Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

Pasaman Barat, Netralpost – Tim Unit Reaksi Cepat (URC) Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat bergerak cepat mengamankan seorang remaja berinisial AD (18) yang nekat mengamuk menggunakan senjata tajam jenis pisau. Peristiwa mencekam tersebut terjadi di pemukiman warga yang berlokasi di Jorong Rimbo Janduang, Nagari Lingkuang Aua Baru, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, pada Jumat (28/8/2026) malam sekitar pukul 21.30 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., M.H., melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K., menjelaskan bahwa penanganan cepat ini berawal dari laporan darurat masyarakat yang masuk melalui saluran Layanan Call Center 110 Polres Pasaman Barat.

“Menanggapi laporan aduan tersebut, kami langsung memerintahkan tim URC yang dipimpin oleh Ipda Algino Ganaro untuk segera meluncur mendatangi Tempat Kejadian Perkara (TKP) guna menindaklanjuti dan memastikan kebenaran informasi dari masyarakat,” ungkap Kasat Reskrim dalam keterangannya pada Selasa (01/9/2026).

Iptu A. Agung menambahkan, saat petugas tiba di lokasi kediaman pelapor, situasi rumah sudah dalam keadaan berantakan. Petugas menemukan pelaku masih berada di tempat kejadian bersama barang bukti kerusakan fisik yang parah. Sejumlah perabot rumah tangga seperti pengeras suara (speaker) dan lemari kayu hancur, sementara dinding bangunan rumah dipenuhi bekas goresan serta sabetan senjata tajam.

“Personel kami di lapangan bergerak sigap mengendalikan situasi tanpa perlawanan berarti. Terduga pelaku AD langsung diringkus beserta barang bukti satu buah pisau dapur yang digunakan saat beraksi, lalu diboyong ke Mapolres Pasaman Barat untuk pemeriksaan intensif,” tegasnya.

Berdasarkan keterangan ibu kandung pelaku, Rasni (44), aksi nekat anak laki-lakinya itu dipicu oleh masalah sepele. Pelaku mengamuk lantaran permintaannya untuk meminjam sepeda motor milik ibunya ditolak. Kemarahan AD meluap hingga ia mengambil sebilah pisau, mengancam penghuni rumah, dan merusak barang-barang di sekitarnya.

“Dari hasil interogasi mendalam terhadap ibu pelaku, terungkap bahwa AD telah lama mengalami kecanduan judi online. Hal itulah yang membuat sang ibu khawatir dan menolak meminjamkan sepeda motornya, karena takut kendaraan tersebut akan dijual atau digadaikan oleh pelaku untuk modal bermain judi,” jelas Kasat Reskrim.

Lebih lanjut, pihak kepolisian membeberkan bahwa perilaku intimidatif AD bukan pertama kali terjadi. Rasni mengaku anak kandungnya tersebut kerap mengamuk dan mengancam keluarga apabila keinginannya tidak dituruti, mulai dari meminta uang tunai, meminta dibelikan rokok, hingga meminjam kendaraan.

“Berdasarkan bukti permulaan yang cukup serta keterangan saksi-saksi di TKP, pelaku langsung kami tahan guna mencegah timbulnya korban jiwa atau tindakan anarkis yang lebih parah, mengingat pelaku sudah berulang kali melakukan perbuatan serupa,” tambah Iptu A. Agung.

Saat ini, penyidik Satreskrim Polres Pasaman Barat masih melakukan pendalaman terhadap kondisi mental dan psikologis terduga pelaku. Selain itu, petugas juga berkoordinasi dengan instansi terkait untuk melakukan tes urine guna memastikan apakah pelaku berada di bawah pengaruh narkotika atau zat adiktif lainnya saat mengamuk.

Atas perbuatan nekatnya yang membahayakan keselamatan orang lain, AD dijerat dengan pasal tindak pidana pengancaman menggunakan senjata tajam sebagaimana tertuang dalam rumusan Pasal 307 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 1 Tahun 2023 tentang KUHP, dengan ancaman pidana penjara paling lama tujuh tahun. (HumasResPasbar)

 

JAKARTA, NETRALPOST– Ketua Umum Perkumpulan Wartawan Fast Respon (PW FRN) Counter Polri, Agus Flores, menyambut baik langkah Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo dalam membangun pendekatan persuasif terhadap mantan anggota dan simpatisan Jamaah Islamiyah (JI) yang kini memilih kembali menjadi bagian dari Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Agus Flores, pertemuan Kapolri dengan sekitar 6.500 mantan anggota dan simpatisan JI yang tergabung dalam Garda Satya NKRI di Edutorium Universitas Muhammadiyah Surakarta (UMS), Jawa Tengah, Minggu (30/8/2026), merupakan momentum penting dalam melihat penanganan persoalan ekstremisme dan terorisme dari perspektif yang lebih luas.

Agus menilai, keberhasilan menjaga keamanan nasional tidak selalu harus ditempuh melalui pendekatan penindakan. Dalam kondisi tertentu, pendekatan komunikasi, dialog, pembinaan, serta reintegrasi sosial juga memiliki posisi strategis untuk membangun kembali kepercayaan dan kesadaran kebangsaan.

“PW FRN Counter Polri menyambut baik langkah yang dilakukan Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo. Menurut kami, ketika mereka secara sukarela memilih kembali ke NKRI dan menyatakan kesiapan untuk memberikan kontribusi bagi bangsa, itu merupakan momentum yang harus dijaga dan dikembangkan,” ujar Agus Flores.

Bukan Sekadar Kembali, tetapi Bagaimana Mereka Berkontribusi

Agus Flores berpandangan bahwa proses kembalinya mantan anggota JI ke NKRI tidak seharusnya berhenti pada deklarasi atau pernyataan sikap semata.

Menurutnya, tantangan berikutnya adalah memastikan proses reintegrasi tersebut berjalan secara berkelanjutan sehingga para mantan anggota dan simpatisan dapat benar-benar mengambil peran positif di tengah masyarakat.

Ia menilai berbagai potensi yang dimiliki para mantan anggota JI dapat diarahkan kepada kegiatan produktif, sepanjang dilakukan sesuai dengan hukum dan prinsip-prinsip kebangsaan.

“Yang lebih penting setelah mereka kembali adalah bagaimana negara dan masyarakat memberikan ruang yang sehat untuk mereka berkontribusi. Bisa melalui bidang ekonomi, kewirausahaan, pendidikan, dakwah yang moderat, kegiatan sosial maupun kemanusiaan,” katanya.

Agus menambahkan, ruang kontribusi tersebut penting agar proses reintegrasi tidak hanya bersifat administratif, tetapi juga menghasilkan perubahan nyata dalam kehidupan sosial.

Pendekatan Persuasif dan Ketegasan Harus Berjalan Beriringan

Dalam pandangan Agus Flores, pendekatan persuasif bukan berarti negara kehilangan ketegasan dalam menjaga keamanan.

Sebaliknya, menurut dia, komunikasi dan pembinaan dapat berjalan beriringan dengan penegakan hukum. Ketika terdapat pelanggaran hukum, proses hukum tetap harus dilakukan secara profesional dan sesuai ketentuan yang berlaku.

“Persuasif bukan berarti lunak terhadap pelanggaran hukum. Negara tetap harus tegas. Tetapi pada saat yang sama, ketika ada pihak yang secara sukarela ingin kembali dan berkontribusi kepada NKRI, tentu harus diberikan ruang untuk membangun kehidupan yang lebih konstruktif,” ujarnya.

Agus menilai keseimbangan antara ketegasan hukum dan pendekatan kemanusiaan menjadi penting dalam membangun sistem keamanan yang tidak hanya berorientasi pada penindakan, tetapi juga pencegahan.

Momentum Memperkuat Persatuan Nasional

Agus Flores melihat bergabungnya mantan anggota dan simpatisan JI ke Garda Satya NKRI sebagai momentum yang dapat dimanfaatkan untuk memperkuat narasi persatuan nasional.

Menurutnya, Indonesia merupakan negara dengan keberagaman latar belakang, pandangan, budaya dan keyakinan. Karena itu, upaya memperkuat persatuan membutuhkan proses yang panjang dan keterlibatan banyak pihak.

“NKRI harus menjadi titik temu kita bersama. Ketika ada saudara-saudara kita yang sebelumnya berada dalam lingkungan tertentu kemudian memilih kembali dan menyatakan diri sebagai bagian dari NKRI, maka ini harus kita sambut dengan semangat persatuan,” kata Agus.

Ia juga mengingatkan agar proses tersebut tidak berhenti sebagai seremoni. Pemerintah, aparat keamanan, tokoh agama, tokoh masyarakat dan berbagai organisasi kemasyarakatan dinilai perlu membangun ekosistem yang mendukung reintegrasi secara sehat.

Bisa Menjadi Model Penanganan yang Lebih Humanis

Lebih jauh, Agus Flores menilai pengalaman pendekatan terhadap mantan anggota JI dapat menjadi bahan evaluasi dan pembelajaran bagi upaya pencegahan ekstremisme di masa mendatang.

Menurutnya, keberhasilan suatu kebijakan tidak hanya dapat diukur dari jumlah penindakan, tetapi juga dari kemampuan negara mencegah seseorang kembali kepada paham atau jaringan yang bertentangan dengan prinsip kehidupan berbangsa dan bernegara.

“Kalau seseorang bisa kembali ke tengah masyarakat, kemudian memilih hidup secara damai dan memberikan kontribusi positif, tentu itu merupakan hasil yang sangat berarti. Karena tujuan akhirnya adalah terciptanya keamanan dan kehidupan masyarakat yang lebih baik,” tuturnya.

Agus menilai keberlanjutan program menjadi faktor penting. Pendampingan sosial, pemberdayaan ekonomi, pendidikan kebangsaan, serta penguatan komunikasi dengan masyarakat dapat menjadi bagian dari proses tersebut.

FRN Counter Polri Dukung Penguatan Sinergi

Sebagai organisasi yang memiliki perhatian terhadap isu kepolisian dan keamanan nasional, PW FRN Counter Polri, kata Agus, mendukung setiap langkah positif yang bertujuan memperkuat keamanan sekaligus menjaga persatuan bangsa.

Ia berharap pendekatan yang dilakukan Polri dapat terus dikembangkan dengan melibatkan berbagai elemen masyarakat secara proporsional.

“Polri tidak mungkin bekerja sendiri. Keamanan nasional adalah tanggung jawab bersama. Karena itu, komunikasi antara Polri, pemerintah, tokoh agama, tokoh masyarakat, organisasi kemasyarakatan dan masyarakat luas harus terus diperkuat,” katanya.

Agus Flores menegaskan, keberhasilan mengajak mantan anggota dan simpatisan JI kembali menjadi bagian dari NKRI harus dipandang sebagai proses jangka panjang.

Menurutnya, yang terpenting adalah bagaimana momentum tersebut mampu menghasilkan kehidupan yang lebih damai, produktif dan memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Ini bukan hanya tentang bagaimana seseorang kembali kepada NKRI, tetapi bagaimana setelah kembali mereka bisa menjadi bagian dari solusi. Dari potensi yang sebelumnya mungkin tidak tersalurkan, sekarang diarahkan untuk membantu masyarakat dan memperkuat bangsa,” pungkas Agus Flores.

 

Padang, netralpost — Pengurus Koordinator Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PKC PMII) Sumatera Barat angkat bicara terkait beredarnya surat rekomendasi yang mengatasnamakan PMII di Kabupaten Pasaman untuk pencalonan Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Pasaman.

Ketua PKC PMII Sumbar, M. Yusuf Rahman, menegaskan bahwa surat tersebut bukan dikeluarkan oleh PKC PMII Sumatera Barat. Ia juga memastikan bahwa saat ini PMII belum memiliki struktur kepengurusan cabang secara resmi di Kabupaten Pasaman.

“Kami tegaskan, kepengurusannya di Kabupaten Pasaman belum dibentuk dan PKC PMII Sumbar tidak ada memberikan rekomendasi kepada siapa pun untuk menjadi bakal calon Ketua KNPI Pasaman,” tegas Yusuf.

Menurut Yusuf, penggunaan nama organisasi dalam dokumen yang berkaitan dengan pencalonan seseorang harus jelas dan legal. Sebab, rekomendasi organisasi merupakan sikap resmi kelembagaan.

Yusuf juga menjelaskan bahwa setiap daerah yang belum ada struktur kepengurusan cabang, maka kewenangan administrasi diambil alih oleh lembaga setingkat di atas cabang, yaitu PKC. Kecuali, PKC menugaskan kader-kader untuk menjadi tim pembentukan kepengurusan dan pengkaderan di daerah tersebut. Artinya, dasar surat rekomendasi dan surat lainnya yang ditandatangani berhulu dari PKC.

Karena itu, PKC PMII Sumbar meminta pihak yang menerbitkan maupun menggunakan surat tersebut untuk memberikan klarifikasi secara terbuka. Klarifikasi dinilai penting agar asal-usul surat, kapasitas pihak yang menerbitkan, serta dasar penggunaan nama PMII dapat diketahui secara jelas.

“Kami meminta pihak yang bersangkutan menjelaskan siapa yang membuat dan menggunakan surat tersebut serta atas dasar kewenangan apa nama PMII dicantumkan. Ini perlu diluruskan agar tidak menimbulkan persepsi bahwa PMII memberikan dukungan kepada calon tertentu,” ujar Yusuf.

Selain klarifikasi, Yusuf meminta pihak yang bersangkutan menunjukkan itikad baik dengan menyampaikan permohonan maaf atas penggunaan nama PMII untuk kepentingan pribadi maupun kepentingan calon tertentu.

“Kami masih mengedepankan penyelesaian secara baik-baik. Kami meminta itikad baik untuk melakukan klarifikasi sekaligus memohon maaf karena telah menggunakan nama PMII dalam kepentingan tersebut,” katanya.

Yusuf menegaskan bahwa PMII memiliki struktur dan mekanisme organisasi yang menjadi dasar setiap keputusan kelembagaan. Karena itu, penggunaan nama PMII tidak dapat dilepaskan dari kewenangan struktur organisasi yang sah.

Meski demikian, PKC PMII Sumbar menyatakan tetap menghormati dinamika kepemudaan dan proses pencalonan Ketua KNPI di Kabupaten Pasaman. Menurut Yusuf, setiap lembaga memiliki hak untuk menentukan pilihan dalam proses tersebut, selama memiliki legal administrasi berupa mandat resmi.

“Kami menghormati proses yang berlangsung di KNPI Pasaman. Silakan setiap pihak menentukan sikapnya masing-masing. Tetapi jangan menggunakan nama PMII untuk memberikan legitimasi terhadap kepentingan tertentu apabila tidak ada mandat organisasi,” tegasnya.

PKC PMII Sumbar berharap persoalan tersebut dapat diselesaikan secara baik-baik. Namun, Yusuf mengingatkan bahwa penggunaan nama organisasi tanpa kewenangan tidak boleh kembali terjadi.

“Kami ingin persoalan ini selesai dengan cara yang baik. Yang terpenting, publik mengetahui posisi PMII yang sebenarnya dan tidak ada lagi pihak yang menggunakan nama organisasi tanpa kewenangan,” pungkas Yusuf.

 

Padang, netralpost --- Keluarga Besar Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat secara resmi menyampaikan ucapan selamat dan sukses kepada Teguh Afrianto, S.E., M.M., CRP. Ungkapan ini diberikan seiring dengan berakhirnya masa jabatan beliau sebagai Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Sumatera Barat. Momentum alih tugas ini menjadi catatan penting dalam perjalanan kerja sama instansi pemangku kepentingan lalu lintas di Ranah Minang.

Teguh Afrianto kini bersiap mengemban amanah baru yang tidak kalah penting di tanah Jawa. Beliau dipercaya untuk menjabat sebagai Kepala Kantor Jasa Raharja Wilayah Daerah Istimewa Yogyakarta (D.I.Y). Mutasi jabatan ini merupakan bentuk apresiasi atas kepemimpinan, kompetensi, serta rekam jejak performa yang dinilai sangat baik selama memimpin cabang di berbagai wilayah operasional Jasa Raharja.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menyampaikan apresiasi mendalam atas pengabdian Teguh Afrianto selama bertugas di Sumatera Barat. "Kami mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya atas dedikasi luar biasa yang telah ditunjukkan oleh Bapak Teguh Afrianto dalam memimpin Jasa Raharja Sumbar," ujar Kombes Pol. Reza Chairul. Kerja sama erat yang terjalin selama ini dinilai sukses memperkuat pelayanan perlindungan dasar bagi pengguna jalan.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza Chairul menegaskan bahwa kolaborasi antara Ditlantas Polda Sumbar dan Jasa Raharja di bawah kepemimpinan Teguh Afrianto berjalan sangat solid. Sinergi ini tercermin nyata dalam berbagai program strategis pencegahan kecelakaan lalu lintas serta percepatan penanganan santunan bagi korban kecelakaan. Beliau menilai komunikasi yang harmonis antarpimpinan instansi menjadi kunci utama keberhasilan pelayanan publik yang prima di wilayah Sumatera Barat.
Di akhir pernyataannya, Dirlantas Polda Sumbar mendoakan agar Teguh Afrianto senantiasa diberikan kelancaran dan kesuksesan di tempat tugas yang baru. "Semoga di wilayah D.I.Y nanti, Bapak Teguh makin sukses, membawa inovasi baru, serta senantiasa dilimpahi keberkahan dalam menjalankan tugas mulia ini," tambah Kombes Pol. Reza Chairul. Doa dan harapan tersebut mewakili rasa hormat dari seluruh personel Ditlantas Polda Sumbar yang melepas kepergian mitra kerja terbaik mereka.
Hubungan kemitraan yang kuat antara Ditlantas Polda Sumbar dan Jasa Raharja diharapkan terus terjaga di bawah kepemimpinan yang baru kelak. Komitmen bersama dalam mewujudkan keselamatan berkendara (Kamseltibcarlantas) akan tetap menjadi prioritas utama demi memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat. Selamat bertugas di tempat baru kepada Bapak Teguh Afrianto, dedikasi Anda di Sumatera Barat akan selalu diapresiasi.

 

Padang, netralpost --- Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Sumbar meluncurkan program "Polantas Menyapa" sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat. Personel Induk 1 PJR turun langsung menemui warga yang sedang berkumpul di warung kopi dan tempat umum lainnya. Kegiatan ini bertujuan menjalin komunikasi dua arah antara kepolisian dan pengguna jalan secara santai namun tetap edukatif.

Petugas memanfaatkan momen dialog ini untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan terkait kondisi lalu lintas. Selain mendengarkan warga, polisi juga menyampaikan imbauan secara langsung mengenai pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya. Pendekatan persuasif ini dinilai lebih efektif dalam menyentuh kesadaran personal masyarakat dibandingkan dengan penindakan kaku di jalanan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menyatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah kunci utama. "Melalui Polantas Menyapa, kami ingin meruntuhkan sekat antara petugas dan warga demi membangun kedekatan emosional yang kuat," ujar Kombes Pol. Reza Chairul. Beliau menegaskan bahwa rasa aman dan nyaman hanya bisa terwujud jika polisi hadir secara nyata dan aktif mendengarkan masyarakat.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza Chairul mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Beliau mengingatkan para pengendara untuk selalu disiplin mematuhi lima aturan utama keselamatan berkendara yang menjadi fokus utama sosialisasi. Aturan tersebut meliputi penggunaan helm, sabuk keselamatan, mematuhi batas kecepatan, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan pejalan kaki.
Kampanye dengan slogan “Tertib Berlalu Lintas, Demi Keselamatan Bersama” ini terus digaungkan guna meminimalkan angka kecelakaan fatal di wilayah Sumatera Barat. Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk melaksanakan program edukasi serupa secara konsisten dan menyeluruh di berbagai wilayah hukumnya. Pola pendekatan yang merakyat ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar menjadikan tertib lalu lintas sebagai sebuah kebutuhan, bukan paksaan.
Masyarakat menyambut baik program dialogis ini karena merasa lebih dihargai dan dilibatkan dalam menjaga ketertiban lingkungan sekitar. Sinergi yang kuat antara Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar dan warga menjadi modal utama dalam menciptakan situasi jalan raya yang kondusif. Dengan kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran bersama, diharapkan angka pelanggaran lalu lintas di ranah Minang dapat ditekan secara signifikan.

 

Padang, netralpost --- Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Induk Sumbar 6 Ditlantas Polda Sumbar menggelar operasi penindakan pelanggaran lalu lintas di sepanjang jalur Jalan Tol Padang-Sicincin. Operasi yang mengusung konsep simpatik ini berfokus pada pendekatan edukatif guna meningkatkan kesadaran pengguna jalan. Melalui program "Polantas Karib", petugas di lapangan berupaya menekan potensi kecelakaan lalu lintas sejak dini melalui interaksi yang ramah.

Dalam pelaksanaan di lapangan, setiap pengendara yang kedapatan melanggar aturan administrasi maupun teknis berkendara dihentikan secara sopan oleh petugas. Alih-alih langsung menjatuhkan sanksi denda tilang berat, personel Sat PJR Induk Sumbar 6 mengutamakan pemberian surat teguran tertulis. Langkah ini diambil sebagai bentuk peringatan keras namun edukatif agar para pelanggar tidak kembali mengulangi kesalahan serupa di kemudian hari.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa keselamatan pengguna jalan merupakan prioritas tertinggi bagi kepolisian. "Kami sengaja mengedepankan tindakan humanis melalui surat teguran ini demi membangun kedekatan emosional dan kesadaran murni dari masyarakat. Jalan tol baru seperti rute Padang-Sicincin membutuhkan penyesuaian budaya berkendara yang aman, dan petugas hadir bukan untuk menakuti, melainkan untuk menjaga kelancaran bersama," ujar Kombes Pol. Reza Chairul.
Kombes Pol. Reza Chairul juga mengimbau agar seluruh masyarakat Ranah Minang secara mandiri membangun budaya tertib berlalu lintas demi keselamatan bersama. Beliau mengingatkan para pengendara untuk selalu mematuhi batas kecepatan di jalan tol, memeriksa kelaikan kendaraan sebelum berangkat, serta memastikan muatan tidak melebihi kapasitas aman. Menurutnya, kepatuhan sekecil apa pun di jalan raya merupakan kontribusi nyata dalam mencegah terjadinya kecelakaan fatal.
Melalui visual sosialisasi yang disebarkan dengan jargon “Tertib Berlalu Lintas, Selamat Sampai Tujuan”, kepolisian berharap pesan keselamatan ini dapat melekat kuat di hati masyarakat. Kehadiran aktif personel Ditlantas Polda Sumbar secara konstan di jalur tol diharapkan mampu meminimalkan pelanggaran sekaligus menciptakan rasa aman bagi seluruh pengendara yang melintas.
Operasi humanis Polantas Karib ini mendapatkan respons positif dari para pengguna jalan yang melintasi Tol Padang-Sicincin. Banyak pengendara yang mengaku lebih menghargai pendekatan persuasif berupa teguran langsung ini karena memicu kesadaran pribadi untuk lebih tertib. Dengan adanya sinergi yang baik antara kepolisian dan masyarakat, kelancaran dan keselamatan berlalu lintas di Sumatera Barat diharapkan dapat terwujud secara maksimal.

Padang, netralpost --- Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Ditlantas Polda Sumbar) resmi meluncurkan program "Patroli Presisi Hadir" sebagai langkah taktis dalam mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas) yang prima di seluruh wilayah hukum Provinsi Sumatera Barat. Program unggulan ini dirancang untuk memastikan kehadiran aparat kepolisian di tengah masyarakat sipil secara nyata dan berkelanjutan, sekaligus menekan potensi kerawanan di jalan raya. Dengan slogan utama "Polisi Hadir, Masyarakat Aman, Lalu Lintas Tertib", inisiatif ini merefleksikan transformasi pelayanan kepolisian modern yang lebih dinamis dan tanggap terhadap situasi lapangan.

Pelaksanaan Patroli Presisi Hadir Ditlantas Polda Sumbar berlandaskan pada empat pilar utama Polri Presisi, yaitu Prediktif, Responsibilitas, Transparansi, dan Berkeadilan. Melalui pilar Prediktif, personel dikerahkan untuk mendeteksi dini hambatan serta hadir sebelum masalah lalu lintas terjadi di jalanan. Sementara itu, aspek Responsibilitas memicu pergerakan cepat petugas dalam melayani aduan masyarakat, yang didukung penuh oleh keterbukaan informasi (Transparansi) serta penegakan aturan hukum yang tegas namun tetap adil bagi seluruh pengguna jalan tanpa tebang pilih.

Dalam implementasi di lapangan, jajaran personel Induk 1 Ditlantas Polda Sumbar tidak sekadar melakukan patroli kendaraan, tetapi juga mengedepankan pendekatan interaktif secara humanis. Petugas secara aktif menyambangi simpul-simpul keramaian, pangkalan ojek, serta warung kemasyarakatan guna berdialog langsung dengan para pengendara. Langkah taktis ini bertujuan untuk menyerap aspirasi, memberikan edukasi tertib berlalu lintas secara personal, sekaligus mempererat hubungan silaturahmi yang harmonis antara Korps Bhayangkara dengan segenap lapisan elemen warga lokal.

Selain pengawasan arus kendaraan di jalan-jalan protokol, program ini turut menyasar edukasi langsung terkait kedisiplinan penggunaan atribut keselamatan berkendara, seperti pemakaian helm berstandar SNI dan kepatuhan terhadap rambu jalan. Kehadiran fisik polantas secara rutin di titik-titik rawan macet dan rawan kecelakaan terbukti efektif meningkatkan kesadaran publik secara mandiri. Hal ini sejalan dengan komitmen kepolisian untuk tidak mengutamakan penindakan hukum berupa tilang, melainkan memperkuat aksi pencegahan (preventif) demi menekan angka kecelakaan lalu lintas fatal.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa program Patroli Presisi Hadir merupakan komitmen nyata instansinya untuk memberikan rasa aman tanpa jarak kepada masyarakat. "Kami ingin memastikan bahwa kehadiran Polantas di jalan raya bukan menjadi momok yang menakutkan, melainkan menjadi solusi konkret dan sahabat pelindung bagi para pengguna jalan. Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di ranah Minang hanya akan terwujud optimal apabila dibarengi dengan pelayanan tulus yang hadir lebih dekat dan melayani langsung dari hati," ujar Kombes Pol. Reza Chairul.

Lebih lanjut, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq mengimbau seluruh lapisan masyarakat untuk menjadikan tertib lalu lintas sebagai sebuah budaya bersama demi keselamatan kemanusiaan. "Melalui penguatan patroli ini, kami juga mengajak seluruh pengendara untuk selalu disiplin, memeriksa kelayakan kendaraan, serta mematuhi segala peraturan yang berlaku. Ingatlah selalu bahwa keselamatan di jalan raya adalah prioritas utama dan merupakan tanggung jawab kolektif kita bersama; mulailah tertib dari diri sendiri hari ini agar selamat sampai ke tujuan masing-masing," pungkas Dirlantas Polda Sumbar menutup pernyataannya.

PADANG, netralpost – Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Ditlantas Polda Sumbar) melalui Satuan Patroli dan Pengatur Jalan Raya (Sat PJR) Sumbar 4 terus mengintensifkan pendekatan humanis kepada masyarakat. Salah satu langkah nyata yang dilakukan adalah melalui program unggulan bernama "Ngobras" atau Ngopi Bareng Polantas. Kegiatan edukatif ini dikemas dalam bentuk diskusi santai di warung-warung kopi lokal, menciptakan ruang interaksi langsung tanpa jarak antara petugas kepolisian dan warga sekitar.

Melalui kegiatan "Ngobras" ini, personel Sat PJR Sumbar 4 turun langsung menyapa pengendara, tokoh masyarakat, serta pemuda setempat untuk berdialog mengenai pentingnya Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas). Sambil menikmati kopi bersama, petugas menyampaikan pesan-pesan edukatif mengenai aturan berkendara yang aman demi meminimalkan angka kecelakaan di wilayah Sumatera Barat. Kehadiran polisi di tengah suasana informal ini mendapat sambutan yang sangat hangat dari masyarakat.

Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menegaskan bahwa pendekatan persuasif merupakan kunci utama dalam membentuk karakter pengendara yang disiplin. "Kami ingin mengubah paradigma penegakan hukum lalu lintas dari yang tadinya kaku menjadi lebih bersahabat dan menyentuh hati masyarakat. Melalui ruang dialog santai seperti Ngobras ini, edukasi keselamatan dapat diterima dengan lebih baik oleh warga tanpa adanya rasa cemas atau takut kepada petugas," ujar Kombes Pol. Reza Chairul.

Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza Chairul juga menambahkan bahwa tertib berlalu lintas adalah cerminan dari budaya bangsa yang bermartabat. Oleh karena itu, dalam setiap forum "Ngobras", jajaran Polantas selalu menekankan enam poin utama keselamatan jalan raya. Poin-poin penting tersebut meliputi kewajiban menggunakan helm saat berkendara, menggunakan sabuk pengaman bagi pengendara mobil, tidak mengoperasikan ponsel saat menyetir, mematuhi batas kecepatan kendaraan, menaati rambu-rambu lalu lintas, serta selalu mengutamakan keselamatan bersama sebagai prioritas tertinggi di jalan.

Program "Polantas Karib" dan "Polantas Menyapa" ini juga dimanfaatkan oleh petugas untuk mendengarkan langsung keluhan, masukan, maupun aspirasi dari para pengguna jalan terkait pelayanan kepolisian lalu lintas di lapangan. Sinergi yang kuat antara kepolisian dan masyarakat dinilai menjadi fondasi yang kokoh untuk menekan potensi pelanggaran di jalan raya. Petugas berharap warga yang hadir dalam diskusi ini mampu menjadi pelopor keselamatan lalu lintas, serta menyebarluaskan virus positif ketertiban ini ke lingkungan keluarga dan tetangga terdekat mereka.

Dengan slogan utama "Keselamatan Anda, Prioritas Kami," Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen penuh untuk terus hadir di tengah masyarakat secara konsisten melalui program-program yang solutif. Kegiatan "Ngobras" ini diharapkan tidak hanya menjadi jembatan silaturahmi yang erat, tetapi juga mampu menumbuhkan kesadaran kolektif yang mandiri dari dalam diri setiap individu masyarakat. Ketika kesadaran tersebut telah terbentuk, jalan raya di Sumatera Barat akan menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan berkeselamatan bagi setiap penggunanya.(*) 

PADANG, netralpost — Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat terus berkomitmen untuk menghadirkan sosok Polri yang dekat, hangat, dan responsif di tengah-tengah masyarakat. Langkah nyata ini ditunjukkan oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Djati Wiyoto Abadhy, S.I.K., yang memimpin langsung Gerakan Sholat Subuh Berjamaah di Masjid Nurus Sabirin, Komplek Aspol Alai, Kecamatan Padang Barat, Kota Padang, pada Senin (31/8/2026).

‎Turut didampingi jajaran personel Bidhumas serta Dit Samapta Polda Sumbar, kehadiran jenderal bintang dua tersebut disambut hangat oleh pengurus masjid dan warga setempat. Suasana ibadah berlangsung penuh khidmat, menyatukan jajaran kepolisian dan masyarakat dalam satu shaf yang harmonis.

‎Bagi Kapolda Sumbar, kehadiran Polri di tengah warga tidak boleh sekadar berfokus pada tugas-tugas penegakan hukum dan pengamanan fisik. Lebih dari itu, hadirnya polisi adalah tentang membangun rasa saling percaya (trust building) serta memupuk kebersamaan secara tulus.

‎"Kehadiran Polri di tengah masyarakat tidak hanya untuk menjaga keamanan, tetapi juga membangun kepercayaan melalui kebersamaan. Lewat momen-momen sederhana seperti sholat berjamaah ini, kita ingin memastikan bahwa Polri selalu ada, dekat, dan siap mendengarkan masyarakat," ungkap Kapolda Sumbar.

‎Suasana keakraban semakin terasa usai pelaksanaan sholat Subuh. Kegiatan dilanjutkan dengan sesi ramah tamah yang berlangsung santai namun bermakna. Kapolda beserta jajaran berdialog langsung dengan para pengurus masjid dan warga, mendengarkan berbagai aspirasi, keluhan, hingga masukan terkait situasi lingkungan sekitar.

‎Melalui pendekatan berbasis pendekatan keagamaan dan kemasyarakatan ini, Polda Sumbar konsisten mendorong transformasi Polri yang humanis. Dialog dua arah tanpa jarak seperti ini menjadi sarana efektif untuk menyerap informasi demi terciptanya pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) yang aman, damai, dan kondusif di Ranah Minang.(*) 

 

SIJUNJUNG, NETRALPOST ---   Kepolisian Resor (Polres) Sijunjung menunjukkan kepedulian terhadap kesehatan dan keselamatan masyarakat melalui kegiatan pembagian masker di Jalan Lintas Sumatera, Nagari Palangki, Kecamatan IV Nagari, Kabupaten Sijunjung.

Kegiatan tersebut dipimpin langsung Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah, S.I.K., M.H., bersama jajaran Polsek IV Nagari dan unsur Forum Koordinasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) Kecamatan IV Nagari.

Dalam kegiatan tersebut, petugas menyambangi masyarakat dan pengguna jalan sekaligus membagikan masker sebagai bagian dari upaya memberikan perlindungan serta meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya menjaga kesehatan.

Kapolres Sijunjung AKBP Willian Harbensyah melalui Kapolsek Empat Nagari Iptu Ichsan Ansari mengatakan, kegiatan pembagian masker tersebut merupakan bentuk kepedulian Polri terhadap masyarakat, khususnya pengguna jalan yang beraktivitas di kawasan Jalan Lintas Sumatera.

“Pembagian masker ini merupakan salah satu bentuk kepedulian Polri kepada masyarakat. Kami mengajak masyarakat untuk tetap memperhatikan kesehatan dan keselamatan dalam menjalankan aktivitas sehari-hari,” ujarnya. 

Menurutnya, kehadiran personel kepolisian di tengah masyarakat tidak hanya berkaitan dengan pemeliharaan keamanan dan ketertiban, tetapi juga merupakan bagian dari upaya memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat.

“Polri akan terus berupaya hadir di tengah masyarakat melalui kegiatan-kegiatan yang memberikan manfaat secara langsung. Kami berharap masyarakat dapat bersama-sama menjaga lingkungan yang aman, tertib dan sehat,” lanjutnya.

Lebih lanjut, Kapolsek IV Nagari Iptu Ichsan Ansari, S.H., M.H., menyampaikan pihaknya bersama unsur terkait akan terus membangun komunikasi dengan masyarakat melalui kegiatan sosial dan pelayanan langsung di lapangan.

«“Kami ingin kehadiran personel Polri dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat. Selain menjaga keamanan dan ketertiban, kami juga berupaya memberikan edukasi serta kepedulian terhadap kondisi masyarakat,” kata Iptu Ichsan Ansari.

Iptu Ichsan menambahkan, kegiatan yang melibatkan kepolisian dan unsur Forkopimcam tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memperkuat sinergitas antara aparat pemerintah, kepolisian dan masyarakat.

Ia juga mengimbau masyarakat, khususnya pengguna jalan, untuk selalu memperhatikan keselamatan serta mematuhi ketentuan yang berlaku saat beraktivitas di jalan raya.

Kegiatan pembagian masker berlangsung dengan pendekatan humanis. Petugas berinteraksi langsung dengan masyarakat dan pengguna kendaraan yang melintas di kawasan tersebut.

Melalui kegiatan tersebut, Polres Sijunjung dan Polsek IV Nagari menegaskan komitmennya untuk terus hadir memberikan pelayanan dan perlindungan kepada masyarakat sekaligus memperkuat kemitraan antara kepolisian dengan warga.(*) 

  

LIMAPULUH KOTA, NETRALPOST — Renovasi Gedung Mapolsek Kapur IX, Polres Limapuluh Kota, resmi rampung. Kapolres Limapuluh Kota AKBP Saiful Wachid, S.H., S.I.K., M.H., meresmikan gedung tersebut pada Kamis (27/8/2026).

Peresmian ini menjadi momentum bagi jajaran Polsek Kapur IX untuk meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat. Renovasi gedung juga menjadi wujud sinergi dan gotong royong antara kepolisian, pemerintah setempat, tokoh masyarakat, serta masyarakat dan perantau asal Kapur IX.

Sejak awal, proses renovasi mendapat dukungan dari Kapolres Limapuluh Kota. Saiful Wachid disebut terus mendorong dan mengawal proses pembangunan agar fasilitas Mapolsek dapat menunjang pelaksanaan tugas kepolisian sekaligus memberikan pelayanan yang lebih nyaman kepada masyarakat.

Kapolsek Kapur IX AKP Rika Susanto mengatakan rampungnya renovasi tersebut tidak terlepas dari dukungan berbagai pihak. Menurutnya, gotong royong menjadi salah satu kunci sehingga proses renovasi dapat diselesaikan.

"Terima kasih atas dukungan seluruh pihak, mulai dari tokoh masyarakat hingga para perantau asal Kapur IX. Kantor yang layak dan nyaman adalah impian kita semua," ujar Rika.

Dia berharap gedung yang telah direnovasi tersebut dapat semakin meningkatkan semangat personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

"Yang jauh lebih berharga adalah semangat untuk melayani masyarakat dengan sepenuh jiwa. Semoga gedung ini menjadi pintu pelayanan yang hangat, tempat warga datang merasa tenang dan pulang membawa kepuasan," katanya.

Kapolres Apresiasi Gotong Royong Warga

Kapolres Limapuluh Kota AKBP Saiful Wachid mengapresiasi kekompakan personel Polsek Kapur IX bersama seluruh elemen masyarakat dalam mendukung renovasi gedung tersebut.

Menurut Saiful, dukungan masyarakat merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan antara Polri dan masyarakat.

"Taburlah benih-benih kebaikan di tengah masyarakat. Jaga selalu amanah ini dengan tulus dan profesionalitas," kata Saiful.

Dia menekankan agar peningkatan fasilitas juga diikuti dengan peningkatan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

"Apabila pelayanan kita lahir dari hati, maka citra Polri akan melekat di sanubari masyarakat. Institusi ini akan senantiasa dicintai, dipercaya, dan dijaga bersama masyarakat," ujarnya.

Dalam kegiatan peresmian tersebut turut hadir Camat Kapur IX, sejumlah tokoh masyarakat, Irman Tedy, Samsul Bikar, Babinsa, niniak mamak, Bundo Kanduang, serta unsur masyarakat lainnya.

Dengan selesainya renovasi tersebut, Polsek Kapur IX diharapkan dapat semakin optimal dalam menjalankan tugas pemeliharaan keamanan dan ketertiban masyarakat serta memberikan pelayanan kepada warga di wilayah hukumnya.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bekerja sama dengan KAI Properti menyelenggarakan pelatihan intensif bagi 37 Petugas Jaga Lintasan (PJL) yang baru direkrut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan di perlintasan sebidang.

Pelatihan yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari, mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026, dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar dan diikuti oleh 37 PJL yang telah menyelesaikan proses rekrutmen. Para peserta selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah wilayah kerja KAI Divre II Sumbar.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan yang harus dimiliki PJL dalam menjalankan tugas. Sebagai petugas yang berada langsung di lapangan, PJL memiliki peran penting dalam memastikan operasional perlintasan sebidang berjalan sesuai prosedur dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kompetensi dan kesiapan PJL menjadi salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“PJL merupakan ujung tombak dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prosedur keselamatan, pengoperasian peralatan, penanganan kondisi tidak normal, serta berbagai aspek yang harus dikuasai dalam pelaksanaan tugas. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas secara disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Reza.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup aspek regulasi dan teknis, antara lain pemahaman perundang-undangan, peraturan pemerintah dan peraturan dinas terkait pintu perlintasan, semboyan kereta api, pengetahuan konstruksi jalan rel, pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan peralatan telekomunikasi, prosedur operasional standar (SOP), jadwal perjalanan kereta api, safety intermediate, prosedur penanganan kondisi tidak normal, serta etika pelayanan publik.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mendapatkan materi praktik yang meliputi praktik semboyan kereta api, penggunaan alat keselamatan standar kerja, prosedur pencatatan laporan penjagaan, serta pengoperasian peralatan pintu perlintasan. Pembekalan tersebut diberikan untuk memastikan para peserta tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat ketika menjalankan tugas di lapangan.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan sejumlah unit terkait, di antaranya unit Operasional, unit Jalan dan Jembatan, unit Legal, serta unit Keselamatan. Kolaborasi lintas unit tersebut dilakukan untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, baik dari sisi operasional, teknis, regulasi maupun keselamatan kerja.

KAI Divre II Sumbar secara berkelanjutan melakukan peningkatan kompetensi bagi personel PJL. Saat ini, terdapat sebanyak 109 PJL yang dipekerjakan oleh KAI di wilayah kerja Divre II Sumbar dan telah tersertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sesuai kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas sebagai PJL.

Sementara itu, 37 PJL yang mengikuti pelatihan kali ini juga akan menjalani proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sebelum menjalankan tugasnya di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar juga akan melaksanakan pelatihan dan peningkatan kompetensi PJL secara berkala di seluruh wilayah kerja. Upaya tersebut merupakan bagian dari program keselamatan terpadu KAI untuk meningkatkan kesiapan petugas, memperkuat penerapan prosedur keselamatan, serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan seluruh petugas yang berada di garis depan pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kompetensi petugas, kepatuhan terhadap prosedur, serta kedisiplinan seluruh pengguna jalan,” tutup Reza.

Melalui penguatan kompetensi dan sertifikasi PJL secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berharap keberadaan petugas di perlintasan sebidang dapat semakin optimal dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.(*) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.