Lubuk Basung, netralpost - Pemerintah Kabupaten Agam, Sumatera Barat melakukan pemetaan jalan alternatif untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi meningkat signifikan saat Idul Fitri 1447 Hijriah.
Kepala Dinas Perhubungan Agam, Rio Eka Putra di Lubuk Basung, Minggu, mengatakan telah memiliki sejumlah gambaran teknis dalam upaya mengurai potensi kemacetan selama arus mudik dan lebaran.
"Sejumlah jalur alternatif telah dipetakan untuk mengantisipasi lonjakan volume kendaraan yang diprediksi meningkat signifikan," katanya.
Ia mengatakan secara konsep sudah menyiapkan beberapa skema rekayasa lalu lintas serta alternatif jalan untuk mengurai kepadatan.
Namun implementasinya tetap membutuhkan koordinasi intensif dengan pihak kepolisian agar rekayasa lalu lintas berjalan optimal.
"Kita tetap melakukan koordinasi dengan kepolisian untuk rekayasa kendaraan," katanya.
Ia menambahkan, kondisi infrastruktur jalan yang terdampak bencana beberapa waktu lalu merupakan tantangan utama saat ini.
Sejumlah ruas jalan mengalami kerusakan, mulai dari tertimbun material tanah longsor hingga terban akibat tingginya curah hujan.
Kondisi ini dikhawatirkan akan memicu munculnya titik-titik kemacetan baru jika tidak segera ditangani.
Untuk itu, pihaknya berharap dukungan dari pemerintah provinsi agar perbaikan jalan yang rusak dapat segera dilakukan sebelum arus mudik dimulai.
"Percepatan penanganan kerusakan jalan menjadi faktor krusial dalam menjaga kelancaran arus lalu lintas di wilayah Agam yang dikenal sebagai daerah lintasan utama," katanya.
Daerah rawan macet berada di Padang Lua, Kecamatan Banuhampu, Ampek Angkek dan lainnya. Lokasi tersebut macet akibat adanya pasar tradisional, jalan menghubungkan Kota Bukittinggi dan lainnya.


Post a Comment