Jumat Agung 2026, Ditlantas Polda Sumbar Gaungkan Pesan Kasih dan Pelayanan Humanis
Padang, netralpost – Peringatan Jumat Agung yang jatuh pada 3 April 2026 berlangsung khidmat dan sarat makna refleksi. Momentum keagamaan ini tidak hanya menjadi bagian dari ibadah umat Kristiani, tetapi juga menghadirkan pesan universal tentang kasih, pengorbanan, dan ketulusan yang relevan bagi seluruh lapisan masyarakat.
Di Sumatera Barat, suasana Jumat Agung turut diwarnai dengan pesan humanis dari jajaran Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar. Direktur Lalu Lintas, Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq, bersama Wakil Direktur Lalu Lintas AKBP Yudho Huntoyo, menyampaikan refleksi mendalam mengenai makna peringatan tersebut.
Dalam pesan visual yang disampaikan, keduanya tampil dengan sikap hormat berlatar simbol salib, yang merepresentasikan pengorbanan dan kasih. Nuansa religius yang dihadirkan tidak hanya bersifat simbolik, tetapi juga menjadi pengingat kuat akan pentingnya nilai kemanusiaan dalam kehidupan sehari-hari.
Kombes Pol Reza Chairul Akbar Sidiq menegaskan bahwa tugas kepolisian tidak semata-mata berfokus pada penegakan hukum, tetapi juga mencakup pendekatan yang humanis dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.
“Nilai kasih dan ketulusan harus menjadi dasar dalam setiap langkah pelayanan. Polisi hadir untuk memberikan rasa aman dengan pendekatan yang berempati,” ujarnya.
Hal senada disampaikan AKBP Yudho Huntoyo yang mengajak seluruh personel menjadikan Jumat Agung sebagai momentum introspeksi diri.
“Tugas tidak cukup dijalankan secara formal, tetapi harus melibatkan hati nurani agar pelayanan yang diberikan benar-benar dirasakan masyarakat,” katanya.
Menurutnya, nilai pengorbanan yang terkandung dalam Jumat Agung sejalan dengan semangat pengabdian Polri, khususnya dalam menjaga ketertiban dan keselamatan di jalan raya.
Selain itu, pesan damai yang diangkat dalam peringatan ini juga menjadi ajakan untuk memperkuat toleransi dan harmoni di tengah keberagaman. Ditlantas Polda Sumbar menilai bahwa perbedaan yang ada harus menjadi kekuatan dalam membangun persatuan, bukan sebaliknya.
Melalui momentum ini, institusi kepolisian ingin menunjukkan perannya tidak hanya sebagai penegak hukum, tetapi juga sebagai bagian dari masyarakat yang menjunjung tinggi nilai-nilai kemanusiaan.
Simbol burung yang terbang bebas dalam visual yang ditampilkan turut mempertegas pesan harapan, kebebasan, dan kedamaian, sekaligus mengajak masyarakat untuk melangkah ke depan dengan semangat baru.
Peringatan Jumat Agung 2026 pun diharapkan menjadi pengingat bagi seluruh elemen masyarakat untuk memperkuat kepedulian sosial, menjaga toleransi, serta menjunjung tinggi nilai kasih dan ketulusan dalam kehidupan sehari-hari.
Dengan semangat tersebut, Ditlantas Polda Sumbar mengajak masyarakat untuk terus menjaga persatuan dan menciptakan suasana yang harmonis di tengah dinamika kehidupan.












