Aceh Aceh Singkil Afrizen Agam ASN Bali Banjarmasin bank indonesia bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru bencana alam BISNIS Bukittinggi Bupati solok Dharmasraya Dinas Pendidikan Solok DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPW PKB Sumatera Barat Dunia anak epyardi asda G20 Ganjar Pranowo gerindra GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha hadline hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI ikan cupang indonesia International Jakarta jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Solok Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar kapolri Karya Tulis Kemenag Sumbar kemenkum HAM Kementerian Agama Republik Indonesia kesehatan Kids KNPI Sumbar Kominfo Solok kota Padang Kota Pariaman Kriminal Kudus Legislatif lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Medan mentawai Mojokerto Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nasdem Nasional Natuna NKRI NU olahraga Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PDAM Pekanbaru pemerintahan Pemkab Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pendidikan pengabdian Pesisir Selatan Piaggio Pilkada PKB Sumbar Polda Sumbar polisi politik polri Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang satria Sawahlunto Seni seni budaya Sijunjung Simalungun Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Surabaya Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Tiba TNI Tokoh Masyarakat TRD UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA wisuda 88

Bimtek Jitu Pasna BPBD Sumbar Bahas Dampak Kerusakan dan Kerugian Soal Bencana

 


Padang-netralpost.net-
Hari kedua Bimbingan Teknis (Bimtek) Hitung Cepat Pengkajian Kebutuhan Pasca Bencana (Jitu Pasna) 2021 angkatan VI yang diadakan di Grand Basko Hotel Padang, menghadirkan narasumber dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB). 

Adalah DR. Marlina Adisty, M.Si dari Widyaiswara Pusdiklat Penanggulangan Bencana BNPB, dan Restu Martani, SE dari Analisis Estimasi tampil apik memaparkan materi yang mereka sampaikan.

DR. Marlina Adisty, M.S dalam paparannya menyampaikan, bagaimana dampak kerusakan dan kerugian soal bencana. Selain kerusakan dan kerugian, sebut Marlina, bencana juga mengakibatkan terjadinya gangguan akses, gangguan fungsi dan upaya pengurangan resiko.

"Lima hal itu menjadi poin penting persoalan dalam setiap bencana yang perlu diketahui, dan menjadi perhatian dalam Jitu Pasna," ujar Marlina.

Lebih lanjut Marlina, pelatihan peningkatan hitung cepat Jitu Pasna itu sebagai upaya yang dilakukan dalam tahapan pra bencana, saat terjadi bencana, dan pasca bencana.

Secara ringkas, kata Marlina, Jitu Pasna adalah upaya pengkajian dan penilaian akibat dan dampak bencana.

Proses penilaian kerusakan dan kerugian melalui Jitu Pasna itu, didalamnya selain mengkaji akibat dan dampak bencana, juga memuat kebutuhan pemulihan pasca bencana.

Dikatakan, dalam proses penilaian kerusakan dan kerugian akibat dan dampak bencana itu ada lima sektor penting yang menjadi ruang lingkup Jitu Pasna, diantaranya sektor perumahan, Infrastruktur, sosial, ekonomi dan lintas sektor.

Sedangkan tahapan pelaksanaan penilaian dan penghitungan kerusakan dan kerugian ini meliputi persiapan, pengumpulan data, analisa data, rekomendasi awal dan pelaporan.

Hasil penilaian kerusakan dan kerugian ini, selanjutnya menjadi dokumen Jitu Pasna.

"Dokumen Jitu Pasna ini kemudian menjadi instrumen yang akan dipakai oleh pemerintah untuk menyusun kebijakan, program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi berdasarkan pada informasi akurat dari pihak terdampak bencana, berupa dokumen rencana aksi," tuturnya.

Dikesempatan itu, Marlina juga memaparkan rumus untuk menghitung kerusakan dan kerugian akibat bencana.

Alumni Universitas Padjajajaran ini juga mengajak peserta memahami bagaimana memanajemen pasca bencana melalui simulasi penghitungan yang dibagi per kelompok.

Sebelumnya, Restu Martani, SE saat membahas materi Kebijakan Rehabilitasi Kebencanaan memaparkan, bahwa Jitu Pasna yang diatur dalam Peraturan BNPB Nomor 5 Tahun 2017, ruang lingkupnya terkait dengan penilaian akibat bencana, analisis dampak bencana, serta perkiraan kebutuhan.  

Dikatakan, hasil penilaian akibat bencana, analisis dampak bencana, serta perkiraan kebutuhan akan disusun kebijakan, program dan kegiatan rehabilitasi dan rekonstruksi.

Upaya yang dilakukan berupa rekonstruksi atau pembangunan kembali maupun rehabilitasi atau perbaikan dan pemulihan itu, sebutnya, meliputi semua aspek dan sektor yang terdampak bencana.

"Sebagai bagian dalam penyelenggaraan penanggulangan bencana, rehabilitasi dan rekonstruksi itu membutuhkan proses penilaian atas kerusakan dan kerugian serta kebutuhan yang bersifat komprehensif baik aspek fisik maupun kemanusiaan melalui Jitu Pasna," ucapnya. (mz)

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.