Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Batam batanglembang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodim Sijunjung Kominfo Solok korem padang kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Sumbar PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88



JAKARTA – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol Gatot Tri Suryanta didampingi Dirkrimsus Polda Sumbar, Kombes Pol Andry Kurniawan dan Kepala Dinas ESDM Sumbar melakukan langkah strategis dalam menangani isu pertambangan tanpa izin (PETI) di wilayah Sumatera Barat. Kapolda mendatangi Kantor Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) di Jakarta untuk mencari solusi permanen bagi para penambang lokal.
‎Dalam kunjungan tersebut, rombongan diterima langsung oleh Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia. Pertemuan ini memfokuskan pada percepatan transformasi aktivitas penambangan ilegal menjadi legal melalui payung hukum yang sah.
‎Langkah Konkret: Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) Berdasarkan hasil pertemuan, disepakati bahwa Pemerintah Provinsi Sumbar akan segera melengkapi dokumen administratif yang diperlukan. Menteri ESDM berkomitmen untuk segera menyerahkan dokumen Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) kepada Provinsi Sumatera Barat setelah persyaratan teknis terpenuhi.
‎"Kami berharap penataan WPR ini segera terwujud dan dilanjutkan dengan penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Dengan demikian, aktivitas masyarakat dapat diformalkan melalui mekanisme yang sah sesuai perundang-undangan," kata Kapolda Sumbar.
‎Solusi Jangka Panjang dan Kesejahteraan
‎ Upaya ini dipandang sebagai solusi "win-win" bagi semua pihak. Kapolda menegaskan bahwa pihak kepolisian akan terus mengawal proses ini agar tepat sasaran. Fokus utama dari kebijakan ini adalah:
‎Legalisasi: Mengubah status penambang ilegal menjadi pelaku usaha resmi.
‎Lingkungan: Memastikan aktivitas tambang memperhatikan standar kelestarian alam.
‎Ekonomi: Meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD) dan kesejahteraan masyarakat sekitar.
‎Dengan adanya komitmen dari Kementerian ESDM dan pengawalan ketat dari Polda Sumbar, diharapkan praktik PETI yang merusak lingkungan dapat ditekan, berganti dengan sektor pertambangan rakyat yang tertata dan memberikan manfaat nyata bagi ekonomi Sumatera Barat.(SRP)

 

PADANG – Pasca-bencana yang mengubah peta aliran sungai di Kota Padang, air bersih kini menjadi barang mewah sekaligus kebutuhan paling mendasar. Fenomena pendangkalan sungai dan keringnya sumur resapan warga memaksa banyak pihak untuk bergerak cepat. Merespons krisis ini, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus konsisten berada di garda terdepan guna memastikan tidak ada warga yang kehausan.

‎Hingga Selasa (20/1/2026), armada tangki Perumda AM Kota Padang terpantau masih aktif menyisir pemukiman. Hebatnya, bantuan ini tidak hanya menyasar pelanggan resmi, tetapi juga warga non-pelanggan yang terdampak parah. Perumda AM menegaskan bahwa dalam kondisi darurat, misi kemanusiaan berdiri di atas segalanya.

‎Kerja keras ini didukung penuh oleh sinergi lintas instansi. Sejak pertengahan Januari, BPBD, BNPB, dan PMI turut memperkuat armada distribusi. Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa meskipun didistribusikan oleh berbagai instansi, seluruh pasokan air tetap bersumber dari intake berkualitas milik Perumda di Palukahan dan Sikayan.

‎"Kami memastikan kualitas air tetap terjaga. Kolaborasi ini adalah kunci agar bantuan sampai ke titik terjauh yang paling membutuhkan," ujar Adhie.

‎Hingga saat ini, tercatat sebanyak 24.876,75 meter kubik air bersih telah mengalir ke tangan warga. Angka ini menjadi bukti nyata konsistensi layanan di tengah tantangan alam yang berat. Direksi Perumda AM pun menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada para mitra seperti Damkar, Dinas PU, dan BWSS V yang telah bahu-membahu dalam misi pemulihan ini.

‎Bagi warga Padang, deru mesin mobil tangki kini bukan sekadar suara kendaraan, melainkan simbol harapan dan solidaritas untuk bangkit kembali.




PADANG – Wakil Ketua DPRD Sumatera Barat, Evi Yandri Rajo Budiman, memberikan peringatan keras kepada Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sumbar agar tidak main-main dengan Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) Badan Pemeriksa Keuangan (BPK). Ia menegaskan bahwa temuan BPK harus menjadi "obat kuat" untuk memperbaiki tata kelola pemerintahan, bukan sekadar dokumen administratif.

Pernyataan tegas tersebut disampaikan Evi Yandri saat menerima LHP Kepatuhan atas Kegiatan Peningkatan Sarana dan Prasarana Pendidikan Menengah tahun anggaran 2024 hingga Triwulan III 2025 di Kantor BPK Perwakilan Sumbar, Senin (19/1).
Soroti Kerawanan Penyelewengan Dana Pendidikan

Dalam sambutannya, Evi Yandri menggarisbawahi bahwa sektor pendidikan merupakan salah satu bidang yang paling rawan terjadi praktik penyelewengan anggaran. Padahal, kualitas SDM Sumatera Barat sangat bergantung pada efektivitas penggunaan dana tersebut.

“Pemeriksaan ini krusial. Infrastruktur pendidikan yang layak adalah syarat mutlak. Kami di DPRD akan mempelajari rekomendasi ini secara mendalam untuk memastikan dana pendidikan benar-benar sampai ke tujuannya, bukan bocor di tengah jalan,” tegas Evi Yandri.

Ia juga mengapresiasi langkah BPK yang berfungsi sebagai instrumen pencegahan (deteksi dini) sebelum indikasi penyimpangan berdampak lebih luas terhadap kualitas belajar mengajar di Sumbar.
Rapor Merah: Dari Kekurangan Volume hingga Data "Usang"

Kepala BPK Perwakilan Sumbar, Sudarminto Eko Putra, memaparkan sejumlah temuan yang cukup mencolok dalam LHP tersebut. Beberapa poin krusial yang perlu mendapat perhatian serius Pemprov Sumbar antara lain:

    Perencanaan Lemah: Dinas Pendidikan ditemukan belum menggunakan data terbaru (pemutakhiran) sarana dan prasarana dalam menyusun skala prioritas.

    Masalah Pengadaan: Satuan pendidikan tidak melakukan perbandingan harga atau negosiasi yang memadai dengan penyedia barang/jasa.

    Fisik Bermasalah: Ditemukan kekurangan volume pada 17 paket pekerjaan pembangunan gedung dan bangunan.

    Administrasi Keuangan: Pembayaran biaya personel jasa konsultansi ditemukan tidak sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Tenggat Waktu 60 Hari

Menanggapi temuan tersebut, Gubernur Sumbar Mahyeldi menyatakan komitmennya untuk melakukan tindak lanjut secara cepat. Ia menginstruksikan seluruh perangkat daerah terkait untuk memperkuat pengendalian internal agar kesalahan serupa tidak terulang.

“Kami jadikan ini bahan evaluasi berharga. Pemprov berkomitmen menyelesaikan seluruh rekomendasi BPK secara bertanggung jawab dan tepat waktu,” ujar Mahyeldi.

Sesuai aturan perundang-undangan, Pemprov Sumbar kini berkejaran dengan waktu. BPK memberikan batas waktu maksimal 60 hari bagi pemerintah daerah untuk memberikan jawaban atau aksi nyata terkait tindak lanjut atas rekomendasi yang diberikan.

Evi Yandri menutup dengan harapan agar sinergi antara BPK, DPRD, dan Pemprov dapat melahirkan pemerintahan yang bersih dan transparan. "Jangan ada lagi temuan berulang di masa depan. Rakyat menunggu bukti nyata dari pembangunan pendidikan yang akuntabel," pungkasnya.(Adv)
 




 

 

PADANG, NETRALPOST– Proyek strategis nasional Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan dan kecelakaan di jalur ekstrem Padang-Solok mulai memasuki tahapan krusial. Namun, di balik progres teknis yang berjalan, muncul isu miring terkait minimnya keterlibatan pemangku adat atau Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan dalam proses koordinasi di lapangan.

Dalam konfrensi pers dengan Sejumlah Ketua KAN, tokoh masyarakat dan anak nagari di Lubuak Kilangan menyayangkan sikap pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dinilai berjalan sendiri tanpa melakukan dialog mendalam dengan pemangku adat setempat. Padahal, wilayah Sitinjau Lauik secara ulayat berada di bawah naungan Nagari di Kecamatan Lubuak Kilangan.

​"Pembangunan ini memang untuk kepentingan umum, tapi jangan sampai melupakan kearifan lokal. Kami merasa Niniak Mamak hanya dijadikan penonton dalam proyek yang berada di tanah ulayat kami sendiri. Kami hanya ingin koordinasi untuk memperlancar kepentingan bersama, "ujar Dani Faizal seorang tokoh muda Lubuk kilangan. 

"Kami tidak pernah menghambat tapi hargai orang yang ada di lokasi proyek fly over", Sambungnya. 

"Proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang kini melaju dengan ritme sangat cepat mulai memicu kekhawatiran dari kalangan pemangku adat. Meski proyek ini mendapatkan dukungan luas, muncul keresahan mengenai minimnya keterlibatan riil Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan (Luki) dalam proses strategis di lapangan", Ujar Ketua KAN Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang. 

​Kekhawatiran utama muncul karena pihak Niniak Mamak merasa peran mereka hanya sebatas formalitas administratif. "Kami di Lubuak Kilangan merasa tidak dilibatkan secara subtansial; nama kami hanya dicantumkan di dalam Surat Keputusan (SK), namun dalam pelaksanaan koordinasi kami ditinggalkan,"Imbuh Armansyah Datuak Gadang. 

Kemudian Ketua Satgas Nagari Lubuk Kilangan Nispan jumadil, SH, mengatakan Pihak masyarakat adat mengingatkan bahwa "kelonggaran yang diberikan selama ini jangan disalahartikan sebagai pengabaian hak-hak ulayat. Mereka mendesak agar ada ruang komunikasi yang lebih terbuka agar pembangunan ini tidak meninggalkan masalah hukum maupun sosial bagi anak kemenakan di masa depan, " Katanya. 

Kemudian, Dani Faizal juga mengingatkan, "Transparansi dan pelibatan aktif Niniak Mamak Lubuak Kilangan bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan kunci utama untuk menjamin stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan di tanah ulayat. Jangan sampai ambisi percepatan proyek mengabaikan kearifan lokal yang justru berpotensi menjadi hambatan besar bagi keberlanjutan proyek ini di masa depan", Tutupnya.(Nofri_Tanjung) 


Solok, netralpost -- Muhammad Zaky resmi terpilih sebagai Ketua Tanfiziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok Masa Khidmat  2026–2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-VI yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.

Konfercab NU ke-VI tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus MWC dan peserta Konfercab PCNU Kabupaten Solok. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat dan berlangsung di Ruang Rapat Gedung C Lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.

Hafnizon selaku Katib Suriah PCNU Kabupaten Solok Masa Khidmat  sebelumnya yang juga ketua Panitia Konfercab  menyampaikan ucapan selamat kepada Zaky atas terpilihnya sebagai ketua baru untuk lima tahun ke depan.

Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa NU Kabupaten Solok semakin maju serta menjaga marwah dan nama baik organisasi 

Konfercab secara resmi dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Mardaus, M, S.A.G, M.A.P, Dalam sambutannya, ia berharap NU tetap menjadi organisasi teladan di tengah masyarakat, khususnya sebagai pengayom umat beragama, serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Solok.

KH. Tan Gusli, S.Fil.I., MAP., MA Rajo Batuah Sekjen PWNU Sumatera Barat juga menyampaikan selamat  kepada Muhammad Zaky yang sudah di pilih secara Aklamasi oleh 11 MWC NU Kabupaten Solok dan juga sudah di setujui oleh Rais Syuriah Tengku Yulidurrahman yang juga baru di pilih oleh majelis khusus pemilihan pimpinan tertinggi ( AHWA ) 

"  Di Nahdlatul Ulama tidak ada yang kalah dan menang tapi Adalah yang paling Tinggi khidmadnya di NU suatu saat akan di balasi dengan kebaikan, Jadi teruslah berkhidmat dan bermanfaat bagi Ummat dan Jammiyah Nahdlatul Ulama " Ungkap KH Tan Gusli 

Dengan terpilihnya Muhammad Zaky sebagai Ketua PCNU Kabupaten Solok periode 2026–2031, diharapkan Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok semakin berperan dalam menjaga persatuan umat dan mendukung pembangunan daerah yang religius dan berkemajuan.

Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten Solok terpilih, Zaky, dalam pernyataannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.

“Terima kasih atas kepercayaan para pengurus dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan keikhlasan” ujar Zaky.

Ia juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran NU di tengah masyarakat. Menurutnya, NU harus hadir sebagai perekat umat, penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mitra strategis pemerintah daerah.

“Kami akan berupaya menjadikan NU Kabupaten Solok lebih solid, aktif, dan berkontribusi nyata dalam bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan demi kemaslahatan umat” tambahnya.

Rapat berjalan lancar dari awal sampai akhir, seluruh proses sudah sesuai dengan aturan yang tercantum di dalam AD/ART NU

SOLOK, NETRALPOST – Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi memulai kegiatan Optimasi Lahan (OPLA) dan Rehabilitasi Lahan Sawah terdampak bencana di Sumatera Barat. Kegiatan ini dipusatkan di Area Persawahan Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Kamis (15/1/2026).

Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, Prof. Dr. Ir. Syam Herodian; Direktur Irigasi Pertanian, Dhani Gartina; serta Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah. Hadir pula mewakili pemerintah daerah, Sekda Provinsi Sumbar Ari Yuswandi dan Wakil Bupati Solok H. Chandra, beserta jajaran TNI-Polri dan unsur Forkopimda.

Rangkaian kegiatan diawali dengan penjelasan panel oleh Sekretaris Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian mengenai teknis pelaksanaan rehabilitasi lahan. Selanjutnya, dilakukan ground breaking sebagai tanda dimulainya pencanangan rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana alam di wilayah tersebut.

Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga mengikuti arahan langsung dari Menteri Pertanian secara daring melalui video conference. Selain fokus pada infrastruktur lahan, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana dan aksi penanaman padi bersama di lokasi rehabilitasi.

"Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memulihkan produktivitas pertanian di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Solok, pasca bencana," ujar perwakilan rombongan dalam tinjauan lapangan tersebut.

Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam situasi yang aman dan kondusif. Setelah kegiatan di Solok selesai, rombongan bertolak menuju Kota Padang untuk melanjutkan agenda kerja berikutnya.


 

Solok, netralpost – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Polres Solok menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani (Binrohtal) bagi seluruh personel Polres Solok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat keimanan, ketakwaan, serta integritas moral personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Kamis (15/1/2026). 

Kegiatan Binrohtal tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., dan diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, serta ASN Polres Solok. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh kekhusyukan, serta sarat dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam.

Dalam sambutannya, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menyampaikan bahwa peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting bagi seluruh personel Polri untuk melakukan refleksi diri serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.

Kapolres Solok mengajak seluruh personel untuk meneladani makna dan hikmah peristiwa Isra’ dan Mi’raj, khususnya terkait pentingnya pelaksanaan salat lima waktu sebagai bentuk hubungan langsung antara hamba dengan Allah SWT. Salat, menurutnya, merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, yang sangat relevan dengan tugas-tugas kepolisian.

Lebih lanjut, AKBP Agung Pranajaya menekankan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj juga mengajarkan tentang kekuatan iman dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad SAW pada masa-masa sulit sebelum terjadinya Isra’ dan Mi’raj. Nilai ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi personel Polres Solok dalam menghadapi dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks.

Selain itu, Kapolres Solok juga mengingatkan pentingnya keteguhan dalam menyampaikan kebenaran meskipun menghadapi penolakan, serta meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang selalu mengedepankan kejujuran, keadilan, dan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku personel Polri, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.

“Peristiwa Isra’ dan Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, kebahagiaan, dan pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita senantiasa bersyukur secara menyeluruh atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berbuat kebaikan,” ujar Kapolres Solok.

Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Solok juga menegaskan bahwa personel Polri sebagai aparatur negara harus memiliki kekuatan iman dan ketakwaan sebagai benteng diri dari berbagai godaan dan penyimpangan yang dapat merusak diri sendiri, keluarga, maupun mencoreng citra institusi Polri. Dengan iman dan takwa yang kuat, diharapkan setiap personel mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas tinggi.

Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polres Solok berkomitmen untuk terus membina mental dan spiritual personelnya sebagai bagian dari pembentukan karakter anggota Polri yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.

Kegiatan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Polres Solok ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh personel senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah tugas demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Solok.(*) 



‎Padang — Sejumlah pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang mengeluhkan kondisi air yang keruh dalam beberapa hari terakhir. Kondisi ini dipicu pekerjaan normalisasi di kawasan hulu sungai yang menjadi sumber baku air PDAM. Akibat pengerjaan tersebut, material sedimen terangkat dan terbawa aliran sungai sehingga meningkatkan tingkat kekeruhan air hingga mendekati batas kemampuan unit pengolahan.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa situasi ini sedang dipantau secara intensif. Ia mengakui kekeruhan air baku sesekali sudah berada di ambang batas maksimal pengolahan.
‎Menurutnya, saat tingkat kekeruhan terlalu tinggi, proses penyaringan dan pemurnian membutuhkan waktu lebih lama, bahkan dapat berpengaruh pada kontinuitas distribusi.
‎“Batas kekeruhan air terkadang sudah di ambang batas pengolahan. Ini terjadi karena ada kegiatan normalisasi di hulu sungai yang mengganggu kestabilan sedimen,” ujar Adhie Zein, Jumat (2/1/2025).
‎Penyebab: Normalisasi ganggu sedimen alami sungai
‎Normalisasi sungai umumnya dilakukan untuk memperlancar aliran air, mencegah banjir, dan memperbesar kapasitas sungai. Namun, dalam masa pengerjaan, dasar sungai yang sebelumnya stabil menjadi terganggu. Lumpur, pasir, dan partikel tanah ikut terlarut dalam jumlah lebih besar, sehingga air berubah menjadi keruh.
‎Kondisi ini langsung mempengaruhi kualitas air baku yang ditarik menuju instalasi pengolahan. Di saat tertentu, kekeruhan melonjak melebihi kondisi normal, sehingga proses koagulasi, sedimentasi, dan filtrasi di IPA (Instalasi Pengolahan Air) membutuhkan penyesuaian.
‎Dampak bagi pelanggan
‎Beberapa dampak yang mungkin dirasakan pelanggan antara lain:
‎air tampak kekuningan atau kecokelatan saat keluar dari keran
‎adanya endapan halus di dasar penampungan air rumah tangga
‎potensi bau ringan pada saat tingkat kekeruhan tinggi
‎Perumda mengimbau masyarakat untuk:
‎menampung air terlebih dahulu sebelum digunakan
‎tidak langsung mengonsumsi air tanpa dimasak
‎membersihkan penampungan air secara berkala
‎PDAM: Kami tidak tinggal diam
‎Adhie Zein menegaskan, tim teknis terus bekerja melakukan pengaturan distribusi, peningkatan dosis bahan kimia pengolahan secara terukur, serta pembilasan jaringan pipa pada titik-titik yang diperlukan.
‎“Kami memahami ketidaknyamanan pelanggan. Kami juga pelanggan air di rumah kami masing-masing. Karena itu percepatan penanganan menjadi prioritas,” ujarnya.
‎Ia menambahkan, pekerjaan normalisasi bersifat sementara. Saat kondisi sungai kembali stabil, kualitas air akan ikut membaik. Pelanggan juga dipersilakan melapor jika menemukan air sangat keruh atau distribusi terganggu.
‎Komentar cerdas, lugas, dan humanis
‎Fenomena air keruh dalam masa normalisasi sungai bukan semata kesalahan pengelola air minum, tetapi bagian dari konsekuensi pekerjaan perbaikan lingkungan yang jangka panjangnya justru ditujukan untuk kepentingan masyarakat. Yang terpenting, transparansi informasi dan kecepatan penanganan tetap harus diutamakan.
‎Di sisi lain, pelanggan berhak mendapatkan air layak pakai. Karena itu, komunikasi dua arah sangat dibutuhkan: PDAM terbuka menjelaskan kondisi, sementara masyarakat menyampaikan keluhan secara beretika dan faktual. Sikap saling memahami akan membantu proses perbaikan berjalan lebih cepat.
‎Air adalah kebutuhan dasar bukan sekadar komoditas. Maka setiap gangguan, sekecil apa pun, wajar menimbulkan keresahan. Namun dengan penjelasan yang jujur, langkah teknis yang jelas, serta kesabaran pelanggan, masalah kekeruhan ini diharapkan segera teratasi.
‎#PerumdaAirMinum #Padang



Padang - SELAIN untuk meningkatkan layanan dan memperkuat keandalan sistem distribusi air bersih serta peremajaan jaringan pipa guna kelancaran distribusi air ke pelanggan dan mengurangi potensi kebocoran pada sistem yang ada, Perusahaan Daerah Air Minum (Perumda AM) Kota Padang pada Sabtu (10/1/26) siang, melakukan Pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE di kawasan Jalan Gajah Mada, Gunung Pangilun (tepatnya di depan MAN 2 Gunung Pangilun).

"Pekerjaan ini bersifat teknis dan sering kali menyebabkan gangguan distribusi air sementara, seperti air mati atau mengecil di wilayah terdampak selama proses koneksi berlangsung", Sampai Direktur Teknik (Dirtek) Padang, Andri Satria, melalui Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein.

Apalagi, pekerjaan penggalian koneksi pipa DN 600 GI 200 HDPE berlangsung di bawah permukaan jalan yang padat arus lalu linta, dengan air yang terus mengalir tanpa henti membuat galian seperti kolam. Sementara, tanah yang longsor, dinding galian yang rapuh. Namun, itu semua tidak terlalu menganggu, dan pekerjaan dapat diselesaikan susai dengan tegat waktu yang direncanakan, ungkapnya melanjutkan.

“Karena pipa tersebut berada cukup dalam, air terus masuk, dan ruang gerak alat terbatas. Secara teknik, ini bukan pekerjaan ringan. Tapi sulit bukan berarti mustahil,” jelasnya lagi.

“Saya memahami, ini mengganggu perjalanan. Kami mohon maaf sebesar-besarnya,” ucapnya, “tapi kami sedang memperbaiki sesuatu yang lebih mendasar: hak warga untuk mendapatkan air bersih yang layak.”

Dengan semua tantangan dan hambatan tersebut, pekerjaan telah selesai dilaksanakan oleh Perumda AM Padang pada Minggu 11 Januari 2026 tersebut berfokus pada beberapa pekerjaan, diantaranya:
Awal Pekerjaan: Penggalian dimulai pada Jumat malam, 9 Januari 2026.
Proses Koneksi: Koneksi pipa utama dilakukan pada Sabtu, 10 Januari 2026.
Status Terakhir: Perumda AM Padang secara resmi mengonfirmasi penyelesaian seluruh pekerjaan pada Minggu, 11 Januari 2026. 

Dengan selesainya pekerjaan ini, layanan air ke pelanggan telah kembali normal secara bertahap, dan kedepan pendistribusian air bersih di wilayah pusat kota akan normal kembali, pungkas Adhi.(hen/aku)

#PemkoPadang #PerumdaAMPadang #KoneksPipa #JalanGajahMada #GunungPangilun #MANPadang

 

Sumbar, netralpost – Satuan Brimob Polda Sumatera Barat terus bergerak mendampingi masyarakat dalam upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Pada hari ini, personel Brimob di bawah pimpinan Iptu Hilman, S.H., melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan di kawasan Kampung Tangah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.

Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama mengingat fungsinya sebagai jalur penghubung vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga setempat yang sempat terhambat akibat kerusakan infrastruktur.

Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan bahwa pengerahan personel di Kampung Tangah merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polri untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.

Kami menerjunkan personel terbaik di bawah pimpinan Iptu Hilman untuk memastikan pembangunan jembatan di Kampung Tangah berjalan cepat dan tepat. Fokus kami adalah mengembalikan aksesibilitas warga secepat mungkin agar roda perekonomian dan kegiatan sosial di Palembayan kembali normal, ujar Kombes Pol Lukman.

Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari dedikasi Polda Sumbar dalam operasi kemanusiaan.

Polda Sumbar melalui Satuan Brimob tidak akan berhenti memberikan pengabdian terbaik bagi warga terdampak bencana. Pembangunan jembatan ini bukan sekadar fisik infrastruktur, melainkan jembatan harapan bagi warga agar dapat beraktivitas kembali dengan aman. Kami mengapresiasi semangat gotong royong antara personel di lapangan dengan masyarakat setempat, ungkap Kombes Pol Susmelawati.

Hingga saat ini, proses pengerjaan terus dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan dan ketahanan struktur jembatan.


 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani sebanyak 1.978.241 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 16.6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.697.020 penumpang, atau meningkat hampir 280 ribu penumpang dalam satu tahun.

Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal di Sumatera Barat.

Dari sisi stasiun, Stasiun Padang menjadi yang paling favorit baik untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Untuk kedatangan, Stasiun Padang mencatat 533.251 penumpang, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 408.054 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 166.833 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM sebanyak 103.935 penumpang.

Sementara itu, dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang juga berada di posisi teratas dengan 509.113 penumpang, diikuti Stasiun Pariaman sebanyak 394.193 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 192.345 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 118.350 penumpang, dan Stasiun BIM sebanyak 105.649 penumpang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI.

“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian tahun 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Reza.

Ia menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai inovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah.

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.




PADANG – Memasuki awal tahun 2026, banyak masyarakat mulai menyusun ulang rencana keuangan mereka. Setelah melewati periode pengeluaran besar di akhir tahun, momentum Januari seringkali menjadi waktu yang tepat untuk melakukan konsolidasi finansial. Menjawab kebutuhan tersebut, Bank Nagari sebagai mitra keuangan utama masyarakat Sumatera Barat, resmi meluncurkan program "Promo Kejutan Spesial Awal Tahun".

Program ini dirancang khusus untuk memberikan stimulus ekonomi bagi Aparatur Sipil Negara (ASN), PNS, PPPK, dan para Pensiunan. Melalui skema cashback yang menarik, Bank Nagari ingin memastikan para nasabahnya mengawali tahun dengan fondasi keuangan yang lebih kokoh.

Apresiasi Nyata bagi Nasabah Setia

Direktur Kredit dan Syariah Bank Nagari, Hafid Dauli, menjelaskan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk apresiasi mendalam bagi para abdi negara dan pensiunan yang telah setia bersama Bank Nagari.

“Bank Nagari ingin hadir membersamai nasabah dalam mewujudkan resolusi tahun baru mereka. Melalui promo ini, kami memberikan reward berupa tambahan saldo tabungan bagi nasabah yang melakukan realisasi pinjaman, baik baru maupun top-up, selama periode 5 hingga 31 Januari 2026,” ungkap Hafid.

Sistem Racing: Siapa Cepat, Dia Dapat

Satu hal yang perlu diperhatikan nasabah adalah sifat promo yang menggunakan Sistem Racing. Meskipun periode promo dijadwalkan hingga akhir Januari, ketersediaan kuota menjadi penentu utama.

“Kami mengimbau nasabah untuk segera memanfaatkan kesempatan ini. Begitu kuota cashback terpenuhi, maka promo akan otomatis berakhir. Jadi, kecepatan dalam mengajukan permohonan menjadi kunci,” tegas Hafid.

Mengapa Harus Mengambil Kesempatan Ini?
Program ini menawarkan fleksibilitas dan keuntungan yang kompetitif bagi nasabah, di antaranya:

Pilihan Skema Fleksibel: Berlaku untuk layanan perbankan Konvensional maupun Syariah.

Reward Langsung: Keuntungan diberikan dalam bentuk uang tunai yang langsung dikreditkan ke saldo tabungan (bukan barang), sehingga lebih likuid dan bermanfaat.

Beragam Peruntukan: Berlaku untuk pengajuan pinjaman baru, pembaruan (top-up), maupun take-over pinjaman dari bank lain ke Bank Nagari.

Syarat Mudah: Minimal jangka waktu pinjaman hanya 24 bulan dengan proses administrasi yang transparan.

Layanan Tanpa Batas: Digital dan Jemput Bola
Memahami kesibukan para ASN dan pensiunan, Bank Nagari menghadirkan kemudahan akses tanpa harus mengantre panjang di kantor cabang. Nasabah dapat memanfaatkan:

Layanan Jemput Bola: Petugas Bank Nagari siap mendatangi instansi tempat bekerja atau kediaman nasabah sesuai janji temu.

Digitalisasi (N-Form): Pengajuan praktis melalui website resmi Bank Nagari atau aplikasi Mobile Banking Ollin.

Nagari Call 150234: Layanan informasi dan konsultasi yang siap membantu kapan saja.

Segera Konsultasikan Kebutuhan Anda

Jangan lewatkan peluang emas untuk mendapatkan nilai tambah dari rencana finansial Anda di awal tahun ini. Kunjungi kantor Bank Nagari terdekat, atau akses aplikasi Ollin untuk memulai pengajuan.

Wujudkan resolusi 2026 Anda dengan dukungan finansial yang aman, nyaman, dan menguntungkan bersama Bank Nagari.(SRP (

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.