Polda Sumbar Terapkan Scientific Crime Investigation, Ungkap Laka Lantas dengan Teknologi TAA
Sumbar, netralpost — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) menerapkan metode Scientific Crime Investigation dalam mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas. Dibuktikan dengan penggunaan alat canggih Traffic Accident Analysis (TAA) saat melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Langkah ini juga diperkuat dengan kehadiran tim asistensi dari Korlantas Polri yang dipimpin langsung oleh Kombes Pol. Mariochristy P.S. Siregar, S.I.K., M.H. selaku Ketua Tim.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, S.I.K., S.H., M.H., melalui Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadir Lantas) AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., menyatakan bahwa penerapan teknologi ini merupakan langkah krusial untuk menghasilkan rekonstruksi kejadian yang akurat.
“Kami dari Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat saat ini tengah melakukan olah TKP dengan menggunakan alat TAA atau Traffic Accident Analysis. Alat ini sangat berguna untuk mengetahui dinamika kendaraan sebelum kejadian serta menyusun kronologis kecelakaan secara mendetail,” ujar Kombes Reza di lokasi kejadian, pada Selasa (27/1/2026).
Lebih lanjut, AKBP Yudho menjelaskan bahwa hasil dari TAA akan menjadi rujukan utama bagi penyidik untuk memastikan penyebab pasti kecelakaan, apakah disebabkan oleh faktor manusia (human error), kelayakan kendaraan, atau faktor jalan.
“Langkah ini sangat membantu proses penyidikan Unit Laka Lantas, terutama dalam memvalidasi keterangan saksi-saksi di lapangan dengan data teknis yang terekam. Keberadaan teknologi TAA ini menjadi instrumen penting bagi kami dalam mengungkap kasus kecelakaan lalu lintas secara transparan dan akuntabel,” tambahnya.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., menambahkan bahwa penggunaan TAA adalah bentuk komitmen Polda Sumbar dalam memberikan kepastian hukum kepada masyarakat melalui data yang tidak terbantahkan.
“Setiap laka lantas yang menonjol akan ditangani dengan standar operasional prosedur yang tinggi. Dengan TAA, Polri dapat menyajikan visualisasi tiga dimensi (3D) dari detik-detik sebelum hingga sesudah benturan terjadi. Ini adalah bentuk transparansi kami agar penyidikan berjalan secara profesional dan objektif,” tambah Kombes Pol Susmelawati.
Melalui integrasi teknologi dan profesionalisme personel, Polda Sumbar berharap proses penegakan hukum di jalan raya dapat berjalan lebih cepat, tepat, dan modern sesuai semangat Polri yang Presisi.












