March 2026

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodim Sijunjung Kominfo Solok korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat kinerja operasional yang sangat baik selama masa Angkutan Lebaran 2026, khususnya dalam hal ketepatan waktu perjalanan kereta api.

Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, tingkat ketepatan waktu keberangkatan (On Time Departure/OTD) kereta api lokal mencapai 100 persen, melampaui target yang telah ditetapkan sebesar 99,24 persen.

Sementara itu, tingkat ketepatan waktu kedatangan (On Time Arrival/OTA) kereta api lokal juga mencapai 100 persen, melebihi target sebesar 97,00 persen.

Capaian ini menunjukkan komitmen KAI Divre II Sumbar dalam memberikan layanan terbaik kepada pelanggan, khususnya dalam menghadirkan perjalanan yang tepat waktu, aman, dan nyaman selama periode angkutan Lebaran.

Ketepatan waktu menjadi salah satu keunggulan utama transportasi kereta api yang bebas dari kemacetan, sehingga menjadi pilihan favorit masyarakat, khususnya pada masa mudik Lebaran.

Selain menjaga ketepatan waktu, KAI Divre II Sumbar juga terus memastikan aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan perjalanan tetap terjaga secara optimal.

Dengan capaian ini, KAI Divre II Sumbar berharap dapat terus meningkatkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api sebagai moda transportasi yang andal dan terpercaya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari kerja keras seluruh insan KAI dalam menjaga kualitas layanan selama masa angkutan Lebaran.

“Capaian ketepatan waktu 100 persen ini menjadi bukti komitmen kami dalam memberikan pelayanan terbaik kepada pelanggan. Kami terus berupaya menjaga disiplin operasional, meningkatkan kewaspadaan, serta memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Reza.

Ia juga menambahkan bahwa KAI Divre II Sumbar akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan secara berkelanjutan guna mempertahankan bahkan meningkatkan kinerja di masa mendatang.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan atas kepercayaan yang telah diberikan, serta mengajak masyarakat untuk terus menjadikan kereta api sebagai pilihan utama transportasi yang selamat, nyaman, dan tepat waktu” tutup Reza.


 

Padang, netralpost - Kepolisian Daerah (Polda) Sumatera Barat (Sumbar) mengumumkan bahwa jalur Lembah Anai yang menghubungkan Padang dengan Bukittinggi tetap dibuka bagi kendaraan tertentu.

"Jalur Lembah Anai dibuka selama dua puluh empat jam bagi kendaraan roda dua, roda empat, dan truk pengangkut BBM," kata Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar Kombes Pol HM Reza Chaerul Akbar Sidiq di Padang, Selasa.

Ia mengatakan kendaraan di luar ketentuan tersebut yakni kendaraan roda enam atau lebih yang akan menuju Bukittinggi dari Padang dialihkan via Sitinjau Lauik, Padang.

'"Lembah Anai hanya dibolehkan bagi kendaraan roda dua, empat dan truk BBM. Kendaraan roda enam atau lebih dilarang," tegasnya.

Ia mengatakan personel lalu lintas dari Kepolisian Resor (Polres) dan Polresta akan ditempatkan di jalur tersebut untuk melakukan pengawasan.

" Jika ada kendaraan roda enam atau lebih yang hendak melalui jalur akan dicegat dan diminta putar arah, bagi pengendara yang tetap bandel menerobos akan kami tilang," tegasnya.

Lebih lanjut Reza menjelaskan pembukaan jalur Lembah Anai yang merupakan jalan lintas Sumatera itu dilakukan setelah koordinasi dengan Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN).

Untuk diketahui, jalur Lembah Anai awalnya ditutup bagi kendaraan dari pukul 08.00-17.00 WIB setiap hari, karena pengerjaan jalan yang rusak berat akibat bencana masih berlangsung.

Kemudian pada arus mudik dan balik Lebaran 2026, otoritas membuka jalur vital tersebut agar bisa dilalui pemudik bahkan menjadi objek penerapan satu jalur (One way).

Setelah arus balik Lebaran berkahir, jalur Lembah Anai rencananya akan ditutup seperti semula per 1 April dari pukul 08.00-17.00 WIB.

Namun dengan keluarnya kebijakan yang terbaru maka penutupan tersebut tidak jadi berlaku, dan bisa dilewati oleh jenis kendaraan tertentu.

"Meskipun jalur telah dibuka kami tetap mengimbau pengendara untuk berhati-hati, sebab proyek pengerjaan jalan masih tetap berlangsung di lokasi," kata Reza.

Ia mengatakan operasional di jalur Lembah Anai ke depannya masih bersifat situasional, jika suatu saat instansi terkait menilai perlu dilakukan penutupan maka akan diinformasikan kembali.


PADANG, NETRALPOST --- Divisi Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat (Sumbar) melaksanakan apel pagi secara rutin untuk memastikan kesiapan personel dalam menjalankan tugas pengamanan dan pelayanan lalu lintas di wilayah Sumatera Barat, Selasa (31/3/2026).

Apel yang diadakan di halaman markas Ditlantas Polda Sumbar dipimpin oleh Wakil Direktur Lalu Lintas (Wadirlantas) AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., sebagai wakil Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H.

Dalam kegiatan yang diikuti oleh ratusan personel Ditlantas Polda Sumbar ini, terlihat suasana yang khidmat dan penuh disiplin. Personel yang berbaris rapi siap menerima arahan tugas harian, serta pemahaman terkait program kerja yang sedang berjalan. Pada bagian bawah area apel juga terpampang spanduk dengan pesan penting: “STOP PELANGGARAN, STOP KECELAKAAN – KESELAMATAN UNTUK KEMANUSIAAN”, yang menjadi fokus utama dalam pelaksanaan tugas lalu lintas.

Dalam amanatnya, AKBP Yudho Huntoro menyampaikan arahan dari Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq terkait pentingnya menjaga profesionalisme, ketelitian, dan kerja sama antar satuan dalam menangani berbagai permasalahan lalu lintas. Ia juga menekankan perlunya konsistensi dalam menjalankan tugas, terutama terkait pencegahan kecelakaan dan penegakan peraturan lalu lintas guna menciptakan lalu lintas yang aman dan tertib.

Kegiatan apel pagi ini menjadi bagian dari rutinitas harian Ditlantas Polda Sumbar untuk menyatukan visi dan misi seluruh personel dalam memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Sumbar.(*)

 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) mencatat bahwa Stasiun Padang menjadi salah satu stasiun favorit masyarakat secara nasional, baik sebagai stasiun keberangkatan maupun tujuan untuk layanan kereta api lokal selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada periode 11 Maret hingga 1 April 2026.

Selama periode tersebut, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan KA lokal, atau rata-rata 28 perjalanan per hari. Adapun rincian layanan yang dioperasikan meliputi:

• 10 perjalanan KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP)

• 12 perjalanan KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (PP)

• 6 perjalanan KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP)

Ketiga layanan tersebut melayani keberangkatan dan kedatangan penumpang di Stasiun Padang sebagai salah satu stasiun utama di wilayah Sumatera Barat.

Dari sisi kapasitas, KAI Divre II Sumatera Barat menyediakan sebanyak 171.424 tempat duduk selama 22 hari masa Angkutan Lebaran, atau rata-rata 7.792 tempat duduk per hari.

Berdasarkan data hingga 30 April 2026, Stasiun Padang menempati posisi kedua sebagai stasiun tujuan favorit dengan total 36.419 penumpang. Sementara itu, pada kategori keberangkatan, Stasiun Padang juga berada pada posisi kedua dengan jumlah 36.976 penumpang.

Adapun posisi pertama untuk kategori stasiun favorit keberangkatan dan tujuan ditempati oleh Stasiun Sukabumi yang berada di provinsi Jawa Barat, dengan capaian 54.322 penumpang untuk keberangkatan dan 56.016 penumpang untuk kedatangan.

Capaian ini menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api lokal, khususnya di wilayah Sumatera Barat. Selain itu, hal ini juga menegaskan peran strategis Stasiun Padang sebagai salah satu simpul transportasi penting dalam mendukung mobilitas masyarakat selama periode Angkutan Lebaran 2026.

KAI Divre II Sumatera Barat akan terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi keselamatan, ketepatan waktu, maupun kenyamanan, guna memberikan pengalaman perjalanan yang terbaik bagi seluruh pelanggan.

“Kami mengapresiasi tingginya kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api lokal, khususnya melalui Stasiun Padang yang berhasil menjadi salah satu stasiun favorit secara nasional selama masa Angkutan Lebaran 2026. Capaian ini merupakan hasil dari komitmen kami dalam menghadirkan layanan yang selamat, aman, nyaman, dan tepat waktu,” ujar Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab saat ditemui di ruang kerjanya, Selasa (31/3).

“Ke depan, KAI Divre II Sumatera Barat akan terus melakukan evaluasi dan peningkatan layanan, baik dari sisi operasional, fasilitas, maupun kualitas pelayanan kepada pelanggan, guna mendukung mobilitas masyarakat yang semakin meningkat.”

KAI Divre II Sumatera Barat mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan menggunakan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026. Dukungan dan kepercayaan masyarakat menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang lebih baik, serta berkontribusi dalam mendukung konektivitas dan pertumbuhan ekonomi di wilayah Sumatera Barat.(*) 


 

Padang, netralpost --- Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat secara resmi menutup Posko Angkutan Lebaran 2026, seiring dengan penutupan posko secara nasional. Meskipun demikian, masa Angkutan Lebaran 2026 masih tetap berlangsung hingga 1 April 2026, dengan operasional perjalanan kereta api yang terus berjalan normal dalam melayani masyarakat.

Selama masa Angkutan Lebaran, KAI Divre II Sumbar mencatat keberhasilan dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman, lancar, dan nyaman bagi masyarakat. Capaian ini ditandai dengan terwujudnya zero accident, tanpa adanya kecelakaan perjalanan kereta api selama periode operasional berlangsung.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa keberhasilan ini merupakan hasil dari sinergi seluruh elemen perusahaan, mulai dari petugas operasional, keamanan, hingga pelayanan pelanggan yang bekerja secara optimal selama masa angkutan Lebaran.

“Keselamatan menjadi prioritas utama kami dalam setiap operasional perjalanan kereta api. Alhamdulillah, selama masa Angkutan Lebaran tahun ini, seluruh perjalanan dapat berjalan dengan selamat, lancar, dan terkendali,” ujarnya.

Selain aspek keselamatan, KAI Divre II Sumatera Barat juga mencatat tingginya minat masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026, dengan total volume penumpang mencapai 143.361 pelanggan.

Khusus untuk layanan KA Pariaman Ekspres, capaian kinerja menunjukkan antusiasme yang sangat tinggi dari masyarakat, dengan jumlah penumpang mencapai 100.708 pelanggan.

Sementara itu, puncak penjualan tiket terjadi pada 24 Maret 2026, dengan jumlah penjualan mencapai 10.262 tiket dalam satu hari atau setara dengan 132 persen dari kapasitas harian yang tersedia yakni 7.792 tempat duduk.

Berbagai upaya peningkatan pelayanan juga telah dilakukan, seperti penambahan petugas di stasiun, penguatan pengamanan di jalur rel, serta penyediaan fasilitas pendukung untuk kenyamanan pelanggan, termasuk menghadirkan suasana stasiun yang lebih humanis.

KAI Divre II Sumbar juga mengapresiasi seluruh masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi pilihan serta masyarakat yang turut mendukung kelancaran operasional, dengan mematuhi aturan keselamatan.

Dengan ditutupnya Posko Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus mempertahankan dan meningkatkan standar pelayanan serta keselamatan dalam operasional kereta api ke depannya.

“Kami mengucapkan terima kasih kepada seluruh pelanggan yang telah mempercayakan perjalanan mudiknya menggunakan kereta api, serta seluruh pihak yang telah mendukung kelancaran Angkutan Lebaran tahun ini,” tutupnya.


 

Padang, netralpost --- Sebagai upaya penyelamatan aset negara, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima 8 e-Sertipikat dari Kantor Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sijunjung dengan total luas 24.978 m². Sertipikat tersebut merupakan bagian dari program sertipikasi tahun 2026 di lingkungan Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa penyerahan e-Sertipikat dilaksanakan pada Senin (30/3) di Ruang Buya Hamka, Kantor PT KAI Divre II Sumbar. Sertipikat tersebut diterima oleh Vice President Divre II Sumbar, Muh Tri Setyawan, didampingi Manager Aset Divre II Sumbar, Priyatmoko dan jajaran manajemen. Sementara itu, dari pihak BPN Kabupaten Sijunjung hadir Kepala Kantor Pertanahan Kabupaten Sijunjung, Muhammad Arief Sulaiman, S.St didampingi Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Alex Suvrianto, SH, beserta jajaran.

Reza menambahkan bahwa program pensertipikatan merupakan langkah strategis dalam mengamankan aset, memberikan legalitas, serta menjamin kepastian hukum atas lahan milik KAI di berbagai wilayah. Aset tersebut memiliki peran penting dalam mendukung pengembangan infrastruktur nasional serta peningkatan pelayanan perkeretaapian.

“KAI Divre II Sumbar terus menjalin kerja sama dan kolaborasi dengan Kantor Wilayah BPN di kabupaten/kota di Provinsi Sumatera Barat. Sinergi ini dilakukan sesuai dengan fungsi dan kewenangan masing-masing, sekaligus menjadi landasan dalam pelaksanaan pendaftaran tanah serta penanganan permasalahan aset KAI,” ujar Reza.

Vice President PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat, Muh Tri Setyawan menyampaikan bahwa penerimaan e-Sertipikat ini merupakan langkah penting dalam upaya pengamanan dan penertiban aset negara yang dikelola KAI.

“Pensertipikatan aset merupakan bentuk komitmen KAI dalam memastikan seluruh aset memiliki legalitas yang kuat dan kepastian hukum, sehingga dapat dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung operasional dan pengembangan perkeretaapian,” ujarnya.

Ia juga menekankan pentingnya kolaborasi dengan Badan Pertanahan Nasional dalam mempercepat proses sertipikasi aset.

“Kami mengapresiasi dukungan BPN Kabupaten Sijunjung yang telah bersinergi bersama KAI. Ke depan, kerja sama ini akan terus ditingkatkan guna mempercepat penataan dan pengamanan aset secara menyeluruh,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Seksi Penetapan Hak dan Pendaftaran Tanah, Alex Suvrianto, SH mewakili Kepala Kantor BPN Kabupaten Sijunjung menyampaikan bahwa penerbitan e-Sertipikat merupakan bagian dari komitmen BPN dalam mendukung pengamanan aset negara, khususnya aset milik Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

“Melalui program sertipikasi ini, kami ingin memastikan setiap aset negara memiliki kepastian hukum yang jelas, sehingga terlindungi dari potensi sengketa maupun penyalahgunaan,” ujarnya.

Ia menambahkan bahwa transformasi digital melalui e-Sertipikat menjadi langkah strategis dalam meningkatkan transparansi, efisiensi, dan keamanan data pertanahan.

“Kami berharap sinergi antara BPN dan PT KAI dapat terus diperkuat, sehingga proses pensertipikatan aset berjalan lebih cepat, tertib, dan memberikan manfaat optimal bagi negara serta masyarakat,” tambahnya.

Pada tahun 2025, secara keseluruhan KAI Divre II Sumbar telah melakukan pensertipikatan sebanyak 30 e-Sertipikat dengan total luas 148.319 m². Proses ini akan terus dilaksanakan secara bertahap.

“KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus berkolaborasi dengan berbagai pihak dalam upaya penyelamatan aset negara, sekaligus meningkatkan pelayanan kepada pelanggan serta mengembangkan proses bisnis perkeretaapian”, tutup Reza.


 


Sumbar, netralpost - Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat di bawah kepemimpinan Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H kembali menegaskan pemberlakuan sistem buka tutup di jalur Lembah Anai mulai 1 April 2026 sebagai langkah strategis menjaga keselamatan pengguna jalan.

Kebijakan ini menjadi perhatian serius karena jalur Lembah Anai merupakan akses vital yang menghubungkan Kota Padang dan Bukittinggi, dengan intensitas kendaraan yang tinggi terutama pada momentum arus balik Lebaran.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menekankan bahwa pengaturan lalu lintas bukan hanya soal kelancaran, tetapi juga menyangkut keselamatan jiwa pengguna jalan di tengah kondisi jalan yang masih dalam tahap perbaikan.

Sejalan dengan itu, Kepala Satuan Lalu Lintas Polres Padang Panjang, AKP Pifzen Finot, menjelaskan bahwa sistem buka tutup akan diberlakukan setiap hari mulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB.

“Terhitung 1 April 2026 kita kembali memberlakukan sistem buka tutup kawasan Lembah Anai seperti sebelum libur Lebaran,” ujar AKP Pifzen Finot.

Ia menambahkan, aturan tersebut berlaku untuk seluruh kendaraan roda dua dan roda empat yang melintasi kawasan tersebut tanpa pengecualian.

“Pemberlakuan ini dimulai pukul 08.00 WIB hingga 17.00 WIB setiap hari, setelah itu kendaraan dari arah Padang menuju Bukittinggi maupun sebaliknya dapat kembali melintas,” jelasnya.

Menurut AKP Pifzen Finot, kebijakan ini merupakan hasil koordinasi antara pihak kepolisian dengan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional serta pihak pelaksana proyek perbaikan jalan di Lembah Anai.

“Kami telah berkoordinasi dengan seluruh pihak terkait, termasuk BPJN Sumbar dan pelaksana proyek, agar pengaturan ini berjalan optimal dan tetap mengutamakan keselamatan masyarakat,” tegasnya.

Dirlantas Polda Sumbar memastikan bahwa langkah ini diambil karena kondisi jalan yang masih dalam proses pemulihan pascabencana banjir bandang yang terjadi pada akhir November 2025.

Selama masa libur Lebaran sebelumnya, jalur tersebut sempat dibuka penuh guna mendukung kelancaran arus mudik dan balik. Namun setelah periode itu berakhir, pengaturan kembali diterapkan secara normal.

Masyarakat pun diimbau untuk mulai menyesuaikan jadwal perjalanan dan memanfaatkan waktu sebelum pemberlakuan kembali sistem buka tutup.

Seorang pengendara, Rian Saputra (34), mengaku memilih berangkat lebih awal demi menghindari antrean kendaraan di jalur tersebut.

“Saya sengaja berangkat sebelum pagi supaya tidak kena buka tutup. Kalau sudah siang biasanya antreannya cukup panjang,” ujarnya.

Pengendara lain, Yuliana (29), menilai kebijakan ini cukup membantu meski membutuhkan penyesuaian waktu perjalanan.

“Memang harus atur waktu, tapi ini demi keselamatan juga. Yang penting kita tahu jadwalnya,” katanya.

Sementara itu, Andi Pratama (41) berharap proses perbaikan jalan dapat segera diselesaikan agar aktivitas kembali normal.

“Kita berharap cepat selesai, tapi selama masih diperbaiki ya kita ikuti aturan saja supaya aman,” ungkapnya.

Dirlantas Polda Sumbar menegaskan tidak ada kebijakan khusus bagi pengguna jalan. Seluruh kendaraan wajib mematuhi sistem buka tutup yang telah ditetapkan.

Dengan adanya pengaturan ini, diharapkan potensi kemacetan dan risiko kecelakaan dapat ditekan, sehingga perjalanan masyarakat tetap aman dan terkendali.

 


Taratak Tangah, netralpost — Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, meresmikan Menara Masjid Nurul Iman Taratak Tangah dalam rangkaian kegiatan Halal Bihalal, Baralek Gadang, serta pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Taratak Tangah, yang berlangsung meriah dan penuh kebersamaan. Sabtu (28/03/26) . 

Acara tersebut dihadiri oleh unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Kepala OPD, Camat Lembah Gumanti, Walinagari, tokoh masyarakat, niniak mamak, alim ulama, cadiak pandai, serta perantau dan masyarakat Taratak Tangah yang turut memeriahkan kegiatan dengan semangat kekeluargaan.

Dalam sambutannya, Bupati Solok menyampaikan apresiasi atas kekompakan dan semangat gotong royong masyarakat dalam membangun menara masjid sebagai bagian dari syiar Islam dan pusat kegiatan keagamaan masyarakat.

“Peresmian menara masjid ini bukan hanya simbol pembangunan fisik, tetapi juga mencerminkan kekuatan kebersamaan dan keimanan masyarakat Taratak Tangah. Semoga menjadi pusat aktivitas ibadah dan pembinaan umat,” ujar Bupati.

Selain itu, Bupati juga menekankan pentingnya momentum Halal Bihalal sebagai sarana mempererat silaturahmi, memperkuat persatuan, serta saling memaafkan pasca Hari Raya Idul Fitri.

Kegiatan Baralek Gadang yang digelar turut menjadi wujud pelestarian adat dan budaya Minangkabau yang sarat nilai-nilai kebersamaan, kekeluargaan, dan kearifan lokal.

Pada kesempatan tersebut juga dilakukan pengukuhan Pengurus Ikatan Keluarga Taratak Tangah. Bupati berharap kepengurusan yang baru dapat menjadi wadah pemersatu masyarakat, baik yang berada di kampung halaman maupun di perantauan, serta berkontribusi dalam pembangunan daerah.

Acara ditutup dengan doa bersama dan ramah tamah yang semakin mempererat hubungan antara pemerintah daerah dan masyarakat, dalam suasana penuh kehangatan dan kebersamaan. (*) 

 


Sumbar, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan perkembangan terbaru terkait penjualan tiket kereta api pada masa Angkutan Lebaran 2026.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengungkapkan bahwa hingga Jumat, 27 Maret 2026 pukul 10.00 WIB, sebanyak 125.879 tiket telah terjual. Jumlah tersebut masih akan terus bergerak seiring dengan penjualan tiket yang masih berlangsung.

“Masyarakat tidak perlu khawatir, karena masih tersedia lebih dari 27 ribu tempat duduk hingga 1 April 2026. Jumlah tersebut terdiri dari 11.164 tempat duduk KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 11.601 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 4.420 tempat duduk KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa puncak penjualan tiket telah terjadi pada 24 dan 25 Maret 2026, dengan penjualan mencapai lebih dari 10 ribu tiket per hari. Meski demikian, pihaknya tetap optimistis penjualan tiket akan kembali meningkat pada akhir pekan mendatang.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung mulai 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas 171.424 tempat duduk. Jumlah ini meningkat 9% dibandingkan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Rata-rata, setiap harinya tersedia 28 perjalanan kereta api dengan kapasitas mencapai 7.792 tempat duduk.

KAI Divre II Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih tersedia. Kereta api menjadi salah satu moda transportasi yang praktis, aman, dan nyaman, khususnya bagi masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik maupun berwisata bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang teratur, waktu tempuh yang terukur, serta tarif yang terjangkau, layanan kereta api lokal di Sumatera Barat menjadi alternatif transportasi yang andal untuk menghindari kepadatan lalu lintas di jalan raya. Selain itu, pelanggan juga dapat menikmati kemudahan pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza juga mengimbau kepada seluruh pelanggan agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi, khususnya aplikasi Access by KAI, guna menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket.

“Pemesanan tiket kereta api lokal dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan. Sementara itu, loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung (go-show) mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur Lebaran ini dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.


 


Sumbar, netralpost – Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kakanwil Kemenag) Provinsi Sumatera Barat, H. Mustafa, M.A., menyampaikan apresiasi tinggi terhadap jajaran Polda Sumatera Barat atas keberhasilan pengamanan arus mudik Idul Fitri 1445 Hijriah.

Dalam pernyataan resminya, Mahyudin menilai kolaborasi antara pihak kepolisian dengan instansi terkait telah memberikan dampak signifikan bagi kenyamanan masyarakat. Ia menyoroti beberapa poin krusial yang dinilai sukses dilaksanakan oleh Polda Sumbar, di antaranya pengawasan ketat arus mudik serta penyediaan fasilitas mudik gratis bagi warga.

"Saya menyampaikan apresiasi atas peran Polda Sumatera Barat dalam melakukan pengawasan arus mudik lebaran dan memfasilitasi mudik gratis," ujar Mahyudin di Padang.

Lebih lanjut, ia menambahkan bahwa sinergi Polda Sumbar dengan dinas terkait terbukti efektif dalam mengurai kemacetan di titik-titik rawan. Hal ini berdampak langsung pada menurunnya angka kecelakaan lalu lintas selama periode Lebaran tahun ini.

"Bersama dinas terkait, (Polda) mampu mengurai kemacetan sehingga kecelakaan lalu lintas selama Lebaran Idul Fitri 1445 Hijriah dapat diminimalisir," imbuhnya.

Menutup pernyataannya, Kakanwil Kemenag Sumbar berharap agar stabilitas keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas) yang telah kondusif saat ini dapat terus dipertahankan. 

Ia berkomitmen untuk terus mendukung langkah-langkah Polri dalam menjaga kenyamanan masyarakat Sumatera Barat di masa mendatang. (*)

 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat hingga Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB, lebih dari 100.000 penumpang yang melakukan pemesanan tiket dan telah diberangkatkan melalui layanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 di wilayah Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, mengatakan bahwa berdasarkan pantauan hari ini, Rabu (25/3) pukul 10.00 WIB KAI Divre II Sumbar telah memberangkatkan sebanyak 106.747 penumpang pada masa Angkutan Lebaran yakni periode 11 Maret 2026 s.d 1 April 2026 dari total kapasitas 171.424 tempat duduk yang disediakan atau rata-rata 7.792 tempat duduk setiap harinya.

Jumlah tersebut menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap moda transportasi kereta api, terutama pada masa libur lebaran ini. “Angka ini masih akan terus bertambah karena masa Angkutan lebaran masih berlangsung hingga 1 April 2026 mendatang,” ujar Reza.

Dari sisi stasiun, mobilitas penumpang tertinggi baik untuk kedatangan maupun keberangkatan tercatat di Stasiun Padang. Rincian jumlah penumpang pada masa libur tersebut adalah sebagai berikut:

Untuk kedatangan penumpang:

- Stasiun Padang: 29.253 penumpang

- Stasiun Pariaman: 21.209 penumpang

- Stasiun Air Tawar: 8.571 penumpang

- Stasiun Naras: 7.401 penumpang

- Stasiun Lubuk Alung: 5.698 penumpang

Untuk keberangkatan penumpang:

- Stasiun Padang: 28.506 penumpang

- Stasiun Pariaman: 19.320 penumpang

- Stasiun Air Tawar: 10.252 penumpang

- ⁠Stasiun Lubuk Alung: 6.382 penumpang

- ⁠Stasiun Naras: 6.322 penumpang

KAI Divre II Sumbar terus berkomitmen untuk meningkatkan kualitas layanan demi memastikan perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

“Untuk mempermudah pengguna jasa kereta api, tiket kereta api Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Untuk pemesanan hari ini pelanggan sudah dapat memesan tiket untuk keberangkatan tanggal 25 Maret 2026 hingga 1 April 2026 mendatang” kata Reza.

“Penjualan tiket kereta api akan dilakukan secara bertahap sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan yaitu H-7 keberangkatan” imbuhnya.

KAI Divre II Sumbar mengucapkan terima kasih atas kepercayaan dan dukungan masyarakat yang telah memilih kereta api sebagai moda transportasi selama masa Angkutan Lebaran ini. Perusahaan akan terus berupaya memberikan pelayanan terbaik demi kenyamanan dan keselamatan penumpang.

“KAI berkomitmen untuk menghadirkan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan bagi seluruh pelanggan pada masa Angkutan Lebaran 2026. Dengan layanan yang semakin baik kami berharap dapat memberikan pengalaman mudik yang lebih menyenangkan bagi masyarakat pada momen Lebaran nanti,” tutup Reza.


 


Netralpost -- Pasca Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api. Hal ini tercermin dari penjualan tiket harian menembus angka 10.000 tiket lebih, seiring meningkatnya mobilitas masyarakat selama masa libur panjang Idulfitri.

Selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumbar telah mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk. Rata-rata setiap harinya, KAI menyediakan 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk guna mengakomodir kebutuhan perjalanan masyarakat, baik untuk mudik, silaturahmi, maupun berwisata.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menjelaskan bahwa tingginya volume penumpang pada H+2 Lebaran ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi yang sangat diminati oleh masyarakat Sumatera Barat.

“Volume penumpang pada hari ini, 24 Maret 2026, mencapai angka 10.252 penumpang atau 132 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan mobilitas masyarakat pasca Hari Raya, terutama untuk perjalanan wisata,” jelas Reza.

Ia menambahkan bahwa peningkatan jumlah penumpang ini tidak hanya mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, tetapi juga menjadi indikator keberhasilan KAI dalam mengelola operasional angkutan Lebaran secara efektif dan terencana.

“Kami memastikan seluruh perjalanan kereta api berjalan dengan aman, tertib, dan tepat waktu. Hal ini didukung oleh kesiapan petugas di lapangan, optimalisasi rangkaian kereta, serta peningkatan pelayanan di stasiun yang semakin berorientasi pada kenyamanan pelanggan,” tambahnya.

Tingginya angka perjalanan selama masa Lebaran juga menunjukkan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan utama masyarakat, khususnya untuk menjangkau berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat. Selain menawarkan tarif yang relatif terjangkau, moda transportasi ini juga dinilai lebih aman, nyaman, serta memiliki jadwal keberangkatan dan kedatangan yang pasti.

Dengan keandalan tersebut, KAI Divre II Sumbar terus berupaya memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan bagi seluruh pelanggan. Berbagai upaya peningkatan layanan terus dilakukan, mulai dari kebersihan sarana dan prasarana, peningkatan kualitas pelayanan petugas, hingga kemudahan akses informasi perjalanan.

“Kami menyampaikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada masyarakat Sumatera Barat yang terus mempercayakan kereta api sebagai pilihan utama dalam bepergian, khususnya pada momen Lebaran ini. KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu,” ujar Reza.

Lebih lanjut, KAI juga akan terus melakukan penyesuaian kapasitas dan pola operasi guna mengantisipasi dinamika kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang.

KAI mengimbau kepada seluruh pelanggan untuk merencanakan perjalanan dengan baik, datang lebih awal ke stasiun, serta mematuhi seluruh ketentuan yang berlaku demi kelancaran dan kenyamanan bersama.

Untuk informasi lebih lanjut terkait jadwal perjalanan kereta api, ketersediaan tiket, serta layanan pelanggan lainnya, masyarakat dapat mengakses kanal resmi KAI melalui media sosial @KAI121, email cs@kai.id, atau WhatsApp KAI121 di nomor 0811-1211-1121.


 

pasamanbarat, netralpost -- Selama libur hari raya Idulfitri 1447 Hijiriah, Polsek Pasaman Resor Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), melakukan pengamanan di kawasan Objek Wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak Kecamatan Sasak Ranah Pasisie, Senin (23/3/2026).

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kapolsek Pasaman AKP Zulfikar mengatakan, pengamanan dilakukan untuk memberikan keamanan dan kenyamanan bagi para pengunjung di kawasan objek wisata Pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.

"Kehadiran petugas Kepolisian diharapkan dapat memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat, serta mencegah potensi gangguan Kamtibmas," katanya.

Menurutnya, destinasi wisata pantai menjadi tempat favorit bagi masyarakat dari dalam maupun luar daerah Pasaman Barat, untuk menikmati liburan hari raya Idulfitri bersama keluarga.

"Berdasarkan pantauan petugas di Pos Pengamanan pantai Pohon Seribu Sasak Ranah Pasisie, jumlah pengunjung mengalami peningkatan sejak hari kedua lebaran Idulfitri," sebutnya.

Kapolsek Pasaman memimpin langsung kegiatan pelayanan kepada masyarakat melalui patroli keliling dan imbauan Kamtibmas, untuk memastikan keamanan dan kenyamanan para pengunjung selama berada di kawasan objek wisata pantai.

"Kami mengimbau kepada masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan selama berlibur di kawasan pantai, dan mengawasi aktivitas anak-anak agar tidak mandi-mandi di pantai, guna menghindari timbulnya korban jiwa," imbaunya.

Ditambahkan, patroli dan monitoring juga sebagai upaya pencegahan terhadap aksi premanisme dan pungutan liar (pungli), terhadap para pengunjung di kawasan objek wisata pantai Pohon Seribu dan Muaro Sasak.

"Jika ditemukan adanya tindakan premanisme dan pungli, masyarakat diminta untuk melaporkan kepada petugas Kepolisian yang berjaga di Pos Pengamanan," pintanya. (HumasResPasbar)

 


Sumatera Barat, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam memanfaatkan layanan kereta api, khususnya KA Pariaman Ekspres selama periode Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026. Sebagai upaya menghadirkan layanan transportasi yang aman dan andal, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk. Setiap harinya tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.813 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa minat masyarakat Sumatera Barat untuk menggunakan kereta api pada momen Lebaran tahun ini cukup tinggi, khususnya pada layanan KA Pariaman Ekspres yang menjadi pilihan favorit untuk perjalanan wisata menuju Kota Pariaman.

KA Pariaman Ekspres dengan relasi Paulima–Naras melayani rute Padang–Pariaman dengan waktu tempuh sekitar 1,5 jam menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah. Selama perjalanan, penumpang dapat menikmati panorama pesisir pantai serta suasana pedesaan khas Sumatera Barat. Didukung dengan tarif yang terjangkau, layanan ini menjadi alternatif transportasi yang ekonomis sekaligus nyaman bagi para wisatawan.

Reza menjelaskan, hingga Senin, 23 Maret 2026 pukul 00.01 WIB, jumlah tiket yang telah terjual mencapai 79.799 tempat duduk dan masih akan terus bertambah seiring berlangsungnya penjualan.

“Dari total tersebut, sebanyak 60.959 tempat duduk berasal dari KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 7.813 tempat duduk dari KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 11.027 tempat duduk dari KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” jelas Reza.

Ia menambahkan, puncak penjualan tiket diperkirakan akan terjadi pada 24 Maret 2026, seiring dengan meningkatnya minat masyarakat yang memanfaatkan libur panjang untuk berwisata, khususnya ke kawasan Pantai Gandoriah.

Menurutnya, tingginya mobilitas penumpang ini menunjukkan bahwa kereta api masih menjadi moda transportasi yang diminati masyarakat, terutama pada periode libur panjang. Aspek kenyamanan, keamanan, ketepatan waktu, serta kemudahan akses menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat memilih kereta api.

“Peningkatan jumlah penumpang ini mencerminkan kepercayaan masyarakat terhadap layanan kereta api, sekaligus menjadi bukti optimalnya perencanaan dan operasional Angkutan Lebaran yang telah disiapkan KAI. Seluruh perjalanan didukung oleh kesiapan petugas, optimalisasi sarana, serta peningkatan layanan di stasiun yang semakin berorientasi pada pelanggan,” tambahnya.

Kondisi ini semakin menegaskan bahwa kereta api tetap menjadi pilihan transportasi utama masyarakat, khususnya dalam momen liburan. Selain menawarkan tarif yang terjangkau, kereta api juga memberikan kenyamanan, keamanan, serta kemudahan akses menuju berbagai destinasi wisata unggulan di Sumatera Barat.

Dengan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang andal, KAI memastikan setiap pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, dan menyenangkan.

“KAI akan terus berupaya meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi ketepatan waktu, kenyamanan, maupun keselamatan. Selain itu, penyesuaian kapasitas dan pola operasi akan terus dilakukan untuk mengakomodasi kebutuhan mobilitas masyarakat, terutama pada periode dengan permintaan tinggi seperti libur panjang ini,” tutup Reza.


 

Netralpost - Pelaksanaan Sholat Idul Fitri 1447 Hijriah di Kabupaten Solok berlangsung khidmat dan penuh kebersamaan. Bupati Solok, Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, melaksanakan Sholat Idul Fitri pada Sabtu (21/03/2026) di Masjid Taqwa Taratak Baru, Nagari Koto Laweh, Kecamatan Lembang Jaya.

Turut hadir dalam kesempatan tersebut unsur Forkopimda, Anggota DPRD Kabupaten Solok, Kepala Kementerian Agama Kabupaten Solok H. Zulkifli, para Kepala OPD, Camat, Wali Nagari, serta tokoh masyarakat seperti Niniak Mamak, Alim Ulama, Bundo Kanduang, dan masyarakat Nagari Koto Laweh. Bertindak sebagai khatib pada pelaksanaan Sholat Idul Fitri tersebut adalah Buya Dr. Ramza Fatria Maulana.

Dalam sambutannya, Kepala Kemenag Kabupaten Solok, H. Zulkifli, selaku panitia Hari Besar Islam menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh jamaah yang hadir.

“Kami selaku panitia Hari Besar Islam mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Solok dalam sambutannya juga menyampaikan ucapan yang sama kepada seluruh masyarakat Kabupaten Solok. Ia berharap seluruh amal ibadah selama bulan suci Ramadan dapat diterima oleh Allah SWT.

“Atas nama Pemerintah Kabupaten Solok, kami mengucapkan selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 H, minal aidzin wal faidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga setiap amal ibadah yang telah kita laksanakan selama bulan Ramadan diterima dan dilipatgandakan oleh Allah SWT,” ungkap Bupati.

Lebih lanjut, Bupati juga menyoroti adanya perbedaan waktu pelaksanaan Sholat Idul Fitri pada tahun ini. Ia mengajak seluruh masyarakat untuk menyikapi perbedaan tersebut dengan bijak dan tidak menjadikannya sebagai sumber perpecahan.

“Sebagaimana kita ketahui bersama, tahun ini terdapat perbedaan dalam pelaksanaan Sholat Idul Fitri. Namun, janganlah kita anggap hal ini sebagai perpecahan. Justru perbedaan inilah yang mengajarkan kita arti kebersamaan dan saling menghargai,” tambahnya.

Pada kesempatan itu Bupati mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus bersinergi dan berkolaborasi dalam mendukung program pemerintah, sejalan dengan visi pembangunan nasional menuju Indonesia Emas 2045.

Ia juga menekankan pentingnya peran masjid sebagai pusat pembinaan umat dan generasi muda.

“Mari kita jadikan masjid sebagai sarana syiar Islam, tempat membina generasi muda yang religius dan cinta agama,” tambahnya.

Pada kesempatan tersebut, Pemerintah Kabupaten Solok juga menunjukkan komitmennya dalam mendukung pembangunan sarana ibadah dengan mengalokasikan bantuan sebesar Rp300 juta untuk kelanjutan pembangunan Masjid Taqwa Taratak Baru.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri ini menjadi momentum kebersamaan yang mempererat ukhuwah islamiyah di tengah masyarakat, sekaligus memperkuat semangat gotong royong dalam membangun daerah.

Pelaksanaan Sholat Idul Fitri berlangsung dengan tertib dan lancar, serta menjadi momentum mempererat tali silaturahmi antar sesama masyarakat setelah menjalani ibadah puasa selama satu bulan penuh.

Dengan semangat Idul Fitri, diharapkan seluruh masyarakat Kabupaten Solok dapat terus menjaga persatuan dan kebersamaan dalam membangun daerah ke arah yang lebih baik.

Usai pelaksanaan Sholat Idul Fitri, Bupati Solok Dr. (HC) Jon Firman Pandu, SH, berserta rombongan melanjutkan kegiatan dengan berziarah ke makam orang tua beliau. Kegiatan ziarah tersebut dilakukan sebagai bentuk penghormatan dan doa kepada orang tua yang telah wafat, sekaligus menjadi bagian dari tradisi yang kerap dilakukan masyarakat saat Hari Raya Idul Fitri.

Ziarah berlangsung dengan khidmat, diiringi doa bersama agar almarhum dan almarhumah mendapatkan tempat terbaik di sisi Allah SWT.

 

SOLOK, NETRALPOST – Menyambut hari kemenangan Idulfitri 1446 Hijriah, Pimpinan Cabang Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Solok menyampaikan pesan kesejukan dan persatuan bagi seluruh lapisan masyarakat.

​Sekretaris PC GP Ansor Kabupaten Solok Riri Nofrianto Rahmat menekankan bahwa momentum Lebaran tahun ini harus menjadi titik balik untuk memperkuat tali persaudaraan (ukhuwah) setelah sebulan penuh menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadan.

​"Idulfitri bukan sekadar perayaan kemenangan fisik, melainkan kemenangan spiritual. Kami mengajak seluruh kader Ansor dan Banser di Kabupaten Solok, serta masyarakat luas, untuk menjadikan hari raya ini sebagai ajang saling memaafkan dan mempererat silaturahmi," ujarnya.

​Pesan Kamtibmas dan Khidmat Masyarakat

​Selain pesan spiritual, GP Ansor Kabupaten Solok juga menyoroti pentingnya menjaga kondusivitas keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas) selama masa mudik dan arus balik. Beliau mengimbau para perantau yang pulang ke kampung halaman di bumi Aie Dingin untuk tetap mengutamakan keselamatan di jalan raya.

​"Bagi saudara-saudara kami yang mudik ke Solok, selamat datang kembali di kampung halaman. Mari kita jaga suasana Lebaran ini dengan penuh kedamaian dan ketertiban," tambahnya.

​Peran Banser di Posko Mudik

​Sebagai bentuk bakti nyata, jajaran Banser (Barisan Ansor Serbaguna) Kabupaten Solok juga dipastikan ikut berpartisipasi dalam memantau kelancaran arus lalu lintas dan membantu keamanan di beberapa titik strategis. Hal ini merupakan instruksi organisasi untuk memastikan masyarakat dapat merayakan Idulfitri dengan aman dan nyaman.

​Menutup keterangannya, Sekretaris GP Ansor Kabupaten Solok mengucapkan selamat merayakan hari kemenangan kepada seluruh umat Muslim.

​"Mewakili keluarga besar PC GP Ansor Kabupaten Solok, kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idulfitri 1 Syawal 1446 H. Minal Aidin Wal Faizin, Mohon Maaf Lahir dan Batin," pungkasnya.(*) 

 

Padang, netralpost --- Dalam upaya meningkatkan kenyamanan sekaligus memberikan pengalaman berbeda bagi pelanggan setia kereta api selama masa Angkutan Lebaran 2026 yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan hiburan musik live di Stasiun Padang. Hiburan ini disuguhkan mulai dari tanggal 18 Maret 2026 hingga 29 Maret 2026 menjelang keberangkatan kereta api.

Program musik live tersebut merupakan bagian dari upaya peningkatan layanan KAI Divre II Sumbar untuk menciptakan suasana stasiun yang lebih hangat, bersahabat, dan menyenangkan, terutama selama periode liburan. Hiburan ini dimeriahkan oleh musisi lokal Duo Simpul Violin yang terdiri dari Dani (vokal/violin) dan Farid (vokal/gitar), serta penampilan penyanyi dari internal KAI, yang turut menghibur para penumpang saat menunggu jadwal keberangkatan maupun kedatangan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa kehadiran musik live ini menjadi salah satu bentuk peningkatan layanan guna memberikan nilai tambah bagi pelanggan. Selain tetap mengedepankan aspek keselamatan, keamanan, dan ketepatan waktu, KAI juga berkomitmen menghadirkan pengalaman perjalanan yang lebih berkesan sejak pelanggan berada di area stasiun.

“Kami ingin menghadirkan suasana stasiun yang lebih hidup dan nyaman selama masa Angkutan Lebaran. Melalui musik live ini, KAI berupaya menyapa pelanggan secara lebih dekat, sehingga waktu tunggu terasa lebih singkat dan menyenangkan,” ujar Reza.

Selama periode Angkutan Lebaran 2026, KAI Divre II Sumbar tetap mengutamakan kesiapan layanan secara menyeluruh, mulai dari sumber daya manusia, sarana dan prasarana, hingga penguatan aspek keselamatan dan keamanan perjalanan. Langkah ini dilakukan untuk memastikan operasional kereta api tetap berjalan dengan aman, lancar, dan nyaman bagi seluruh pelanggan.

Ia menambahkan bahwa inisiatif tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan KAI yang tidak hanya berfokus pada operasional semata, tetapi juga pada peningkatan kualitas pengalaman pelanggan secara keseluruhan.

Melalui penyelenggaraan hiburan musik live ini, KAI Divre II Sumatera Barat berharap dapat menghadirkan suasana yang lebih menyenangkan bagi para penumpang, sekaligus menegaskan komitmen perusahaan dalam menyediakan layanan transportasi publik yang berorientasi pada pelanggan, sejalan dengan semangat “Semakin Melayani”.

“Dengan menghadirkan pengalaman berbeda di Stasiun Padang selama masa Angkutan Lebaran, kami berharap masyarakat semakin merasakan manfaat layanan kereta api sebagai moda transportasi yang aman, nyaman, dan berkelanjutan,” tutup Reza.


 


PADANG, -  Tim Safari Ramadan Pengurus Wilayah Dewan Masjid Indonesia (PW DMI) Sumatera Barat  mendatangi Masjid Jami’ Bungo Pasang, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang, Rabu (18/3/2026). Kedatangan Wali Kota Padang, Fadly Amran, bersama jajaran, serta Ketua PW DMI Sumbar, Ganefri disambut jamaah. 

Wali Kota Fadly Amran di pertemuan itu menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah dan masyarakat dalam memakmurkan masjid. Menurutnya, gerakan seperti Smart Surau lahir dari inisiatif masyarakat yang kemudian diperkuat pemerintah. 

“Cita-cita besar kita adalah kembali ke surau, menjadikan masjid bukan hanya pusat ibadah, tetapi juga pusat peradaban Islam yang memiliki fungsi sosial dan ekonomi di tengah masyarakat,” ujarnya. 

Sementara itu, Ketua PW DMI Sumbar, Ganefri, mengapresiasi geliat program Smart Surau yang dinilai berhasil menarik generasi muda ke masjid sejak dini. 

“Alhamdulillah, subuh hari ini kita melihat anak-anak ramai ke masjid. Ini kebanggaan sekaligus harapan kita, bahwa pembinaan generasi muda berbasis masjid mulai menunjukkan hasil,” katanya. 

Safari Ramadan ini diharapkan menjadi momentum memperkuat peran masjid sebagai pusat pembinaan umat, sekaligus mempererat kolaborasi antara DMI, pemerintah, dan masyarakat dalam membangun kehidupan keagamaan yang lebih baik di Sumatera Barat. (Raju / Viqi / Charlie)

 


Padang, netralpost --- Dalam rangka mendukung keselamatan dan kelancaran perjalanan kereta api selama masa Angkutan Lebaran 1447 H, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menghadirkan layanan Pos Kesehatan di sejumlah stasiun utama. Pos kesehatan tersebut tersedia di Stasiun Padang, Stasiun Naras dan Stasiun Kayutanam yang beroperasi menyesuaikan dengan jam layanan kereta api.

Langkah ini merupakan bentuk komitmen KAI Divre II Sumbar dalam memastikan kesiapan seluruh unsur pendukung operasional, termasuk awak sarana perkeretaapian, petugas posko kesehatan, serta petugas lainnya yang berperan langsung dalam menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah operasional Divre II Sumbar.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa KAI memahami pentingnya pelayanan kesehatan yang optimal, khususnya pada masa Angkutan Lebaran yang identik dengan peningkatan mobilitas masyarakat.

“Pos kesehatan ini kami hadirkan untuk memberikan rasa aman dan nyaman, baik bagi penumpang maupun petugas. Kami menyiagakan tenaga medis yang terdiri dari 2 dokter umum, 2 dokter gigi, dan 7 paramedis. Selain itu, tersedia 1 unit ambulans yang siap digunakan dalam kondisi darurat,” ujarnya.

Lebih lanjut, KAI Divre II Sumbar juga telah menjalin kerja sama dengan 14 rumah sakit di sepanjang jalur kereta api guna memastikan penanganan medis dapat dilakukan secara cepat dan tepat apabila diperlukan.

Sebagai bentuk peningkatan layanan kepada pelanggan, KAI Divre II Sumbar turut menjalin sinergi dengan Rumah Sakit Semen Padang dalam penyelenggaraan pemeriksaan kesehatan gratis bagi penumpang kereta api. “Kegiatan ini dilaksanakan pada 18–19 Maret 2026 serta 23–24 Maret 2026, bertempat di Stasiun Bandara Internasional Minangkabau (BIM), mulai pukul 10.00 WIB hingga 16.00 WIB”, kata Reza.

Adapun jenis pemeriksaan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan tekanan darah, kadar gula darah, asam urat, serta kolesterol.

“Melalui berbagai upaya tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat memberikan pelayanan yang optimal serta memastikan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, dan selamat bagi seluruh pelanggan selama masa Angkutan Lebaran 1447 H,” tutup Reza.


 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyampaikan informasi terkini mengenai perkembangan penjualan tiket kereta api selama periode Angkutan Lebaran 2026.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa hingga Rabu, 18 Maret 2026, total tiket yang telah terjual mencapai 66.945 tempat duduk. Angka ini masih berpotensi terus bertambah seiring dengan berlangsungnya penjualan tiket.

“Masih terdapat sekitar 104.475 tempat duduk yang tersedia hingga akhir masa Angkutan Lebaran 2026 pada 1 April 2026. Rinciannya meliputi 52.693 tempat duduk untuk KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras (PP), 35.414 tempat duduk KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–BIM (PP), serta 16.368 tempat duduk KA Lembah Anai relasi Padang–Kayu Tanam (PP),” jelas Reza.

Selama masa Angkutan Lebaran yang berlangsung pada 11 Maret hingga 1 April 2026, KAI Divre II Sumatera Barat mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total kapasitas mencapai 171.424 tempat duduk. Setiap harinya, tersedia rata-rata 28 perjalanan dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk.

Kapasitas angkutan tersebut meningkat sekitar 9% dibandingkan dengan periode Angkutan Lebaran tahun sebelumnya. Peningkatan ini merupakan bagian dari upaya KAI dalam memenuhi tingginya kebutuhan masyarakat terhadap layanan transportasi selama musim libur Lebaran.

KAI Divre II Sumatera Barat mengimbau masyarakat untuk segera memanfaatkan tiket yang masih tersedia. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang praktis, aman, dan nyaman, terutama bagi masyarakat yang hendak mudik maupun berlibur bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang pasti, waktu tempuh yang relatif terukur, serta tarif yang terjangkau, layanan kereta api lokal di Sumatera Barat dapat menjadi solusi transportasi yang efektif untuk menghindari kemacetan di jalan raya. Selain itu, pelanggan juga dimudahkan dengan sistem pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza turut mengingatkan kepada pelanggan agar melakukan pembelian tiket hanya melalui kanal resmi, khususnya melalui aplikasi Access by KAI, guna menghindari risiko penipuan serta memastikan keaslian tiket.

“Pemesanan tiket kereta api lokal dapat dilakukan mulai H-7 sebelum keberangkatan. Sementara itu, pembelian secara langsung di loket stasiun hanya dilayani untuk tiket go-show, yakni mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momen libur Lebaran ini dengan menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang tidak hanya efisien, tetapi juga ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang nyaman dan menyenangkan.(rls) 


 


Padang, netralpost --- Sebagai bentuk apresiasi dan kepedulian KAI Divre II Sumbar kepada masyarakat dan penumpang KA di bulan suci Ramadan. KAI Divre II Sumbar sebarkan berkah Ramadhan melalui pembagian takjil dan makanan berbuka puasa serta pesan keselamatan di stasiun Padang, Selasa (17/3).

Kepala Humas Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan pembagian takjil dan makanan berbuka puasa gratis ini diberikan kepada masyarakat dan penumpang KA di Stasiun Padang menjelang waktu berbuka puasa yakni untuk keberangkatan KA Pariaman relasi Padang - Naras sedangkan untuk masyarakat diberikan pada pukul 17.00 WIB s.d selesai.

“Program ini merupakan bentuk kepedulian Divre II Sumbar kepada masyarakat sekitar dan bagian dari komitmen Divre II Sumbar  untuk memberikan layanan lebih kepada para pelanggan khususnya di bulan suci Ramadhan. Pembagian takjil dan makanan berbuka puasa ini juga bentuk apresiasi kami kepada penumpang yang telah mempercayakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan mereka,” ujar Reza.  

Pembagian takjil, makanan dan air mineral kepada masyarakat dilakukan di gerbang masuk Stasiun Padang sedangkan untuk penumpang KA dibagikan di area gate in setelah penumpang melakukan pemeriksaan tiket.

Reza berpesan kepada penumpang KA yang berbuka puasa (makan dan minum) di atas KA selama dalam perjalanan. Penumpang harus selalu menjaga kebersihan dengan membuang sampah sisa makanan dan minumannya ke tempat yang telah disediakan.

Pada kesempatan yang sama, Divre II Sumbar juga berbagi pesan keselamatan dalam pelaksanaan sosialisasi terkait keamanan dan keselamatan perjalanan kereta api, khususnya di area stasiun Padang dan perlintasan sebidang km 6+800 petak jalan Padang-Bukit Putus. Masyarakat diimbau untuk selalu mematuhi rambu-rambu, tidak beraktivitas di jalur rel, serta mendahulukan perjalanan kereta api demi keselamatan bersama.

“KAI Divre II Sumbar berharap program ini bisa menjadi pengalaman tersendiri bagi penumpang saat berpergian menggunakan kereta api di bulan suci Ramadhan ini. Kami ingin memastikan bahwa pelanggan kereta api tetap bisa menikmati perjalanan yang nyaman, bahkan saat berbuka puasa di perjalanan.” tutup Reza.




Padang, netralpost --- Dalam rangka mendukung kelancaran dan keselamatan perjalanan selama Masa Angkutan Lebaran 2026, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali mengingatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan saat melintasi perlintasan sebidang kereta api. Upaya ini dilakukan melalui berbagai kegiatan sosialisasi keselamatan serta aksi kepedulian sosial guna meminimalisir potensi kecelakaan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab, menyampaikan bahwa sebelumnya, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan kegiatan sosialisasi keselamatan di empat titik perlintasan sebidang. Lokasi tersebut meliputi perlintasan Km 11+500 petak jalan Padang–Tabing, serta perlintasan Km 42+8/9, Km 43+800, dan Km 45+5/6 petak jalan Lubuk Alung - Kayutanam.

Pada Senin (16/3), KAI Divre II Sumbar kembali melaksanakan kegiatan serupa dengan menggandeng komunitas pecinta kereta api Sumatrain serta Transport for Padang. Kegiatan sosialisasi kali ini dilaksanakan di perlintasan sebidang KM 1+3/4 petak jalan Padang - Pulau Air, tepatnya di Perlintasan Tarandam.

Sosialisasi dilakukan dengan cara menyampaikan imbauan secara langsung kepada para pengguna jalan menggunakan pengeras suara, memasang spanduk bertema keselamatan, serta membagikan stiker yang berisi pesan keselamatan “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Kondisi Aman, Lanjutkan Perjalanan”. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan semakin memahami pentingnya mendahulukan perjalanan kereta api serta lebih berhati-hati ketika melintasi perlintasan sebidang.

Sebagai bentuk kepedulian di bulan Ramadan, dalam kegiatan tersebut KAI Divre II Sumbar juga membagikan takjil untuk berbuka puasa serta souvenir kepada para pengguna jalan yang melintas di lokasi sosialisasi.

Reza menjelaskan bahwa hingga Maret 2026, KAI Divre II Sumbar telah melaksanakan lima kali kegiatan sosialisasi keselamatan, baik di perlintasan sebidang maupun di lingkungan sekolah yang berada di sekitar wilayah operasional kereta api.

“Upaya pencegahan kecelakaan di perlintasan sebidang terus kami perkuat. Palang pintu hanyalah salah satu perangkat pendukung keselamatan, sebagaimana rambu berhenti, imbauan tengok kanan dan kiri, papan peringatan untuk mendahulukan kereta api, semboyan 40 atau klakson masinis, serta berbagai rambu keselamatan lainnya. Namun, seluruh perangkat tersebut akan lebih efektif apabila didukung oleh kedisiplinan pengguna jalan,” ujar Reza.

Ia menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang tidak hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi juga memerlukan peran aktif masyarakat. Pelanggaran di perlintasan tidak hanya berisiko bagi pengguna jalan, tetapi juga dapat membahayakan keselamatan awak kereta api yang tengah menjalankan tugas. Oleh karena itu, KAI menegaskan sikap tegas terhadap setiap bentuk pelanggaran yang mengabaikan aturan keselamatan.

Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa perlintasan sebidang merupakan titik perpotongan antara jalur kereta api dengan jalan raya yang muncul seiring meningkatnya mobilitas masyarakat dan jumlah kendaraan. Kondisi ini menuntut kesadaran dan kepatuhan pengguna jalan terhadap rambu lalu lintas, termasuk kewajiban menggunakan helm bagi pengendara roda dua serta mendahulukan perjalanan kereta api.

Pelanggaran di perlintasan sebidang tidak hanya membahayakan keselamatan, tetapi juga merupakan pelanggaran hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian serta Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kunci utama keselamatan adalah disiplin dan kesadaran bersama. Kami mengajak seluruh masyarakat untuk selalu berhenti sejenak, melihat ke kiri dan kanan, serta memastikan kondisi benar-benar aman sebelum melintasi jalur kereta api,” tutup Reza.

KAI Divre II Sumbar berkomitmen untuk terus meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api maupun pengguna jalan melalui edukasi berkelanjutan serta penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Balai Teknik Perkeretaapian (BTP), dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

KAI Divre II Sumbar juga menyampaikan apresiasi kepada masyarakat dan berbagai pihak yang telah berkontribusi dalam mendukung upaya peningkatan keselamatan perkeretaapian. Apabila masyarakat menemukan potensi bahaya atau aktivitas mencurigakan di sekitar jalur kereta api, dapat segera melaporkannya melalui stasiun terdekat atau Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.

 


PADANG, NETRALPOST - Lebaran sebentar lagi. Sepekan menjelang lebaran, Pasar Raya Padang membeludak. Warga ramai berbelanja pakaian untuk dipakai ketika lebaran nanti. 

Sudah menjadi tradisi bagi umat muslim, setiap lebaran, kurang afdol rasanya jika tidak berpakaian baru. Tak heran jika pusat perbelanjaan dan toko pakaian dijubeli pengunjung. 

Seperti yang terlihat pada Sabtu dan Minggu (14-15/3/2026) kemarin. Arus kunjungan pembeli ke Pasar Raya cukup tinggi. Sementara Fase VII ramai dari biasanya. 

Pantauan Diskominfo selama dua hari itu, Sabtu dan Minggu, kondisi Pasar Raya terlihat ramai pada saat siang menjelang sore. Pengunjung mendatangi toko pakaian dan aksesoris di Pasar Raya. Begitu juga di toko-toko yang terdapat di Fase VII. 

"Pai mancaliak-caliak baju Rayo, ma tau ado nan cocok (Pergi melihat-lihat baju lebaran, siapa tau ada yang cocok)," ungkap Rani seorang pengunjung Fase VII, Minggu (15/3/2026). 

Rani sengaja berbelanja bersama adiknya ke Pasar Raya. Dirinya dapat melihat langsung pakaian yang akan dibeli. 

"Ka siko samo adiak. Lamaknyo pai balanjo ka Pasa ko bisa mancaliak barangnyo sakali, kalau bali baju online kan ndak tahu kualitasnyo (Ke sini sama adek. Enaknya pergi belanja ke Pasar Raya bisa melihat langsung barangnya, kalau beli baju online tidak tahu kualitasnya)," beber wanita asal Siteba itu. 

Sama halnya dengan Dion. Lelaki yang berdomisili di Lubuk Minturun itu sengaja jauh-jauh ke Fase VII untuk berbelanja. Menurutnya, pakaian yang dijual di Fase VII cukup bagus. 

"Setelah melihat pakaian di sini, saya akhirnya tertarik membeli. Harganya juga tidak mahal-mahal amat," ungkapnya. 

Kepala UPTD Pasar Raya Padang, Muhamad Faisal saat ditanyai mengatakan bahwa Pasar Raya dan Fase VII memang mengalami lonjakan kunjungan pada saat menjelang lebaran. Menurutnya, kondisi ini hampir selalu terjadi setiap akan memasuki lebaran. 

"Sekarang memang lebih ramai, puncaknya sekitar dua hari atau sehari akan lebaran nanti," sebut Faisal. 

Faisal menyebut, lonjakan kunjungan tidak saja di Fase VII. Akan tetapi di tiap Fase, mulai dari Fase I hingga Fase VI. Menurutnya, ramainya pasar ditunjang karena sudah bersihnya area selasar dari pedagang yang selama ini menempati lokasi itu. 

"Sejak selasar bersih dari pedagang, pembeli leluasa untuk berbelanja, pedagang yang berada di dalam Fase pun menjadi ramai didatangi," kata Faisal. 

Faisal mengimbau kepada seluruh pedagang untuk berjualan dengan tertib. Selalu mengutamakan kebersihan dan kenyamanan.(Charlie)

 


PADANG, NETRALPOST  – Lebaran Idulfitri semakin dekat. Warga berduyun-duyung mencari pakaian baru. Sementara, Pemerintah Kota Padang sibuk berbenah, menjadikan jalan yang sebelumnya rusak, kini nampak “baru”.

Terutama jalan lingkungan yang biasa ditempuh warga. Sejak beberapa waktu belakangan ini, Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Dinas Perkim) Kota Padang sibuk memperbaiki jalan lingkungan.

“Iya, kita tengah berupaya agar jalan lingkungan menjadi nyaman dilalui warga,” ungkap Kepala Dinas Perkim Kota Padang, Tri Hadiyanto saat dikonfirmasi Diskominfo, Minggu (15/3/2026).

Diakui Tri, sejak kejadian bencana banjir dan longsor pada November 2025 lalu, cuup banyak jalan lingkungan yang rusak. Jalan yang dulunya beraspal mulus menjadi berlubang.

“Sejak kejadian bencana kemarin kita mulai perbaiki jalan lingkungan, kita aspal dan beton kembali,” sebut Tri.

Apalagi saat memasuki bulan Ramadan 1447 H. Jalan lingkungan, terutama menuju tempat ibadah, dibedaki kembali hingga ‘rancak’ (bagus-red). Tujuannya tak lain untuk mendukung kelancaran warga beribadah.

“Kalau lebaran nanti tentu lalulintas warga meningkat, harapan kita setelah dilakukan perbaikan ini akan memperlancar mobilitas warga saat berlebaran,” tegas Tri.

Kadis Perkim berharap, jalan yang sudah diperbaiki dapat dijaga dengan baik. Warga diharapkan berpartisipasi aktif menjaga supaya jalan tidak rusak dan berlubang.

“Kami akan lakukan terus perbaikan hingga akhir tahun ini,” tegas Kadis Perkim Kota Padang itu.(Charlie)


 

Padang, netralpost – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat menegaskan bahwa organisasi tidak pernah menginstruksikan kadernya untuk melakukan aksi demonstrasi di depan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) terkait polemik yang menyeret nama mantan Menteri Agama, Yaqut Cholil Qoumas.

Ketua PW GP Ansor Sumbar, Chaydirul Yahya menyampaikan bahwa seluruh struktur organisasi Ansor di daerah wajib menjaga disiplin organisasi serta mengikuti arahan yang telah ditetapkan oleh pimpinan pusat. Hal tersebut merupakan bagian dari komitmen Ansor sebagai organisasi kader yang menjunjung tinggi sistem komando dan tata kelola organisasi yang tertib.

“PW GP Ansor Sumbar tetap tegak lurus terhadap kebijakan dan arahan dari Pimpinan Pusat GP Ansor. Hingga saat ini tidak ada instruksi organisasi untuk melakukan mobilisasi massa atau aksi demonstrasi terkait persoalan yang sedang berkembang,” ujar Chaydirul Yahya dalam keterangan resminya, Minggu (15/3/2026).

Ia menjelaskan, dalam menghadapi dinamika hukum yang melibatkan kader, organisasi telah memiliki mekanisme yang jelas dan profesional. Dalam konteks kasus yang tengah menjadi sorotan publik, pimpinan pusat telah memberikan mandat kepada Lembaga Bantuan Hukum GP Ansor untuk memberikan pendampingan hukum secara langsung.

Menurut Chaydirul Yahya, langkah tersebut merupakan bentuk komitmen organisasi dalam memastikan setiap kader mendapatkan hak pendampingan hukum secara proporsional serta tetap menghormati proses hukum yang berlaku.

“Pendampingan terhadap Gus Yaqut sepenuhnya ditangani oleh LBH PP GP Ansor yang memiliki kompetensi di bidang hukum. Mereka telah ditugaskan secara resmi oleh Ketua Umum untuk mengawal proses hukum dengan pendekatan yang profesional dan sesuai koridor peraturan perundang-undangan,” jelasnya.

Sebagai organisasi kader, lanjutnya, GP Ansor memiliki prinsip untuk tetap menjunjung tinggi supremasi hukum serta menghormati setiap proses yang sedang berjalan. Oleh karena itu, organisasi memilih menempuh jalur hukum dan mekanisme resmi dibandingkan langkah-langkah yang berpotensi menimbulkan polemik di ruang publik.

Meski demikian, Chaydirul Yahya menyampaikan bahwa secara moral dan emosional, para kader Ansor tentu memiliki rasa solidaritas terhadap sesama kader yang sedang menghadapi ujian. Namun dukungan tersebut harus tetap disampaikan dalam koridor organisasi serta tidak menyalahi garis kebijakan pimpinan.

“Kami sebagai sesama kader tentu memberikan dukungan moral agar Gus Yaqut tetap kuat, sabar, dan menjalani proses hukum dengan baik. Namun secara organisasi, kami tetap mengedepankan sikap yang bijak dan mengikuti arahan pimpinan pusat,” katanya.

Chaydirul Yahya juga menanggapi adanya aksi demonstrasi yang mengatasnamakan Ansor dan Banser di depan kantor Komisi Pemberantasan Korupsi beberapa waktu lalu. Ia menegaskan bahwa kegiatan tersebut bukan merupakan agenda resmi organisasi.

Menurutnya, jika terdapat individu yang hadir dalam aksi tersebut dengan membawa atribut atau nama organisasi, hal itu merupakan inisiatif pribadi dan tidak mewakili sikap resmi GP Ansor.

“Organisasi tidak pernah mengeluarkan instruksi untuk mengerahkan massa. Jika ada pihak yang mengatasnamakan Ansor atau Banser dalam aksi tersebut, itu adalah tindakan personal yang tidak merepresentasikan kebijakan organisasi,” tegasnya.

PW GP Ansor Sumbar, kata Chaydirul Yahya, juga tidak memiliki rencana untuk melakukan mobilisasi massa dalam bentuk aksi serupa. Organisasi memilih mempercayakan sepenuhnya proses pendampingan kepada tim hukum yang telah ditunjuk oleh pimpinan pusat.

“GP Ansor adalah organisasi yang menjunjung tinggi kedisiplinan struktur. Kami menempatkan proses hukum sebagai jalur utama yang harus dihormati bersama,” ujarnya.

Di akhir pernyataannya, Chaydirul Yahya mengimbau seluruh kader GP Ansor di Sumatera Sumbar untuk tetap menjaga nama baik organisasi serta tidak melakukan tindakan yang dapat menimbulkan kesalahpahaman di tengah masyarakat.

Ia berharap semua pihak dapat menghormati proses hukum yang sedang berjalan dan tidak terburu-buru menarik kesimpulan sebelum adanya keputusan resmi dari lembaga yang berwenang.

“Ansor mengajak seluruh kader untuk tetap menjaga marwah organisasi, mengedepankan sikap dewasa, serta menghormati proses hukum secara objektif dan transparan,” tutupnya. (*)


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mengingatkan para penumpang kereta api untuk tidak menggunakan perhiasan yang mencolok selama melakukan perjalanan, khususnya pada masa Angkutan Lebaran Tahun 2026. Imbauan ini disampaikan sebagai upaya preventif guna menjaga keamanan sekaligus memberikan rasa nyaman bagi seluruh pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa meskipun area stasiun maupun rangkaian kereta api telah dilengkapi sistem pengamanan dan berada dalam pengawasan petugas, penumpang tetap diharapkan memiliki kewaspadaan pribadi, terutama dalam menjaga barang-barang berharga yang dibawa.

“Kami mengingatkan kepada para penumpang agar tidak mengenakan perhiasan yang terlalu mencolok ataupun membawa barang berharga secara berlebihan selama perjalanan. Hal ini bertujuan untuk mengurangi potensi tindak kejahatan serta mendukung terciptanya perjalanan yang aman dan nyaman bagi seluruh pelanggan,” ujar Reza.

Pada masa Angkutan Lebaran Tahun ini, KAI juga mengimbau pelanggan untuk lebih memperhatikan barang bawaan masing-masing, terutama ketika akan turun dari kereta api. Penumpang diminta memastikan seluruh barang pribadi telah dibawa dan tidak tertinggal di kursi maupun di area bagasi.

Apabila pelanggan mengalami kehilangan barang, mereka dapat segera melaporkannya melalui layanan lost and found atau kepada kondektur, petugas Polsuska, atau melalui Contact Center KAI 121 agar dapat segera ditindaklanjuti.

Selain itu, pelanggan juga diharapkan tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap situasi di sekitar serta segera menyampaikan kepada petugas apabila melihat hal-hal yang mencurigakan baik di stasiun maupun di dalam kereta api.

“KAI senantiasa berupaya meningkatkan kualitas pelayanan serta keamanan bagi seluruh pelanggan. Oleh karena itu, kami berharap dukungan dan partisipasi masyarakat untuk mematuhi imbauan ini agar perjalanan dapat berlangsung dengan aman, nyaman dan berkesan,” tambah Reza.

“Kami berharap masa libur panjang ini dapat berjalan dengan lancar, serta seluruh pelanggan dapat sampai ke tujuan dengan selamat dan membawa kembali seluruh barang bawaannya dengan lengkap,” tutup Reza.


Agam, netralpost --- Kapolres Agam AKBP Muari sedang memasangkan pita dimulainya Operasi Ketupat 2026 saat gelar pasukan di Mapolres setempat, Kamis (12/3/2026).

Agam, netralpost --- Kapolres Agam AKBP Muari sedang memasangkan pita dimulainya Operasi Ketupat 2026 saat gelar pasukan di Mapolres setempat, Kamis (12/3/2026).


Lubuk Basung, netralpost - Kepolisian Resor (Polres) Agam, Sumatera Barat menyiapkan tujuh jalan alternatif saat arus mudik Idul Fitri 1447 Hijriah, untuk mencegah terjadinya kemacetan dampak ruas jalan di daerah itu banyak yang rusak akibat bencana hidrometeorologi terjadi akhir November 2025.

"Kita menyediakan tujuh jalan alternatif untuk mengurai kemacetan saat melewati jalan yang rusak," kata Kapolres Agam AKBP Muari di Lubuk Basung, Kamis.

Ia mengatakan jalan alternatif yang disediakan untuk menghubungkan Lubuk Basung-Bukittinggi, Palembang-Bukittinggi dan lainnya yang aman untuk dilalui kendaraan.

Pemerintah juga telah membuat jalan semi permanen ada berupa jembatan bailey dan armco di lokasi yang jembatan rusak dibawa arus banjir bandang, tanah longsor dan banjir.

Dengan adanya jembatan bailey dan armco maka arus lalu lintas kembali normal dan termasuk perekonomian masyarakat.

"Jembatan bisa menjadi alternatif bagi pengendara saat melewati daerah itu," katanya.

Ia mengakui Polres Agam membuat dua pos pelayanan dan dua pos pengamanan saat Operasi Ketupat 2026, agar mudik aman dan keluarga bahagia.

Operasi Ketupat itu dengan menurunkan puluhan personel dan ditambah personel dari TNI, Satpol PP, BPBD, Perhubungan dan lainnya.

Setelah itu, membuat Satuan Tugas Patroli, Satuan Tugas Keamanan, Keselamatan, Ketertiban, dan Kelancaran Lalu Lintas (Kamseltibcarlantas) dan Satuan Tugas Preventif.

Masing-masing memiliki tugas dan dimana Satgas itu saling berkaitan antara satu dengan yang lain, sehingga tugas di lapangan dapat terselenggaranya kondisi keamanan, ketertiban masyarakat dengan baik.

"Satgas tersebut bakal melakukan patroli di wilayah hukum Polres Agam dalam mencegah hal tidak diinginkan," katanya.(rls) 


 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat selama masa Angkutan Lebaran 2026 periode 11 Maret 2026 hingga 1 April 2026 mengoperasikan sebanyak 616 perjalanan kereta api dengan total ketersediaan tiket sebanyak 171.424 tempat duduk. Setiap harinya, KAI Divre II Sumbar melayani rata-rata 28 perjalanan kereta api dengan ketersediaan 7.792 tempat duduk.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menyampaikan bahwa data terbaru hingga Ahad, 15 Maret 2026 pukul 12.00 WIB, sebanyak 27.997 tempat duduk telah terjual. Angka tersebut masih bersifat dinamis seiring dengan proses penjualan tiket yang masih berlangsung. “Masih tersedia 143.427 tempat duduk hingga berakhirnya masa Angkutan Lebaran 2026. Sementara itu, untuk periode tujuh hari ke depan sesuai dengan ketentuan pemesanan KA Lokal (H-7), masih terdapat sekitar 46.470 tempat duduk yang dapat dipesan oleh masyarakat,” ujar Reza.

Penjualan tiket kereta api lokal di wilayah Divre II Sumbar didominasi oleh masyarakat yang memanfaatkan layanan kereta api untuk berlibur maupun berwisata, khususnya menuju kawasan pantai di Kota Pariaman dengan menggunakan KA Pariaman Ekspres. Pada masa Angkutan Lebaran hingga hari ini, penjualan tiket KA Pariaman Ekspres relasi Paulima–Naras telah mencapai  21.126 tempat duduk, sementara sisanya berasal dari pengguna jasa KA Minangkabau Ekspres dan KA Lembah Anai.

KAI Divre II Sumatera Barat mengajak masyarakat untuk segera memanfaatkan ketersediaan tiket yang masih tersedia selama masa Angkutan Lebaran. Kereta api menjadi pilihan transportasi yang praktis, aman, dan nyaman untuk menikmati libur akhir tahun, khususnya bagi pelanggan yang ingin berwisata bersama keluarga.

Dengan jadwal perjalanan yang teratur, waktu tempuh yang terukur, serta harga tiket yang terjangkau, layanan kereta api lokal di wilayah Sumatera Barat menjadi solusi transportasi andalan untuk menghindari kepadatan lalu lintas jalan raya. Pelanggan juga dapat menikmati kemudahan pemesanan tiket secara digital melalui aplikasi Access by KAI yang cepat, aman, dan transparan.

Reza mengimbau kepada seluruh pelanggan agar melakukan pemesanan atau pembelian tiket kereta api hanya melalui aplikasi Access by KAI. Imbauan ini bertujuan untuk menghindari potensi penipuan serta memastikan keabsahan tiket. Pemesanan tiket dapat dilakukan mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

“Loket di stasiun hanya melayani pembelian tiket secara langsung atau go-show mulai 3 jam sebelum jadwal keberangkatan,” tambahnya.

KAI berharap masyarakat dapat memanfaatkan momentum libur Natal dan Tahun Baru ini untuk bepergian menggunakan kereta api sebagai moda transportasi pilihan yang ramah lingkungan serta memberikan pengalaman perjalanan yang menyenangkan.


 

Padang, netralpost --- Dalam rangka memastikan kesiapan personel serta sarana dan prasarana dalam pelaksanaan Operasi Ketupat 2026, Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumatera Barat, Kombes Pol Reza Chairul Akbar, melakukan pengecekan langsung ke sejumlah Pos Pengamanan (Pos Pam) dan Pos Pelayanan (Pos Yan) yang disiapkan untuk pengamanan arus mudik dan balik Lebaran, (15/3/2026) 

Kegiatan pengecekan tersebut dilakukan bersama sejumlah Pejabat Utama Ditlantas Polda Sumbar. Langkah ini bertujuan untuk memastikan seluruh pos pengamanan dan pelayanan benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat yang akan melakukan perjalanan mudik selama perayaan Idul Fitri 1447 Hijriah.

Dalam kesempatan tersebut, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar meninjau secara langsung kesiapan personel yang bertugas, kelengkapan fasilitas pos, serta sistem pengaturan lalu lintas yang diterapkan di lapangan. Ia juga memberikan arahan kepada seluruh personel agar selalu mengedepankan sikap humanis, profesional, dan responsif dalam melayani masyarakat.

Menurutnya, keberadaan Pos Pengamanan dan Pos Pelayanan merupakan bagian penting dari strategi pengamanan selama Operasi Ketupat. Pos-pos tersebut tidak hanya berfungsi sebagai tempat pengaturan lalu lintas, tetapi juga sebagai pusat informasi dan pelayanan bagi masyarakat yang membutuhkan bantuan selama perjalanan mudik.

“Kami ingin memastikan bahwa seluruh personel yang bertugas benar-benar siap memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Keselamatan dan kenyamanan masyarakat selama perjalanan mudik menjadi prioritas utama kami,” ujar Kombes Pol Reza Chairul Akbar.

Selain melakukan pengecekan fasilitas pos, Dirlantas juga mengevaluasi kesiapan peralatan pendukung seperti kendaraan patroli, perlengkapan komunikasi, serta sistem pengaturan arus lalu lintas yang diterapkan untuk mengantisipasi potensi kepadatan kendaraan di sejumlah titik rawan.

Dirlantas juga menekankan pentingnya koordinasi antara kepolisian dengan berbagai pihak terkait, seperti TNI, Dinas Perhubungan, tenaga kesehatan, serta instansi lainnya yang turut terlibat dalam pengamanan arus mudik Lebaran tahun ini.

Melalui pengecekan ini diharapkan seluruh personel dapat menjalankan tugas secara optimal dalam menjaga keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas selama masa mudik dan arus balik Lebaran.

Operasi Ketupat sendiri merupakan operasi kepolisian terpusat yang digelar setiap tahun menjelang Hari Raya Idul Fitri, dengan tujuan memberikan rasa aman dan nyaman bagi masyarakat yang melakukan perjalanan mudik ke kampung halaman.

Dengan adanya kesiapan personel dan sarana yang optimal, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol Reza Chairul Akbar berharap pelaksanaan Operasi Ketupat 2026 di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan dengan lancar serta mampu mewujudkan mudik yang aman, tertib, dan selamat bagi seluruh masyarakat.(*)


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.