Lima Puluh Kota,netralpost.net– Pemkab. Lima Puluh Kota bersama Bursa Efek Indonesia (BEI) Perwakilan Sumatera Barat, melakukan upaya nyata dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) terhadap pasar modal.

Melalui kerjasama yang erat antara Pemkab. Lima Puluh Kota dan BEI Perwakilan Sumatera Barat, UMKM di daerah ini akan diberikan pemahaman yang mendalam tentang saham, obligasi, reksadana, serta produk pasar modal lainnya.

Pelatihan ini bertujuan untuk memberikan bekal pengetahuan dan keterampilan kepada para pelaku UMKM agar dapat memanfaatkan potensi pasar modal untuk mengembangkan bisnis mereka.

Kegiatan tersebut juga dilaksankan dalam rangka meningkatkan literasi dan edukasi keuangan di kalangan UMKM yang merupakan tulang punggung perekonomian lokal. Dengan memahami pasar modal dan produk-produknya, diharapkan UMKM dapat lebih efektif dalam mengakses sumber pendanaan yang lebih luas dan beragam.

Kehadiran puluhan UMKM yang antusias pada acara ini menunjukkan dampak positif dari upaya penguatan ekonomi lokal yang dilakukan oleh Pemkab. Lima Puluh Kota. Dalam masa yang serba dinamis dan kompetitif, pengetahuan pasar modal dapat menjadi keunggulan tambahan bagi UMKM dalam menghadapi tantangan saat ini.

Kegiatan yang dibuka langsung oleh Bupati Lima Puluh Kota H. Safaruddin Dt. Bandaro Rajo itu, turut dihadiri oleh Kepala Bursa Efek Indonesia Kantor Perwakilan Sumatera Barat Early Saputra dan Kepala Dinas Perdagkop UKM Rahmat Hidayat.

Bupati Safaruddin mengatakan bahwa, kemajuan teknologi saat ini mengharuskan pelaku UMKM untuk dapat melihat peluang, salah satunya adalah dengan masuk ke pasar saham.

“Dengan luasnya peluang saat ini akan menjadikan kesempatan yang baik bagi pelaku ekonomi untuk naik kelas dan siap memasuki pasar global,” kata H. Safaruddin saat membuka pelatihan di PLUT KUMKM Ketinggian, Sarilamak, Kamis, (27/07/2023).

Kemudian dikatakannya, melalui sosialisasi ini para pelaku UMKM mendapat info baru dan mampu menerapkan dalam mengelola produk yang dihasilkannya. Sehingga produk UMKM Lima Puluh Kota lebih berkembang dan bisa menjajaki pasar nasional bahkan internasional.

“Sejalan dengan terbukanya pasar global, pelaku usaha harus termotivasi mengelola usahanya dengan lebih baik dan mendorong agar peningkatan kualitas produk yang diperdagangkan,” pungkasnya. (Yon)