Peringati Hari Santri, Ketua PW Ansor Sumbar Chaydirul Yahya Instruksikan Kader Tingkatkan Kapasitas Diri
PADANG, NETRALPOST – Pimpinan Wilayah (PW) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Sumatera Barat menggelar Apel Akbar Peringatan Hari Santri dengan khidmat dan penuh semangat. Kegiatan yang dipusatkan di Kota Padang ini diikuti oleh kader Ansor serta Barisan Ansor Serbaguna (Banser) dari berbagai kabupaten dan kota di Sumatera Barat. Mengenakan atribut lengkap, para peserta tampak berbaris rapi mencerminkan kedisiplinan tinggi sebagai benteng ulama dan pengawal keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Apel akbar ini dilaksanakan sebagai bentuk penghormatan mendalam terhadap perjuangan para santri dan ulama dalam merebut serta mempertahankan kemerdekaan Indonesia. Momentum Hari Santri, yang berakar dari fatwa Resolusi Jihad bentukan KH Hasyim Asy'ari, dijadikan sebagai pemantik motivasi bagi generasi muda NU di Sumatera Barat. Atmosfer nasionalisme dan religiusitas berpadu erat sepanjang jalannya upacara, menegaskan kembali komitmen kader terhadap Pancasila.
Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, didampingi oleh Sekretaris Wilayah PW GP Ansor Sumbar, Zurwandi, serta Kepala Satuan Koordinasi Wilayah (Kasatkorwil) Banser Sumbar, Riki Alviano. Kehadiran jajaran teras pimpinan ini memperkuat soliditas internal organisasi sekaligus memberikan suntikan moral yang besar bagi seluruh kader yang hadir di lapangan.
Setelah prosesi pengibaran bendera dan pembacaan teks Resolusi Jihad, acara dilanjutkan dengan konsolidasi kader. Seluruh elemen Ansor dan Banser Sumbar menyatakan kesiapannya untuk terus bersinergi dengan pemerintah, aparat keamanan, dan masyarakat dalam menjaga kedamaian di ranah Minang. Melalui penguatan mental dan spiritual, apel ini juga menjadi media refleksi agar kader Ansor tidak melupakan identitas aslinya yang bersumber dari dunia pesantren.
Pada kesempatan tersebut, Ketua PW GP Ansor Sumatera Barat, Chaydirul Yahya, menegaskan bahwa Hari Santri bukan sekadar perayaan seremonial tahunan, melainkan momentum untuk merevitalisasi semangat juang di era modern. "Hari Santri adalah cermin nyata bahwa kaum sarungan memiliki saham terbesar dalam kemerdekaan bangsa ini. Oleh karena itu, kader Ansor Sumatera Barat harus berada di garda terdepan dalam merawat jagat dan membangun peradaban, dengan tetap menjaga nilai-nilai keislaman yang moderat dan toleran," ujarnya.
Lebih lanjut, Chaydirul Yahya mengingatkan seluruh kader mengenai tantangan masa depan yang semakin kompleks, mulai dari radikalisme hingga transformasi digital. "Kita tidak boleh lengah; tantangan hari ini tidak lagi menggunakan senjata fisik, melainkan perang pemikiran dan penguasaan teknologi. Saya menginstruksikan kepada sahabat-sahabat Ansor dan Banser di bawah komando Sekwil Zurwandi dan Kasatkorwil Riki Alviano untuk terus meningkatkan kapasitas diri, menjaga satu komando, dan memastikan bahwa Sumatera Barat tetap aman, damai, serta kondusif," pungkasnya tegas.(Tim)












