Batam-netralpost.net- Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di kawasan Kampung Melayu, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali menjadi sorotan warga. Aktivitas yang disebut-sebut sudah berlangsung bertahun-tahun itu terpantau tetap berjalan tanpa tersentuh aparat penegak hukum.
Lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan solar tersebut berada di area pesisir dan bersebelahan dengan sebuah restoran setempat. Dari luar, area tersebut tampak tertutup rapat oleh pagar seng setinggi sekitar dua meter, membuat aktivitas di dalamnya sulit terlihat oleh masyarakat.
Sejumlah warga mengaku sudah lama mencurigai adanya kegiatan penimbunan BBM di lokasi itu. Mereka kerap melihat kendaraan yang diduga mengangkut solar masuk ke dalam area tersebut dengan cara disamarkan.
Pengangkutan BBM disebut menggunakan mobil dump truck yang diisi jerigen, sehingga dari luar tidak tampak seperti membawa bahan bakar minyak. Cara ini diduga dilakukan untuk menghindari perhatian masyarakat maupun aparat penegak hukum.
“Sudah lama kegiatan itu, tapi tidak ada yang berani melapor. Katanya ada yang membekingi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/4/2026).
Isu yang beredar di lingkungan sekitar bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat berseragam yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.
Selain itu, seorang pria yang dikenal dengan panggilan Oga disebut-sebut berperan sebagai koordinator lapangan di lokasi tersebut.
Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan adanya drum berwarna putih kekuningan berbentuk segi empat yang diduga digunakan untuk menampung solar. Namun, akses menuju area tersebut sangat terbatas karena penjagaan yang cukup ketat.
Di bagian depan pagar juga terlihat beberapa tulisan peringatan seperti “Dilarang Masuk KUHP 551” dan “Tamu Harap Melapor”, yang semakin membuat warga enggan mendekat atau mencari tahu lebih jauh.
Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga mengaku takut menghadapi risiko jika harus berhadapan langsung dengan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.
Hingga kini, tidak ada keterangan resmi yang dapat diperoleh dari pihak yang berada di dalam lokasi terkait dugaan penimbunan BBM tersebut.
Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara terbuka dan transparan, guna memastikan penegakan hukum berjalan adil dan tanpa tebang pilih.
(tim)



Post a Comment