Articles by "PT KAI SUMBAR"

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten pesisir selatan Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88
Showing posts with label PT KAI SUMBAR. Show all posts

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bekerja sama dengan KAI Properti menyelenggarakan pelatihan intensif bagi 37 Petugas Jaga Lintasan (PJL) yang baru direkrut sebagai bagian dari upaya meningkatkan kompetensi dan keselamatan di perlintasan sebidang.

Pelatihan yang berlangsung selama 7 (tujuh) hari, mulai 26 Agustus hingga 3 September 2026, dilaksanakan di Kantor KAI Divre II Sumbar dan diikuti oleh 37 PJL yang telah menyelesaikan proses rekrutmen. Para peserta selanjutnya akan ditempatkan di sejumlah wilayah kerja KAI Divre II Sumbar.

Kegiatan ini bertujuan memperkuat pengetahuan, keterampilan, kedisiplinan, serta pemahaman terhadap aspek keselamatan yang harus dimiliki PJL dalam menjalankan tugas. Sebagai petugas yang berada langsung di lapangan, PJL memiliki peran penting dalam memastikan operasional perlintasan sebidang berjalan sesuai prosedur dan mendukung keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kompetensi dan kesiapan PJL menjadi salah satu aspek penting dalam upaya meningkatkan keselamatan di perlintasan sebidang.

“PJL merupakan ujung tombak dalam menjaga keselamatan di perlintasan sebidang. Melalui pelatihan ini, kami memberikan pemahaman yang lebih mendalam mengenai prosedur keselamatan, pengoperasian peralatan, penanganan kondisi tidak normal, serta berbagai aspek yang harus dikuasai dalam pelaksanaan tugas. Kami berharap seluruh peserta dapat menjalankan tugas secara disiplin, profesional, dan mengutamakan keselamatan,” ujar Reza.

Selama pelatihan, peserta mendapatkan berbagai materi yang mencakup aspek regulasi dan teknis, antara lain pemahaman perundang-undangan, peraturan pemerintah dan peraturan dinas terkait pintu perlintasan, semboyan kereta api, pengetahuan konstruksi jalan rel, pengoperasian peralatan pintu perlintasan dan peralatan telekomunikasi, prosedur operasional standar (SOP), jadwal perjalanan kereta api, safety intermediate, prosedur penanganan kondisi tidak normal, serta etika pelayanan publik.

Selain pembelajaran teori, peserta juga mendapatkan materi praktik yang meliputi praktik semboyan kereta api, penggunaan alat keselamatan standar kerja, prosedur pencatatan laporan penjagaan, serta pengoperasian peralatan pintu perlintasan. Pembekalan tersebut diberikan untuk memastikan para peserta tidak hanya memahami prosedur secara teori, tetapi juga mampu menerapkannya secara tepat ketika menjalankan tugas di lapangan.

Pelaksanaan pelatihan melibatkan sejumlah unit terkait, di antaranya unit Operasional, unit Jalan dan Jembatan, unit Legal, serta unit Keselamatan. Kolaborasi lintas unit tersebut dilakukan untuk memberikan pembekalan yang komprehensif, baik dari sisi operasional, teknis, regulasi maupun keselamatan kerja.

KAI Divre II Sumbar secara berkelanjutan melakukan peningkatan kompetensi bagi personel PJL. Saat ini, terdapat sebanyak 109 PJL yang dipekerjakan oleh KAI di wilayah kerja Divre II Sumbar dan telah tersertifikasi oleh Direktorat Jenderal Perkeretaapian Kementerian Perhubungan sesuai kompetensi yang dipersyaratkan untuk melaksanakan tugas sebagai PJL.

Sementara itu, 37 PJL yang mengikuti pelatihan kali ini juga akan menjalani proses sertifikasi sesuai ketentuan yang berlaku. Sertifikasi tersebut menjadi bagian penting dalam memastikan setiap petugas memiliki kompetensi yang dipersyaratkan sebelum menjalankan tugasnya di perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar juga akan melaksanakan pelatihan dan peningkatan kompetensi PJL secara berkala di seluruh wilayah kerja. Upaya tersebut merupakan bagian dari program keselamatan terpadu KAI untuk meningkatkan kesiapan petugas, memperkuat penerapan prosedur keselamatan, serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kompetensi dan kesiapan seluruh petugas yang berada di garis depan pelayanan dan keselamatan perjalanan kereta api. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab satu pihak, tetapi merupakan tanggung jawab bersama yang harus diwujudkan melalui kompetensi petugas, kepatuhan terhadap prosedur, serta kedisiplinan seluruh pengguna jalan,” tutup Reza.

Melalui penguatan kompetensi dan sertifikasi PJL secara berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar berharap keberadaan petugas di perlintasan sebidang dapat semakin optimal dalam mendukung keselamatan perjalanan kereta api sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat untuk selalu tertib dan berhati-hati saat melintasi perlintasan sebidang.(*) 

 

Padang,  netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme personel pengamanan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja dan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, dan nyaman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Security Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis–Jumat (27–28/8) di halaman Kantor KAI Divre II Sumatera Barat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP, bersama Babin Polsuska Aiptu Roby Kentoro dan diikuti oleh 72 personel security.

Dalam arahannya, Manajer Pengamanan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur dalam menjalankan tugas. Personel security juga diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap, penampilan, dan etika dalam bertugas serta mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional kepada pelanggan maupun seluruh pihak yang berada di lingkungan kerja KAI.

“Security merupakan salah satu garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Karena itu, setiap personel harus memiliki kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kemampuan untuk bertindak secara tepat sesuai prosedur. Selain menjaga keamanan, personel juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional,” ujar Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto.

Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan baris-berbaris (PBB) yang bertujuan meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, ketanggapan, serta kemampuan personel dalam menerima dan melaksanakan instruksi secara tepat, cepat, dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental, kegiatan dilanjutkan dengan Long March berupa perjalanan kaki sejauh 8 kilometer dari Stasiun Pulau Air hingga Kodaeral II Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan fisik, ketangguhan mental, kedisiplinan, serta kekompakan antarpersonel. Melalui Long March tersebut, personel security juga dilatih untuk menjaga fokus, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara disiplin, terukur, dan bertanggung jawab.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan kapasitas personel security memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan. Menurutnya, aspek keamanan dan pelayanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam operasional transportasi kereta api.

“Keamanan merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan transportasi yang berkualitas. Ketika personel security memiliki disiplin, kesiapsiagaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, maka hal tersebut akan turut membangun rasa aman dan nyaman bagi pelanggan. Karena itu, pembinaan seperti ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan pengamanan, tetapi juga membentuk karakter personel yang mampu memberikan pelayanan secara profesional dan humanis,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa personel security tidak hanya dituntut untuk mampu menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah perusahaan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan masyarakat.

“Setiap interaksi personel dengan pelanggan merupakan bagian dari pengalaman mereka menggunakan layanan KAI. Sikap yang ramah, responsif, disiplin, dan profesional akan memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KAI. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar standar keamanan berjalan beriringan dengan standar pelayanan,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Selain aspek fisik dan kedisiplinan, pembinaan juga diarahkan untuk membangun koordinasi, kepemimpinan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kami berharap seluruh personel security dapat semakin disiplin, sigap, tangguh, profesional, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Dengan personel pengamanan yang memiliki kompetensi dan kesiapan yang baik, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, nyaman, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan” tutup Reza.(*) 

Padang, netralpost --- Penguatan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan KAI Divre II Sumbar melalui audiensi bersama Kodaeral II Padang, Kamis (27/8). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kodaeral II Padang tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen.

Kedatangan jajaran KAI Divre II Sumbar disambut langsung oleh Dankodaeral II Laksda TNI Sarimpunan Tanjung, didampingi Aster Dankodaeral II Kolonel (Mar) Wartono dan Kadister Kodaeral II Letkol (Mar) Arifin.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan kelembagaan antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan sinergi, khususnya dalam mendukung aspek keamanan, kelancaran operasional, serta terciptanya koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa sinergi dengan TNI, termasuk Kodaeral II Padang, merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional perkeretaapian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sebagai pengguna jasa kereta api.

“Kolaborasi dan koordinasi dengan Kodaeral II Padang merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan mendukung kelancaran operasional KAI Divre II Sumbar. Kami berharap komunikasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif bagi keamanan, kelancaran operasional, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Senada dengan hal tersebut, Dankodaeral II Padang Laksda TNI Sarimpunan Tanjung menyambut baik audiensi yang dilakukan KAI Divre II Sumbar. Menurutnya, sinergitas dan komunikasi antarlembaga merupakan hal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik audiensi ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antara Kodaeral II Padang dengan KAI Divre II Sumbar. Kodaeral II siap mendukung dan memperkuat sinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi bagi keamanan, kelancaran operasional, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sarimpunan.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol penguatan hubungan kelembagaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang.

Melalui audiensi ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergitas dan kolaborasi dengan Kodaeral II Padang semakin solid dan berkelanjutan. Koordinasi yang semakin baik diharapkan dapat mendukung terciptanya operasional kereta api yang aman dan lancar serta memperkuat kualitas pelayanan KAI kepada masyarakat.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Stasiun Padang, Kamis (27/8). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian terhadap fasilitas dan layanan publik yang mendukung pengembangan ekosistem pariwisata ramah muslim di Sumatera Barat.

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan salah satu instrumen penilaian yang digagas oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Bank Indonesia dan NHI Poltekpar Bandung. Penilaian IMTI dilakukan untuk melihat kesiapan serta komitmen daerah dalam mengembangkan destinasi dan fasilitas pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

Kunjungan Tim Penilai IMTI di Stasiun Padang diterima langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya. Turut hadir Manager Operasi dan Angkutan Fasilitas Penumpang, Acep S. Manan, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, Kepala Stasiun Padang Jefri Alkori, beserta jajaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, beserta jajaran, Ketua BPJPH Sumatera Barat Dr. Ikrar Abdi, S.Ag., M.A., Deputy Direktur BEKS Bank Indonesia Dwi Putra Indrawan, serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wahendra.

Sementara itu, Tim Penilai IMTI dipimpin oleh Dr. Sumaryadi, MM bersama Christian Helmy Rumayar, Zafira Khairani, dan Ditra Bulan Ramadinia.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Penilai IMTI meninjau sejumlah fasilitas dan layanan yang tersedia di Stasiun Padang, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sarana pendukung kebutuhan wisatawan muslim.

Tim penilai memberikan apresiasi terhadap kesiapan fasilitas pelayanan di Stasiun Padang, khususnya dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa.

“Pelayanan disabilitas di Stasiun Padang sangat ramah dan memudahkan pengguna. Selain itu, fasilitas untuk mendukung pariwisata ramah muslim juga telah disiapkan dengan baik, seperti ketersediaan musala hingga masjid, toilet terpisah, kelengkapan fasilitas disabilitas, digitalisasi dan fasilitas lainnya,” ujar Sumaryadi.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, aman, nyaman, serta mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisata di Sumatera Barat.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas yang ramah bagi seluruh pelanggan, termasuk penyandang disabilitas maupun wisatawan muslim. Kunjungan Tim Penilai IMTI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Padang,” ujar Lutfi.

Menurutnya, keberadaan transportasi publik yang mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas. Stasiun sebagai salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan memiliki peran strategis dalam memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.

“KAI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia. Kami berharap layanan transportasi kereta api dapat semakin memberikan nilai tambah bagi perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” tambah Lutfi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, menyampaikan bahwa transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim, khususnya dalam memberikan kemudahan akses, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

“Pariwisata ramah muslim tidak hanya tentang destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berkualitas, inklusif, dan ramah bagi wisatawan muslim,” ujar Lila.

Melalui kunjungan Tim Penilai IMTI 2026 tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Barat, sekaligus memastikan Stasiun Padang menjadi ruang pelayanan publik yang inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai latar belakang.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung pada 25 Agustus 2026.

Pada momentum tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 8.181 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat. Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam satu hari sebanyak 7.792 tempat duduk.

Tingginya mobilitas masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai salah satu pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum libur.

Dari keseluruhan layanan, KA Pariaman Ekspres menjadi kereta api dengan volume pelanggan tertinggi, yakni mencapai 5.296 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan 125 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 tempat duduk.

Capaian volume pelanggan yang melampaui 100 persen tersebut tidak menunjukkan adanya kelebihan penumpang terhadap kapasitas kereta dalam satu perjalanan. Angka tersebut merupakan perbandingan antara akumulasi jumlah pelanggan dengan total kapasitas tempat duduk yang tersedia dari seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres dalam satu hari. Pelanggan yang dilayani tersebar pada sejumlah perjalanan dengan waktu keberangkatan yang berbeda.

Tingginya volume pelanggan pada KA Pariaman Ekspres sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api relasi Pauh Lima–Naras, khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan Pariaman dan sekitarnya.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani sebanyak 1.417 pelanggan, sedangkan KA Minangkabau Ekspres melayani sebanyak 1.468 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya volume pelanggan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.

_Stasiun Padang Jadi Titik Keberangkatan Tertinggi_

Peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga terlihat dari sebaran pelanggan di sejumlah stasiun di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar. Tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat semakin beragam, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota dan antarwilayah.

Dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 2.330 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Pariaman sebanyak 1.334 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 721 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 678 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 445 pelanggan.

Sementara dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun tujuan dengan volume pelanggan tertinggi, yaitu sebanyak 2.242 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman sebanyak 1.441 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 995 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 664 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 423 pelanggan.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat pada satu jenis perjalanan. Pada segmen perjalanan harian, kereta api menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas rutin seperti bekerja, bersekolah, maupun kegiatan ekonomi dan sosial antarkawasan. Sementara itu, pada segmen perjalanan antarkota, kereta api dimanfaatkan untuk menghubungkan masyarakat dari Padang, Pariaman, kawasan sekitar Lubuk Alung, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Perbedaan karakteristik tersebut juga mencerminkan bahwa kebutuhan perjalanan harian dan perjalanan antarkota memiliki pola yang berbeda. Pelanggan perjalanan harian cenderung membutuhkan layanan yang tepat waktu, mudah diakses, serta memiliki frekuensi perjalanan yang mendukung aktivitas rutin. Sementara pelanggan perjalanan antarkota membutuhkan konektivitas antarwilayah, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan dalam mencapai pusat kegiatan, kawasan wisata, maupun simpul transportasi lainnya.

KAI Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan_

Untuk mendukung peningkatan mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek operasional berjalan secara optimal. Kesiapan dilakukan melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan perjalanan kereta api, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan, baik di stasiun maupun selama perjalanan.

Aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama KAI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan.

KAI mengimbau masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang untuk berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza.(*) 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kesadaran pekerja terhadap pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, aman, dan produktif. Salah satu upaya tersebut diwujudkan melalui kegiatan sosialisasi kesehatan bertajuk “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok” yang digelar secara hybrid, Jumat (21/8), di Ruang Rapat Buya Hamka, Divre II Sumbar.

Kegiatan tersebut diikuti oleh Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, jajaran manajemen, serta para pekerja Divre II Sumbar, dengan menghadirkan Dokter Spesialis Paru RS Universitas Andalas, dr. Sabrina Ermayanti, Sp.P(K), Onk sebagai narasumber.

Kepala Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa kesehatan pekerja merupakan salah satu aspek penting dalam mendukung kelancaran operasional serta produktivitas perusahaan.

“Menjaga kesehatan merupakan tanggung jawab setiap individu dan menjadi bagian penting dalam mendukung produktivitas serta keselamatan dalam bekerja. Melalui kegiatan ini, kami berharap para pekerja semakin memahami risiko kesehatan akibat kebiasaan merokok dan memiliki kesadaran yang lebih kuat untuk menerapkan pola hidup sehat,” ujar Lutfi.

Dalam kegiatan tersebut, dr. Sabrina Ermayanti memberikan edukasi mengenai kanker paru, mulai dari faktor risiko, gejala yang perlu diwaspadai, dampak kebiasaan merokok terhadap kesehatan paru dan organ tubuh lainnya, hingga langkah-langkah pencegahan serta pentingnya deteksi dini.

Ia juga memberikan pemahaman kepada peserta mengenai pentingnya mengenali kondisi kesehatan sejak dini dan tidak mengabaikan gejala yang berpotensi berkaitan dengan gangguan paru. Edukasi tersebut diharapkan dapat meningkatkan pengetahuan pekerja sehingga mampu mengambil langkah preventif dalam menjaga kesehatan diri.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa kondisi kesehatan pekerja memiliki keterkaitan erat dengan kualitas kinerja, terutama dalam mendukung operasional perkeretaapian yang membutuhkan kesiapan fisik, konsentrasi, dan kedisiplinan.

“Pekerja yang sehat tentu akan lebih siap menjalankan tugas secara optimal. Dalam operasional perkeretaapian, kesehatan bukan hanya berkaitan dengan produktivitas, tetapi juga berhubungan dengan keselamatan. Karena itu, menjaga kesehatan, termasuk menghindari kebiasaan merokok dan melakukan deteksi dini terhadap penyakit, merupakan investasi penting bagi pekerja maupun perusahaan,” ujar Reza.

Menurutnya, edukasi kesehatan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar pekerja tidak hanya memahami risiko penyakit, tetapi juga terdorong untuk menerapkan pola hidup sehat dalam kesehariannya.

“Ketika pekerja memiliki kondisi kesehatan yang baik, diharapkan konsentrasi, stamina, produktivitas, dan kualitas pelayanan kepada pelanggan juga dapat terjaga. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI untuk membangun lingkungan kerja yang sehat sekaligus mendukung terciptanya layanan perjalanan kereta api yang aman dan selamat,” tambah Reza.

Selain penyampaian materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab yang berlangsung interaktif. Para peserta diberikan kesempatan untuk berkonsultasi dan menyampaikan pertanyaan seputar kesehatan paru, risiko merokok, serta berbagai upaya yang dapat dilakukan untuk menjaga kesehatan dan mencegah penyakit paru. Untuk meningkatkan antusiasme peserta, kegiatan juga dilengkapi dengan kuis edukatif.

Melalui kegiatan “Kenali Kanker Paru dan Bahaya Merokok”, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan literasi kesehatan di lingkungan kerja. Upaya tersebut menjadi bagian dari perhatian perusahaan terhadap kesejahteraan pekerja sekaligus mendukung terciptanya sumber daya manusia yang sehat, produktif, memiliki kesadaran keselamatan yang tinggi, dan mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat.(*) 

Padang, netralpost --- Masih dalam momentum peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat upaya preventif untuk meningkatkan keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan. Pada Rabu (19/8), KAI Divre II Sumbar melalui unit Pengamanan bersama Babin Polsuska Aiptu Robi Kentoro melaksanakan sosialisasi keamanan dan keselamatan di perlintasan sebidang.


Kegiatan diawali dengan safety briefing kepada seluruh peserta sebagai bentuk kesiapan sebelum pelaksanaan sosialisasi. Selanjutnya, petugas memberikan edukasi secara langsung kepada masyarakat dan pengguna jalan yang melintas di perlintasan sebidang, dengan menyampaikan pentingnya disiplin berlalu lintas, mendahulukan perjalanan kereta api, serta meningkatkan kewaspadaan sebelum dan saat melintasi jalur kereta api.


Sosialisasi dilaksanakan di dua titik perlintasan sebidang terdaftar dan dijaga, yaitu perlintasan Km 2+4/5 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima dan perlintasan Km 4+0 petak jalan Bukit Putus–Pauhlima. Edukasi dilakukan menggunakan pengeras suara, pembentangan spanduk keselamatan, serta pembagian stiker dan suvenir yang memuat pesan-pesan keselamatan kepada pengguna jalan.


Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan tersebut merupakan bagian dari komitmen KAI dalam membangun budaya keselamatan melalui edukasi dan pencegahan secara berkelanjutan.


“Kami terus memperkuat upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang. Palang pintu merupakan salah satu alat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu peringatan lainnya seperti rambu berhenti, tengok kanan dan kiri, papan imbauan hati-hati saat melintasi perlintasan, imbauan mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan jauh lebih efektif apabila didukung dengan kedisiplinan dan kepatuhan pengguna jalan,” ujar Reza.


Reza menjelaskan, perlintasan sebidang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dan jalan raya yang membutuhkan perhatian serta kewaspadaan tinggi dari seluruh pengguna jalan. Seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan, risiko di perlintasan sebidang juga perlu diminimalkan melalui kepatuhan terhadap aturan dan kesadaran bersama.


“Setiap pengguna jalan harus memahami bahwa keselamatan di perlintasan sebidang merupakan tanggung jawab bersama. Kami mengajak masyarakat untuk selalu mematuhi rambu, menggunakan perlengkapan keselamatan seperti helm bagi pengendara sepeda motor, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api,” jelasnya.


Sebagai bagian dari upaya preventif selama 2026, KAI Divre II Sumbar telah melakukan berbagai langkah penguatan keselamatan. Di antaranya, penutupan 30 titik perlintasan sebidang, pelaksanaan sosialisasi keselamatan di 50 titik perlintasan baik yang dijaga maupun tidak dijaga, serta pemasangan 17 banner keselamatan pada titik-titik yang dinilai rawan kecelakaan.


Selain itu, edukasi keselamatan juga dilakukan secara berkelanjutan melalui kegiatan sosialisasi di lingkungan sekolah. KAI Divre II Sumbar juga memberikan dukungan melalui program tanggung jawab sosial dan lingkungan (TJSL) berupa bantuan sarana olahraga, sarana ibadah, dan sarana kebersihan di 24 lokasi di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar sepanjang 2026.


Reza menegaskan, pelanggaran di perlintasan sebidang dapat membahayakan keselamatan pengguna jalan maupun perjalanan kereta api serta memiliki konsekuensi hukum. Ketentuan mengenai keselamatan dan kewajiban pengguna jalan diatur antara lain dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.


“Kunci keselamatan adalah disiplin dan kesadaran. Kami mengajak masyarakat untuk selalu berhenti, tengok kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api. Jangan menerobos atau mengambil risiko hanya karena ingin lebih cepat,” tegas Reza.


KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan, penguatan pengamanan, serta koordinasi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), aparat keamanan, dan seluruh pemangku kepentingan terkait.


KAI juga mengapresiasi peran serta masyarakat dan berbagai instansi yang selama ini mendukung upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Masyarakat yang menemukan potensi bahaya, gangguan, atau aktivitas mencurigakan di jalur kereta api dapat segera melaporkannya melalui stasiun terdekat maupun Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.

Melalui kolaborasi dan kepedulian seluruh pihak, KAI berharap tercipta budaya tertib dan selamat di setiap perlintasan sebidang, sehingga keselamatan perjalanan kereta api dan masyarakat dapat terus terjaga secara berkelanjutan.

(Reza Shahab) 


 

Padang, netralpost --- Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar berbagai perlombaan yang melibatkan insan KAI dari lintas unit kerja. Salah satu kegiatan yang menarik perhatian adalah lomba tarik lokomotif yang dilaksanakan di Balai Yasa Padang, Selasa (18/8).

Berbeda dari lomba tarik tambang pada umumnya, kali ini insan KAI Divre II Sumbar ditantang untuk menarik lokomotif jenis BB 203 dengan bobot sekitar 42 ton sejauh 10 meter hingga garis finish.

Sebanyak enam tim mengikuti perlombaan tersebut. Setiap tim terdiri dari 12 orang yang secara bersama-sama menarik lokomotif menggunakan tali yang telah dipasang pada lokomotif. Perlombaan menggunakan sistem adu cepat, di mana tim yang mampu menarik lokomotif dari garis start hingga garis finish dalam waktu tercepat ditetapkan sebagai pemenang.

Kepala KAI Divre II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya mengatakan lomba tarik lokomotif menjadi salah satu cara kreatif untuk membangun kebersamaan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi insan KAI.

“Kegiatan ini memang kita kemas dalam suasana yang santai dan menyenangkan, tetapi di balik itu ada pesan yang ingin kita bangun, yaitu kebersamaan, kekompakan, komunikasi, dan kolaborasi. Menarik lokomotif dengan bobot 42 ton tentu bukan pekerjaan yang mudah. Kalau hanya mengandalkan kekuatan satu atau dua orang, tentu tidak akan bergerak,” ujar Lutfi.

Menurut Lutfi, kondisi tersebut menjadi gambaran sederhana mengenai pentingnya kolaborasi dalam menjalankan operasional perkeretaapian.

“Begitu juga dalam pekerjaan kita sehari-hari. Tidak ada satu unit yang bisa bekerja sendiri. Ada yang mengurusi sarana, prasarana, operasi, pelayanan, keamanan, komersial, hingga kehumasan. Semuanya mempunyai peran masing-masing dan harus saling mendukung. Kalau komunikasi dan koordinasi berjalan baik, pekerjaan yang berat akan menjadi lebih ringan,” katanya.

Lutfi menilai kegiatan tersebut juga menjadi momentum bagi pegawai untuk saling mengenal lebih dekat, khususnya insan KAI dari berbagai unit kerja.

“Kita ingin seluruh insan KAI di Divre II Sumbar tidak hanya bekerja sebagai satu organisasi, tetapi juga merasa sebagai satu keluarga besar. Kegiatan seperti ini memberikan ruang bagi teman-teman untuk berinteraksi di luar rutinitas pekerjaan, saling mengenal, dan membangun chemistry yang lebih baik,” ungkap Lutfi.

Ia menambahkan bahwa suasana kebersamaan yang tercipta melalui kegiatan tersebut diharapkan dapat memberikan dampak positif terhadap lingkungan kerja.

“Kita ingin suasana kerja di KAI Divre II Sumbar semakin positif. Pegawai bekerja dengan penuh semangat, tetapi tetap bisa menikmati kebersamaan. Karena ketika hubungan antarkaryawan semakin baik, komunikasi juga semakin mudah dan pada akhirnya akan mendukung pekerjaan serta pelayanan kepada pelanggan,” jelasnya.

Menurut Lutfi, pemilihan lokomotif sebagai objek perlombaan juga memiliki makna tersendiri. Lokomotif merupakan salah satu bagian penting dalam perjalanan kereta api, sehingga kegiatan tersebut sekaligus menjadi kesempatan bagi pegawai untuk lebih dekat dengan lingkungan kerja dan sarana perkeretaapian.

“Hari ini lokomotif bukan kita minta untuk menarik kereta, tetapi justru kita yang menarik lokomotif. Ini tentu menjadi pengalaman yang cukup unik dan mudah-mudahan menjadi cerita yang menyenangkan bagi seluruh peserta. Tetapi yang paling penting, kita bisa mengambil pelajaran bahwa lokomotif seberat apa pun bisa kita gerakkan kalau dilakukan secara bersama-sama,” tutur Lutfi.

Ia juga mengapresiasi antusiasme seluruh peserta yang mengikuti perlombaan dengan penuh semangat dan sportivitas.

“Saya mengapresiasi seluruh peserta yang sudah ikut meramaikan kegiatan ini. Tidak ada yang perlu terlalu serius mengejar kemenangan. Yang terpenting adalah bagaimana kita bisa menikmati prosesnya, menjaga sportivitas, dan membangun kebersamaan. Menang itu bonus, kebersamaan adalah tujuan utamanya,” kata Lutfi.

Salah seorang peserta, Ari Sanjaya, mengaku antusias mengikuti lomba tarik lokomotif karena memberikan pengalaman yang berbeda dibandingkan perlombaan pada umumnya.

“Yang paling berat saat awal menarik, karena lokomotif masih dalam posisi diam. Di situ sangat dibutuhkan kekompakan tim, mulai dari tenaga, tumpuan kaki, sampai aba-aba agar tarikan bisa dilakukan secara bersamaan. Setelah lokomotif mulai bergerak, tarikan terasa lebih ringan,” ungkap Ari.

Dalam perlombaan tersebut, Tim Kolaboratif berhasil menjadi pemenang. Tim ini diperkuat oleh Gema Fauzani Aprimarza, Najiburrahman, Syafrizon, Yoga Syafriadi, Ari Sanjaya, Nofrizal Hasan, Yusuf Hendryan, Rivo Dinata, Ade Nofendri Yamalta, Azwirman, Feri Gunawan, dan Rahadi Fareza.

Selain lomba tarik lokomotif, KAI Divre II Sumbar juga menggelar berbagai perlombaan tradisional lainnya, di antaranya balap kelereng, balap karung, estafet tepung, dan gantung keranjang. Berbagai perlombaan tersebut berlangsung meriah dengan dukungan para peserta dan suporter dari berbagai unit kerja.

Kepala KAI Divre II Sumbar mengatakan rangkaian kegiatan tersebut diharapkan tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi dapat memberikan semangat positif bagi seluruh insan KAI.

“Kita ingin semangat kemerdekaan ini tidak hanya kita rayakan dengan perlombaan, tetapi juga kita implementasikan dalam pekerjaan. Semangat untuk terus bergerak maju, tidak mudah menyerah, saling membantu, dan memberikan yang terbaik harus terus kita bawa dalam menjalankan tugas,” ujar Lutfi.

“Saya berharap setelah kegiatan ini selesai, semangat kebersamaan teman-teman juga semakin kuat. Kita kembali ke unit masing-masing dengan energi baru, komunikasi yang lebih baik, dan kolaborasi yang semakin solid. Karena pada akhirnya, yang kita kerjakan adalah satu tujuan, yaitu memberikan pelayanan terbaik dan menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi masyarakat,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan rangkaian perlombaan menjadi sarana memperkuat engagement dan membangun suasana kerja yang positif di lingkungan perusahaan.

“Lomba tarik lokomotif ini memiliki pesan yang sangat kuat. Untuk menggerakkan sesuatu yang berat, kita membutuhkan kekuatan bersama, komunikasi, dan koordinasi. Nilai tersebut juga menjadi bagian penting dalam pekerjaan kita sehari-hari,” ujar Reza.

Ia menambahkan, kegiatan tersebut menjadi momentum bagi insan KAI untuk sejenak melepas rutinitas pekerjaan sekaligus mempererat silaturahmi antarkaryawan.

KAI Divre II Sumbar berharap rangkaian peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI dapat semakin memperkuat soliditas, kolaborasi, komunikasi, dan semangat kekeluargaan seluruh insan perusahaan.

“Kalau lokomotif 42 ton saja bisa kita gerakkan bersama, tentu tantangan pekerjaan juga harus kita hadapi bersama. Mari terus bergerak maju, saling menguatkan, dan memberikan yang terbaik untuk KAI serta masyarakat,” tutup Lutfi.(*) 

Padang, netralpost ---PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat berkolaborasi dengan Komunitas Pecinta Kereta Api menggelar sosialisasi anti pelecehan seksual di Stasiun Padang dan Stasiun Tabing serta di atas KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras dan KA Lembah Anai relasi Kayutanam-Padang, Selasa (18/8).

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen, perwakilan frontliner, serta komunitas pecinta kereta api dan transportasi, di antaranya Komunitas Sumatrain, Indonesian Railway Preservation Society (IRPS), KPKD2SB, RFD2SB, dan Transport for Padang.

Sosialisasi ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam meningkatkan kesadaran pelanggan sekaligus membangun lingkungan transportasi publik yang aman, nyaman, inklusif, dan bebas dari segala bentuk pelecehan seksual, baik di area stasiun maupun selama perjalanan kereta api.

Dalam kegiatan tersebut, edukasi disampaikan secara langsung kepada pelanggan melalui pengeras suara, pembentangan spanduk dan poster imbauan, pembagian souvenir, serta penandatanganan petisi sebagai bentuk dukungan bersama dalam mengecam dan mencegah segala bentuk tindakan pelecehan seksual di lingkungan transportasi publik.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya mengatakan, upaya menciptakan transportasi publik yang aman membutuhkan keterlibatan seluruh pihak, tidak hanya petugas KAI, tetapi juga pelanggan dan komunitas.

“Sosialisasi Anti Pelecehan Seksual ini merupakan bukti nyata keterlibatan bersama dalam menciptakan ruang transportasi publik yang aman dan inklusif. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menghormati, peduli terhadap lingkungan sekitar, serta tidak ragu melaporkan apabila mengalami atau menyaksikan tindakan pelecehan seksual,” ujar Lutfi.

Sementara itu, Kepala Humasda KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa edukasi mengenai pencegahan pelecehan seksual perlu dilakukan secara berkelanjutan dengan melibatkan berbagai unsur, termasuk komunitas pelanggan dan pecinta kereta api.

“Transportasi publik merupakan ruang bersama yang harus memberikan rasa aman dan nyaman bagi siapa pun. Karena itu, pencegahan pelecehan seksual bukan hanya menjadi tanggung jawab petugas KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan keberanian seluruh pengguna jasa. Melalui kolaborasi dengan komunitas, kami ingin pesan ini semakin luas tersampaikan dan mendorong pelanggan untuk berani bertindak serta melaporkan apabila menemukan indikasi pelecehan seksual,” ujar Reza.

Wakil Ketua Railfans Sumatrain, Gilang Fernando, menyambut baik kolaborasi yang dilakukan bersama KAI Divre II Sumbar. Menurutnya, komunitas pecinta kereta api tidak hanya berperan dalam mendukung perkembangan perkeretaapian, tetapi juga dapat menjadi bagian dari upaya menciptakan lingkungan transportasi yang aman.

“Kami mewakili dari komunitas Sumatrain dan komunitas lainnya sangat mendukung kegiatan ini. Sebagai pengguna sekaligus bagian dari komunitas yang dekat dengan dunia perkeretaapian, kami ingin turut mengedukasi masyarakat bahwa pelecehan seksual tidak boleh dianggap sebagai hal biasa. Kami mengajak seluruh pelanggan untuk saling menjaga, menghormati, dan berani melapor apabila melihat atau mengalami tindakan pelecehan seksual,” ujar Nando.

KAI mengimbau seluruh pelanggan agar aktif menjaga keamanan bersama dan segera melapor apabila mengalami atau mengetahui adanya dugaan pelecehan seksual. Laporan dapat disampaikan kepada petugas stasiun, kondektur, Polisi Khusus Kereta Api (Polsuska), maupun melalui layanan KAI 121 dan kanal media sosial resmi KAI.

KAI juga menegaskan bahwa pelanggan yang terbukti melakukan tindakan pelecehan seksual akan mendapatkan sanksi tegas, termasuk blacklist dari layanan KAI. Penerapan sanksi tersebut merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memberikan perlindungan kepada seluruh pengguna jasa sekaligus menciptakan efek jera bagi pelaku.

Melalui kegiatan sosialisasi ini, KAI Divre II Sumbar berharap kesadaran dan kepedulian masyarakat terhadap pencegahan pelecehan seksual semakin meningkat. Dengan kolaborasi antara KAI, komunitas, petugas, dan pelanggan, transportasi kereta api di Sumatera Barat diharapkan senantiasa menjadi ruang publik yang aman, nyaman, dan manusiawi bagi seluruh masyarakat.(*) 

 

P


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api selama momentum peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia yang berlangsung pada 14 hingga 17 Agustus 2026. Dalam periode tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 27.432 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat.

Dari total tersebut, KA Pariaman Ekspres menjadi layanan dengan volume pelanggan tertinggi, yakni mencapai 19.702 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan 116,17 persen dibandingkan total kapasitas tempat duduk yang disediakan selama periode tersebut sebanyak 16.960 tempat duduk.

Capaian volume di atas 100 persen tersebut mencerminkan tingginya perputaran pelanggan pada KA Pariaman Ekspres, mengingat kapasitas tempat duduk merupakan akumulasi kapasitas yang tersedia dalam seluruh perjalanan selama periode 14–17 Agustus 2026, sementara pelanggan dapat menggunakan layanan pada perjalanan yang berbeda. Tingginya volume pelanggan ini sekaligus menunjukkan bahwa KA Pariaman Ekspres menjadi salah satu pilihan utama masyarakat untuk melakukan perjalanan selama momentum libur panjang.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani 4.666 pelanggan, sedangkan KA Minangkabau Ekspres melayani 3.064 pelanggan. Secara keseluruhan, tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya masyarakat sebagai moda transportasi untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun memenuhi berbagai kebutuhan perjalanan selama masa liburan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya volume pelanggan selama momentum kemerdekaan menjadi indikator positif terhadap tingkat kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api.

“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya selama momentum kemerdekaan menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk bepergian. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.

Selama periode 14–17 Agustus 2026, Stasiun Padang tercatat sebagai stasiun keberangkatan dengan volume pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 7.307 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Pariaman sebanyak 4.665 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.722 pelanggan, Stasiun Naras 1.602 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung 1.432 pelanggan.

Dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun tujuan dengan jumlah pelanggan tertinggi, yaitu 7.536 pelanggan, disusul Stasiun Pariaman sebanyak 5.001 pelanggan, Stasiun Air Tawar 2.245 pelanggan, Stasiun Naras 1.745 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 1.357 pelanggan.

Untuk mendukung tingginya mobilitas masyarakat tersebut, KAI Divre II Sumbar memastikan kesiapan seluruh aspek operasional melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan perjalanan kereta api, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan di stasiun maupun selama perjalanan.

KAI Divre II Sumbar juga menempatkan keselamatan sebagai prioritas utama selama momentum libur panjang. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta sosialisasi keselamatan kepada masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang.

KAI mengimbau masyarakat untuk senantiasa mematuhi aturan keselamatan di perlintasan sebidang dengan berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta untuk tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri dan perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza.

 

Padang, netralpost --- Dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun (HUT) ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan berbagai kegiatan bernuansa kemerdekaan di lingkungan kerja, stasiun, maupun di dalam perjalanan kereta api. Kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya KAI menghadirkan peringatan kemerdekaan yang penuh makna sekaligus mengajak pelanggan dan insan KAI untuk bersama-sama menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan.

Rangkaian kegiatan diawali dengan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan RI yang diikuti oleh manajemen dan seluruh jajaran KAI Divre II Sumbar di lapangan Kantor KAI Divre II Sumbar. Upacara tersebut menjadi momentum bagi seluruh insan KAI untuk merefleksikan nilai-nilai perjuangan kemerdekaan sekaligus memperkuat komitmen dalam memberikan kontribusi terbaik melalui kerja, integritas, dan dedikasi dalam menjalankan tugas sehari-hari.

Dalam upacara tersebut, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya membacakan sambutan Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin. Dalam sambutannya disampaikan bahwa pemerintah memberikan perhatian besar terhadap pengembangan transportasi publik. Oleh karena itu, perkeretaapian harus terus bertumbuh menjadi moda transportasi yang semakin efisien dan produktif serta mampu memberikan manfaat yang semakin luas bagi masyarakat.

Semarak peringatan HUT ke-81 RI juga dirasakan langsung oleh pelanggan. KAI Divre II Sumbar menghadirkan berbagai aktivitas interaktif di Stasiun Padang, antara lain mini games seperti lomba memasukkan pensil ke dalam botol dan joget balon, kegiatan sapa pelanggan dengan membagikan cokelat, bendera kecil Merah Putih, serta souvenir, hingga permainan spin wheel dengan berbagai hadiah menarik.

Tidak hanya di stasiun, nuansa kemerdekaan juga dihadirkan dalam perjalanan kereta api. KAI Divre II Sumbar menghias area stasiun dengan ornamen kemerdekaan, memasang bendera Merah Putih pada lokomotif, serta mengenakan pakaian adat tradisional dalam pelaksanaan upacara sebagai representasi keberagaman budaya Indonesia.

Pada momen yang telah ditentukan, pelanggan kereta api juga diajak untuk berdiri dan menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya secara serentak, baik di area stasiun maupun di dalam perjalanan kereta api. Para pelanggan menyambut kegiatan tersebut dengan antusias, berdiri tegap dan menyanyikan lagu kebangsaan dengan khidmat sebagai bentuk penghormatan dan kecintaan terhadap Tanah Air.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa rangkaian kegiatan tersebut dirancang untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang tidak hanya aman dan nyaman, tetapi juga memiliki nilai kebangsaan.

“Kami ingin mengajak seluruh pelanggan untuk bersama-sama merayakan kemerdekaan Indonesia di stasiun maupun di atas kereta api. Harapannya, momen ini dapat menjadi pengalaman perjalanan yang berkesan sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme dan kebersamaan di tengah masyarakat,” ujar Reza.

Menurut Reza, kemeriahan peringatan HUT ke-81 RI semakin terasa dengan keterlibatan petugas KAI yang mengenakan pakaian adat khas dari berbagai daerah di Indonesia ataupun bernuansa kemerdekaan. Hal tersebut menjadi representasi keberagaman budaya sekaligus memperkuat pesan persatuan dalam bingkai kebhinekaan.

“Di stasiun maupun di atas kereta api, petugas juga membagikan bendera kecil Merah Putih kepada pelanggan. Kami ingin menghadirkan suasana kemerdekaan yang dapat dirasakan secara langsung oleh masyarakat selama menggunakan layanan kereta api,” kata Reza.

Reza menambahkan, seluruh rangkaian kegiatan tersebut sejalan dengan semangat HUT ke-81 Kemerdekaan RI, yaitu “Indonesia Berdaulat, Adil, dan Makmur.” Semangat berdaulat diwujudkan melalui penyelenggaraan transportasi publik yang kuat, aman, andal, dan berkelanjutan. Semangat adil diwujudkan melalui penyediaan akses transportasi yang semakin luas dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Sementara semangat makmur tercermin dari peran konektivitas kereta api dalam mendukung mobilitas masyarakat serta menggerakkan aktivitas ekonomi.

“Kemerdekaan bukan hanya sesuatu yang diproklamasikan, tetapi juga bagaimana manfaatnya dapat dirasakan oleh masyarakat. Melalui semangat kemerdekaan, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, dan andal serta menjadi bagian penting dari perjalanan masyarakat Indonesia dalam merayakan berbagai momen bersejarah bangsa,” tutup Reza.(Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat (KAI Divre II Sumbar) menyiapkan sebanyak 31.168 tempat duduk untuk melayani mobilitas masyarakat selama periode libur panjang akhir pekan yang bertepatan dengan peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia. Kapasitas tersebut disediakan untuk perjalanan kereta api pada 14 hingga 17 Agustus 2026, dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari.

Berdasarkan data sementara pada Minggu, 16 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 21.803 tempat duduk telah terjual. Jumlah tersebut setara dengan tingkat keterisian atau okupansi sebesar 70 persen dari total kapasitas yang disediakan. Dengan demikian, masih tersedia sebanyak 9.365 tempat duduk yang dapat dimanfaatkan masyarakat hingga periode layanan 17 Agustus 2026.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa pemesanan tiket masih terus mengalami peningkatan seiring tingginya mobilitas masyarakat selama momentum libur panjang.

“Hingga 16 Agustus 2026 pukul 10.00 WIB, KAI Divre II Sumbar mencatat sebanyak 21.803 tempat duduk telah terjual atau tingkat okupansinya mencapai 70 persen. Pemesanan tiket masih terus berlangsung dan masyarakat masih memiliki kesempatan untuk memanfaatkan sebanyak 9.365 tempat duduk yang tersedia hingga 17 Agustus mendatang,” ujar Reza.

Reza menjelaskan, dalam mendukung kelancaran mobilitas masyarakat di Sumatera Barat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauh Lima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayutanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres melayani sebanyak 10 perjalanan setiap hari pada lintas Pauh Lima–Padang–Pariaman–Naras dengan tarif tiket Rp5.000. Layanan ini menjadi salah satu pilihan masyarakat dan wisatawan untuk melakukan perjalanan antarkawasan sekaligus mengakses sejumlah destinasi wisata di Kota Pariaman, termasuk kawasan Pantai Gandoriah.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari pada rute Pulau Aie–BIM dengan tarif tiket Rp10.000. Selain mendukung konektivitas masyarakat menuju dan dari Bandara Internasional Minangkabau, layanan ini juga memberikan kemudahan bagi masyarakat, termasuk melalui layanan perjalanan rombongan edukatif bagi pelajar.

Adapun KA Lembah Anai melayani 6 perjalanan setiap hari pada rute Kayutanam–Padang. Layanan ini menawarkan alternatif perjalanan bagi masyarakat sekaligus memberikan pengalaman menikmati perjalanan kereta api dengan pemandangan alam Sumatera Barat yang asri dan menyejukkan.

“Pengoperasian ketiga layanan kereta api lokal tersebut memiliki peran strategis dalam memperkuat konektivitas antardaerah di Sumatera Barat. Selain mendukung mobilitas masyarakat, layanan kereta api juga turut mendorong pertumbuhan sektor pariwisata dan perekonomian masyarakat di daerah yang dilalui,” kata Reza.

Menurutnya, dengan tarif yang terjangkau, jadwal perjalanan yang teratur, serta fasilitas yang memadai, kereta api menjadi salah satu pilihan transportasi yang dapat dimanfaatkan masyarakat maupun wisatawan untuk menikmati berbagai destinasi alam dan budaya Minangkabau dengan aman, nyaman, dan efisien.

KAI mengimbau masyarakat yang akan melakukan perjalanan menggunakan kereta api lokal untuk melakukan pemesanan tiket melalui aplikasi Access by KAI. Sistem penjualan tiket kereta api lokal dibuka secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan, sehingga masyarakat dapat merencanakan perjalanan lebih awal.

“Kami mengimbau masyarakat untuk melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi KAI, khususnya aplikasi Access by KAI. Hal ini penting untuk menghindari potensi penipuan maupun praktik penjualan tiket oleh pihak yang tidak bertanggung jawab,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar juga mengingatkan pelanggan untuk memperhatikan jadwal keberangkatan, memastikan data perjalanan sesuai dengan tiket yang dimiliki, serta tiba di stasiun lebih awal agar seluruh proses perjalanan dapat berlangsung dengan tertib dan lancar.

“Selama momentum libur panjang ini, KAI Divre II Sumbar berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh pelanggan. Kami terus menjaga aspek keselamatan, keamanan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan, sekaligus melakukan penyesuaian pola operasi sesuai dengan kebutuhan mobilitas masyarakat,” tutup Reza.(*) 

 

Padang, netralpost --- Dalam rangka memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menggelar kegiatan Sapa Pelanggan di Stasiun Padang pada Jumat (7/8). Kegiatan ini menjadi wujud apresiasi KAI kepada pelanggan sekaligus bentuk kedekatan perusahaan dengan masyarakat yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan.

Kegiatan melibatkan Tim Angkutan Penumpang dan Tim Humas serta jajaran Frontliner KAI Divre II Sumbar yang secara langsung menyapa, berinteraksi, dan menyampaikan ucapan terima kasih kepada para pelanggan. Dalam suasana yang penuh kehangatan, KAI juga membagikan cokelat kepada pelanggan yang berada di Stasiun Padang maupun kepada pelanggan yang sedang melakukan perjalanan menggunakan KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima- Naras.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa kegiatan ini merupakan bentuk apresiasi atas loyalitas pelanggan sekaligus upaya menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan.

“Melalui kegiatan Sapa Pelanggan ini, kami ingin menyampaikan terima kasih kepada seluruh masyarakat yang terus mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan. Momentum Hari Jadi Kota Padang ke-357 kami manfaatkan untuk berbagi kebahagiaan sekaligus mempererat hubungan antara KAI dengan pelanggan dan masyarakat. Kami berharap kehadiran KAI tidak hanya memberikan layanan transportasi yang andal, tetapi juga menghadirkan pengalaman perjalanan yang hangat, ramah, dan menyenangkan,” ujar Reza.

Selain sebagai bentuk apresiasi kepada pelanggan, kegiatan ini juga menjadi bagian dari dukungan KAI Divre II Sumbar dalam memeriahkan Hari Jadi Kota Padang ke-357. Kehadiran insan KAI yang berinteraksi langsung dengan pelanggan diharapkan mampu menciptakan suasana perjalanan yang lebih akrab serta memperkuat hubungan emosional antara KAI dan masyarakat.

KAI Divre II Sumbar meyakini bahwa pelayanan terbaik tidak hanya diwujudkan melalui aspek operasional, tetapi juga melalui interaksi yang humanis dan kepedulian terhadap pelanggan. Oleh karena itu, berbagai kegiatan yang berorientasi pada peningkatan pengalaman pelanggan akan terus dihadirkan sebagai bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan prima.

Melalui momentum ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat terus memperkuat kedekatan dengan pelanggan dan masyarakat, sekaligus menjadi bagian dari semangat bersama dalam merayakan Hari Jadi Kota Padang ke-357.

KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen untuk senantiasa menghadirkan layanan transportasi yang aman, selamat, nyaman, tepat waktu, serta mengutamakan pelayanan yang ramah dan berkualitas, sehingga kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat dalam bepergian di Sumatera Barat.

(Reza Shahab Humas KAI Divre II Sumbar) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam mewujudkan tata kelola perusahaan yang transparan, akuntabel, dan berorientasi pada pelayanan publik melalui optimalisasi layanan Pejabat Pengelola Informasi dan Dokumentasi (PPID). Sebagai badan publik, KAI Divre II Sumatera Barat memastikan setiap masyarakat memperoleh hak atas informasi publik secara mudah, cepat, dan sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

Di lingkungan KAI Divre II Sumatera Barat, PPID Pelaksana Daerah dipimpin oleh Kepala Humas Divre II Sumatera Barat dengan dukungan satu orang staf humas dan satu orang petugas pelayanan informasi. PPID mengemban visi menjadi pengelola informasi yang informatif dan profesional, dengan misi menyelenggarakan pelayanan informasi perusahaan yang akurat, akuntabel, dan sesuai dengan regulasi yang berlaku.

Kepala Humas PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selaku PPID Pelaksana Daerah, Reza Shahab menyampaikan bahwa keterbukaan informasi publik merupakan salah satu wujud penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG) sekaligus bentuk tanggung jawab perusahaan dalam membangun kepercayaan masyarakat.

“KAI Divre II Sumatera Barat berkomitmen menghadirkan pelayanan informasi publik yang transparan, profesional, dan akuntabel. Berbagai kanal layanan kami sediakan agar masyarakat dapat mengakses informasi dengan mudah, baik secara langsung maupun melalui platform digital. Kami juga terus meningkatkan kualitas pelayanan, termasuk menghadirkan fasilitas yang ramah bagi penyandang disabilitas, sehingga setiap masyarakat memiliki kesempatan yang sama untuk memperoleh informasi publik,” ujar Reza.

Menurutnya, transformasi digital yang dilakukan KAI melalui website dan aplikasi mobile PPID merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam menghadirkan layanan informasi yang semakin efektif, efisien, mudah diakses, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi serta kebutuhan masyarakat.

Untuk memberikan kemudahan dalam memperoleh informasi publik, KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan berbagai kanal layanan permohonan informasi. Masyarakat dapat mengajukan permohonan secara langsung melalui Ruang Layanan Informasi Publik di Kantor KAI Divre II Sumatera Barat, Jalan Stasiun Nomor 1, Kecamatan Padang Timur, Kota Padang, Sumatera Barat. Selain itu, permohonan informasi juga dapat disampaikan melalui surat, email di humasdivreiisumbar@gmail.com, layanan telepon maupun WhatsApp di 0852-7900-2602, website ppid.kai.id/divre2, serta aplikasi mobile PPID KAI yang tersedia di Google Play Store.

Layanan tatap muka dibuka pada hari kerja, yaitu Senin hingga Kamis pukul 08.00–17.00 WIB dan Jumat pukul 08.00–16.30 WIB. Seluruh kanal tersebut dihadirkan untuk memastikan masyarakat dapat mengakses informasi publik secara praktis, efektif, dan efisien.

Sebagai bagian dari peningkatan kualitas pelayanan, KAI Divre II Sumatera Barat juga menyediakan tiga fasilitas utama, yaitu Ruang Informasi, Ruang Pelayanan Informasi, dan Ruang Pelayanan Disabilitas yang berlokasi di Kantor KAI Divre II Sumatera Barat.

Ruang Informasi berfungsi sebagai area tunggu yang dilengkapi media informasi digital mengenai prosedur pelayanan informasi publik dan berbagai informasi perusahaan. Sementara itu, Ruang Pelayanan Informasi digunakan untuk proses konsultasi, penyampaian permohonan informasi, hingga penyelesaian administrasi pelayanan.

Khusus bagi penyandang disabilitas, tersedia Ruang Pelayanan Disabilitas yang dilengkapi pendampingan petugas serta fasilitas pendukung, termasuk panduan berhuruf Braille. Penyediaan fasilitas ini merupakan bentuk komitmen KAI dalam menghadirkan pelayanan publik yang inklusif dan memberikan kesempatan yang setara bagi seluruh masyarakat untuk memperoleh informasi.

Selain itu, ruang pelayanan informasi juga dilengkapi berbagai sarana pendukung, antara lain formulir permohonan informasi, formulir pemberitahuan tertulis, formulir uji konsekuensi, formulir keberatan, formulir penolakan informasi, formulir registrasi permohonan informasi, formulir registrasi keberatan, company profile, bahan bacaan, dokumentasi kegiatan, serta media audiovisual yang memuat informasi mengenai tata cara pelayanan informasi publik, profil perusahaan, layanan, dan produk KAI.

Proses permohonan informasi publik dilaksanakan secara sederhana, transparan, dan sesuai ketentuan yang berlaku. Pemohon cukup menyampaikan identitas, surat permohonan yang berisikan jenis informasi yang dibutuhkan, serta tujuan penggunaan informasi, baik secara langsung maupun melalui media elektronik. Selanjutnya, petugas PPID akan melakukan registrasi permohonan, memberikan tanda bukti penerimaan beserta nomor registrasi, kemudian memproses permohonan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Sesuai Undang-Undang Nomor 14 Tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik, informasi publik akan diberikan paling lambat 10 (sepuluh) hari kerja sejak permohonan diterima dan dapat diperpanjang paling lama 7 (tujuh) hari kerja apabila diperlukan, dengan pemberitahuan tertulis kepada pemohon.

Reza juga menegaskan bahwa seluruh layanan permohonan informasi publik di KAI Divre II Sumatera Barat diberikan secara gratis tanpa dipungut biaya apa pun (Gratis).

“Kami berharap keberadaan layanan PPID tidak hanya menjadi sarana penyampaian informasi, tetapi juga menjadi jembatan komunikasi yang efektif antara KAI dan masyarakat. Melalui pelayanan informasi yang terbuka, akuntabel, dan mudah diakses, kami ingin terus membangun kepercayaan publik sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan perusahaan,” tutup Reza.

Melalui optimalisasi layanan PPID, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus menghadirkan pelayanan informasi publik yang profesional, transparan, inklusif, dan adaptif terhadap perkembangan teknologi. Upaya ini menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung keterbukaan informasi publik serta mewujudkan pelayanan yang semakin berkualitas, sehingga masyarakat dapat memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kualitas pelayanan kesehatan melalui Klinik Mediska Padang. Didukung tenaga kesehatan yang profesional, fasilitas yang memadai, serta status Akreditasi Paripurna, klinik Mediska Padang hadir untuk memberikan pelayanan kesehatan yang aman, nyaman, dan berorientasi pada kebutuhan pasien.

Dalam memberikan pelayanan kesehatan yang optimal, Klinik Mediska Padang dilengkapi dengan berbagai fasilitas, meliputi Ruang Pemeriksaan Umum, Ruang Pelayanan Gigi dan Mulut, Ruang Kesehatan Ibu dan Anak (KIA), Ruang Tindakan, Ruang Laktasi, serta Depo Farmasi. Adapun Klinik Mediska Lubuk Alung saat ini memiliki fasilitas berupa Ruang Pemeriksaan Umum, Ruang Tindakan, Ruang Laktasi, dan Depo Farmasi. Sebagai bagian dari pengembangan layanan, klinik tersebut akan menambah fasilitas Ruang Poli Gigi dan Ruang Tindakan. Di samping itu, proses pengajuan sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) tengah berlangsung guna memperluas akses dan meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat di wilayah operasional KAI Divre II Sumatera Barat.

Selain layanan di klinik, KAI Divre II Sumbar juga menghadirkan pelayanan kesehatan melalui Pos Kesehatan (Poskes) yang berada di Stasiun Padang, Stasiun Naras, dan Stasiun Kayutanam. Keberadaan Poskes ini menjadi bagian dari upaya KAI dalam memberikan pelayanan kesehatan awal, penanganan kegawatdaruratan, serta mendukung keselamatan dan kenyamanan pelanggan maupun pekerja selama berada di lingkungan perkeretaapian.

Dalam mendukung operasional pelayanan, Klinik Mediska Padang diperkuat oleh sembilan tenaga kesehatan yang kompeten dan profesional, terdiri atas dua dokter umum, dua dokter gigi, satu bidan, satu perawat, satu perawat gigi, serta dua apoteker. Dengan komposisi tenaga kesehatan tersebut, Klinik Mediska Padang mampu memberikan pelayanan kesehatan yang komprehensif, mulai dari layanan pemeriksaan umum, kesehatan gigi dan mulut, kesehatan ibu dan anak, tindakan medis sederhana, hingga pelayanan kefarmasian. Kehadiran sumber daya manusia yang kompeten ini menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan, keselamatan pasien, serta memberikan pelayanan kesehatan yang cepat, tepat, dan berkualitas kepada setiap pengguna layanan.

Kehadiran tenaga kesehatan yang kompeten menjadi salah satu faktor penting dalam menjaga mutu pelayanan sekaligus memberikan pelayanan kesehatan yang optimal kepada setiap pasien.

Untuk mendukung pelayanan kesehatan yang lebih komprehensif, KAI Divre II Sumbar juga menjalin kerja sama dengan berbagai rumah sakit rujukan di Sumatera Barat, di antaranya RSUP Dr. M. Djamil Padang, RS Siti Hawa, RSIA CICIK, RS Semen Padang Hospital, RS Siti Rahmah, RST Reksodiwiryo, RS Naili DBS, RS Universitas Andalas, RS Mutiara Bunda, RSIA Restu Ibu, RS Aisyiyah, RS TMC Pariaman, RSU Bunda, serta RS Hermina. Sinergi tersebut diharapkan mampu memastikan pasien memperoleh pelayanan lanjutan secara cepat, tepat, dan berkualitas sesuai kebutuhan medis.

Selain pelayanan kesehatan umum, Klinik Mediska Padang juga telah bekerja sama dengan BPJS Kesehatan, sehingga masyarakat dapat memanfaatkan layanan sebagai peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga Semester I Tahun 2026, sebanyak 3.752 masyarakat telah memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa pengembangan layanan kesehatan merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam memberikan pelayanan yang tidak hanya berfokus kepada insan KAI, tetapi juga memberikan manfaat bagi masyarakat luas.

“Kami berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan melalui penyediaan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta pelayanan yang mengutamakan keselamatan dan kepuasan pasien. Klinik Mediska diharapkan dapat menjadi fasilitas kesehatan yang terpercaya dan mampu memenuhi kebutuhan pelayanan kesehatan masyarakat,” ujar Reza.

Reza menambahkan, KAI Divre II Sumbar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan berbagai layanan kesehatan yang tersedia di Klinik Mediska Padang maupun Klinik Mediska Lubuk Alung. Dengan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang kompeten, layanan BPJS Kesehatan di Klinik Mediska Padang, serta dukungan jejaring rumah sakit rujukan, Klinik Mediska siap memberikan pelayanan kesehatan yang mudah diakses, aman, dan berkualitas. Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus meningkatkan sarana dan prasarana, kompetensi tenaga kesehatan, serta memperluas cakupan layanan agar manfaat kehadiran Klinik Mediska dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat di Sumatera Barat.(*) 

 

Padang, netralpost --- Sebagai bentuk komitmen dalam menjaga keselamatan operasional kereta api serta mengantisipasi potensi gangguan perjalanan akibat kondisi cuaca ekstrem, Kepala PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Lutfi Wijaya, bersama seluruh jajaran manajemen melaksanakan pemeriksaan lintas pada petak jalan Stasiun Padang–Teluk Bayur-Stasiun Bukit Putus, Rabu (5/8).

Kegiatan pemeriksaan lintas ini merupakan agenda rutin yang dilaksanakan KAI untuk memastikan seluruh prasarana perkeretaapian berada dalam kondisi andal, aman, dan siap mendukung operasional, khususnya di tengah meningkatnya intensitas curah hujan yang berpotensi memengaruhi kondisi jalur kereta api.

Dalam kegiatan tersebut, manajemen melakukan inspeksi langsung terhadap berbagai aspek prasarana perkeretaapian, meliputi kondisi rel, bantalan, ballast, wesel, sistem persinyalan, keamanan emplasemen, aset perusahaan, kondisi perlintasan sebidang, hingga sistem drainase pada titik-titik yang berpotensi terdampak genangan maupun banjir. Pemeriksaan ini bertujuan mengidentifikasi potensi risiko sedini mungkin sehingga langkah mitigasi dapat segera dilakukan sebelum berdampak terhadap keselamatan perjalanan kereta api.

Selain melakukan pemeriksaan jalur, rombongan juga memantau kesiapan operasional di sejumlah stasiun guna memastikan seluruh sarana dan prasarana pendukung pelayanan berada dalam kondisi optimal sehingga perjalanan kereta api tetap berlangsung dengan aman, selamat, nyaman, dan andal.

Pada kesempatan tersebut, jajaran manajemen juga berinteraksi dengan masyarakat yang berada di sekitar jalur rel serta melaksanakan sosialisasi keselamatan. Masyarakat diimbau agar tidak beraktivitas di jalur kereta api maupun area yang dapat mengganggu operasional karena berpotensi membahayakan keselamatan diri sendiri maupun perjalanan kereta api.

Sebelum kegiatan dimulai, Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, memimpin safety briefing di Stasiun Padang. Dalam arahannya, ia menegaskan bahwa budaya keselamatan (safety culture) harus menjadi prioritas utama bagi seluruh insan KAI.

Ia menginstruksikan seluruh jajaran agar meningkatkan kewaspadaan, disiplin dalam menjalankan prosedur, proaktif mengidentifikasi potensi bahaya, serta segera menindaklanjuti setiap temuan di lapangan melalui pengisian Identifikasi Bahaya dan Penilaian Risiko (IBPR), khususnya pada wilayah yang memiliki potensi gangguan akibat kondisi alam maupun cuaca ekstrem.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa pemeriksaan lintas merupakan program rutin yang dilaksanakan secara berkala sebagai bagian dari upaya preventif dalam menjaga keselamatan operasional kereta api.

“Melalui pemeriksaan langsung di lapangan, kami memastikan setiap aspek prasarana berada dalam kondisi siap operasi sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung dengan selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Selain pemeriksaan prasarana, KAI Divre II Sumbar juga terus mengintensifkan edukasi kepada masyarakat, khususnya di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang. Sosialisasi ini bertujuan meningkatkan kesadaran masyarakat akan pentingnya mematuhi aturan keselamatan guna mencegah terjadinya kecelakaan di perlintasan.

Reza mengungkapkan bahwa setiap harinya KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 28 perjalanan kereta api penumpang serta 24 perjalanan kereta api barang yang mengangkut klinker dan semen. Dengan tingginya frekuensi perjalanan tersebut, masyarakat diimbau untuk selalu berhenti, melihat ke kanan dan kiri, serta memastikan tidak ada kereta api yang akan melintas sebelum melewati perlintasan sebidang.

“Kami mengimbau seluruh pengguna jalan agar selalu mematuhi rambu-rambu lalu lintas, berhenti ketika sinyal peringatan berbunyi atau palang pintu mulai menutup, serta mengutamakan perjalanan kereta api saat melintasi perlintasan sebidang. Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama,” kata Reza.

Ia menambahkan bahwa tindakan menerobos palang pintu, mengabaikan Semboyan 35 (isyarat suara atau klakson lokomotif), maupun melanggar rambu-rambu lalu lintas di perlintasan sebidang merupakan pelanggaran terhadap ketentuan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan. Selain membahayakan keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya, pelanggaran tersebut juga dapat menimbulkan konsekuensi hukum, termasuk tuntutan ganti rugi apabila menyebabkan kecelakaan atau mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Rangkaian kegiatan ditutup dengan pelaksanaan safety talk sebagai forum evaluasi hasil pemeriksaan lintas sekaligus memastikan seluruh temuan di lapangan segera ditindaklanjuti sesuai standar keselamatan yang berlaku.

“KAI Divre II Sumbar akan terus mengedepankan upaya preventif melalui pemeriksaan prasarana secara berkala, penguatan budaya keselamatan, serta edukasi kepada masyarakat. Sinergi seluruh pihak menjadi kunci dalam mewujudkan perjalanan kereta api yang selamat, aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan maupun pengguna jalan,” tutup Reza.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berkomitmen menghadirkan pelayanan kesehatan yang berkualitas bagi pekerja, keluarga pekerja, maupun masyarakat melalui Klinik Mediska Padang dan Klinik Mediska Lubuk Alung. Komitmen tersebut diwujudkan melalui penyediaan layanan kesehatan yang profesional, didukung fasilitas yang memadai, tenaga kesehatan yang kompeten, serta kedua klinik yang telah berstatus Akreditasi Paripurna.

Berdasarkan data hingga Semester I Tahun 2026, kedua Klinik Mediska telah melayani 8.341 pengguna layanan, yang terdiri dari 7.885 pengguna di Klinik Mediska Padang dan 456 pengguna di Klinik Mediska Lubuk Alung. Capaian tersebut menunjukkan tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kesehatan yang disediakan KAI serta menjadi indikator bahwa Klinik Mediska mampu memberikan pelayanan yang mudah diakses, aman, dan berkualitas.

Selain melayani pasien umum, Klinik Mediska Padang juga terus mengoptimalkan pelayanan bagi peserta Jaminan Kesehatan Nasional (JKN). Hingga Semester I Tahun 2026 tercatat sebanyak 3.550 pengguna BPJS Kesehatan telah memanfaatkan layanan di Klinik Mediska Padang. Selain itu, sebanyak 3.752 masyarakat telah memilih Klinik Mediska Padang sebagai Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP). Sementara itu, Klinik Mediska Lubuk Alung saat ini masih dalam proses kerja sama dengan BPJS Kesehatan sebagai bagian dari upaya memperluas akses layanan kesehatan bagi masyarakat.

Sebagai gambaran, sepanjang Tahun 2025 kedua Klinik Mediska telah memberikan pelayanan kepada 16.037 pengguna, yang terdiri dari 15.620 pengguna di Klinik Mediska Padang dan 417 pengguna di Klinik Mediska Lubuk Alung. Dari jumlah tersebut, 7.272 pengguna merupakan peserta BPJS Kesehatan yang memperoleh layanan di Klinik Mediska Padang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa keberadaan Klinik Mediska merupakan bagian dari komitmen perusahaan dalam mendukung peningkatan kualitas kesehatan pekerja sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas kepada masyarakat.

“Kami terus berupaya menghadirkan pelayanan kesehatan yang profesional, cepat, dan berkualitas. Tingginya jumlah pengguna layanan menjadi indikator meningkatnya kepercayaan masyarakat terhadap Klinik Mediska KAI. Ke depan, kami akan terus melakukan pengembangan layanan, peningkatan fasilitas, serta memperluas akses pelayanan agar manfaatnya dapat dirasakan oleh semakin banyak masyarakat,” ujar Reza.

Reza menambahkan, dengan dukungan fasilitas yang lengkap, tenaga kesehatan yang profesional, serta standar pelayanan yang telah memenuhi Akreditasi Paripurna, Klinik Mediska KAI Divre II Sumbar siap menjadi pilihan masyarakat dalam memperoleh layanan kesehatan yang berkualitas.

KAI Divre II Sumbar mengajak masyarakat untuk memanfaatkan layanan kesehatan yang tersedia di Klinik Mediska Padang. Berbagai layanan kesehatan yang disediakan diharapkan dapat memberikan kemudahan akses pelayanan kesehatan yang cepat, aman, dan nyaman bagi masyarakat. Melalui peningkatan kualitas layanan secara berkelanjutan, KAI berkomitmen menjadikan Klinik Mediska sebagai fasilitas kesehatan yang terpercaya, sekaligus berkontribusi dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat di Sumatera Barat.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus berupaya menghadirkan pelayanan yang tidak hanya berfokus pada transportasi, tetapi juga memberikan pengalaman perjalanan yang berkesan bagi pelanggan. Sebagai bagian dari komitmen tersebut, Rabu (29/7), KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan kegiatan Fashion Show Cilik di Sky Bridge Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Kegiatan yang diikuti oleh puluhan peserta anak usia 5 hingga 10 tahun bersama orang tua pendamping ini berlangsung meriah dan mendapat sambutan antusias dari para pengunjung stasiun. Selain menjadi ajang unjuk bakat, kegiatan ini juga menghadirkan suasana stasiun yang lebih hidup, ceria, dan ramah bagi keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa penyelenggaraan Fashion Show Cilik merupakan salah satu bentuk inovasi pelayanan KAI dalam menghadirkan nilai tambah bagi pelanggan, khususnya keluarga yang memanfaatkan layanan kereta api menuju maupun dari Bandara Internasional Minangkabau.

“KAI tidak hanya menghadirkan layanan transportasi yang aman, nyaman, dan tepat waktu, tetapi juga terus berinovasi menciptakan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi pelanggan. Melalui Fashion Show Cilik ini, kami ingin menghadirkan ruang bagi anak-anak untuk mengekspresikan kreativitas, melatih rasa percaya diri, sekaligus menjadikan stasiun sebagai ruang publik yang ramah keluarga,” ujar Reza.

Acara diawali dengan penampilan para peserta yang memperagakan busana terbaik mereka di atas panggung. Dengan penuh percaya diri, satu per satu peserta menampilkan berbagai gaya di hadapan dewan juri dan para pengunjung yang memadati area Sky Bridge Stasiun BIM. Sorak sorai serta dukungan dari orang tua dan keluarga turut menambah semarak jalannya kegiatan.

Penampilan para peserta dinilai oleh dewan juri yang terdiri dari Vinni Lovita sebagai perwakilan internal KAI Divre II Sumbar, Aura Quanaisha, yang pernah dinobatkan sebagai Miss Teen Universe 2025, serta Naysila Putri, 1st Runner Up Miss Teen Supra Stars Indonesia 2026. Kehadiran para juri yang memiliki pengalaman di bidang pageant dan dunia fashion memberikan penilaian yang objektif sekaligus menjadi motivasi bagi para peserta untuk tampil maksimal.

Keseruan semakin terasa ketika panitia mengajak para orang tua pendamping untuk mengikuti sesi catwalk bersama. Momen tersebut disambut antusias oleh para orang tua yang tampil bergantian di atas panggung bersama putra-putri mereka. Kebersamaan yang terjalin melalui sesi ini menghadirkan suasana hangat sekaligus menjadi hiburan menarik bagi seluruh pengunjung yang hadir.

Setelah seluruh peserta menampilkan penampilan terbaiknya, dewan juri melakukan proses penilaian berdasarkan aspek kreativitas, kepercayaan diri, ekspresi, serta penampilan secara keseluruhan. Dari seluruh peserta, dipilih 10 Duta Cilik KAI Divre II Sumbar yang akan menjadi representasi anak-anak dalam berbagai kegiatan promosi dan pelayanan KAI Divre II Sumbar.

Salah satu juri eksternal, Aura Kuana Rangkita, mengapresiasi inisiatif KAI Divre II Sumbar yang menghadirkan kompetisi positif bagi anak-anak di lingkungan stasiun.

“Menurut saya, kegiatan ini sangat positif karena tidak hanya menjadi ajang kompetisi, tetapi juga memberikan ruang bagi anak-anak untuk mengembangkan rasa percaya diri, kemampuan tampil di depan umum, serta mengekspresikan kreativitas mereka sejak dini. Menariknya lagi, KAI mampu mengemas stasiun menjadi ruang publik yang hidup, ramah keluarga, dan penuh aktivitas yang edukatif maupun menghibur. Semoga kegiatan seperti ini dapat terus diselenggarakan dan menjadi inspirasi bagi banyak pihak,” ungkap Aura.

Adapun para pemenang yang berhasil meraih penghargaan pada Fashion Show Cilik tahun ini adalah:

* Juara 1: Jihan Nafisah Salsabila

* Juara 2: Azkhaira Yasna Dzikra

* Juara 3: Alicia Mughni Inara

* Best Costume 1: Kenzie Dival Graziano

* Best Costume 2: Ranya Yoan Arundati

Para pemenang menerima hadiah sebagai bentuk apresiasi atas kreativitas, keberanian, dan penampilan yang telah ditunjukkan selama mengikuti kompetisi. Sementara itu, seluruh peserta juga memperoleh bingkisan sebagai kenang-kenangan atas partisipasi mereka dalam memeriahkan kegiatan tersebut.

Reza menambahkan, kegiatan seperti ini diharapkan dapat menjadi sarana untuk mempererat hubungan KAI dengan masyarakat sekaligus menghadirkan pengalaman yang berbeda bagi pelanggan yang berada di lingkungan stasiun.

“Kami berharap kegiatan ini dapat memberikan kesan positif bagi masyarakat serta menjadikan stasiun tidak hanya sebagai tempat keberangkatan dan kedatangan, tetapi juga sebagai ruang publik yang nyaman, inklusif, dan menghadirkan berbagai aktivitas yang bermanfaat. Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus menghadirkan berbagai inovasi pelayanan yang memberikan nilai tambah bagi pelanggan sekaligus mendukung terciptanya pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan menyenangkan bagi seluruh keluarga,” tutup Reza.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam membangun budaya kerja yang berintegritas, sehat, dan bebas dari penyalahgunaan narkotika. Sebagai implementasi komitmen tersebut, KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan Sosialisasi Pencegahan, Pemberantasan, Penyalahgunaan, dan Peredaran Gelap Narkotika (P4GN) yang dirangkaikan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) bersama Badan Narkotika Nasional (BNN) Provinsi Sumatera Barat, Selasa (28/7), di Ruang Rapat Buya Hamka, Kantor KAI Divre II Sumbar.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya, Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., jajaran manajemen KAI Divre II Sumbar, jajaran BNN Provinsi Sumatera Barat, serta para pekerja di lingkungan KAI Divre II Sumbar. Kolaborasi ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sekaligus membangun lingkungan kerja yang aman dan kondusif bagi seluruh insan perusahaan.

Kepala KAI Divre II Sumbar, Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa aspek keselamatan dan kualitas sumber daya manusia merupakan fondasi utama dalam penyelenggaraan layanan transportasi perkeretaapian. Oleh sebab itu, perusahaan memandang upaya pencegahan penyalahgunaan narkotika sebagai bagian yang tidak terpisahkan dari penerapan tata kelola perusahaan yang baik serta budaya keselamatan kerja.

“Kerja sama ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre II Sumbar dalam mendukung program nasional P4GN. Kami ingin memastikan setiap insan KAI memiliki pemahaman yang kuat mengenai bahaya narkotika serta mampu menjadi agen pencegahan di lingkungan kerja maupun di tengah masyarakat. Dengan SDM yang sehat dan berintegritas, kami dapat terus menghadirkan layanan transportasi yang selamat, aman, nyaman, dan andal,” ujar Lutfi.

Dalam kesempatan tersebut, Kepala BNN Provinsi Sumatera Barat, Toton Rasyid, S.H., M.H., memberikan pemaparan mengenai berbagai ancaman penyalahgunaan narkotika beserta dampaknya terhadap kesehatan, kehidupan sosial, dan produktivitas kerja. Ia juga menekankan pentingnya kewaspadaan serta keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat, termasuk dunia usaha, dalam mendukung upaya pencegahan dan pemberantasan penyalahgunaan serta peredaran gelap narkotika.

Kegiatan berlangsung interaktif melalui sesi diskusi dan tanya jawab yang memberikan kesempatan kepada para peserta untuk memperdalam pemahaman mengenai strategi pencegahan narkotika di lingkungan kerja. Antusiasme peserta mencerminkan tingginya kesadaran akan pentingnya menjaga lingkungan kerja yang bebas dari penyalahgunaan narkoba.

Sebagai bentuk penguatan sinergi, kegiatan dilanjutkan dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama antara PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat dan Badan Narkotika Nasional Provinsi Sumatera Barat tentang Pencegahan dan Pemberantasan Penyalahgunaan dan Peredaran Gelap Narkotika dan Prekursor Narkotika. Kesepakatan ini menjadi landasan pelaksanaan berbagai program kolaboratif, mulai dari edukasi, sosialisasi, deteksi dini, hingga langkah-langkah preventif lainnya dalam mendukung implementasi Program P4GN secara berkelanjutan.

Sementara itu, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa kolaborasi dengan BNN merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat budaya keselamatan dan integritas di lingkungan kerja.

“Keselamatan operasional tidak hanya ditentukan oleh keandalan sarana dan prasarana, tetapi juga oleh kualitas sumber daya manusia yang menjalankan operasional tersebut. Karena itu, KAI Divre II Sumbar akan terus memperkuat sinergi dengan berbagai pemangku kepentingan, termasuk BNN, guna memastikan seluruh pekerja terbebas dari penyalahgunaan narkotika sehingga mampu memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” jelas Reza.

Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus mendukung Program P4GN sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja yang profesional, berintegritas, dan bebas narkoba. Sinergi yang terjalin dengan BNN Provinsi Sumatera Barat diharapkan mampu memperkuat budaya pencegahan serta meningkatkan kesadaran seluruh pekerja dalam menjaga diri, lingkungan kerja, dan keselamatan operasional perkeretaapian.


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.