkat dari waktu ke waktu.

Setiap tahapan pekerjaan di lapangan, mulai dari pengecoran fondasi hingga perakitan struktur utama, dilakukan dengan pengawasan ketat. BPJN Sumatera Barat memastikan bahwa seluruh proses konstruksi memenuhi standar teknis yang berlaku demi menjaga kualitas bangunan. Upaya maksimal ini dilakukan demi menghadirkan fasilitas penyeberangan yang jauh lebih aman, nyaman, dan andal bagi seluruh lapisan masyarakat yang melintas.

Pembangunan ulang jembatan gantung ini memegang peranan krusial bagi mobilitas harian penduduk setempat. Sebelum dilakukan perbaikan total, keterbatasan kapasitas jembatan sering kali menghambat pergerakan kendaraan dan pejalan kaki. Dengan struktur baru yang lebih representatif, warga nantinya dapat melintas tanpa rasa was-was, sekaligus memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

Selain mempermudah mobilitas, selesainya proyek ini diproyeksikan akan memperlancar berbagai aktivitas ekonomi lokal. Distribusi hasil pertanian, barang dagangan, dan pasokan logistik harian tidak lagi terkendala oleh infrastruktur yang rusak atau sempit. Konektivitas yang lancar ini diharapkan mampu menghidupkan urat nadi perekonomian masyarakat di sekitar kawasan Duku dan sekitarnya.

Di sisi lain, jembatan ini juga berfungsi strategis dalam memperkuat hubungan serta interaksi sosial antarwilayah yang sempat terisolasi atau terbatas aksesnya. Integrasi wilayah yang lebih baik akan membuka peluang kerja sama yang lebih luas di berbagai sektor, termasuk pendidikan dan kesehatan. Oleh karena itu, penyelesaian jembatan gantung ini menjadi salah satu prioritas pembangunan infrastruktur di tingkat regional.

Guna memastikan proyek ini selesai tepat waktu dan memberikan manfaat optimal, dukungan penuh dari masyarakat sangat diperlukan. Sinergi antara pemerintah melalui Kementerian PUPR dan warga setempat menjadi kunci utama kelancaran pembangunan di lapangan. Mari bersama-sama mendukung percepatan proyek ini demi mewujudkan wilayah Sumatera Barat yang semakin terhubung, maju, dan sejahtera. (Nofri Tanjung) 

SUMBAR, netralpost --- Tidak banyak yang menyadari bahwa setiap perjalanan yang nyaman di atas jalan nasional sesungguhnya lahir dari proses panjang yang melibatkan perencanaan matang, pengawasan ketat, serta dedikasi banyak pihak di balik layar. Kini, perubahan itu tampak nyata pada ruas Jalan Nasional Padang–Painan–Kambang, khususnya di kawasan Bungus Teluk Kabung. Hamparan aspal hotmix yang membentang rapi menghadirkan wajah baru jalur strategis Sumatera Barat yang tidak hanya nyaman dilalui, tetapi juga sedap dipandang mata.

Di balik perubahan tersebut, terdapat sosok Masudi, S.T., M.T., Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Satker PJN) Wilayah II Provinsi Sumatera Barat, bersama Yan Purwandi, S.T., Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.3 Provinsi Sumatera Barat, yang terus mengawal pelaksanaan preservasi jalan nasional agar berjalan sesuai standar mutu dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat.

Bagi warga Sumatera Barat, ruas Padang–Painan–Kambang bukan sekadar jalan biasa. Jalur ini merupakan nadi penghubung yang menggerakkan roda kehidupan masyarakat. Dari aktivitas perdagangan, pendidikan, kesehatan, hingga pariwisata, semuanya bergantung pada kelancaran akses jalan yang memadai.

Setiap pagi hingga malam hari, arus kendaraan tak pernah sepi. Truk pengangkut kebutuhan pokok, kendaraan umum, mobil pribadi, hingga wisatawan yang hendak menikmati pesona pesisir selatan, semuanya bertemu di jalur vital tersebut.

Karena tingginya intensitas penggunaan, kondisi jalan membutuhkan perhatian serius. Jika tidak dipelihara secara berkala, kualitas permukaan jalan akan mengalami penurunan yang berpotensi mengganggu kenyamanan dan keselamatan pengguna jalan.

Berangkat dari kebutuhan itulah, BPJN Sumatera Barat melalui Satker PJN Wilayah II terus melakukan langkah-langkah preservasi guna menjaga kualitas jalan nasional tetap berada dalam kondisi prima.

Masudi, S.T., M.T. memahami bahwa infrastruktur jalan merupakan salah satu wajah pelayanan pemerintah yang paling dekat dengan masyarakat. Jalan yang baik akan menghadirkan kenyamanan, mempercepat mobilitas, sekaligus mendukung pertumbuhan ekonomi daerah.

Di bawah koordinasinya, berbagai program pemeliharaan dan peningkatan kualitas jalan nasional terus dilaksanakan secara berkesinambungan. Setiap pekerjaan tidak hanya dituntut selesai tepat waktu, tetapi juga harus memenuhi standar kualitas yang telah ditetapkan.

Sementara itu, Yan Purwandi, S.T. selaku PPK 2.3 memiliki tanggung jawab besar dalam memastikan seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai spesifikasi teknis. Mulai dari proses persiapan, pelaksanaan, hingga pengawasan mutu menjadi bagian yang tidak terpisahkan dari tugas yang diembannya.

Kerja-kerja teknis yang dilakukan mungkin tidak selalu terlihat oleh masyarakat. Namun hasilnya kini dapat dirasakan secara langsung oleh setiap pengguna jalan yang melintas.

Di kawasan Bungus Teluk Kabung, perubahan itu begitu mencolok. Permukaan jalan yang sebelumnya mengalami penurunan kualitas kini berubah menjadi hamparan aspal yang rata, kuat, dan nyaman dilalui.

Banyak pengendara mengaku merasakan perbedaan yang signifikan. Getaran kendaraan berkurang, perjalanan menjadi lebih lancar, dan rasa aman saat berkendara semakin meningkat.

Tidak hanya memberikan kenyamanan, kondisi jalan yang baik juga berpengaruh terhadap efisiensi waktu perjalanan. Mobilitas masyarakat menjadi lebih lancar sehingga aktivitas ekonomi dapat berjalan lebih optimal.

Bagi para pelaku usaha, keberadaan jalan yang berkualitas merupakan faktor penting dalam mempercepat distribusi barang dan jasa. Sementara bagi masyarakat umum, jalan yang baik berarti kemudahan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari.

Menariknya, pekerjaan preservasi yang dilakukan tidak hanya memberikan manfaat fungsional. Secara visual, ruas jalan yang telah dilapisi aspal hotmix menghadirkan panorama yang memikat.

Di satu sisi terbentang keindahan laut pesisir Bungus, sementara di sisi lain berdiri kokoh perbukitan hijau yang menjadi ciri khas kawasan tersebut. Di tengah panorama alam itu, jalan nasional tampak membelah lanskap bak pita hitam yang memanjang mengikuti lekuk alam.

Pemandangan tersebut menjadi daya tarik tersendiri bagi pengguna jalan. Tidak sedikit yang mengabadikan momen saat melintasi kawasan tersebut karena tampil lebih bersih, tertata, dan indah dibandingkan sebelumnya.

Namun bagi Masudi dan Yan Purwandi, keberhasilan pekerjaan bukanlah soal tampilan semata. Yang lebih penting adalah bagaimana infrastruktur tersebut mampu memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dalam jangka panjang.

Karena itu, aspek mutu menjadi perhatian utama dalam setiap tahapan pekerjaan. Material yang digunakan harus memenuhi spesifikasi, metode pelaksanaan harus sesuai ketentuan, dan hasil pekerjaan harus mampu memberikan usia layanan yang optimal.

Komitmen tersebut sejalan dengan semangat BPJN Sumatera Barat dalam menghadirkan infrastruktur yang berkualitas, aman, dan berkelanjutan.

Keberhasilan preservasi ruas Padang–Painan–Kambang juga menjadi bukti bahwa pembangunan infrastruktur yang dikelola secara profesional mampu memberikan dampak besar bagi kehidupan masyarakat.

Jalan yang baik bukan hanya memperpendek jarak tempuh. Jalan yang baik mampu membuka peluang ekonomi, memperkuat konektivitas antarwilayah, meningkatkan daya saing daerah, serta mendukung pertumbuhan sektor pariwisata.

Hari ini, masyarakat mungkin hanya melihat hamparan aspal yang mulus. Namun di baliknya terdapat kerja keras, tanggung jawab, dan dedikasi yang dijalankan dengan penuh komitmen oleh jajaran BPJN Sumatera Barat.

Di bawah kepemimpinan Masudi, S.T., M.T. sebagai Kepala Satker PJN Wilayah II Provinsi Sumatera Barat dan pengawalan teknis oleh Yan Purwandi, S.T. selaku PPK 2.3 Provinsi Sumatera Barat, ruas Jalan Nasional Padang–Painan–Kambang kini tampil lebih baik, lebih aman, dan semakin membanggakan.

Bagi masyarakat yang setiap hari melintasi jalur tersebut, perubahan itu bukan sekadar proyek pembangunan. Ia adalah bukti nyata hadirnya negara melalui pembangunan infrastruktur yang berkualitas untuk mendukung kehidupan masyarakat dan kemajuan Sumatera Barat.

Jalan nasional yang terawat bukan hanya sarana transportasi, melainkan fondasi pertumbuhan ekonomi, keselamatan pengguna jalan, dan kemajuan daerah. Infrastruktur yang berkualitas akan selalu menjadi investasi terbaik bagi masa depan masyarakat.(*) 


 

PADANG, NETRALPOST — Kondisi infrastruktur jalan yang mantap dan prima menjadi kunci utama dalam mendorong pertumbuhan ekonomi serta menjamin keselamatan pengguna jalan. Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 terus membuktikan komitmen tersebut secara nyata. Langkah ini diambil demi mendukung mobilitas masyarakat yang aman, nyaman, dan tanpa hambatan di jalur-jalur strategis provinsi.

Pekerjaan preservasi jalan kini gencar dilakukan pada ruas utama yang menghubungkan Padang – Solok – Sawahlunto. Jalur lintas ini dikenal memiliki volume kendaraan yang padat serta peran krusial sebagai urat nadi transportasi logistik antardaerah. Dengan adanya perbaikan berkelanjutan, potensi kerusakan jalan yang dapat menghambat perjalanan masyarakat dapat ditekan seminimal mungkin.

Preservasi ini mencakup pemeliharaan rutin, perbaikan permukaan aspal, hingga penataan drainase di sepanjang jalur operasional. Melalui kegiatan yang terencana dengan baik ini, kualitas layanan jalan nasional di wilayah Sumatera Barat dapat terus dipertahankan pada performa terbaiknya. Konektivitas antardistrik pun tetap terjaga sehingga memicu efisiensi waktu tempuh bagi para pengendara.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.1 BPJN Wilayah Sumatera Barat, Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si., menegaskan bahwa fokus utama proyek ini adalah memberikan pelayanan publik yang maksimal. "Kami berkomitmen penuh untuk menjaga kemantapan jalan ini demi menghadirkan infrastruktur yang andal bagi seluruh lapisan masyarakat. Kepuasan, keamanan, dan kenyamanan para pengguna jalan saat melintas adalah prioritas tertinggi yang mendasari setiap jengkal pekerjaan preservasi yang kami lakukan di lapangan," ujarnya saat meninjau lokasi kerja.

Dampak positif dari perbaikan intensif ini langsung dirasakan oleh arus distribusi logistik dan pergerakan ekonomi lokal yang kian lancar. Komoditas pangan, barang industri, hingga mobilitas warga kini dapat bergerak lebih cepat tanpa khawatir terkendala akses yang rusak. Keamanan berkendara yang meningkat secara signifikan juga berhasil memangkas angka risiko kecelakaan di sepanjang jalur Padang hingga Sawahlunto.

Masyarakat dan para sopir angkutan lintas kota menyampaikan apresiasi tinggi terhadap respons cepat serta keseriusan BPJN Sumatera Barat dalam merawat jalan. Infrastruktur yang baik terbukti tidak sekadar membangun fisik jalan, melainkan menjadi pilar utama dalam mendukung keselamatan jiwa dan kesejahteraan sosial masyarakat. Warga berharap kinerja impresif ini terus dipertahankan demi kemajuan konektivitas di ranah Minang.(nofri Tanjung) 


 

BUKITTINGGI, NETRALPOST – Komitmen untuk menjaga infrastruktur jalan nasional yang prima terus digalakkan oleh Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat melalui instansi terkait. Salah satu langkah konkret yang diambil adalah dengan konsistensi pelaksanaan program Padat Karya Rutin. Program ini bertujuan memastikan kondisi jalan tetap aman dan nyaman bagi pengguna jalan yang melintasi jalur-jalur strategis di wilayah Sumatera Barat.

​Hingga April 2026, fokus pengerjaan diarahkan pada ruas Jalan Batas Kota Bukittinggi menuju Batas Provinsi Sumatera Utara. Ruas jalan ini merupakan urat nadi transportasi yang sangat vital, karena menjadi jalur utama penghubung antarprovinsi yang mendukung distribusi logistik dan mobilitas masyarakat. Keberadaan jalan yang mantap di wilayah ini menjadi prioritas utama guna menghindari hambatan transportasi di jalur lintas tengah Sumatera.

​Salah satu fokus utama dalam kegiatan rutin ini adalah perawatan drainase atau saluran air di sepanjang bahu jalan. Petugas di lapangan melakukan pembersihan sedimen dan sampah yang menyumbat saluran agar aliran air tetap lancar, terutama saat intensitas hujan tinggi. Drainase yang berfungsi dengan baik sangat krusial untuk mencegah air meluap ke badan jalan, yang merupakan penyebab utama kerusakan aspal dan pemicu kecelakaan.

​Selain menjaga kualitas infrastruktur, program Padat Karya ini memiliki dimensi sosial yang kuat. Dengan melibatkan warga lokal sebagai tenaga kerja, program ini berhasil membuka lapangan kerja musiman bagi masyarakat sekitar. Hal ini membuktikan bahwa pembangunan infrastruktur tidak hanya tentang beton dan aspal, tetapi juga tentang pemberdayaan ekonomi dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sepanjang jalur pengerjaan.

​Manfaat ganda dari kegiatan ini dirasakan langsung oleh lingkungan sekitar yang menjadi lebih bersih dan tertata. Lingkungan jalan yang terawat diharapkan dapat memberikan kesan positif bagi wisatawan maupun pengendara yang melintas. Langkah ini sejalan dengan semangat membangun negeri yang responsif terhadap kebutuhan rakyat, baik dari segi keamanan berkendara maupun peluang ekonomi bagi warga lokal.

​BPJN Sumatera Barat melalui PPK 1.3 Efriwandi, ST., MT. menghimbau kepada seluruh masyarakat dan pengguna jalan agar selalu berhati-hati saat melintasi lokasi pengerjaan dan mematuhi rambu-rambu yang ada. Masyarakat juga diharapkan ikut berperan aktif dalam menjaga kebersihan drainase dengan tidak membuang sampah ke saluran air. Kerja sama antara pemerintah dan masyarakat sangat diperlukan agar infrastruktur jalan yang sudah dibangun dapat terjaga fungsinya dalam jangka waktu yang lama.(nofri tanjung) 


SUMBAR, NETRALPOST | Di balik ramainya lalu lintas di jalan nasional Sumatera Barat, ada pekerjaan yang berjalan tanpa banyak terlihat namun berdampak langsung bagi keselamatan. Preservasi jembatan menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan BPJN 2.1 Sumbar. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah teknis untuk memastikan setiap struktur tetap layak dilalui. Perawatan dilakukan secara berkala agar potensi kerusakan bisa ditekan sejak awal.

Dalam periode April 2026, sejumlah jembatan di jalur strategis masuk dalam penanganan. Tim turun berdasarkan hasil identifikasi kondisi lapangan, bukan menunggu kerusakan besar terjadi. Pendekatan ini dipilih untuk menjaga fungsi jembatan tetap stabil dalam jangka panjang. Setiap titik memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya disesuaikan.

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pemasangan expansion joint tipe asphaltic plug. Bagian ini berfungsi sebagai penghubung antar segmen jembatan yang memungkinkan pergerakan struktur. Jika tidak dalam kondisi baik, sambungan ini bisa menimbulkan getaran hingga kerusakan lanjutan. Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan detail dan pengawasan ketat.

Di kawasan Overpass Duku, aktivitas tersebut tampak dari adanya pembatasan sebagian lajur. Pekerja terlihat fokus menyelesaikan pemasangan sambungan dengan metode yang telah ditentukan. Lalu lintas tetap berjalan, meski harus diatur agar tidak terjadi kepadatan. Situasi ini menggambarkan bagaimana pekerjaan teknis harus berjalan berdampingan dengan manajemen arus kendaraan.

Selain pada struktur utama, perhatian juga diarahkan ke bagian pengaman jembatan seperti railing. Komponen ini rentan terhadap karat akibat paparan panas dan hujan. Jika dibiarkan, kekuatannya bisa menurun dan berisiko terhadap keselamatan. Oleh sebab itu, dilakukan pembersihan menyeluruh dan pengecatan ulang.

Di Jembatan Batang Lembang, proses perawatan railing terlihat cukup signifikan. Permukaan besi yang mulai kusam dibersihkan sebelum dilapisi cat baru. Tahapan ini dilakukan agar hasilnya tidak hanya rapi, tetapi juga bertahan lama. Perubahan yang terjadi memang tidak mencolok, namun penting bagi ketahanan struktur.

Penanganan serupa juga berlangsung di Jembatan Tanjung Sabar. Dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat, pekerjaan dilakukan secara hati-hati. Petugas mengatur ruang kerja agar tidak mengganggu pengguna jalan. Di sisi lain, kualitas pekerjaan tetap dijaga agar sesuai dengan standar yang berlaku.

Sementara di Jembatan Lara B, fokus pekerjaan berada pada bagian yang mulai terpengaruh korosi. Pembersihan dilakukan hingga ke bagian detail sebelum proses pengecatan dimulai. Langkah ini penting agar lapisan pelindung dapat menempel dengan maksimal. Hasil akhirnya diharapkan mampu memperpanjang usia pakai railing.

PPK 2.1 BPJN Sumbar, Zulfikar Kurniawan, mengatakan pekerjaan seperti ini sering dianggap kecil, padahal dampaknya langsung dirasakan. “Sambungan di jembatan itu kalau bermasalah, pengguna jalan pasti merasakan. Bisa timbul getaran atau bunyi yang mengganggu, bahkan berisiko kalau dibiarkan,” ujarnya kepada awak media. Ia menekankan bahwa pekerjaan dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Menurutnya, pendekatan pencegahan lebih efektif dibanding menunggu kerusakan besar. “Secara visual mungkin masih terlihat bagus, tapi secara teknis sudah harus ditangani. Itu yang kita lakukan di lapangan,” katanya. Dengan cara ini, fungsi jembatan bisa tetap terjaga tanpa harus melakukan perbaikan besar.

Ia juga menyoroti pentingnya perawatan pada bagian railing. “Banyak yang anggap ini hal kecil, padahal fungsinya sebagai pengaman. Kalau sudah berkarat dan tidak ditangani, tentu ada risiko,” ujarnya. Karena itu, pekerjaan pembersihan dan pengecatan menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari preservasi.

Di lapangan, pekerjaan tidak selalu berjalan mudah. Faktor cuaca dan padatnya lalu lintas menjadi tantangan yang harus dihadapi. Penyesuaian metode kerja dilakukan agar aktivitas tetap aman bagi pekerja dan pengguna jalan. BPJN 2.1 Sumbar memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan perhitungan matang dan tetap mengutamakan keselamatan.(nofri) 


 

PADANG, NETRALPOST– Proyek strategis nasional Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan dan kecelakaan di jalur ekstrem Padang-Solok mulai memasuki tahapan krusial. Namun, di balik progres teknis yang berjalan, muncul isu miring terkait minimnya keterlibatan pemangku adat atau Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan dalam proses koordinasi di lapangan.

Dalam konfrensi pers dengan Sejumlah Ketua KAN, tokoh masyarakat dan anak nagari di Lubuak Kilangan menyayangkan sikap pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dinilai berjalan sendiri tanpa melakukan dialog mendalam dengan pemangku adat setempat. Padahal, wilayah Sitinjau Lauik secara ulayat berada di bawah naungan Nagari di Kecamatan Lubuak Kilangan.

​"Pembangunan ini memang untuk kepentingan umum, tapi jangan sampai melupakan kearifan lokal. Kami merasa Niniak Mamak hanya dijadikan penonton dalam proyek yang berada di tanah ulayat kami sendiri. Kami hanya ingin koordinasi untuk memperlancar kepentingan bersama, "ujar Dani Faizal seorang tokoh muda Lubuk kilangan. 

"Kami tidak pernah menghambat tapi hargai orang yang ada di lokasi proyek fly over", Sambungnya. 

"Proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang kini melaju dengan ritme sangat cepat mulai memicu kekhawatiran dari kalangan pemangku adat. Meski proyek ini mendapatkan dukungan luas, muncul keresahan mengenai minimnya keterlibatan riil Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan (Luki) dalam proses strategis di lapangan", Ujar Ketua KAN Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang. 

​Kekhawatiran utama muncul karena pihak Niniak Mamak merasa peran mereka hanya sebatas formalitas administratif. "Kami di Lubuak Kilangan merasa tidak dilibatkan secara subtansial; nama kami hanya dicantumkan di dalam Surat Keputusan (SK), namun dalam pelaksanaan koordinasi kami ditinggalkan,"Imbuh Armansyah Datuak Gadang. 

Kemudian Ketua Satgas Nagari Lubuk Kilangan Nispan jumadil, SH, mengatakan Pihak masyarakat adat mengingatkan bahwa "kelonggaran yang diberikan selama ini jangan disalahartikan sebagai pengabaian hak-hak ulayat. Mereka mendesak agar ada ruang komunikasi yang lebih terbuka agar pembangunan ini tidak meninggalkan masalah hukum maupun sosial bagi anak kemenakan di masa depan, " Katanya. 

Kemudian, Dani Faizal juga mengingatkan, "Transparansi dan pelibatan aktif Niniak Mamak Lubuak Kilangan bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan kunci utama untuk menjamin stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan di tanah ulayat. Jangan sampai ambisi percepatan proyek mengabaikan kearifan lokal yang justru berpotensi menjadi hambatan besar bagi keberlanjutan proyek ini di masa depan", Tutupnya.(Nofri_Tanjung) 


 

Solok, netralpost - Perbaikan besar-besaran pada ruas jalan nasional yang menghubungkan Lubuk Selasih, Kabupaten Solok, hingga Solok Selatan terus menunjukkan progres positif. 

Jalur vital ini diproyeksikan rampung sepenuhnya pada 2027, sejalan dengan penyelesaian pembangunan Flyover Sitinjau Lawik Tahap I yang digarap dengan nilai investasi mencapai Rp2,79 triliun.

Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, menegaskan bahwa pembenahan infrastruktur jalan tersebut bukan sekadar proyek fisik, melainkan langkah strategis untuk menggerakkan roda ekonomi dan membuka akses pariwisata yang lebih luas di wilayah Solok Raya.

“Ketika jalannya sudah layak, arus barang dan orang akan jauh lebih lancar. Dampaknya langsung terasa pada sektor ekonomi dan pariwisata, khususnya di Solok Selatan,” ujar Zigo, Senin (12/1/2026).

Ia mengungkapkan, khusus untuk wilayah Kabupaten Solok, pengerjaan jalan di ruas Air Dingin telah selesai dengan total anggaran mencapai Rp293 miliar. Dua jembatan penting, yakni Jembatan Air Dingin dan Jembatan Pisau Hilang, kini telah berfungsi dan dimanfaatkan oleh masyarakat.

Peningkatan kualitas jalan ini juga memangkas waktu tempuh dari Kota Padang menuju Solok Selatan. Jalur yang sebelumnya dikenal sempit dan rawan kerusakan kini mulai berubah menjadi lebih lebar dan aman dilalui berbagai jenis kendaraan.

“Masih ada sisa anggaran sebesar Rp223 miliar dari kontrak multiyears yang difokuskan untuk penyempurnaan jalan nasional dan ditargetkan rampung tahun ini,” jelas legislator Partai Golkar tersebut.

Menurut Zigo, keterbatasan akses selama ini menjadi salah satu faktor utama rendahnya kunjungan wisatawan ke Solok Selatan. Kondisi jalan yang belum memadai menyulitkan bus pariwisata maupun kendaraan besar untuk masuk ke daerah tersebut.

Oleh sebab itu, ia memastikan akan terus mengawal percepatan pembangunan jalan nasional Lubuk Selasih–Solok Selatan hingga benar-benar memenuhi standar kenyamanan dan keselamatan.

 


Alahan Panjang, netralpost— Pemerintah Kabupaten Solok meresmikan Paket Inpres Jalan Daerah (IJD) Perbaikan Jalan Taratak Galundi, Alahan Panjang, pada Jum’at (09/01/2026). Peresmian ini menjadi bukti nyata sinergi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan legislatif dalam mendukung percepatan pembangunan infrastruktur jalan di Kabupaten Solok.

Peresmian IJD dihadiri Pemerintah Kabupaten Solok yang diwakili oleh Wabup Solok H. Candra, S.H.I, Anggota DPR RI Komisi V Bapak Zigo Rolanda, S.E., M.M, Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Bapak Yogi Pratama, S.E., Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, S.T., M.Sc., M.Eng, Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Ibu Effia Vivi Fortuna, S.E., M.M, Anggota DPRD Kabupaten Solok Fraksi Golkar dan PAN Dapil V, Ketua Fraksi Golkar DPRD Kabupaten Solok, unsur Bundo Kanduang, Camat, Wali Nagari beserta jajaran, serta tokoh masyarakat setempat.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Solok H. Candra, S.H.I menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada Anggota DPR RI Komisi V Bapak Zigo Rolanda serta Kepala BPJN Sumatera Barat beserta jajaran atas dukungan dan perjuangan yang telah diberikan kepada Kabupaten Solok.

“Di tengah efisiensi anggaran daerah yang luar biasa, dimana transfer daerah kita dipotong hingga Rp.222 miliar, Alhamdulillah Kabupaten Solok pada tahun 2025 masih mendapatkan dua program Inpres Jalan Daerah (IJD). Satu di Taratak Galundi ini, dan satu lagi di Bukik Kanduang dengan total bantuan sekitar Rp. 22 miliar. Nilai ini sangat besar dan sangat berarti bagi Kabupaten Solok,” ujar Wabup.

Lebih lanjut, Wabup Candra juga menyampaikan bahwa pada tahun 2026, BPJN Sumatera Barat akan mengelola anggaran sekitar Rp.293 miliar yang Insyaallah akan dikerjakan dalam tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk mendukung dan mengawal pelaksanaan pembangunan tersebut, serta memberikan dukungan kepada wakil rakyat yang benar-benar memperjuangkan kepentingan daerah.

Sementara itu, Anggota DPR RI Komisi V Bapak Zigo Rolanda, S.E., M.M dalam sambutannya menjelaskan bahwa Program Inpres Jalan Daerah bukanlah program baru, melainkan telah ada sejak lama dan terus dilanjutkan sebagai bentuk komitmen pemerintah pusat, dalam pemerataan pembangunan infrastruktur.

“Inpres Jalan Daerah ini berproses melalui Kementerian PUPR dan dibahas bersama DPR RI Komisi V. Usulan berasal dari kabupaten/kota melalui aplikasi SETIA, yang membutuhkan rekomendasi dari instansi terkait dan anggota DPR. Kabupaten Solok berhasil mendapatkan Rp.8 miliar untuk tahap pertama dan Rp.12 miliar untuk tahap kedua di Bukik Kanduang, yang saat ini telah selesai dikerjakan,” jelas Zigo.

Ia juga menyampaikan bahwa ke depan akan ada Program Inpres Irigasi di tujuh lokasi, serta proyek jalan besar lainnya seperti kontrak jalan Aie Dingin senilai Rp. 220 miliar yang pemenangnya telah ditetapkan pada 12 Desember lalu. Zigo berharap masyarakat dapat memahami setiap proses pembangunan, termasuk proses administrasi dan dinamika politik anggaran di pusat, serta mendukung kelancaran pembangunan di daerah.

Pada kesempatan yang sama, Kepala BPJN Sumatera Barat Elsa Putra Friandi, S.T., M.Sc., M.Eng melaporkan bahwa pekerjaan IJD Kabupaten Solok merupakan hasil dari proses panjang yang dimulai dari usulan daerah, pembahasan di Kementerian Keuangan, hingga finalisasi di DPR RI.

“Untuk Paket Inpres Jalan Daerah Kabupaten Solok ini, pekerjaan yang dilaksanakan berupa overlay dan pelebaran badan jalan sepanjang 2,4 kilometer dengan nilai kontrak Rp.8,4 miliar. Pekerjaan dimulai pada 3 Oktober 2025 dan selesai pada 30 Desember 2025. Lebar jalan yang sebelumnya 4,5 meter kini diperlebar menjadi 5,5 meter,” ungkap Elsa.

Ia juga mengucapkan terima kasih atas dukungan semua pihak, khususnya Anggota DPR RI Komisi V, sehingga pelaksanaan IJD di Kabupaten Solok dapat berjalan lancar dan tepat waktu.

Dengan diresmikannya jalan Taratak Galundi Alahan Panjang ini, diharapkan dapat meningkatkan konektivitas antarwilayah, memperlancar mobilitas masyarakat, serta mendorong pertumbuhan ekonomi dan kesejahteraan masyarakat Kabupaten Solok, khususnya di wilayah Alahan Panjang dan sekitarnya.

 

Padang, netralpost - Jalur By Pass, urat nadi lalu lintas nasional di Kota Padang, kini tak ubahnya ladang ranjau bagi pengendara. Setelah dihantam hujan lebat tanpa henti selama 12 hari, badan jalan di kawasan Siti Rahmah, KM. 15, Aie Pacah, Koto Tangah, dipenuhi lubang-lubang menganga yang siap menjebak.

Kondisi darurat ini telah dikonfirmasi oleh Zulfikar Kurniawan, ST., M.Si. selaku PPK 2.1 Wilayah II Sumatera Barat. Ia tak menampik bahwa timnya kini tengah berjuang menghadapi "bencana" perkerasan jalan.

"Kami lagi hadapi bencana, banyak lubang yang harus ditangani pasca hujan deras selama 12 hari dan masih banjir di seputaran Siti Rahmah," ungkap Zulfikar, menggambarkan situasi yang mendesak.

Kerusakan masif ini bukan semata-mata karena usia aspal, melainkan kombinasi fatal antara intensitas curah hujan yang ekstrem dan buruknya tata kelola air. Curah hujan tinggi mengubah setiap tetes air menjadi godam yang menggerus lapisan aspal.

"Air hujan yang tidak terserap dengan baik oleh permukaan jalan akan menggerus lapisan aspal," jelas Zulfikar.

Namun, akar masalah menjadi lebih dalam. Genangan air yang tak terhindarkan akibat sistem drainase yang tak mampu menampung debit air, menjadi pemicu utama. Air meresap perlahan ke dalam struktur pondasi jalan, menciptakan rongga, hingga akhirnya menimbulkan kerusakan struktural yang lebih parah seperti lubang atau bahkan amblas. Jalan nasional pun berubah menjadi kolam yang menyembunyikan jebakan berbahaya.

Di tengah kegelapan malam dan sisa-sisa genangan, sebuah papan peringatan sederhana dipasang. Tulisannya tegas, diwarnai rasa putus asa sekaligus peringatan: "HATI - HATI JALAN BANYAK BERLUBANG." Rambu darurat ini menjadi mercusuar bagi para pengendara yang melintas, terutama saat visibilitas menurun.

Menyadari bahaya yang mengintai, Zulfikar Kurniawan mengeluarkan himbauan keras kepada masyarakat pengguna jalan. Ini adalah masa-masa krusial di mana kecepatan harus ditukar dengan kewaspadaan.

"Kami menghimbau kepada para pengendara untuk berhati-hati, jangan ngebut, tingkatkan kewaspadaan pada saat berkendara," pesannya.

Saat ini, upaya penanganan darurat tengah digencarkan. Namun, hingga perbaikan tuntas dan sistem drainase kawasan tersebut diperbaiki secara menyeluruh, By Pass KM. 15 Padang akan tetap menjadi zona rawan, menuntut kesabaran dan kehati-hatian ekstra dari setiap roda yang melintas di atasnya.(rls)


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.