May 2026

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

Pasaman Barat, Netralpost – Dalam suasana penuh kebanggaan dan semangat kebangsaan yang meriah, Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama seluruh jajaran Petugas Juru Reserse (PJU) Tinggi dan para Kapolsek se-Kabupaten Pasaman Barat, mengucapkan selamat menyambut Hari Lahir Pancasila yang jatuh pada hari Senen (1/6/2026).

Pada momen bersejarah ini, beliau secara khusus menghimbau seluruh personel kepolisian dan masyarakat luas untuk menjadikan nilai-nilai Pancasila sebagai kompas utama dalam kehidupan sehari-hari, khususnya untuk membangun wilayah Pasaman Barat yang lebih maju dan sejahtera.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., menyampaikan bahwa Hari Lahir Pancasila adalah momen yang sangat penting untuk mengingatkan kembali tentang makna dan peran falsafah dasar negara ini dalam kehidupan berbangsa, termasuk dalam perkembangan wilayah Pasaman Barat.

“Pancasila bukan hanya sekadar kata-kata yang kita ucapkan, tetapi merupakan jiwa yang menghidupi setiap langkah kita dalam menjaga keamanan dan membangun daerah kita yang tercinta,” tegasnya dengan penuh semangat.

“Di tengah keragaman suku, agama, dan budaya yang ada di Pasaman Barat, nilai-nilai Pancasila menjadi pijakan yang kokoh untuk memperkuat tali persatuan, menjaga keharmonisan, serta menggerakkan langkah menuju kemajuan bersama.”

Beliau juga menekankan bahwa sebagai pelindung masyarakat dan penjaga keamanan wilayah, Polres Pasaman Barat akan selalu menjunjung tinggi nilai-nilai Pancasila dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Kami berkomitmen untuk memberikan pelayanan terbaik kepada seluruh warga Pasaman Barat dengan prinsip-prinsip yang terkandung dalam Pancasila – gotong royong, keadilan sosial, dan rasa cinta tanah air yang mendalam,” tambahnya.

Dalam kesempatan tersebut, AKBP Agung Tribawanto juga mengajak seluruh personel Polres Pasaman Barat, para Kapolsek, PJU, serta masyarakat luas untuk tidak hanya merayakan Hari Lahir Pancasila sebagai acara tahunan semata, tetapi lebih dari itu – mengamalkan nilai-nilainya dalam setiap aspek kehidupan.

“Mari kita jadikan nilai-nilai Pancasila sebagai pedoman dalam berinteraksi dengan tetangga, dalam menjalankan usaha, dalam mengelola desa atau kelurahan, hingga dalam membangun hubungan antarumat beragama yang ada di wilayah kita,” ujarnya dengan nada yang penuh harapan.

Beliau menambahkan bahwa kebhinekaan yang menjadi ciri khas masyarakat Pasaman Barat adalah aset berharga yang harus terus dijaga dengan sepenuh hati.

“Pasaman Barat mampu berkembang karena kita memiliki kekuatan dalam keragaman – dan itu semua menjadi mungkin berkat Pancasila yang menjadi tali penyatu kita semua. Mari kita jadikan nilai-nilai ini sebagai landasan untuk membangun Pasaman Barat yang lebih maju, aman, dan makmur,” pungkasnya.

Dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila, seluruh jajaran Polres Pasaman Barat juga melaksanakan berbagai kegiatan yang memperkuat semangat kebangsaan, seperti penyuluhan tentang pentingnya menjaga persatuan dan kesatuan bangsa serta pengamanan di berbagai titik strategis se-Kabupaten Pasaman Barat.

Tim juga melakukan kunjungan ke berbagai komunitas dan kelompok masyarakat untuk mempererat tali silaturahmi dan menyebarkan semangat cinta tanah air yang berdasarkan nilai-nilai Pancasila.

Kegiatan memperingati Hari Lahir Pancasila ini berlangsung dengan suasana yang penuh kebersamaan dan rasa cinta tanah air yang mendalam, dengan harapan bahwa nilai-nilai Pancasila akan terus hidup dan menjadi panduan bagi setiap langkah kemajuan Kabupaten Pasaman Barat dan bangsa Indonesia secara keseluruhan.(*) 




 

‎PADANG – Perumda Air Minum Kota Padang terus mengerahkan upaya maksimal guna menuntaskan pemasangan Gate Valve DN 350 di kawasan Jalan Gajah Mada, Simpang Tinju. Meski sempat menghadapi kendala teknis akibat kondisi alam di lapangan, perusahaan memastikan pengerjaan krusial ini kembali dilanjutkan pada Minggu malam (31/5/2026) mulai pukul 22.00 WIB.
‎Pemasangan katup pengendali aliran air berdiameter besar ini merupakan bagian dari investasi jangka panjang Perumda Air Minum Kota Padang. Infrastruktur strategis ini berfungsi untuk meningkatkan fleksibilitas jaringan, mempermudah isolasi saat perbaikan, serta meminimalisasi area terdampak jika terjadi gangguan atau kebocoran di masa depan.
‎Tantangan Teknis di Lapangan

‎Proses pengerjaan yang semula ditargetkan rampung tepat waktu sempat berjalan melambat demi alasan keselamatan. Tim teknis di lapangan menemukan kondisi tanah galian yang sangat berlumpur dan dipenuhi rembesan air dengan tingkat kelembapan tinggi. Kondisi ini memicu risiko longsoran dinding tanah yang dapat membahayakan keselamatan para pekerja di dalam lubang galian.
‎Merespons situasi tersebut, manajemen Perumda Air Minum Kota Padang memilih langkah preventif dengan memasang bekisting atau penahan dinding galian terlebih dahulu untuk memperkuat struktur tanah.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa keselamatan petugas di lapangan dan kualitas hasil pekerjaan merupakan prioritas yang tidak dapat ditawar.
‎"Kami tidak ingin mengambil risiko. Jika dinding galian longsor, bukan hanya membahayakan petugas, tetapi juga dapat memperpanjang durasi pekerjaan dan berdampak lebih luas terhadap pelayanan. Penguatan dengan bekisting adalah langkah wajib sebelum pemasangan valve dilanjutkan," ujar Adhie kepada media, Minggu (31/5/2026).
‎Komitmen Pelayanan dan Permohonan Maaf

‎Selama proses penyempurnaan pipa utama ini berlangsung, sejumlah wilayah di Kota Padang dipastikan mengalami penurunan tekanan hingga penghentian sementara pasokan air bersih. Perumda Air Minum Kota Padang sendiri telah melakukan sosialisasi dan menyampaikan pengumuman resmi jauh-jauh hari melalui berbagai kanal komunikasi serta media sosial perusahaan agar pelanggan dapat mengantisipasi kebutuhan air mereka.
‎Manajemen memahami betul bahwa air bersih merupakan kebutuhan dasar masyarakat yang sangat vital. Oleh karena itu, seluruh tim teknis disiagakan penuh untuk menyelesaikan pekerjaan ini secepat dan seaman mungkin.
‎"Gangguan yang terjadi saat ini bersifat sementara, tetapi manfaat dari pemasangan infrastruktur ini akan dirasakan dalam jangka panjang. Dengan sistem jaringan yang semakin andal, proses penanganan gangguan di masa depan akan jauh lebih cepat dan efisien," tambah Adhie.
‎Manajemen Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf yang sebesar-besarnya kepada seluruh pelanggan terdampak atas ketidaknyamanan ini, sekaligus mengapresiasi pengertian dan kerja sama masyarakat demi terwujudnya pelayanan air bersih yang lebih optimal di masa depan.()

 

Netral-Pada hari Sabtu bertepatan dengan malam Minggu hari yang begitu indah dilangit terang bulan yang begitu terang seterang hati Panitia UPA. Bertepatan pada saat ini Panitia UPA menyusun Rapat kedua untuk musyawarah UPA.

Panitia yang hadir saat ini di antaranya, Ketua Pelaksana UPA Hendrizon, SH., MH., Ade Gustari, SH., CPM., Mukhni Wendi, SH., Ronny Liswandi, SH., MH.

Para yang hadir sangat antusias terlaksananya UPA( Ujian Profesi Advokat). Semua Panitia yang hadir menyampaikan saran dan pendapat untuk terlaksananya UPA tersebut.

Hendrizon, SH., MH. selaku ketua pelaksana menyampaikan, bahwa dengan terlaksananya UPA kami Peradi RBA akan melahirkan Pengacara/ Penasehat Hukum yang handal untuk masa depan, jelasnya.

Ditambahkan lagi, agar yang akan lulus bisa lebih profesinal menjalankan tugas profesi advokat.

Ditambahkan oleh anggota Panitia, Ade Gustari, saya sangat mendukung dengan lahirnya advokat baru untuk masa depan agar bermanfaat bagi Masyarakat Sumbar dan Indonsia pada umumnya terutama bagi mereka yang mencari keadilan.

Disela- sela gurau Ade Gustari, SH.,  mengatakan, dengan berkumpul berpendapat untuk satu tujuan agar terlaksananya UPA lancar, aman dan terkendali.

Sebagai Drafting dalam rapat Mukhni Wendi, SH. mengukapkan, dengan alotnya masing- masing anggota Panitia menyampaikan pendapatnya, saya sangat bangga dan menyetujui kesepakatan rapat bersama tanpa ada paksaan.

Ditambahkanya, dengan alotnya masing-masing pendapat anggota panitia maka terciptalah sebuah kesimpulan yang sangat luar biasa.

Anggota Panitia Ronny Liswandi, SH., MH. mengatakan, bahwasanya hasil rapat kedua saat ini menghasilkan buah pikiran sesuai yang kami harapkan bersama.

Tepat jam 23 Wib mufakat Panitia UPA kedua telah tercapai dengan hasil Hasil  rapat kami. (**)

 

PADANG, NETRALPOST — Jagat media sosial kembali dihangatkan oleh pernyataan kontroversial dari Permadi Arya, atau yang lebih dikenal sebagai Abu Janda. Pernyataannya yang menyebut masyarakat Sumatera Barat (Sumbar) sebagai kelompok yang "barbar" dinilai telah mencederai dan merusak stabilitas hubungan harmonis yang selama ini terjaga dengan baik di Ranah Minang. Ucapan tersebut tak pelak memancing gelombang emosional dan reaksi keras dari berbagai elemen masyarakat setempat.

​Menanggapi polemik yang bergulir, Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Sumatera Barat, Ricky Alviano, angkat bicara. Mewakili institusinya, Ricky sangat menyayangkan sekaligus mengecam keras pernyataan yang dinilai tidak berdasar tersebut. Menurutnya, tuduhan yang dilontarkan Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan realitas objektif kehidupan sosial dan budaya masyarakat Sumatera Barat.

​"Kami sangat menyayangkan serta mengecam pernyataan Abu Janda yang telah menyenggol masyarakat Sumatera Barat dengan mengatakan 'barbar'. Kata 'barbar' itu berkonotasi sangat negatif serta mempunyai makna tidak punya adat dan etika," ujar Ricky dalam keterangan resminya.


​Lebih lanjut, Ricky menegaskan bahwa tuduhan tersebut sangat keliru karena bertolak belakang dengan jati diri masyarakat Minangkabau. Sepanjang sejarah, masyarakat Sumatera Barat justru dikenal sangat menjunjung tinggi nilai-nilai adat istiadat, sopan santun, dan falsafah keislaman yang kuat. Oleh karena itu, ia menilai pernyataan Abu Janda tidak memiliki landasan fakta yang jelas dan hanya memperkeruh suasana.

​Ricky juga memberikan klarifikasi tegas mengenai status hubungan antara Abu Janda dan organisasi Banser. Ia menyatakan bahwa meskipun Abu Janda pernah tercatat sebagai anggota, segala tindakan, sikap, dan ucapan yang bersangkutan bersifat pribadi. Apa yang disampaikan oleh Abu Janda sama sekali tidak mencerminkan pandangan resmi organisasi.

​Sebagai penutup, Kasatkorwil Banser Sumbar ini menegaskan bahwa organisasinya menentang secara serius segala bentuk provokasi yang dapat memecah belah bangsa. "Sikap dan ucapannya tidak mewakili Banser secara struktural maupun kultural. Di Banser, kami tidak pernah diajarkan untuk menghina dan atau merendahkan satu sama lain," pungkas Ricky, sembari mengajak masyarakat untuk tetap tenang dan menjaga kedamaian di Sumatera Barat.(*) 


 

Padang, 29 Mei 2026 – Sebagai wujud komitmen dalam menjaga keandalan infrastruktur publik, Perumda Air Minum Kota Padang melakukan penanganan darurat terhadap kebocoran pipa distribusi DN 150 PVC di Jalan Jawa Gadut, Koto Luar, Kota Padang, pada Jumat (29/5).

Langkah preventif ini diambil demi mengamankan tekanan air dan kontinuitas pasokan ke pelanggan. Proses perbaikan teknis ini berdampak pada penghentian aliran air sementara di wilayah Koto Luar, Taratak Permai, Jala Utama, Rindang Alam, Sei Balang, Palimo, hingga sebagian Bandar Buat.

Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menyampaikan bahwa tim teknis telah bersiaga di lapangan sejak kebocoran teridentifikasi.

"Kami memahami betul bahwa aktivitas harian masyarakat sangat bergantung pada pasokan air bersih. Oleh karena itu, penanganan jaringan utama ini menjadi prioritas utama kami untuk diselesaikan hari ini juga," tegas Adhie, mewakili Direktur Teknik Andri Satria.

Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf atas gangguan kenyamanan yang terjadi. Pelanggan diimbau untuk menampung air secukupnya selama proses normalisasi jaringan berlangsung. Manajemen memastikan transparansi informasi akan terus diberikan secara berkala hingga distribusi air ke rumah-rumah warga kembali stabil.

 


PASAMAN BARAT, NETRALPOST – Tim Opsnal Satuan Reserse Narkoba Polres Pasaman Barat berhasil meringkus empat pria yang diduga kuat melakukan tindak pidana penyalahgunaan narkotika golongan I jenis sabu-sabu. Ironisnya, salah satu dari pelaku yang diamankan diketahui merupakan anak dari mantan pejabat daerah di Kabupaten Pasaman Barat.

​Keempat pelaku masing-masing berinisial SY (54), DH (48), AF (27), dan HD (34). Mereka digerebek di sebuah pondok di Jorong Kampung Cubadak, Nagari Lingkuang Aua Timur, Kecamatan Pasaman, Kabupaten Pasaman Barat, Sumatera Barat, pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

​Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, S.Ik, melalui Kasat Resnarkoba Iptu Andhika, membenarkan penangkapan tersebut. Ia menyebutkan bahwa para pelaku diringkus sesaat setelah selesai menggelar pesta barang haram tersebut.

​"Benar, para pelaku diamankan ketika selesai melakukan pesta sabu-sabu," ujar Iptu Andhika, Sabtu (30/5/2026).

​Kronologi Penggerebekan

Penangkapan ini berawal dari laporan masyarakat yang resah dengan maraknya penyalahgunaan narkotika di kawasan tersebut. Merespons cepat informasi itu, petugas langsung melakukan penyelidikan dan pengintaian di sekitar lokasi yang dicurigai.

​Penyelidikan petugas akhirnya mengarah pada sebuah pondok milik pelaku SY. Petugas bergerak cepat melakukan penggerebekan dan langsung mengamankan tiga pelaku, yakni DH, AF, dan HD. Di lokasi, polisi menemukan alat hisap (bong) yang baru saja digunakan.

​Tidak berselang lama, pelaku SY datang dari arah rumah menuju pondok tersebut, sehingga petugas langsung mengamankannya.

​"Saat dilakukan penggeledahan yang disaksikan oleh masyarakat setempat, petugas menemukan barang bukti berupa satu paket kecil narkotika jenis sabu-sabu yang dibungkus plastik klip bening," jelas Andhika.

​Selain paket sabu, polisi juga menyita sejumlah barang bukti lainnya, antara lain:

​3 buah mancis dan 3 buah sendok sabu dari pipet plastik.

​4 buah pipet plastik dan 3 buah jarum.

​1 set alat hisap (bong) dari botol air mineral yang masih terpasang kaca pirek berisi sisa sabu.

​3 unit telepon genggam (Oppo A silver, Realme C21Y biru, dan iPhone 12 Pro Max gold).

​Setelah dilakukan tes urine, keempat pelaku dinyatakan positif mengonsumsi metamphetamine (sabu-sabu). Saat ini, para pelaku beserta barang bukti telah dibawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan lebih lanjut.

​Tegas Tanpa Pandang Bulu

Secara terpisah, Kapolres Pasaman Barat, AKBP Agung Tribawanto, menegaskan komitmennya dalam memberantas peredaran gelap narkoba di wilayah hukumnya. Ia memastikan proses hukum akan berjalan secara profesional dan transparan, tanpa melihat latar belakang sosial pelaku.

​"Kami akan bekerja secara profesional, transparan, dan tidak pandang bulu dalam menangani kasus ini. Proses hukum yang sedang berjalan akan terus dikawal, dan jika terbukti bersalah, tentu akan kita tindak tegas sesuai dengan ketentuan undang-undang yang berlaku," tegas AKBP Agung.




 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat masih menyediakan sebanyak 13.884 tempat duduk kereta api lokal selama masa libur panjang Hari Raya Idul Adha 1447 H untuk keberangkatan 30 Mei hingga 1 Juni 2026.

Untuk mendukung mobilitas masyarakat selama periode liburan tersebut, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan total 168 perjalanan kereta api lokal dengan kapasitas angkut mencapai 46.752 tempat duduk. Rata-rata setiap harinya tersedia 28 perjalanan KA dengan kapasitas sekitar 7.792 tempat duduk per hari.

Hingga Jumat (29/5), penjualan tiket tercatat telah mencapai 27.037 tiket atau setara 58 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan masih akan terus bertambah seiring tingginya minat masyarakat yang memanfaatkan moda transportasi kereta api untuk bepergian selama libur panjang.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan bahwa ketersediaan tiket masih cukup banyak dan masyarakat diimbau segera melakukan pemesanan agar dapat merencanakan perjalanan dengan pasti dan lebih nyaman.

“KAI mengajak masyarakat untuk segera memesan tiket perjalanan karena ketersediaan tempat duduk masih cukup banyak. Kami memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal dengan mengedepankan keselamatan, kenyamanan, dan ketepatan waktu perjalanan,” ujar Reza.

Pemesanan tiket KA Lokal dapat dilakukan melalui aplikasi Access by KAI maupun kanal penjualan resmi lainnya. Sementara untuk pembelian langsung di loket stasiun atau go-show, pelanggan dapat melakukan transaksi mulai tiga jam sebelum jadwal keberangkatan kereta api.

KAI Divre II Sumbar juga terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik selama masa angkutan libur Idul Adha melalui kesiapan operasional, pelayanan pelanggan, serta pengawasan perjalanan kereta api agar tetap aman dan lancar.(*) 

 

Sumatera Barat, netralpost --- Pernyataan yang pernah disampaikan oleh Permadi Arya (Abu Janda) yang menyebut masyarakat Sumatera Barat atau Minangkabau sebagai "barbar" merupakan pernyataan yang sangat keliru, tidak bijaksana, dan berpotensi melukai perasaan jutaan masyarakat Minang di seluruh Indonesia maupun di perantauan.

Sebagai bagian dari bangsa Indonesia yang menjunjung tinggi keberagaman, kita tentu berhak berbeda pendapat dalam persoalan politik, sosial, maupun kebangsaan. Namun, perbedaan pandangan tidak boleh menjadi alasan untuk memberikan label negatif kepada suatu suku, budaya, atau kelompok masyarakat tertentu.

Masyarakat Minangkabau dikenal sebagai salah satu kelompok etnis yang memiliki tradisi intelektual yang kuat. Dari Ranah Minang lahir banyak tokoh nasional yang berkontribusi besar terhadap kemerdekaan dan pembangunan Indonesia. Nilai "Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah" telah membentuk karakter masyarakat yang menjunjung musyawarah, pendidikan, dan penghormatan terhadap sesama.

Dalam pandangan masyarakat Minang, kritik terhadap seseorang atau kelompok tertentu adalah hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi. Namun, ketika kritik berubah menjadi generalisasi terhadap seluruh masyarakat Sumatera Barat, maka hal tersebut dianggap sebagai bentuk ketidakadilan dalam berpikir. Tidak ada satu pun suku di Indonesia yang dapat dinilai hanya berdasarkan tindakan sebagian kecil anggotanya.

Secara logika, pernyataan yang menggeneralisasi jutaan penduduk Sumatera Barat sebagai "barbar" merupakan sebuah kekeliruan berpikir atau hasty generalization (generalisasi terburu-buru). Jika ada beberapa individu yang memiliki sikap atau pandangan tertentu, tidak berarti seluruh masyarakat yang berasal dari daerah yang sama memiliki karakter yang identik. Cara berpikir seperti ini justru bertentangan dengan prinsip rasionalitas dan keadilan.

Lebih jauh lagi, sejarah membuktikan bahwa masyarakat Minangkabau memiliki kontribusi besar dalam membangun peradaban bangsa. Budaya merantau, tradisi pendidikan, kemampuan berdagang, serta semangat berorganisasi telah melahirkan banyak tokoh yang memperjuangkan persatuan Indonesia. Menyematkan stigma "barbar" kepada masyarakat yang memiliki sejarah panjang dalam membangun bangsa tentu tidak memiliki dasar yang kuat.

Sebagai Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, saya mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan peristiwa tersebut sebagai pelajaran bersama. Ruang publik harus diisi dengan dialog yang santun, argumentasi yang sehat, dan penghormatan terhadap keberagaman. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi jangan sampai perbedaan itu melahirkan ujaran yang merendahkan identitas suatu suku atau daerah.

Masyarakat Minang tidak membutuhkan kemarahan untuk membuktikan martabatnya. Sejarah, budaya, pendidikan, dan kontribusi nyata kepada bangsa sudah menjadi jawaban yang paling kuat. Karena itu, mari kita terus menjaga persaudaraan, memperkuat persatuan, dan menolak segala bentuk stereotip yang dapat memecah belah anak bangsa.

Minangkabau bukanlah "barbar". Minangkabau adalah bagian penting dari mozaik Indonesia yang telah memberikan banyak warna bagi perjalanan bangsa ini. (*) 




PADANG — Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus berkomitmen menjaga kualitas air bersih dengan melakukan pemeliharaan rutin berupa proses backwash filter (pembilasan balik media penyaring) di Instalasi Pengolahan Air (IPA) Gunung Pangilun. Langkah ini krusial untuk memastikan air yang didistribusikan ke masyarakat tetap higienis, aman, dan mengalir lancar.

Sebagai salah satu instalasi vital di Kota Padang, IPA Gunung Pangilun menghadapi tantangan kondisi air baku yang dinamis. Oleh karena itu, pemeliharaan sistem filtrasi menjadi agenda yang tidak bisa ditawar.

Mengapa Backwash Filter Penting?

Proses backwash dilakukan dengan menyemprotkan air dan udara bertekanan tinggi dari arah berlawanan pada media penyaring. Tujuannya adalah untuk:

Mengangkat endapan lumpur, pasir halus, dan partikel kotoran yang menyumbat filter.

Mencegah penurunan debit air akibat penyumbatan media penyaring.

Mengoptimalkan efisiensi operasional dan memperpanjang usia pakai infrastruktur digital/fisik instalasi.

Komitmen Pelayanan Berkelanjutan

Kasubag Humas Perumda AM Kota Padang, Adhie Zein, menjelaskan bahwa instalasi pengolahan air bekerja non-stop selama 24 jam. Akibatnya, penumpukan kotoran pada filter adalah hal yang alami dan wajib dibersihkan secara berkala.

"Kami menerapkan prinsip pencegahan dan perawatan berkelanjutan. Backwash filter ini adalah langkah preventif agar kami tidak perlu menunggu adanya gangguan kualitas baru bertindak. Kami ingin memastikan setiap tetes air yang sampai ke rumah pelanggan adalah air dengan mutu terbaik," ujar Adhie Zein.

Melalui pemeliharaan yang disiplin ini, Perumda AM Kota Padang berharap dapat terus meningkatkan kepuasan pelanggan dengan menghadirkan layanan air bersih yang aman, sehat, dan berkelanjutan.



PADANG — Perumda Air Minum Kota Padang terus bergerak dinamis dalam memodernisasi infrastruktur air bersih. Langkah strategis terbaru dilakukan melalui pemasangan Gate Valve DN 350 di kawasan Jalan Gajah Mada, tepatnya di sekitar Simpang Tinju, pada Jumat malam (29/5/2026). Langkah ini diambil demi memperkuat keandalan sistem distribusi jangka panjang di wilayah pusat kota.

Meski pengerjaan yang dimulai pukul 21.00 WIB tersebut sempat memicu gangguan distribusi air sementara bagi pelanggan di Area Pelayanan Pusat Kota, Perumda Air Minum Padang memastikan seluruh tim teknis dikerahkan secara maksimal agar interupsi layanan berjalan seminimal mungkin.

Investasi Pelayanan Jangka Panjang
Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa pemasangan komponen ini bukan sekadar pemeliharaan rutin. Gate valve berukuran makro ini memegang peran vital dalam mengatur regulasi aliran, mengendalikan tekanan pipa, serta mempermudah isolasi jaringan saat terjadi gangguan teknis di masa depan.

“Pekerjaan ini adalah investasi pelayanan jangka panjang. Pemasangan Gate Valve DN 350 di titik strategis Jalan Gajah Mada akan meningkatkan fleksibilitas pengendalian air. Ke depan, jika ada perawatan atau penanganan kebocoran, dampaknya ke pelanggan bisa kita lokalisir sekecil mungkin,” ujar Adhie Zein.

Mengingat kawasan pusat kota merupakan urat nadi aktivitas masyarakat—mulai dari pusat bisnis, perkantoran, hingga pemukiman padat—Perumda menilai peningkatan infrastruktur ini sudah menjadi kebutuhan mendesak yang tidak bisa ditunda.

Strategi Meminimalkan Dampak Warga
Pihak manajemen sengaja memilih waktu pengerjaan pada malam hari demi menjaga kenyamanan aktivitas harian pelanggan. Pada malam hari, grafik konsumsi air masyarakat berada pada titik terendah, sehingga dampak penghentian aliran sementara dapat ditekan. Sebelum proyek dimulai, Perumda juga telah mengimbau warga sekitar untuk menampung pasokan air secukupnya.

Adhie turut menyampaikan permohonan maaf sekaligus apresiasinya atas pengertian dan dukungan yang diberikan oleh masyarakat Kota Padang selama proses peningkatan fasilitas ini.

“Kami memohon maaf atas ketidaknyamanan yang terjadi. Namun, pembenahan infrastruktur adalah harga mutlak untuk mencapai pelayanan yang prima. Prinsip kami jelas: bekerja keras hari ini demi pelayanan yang jauh lebih baik di masa depan,” pungkasnya.

Melalui modernisasi jaringan yang berkelanjutan ini, Perumda Air Minum Kota Padang optimis sistem distribusi di pusat kota akan semakin optimal, stabil, dan mampu menjawab pertumbuhan kebutuhan air bersih masyarakat secara merata.

 

Pasbar, netralpost - Kepolisian Resor (Polres) Pasaman Barat mendalami dua orang pelaku dalam kasus dugaan penyalahgunaan bahan bakar minyak (BBM) jenis biosolar yang ditangkap oleh tim Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres setempat di dua lokasi berbeda, pada Selasa (26/5).

"Kami masih melakukan pendalaman guna mengetahui kemungkinan adanya jaringan ataupun keterlibatan pihak lain dalam distribusi BBM ilegal tersebut," kata Kepala Polres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto di Simpang Empat, Rabu.

Dia menegaskan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan bentuk komitmen Polres Pasaman Barat dalam memberantas segala bentuk penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi.

“BBM bersubsidi diperuntukkan bagi masyarakat yang membutuhkan, dan penyalahgunaannya tentu merugikan masyarakat luas dan negara. Kami akan terus melakukan pengawasan serta penindakan terhadap praktik-praktik ilegal seperti ini,” ujarnya.

Dia juga mengimbau masyarakat agar tidak melakukan penimbunan maupun penyalahgunaan BBM bersubsidi, apabila menemukan aktivitas mencurigakan terkait distribusi BBM, segera melaporkannya kepada pihak kepolisian.

"Saat ini, seluruh tersangka beserta barang bukti telah diamankan di Mapolres Pasaman Barat untuk proses penyidikan dan penegakan hukum lebih lanjut sesuai ketentuan perundang-undangan yang berlaku," ujar Agung.

Kepala Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata menyebutkan penangkapan terhadap kedua pelaku terkait dugaan penyalahgunaan BBM subsidi masing-masing berinisial WA (58) dan RR (24).

"Keduanya saat ini ditahan di Rumah Tahanan (Rutan) Polres Pasaman Barat guna menjalani proses hukum lebih lanjut," katanya.

Dia mengatakan pengungkapan kasus tersebut berawal dari hasil penyelidikan intensif yang dilakukan jajaran Satuan Reskrim Polres Pasaman Barat terkait dugaan praktik penyalahgunaan distribusi BBM bersubsidi di wilayah hukum Polres Pasaman Barat.

Dirinya bersama Kepala Unit (Kanit) Kanit Tipidter Aipda Ilva Yanarida, Kanit Opsnal Ipda Algino Ganaro serta anggota kepolisian mengamankan pelaku WA di rumah milik pelaku yang berada di Jorong Jambak, Nagari Koto Baru, Kecamatan Luhak Nan Duo.

Sedangkan pelaku RR diamankan petugas di SPBU Sarik sewaktu pelaku antrian di stasiun pengisian BBM jenis pertalite.

"Kedua pelaku memiliki peran berbeda dalam menjalankan aksinya. Pelaku WA diketahui berperan sebagai pemilik tempat, pemilik kendaraan sekaligus penyedia modal. Sedangkan pelaku RR bertugas sebagai sopir kendaraan yang digunakan untuk melangsir BBM bersubsidi," ujarnya.

Dalam menjalankan aksinya, pelaku RR menggunakan kendaraan roda empat merek Isuzu Panther warna merah maron dengan nomor polisi BA 1947 SW yang telah dimodifikasi menggunakan tangki berkapasitas besar lengkap dengan kran dan selang untuk memudahkan proses pengisian maupun pemindahan BBM.

"Setelah dikumpulkan, BBM subsidi tersebut dipindahkan ke jerigen dan disimpan di belakang rumah lokasi penangkapan sebelum dipasarkan kembali kepada pengecer," kata dia.

Dia menjelaskan berdasarkan hasil interogasi awal, para pelaku diketahui mampu mengumpulkan ratusan liter BBM subsidi, baik jenis biosolar maupun pertalite, untuk dijual kembali ke warung-warung pengecer.

Pelaku memperoleh BBM jenis solar dengan harga Rp6.800 per liter, kemudian dijual kembali mulai dari Rp12.500 hingga Rp13.000 per liter. Dari praktik tersebut, pelaku diperkirakan memperoleh keuntungan hingga puluhan juta rupiah.

Dari lokasi penangkapan, kepolisian mengamankan barang bukti berupa 262 liter BBM jenis solar yang tersimpan dalam 13 jerigen, satu unit mobil Isuzu Panther warna merah maron nomor polisi BA 1947 SW dan selang minyak.

"Lalu ada corong minyak, serta barcode Pertamina yang diduga digunakan dalam aktivitas tersebut," ujarnya.

Atas perbuatannya, kata dia, kedua pelaku dijerat dengan Pasal 55 Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi sebagaimana telah diubah dalam Pasal 40 angka 9 Undang-Undang Nomor 6 Tahun 2023 tentang Penetapan Peraturan Pemerintah Pengganti Undang-Undang Nomor 2 Tahun 2022 tentang Cipta Kerja menjadi Undang-Undang, Jo Pasal 20 huruf c Jo Pasal 21 ayat (1) huruf a Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP), dengan ancaman pidana penjara paling lama enam tahun.(*) 


 

Padang, netralpost – Menjelang perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, suasana religius dan penuh kebersamaan kian terasa di tengah masyarakat Kota Padang. Hari raya yang juga dikenal sebagai Lebaran Haji ini bukan sekadar rutinitas tahunan, melainkan momentum krusial untuk memperkuat tali persaudaraan melalui ibadah penyembelihan hewan kurban. Bagi umat Muslim, esensi Idul Adha terletak pada ketulusan meneladani Nabi Ibrahim AS dan Nabi Ismail AS dalam menjalankan perintah Allah SWT.

​Lebih dari sekadar ritual keagamaan, ibadah kurban memuat dimensi sosial yang sangat kental. Melalui pembagian daging kurban kepada masyarakat, khususnya golongan yang membutuhkan, tercipta jembatan kepedulian yang meruntuhkan sekat-sekat sosial. Aktivitas ini secara nyata mampu menumbuhkan rasa empathy, mengikis ketimpangan, serta memastikan bahwa kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara merata oleh seluruh lapisan warga di pelosok kota.

​Di era modern saat ini, makna kurban terus bertransformasi menjadi simbol kerelaan mengorbankan kepentingan pribadi demi kemaslahatan bersama. Masyarakat diajak untuk "menyembelih" sifat egois, keserakahan, dan ketidakpedulian terhadap sesama. Dengan mengedepankan semangat berbagi, Idul Adha menjadi momentum emas untuk merekatkan kembali persatuan warga dan bergotong-royong menghadapi berbagai tantangan ekonomi maupun sosial.

​Antusiasme warga Kota Padang dalam menyambut Idul Adha tahun ini terlihat dari persiapan pengadaan hewan kurban di berbagai masjid dan mushala. Pengurus rumah ibadah bersama kepanitiaan lokal tampak sibuk memastikan seluruh proses, mulai dari kesehatan hewan hingga distribusi daging, berjalan dengan tertib dan higienis. Sinergi ini mencerminkan tingginya nilai kebersamaan yang masih mengakar kuat di dalam kebudayaan masyarakat.

​Pemerintah Kota Padang pun turut memberikan perhatian penuh terhadap kekhusyukan dan kelancaran perayaan hari besar ini. Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju M. Chaniago, SSTP, M.Si, menyampaikan bahwa momentum Idul Adha harus dijadikan pijakan untuk meningkatkan kualitas iman dan keikhlasan dalam berbakti kepada masyarakat luas. Menurutnya, esensi kurban adalah modal sosial yang sangat besar untuk membangun kota yang lebih harmonis.

​"Semoga semangat berkurban menumbuhkan keikhlasan, kepedulian, dan kebersamaan demi kebaikan kita semua. Taqabbalallahu minna wa minkum," ujar Raju M. Chaniago saat memberikan ucapan selamat Hari Raya Idul Adha 1447 H, Minal 'Aidin wal-Faizin, mohon maaf lahir dan batin. Beliau berharap esensi kurban ini tidak luntur setelah perayaan usai, melainkan tetap membekas dalam kehidupan sehari-hari masyarakat Kota Padang.(*) 


 

Pasaman Barat, netralpost – Dalam rangka memperingati Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah/2026 Masehi, Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik memimpin langsung kegiatan penyembelihan hewan kurban yang digelar di halaman Mapolres Pasaman Barat, Rabu (27/5/2026).

Kegiatan berlangsung khidmat dan dimulai sekitar pukul 09.00 WIB, dihadiri oleh para PJU, Ketua Bhayangkari Ny. Panca Agung, Kapolsek sejajaran, para perwira, personel Polres serta pengurus Bhayangkari Cabang Pasaman Barat.

Sebelum proses penyembelihan dimulai, Kapolres Pasaman Barat menyerahkan secara simbolis hewan kurban kepada Kabag SDM Kompol Tarpi Niswar selaku Ketua Panitia Hari Raya Idul Adha Polres Pasaman Barat. Penyerahan tersebut menjadi tanda dimulainya rangkaian kegiatan penyembelihan hewan kurban tahun ini.


Kapolres dalam sambutannya mengatakan, pelaksanaan kurban merupakan bentuk kepedulian dan kebersamaan keluarga besar Polres Pasaman Barat terhadap masyarakat, khususnya mereka yang membutuhkan.


“Idul Adha mengajarkan kita tentang keikhlasan dan pengorbanan. Melalui kurban ini, kami ingin berbagi kebahagiaan dengan masyarakat, terutama mereka yang membutuhkan,” ujar Kapolres.


Usai penyerahan simbolis, panitia bersama personel Polres Pasaman Barat langsung melaksanakan penyembelihan hewan kurban. Tahun ini, Polres Pasaman Barat menyembelih sebanyak lima ekor sapi dan satu ekor kambing.


AKBP Agung menjelaskan, seluruh proses penyembelihan dilakukan sesuai syariat Islam dengan tetap memperhatikan aspek kebersihan, kesehatan, serta kelayakan distribusi daging kurban kepada masyarakat penerima manfaat.


Setelah proses pemotongan selesai, daging kurban dikemas untuk selanjutnya didistribusikan kepada masyarakat yang berhak menerima. Selain warga di sekitar lingkungan Mapolres Pasaman Barat, pendistribusian juga menjangkau masyarakat di 11 kecamatan di wilayah Kabupaten Pasaman Barat.


Menurut Kapolres, pendistribusian dilakukan dengan melibatkan personel Bhabinkamtibmas agar penyaluran tepat sasaran dan dapat diterima oleh masyarakat yang benar-benar membutuhkan.


“Sasaran utama penyaluran adalah warga sekitar yang berhak menerima, termasuk masyarakat kurang mampu di lingkungan sekitar Mapolres Pasaman Barat serta masyarakat di 11 kecamatan lainnya dengan menggerakkan personel Bhabinkamtibmas agar dalam penyaluran tepat sasaran,” jelasnya.


AKBP Agung menambahkan, kegiatan sosial keagamaan tersebut diharapkan semakin mempererat hubungan silaturahmi antara Polri dan masyarakat serta memperkuat kehadiran Polri sebagai institusi yang tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban, tetapi juga aktif dalam kegiatan kemasyarakatan.


Suasana kebersamaan tampak selama kegiatan berlangsung. Personel dan panitia saling bergotong royong mulai dari proses penyembelihan, pengemasan hingga pendistribusian daging kurban kepada masyarakat.


“Kegiatan kurban ini tidak hanya menjadi bentuk ibadah, tetapi juga wujud nyata kepedulian sosial Polres Pasaman Barat terhadap masyarakat. Semoga melalui kegiatan ini, hubungan antara Polri dan masyarakat semakin erat, serta membawa keberkahan dan manfaat bagi semua pihak,” pungkas Kapolres. (*)


Pulau Punjung, NETRALPOST – Perayaan Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah di Kabupaten Dharmasraya kembali menjadi momentum sakral yang membawa pesan mendalam bagi seluruh lapisan masyarakat. Lebih dari sekadar ritual tahunan penyembelihan hewan ternak, ibadah kurban di tahun ini dimaknai secara mendalam sebagai instrumen penting untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus memperkuat tatanan sosial di wilayah berjuluk Ranah Cati Nan Tigo ini. Semangat kebersamaan yang tercermin dalam prosesi ini menjadi cermin kekuatan gotong royong warga lokal. 

Bagi masyarakat Dharmasraya, pelaksanaan kurban memegang peranan besar dalam menjembatani kesenjangan sosial di tengah lingkungan. Melalui distribusi daging kurban yang menyasar fakir miskin, yatim piatu, dan dhuafa, kebahagiaan hari raya dapat dirasakan secara merata tanpa ada sekat pembatas. Keikhlasan warga yang mampu untuk menyisihkan sebagian harta mereka demi berbagi menjadi bukti nyata berjalannya fungsi empati sosial yang diajarkan dalam syariat Islam. 

Di sisi lain, momentum Idul Adha kali ini juga dimanfaatkan untuk mempererat tali silaturahmi dan ukhuwah Islamiyah antarwarga pasca-berbagai dinamika pembangunan daerah. Berbagai lapisan masyarakat, mulai dari wilayah perkampungan hingga pusat ibu kota kabupaten di Pulau Punjung, tampak bahu-membahu mengelola posko pemotongan hewan kurban dengan penuh sukacita. Tradisi koperatif ini dinilai ampuh dalam meredam potensi konflik sosial sekaligus memperkokoh persatuan bangsa di tingkat akar rumput. 

Pemerintah Kabupaten Dharmasraya secara konsisten terus mendorong agar esensi ibadah ini diimplementasikan dalam kehidupan birokrasi dan pelayanan publik. Nilai pengorbanan, kepatuhan, dan ketulusan yang diwariskan oleh kisah Nabi Ibrahim AS diharapkan mampu diadopsi oleh seluruh aparatur sipil negara (ASN) maupun masyarakat umum dalam berkontribusi bagi kemajuan daerah. Dengan demikian, kurban tidak berhenti pada tataran ibadah personal, melainkan berdampak pada transformasi sosial. 

Sekretaris Daerah (Sekda) Kabupaten Dharmasraya, Medison, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa nilai-nilai kurban harus diwujudkan dalam tindakan nyata untuk membangun kepedulian terhadap sesama warga. "Momentum hari raya kurban ini hendaknya menjadi sarana bagi kita semua untuk meningkatkan keimanan, memupuk kepedulian sosial, serta mempererat tali silaturahmi antara pemerintah daerah dan seluruh elemen masyarakat," ujar Medison saat memberikan keterangan pers terkait pelaksanaan rangkaian ibadah Idul Adha di daerah tersebut. 

Lebih lanjut, Sekda Medison juga mengajak masyarakat untuk menjadikan semangat Idul Adha sebagai pemantik dalam memperkuat kolaborasi demi kesejahteraan bersama. Ia berharap kebersamaan yang terjalin erat saat merayakan hari besar keagamaan ini dapat terus dipelihara guna mendukung program pembangunan daerah. "Atas nama Pemerintah Kabupaten Dharmasraya, kami mengimbau agar nilai keikhlasan dari ibadah kurban ini terus melekat dalam aktivitas sehari-hari, sehingga harmoni dan kedamaian selalu menyertai langkah keluarga kita menuju Dharmasraya yang lebih maju," pungkasnya. (Nofri_tanjung)

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menyediakan sebanyak 46.752 tempat duduk selama masa libur panjang dan Hari Raya Idul Adha 1447 H pada periode 27 Mei hingga 1 Juni 2026. Jumlah tersebut setara dengan rata-rata 7.792 tempat duduk per hari untuk melayani kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat.

Penyediaan kapasitas ini merupakan bentuk kesiapan KAI dalam mengantisipasi peningkatan volume perjalanan masyarakat yang memanfaatkan momen libur panjang untuk berwisata, bersilaturahmi, maupun melakukan perjalanan bersama keluarga.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan KAI terus berkomitmen menghadirkan layanan transportasi publik yang aman, nyaman, tepat waktu, dan dapat diandalkan selama masa libur panjang.

“Pada momentum libur Idul Adha ini, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh layanan operasional berjalan optimal guna memberikan pengalaman perjalanan yang aman dan menyenangkan bagi pelanggan. Kereta api kini semakin diminati masyarakat karena praktis, ekonomis, nyaman, dan bebas dari kemacetan jalan raya,” ujar Reza.

Untuk mendukung kebutuhan perjalanan masyarakat, KAI Divre II Sumbar mengoperasikan tiga layanan kereta api lokal, yaitu KA Minangkabau Ekspres relasi Pulau Aie–Bandara Internasional Minangkabau (BIM), KA Pariaman Ekspres relasi Pauhlima–Naras, serta KA Lembah Anai relasi Kayu Tanam–Padang.

KA Pariaman Ekspres yang melayani 10 perjalanan setiap hari masih menjadi pilihan favorit masyarakat dan wisatawan karena memberikan akses mudah menuju kawasan wisata Pantai Gandoriah Pariaman. Dengan tarif yang terjangkau sebesar Rp5.000, pelanggan dapat menikmati perjalanan yang cepat, aman, dan nyaman tanpa harus menghadapi kepadatan lalu lintas selama masa libur.

Sementara itu, KA Minangkabau Ekspres melayani 12 perjalanan setiap hari dan menjadi moda transportasi strategis yang menghubungkan Bandara Internasional Minangkabau dengan pusat Kota Padang. Selain mendukung mobilitas masyarakat umum, layanan ini juga dimanfaatkan untuk perjalanan wisata edukatif maupun rombongan pelajar melalui layanan tiket rombongan yang praktis dan efisien.

Adapun KA Lembah Anai melayani enam perjalanan per hari dengan relasi Kayu Tanam–Padang. Sepanjang perjalanan, pelanggan dapat menikmati panorama alam khas Sumatera Barat, mulai dari hamparan perbukitan, aliran sungai, hingga suasana pedesaan yang menjadi daya tarik tersendiri bagi pelanggan.

“Kehadiran kereta api lokal di Sumatera Barat tidak hanya menjadi sarana transportasi, tetapi juga bagian dari dukungan KAI terhadap pengembangan sektor pariwisata, pertumbuhan ekonomi daerah, serta mobilitas masyarakat yang lebih berkelanjutan,” tambah Reza.

Berdasarkan data sementara pemesanan tiket KA Lokal per 26 Mei 2026 untuk periode keberangkatan 27 Mei hingga 1 Juni 2026, tercatat sebanyak 6.500 tiket telah terjual atau sekitar 14 persen dari total kapasitas tempat duduk yang disediakan. Jumlah tersebut diperkirakan terus meningkat seiring masih berlangsungnya periode penjualan tiket dan tingginya minat masyarakat untuk bepergian selama libur panjang.

Untuk mempermudah pelanggan, tiket KA Lokal dapat dipesan melalui aplikasi Access by KAI. Penjualan tiket dilakukan secara bertahap mulai H-7 sebelum jadwal keberangkatan.

Reza juga mengimbau masyarakat untuk membeli tiket hanya melalui kanal resmi KAI guna menghindari potensi penipuan oleh pihak yang tidak bertanggung jawab.

“Kami mengimbau pelanggan untuk melakukan pembelian tiket melalui aplikasi Access by KAI atau kanal resmi lainnya yang telah bekerja sama dengan KAI. Saat ini tiket masih tersedia dan masyarakat dapat merencanakan perjalanannya dengan lebih mudah dan aman,” jelas Reza.

Dengan keandalan jadwal keberangkatan dan kedatangan yang terus dijaga, KAI memastikan pelanggan dapat menikmati perjalanan yang aman, tertib, nyaman, dan menyenangkan selama masa libur Idul Adha.

“KAI berkomitmen untuk terus meningkatkan kualitas layanan angkutan penumpang, baik dari sisi keselamatan, kenyamanan, maupun ketepatan waktu perjalanan. Kami juga akan terus menyesuaikan kapasitas dan pola operasi guna menjawab kebutuhan mobilitas masyarakat, khususnya pada periode dengan permintaan tinggi seperti long weekend dan hari besar keagamaan,” tutup Reza.(*) 

 

Pasaman Barat, netralpost -- Tim Opsnal Satuan Reserse Kriminal (Satreskrim) Polres Pasaman Barat, Sumatera Barat (Sumbar), meringkus pelaku tindak pidana pencurian kendaraan bermotor (curanmor).

Pelaku berinisial RE (43), diringkus oleh petugas di Jorong Batang Tian Nagari Lingkuang Aua Kecamatan Pasaman pada Selasa (26/5/2026) sekitar pukul 19.30 WIB.

Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kasat Reskrim Iptu A. Agung Ngurah Santa Subrata, S.Tr.K mengatakan, penangkapan terhadap pelaku RE, berdasarkan Laporan Polisi nomor : LP/B/104/V/2026/SPKT/Polres Pasaman Barat/Polda Sumatera Barat tanggal 10 Mei 2026.

"Pelaku diduga melakukan pencurian satu unit sepeda motor satu unit sepeda motor merk Honda Stylo warna cream Nomor Polisi BA 6691 SAE milik orang tuanya bernama Asnam," katanya.

Diterangkan, peristiwa tersebut terjadi di rumah orang tuanya, yang berada di Pasaman Baru Nagari Lingkuang Aua, Kecamatan Pasaman pada Minggu (10/5/2026) sekitar pukul 16.00 WIB.

Sepeda motor tersebut dibawa kabur oleh pelaku, saat sedang terparkir di teras rumah orang tuanya menggunakan kunci remot ganda yang diambil di dalam kamar adik pelaku pada April 2026.

"Mengetahui sepeda motor sudah tidak berada di tempat semula, korban (orang tua pelaku) melaporkan peristiwa itu ke SPKT Polres Pasaman Barat," terangnya.

Setelah melalui tahapan penyelidikan, petugas mendapat informasi dari salah satu teman anak korban melihat sepeda motor tersebut dikuasai oleh orang lain.

"Setelah ditelusuri, sepeda motor itu digadaikan oleh pelaku kepada seseorang yang beralamat di Batang Tian Pasaman Baru senilai Rp. 5 juta," tuturnya.

Berdasarkan bukti permulaan yang cukup, petugas memperoleh informasi bahwa pelaku sedang berada di rumah temannya di Jorong Batang Tian Kecamatan Pasaman.

"Untuk menghindari petugas, pelaku sempat bersembunyi di tempat yang gelap di sekitar area rumah temannya, namun pelaku berhasil diringkus oleh tim Opsnal tanpa perlawanan," ucapnya.

Kasat Reskrim menjelaskan, pelaku mengakui perbuatannya, dan telah melakukan perbuatan yang sama sebanyak empat kali, namun keluarga tidak melaporkan kejadian tersebut kepada pihak Kepolisian.

"Pelaku nekat mencuri sepeda motor karena merasa sakit hati tidak diberi uang oleh orang tuanya. Sementara uang hasil gadai sepeda motor digunakan untuk biaya kebutuhan sehari-hari," jelasnya.

Ditambahkan, petugas menyita barang bukti berupa satu unit sepeda motor merk Honda Stylo warna cream Nomor Polisi BA 6691 SAE.

"Pelaku beserta barang bukti telah di bawa ke Mapolres Pasaman Barat untuk proses hukum lebih lanjut," pungkasnya. 

Atas perbuatannya, pelaku dijerat Pasal 477 ayat (1) huruf e Jo Pasal 481 ayat (2) Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana (KUHP) dengan ancaman hukuman tujuh tahun penjara. (HumasResPasbar)

 


Sumbar, netralpost --- Dalam suasana penuh khidmat menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah, Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat menyampaikan ucapan serta pesan religius yang sarat makna pengorbanan, kepedulian, dan ketawakalan kepada Allah SWT. Momentum suci ini dimaknai sebagai ajakan untuk memperkuat nilai keimanan sekaligus meningkatkan rasa empati terhadap sesama di tengah kehidupan bermasyarakat. Rabu, 20 Mei 2026.

Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa Idul Adha bukan hanya tentang ritual berkurban, namun juga tentang bagaimana setiap insan mampu menghadirkan kepedulian nyata dalam kehidupan sehari-hari.

Didampingi Wadir Lantas AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K., pesan yang disampaikan menjadi pengingat bahwa pengorbanan adalah fondasi utama dalam membangun jiwa sosial yang kuat di lingkungan institusi Polri maupun di tengah masyarakat.

Menurut Dirlantas, nilai berkurban mengajarkan keikhlasan dan kesungguhan hati dalam berbagi, terutama kepada mereka yang membutuhkan uluran tangan dan perhatian di momen hari besar keagamaan ini.

Wadir Lantas menambahkan bahwa semangat Idul Adha juga harus tercermin dalam pelaksanaan tugas, di mana anggota lalu lintas senantiasa hadir memberikan pelayanan terbaik dengan hati yang tulus dan penuh tanggung jawab.

Pesan Idul Adha yang disampaikan pimpinan Ditlantas ini sekaligus menjadi motivasi bagi seluruh personel agar terus menjaga integritas, kepedulian, serta kedisiplinan dalam menjalankan amanah sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Momentum Idul Adha juga menjadi sarana refleksi diri bagi seluruh anggota untuk memperbaiki kualitas keimanan dan memperkuat hubungan sosial dengan lingkungan sekitar.

Dirlantas menekankan bahwa kepedulian tidak hanya diwujudkan melalui kurban hewan semata, namun juga melalui sikap, perilaku, dan tindakan nyata dalam membantu masyarakat di berbagai situasi.

Semangat berbagi di Hari Raya Idul Adha diharapkan mampu mempererat kebersamaan antar personel sekaligus meningkatkan citra humanis Polri di mata masyarakat Sumatera Barat.

Dengan pesan yang penuh makna ini, Dirlantas dan Wadir Lantas berharap seluruh anggota mampu menjadikan Idul Adha sebagai titik tolak memperkuat dedikasi dan loyalitas dalam bertugas.

Ucapan selamat Hari Raya Idul Adha tersebut juga menjadi bentuk perhatian pimpinan kepada seluruh personel serta masyarakat agar senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan keselamatan.

Nilai ketawakalan kepada Allah SWT menjadi inti pesan yang diangkat, sebagai landasan moral dalam setiap langkah pengabdian kepada bangsa dan negara.

Harapannya, semangat Idul Adha mampu menghadirkan energi positif yang mendorong terciptanya lingkungan kerja yang harmonis dan penuh rasa kekeluargaan.

Pesan religius ini disampaikan dengan penuh ketulusan, mencerminkan komitmen Ditlantas Polda Sumbar dalam mengedepankan nilai kemanusiaan dalam setiap tugas pelayanan.

Dirlantas dan Wadir Lantas sepakat bahwa kebersamaan dan kepedulian adalah kunci utama dalam membangun kepercayaan masyarakat terhadap institusi kepolisian.

Momen Idul Adha 1447 H ini pun diharapkan menjadi pengingat bahwa setiap pengorbanan yang dilakukan dengan ikhlas akan membawa kebaikan bagi banyak orang.

Akhirnya, melalui pesan Idul Adha ini, Ditlantas Polda Sumbar mengajak seluruh masyarakat untuk memperkuat rasa persaudaraan, saling membantu, dan menjaga kedamaian di lingkungan masing-masing.


 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat bersama sejumlah pemangku kepentingan terus memperkuat sinergi dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api dan pengguna jalan. Salah satu upaya yang dilakukan yakni melalui kegiatan penutupan perlintasan liar di tiga titik wilayah Kota Pariaman, Senin (25/5).

Adapun tiga titik perlintasan liar yang ditutup berada di:

1. Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+0/1 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman;

2. Desa Cimparuah, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+3/4 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman;

3. Kelurahan Jalan Kereta Api, Kecamatan Pariaman Tengah, Kota Pariaman, KM 57+9/0 petak jalan Lubuk Alung–Pariaman.

Kegiatan tersebut dipimpin oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Ernst Rikumahu, serta dihadiri Kapolsek Kota Pariaman, AKP Helmi, S.H., M.H beserta jajaran. Penutupan juga melibatkan berbagai unsur lintas instansi, di antaranya Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Pariaman, PT Jasa Raharja Kota Pariaman, unsur TNI/Polri, Komunitas Pecinta Kereta Api (Railfans) Sumatrain, Lurah Jalan Kereta Api, Irfan SPt, perangkat kewilayahan, hingga tokoh masyarakat setempat.

Kolaborasi lintas instansi tersebut menjadi bentuk komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan berkeselamatan.

Penutupan perlintasan liar tersebut merupakan implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan. Kegiatan ini juga merupakan tindak lanjut hasil joint inspection antara KAI Divre II Sumbar bersama instansi terkait lainnya di wilayah Sumatera Barat.

Kegiatan tersebut dilakukan sebagai langkah koordinasi dan evaluasi lapangan guna menentukan titik perlintasan yang akan dilakukan peningkatan penanganan maupun penutupan.

Melalui kolaborasi lintas instansi ini, diharapkan penanganan perlintasan sebidang di wilayah Sumatera Barat dapat berjalan lebih terarah, terpadu, dan berkelanjutan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa keberadaan perlintasan liar memiliki tingkat kerawanan yang tinggi karena tidak dilengkapi fasilitas keselamatan dan tidak berada dalam pengawasan resmi.

“Perlintasan liar berpotensi membahayakan keselamatan perjalanan kereta api maupun masyarakat pengguna jalan. Karena itu, penanganannya perlu dilakukan secara bersama-sama melalui koordinasi dengan pemerintah daerah dan instansi terkait,” ujar Reza.

Ia menambahkan, ketiga perlintasan yang ditutup memiliki lebar sekitar ±2 meter dan berada di area operasional kereta api tanpa dukungan perlengkapan keselamatan sesuai standar.

Menurutnya, langkah penataan dan penutupan perlintasan liar merupakan bagian dari mitigasi risiko guna menekan potensi kecelakaan di jalur kereta api. Kegiatan serupa juga akan terus dilakukan secara bertahap di sejumlah titik lainnya bersama para pemangku kepentingan terkait.

Selain melalui penutupan perlintasan liar, KAI Divre II Sumbar juga secara konsisten melaksanakan edukasi keselamatan kepada masyarakat melalui berbagai kegiatan preventif, seperti sosialisasi keselamatan di perlintasan sebidang, sekolah-sekolah, masjid/musholla, hingga pemasangan media imbauan di lokasi strategis.

Reza menegaskan bahwa keselamatan di perlintasan sebidang membutuhkan peran aktif seluruh pihak, termasuk kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi rambu dan aturan berlalu lintas.

“Kereta api memiliki jalur dan prioritas perjalanan tersendiri serta membutuhkan jarak pengereman yang panjang. Oleh sebab itu, masyarakat diharapkan selalu berhati-hati dan mendahulukan perjalanan kereta api saat melintas di perlintasan,” jelasnya.

Sementara itu, Lurah Jalan Kereta Api, Irfan SPt menyampaikan dukungan dan apresiasi atas upaya bersama yang dilakukan dalam meningkatkan keselamatan masyarakat di wilayah Kota Pariaman.

“Saya selaku Lurah Jalan Kereta Api mengucapkan terima kasih dan apresiasi kepada PT KAI Divre II Sumbar beserta seluruh pihak terkait yang hari ini telah melaksanakan penutupan perlintasan liar di Kelurahan Jalan Kereta Api. Kami sangat mendukung langkah ini karena menyangkut keselamatan masyarakat. Penutupan perlintasan liar ini merupakan upaya bersama untuk mengurangi risiko kecelakaan serta menciptakan lingkungan yang lebih aman bagi warga di sekitar jalur kereta api,” ujar Irfan.

KAI Divre II Sumbar juga mengimbau masyarakat agar tidak kembali membuka akses perlintasan liar ataupun menggunakan jalur tidak resmi yang berpotensi membahayakan keselamatan.

“Keselamatan merupakan tanggung jawab bersama. Kami berharap seluruh masyarakat dapat mendukung terciptanya perjalanan kereta api yang aman dengan mematuhi aturan dan hanya menggunakan perlintasan resmi,” tutup Reza.(*) 




PADANG – Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang kembali menunjukkan komitmen nyata dalam kepedulian sosial dan tanggung jawab lingkungan. Menyambut Hari Raya Idul Adha tahun ini, BUMD terkemuka di Kota Padang tersebut menyalurkan sebanyak 85 ekor hewan qurban untuk didistribusikan kepada masyarakat luas.

Total hewan qurban yang berhasil dihimpun terdiri dari 55 ekor sapi dan 30 ekor kambing. Seluruh bantuan ini dialokasikan secara strategis, dengan prioritas utama masyarakat yang berada di sekitar kawasan sumber air bersih, serta disebar ke berbagai masjid dan mushala di wilayah Kota Padang.

Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menegaskan bahwa puluhan hewan qurban ini murni berasal dari sumbangsih dan keikhlasan para karyawan di lingkungan perusahaan.

"Ini adalah hewan qurban dari karyawan dan karyawati Perumda Air Minum Kota Padang. Saya memang mewajibkan seluruh karyawan yang telah memenuhi syarat untuk menunaikan ibadah qurban setiap tahunnya," ujar Hendra Pebrizal.

Bagi Perumda Air Minum Kota Padang, momentum Idul Adha bukan sekadar ritual ibadah tahunan, melainkan manifestasi dari Corporate Social Responsibility (CSR) dan solidaritas kemanusiaan. Hendra menambahkan, aksi religi ini menjadi bentuk empati mendalam dari keluarga besar perusahaan terhadap kondisi sosial-ekonomi masyarakat sekitar.

"Daging qurban ini nantinya didistribusikan kepada fakir miskin, kerabat, dan masyarakat luas. Bagi kami, ini menjadi simbol pemerataan ekonomi, mempererat tali ukhuwah islamiyah, serta wujud syukur mendalam atas nikmat rezeki yang diberikan Allah SWT kepada perusahaan dan seluruh karyawan," tuturnya.

Kolaborasi Strategis dan Dukungan Mitra Kerja

Acara penyerahan simbolis ini berlangsung khidmat dan dihadiri oleh jajaran tokoh penting, di antaranya:

Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Padang
    

Ketua Dewan Pengawas (Dewas)

Direktur Keuangan Bank Nagari

Kepala Cabang Bank Mega Syariah

Jajaran Direksi Perumda Air Minum Kota Padang

Perwakilan masyarakat penerima manfaat dari masjid dan mushala se-Kota Padang

Momentum ini juga diperkuat dengan adanya sinergi dari para mitra kerja. Dalam kesempatan tersebut, Bank Nagari turut menyumbang 1 ekor sapi, sementara Bank Mega Syariah memberikan bantuan berupa 1 unit mobil tangki untuk mendukung operasional pelayanan air bersih di Kota Padang.

Melalui langkah nyata ini, Perumda Air Minum Kota Padang membuktikan bahwa perusahaan tidak hanya fokus pada pelayanan air bersih yang optimal, tetapi juga konsisten hadir di tengah masyarakat untuk mengalirkan keberkahan dan kebahagiaan di hari yang suci.

LEMBAH GUMANTI, NETRALPOST – Menyambut Tahun Pelajaran 2026/2027, SMA Negeri 2 Lembah Gumanti resmi membuka Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB). Pihak sekolah telah merilis jadwal resmi, persyaratan, serta jalur seleksi yang dapat diikuti oleh para calon peserta didik. Pengumuman ini menjadi angin segar bagi lulusan sekolah menengah pertama di wilayah sekitar yang ingin melanjutkan pendidikan ke jenjang yang lebih tinggi dengan fasilitas dan mutu pendidikan yang mumpuni.

​Proses pendaftaran tahun ini dibagi menjadi tiga jalur utama guna mengakomodasi berbagai latar belakang calon siswa. Jalur pertama adalah Jalur Afirmasi dan Mutasi yang pendaftarannya dibuka pada 22–23 Juni 2026, diikuti Jalur Prestasi Akademik dan Non-Akademik pada 27–29 Juni 2026. Sementara itu, bagi calon siswa yang tinggal di sekitar lingkungan sekolah, Jalur Domisili disediakan dengan jadwal pendaftaran pada 3–5 Juli 2026. Seluruh tahapan seleksi, mulai dari verifikasi validasi hingga pengumuman resmi, akan dikawal ketat demi memastikan proses yang transparan.

​Sebelum melakukan pendaftaran, para calon siswa diwajibkan untuk membuat akun terlebih dahulu melalui situs resmi SPMB Sumbar di spmb.sumbarprov.go.id. Pembuatan akun ini memerlukan Kartu Keluarga serta email dan kata sandi yang aktif, di mana aktivasi akun dijadwalkan mulai tanggal 8 Juni 2026. Selain itu, dokumen penunjang seperti scan Akte Kelahiran, Surat Keterangan Lulus (SKL), rapor semester 1 hingga 5, serta foto rumah tampak depan, samping kiri, dan samping kanan juga harus disiapkan dalam format digital untuk diunggah ke sistem.

​Bagi peserta yang nantinya dinyatakan lulus seleksi, pihak sekolah telah menetapkan delapan poin persyaratan daftar ulang yang harus dipenuhi. Beberapa di antaranya meliputi legalisir rapor lima semester, SKL, akte kelahiran, kartu keluarga, KTP kedua orang tua, pas foto berbagai ukuran, hingga kartu bantuan sosial seperti PKH atau PIP bagi yang memiliki. Guna mempermudah komunikasi dan koordinasi selama proses SPMB berlangsung, panitia juga menyediakan layanan informasi melalui jajaran guru yang dapat dihubungi langsung oleh orang tua murid.

​Menanggapi dimulainya proses SPMB di SMA Negeri 2 Lembah Gumanti, Tokoh Muda Nagari Sungai Nanam, Riki Rizo Namzah, memberikan apresiasi yang mendalam. Ia menyampaikan bahwa kehadiran akses pendidikan yang transparan dan tertata rapi seperti ini merupakan peluang emas yang harus dimanfaatkan sebaik-baiknya oleh generasi muda di Nagari Sungai Nanam dan sekitarnya. Menurutnya, pendidikan adalah pilar utama dalam membangun daerah, dan SMA Negeri 2 Lembah Gumanti siap menjadi wadah yang tepat untuk mewujudkan cita-cita tersebut.

​Lebih lanjut, Riki Rizo Namzah mengimbau dan mengajak seluruh orang tua serta para remaja di Nagari Sungai Nanam untuk tidak menyia-nyiakan kesempatan ini. Ia menegaskan bahwa kemajuan nagari di masa depan berada di tangan putra-putri daerah yang mengenyam pendidikan berkualitas. Riki berharap proses seleksi ini berjalan lancar dan mampu melahirkan generasi penerus yang cerdas, berintegritas, serta siap berkontribusi positif bagi kemajuan ranah Minang. (Nofri_Tanjung)



‎Padang – Gangguan distribusi air bersih masih dirasakan sebagian pelanggan Perumda Air Minum Kota Padang pasca terjadinya pemadaman listrik massal (blackout) beberapa hari lalu. Kondisi tersebut berdampak terhadap operasional sejumlah pompa sentral yang menjadi tulang punggung penyaluran air ke kawasan pelayanan di Kota Padang.
‎Akibat gangguan kelistrikan tersebut, sejumlah wilayah mengalami penurunan tekanan hingga terhentinya aliran air sementara. Perumda Air Minum Kota Padang menyebut proses pemulihan masih terus dilakukan secara bertahap agar distribusi kembali normal tanpa menimbulkan kerusakan pada jaringan perpipaan.
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein menjelaskan bahwa sebagian besar sistem distribusi air di beberapa kawasan masih bergantung pada pompa bertegangan tinggi.
‎"Pasca blackout PLN kemarin, beberapa pompa sentral mengalami gangguan operasional karena membutuhkan suplai listrik yang stabil untuk dapat kembali bekerja normal. Hal inilah yang menyebabkan distribusi air di sejumlah area pelayanan ikut terdampak," ujar Adhie Zein, Jumat.
‎Ia menerangkan, proses pemulihan distribusi air tidak bisa dilakukan secara instan. Ketika pompa berhenti beroperasi, jaringan pipa utama akan kosong sehingga membutuhkan waktu untuk pengisian ulang dan membangun tekanan air secara bertahap.
‎"Pemulihan harus dilakukan hati-hati. Tekanan air tidak bisa langsung dinaikkan penuh karena berisiko menyebabkan pipa pecah atau kebocoran di sejumlah titik jaringan," jelasnya.
‎Adapun beberapa wilayah yang hingga saat ini masih mengalami gangguan distribusi air di antaranya:
‎Area Sumur Bor Kalawi: Komplek Sandanur, Arta Duta, Palm Griya, Kalawi dan sekitarnya.
‎Area Booster Gandaria: Purus, Ujung Gurun, dan Padang Pasir.
‎Area Booster Taruko: Taruko 2, Taratak Paneh, Kalumbuk, dan Buana Indah 3.
‎Menurut Adhie, tim teknis Perumda Air Minum Kota Padang saat ini terus bekerja di lapangan guna mempercepat normalisasi distribusi air kepada pelanggan. Selain melakukan pengecekan pompa dan sistem kelistrikan, petugas juga memantau kestabilan tekanan air di seluruh jaringan distribusi.
‎"Kami memahami betapa pentingnya kebutuhan air bagi masyarakat untuk aktivitas sehari-hari. Karena itu seluruh personel terus berupaya maksimal agar pelayanan dapat segera kembali normal," katanya.
‎Pihak Perumda Air Minum Kota Padang juga menyampaikan permohonan maaf kepada pelanggan atas ketidaknyamanan yang terjadi akibat gangguan tersebut. Masyarakat diimbau tetap menggunakan air secara bijak selama proses pemulihan berlangsung.
‎"Kami mengucapkan terima kasih atas kesabaran dan pengertian pelanggan. Semoga distribusi air di seluruh wilayah terdampak dapat segera pulih sepenuhnya," tutup Adhie Zein.

 


JAKARTA, NETRALPOST — Komisi IV DPR RI mewanti-wanti pemerintah agar memperketat pengawasan tata niaga hewan kurban menjelang Hari Raya Idul Adha 2026. Pengawasan di lapangan dituntut harus komprehensif dan nyata, bukan sekadar formalitas administratif.

​"Pengawasan tata niaga hewan kurban tidak boleh longgar demi menjaga kepercayaan dan kesehatan masyarakat," tegas Anggota Komisi IV DPR RI, Daniel Johan, Senin (25/5/2026).

​Daniel mendesak pemerintah pusat, pemerintah daerah, hingga aparat penegak hukum untuk bergerak cepat mengantisipasi praktik curang yang kerap berulang setiap tahun, salah satunya fenomena sapi glonggongan.

​Menurutnya, lonjakan permintaan menjelang Idul Adha tidak boleh dijadikan pembenaran untuk menurunkan standar kualitas dan kelayakan hewan.

​"Ruang manipulasi bobot hewan dan praktik perdagangan yang merugikan masyarakat harus bisa diatasi. Ini bukan hanya soal kesehatan, tapi juga perlindungan konsumen," lanjut Daniel.

​Dampak Ekonomi dan Ancaman Penyakit (PMK & LSD)

​Legislator dari Dapil Kalimantan Barat I ini menjelaskan bahwa praktik sapi glonggongan sangat merugikan pembeli secara ekonomi karena kualitas daging yang merosot tajam. Lebih dari itu, jika pengawasan dari hulu ke hilir longgar, standar kesehatan konsumsi masyarakat dipertaruhkan.

​Oleh karena itu, Daniel meminta adanya pengawasan terpadu yang ketat di berbagai titik krusial. Mulai dari titik distribusi, pasar hewan, lokasi penjualan musiman, hingga Rumah Pemotongan Hewan (RPH).

​"Pengawasan tidak cukup hanya lewat dokumen kesehatan di atas kertas, tapi harus berbasis pemeriksaan lapangan yang aktif dan terukur. Pengawasan jangan asal-asalan karena taruhannya adalah masyarakat," ujarnya.

​Ia juga menyoroti pentingnya evaluasi kesiapan dinas peternakan di daerah dalam menghadapi lonjakan distribusi nasional. Daniel mengingatkan, dalam beberapa tahun terakhir, ancaman Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) serta Lumpy Skin Disease (LSD) sempat meluas akibat lemahnya pengawasan distribusi.

​"Ancaman PMK dan LSD berdampak luas terhadap kesehatan hewan nasional dan stabilitas ekonomi peternak rakyat. Antisipasinya harus betul-betul serius," imbuh Daniel.

​Edukasi Publik dan Transparansi

​Di sisi lain, Daniel melihat rendahnya literasi masyarakat mengenai indikator kesehatan hewan masih menjadi celah yang sering dimanfaatkan oleh oknum pedagang nakal.

​Pemerintah melalui dinas terkait diminta gencar memperluas edukasi publik mengenai:

​Ciri-ciri fisik hewan kurban yang sehat.

​Cara mengecek keaslian sertifikat kesehatan ternak.

​Imbauan untuk membeli hewan hanya dari lapak resmi yang berada di bawah pengawasan dinas.

​Sebagai penutup, Anggota Komisi yang membidangi pangan dan peternakan ini menekankan pentingnya transparansi. Langkah konkret pemerintah dalam mengawasi lalu lintas hewan kurban harus dibuka ke publik agar masyarakat merasa aman dan tenang saat beribadah.(Nofri Tanjung) 


 


Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat sinergi kelembagaan guna mendukung pelaksanaan tugas dan fungsi perusahaan. Salah satu langkah strategis yang dilakukan ialah melalui penandatanganan kerjasama dengan Kejaksaan Negeri Padang terkait Sinergi Tugas dan Fungsi di Bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, yang dilaksanakan pada Senin (25/5) di Aula Kejaksaan Negeri Padang.

Kegiatan tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan beserta jajaran manajemen terkait Divre II Sumbar, dan Kepala Kejaksaan Negeri Padang Koswara, S.H., M.H., Kasi Datun Kejari Padang, Vivi Nila Sari, S.H., M.H., beserta jajaran.

Dalam sambutannya, Kepala KAI Divre II Sumbar, Muh. Tri Setyawan menyampaikan bahwa penandatanganan kerjasama ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam memperkuat tata kelola yang baik (good corporate governance), khususnya dalam aspek bantuan hukum dan pengamanan aset perusahaan.

“Kerjasama ini menjadi langkah strategis dalam memperkuat koordinasi dan kolaborasi antara KAI Divre II Sumbar dengan Kejaksaan Negeri Padang, terutama dalam penyelesaian persoalan hukum di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara, serta mendukung upaya penyelamatan dan pengamanan aset perusahaan,” ujarnya.

Sementara itu, Kepala Kejaksaan Negeri Padang, Koswara, S.H., M.H., menyampaikan apresiasi atas terjalinnya sinergi tersebut. Menurutnya, pendampingan hukum yang diberikan Kejaksaan diharapkan dapat membantu perusahaan dalam memitigasi potensi risiko hukum sekaligus meningkatkan kepatuhan terhadap regulasi yang berlaku.

“Kami mendukung penuh langkah-langkah KAI Divre II Sumbar dalam penyelesaian sengketa, pemulihan aset, maupun tugas-tugas hukum lainnya. Kolaborasi ini juga menjadi bagian penting dalam memperkuat komunikasi, koordinasi, serta memberikan kepastian hukum bagi perusahaan,” ungkapnya.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menambahkan bahwa kerjasama ini merupakan bagian dari upaya perusahaan dalam memperkuat aspek legalitas dan tata kelola perusahaan yang profesional, transparan, dan akuntabel.

“Sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang diharapkan mampu memperkuat langkah KAI Divre II Sumbar dalam menghadapi berbagai tantangan hukum, khususnya terkait pengamanan aset dan penyelesaian persoalan di bidang Perdata dan Tata Usaha Negara. Dengan dukungan kelembagaan yang kuat, perusahaan dapat lebih optimal dalam menjalankan operasional serta pelayanan kepada masyarakat,” jelas Reza.

Penandatanganan kerjasama dilakukan langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar bersama Kepala Kejaksaan Negeri Padang dan berlangsung dengan lancar dalam suasana penuh semangat kolaborasi.

Melalui kerjasama ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergi dengan Kejaksaan Negeri Padang dapat semakin memperkuat efektivitas pelaksanaan tugas perusahaan, sekaligus menghadirkan kepastian dan perlindungan hukum dalam setiap proses bisnis dan pengelolaan aset perusahaan.

Kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata dan sesi foto bersama sebagai simbol komitmen bersama dalam membangun sinergi yang kuat antara KAI Divre II Sumbar dan Kejaksaan Negeri Padang.(*) 

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat komitmennya dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api melalui pendekatan edukatif kepada masyarakat. Melalui kegiatan bertajuk “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah”, KAI Divre II Sumbar menyelenggarakan sosialisasi keselamatan perkeretaapian yang dibarengi dengan penyaluran bantuan CSR berupa perlengkapan olahraga untuk sekolah serta sarana ibadah bagi masjid dan mushollah di sekitar jalur rel kereta api, Sabtu (23/5).

Program ini merupakan bagian dari upaya preventif perusahaan dalam membangun kesadaran kolektif masyarakat terhadap pentingnya menjaga keselamatan di lingkungan jalur kereta api, khususnya bagi warga yang beraktivitas di kawasan yang berdekatan dengan lintasan KA aktif.

Adapun lokasi kegiatan meliputi:

1. SD IT Arroyan (radius 700 meter dari KM 1+100 petak jalan Bukit Putus–Pauh Lima) yang beralamat di Jl. Bakti Abri Kec. Lubuk Begalung Kota Padang.

2. Mushollah Ramadhan (radius 200 meter dari KM 12+700 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Limau Manis Sel., Kec. Pauh, Kota Padang

3. Mushollah Al Janah (radius 50 meter dari KM 13+300 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di komplek perumahan Buana Lik Gadut Lubuk Kilangan Kota Padang.

4. Masjid Darul Islah (radius 30 meter dari KM 10+600 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Jl. Limau Manis, Kec. Pauh, Kota Padang

5. Mushollah Jabal Rahmah (radius 30 meter dari KM 9+100 petak jalan Pauh Lima–Indarung) yang beralamat di Koto Luar, Kec. Pauh, Kota Padang.

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Manager Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Marinir Ernst Rikumahu beserta jajaran dan Babin Pembina Polsuska Aiptu Robi Kentoro. Kehadiran tim KAI disambut hangat oleh masyarakat, pengurus rumah ibadah, kepala sekolah, para guru, serta ratusan siswa yang mengikuti sosialisasi dengan antusias.

Dalam pemaparannya, Karu Polsuska Divre II Sumbar, Jeni Ramadhan menegaskan bahwa keselamatan perjalanan kereta api merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan keterlibatan aktif seluruh lapisan masyarakat, termasuk lingkungan pendidikan dan masyarakat sekitar jalur rel.

“Menjaga keselamatan perjalanan kereta api bukan hanya tugas petugas perkeretaapian, tetapi juga membutuhkan kepedulian dan kedisiplinan masyarakat. Edukasi sejak dini menjadi langkah penting agar budaya selamat dapat tumbuh dan tertanam kuat di lingkungan sekitar jalur KA,” ujar Jeni.

Kepala Sekolah SD IT Arroyan, Amdrean Ruseffendi, S.Pd. menyampaikan apresiasi atas kepedulian dan inisiatif KAI Divre II Sumbar dalam memberikan edukasi keselamatan kepada para siswa. Menurutnya, materi yang disampaikan sangat penting untuk meningkatkan kesadaran anak-anak terhadap bahaya aktivitas di sekitar jalur kereta api.

“Kami berharap edukasi ini tidak hanya menjadi pengetahuan semata, tetapi dapat membentuk perilaku disiplin dan budaya keselamatan di lingkungan sekolah maupun dalam kehidupan sehari-hari,” ungkapnya.

Sementara itu, Pengurus Mushollah  Al Jannah, Rohadi menyampaikan bahwa kegiatan tersebut memberikan manfaat besar bagi masyarakat sekitar rel kereta api, terutama dalam meningkatkan kewaspadaan dan pemahaman mengenai keselamatan perjalanan KA.

Dalam sesi edukasi interaktif, para siswa diberikan pemahaman mengenai berbagai aktivitas berbahaya yang dilarang di area jalur rel kereta api, seperti bermain di sekitar rel, melempar benda ke arah kereta api, meletakkan benda di atas rel, hingga melintas sembarangan di jalur yang bukan peruntukannya. Tindakan tersebut dinilai sangat berisiko karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri maupun mengganggu operasional perjalanan kereta api.

Selain itu, para peserta juga diingatkan mengenai pentingnya disiplin saat melintasi perlintasan sebidang dengan cara berhenti sejenak, menoleh ke kanan dan kiri, memastikan kondisi aman, kemudian baru melintas. Dalam sosialisasi tersebut juga ditekankan bahwa palang pintu perlintasan hanyalah alat bantu keselamatan, sehingga kewaspadaan pengguna jalan tetap menjadi faktor utama dalam mencegah kecelakaan.

Antusiasme peserta terlihat dalam sesi tanya jawab. Sebagai bentuk apresiasi, KAI Divre II Sumbar turut memberikan hadiah kepada siswa yang aktif dan mampu menjawab pertanyaan terkait keselamatan perjalanan kereta api.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa program “Sapa Sekolah dan Masjid/Mushollah” merupakan bagian dari investasi jangka panjang perusahaan dalam membangun budaya keselamatan, khususnya bagi generasi muda dan masyarakat di sekitar jalur rel.

“Keselamatan perjalanan kereta api adalah tanggung jawab bersama. Melalui sosialisasi ini, kami ingin membekali para siswa dan masyarakat agar tidak hanya mampu menjaga keselamatan diri sendiri, tetapi juga menjadi agen edukasi di lingkungan sekitarnya mengenai pentingnya keselamatan di jalur kereta api,” ujar Reza.

KAI Divre II Sumbar berharap sinergi yang kuat antara operator transportasi, institusi pendidikan, tokoh masyarakat, dan seluruh elemen masyarakat dapat menciptakan lingkungan perkeretaapian yang lebih aman, tertib, dan selamat. Upaya tersebut menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran transportasi massal sekaligus melindungi keselamatan masyarakat.(*) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.