Rektor Martin Kustati, Beri Materi Peserta Pelatihan PPMB




Padang- Rektor UIN Imam Bonjol Padang Prof. Dr. Martin Kustati, M.Pd., memberikan materi dengan tema Moderasi Beragama  di hadapan peserta Pelatihan Penggerak Penguatan Moderasi Beragama(PPMB) Angkatan I di Balai Diklat Keagamaan (BDK) Padang, Selasa (12/4/22)

Indonesia merupakan negara yang memiliki masyarakat yang Relijius dan semu. Meskipun bukanlah negara agama, masyarakat lengkap dengan kehidupan beragama dan kemerdekaan beragama dijamin oleh konstitusi. Menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tantangan bagi setiap warga negara Indonesia.

Prof. Martin Kustati  menyatakan bahwa moderasi beragama merupakan hal yang menjadi urgensi untuk merawat keindonesiaan. 

“Berkembang nya cara pandang, sikap dan praktik beragama yang berlebihan (ekstrem) yang mengesampingkan martabat kemanusiaan, sehingga perlu untuk memperkuat esensi ajaran agama dalam kehidupan,  berkembangnya berbagai iklan kebenaran yang subyektif dan pemaksaan kehendak atas Tafsir agama serta pengaruh kepentingan ekonomi dan politik yang berpotensi memicu konflik, sehingga perlu mengelola keberagaman Tafsir keagamaan dengan mencerdaskan kehidupan Keberagamaan serta berkembang nya semangat beragama yang tidak selaras dengan kecintaan Berbangsa dalam bingkai NKRI”. ungkapnya mengemukakan beberapa alasan perlunya moderasi beragama. 

Lebih lanjut beliau menyampaikan bahwa Moderasi beragama merupakan Perekat antara semangat beragama dan komitmen Berbangsa. 

Pemerintah saat ini tengah gencar-gencarnya mensosialisasikan program Moderasi Beragama untuk mewujudkan sikap tolerasi antar umat beragama di Indonesia. Sebagai rakyat Indonesia yang beragama harus memberikan keleluasaan pada umat agama lain untuk menjalankan ibadahnya tanpa gangguan. Di Indonesia beragama pada hakikat nya Adalah Indonesia dan ber Indonesia itu pada hakikatnya adalah beragama.
Label:

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.