Utama
[Utama][column1]
PADANG, NETRALPOST– Proyek strategis nasional Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan dan kecelakaan di jalur ekstrem Padang-Solok mulai memasuki tahapan krusial. Namun, di balik progres teknis yang berjalan, muncul isu miring terkait minimnya keterlibatan pemangku adat atau Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan dalam proses koordinasi di lapangan.
Dalam konfrensi pers dengan Sejumlah Ketua KAN, tokoh masyarakat dan anak nagari di Lubuak Kilangan menyayangkan sikap pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dinilai berjalan sendiri tanpa melakukan dialog mendalam dengan pemangku adat setempat. Padahal, wilayah Sitinjau Lauik secara ulayat berada di bawah naungan Nagari di Kecamatan Lubuak Kilangan.
"Pembangunan ini memang untuk kepentingan umum, tapi jangan sampai melupakan kearifan lokal. Kami merasa Niniak Mamak hanya dijadikan penonton dalam proyek yang berada di tanah ulayat kami sendiri. Kami hanya ingin koordinasi untuk memperlancar kepentingan bersama, "ujar Dani Faizal seorang tokoh muda Lubuk kilangan.
"Kami tidak pernah menghambat tapi hargai orang yang ada di lokasi proyek fly over", Sambungnya.
"Proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang kini melaju dengan ritme sangat cepat mulai memicu kekhawatiran dari kalangan pemangku adat. Meski proyek ini mendapatkan dukungan luas, muncul keresahan mengenai minimnya keterlibatan riil Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan (Luki) dalam proses strategis di lapangan", Ujar Ketua KAN Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang.
Kekhawatiran utama muncul karena pihak Niniak Mamak merasa peran mereka hanya sebatas formalitas administratif. "Kami di Lubuak Kilangan merasa tidak dilibatkan secara subtansial; nama kami hanya dicantumkan di dalam Surat Keputusan (SK), namun dalam pelaksanaan koordinasi kami ditinggalkan,"Imbuh Armansyah Datuak Gadang.
Kemudian Ketua Satgas Nagari Lubuk Kilangan Nispan jumadil, SH, mengatakan Pihak masyarakat adat mengingatkan bahwa "kelonggaran yang diberikan selama ini jangan disalahartikan sebagai pengabaian hak-hak ulayat. Mereka mendesak agar ada ruang komunikasi yang lebih terbuka agar pembangunan ini tidak meninggalkan masalah hukum maupun sosial bagi anak kemenakan di masa depan, " Katanya.
Kemudian, Dani Faizal juga mengingatkan, "Transparansi dan pelibatan aktif Niniak Mamak Lubuak Kilangan bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan kunci utama untuk menjamin stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan di tanah ulayat. Jangan sampai ambisi percepatan proyek mengabaikan kearifan lokal yang justru berpotensi menjadi hambatan besar bagi keberlanjutan proyek ini di masa depan", Tutupnya.(Nofri_Tanjung)
Solok, netralpost -- Muhammad Zaky resmi terpilih sebagai Ketua Tanfiziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok Masa Khidmat 2026–2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-VI yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.
Konfercab NU ke-VI tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus MWC dan peserta Konfercab PCNU Kabupaten Solok. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat dan berlangsung di Ruang Rapat Gedung C Lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.
Hafnizon selaku Katib Suriah PCNU Kabupaten Solok Masa Khidmat sebelumnya yang juga ketua Panitia Konfercab menyampaikan ucapan selamat kepada Zaky atas terpilihnya sebagai ketua baru untuk lima tahun ke depan.
Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa NU Kabupaten Solok semakin maju serta menjaga marwah dan nama baik organisasi
Konfercab secara resmi dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Mardaus, M, S.A.G, M.A.P, Dalam sambutannya, ia berharap NU tetap menjadi organisasi teladan di tengah masyarakat, khususnya sebagai pengayom umat beragama, serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Solok.
KH. Tan Gusli, S.Fil.I., MAP., MA Rajo Batuah Sekjen PWNU Sumatera Barat juga menyampaikan selamat kepada Muhammad Zaky yang sudah di pilih secara Aklamasi oleh 11 MWC NU Kabupaten Solok dan juga sudah di setujui oleh Rais Syuriah Tengku Yulidurrahman yang juga baru di pilih oleh majelis khusus pemilihan pimpinan tertinggi ( AHWA )
" Di Nahdlatul Ulama tidak ada yang kalah dan menang tapi Adalah yang paling Tinggi khidmadnya di NU suatu saat akan di balasi dengan kebaikan, Jadi teruslah berkhidmat dan bermanfaat bagi Ummat dan Jammiyah Nahdlatul Ulama " Ungkap KH Tan Gusli
Dengan terpilihnya Muhammad Zaky sebagai Ketua PCNU Kabupaten Solok periode 2026–2031, diharapkan Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok semakin berperan dalam menjaga persatuan umat dan mendukung pembangunan daerah yang religius dan berkemajuan.
Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten Solok terpilih, Zaky, dalam pernyataannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.
“Terima kasih atas kepercayaan para pengurus dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan keikhlasan” ujar Zaky.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran NU di tengah masyarakat. Menurutnya, NU harus hadir sebagai perekat umat, penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami akan berupaya menjadikan NU Kabupaten Solok lebih solid, aktif, dan berkontribusi nyata dalam bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan demi kemaslahatan umat” tambahnya.
Rapat berjalan lancar dari awal sampai akhir, seluruh proses sudah sesuai dengan aturan yang tercantum di dalam AD/ART NU
SOLOK, NETRALPOST – Kementerian Pertanian Republik Indonesia resmi memulai kegiatan Optimasi Lahan (OPLA) dan Rehabilitasi Lahan Sawah terdampak bencana di Sumatera Barat. Kegiatan ini dipusatkan di Area Persawahan Munggu Tanah, Nagari Selayo, Kecamatan Kubung, Kabupaten Solok, pada Kamis (15/1/2026).
Acara yang dimulai pukul 08.00 WIB ini dihadiri oleh sejumlah pejabat tinggi negara, di antaranya Staf Khusus Menteri Pertanian Bidang Kebijakan, Prof. Dr. Ir. Syam Herodian; Direktur Irigasi Pertanian, Dhani Gartina; serta Kepala Pusat Pelatihan Pertanian, Dr. Tedy Dirhamsyah. Hadir pula mewakili pemerintah daerah, Sekda Provinsi Sumbar Ari Yuswandi dan Wakil Bupati Solok H. Chandra, beserta jajaran TNI-Polri dan unsur Forkopimda.
Rangkaian kegiatan diawali dengan penjelasan panel oleh Sekretaris Dirjen Lahan dan Irigasi Pertanian mengenai teknis pelaksanaan rehabilitasi lahan. Selanjutnya, dilakukan ground breaking sebagai tanda dimulainya pencanangan rehabilitasi lahan sawah yang rusak akibat bencana alam di wilayah tersebut.
Dalam kesempatan tersebut, rombongan juga mengikuti arahan langsung dari Menteri Pertanian secara daring melalui video conference. Selain fokus pada infrastruktur lahan, kegiatan ini juga diisi dengan penyaluran bantuan langsung kepada masyarakat terdampak bencana dan aksi penanaman padi bersama di lokasi rehabilitasi.
"Kegiatan ini merupakan langkah konkret pemerintah untuk memulihkan produktivitas pertanian di Sumatera Barat, khususnya di Kabupaten Solok, pasca bencana," ujar perwakilan rombongan dalam tinjauan lapangan tersebut.
Seluruh rangkaian acara berakhir pada pukul 11.00 WIB dalam situasi yang aman dan kondusif. Setelah kegiatan di Solok selesai, rombongan bertolak menuju Kota Padang untuk melanjutkan agenda kerja berikutnya.
Solok, netralpost – Dalam rangka memperingati peristiwa agung Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW, Polres Solok menggelar kegiatan Pembinaan Mental dan Rohani (Binrohtal) bagi seluruh personel Polres Solok. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai upaya memperkuat keimanan, ketakwaan, serta integritas moral personel Polri dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat, Kamis (15/1/2026).
Kegiatan Binrohtal tersebut dipimpin langsung oleh Kapolres Solok, AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., dan diikuti oleh para Pejabat Utama (PJU), perwira, bintara, serta ASN Polres Solok. Suasana kegiatan berlangsung dengan khidmat, penuh kekhusyukan, serta sarat dengan nilai-nilai spiritual yang mendalam.
Dalam sambutannya, Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., menyampaikan bahwa peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan momentum penting bagi seluruh personel Polri untuk melakukan refleksi diri serta memperkuat hubungan spiritual dengan Allah SWT.
Kapolres Solok mengajak seluruh personel untuk meneladani makna dan hikmah peristiwa Isra’ dan Mi’raj, khususnya terkait pentingnya pelaksanaan salat lima waktu sebagai bentuk hubungan langsung antara hamba dengan Allah SWT. Salat, menurutnya, merupakan pondasi utama dalam membentuk kepribadian yang disiplin, jujur, dan bertanggung jawab, yang sangat relevan dengan tugas-tugas kepolisian.
Lebih lanjut, AKBP Agung Pranajaya menekankan bahwa peristiwa Isra’ dan Mi’raj juga mengajarkan tentang kekuatan iman dan keikhlasan dalam menghadapi berbagai ujian kehidupan, sebagaimana yang dialami Nabi Muhammad SAW pada masa-masa sulit sebelum terjadinya Isra’ dan Mi’raj. Nilai ini diharapkan dapat menjadi pegangan bagi personel Polres Solok dalam menghadapi dinamika dan tantangan tugas yang semakin kompleks.
Selain itu, Kapolres Solok juga mengingatkan pentingnya keteguhan dalam menyampaikan kebenaran meskipun menghadapi penolakan, serta meneladani kepemimpinan Nabi Muhammad SAW yang selalu mengedepankan kejujuran, keadilan, dan kebaikan dalam setiap aspek kehidupan. Menurutnya, nilai-nilai tersebut harus tercermin dalam sikap dan perilaku personel Polri, baik saat bertugas maupun dalam kehidupan sehari-hari di tengah masyarakat.
“Peristiwa Isra’ dan Mi’raj mengajarkan kepada kita bahwa setelah kesulitan pasti ada kemudahan, kebahagiaan, dan pertolongan dari Allah SWT. Oleh karena itu, mari kita senantiasa bersyukur secara menyeluruh atas segala nikmat yang telah diberikan Allah, serta menjadikannya sebagai motivasi untuk terus berbuat kebaikan,” ujar Kapolres Solok.
Dalam kesempatan tersebut, Kapolres Solok juga menegaskan bahwa personel Polri sebagai aparatur negara harus memiliki kekuatan iman dan ketakwaan sebagai benteng diri dari berbagai godaan dan penyimpangan yang dapat merusak diri sendiri, keluarga, maupun mencoreng citra institusi Polri. Dengan iman dan takwa yang kuat, diharapkan setiap personel mampu menjalankan tugas secara profesional, humanis, dan berintegritas tinggi.
Melalui kegiatan Binrohtal ini, Polres Solok berkomitmen untuk terus membina mental dan spiritual personelnya sebagai bagian dari pembentukan karakter anggota Polri yang berakhlak mulia, bertanggung jawab, serta mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.
Kegiatan peringatan Isra’ dan Mi’raj Nabi Muhammad SAW di Polres Solok ditutup dengan doa bersama, dengan harapan seluruh personel senantiasa diberikan kekuatan, perlindungan, dan keberkahan dalam menjalankan amanah tugas demi terwujudnya keamanan dan ketertiban masyarakat di wilayah hukum Polres Solok.(*)
Sumbar, netralpost – Satuan Brimob Polda Sumatera Barat terus bergerak mendampingi masyarakat dalam upaya pemulihan infrastruktur pasca-bencana. Pada hari ini, personel Brimob di bawah pimpinan Iptu Hilman, S.H., melaksanakan pengerjaan pembangunan jembatan di kawasan Kampung Tangah, Kecamatan Palembayan, Kabupaten Agam.
Pembangunan jembatan ini menjadi prioritas utama mengingat fungsinya sebagai jalur penghubung vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas harian warga setempat yang sempat terhambat akibat kerusakan infrastruktur.
Dansat Brimob Polda Sumbar, Kombes Pol Lukman Syafri Dandel Malik, menegaskan bahwa pengerahan personel di Kampung Tangah merupakan bagian dari komitmen berkelanjutan Polri untuk hadir di tengah kesulitan masyarakat.
Kami menerjunkan personel terbaik di bawah pimpinan Iptu Hilman untuk memastikan pembangunan jembatan di Kampung Tangah berjalan cepat dan tepat. Fokus kami adalah mengembalikan aksesibilitas warga secepat mungkin agar roda perekonomian dan kegiatan sosial di Palembayan kembali normal, ujar Kombes Pol Lukman.
Sementara itu, Kabid Humas Polda Sumbar, Kombes Pol Susmelawati Rosya, menambahkan bahwa langkah ini adalah bentuk nyata dari dedikasi Polda Sumbar dalam operasi kemanusiaan.
Polda Sumbar melalui Satuan Brimob tidak akan berhenti memberikan pengabdian terbaik bagi warga terdampak bencana. Pembangunan jembatan ini bukan sekadar fisik infrastruktur, melainkan jembatan harapan bagi warga agar dapat beraktivitas kembali dengan aman. Kami mengapresiasi semangat gotong royong antara personel di lapangan dengan masyarakat setempat, ungkap Kombes Pol Susmelawati.
Hingga saat ini, proses pengerjaan terus dilakukan dengan pengawasan ketat untuk menjamin keamanan dan ketahanan struktur jembatan.
Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja positif sepanjang tahun 2025 dengan melayani sebanyak 1.978.241 penumpang di seluruh wilayah operasionalnya. Angka ini menunjukkan pertumbuhan 16.6 persen dibandingkan tahun 2024 yang tercatat sebanyak 1.697.020 penumpang, atau meningkat hampir 280 ribu penumpang dalam satu tahun.
Capaian tersebut mencerminkan semakin tingginya kepercayaan masyarakat terhadap kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan andal di Sumatera Barat.
Dari sisi stasiun, Stasiun Padang menjadi yang paling favorit baik untuk kedatangan maupun keberangkatan penumpang. Untuk kedatangan, Stasiun Padang mencatat 533.251 penumpang, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 408.054 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 166.833 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 132.632 penumpang, serta Stasiun BIM sebanyak 103.935 penumpang.
Sementara itu, dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang juga berada di posisi teratas dengan 509.113 penumpang, diikuti Stasiun Pariaman sebanyak 394.193 penumpang, Stasiun Air Tawar sebanyak 192.345 penumpang, Stasiun Naras sebanyak 118.350 penumpang, dan Stasiun BIM sebanyak 105.649 penumpang.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa peningkatan ini tidak lepas dari berbagai upaya peningkatan layanan yang terus dilakukan KAI.
“Dibandingkan tahun 2024 yang melayani 1.697.020 penumpang, capaian tahun 2025 yang hampir menyentuh dua juta penumpang menunjukkan bahwa kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api di Sumatera Barat terus tumbuh. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan, keselamatan, dan kenyamanan perjalanan,” ujar Reza.
Ia menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan berbagai inovasi, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun layanan pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat dan pariwisata daerah.
KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang diberikan. Ke depan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang semakin modern, andal, dan berorientasi pada kebutuhan masyarakat.