PADANG, NETRALPOST– Pemerintah Kota Padang terus memacu peningkatan infrastruktur di kawasan permukiman masyarakat. Wali Kota Padang Fadly Amran meninjau langsung proyek pengerjaan betonisasi jalan lingkungan yang berlokasi di kawasan jembatan Markas Komando Satuan (Makosat) Brimob Polda Sumatera Barat, Kelurahan Padang Sarai, Kecamatan Koto Tangah, Kota Padang. Kunjungan lapangan ini dilakukan untuk memastikan pembangunan berjalan sesuai dengan perencanaan dan target yang telah ditetapkan.
Wali Kota Padang Fadly Amran menegaskan bahwa proyek infrastruktur ini merupakan wujud nyata dari implementasi Program Unggulan (Progul) Pemerintah Kota Padang, yaitu Padang Rancak. Fokus utama dari program ini adalah melakukan perbaikan berkala pada jalan dan drainase kota. Pihaknya menyampaikan bahwa peningkatan kualitas jalan tidak hanya diprioritaskan untuk jalur-jalur utama perkotaan, melainkan juga menyasar jalan-jalan lingkungan yang bersentuhan langsung dengan aktivitas harian warga.
Apresiasi terhadap langkah cepat Pemko Padang turut disampaikan oleh Dansat Brimob Polda Sumatera Barat, Kombes Pol. Lukman Syafri Dandel Malik. Ia memaparkan bahwa kawasan sekitar Makosat Brimob dikelilingi oleh banyak perumahan padat penduduk dan letaknya hanya berjarak ratusan meter dari bibir pantai. Dengan kondisi geografis tersebut, keberadaan akses jalan yang kokoh dan memadai menjadi kebutuhan yang sangat mendesak bagi masyarakat setempat.
Selain menjadi jalur transportasi harian, keberadaan jalan lingkungan yang diperbaiki ini memiliki fungsi strategis lainnya. Kombes Pol. Lukman menjelaskan bahwa jalan ini memegang peranan krusial untuk memperlancar mobilitas personel Brimob serta menjadi jalur evakuasi utama apabila sewaktu-waktu terjadi bencana alam. Peningkatan kualitas jalan ini dinilai meningkatkan kesiapsiagaan darurat bagi ribuan warga yang tinggal di sekitar pesisir.
Secara teknis, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kota Padang, Tri Hadiyanto, mengurai detail dari proyek fisik tersebut. Jalan yang dibeton ini memiliki bentang panjang mencapai 454 meter dengan lebar 4 meter. Guna menuntaskan proyek ini, Pemko Padang mengalokasikan anggaran daerah sebesar Rp1,3 miliar, di mana saat ini progres pengerjaan fisiknya sudah sangat signifikan dan menyentuh angka 98 persen.
Menutup peninjauan tersebut, Tri Hadiyanto menyebutkan bahwa sisa pekerjaan yang tinggal dua persen lagi hanya berupa perapian struktur penunjang, seperti pengisian bahu jalan menggunakan kerikil agar lebih rapi. Pihak Dinas Perkim menargetkan proyek ini rampung sepenuhnya dalam waktu dekat. Dengan begitu, infrastruktur baru ini dapat segera dimanfaatkan secara optimal oleh masyarakat Padang Sarai guna meningkatkan konektivitas dan perputaran ekonomi lokal.(Nofri)


Post a Comment