Ny. Nazifah Helmi: Tes IVA dan Sadanis adalah Pekerjaan Sosial untuk Masyarakat



Padang- Pembunuh pertama perempuan adalah kanker. Ini sangat membahayakan bagi kaum perempuan. Dengan melaksanakan tes IVA dan Sadanis ini, merupakan upaya deteksi dini kanker serviks dan Sadanis.

"Jika sudah berlarut larut, tiba tiba sudah stadium 5 saja, ini kan berbahaya". Hal ini diutarakan Ny. Nazifah Helmi pada kegiatan arisan bulanan dan pembinaan Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemenag Sumbar. Didampingi Ny. Karleni Miswan, Ny.Yenti Joben dan Ny. Lastri Yufrizal, kegiatan pembinaan dilaksanakan selepas mengikuti kegiatan Rapat Koordinasi yang diselenggarakan DWP Kemenag RI secara Virtual, Selasa (28/06) siang. 

Kegiatan mengangkat tema Tes IVA (Inspeksi Visual Asetat) dan Sadanis (Pemeriksaan Payudara Klinis) sebagai Upaya Deteksi Dini Wanita Indonesia Bebas Kanker serviks dan Payudara. Ny Nazifah Helmi yang juga merupakan Kepala Dinas Kesehatan Kota Pariaman ini, menyebut Inisiasi yang dilakukan Pembina DWP Kemenag RI Eny Yaqut merupakan langkah yang tepat.

"Sangat tinggi sekali perhatian ibu Menag tentang ini, makanya perlu kita tindaklanjuti nantinya di Kabupaten/Kota. Jika sudah disurati nanti Dinas Kesehatan Provinsi, maka Dinas Provinsi nantinya akan menyurati  Dinas Kesehatan Kabupaten/Kota. Kalau ini sudah terlaksana, mudah kita eksekusi dilapangan," tutur Nazifah Helmi.

Menurutnya pelaksanaan tes IVA dan Sadanis merupakan pekerjaan sosial untuk kesehatan masyarakat. 

"Tes IVA dan Sadanis adalah pemeriksaan pada serviks dan payudara oleh tenaga kesehatan yang terlatih. Tes IVA dan Sadanis bertujuan untuk menemukan menemukan gejala dan tanda awal pada serviks dan payudara, sedini mungkin agar dapat dilakukan tindakan secepatnya," katanya.

Sebaliknya, lanjut Nazifah untuk pelaksanaannya nanti ia meminta dukungan dan bantuan jajaran pengurus DWP Kanwil Kemenag Sumbar.

"Seandainya dipusatkan di Kanwil, tetap yang sasarannya kami minta ke Kabupaten/Kota. Hal ini bisa dimusyawarahkan kembali nanti. Kalau ditargetkan 150 misalnya, minimal nanti ada 10 untuk 1 Kabupaten/kota, sudah 190 orang lebih kurang. Kan tidak terlalu berat membawa 10 orang. Dalam hal ini, kita perlu juga berkoordinasi dengan pihak Dinas Kesehatan Provinsi." Terangnya.

Untuk itu, Nazifah Helmi mengajak jajaran DWP Kankemenag Kabupaten/kota untuk menyiapkan sasarannya. "Untuk teknis dilapangan nanti, bagaimana caranya, silakan diatur saja. Saya serahkan sepenuhnya kepada ibu-ibu di Kemenag Kabupaten/Kota, rasanya tidak berat kalau hanya 10," imbuh Nazifa.

Sebelumnya, Penasihat DWP Kemenag RI Eny Retno Yaqut menyampaikan bahwa rapat koordinasi dilakukan untuk menindaklanjuti webinar sebelumnya. "Hari ini kita gelar rakor persiapan pelaksanaan dalam memberikan pemahaman sebagai upaya Deteksi Dini kanker yang tinggi kejadiannya di Indonesia," katanya. (vera)

Posting Komentar

[blogger]

Author Name

Formulir Kontak

Nama

Email *

Pesan *

Diberdayakan oleh Blogger.