SUMBAR, NETRALPOST | Di balik ramainya lalu lintas di jalan nasional Sumatera Barat, ada pekerjaan yang berjalan tanpa banyak terlihat namun berdampak langsung bagi keselamatan. Preservasi jembatan menjadi salah satu fokus yang terus dilakukan BPJN 2.1 Sumbar. Kegiatan ini bukan sekadar rutinitas, melainkan langkah teknis untuk memastikan setiap struktur tetap layak dilalui. Perawatan dilakukan secara berkala agar potensi kerusakan bisa ditekan sejak awal.

Dalam periode April 2026, sejumlah jembatan di jalur strategis masuk dalam penanganan. Tim turun berdasarkan hasil identifikasi kondisi lapangan, bukan menunggu kerusakan besar terjadi. Pendekatan ini dipilih untuk menjaga fungsi jembatan tetap stabil dalam jangka panjang. Setiap titik memiliki karakteristik berbeda sehingga penanganannya disesuaikan.

Salah satu pekerjaan yang dilakukan adalah pemasangan expansion joint tipe asphaltic plug. Bagian ini berfungsi sebagai penghubung antar segmen jembatan yang memungkinkan pergerakan struktur. Jika tidak dalam kondisi baik, sambungan ini bisa menimbulkan getaran hingga kerusakan lanjutan. Karena itu, pengerjaan dilakukan dengan detail dan pengawasan ketat.

Di kawasan Overpass Duku, aktivitas tersebut tampak dari adanya pembatasan sebagian lajur. Pekerja terlihat fokus menyelesaikan pemasangan sambungan dengan metode yang telah ditentukan. Lalu lintas tetap berjalan, meski harus diatur agar tidak terjadi kepadatan. Situasi ini menggambarkan bagaimana pekerjaan teknis harus berjalan berdampingan dengan manajemen arus kendaraan.

Selain pada struktur utama, perhatian juga diarahkan ke bagian pengaman jembatan seperti railing. Komponen ini rentan terhadap karat akibat paparan panas dan hujan. Jika dibiarkan, kekuatannya bisa menurun dan berisiko terhadap keselamatan. Oleh sebab itu, dilakukan pembersihan menyeluruh dan pengecatan ulang.

Di Jembatan Batang Lembang, proses perawatan railing terlihat cukup signifikan. Permukaan besi yang mulai kusam dibersihkan sebelum dilapisi cat baru. Tahapan ini dilakukan agar hasilnya tidak hanya rapi, tetapi juga bertahan lama. Perubahan yang terjadi memang tidak mencolok, namun penting bagi ketahanan struktur.

Penanganan serupa juga berlangsung di Jembatan Tanjung Sabar. Dengan kondisi lalu lintas yang cukup padat, pekerjaan dilakukan secara hati-hati. Petugas mengatur ruang kerja agar tidak mengganggu pengguna jalan. Di sisi lain, kualitas pekerjaan tetap dijaga agar sesuai dengan standar yang berlaku.

Sementara di Jembatan Lara B, fokus pekerjaan berada pada bagian yang mulai terpengaruh korosi. Pembersihan dilakukan hingga ke bagian detail sebelum proses pengecatan dimulai. Langkah ini penting agar lapisan pelindung dapat menempel dengan maksimal. Hasil akhirnya diharapkan mampu memperpanjang usia pakai railing.

PPK 2.1 BPJN Sumbar, Zulfikar Kurniawan, mengatakan pekerjaan seperti ini sering dianggap kecil, padahal dampaknya langsung dirasakan. “Sambungan di jembatan itu kalau bermasalah, pengguna jalan pasti merasakan. Bisa timbul getaran atau bunyi yang mengganggu, bahkan berisiko kalau dibiarkan,” ujarnya kepada awak media. Ia menekankan bahwa pekerjaan dilakukan sebelum kondisi memburuk.

Menurutnya, pendekatan pencegahan lebih efektif dibanding menunggu kerusakan besar. “Secara visual mungkin masih terlihat bagus, tapi secara teknis sudah harus ditangani. Itu yang kita lakukan di lapangan,” katanya. Dengan cara ini, fungsi jembatan bisa tetap terjaga tanpa harus melakukan perbaikan besar.

Ia juga menyoroti pentingnya perawatan pada bagian railing. “Banyak yang anggap ini hal kecil, padahal fungsinya sebagai pengaman. Kalau sudah berkarat dan tidak ditangani, tentu ada risiko,” ujarnya. Karena itu, pekerjaan pembersihan dan pengecatan menjadi bagian yang tidak dipisahkan dari preservasi.

Di lapangan, pekerjaan tidak selalu berjalan mudah. Faktor cuaca dan padatnya lalu lintas menjadi tantangan yang harus dihadapi. Penyesuaian metode kerja dilakukan agar aktivitas tetap aman bagi pekerja dan pengguna jalan. BPJN 2.1 Sumbar memastikan setiap pekerjaan dilakukan dengan perhitungan matang dan tetap mengutamakan keselamatan.(nofri)