Babinsa Koramil 07/Pauh Kambar Serda Erry Bantu Warga Melamang di Wilayah Binaan


Padang Pariaman-netralpost.net
- Tradisi Malamang dan seratus hari bagi masyarakat yang meninggal dunia Memperkuat Pendidikan Karakter Budaya Malamang di Padang pariaman.

"Kegiatan malamang dan seratus hari bagi yang meninggal dunia (memasak lemang atau ketan untuk dimakan bersama) memang sangat efektif dalam membangun kekompakan para masyarakat. Sebab  kegiatan itu tidak bakal berjalan tanpa kekompakan," kata Lusi, Minggu (13/6/2021).

Sebagai warga Korong Gantiang Subarang Nagari Kapalo Koto Kecamatan Nan Sabaris Kabupaten Padang Pariaman, ibuk Lusi mengatakan, Budaya Malamang, Bajamba sangat membangkitkan budaya masyarakat Padang pariaman. Kegiatan malamang dan bajamba merupakan tradisi budaya warga Padang pariaman yang biasanya dilakukan pada acara yang diselenggarakan warga setempat.

Malamang dan bajamba tersebut penting dipertahankan sehingga tradisi tersebut dirasakan oleh generasi selanjutnya. Kegiatan ini juga dapat mempertahankan tradisi, makanan tradisional, serta menciptakan karakter positif kepada masyarakat, sebab  kegiatan ini meminta kebersamaan dan kekompakan masyarakat. Kalau tidak kompak maka hasilnya tidak akan bagus," ujarnya.

Malamang merupakan kegiatan membuat salah satu makanan tradisional yang disebut lamang atau lemang dan biasanya dibuat secara bersama-sama.

Sedangkan bajamba adalah tradisi makan yang dilakukan oleh orang Minangkabau dengan cara duduk bersama-sama dalam suatu ruangan atau tempat yang telah ditentukan.

Sementara itu, Wali Nagari Kapalo Koto BPK Sony Putra yang akrab disapa Acong mengatakan, pihaknya terinspirasi mengadakan melamang budaya itu karena kondisi sosial masyarakat di Padang Pariaman yang mendukung terlebih adanya seratus hari yang meninggal dunia yang identik dengan malamang.

Melamang itu setiap seratus hari yang meninggal dunia di adakan oleh masyarakat, kegiatan ini bermanfaat bagi masyarakat Pariaman karena itu orang tua dan generasi muda mendukung pelaksanaannya sehingga masyarakat  secara kompak membuat lamang dan jamba. Kegiatan ini memang keinginan bersama terlebih pelaksanaannya bertepatan dengan seratus hari masyarakat yang meninggal dunia, pungkasnya.

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.