Padang, netralpost --- Tim Pocil (Polisi Cilik) Polres Pasaman Barat berhasil meraih prestasi membanggakan dalam Perlombaan Pocil sejajaran Polda Sumatera Barat. Lomba yang digelar di Mall Transmart Padang ini merupakan bagian dari rangkaian perayaan HUT Bhayangkara ke-77 tahun 2023, Senin (26/06/2023).
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Basuki selaku pembina Pocil, hadir langsung untuk memberikan semangat dukungan serta support kepada anak-anak asuhan Kasat Lantas Polres Pasaman Barat AKP Yuliadi dengan memberikan motifasi yang kuat agar Pocil Polres Pasaman Barat mampu meraih Juara Pertama dalam perlombaan yang digelar satu tahun sekali ini.
“Kami datang ke sini untuk memberikan semangat dan dukungan kepada anak-anak kami yang bertanding, agar Pocil Polres Pasaman Barat dapat meraih Juara Pertama dalam perlombaan ini,” ujar AKBP Agung Basuki dengan penuh semangat.
Perlombaan yang diikuti oleh 18 Polres di jajaran Polda Sumatera Barat ini dimulai pada pukul 10.00 Wib dan secara resmi dibuka oleh Kapolda Sumbar, Irjen Pol. Suharyono. Dengan penampilan yang apik dan memukau para dewan juri, Pocil Polres Pasaman Barat berhasil dinobatkan sebagai Pocil terbaik sejajaran Polda Sumbar.
Direktur Lalulintas Polda Sumbar, Kombes Pol Hilman Wijaya, secara langsung memberikan hadiah dan menyematkan piala tetap dan piala bergilir kepada Pocil Polres Pasaman Barat sebagai penghargaan atas prestasi yang diraih. Kegembiraan terpancar dari wajah anak-anak tersebut ketika menerima piala penghargaan tersebut.
Atas prestasi gemilang yang diraih sebagai Juara Pertama, Pocil Polres Pasaman Barat akan dipercaya oleh Polda Sumbar untuk menampilkan aksinya pada upacara peringatan Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023 di halaman Kantor Gubernur Sumatera Barat yang akan dilaksanakan pada tanggal 1 Juli 2023 mendatang.
“Kami merasa senang dan bahagia dengan apa yang dilakukan oleh Pocil Polres Pasaman Barat hari ini. Kami berharap prestasi ini dapat dipertahankan, bahkan lebih ditingkatkan lagi di masa mendatang. Mudah-mudahan Pocil Polres Pasaman Barat ini dapat tampil di kancah Nasional,” tambah AKBP Agung Basuki.
Untuk kita ketahui, Pocil Polres Pasaman Barat juga berhasil memenangkan Lomba Pocil pada perayaan Hari Ulang Tahun (HUT) Lalulintas yang ke-67 tahun 2022. Prestasi tersebut semakin memperkuat posisi Pocil Polres Pasaman Barat sebagai salah satu tim Pocil yang berprestasi di Sumatera Barat. Semoga keberhasilan ini menjadi pemicu semangat bagi generasi muda dalam meraih prestasi yang gemilang di masa depan. (*)
Payakumbuh,netralpost.net--- Komisi B DPRD Kota Payakumbuh turun lapangan ke Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Senin (26/6).
Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B YB. Dt. Parmato Alam yang didampingi Wakil Ketua Mawi Etek Arianto, Sekretaris Opetnawati, Anggota Suparman, Edward DF, dan Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam itu disambut oleh Kadis Koperasi dan UKM M. Faizal, Kabid Pasar Arnel, serta jajaran di kantor sekretariat bidang pasar di Ibuh.
YB. Dt. Parmato Alam mengatakan Komisi B melaksanakan turun lapangan untuk melihat dan meninjau apa saja yang masih kurang terkait pelayanan di pasar Payakumbuh. Karena perputaran uang terbesar di Kota Payakumbuh terjadi di pasar, dimana transaksi ekonomi itu dimulai pada pagi hari hingga aktivitas pasar kuliner di malam hari.
"Pasar menjadi urat nadi ekonomi kota kita, sarana dan prasarananya harus sejuk, baik bagi pedagang maupun orang yang berbelanja. Apalagi di Pasar Ibuh, yang berbelanja tak hanya orang Kota Payakumbuh saja, tapi secara regional ada warga dari daerah kota/kabupaten lain di Sumbar," katanya.
Dt. Parmato Alam juga meminta dinas agar membuatkan TS khusus agar pada tahun 2024 pembenahan sarana dan prasarana pasar Ibuh ini menjadi prioritas dan komisi B siap mengawal nanti pada saat rapat bersama badan anggaran dan TAPD.
"Kebutuhan ini sangat urgen, kita perlu untuk memperbaiki yang sudah rusak, termasuk saat kami turun ke lapangan ada beberapa sarana prasaraa seperti atap, drainase, dan lantai lapak pedagang yang butuh ditangani segera," terangnya.
Senada, Edward DF menyebut Pasar Ibuh haruslah menjadi pasar tradisional yang disenangi masyarakat 4 kota/kabupaten seperti Payakumbuh, Limapuluh Kota, Agam, dan Tanah Datar. Kunjungan dewan hari ini untuk melaksanakan fungsi di DPRD bagaimana percepatan sarana dan prasarana pasar yang menjadi urat nadi perekonomian di Kota Payakumbuh.
"Termasuk parkir yang masih semrawut agar ditata supaya tidak mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung," ujarnya.
Di sisi lain, Suparman dan Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam turut menyampaikan sebagai bidang yang memiliki objek terbanyak dalam penerimaan retribusi, bidang pasar harus bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah, apabila dibutuhkan regulasi baru atau perubahan untuk itu maka nanti DPRD akan menindaklanjutinya.
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM M. Faizal menyebut di Pasar Ibuh ada sekitar 1231 lapak pedagang yang dikutip retribusinya, dalam setahun daerah baru bisa menerima pendapatan di bawah 3 miliar.
"Saat ini meski masih ada tunggakan dai beberapa pedagang, tapi kami tentu selesaikan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, kita upayakan yang terbaik," ungkapnya.
Faizal mengakui, kondisi gedung di pasar sudah banyak yang rusak dan bahkan ada yang tidak terpakai seperti ruko lantai 2, sebenarnya sarana dan prasarana diperlukan perbaikan, sementara itu Pemerintah Kota Payakumbuh saat ini tengah berhadapan dengan kekurangan anggaran.
"Alternatif kita perbaikannya diangsur-angsur dengan anggaran yang minim. Tapi kami berharap ini bisa ditingkatkan kedepan," harapnya. (Yon)
Arosuka, netralpost --- Diseminasi Audit Kasus Stunting (AKS) Tahap I Tingkat Kabupaten Solok Tahun 2023 di Ruang Pertemuan LABKESDA Kabupaten Solok, Kamis (27/7/23)
Menghadiri Sekretaris Daerah Sebagai Ketua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kabupaten Solok diwakili Staf Ahli Bupati Mulyadi Marcos, Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Hasmy Raharini, Kepala Perwakilan SKPD Terkait, Camat X Koto Diatas, Walinagari Se-Kecamatan X Koto Diatas dan Peserta Diseminasi AKS dari Anggota TPPS Kabupaten Solok.
Kepala Perwakilan BKKBN Provinsi Sumatera Barat Hasmy Raharini menjelaskan bahwa Kita sangat memahami bahwa Percepatan Penanganan Stunting ini sebuah kegiatan yang terintegrasi baik itu di Kementerian maupun di Daerah-daerah.
Hal ini kita lakukan guna mewujudkan Generasi Indonesia Emas Tahun 2045, dimana yang akan membangun dan memimpin Indonesia pada saat itu ialah Generasi Muda kita saat ini.
Namun notabenenya kognitif kita sekarang baik dari bidang kesehatan maupun non kesehatan menyimpulkan bahwa Generasi Muda kita berada pada kondisi yang kurang sehat yang ditandai dengan terjadinya prevalensi Stunting.
Di Sumatera Barat tahun ini kita mengalami Kenaikan angka Stunting yang sebelumnya pada Angka 23,5% menjadi 25,2%, namun Alhamdulillah di Kabupaten Solok kita mengalami penurunan yang signifikan dari 40,1% menjadi 24,2%.
Ketua TPPS Kab. Solok diwakili Staf Ahli Bupati Mulyadi Marcos mengatakan, "Penanganan Stunting sudah menjadi Program Nasional dimana tareget Stunting di Indonesia ada pada angka 14%, namun di Kabupaten Solok Bupati bertekad agar dapat menekan hingga angka 10%, untuk itu perlu kerjasama dari seluruh Pihak sehingga dapat mewujudkan hal ini bersama-sama.", Katanya.
Pada tahap pertama ini kita terfokus pada Kecamatan X Koto Di Atas, dimana saat ini di Kabupaten Solok penyumbang tertinggi dari kenaikan angka Stunting berada di Kecamatan X Koto Diatas.
Penyebab dari stunting secara garis besar ialah karena pengaruh ekonomi, untuk itu kepada Walinagari kita berharap agar dapat mengintervensi tidak hanya pada masalah gizi namun juga dalam Pemberdayaan Masyarakat guna meningkatkan Perekonomian Masyarakat di Nagari masing-masing.
Acara dilanjutkan dengan pemaparan Materi Percepatan Penurunan Stunting di Kabupaten Solok.
Payakumbuh,netralpost.net--- Komisi B DPRD Kota Payakumbuh turun lapangan ke Bidang Pasar Dinas Koperasi dan UKM Kota Payakumbuh, Senin (26/6).
Rombongan dipimpin oleh Ketua Komisi B YB. Dt. Parmato Alam yang didampingi Wakil Ketua Mawi Etek Arianto, Sekretaris Opetnawati, Anggota Suparman, Edward DF, dan Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam itu disambut oleh Kadis Koperasi dan UKM M. Faizal, Kabid Pasar Arnel, serta jajaran di kantor sekretariat bidang pasar di Ibuh.
YB. Dt. Parmato Alam mengatakan Komisi B melaksanakan turun lapangan untuk melihat dan meninjau apa saja yang masih kurang terkait pelayanan di pasar Payakumbuh. Karena perputaran uang terbesar di Kota Payakumbuh terjadi di pasar, dimana transaksi ekonomi itu dimulai pada pagi hari hingga aktivitas pasar kuliner di malam hari.
"Pasar menjadi urat nadi ekonomi kota kita, sarana dan prasarananya harus sejuk, baik bagi pedagang maupun orang yang berbelanja. Apalagi di Pasar Ibuh, yang berbelanja tak hanya orang Kota Payakumbuh saja, tapi secara regional ada warga dari daerah kota/kabupaten lain di Sumbar," katanya.
Dt. Parmato Alam juga meminta dinas agar membuatkan TS khusus agar pada tahun 2024 pembenahan sarana dan prasarana pasar Ibuh ini menjadi prioritas dan komisi B siap mengawal nanti pada saat rapat bersama badan anggaran dan TAPD.
"Kebutuhan ini sangat urgen, kita perlu untuk memperbaiki yang sudah rusak, termasuk saat kami turun ke lapangan ada beberapa sarana prasaraa seperti atap, drainase, dan lantai lapak pedagang yang butuh ditangani segera," terangnya.
Senada, Edward DF menyebut Pasar Ibuh haruslah menjadi pasar tradisional yang disenangi masyarakat 4 kota/kabupaten seperti Payakumbuh, Limapuluh Kota, Agam, dan Tanah Datar. Kunjungan dewan hari ini untuk melaksanakan fungsi di DPRD bagaimana percepatan sarana dan prasarana pasar yang menjadi urat nadi perekonomian di Kota Payakumbuh.
"Termasuk parkir yang masih semrawut agar ditata supaya tidak mengganggu kenyamanan pedagang dan pengunjung," ujarnya.
Di sisi lain, Suparman dan Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam turut menyampaikan sebagai bidang yang memiliki objek terbanyak dalam penerimaan retribusi, bidang pasar harus bisa mengoptimalkan pendapatan asli daerah, apabila dibutuhkan regulasi baru atau perubahan untuk itu maka nanti DPRD akan menindaklanjutinya.
Sementara itu, Kadis Koperasi dan UKM M. Faizal menyebut di Pasar Ibuh ada sekitar 1231 lapak pedagang yang dikutip retribusinya, dalam setahun daerah baru bisa menerima pendapatan di bawah 3 miliar.
"Saat ini meski masih ada tunggakan dai beberapa pedagang, tapi kami tentu selesaikan sesuai mekanisme dan regulasi yang berlaku, kita upayakan yang terbaik," ungkapnya.
Faizal mengakui, kondisi gedung di pasar sudah banyak yang rusak dan bahkan ada yang tidak terpakai seperti ruko lantai 2, sebenarnya sarana dan prasarana diperlukan perbaikan, sementara itu Pemerintah Kota Payakumbuh saat ini tengah berhadapan dengan kekurangan anggaran.
"Alternatif kita perbaikannya diangsur-angsur dengan anggaran yang minim. Tapi kami berharap ini bisa ditingkatkan kedepan," harapnya. (Yon)
PAYAKUMBUH,netralpost.net - Anggota Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Edward DF bantu tambahan biaya pengobatan Isteri Dt. Damu tokoh masyarakat Latina yang saat ini dirawat di RS Yos Sudarso Padang.
"Alhamdulillah kondisi rang rumah Ambo sudah agak mendingan," ujar Dt. Damu kepada Edward DF politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di kediamannya di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Minggu (25/06/2023) pagi.
Dikatakan Dt. Damu ketika isterinya jatuh sakit Selasa yang lalu, ia juga jatuh pingsan. "Mungkin sudah sangat kelelahan dalam merawat isteri Ambo, yang terbaring sakit sejak beberapa hari lalu, ketika ia harus dilarikan ke rumah sakit Ambo jatuh pingsan. Alhamdulillah sekarang kondisi Ambo sudah agak membaik," jelas Dt. Damu.
Edward DF datang membezuk Dt. Damu, didampingi Eki Desmawan Dt. Tumbaro Bakal Calon Legislatif DPRD Kota Payakumbuh dari PPP. "Putiah kapeh dapek diliek putih hati bakaadaan. Tarimolah bantuan Kito ko untuak panambah biaya pengobatan Isteri Datuak. Kok satitiak tolong lawikkan kok sakapa tolong gunuangkan," ujar Edward DF yang juga Wakil Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh.
Memperoleh bantuan tersebut, Dt. Damu mengucapkan banyak terima kasih. "Semoga Bapak Edward DF semakin sukses ke depannya. Amiin," harap Dt. Damu. (Yon)
Sumbar, netralpost --- Turnamen Sepak Bola Piala Kapolda Sumbar T.A 2023 dalam rangka memperingati Hari Bhayangkara ke-77 tahun 2023 telah berakhir.
Berakhirnya turnamen ini ditandai dengan pertandingan final antara PS. Satbrimob Polda Sumbar melawan PS. Obvit Selecsion, dimana pertandingan tersebut dimenangkan oleh PS. Satbrimob dengan skor 1-0.
Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH turut menyerahkan trophy kepada tim juara I yakni PS. Satbrimob Polda Sumbar.
Pada kesempatan tersebut, Irjen Pol Suharyono menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah mensukseskan Turnamen Sepak Bola Piala Kapolda Sumbar, baik terlibat secara langsung maupun tidak langsung hingga ke jajaran Polres.
Ia juga menyampaikan terimakasih kepada seluruh pemain yang telah bermain secara sportif. "Tidak ada satupun terjadi sesuatu yang tidak kita inginkan. Aplause untuk kita semua," ucap Kapolda seraya diiringi tepuk tangan oleh seluruh yang hadir.
Dengan pertandingan yang dilaksanakan ini, ia berharap kedepannya sepak bola di Sumatera Barat akan dilakukan dengan lebih baik lagi.
"Dengan terselenggaranya acara ini kita semua patut berbangga karena hampir semua kegiatan sesuai petunjuk dan arahan pimpinan Polri telah kita laksanakan dengan baik," pungkasnya.
Sebagaimana diketahui, pada Turnamen Sepak Bola Piala Kapolda Sumbar Tahun 2023 ini, juara II adalah PS. Obvit Selection. Juara III PS. Polda Sumbar Garuda, dan juara IV adalah PS. Polresta Bukittinggi.
Dalam penutupan pertandingan ini, dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar, para Kapolres sejajaran Polda Sumbar dan tamu undangan.(*)
"Gerak jalan santai diadakan Minggu pagi tanggal 25 Juni 2023 yang dimulai pukul 06.30 WIB. Dibuka oleh bapak Kapolda Sumbar," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik, Minggu (25/6).
Gerak jalan santai ini, katanya, dengan menempuh perjalanan sejauh 3 Kilometer yang dimulai dari Mapolda Sumbar, melewati Jalan Ujung Gurun, Jl. Veteran, Jl. Ahmad Yani, dan Finish di Mapolda Sumbar.
"Berbagai macam hadiah menarik yang telah disediakan oleh Polda Sumbar. Juga ada doorprize sepeda motor yang didapat melalui undian," ujarnya.
"Jadi selain untuk olahraga, juga bisa mendapatkan hadiah," pungkas Kombes Pol Dwi Sulistyawan menambahkan.
Dalam gerak jalan santai tersebut, juga dihadiri oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Danrem 032 Wirabraja Brigjen TNI Rayen Obersyl, Danlantamal II Padang Laksamana TNI Benny Febri, Danlanud Sutan Syahrir Kolonel Nav Saeful Rakhmat, Pejabat Utama Polda Sumbar, personel Polda, Bhayangkari Daerah Sumbar.
Kemudian dari jajaran TNI AD, AL, AU, instansi terkait dan masyarakat Kota Padang. Selain itu, terlihat juga hadir dari komunitas disabilitas.
Dalam momen tersebut, Polda Sumbar menyediakan makanan gratis dan mendirikan sejumlah stand Bazar UMKM dari Bhayangkari Cabang se Sumbar serta masyarakat.
Pelepasan peserta gerak jalan santai ini, ditandai dengan pelepasan balon oleh Kapolda Sumbar, didampingi Forkopimda Sumbar.
Sebelumnya, Kapolda Sumbar Irjen Pol Suharyono, S.Ik. SH menyampaikan apresiasi dan terimakasih kepada seluruh pihak yang telah ikut dan membantu serta mensukseskan dalam menyemarakkan Hari Bhayangkara ke-77.
"Kami sebelumnya telah menyiapkan hampir 3.000 kupon undian, tapi ternyata yang hadir melebihi target. Namun yang tidak (masyarakat) kebagian kupon tidak usah khawatir, karena akan kami siapkan kembali sehingga bisa ikut undiannya," ungkap Kapolda.(*)
PAYAKUMBUH,netralpost.net - Anggota Komisi B DPRD Kota Payakumbuh Edward DF bantu tambahan biaya pengobatan Isteri Dt. Damu tokoh masyarakat Latina yang saat ini dirawat di RS Yos Sudarso Padang.
"Alhamdulillah kondisi rang rumah Ambo sudah agak mendingan," ujar Dt. Damu kepada Edward DF politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini di kediamannya di Kelurahan Koto Panjang Kecamatan Lamposi Tigo Nagori (Latina), Minggu (25/06/2023) pagi.
Dikatakan Dt. Damu ketika isterinya jatuh sakit Selasa yang lalu, ia juga jatuh pingsan. "Mungkin sudah sangat kelelahan dalam merawat isteri Ambo, yang terbaring sakit sejak beberapa hari lalu, ketika ia harus dilarikan ke rumah sakit Ambo jatuh pingsan. Alhamdulillah sekarang kondisi Ambo sudah agak membaik," jelas Dt. Damu.
Edward DF datang membezuk Dt. Damu, didampingi Eki Desmawan Dt. Tumbaro Bakal Calon Legislatif DPRD Kota Payakumbuh dari PPP. "Putiah kapeh dapek diliek putih hati bakaadaan. Tarimolah bantuan Kito ko untuak panambah biaya pengobatan Isteri Datuak. Kok satitiak tolong lawikkan kok sakapa tolong gunuangkan," ujar Edward DF yang juga Wakil Ketua DPD LPM Kota Payakumbuh.
Memperoleh bantuan tersebut, Dt. Damu mengucapkan banyak terima kasih. "Semoga Bapak Edward DF semakin sukses ke depannya. Amiin," harap Dt. Damu. (Yon)
Payakumbuh - Payakumbuh local brand 2023 sukses menarik ratusan pengunjung menyaksikan karya-karya desainer lokal dan kenamaan Sumatera Barat serta produk-produk berkualitas dari pelaku UKM Kota Payakumbuh.
Mengambil tema ‘Local Brand Host In Their Own Area’, kegiatan tersebut dibuka secara resmi oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh di GOR M. Yamin Kubu Gadang, Sabtu (24/06/2023) malam.
Pj. Wako Rida Ananda mengatakan, Payakumbuh Local Brand merupakan sebuah event ekonomi kreatif yang akan menampilkan kreatifitas desainer-desainer Kota Payakumbuh dan juga Sumatera Barat, dengan mempromosikan kekayaan kreatifitas dan produk UKM Kota Payakumbuh.
"Atas nama Pemko Payakumbuh, kami sangat mengapresiasi sekali kegiatan seperti ini. Karena selain melahirkan dan mempromosikan brand-brand lokal kita, dampak yang ditimbulkannya juga luar biasa terhadap ekonomi kita," kata Pj. Wako Rida Ananda.
"Presiden juga memerintahkan kepada kita untuk menggali dan melahirkan brand-brand lokal seperti ini. Kami sangat berterimakasih sekali. Semoga produk lokal kita ini bisa bersaing," tambahnya.
Rida menyebut, ini merupakan salah satu upaya pemerintah dalam menggairahkan kembali pariwisata di Kota Payakumbuh pasca dilanda pandemi Covid-19 tiga tahun yang lalu.
"Kami mengajak, baik wisatawan lokal maupun pengunjung dari luar kota untuk bergabung dengan kami merayakan kreativitas dan pesona Kota Payakumbuh di event Payakumbuh Local Brand ini," ucapnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Nofriwandi mengucapkan selamat atas terselenggaranya Event Payakumbuh Local Brand jilid ke dua kepada seluruh pihak-pihak yang telah mendukung kesuksesan event ini.
"Saya mengucapkan terima kasih kepada Ibu Wulan Denura yang telah menyalurkan pokok-pokok pikirannya untuk mensupport even ini. Event ini juga tidak terlaksana tanpa adanya dukungan dari Dekranasda Kota Payakumbuh, IFC (Indonesia Fashion Chamber) Sumatera Barat, serta para sponsor yang turut serta mensupport event ini," katanya.
Kadisparpora mengatakan kegiatan tersebut merupakan bentuk terima kasih dan penghargaan bagi para pelaku dan penggiat ekonomi kreatif Kota Payakumbuh untuk terus berkreasi, memajukan dan menasbhihkan Kota Payakumbuh sebagai Kota Kreatif.
"Event Payakumbuh Local Brand 2023 ini dilaksanakan mulai tanggal 24 – 25 Juni 2023, sementara pada tanggal 26 akan dilaksanakan Ajang Pemilihan Duta Wisata Kota Payakumbuh dan Launching Event Nasional Kharisma Event Nusantara ‘Payakumbuh Botuang Festival’," ucapnya.
Ia menjelaskan, pada Event Payakumbuh Local Brand ini akan menyuguhkan Lomba Desain yang diikuti oleh 12 finalis desainer muda, fashion show oleh 18 Desainer dan brand ternama serta pameran ekonomi kreatif oleh pelaku UKM Kota Payakumbuh.
"Semoga maksud dan tujuan dari penyelenggaraan event Payakumbuh Local Brand ini untuk mendongkrak image pariwisata dan ekonomi kreatif Kota Payakumbuh dapat tercapai dan sukses," pungkasnya.
Berikut nama pemenang lomba Payakumbuh Local Brand Design Competition 2023:
Harapan dua diraih oleh Novia Adella
Harapan satu diraih oleh Tiara Rahayu
Juara tiga diraih oleh Annisa Nur Farhanna
Juara dua diraih oleh Nabila Amelia dan
Juara satu diraih oleh Sylvia Asrianti
Pada kegiatan tersebut Pj. Wako Payakumbuh juga berkunjung ke stan pelaku UKM yang ada di lokasi acara dan berinteraksi dengan para pedagang.
Kegiatan itu juga dihadiri, Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh Wulan Denura, unsur Forkopimda, ketua Dekranasda Kota Payakumbuh Ny. Chece Rida Ananda serta tamu undangan lainnya. (Yon)
Namun, seperti juga bagi anak pada umumnya, bagaimana pun cara seorang anak memanggil kepada orangtuanya, ayah adalah sosok pahlawan anak-anaknya. Sosok ayah yang melindungi anaknya sejak kecil.
Beliau panutan saya. Saya belajar dari Apak bagaimana cara menjadi orang yang berguna bagi lingkungan. Dari Apak saya belajar bagaimana menjadi anak laki-laki dan bergaul dengan banyak orang.
Singkatnya, bagi saya, Apak adalah guru pertama saya untuk hidup benar dan bermakna. Apak tidak banyak mengajarkan sesuatu dengan lisannya, beliau lebih banyak memberikan contoh dengan perbuatannya. Beliau mengajarkan saya dengan perilakunya yang terpuji dalam menghormati orang lain. Sambil mengemudi, Apak memperlihatkan bahwa hidup harus ditempuh dengan bekerja keras, bersikap jujur, dan mempunyai kesabaran yang tinggi.
Apak juga yang menanamkan nilai-nilai adat Minang, agama, dan kearifan lokal kepada saya. Singkat kata, bagi saya Apak adalah guru sekaligus pahlawan saya. Saya merasa sosok Apak tidak tergantikan oleh siapapun.
Nama lengkap Apak adalah Bahar Sutan Baheram. Tentu saja ini bukan nama yang diberikan orangtuanya ketika beliau lahir. Tetapi nama plus gala yang diperoleh Apak setelah dia menikah. Seperti laki-laki Minang pada umumnya, setelah menikah, dia akan mendapatkan gala (gelar), atau nama kehormatan dari keluarga istri. Kelak keluarga istri, terutama orang tua istri akan memanggil menantunya dengan nama gala itu.
Tetapi, setelah pindah ke Jambi, teman-teman Apak memanggilnya dengan sebutan Pak Agam. Ini pasti karena Apak memiliki oplet yang diberi nama PO Agam. Ketika itu, semua kendaraan umum diberi nama dengan awalan PO. Sekarang tidak umum lagi oplet diberi nama seperti dulu.
PO adalah kependekan dari Perusahaan Oto. Apak percaya diri juga menggunakan kata PO, padahal di masa itu yang menggunakan nama PO adalah perusahaan angkutan besar yang berbadan hukum. Agam adalah nama daerah asal Apak, atau nama kampungnya, lebih tepatnya nama kabupaten tempat Apak lahir.
Apak lahir di wilayah Bukittinggi. Tepatnya, di desa Sungai Buluah, Kabupaten Agam, Bukittinggi, Sumatera Barat. Daerah ini masuk Kawalian Nagari Cingkariang. Tahun lahir Apak adalah 1925. Seperti pada umumnya orang tua zaman itu, tanggal lahirnya tidak diingat, apalagi dicatat. Maklum, saat itu belum ada akte kelahiran atau surat kenal lahir. Dan orang tua jaman dulu tidak punya tradisi merayakan hari kelahiran.
Apak pernah bercerita bahwa beliau lahir “setahun sebelum gampo gadang”. Bagi orang-orang Minang jaman dulu, kejadian alam luar biasa lazim dipakai sebagai pengingat. Gampo Gadang, atau gempa besar di Sumatera Barat terjadi pada 28 Juni 1926. Gempa ini memang besar, dengan kekuatan 7.2 SR, berpusat di Padang Panjang. Karena disebut lahir setahun sebelum gempa besar, berarti Apak lahir pada tahun 1925.
Ibu saya jauh lebih muda dari Apak. Nama lahir beliau adalah Darnis binti Salam. Namun saya tidak mengetahui tanggal dan tahun kelahirannya, dan tidak ada catatannya. Mungkin tidak ada peristiwa besar yang terjadi berdekatan dengan tahun kelahiran ibu saya. Jadi tidak mudah mengingat tahun kelahiran beliau.
Ibu saya berasal dari desa tetangga dari desa Apak. Desa mereka dipisahkan oleh jalan raya. Tidak berjauhan. Kedua desa itu masih bisa ditempuh dengan berjalan kaki. Bisa jadi warga di kedua desa itu masih berkerabat jauh. Kedua desa itu masih masuk Kawalian Cingkariang, Kabupaten Agam, Bukittinggi. Dari kota Bukittinggi, lokasi kedua desa ini sebenarnya tidak terlalu jauh, hanya berjarak sekitar 6 km. Mereka umumnya menyebut wilayah kota Bukittinggi sebagai “pasa” (pasar), karena memang mereka pergi ke kota itu untuk berbelanja atau berdagang.
Kami bertujuh memanggil ibu dengan sebutkan “Mama”. Biasanya orang Minang menyebut ibunya dengan panggilan “amak”. Saya juga tidak tahu mengapa kami memanggil “Mama” pada ibu. Empat orang kakak perempuan atau uni saya memanggil “Mama” pada orang yang melahirkan mereka, saya juga ikut memanggil Mama. Selanjutnya saya menggunakan kata “Mama” untuk menyebut ibu saya.
Apak dalam ingatan saya adalah seorang pekerja keras. Dia bekerja sepanjang hari. Sejak saya bisa mengingatnya, Apak selalu bekerja di atas opletnya yang dikenal dengan nama PO Agam tadi. Pagi sekali, kadang-kadang sebelum subuh, Apak sudah berada di jalan dengan opletnya. Kadang-kadang tengah malam juga masih bekerja. Sepanjang hari Apak 52 | Stokar Oplet Jadi Komandan Kapal PerangBUKU-STOKAR-1.indd 52 9/29/21 8:57 AMbekerja. Sarapan dan makan siang, lebih sering dilakukan Apak di warung atau rumah makan. Tapi pas waktu magrib, Apak pasti ada di rumah.Apak bukan tipe pria yang suka bercerita seperti Mama. Dia jarang sekali bercerita panjang lebar tentang masa lalunya. Sehingga saya tidak mengetahui banyak tentang masa lalu Apak, siapa saja teman-teman bermainnya masa kecil, dan lainnya. Satu yang saya ingat tentang masa muda Apak adalah beliau pernah bercerita bahwa sempat menjalani pekerjaan sebagai anggota TNI di masa mudanya, pangkat terakhir Apak adalah kopral angkatan darat. Justru informasi tentang Apak lebih banyak saya dapatkan dari Mama.Nah, Mama sangat berbeda dengan Apak. Lebih tepat bertolak belakang. Mama gemar sekali menceritakan masa lalunya. Bahkan dalam omelan Mama kepada kami anakanaknya yang keluar adalah cerita mama masa kecil. Kami sering sekali mendengar cerita yang sama diulang-ulang oleh Mama, betapa dulu hidupnya penuh perjuangan. Sehingga anak-anak hafal betul riwayat Mama di masa kecilnya.
Padang, netralpost --- Anggota DPR RI Komisi IX, dr. Suir Syam, MKes, MMR lakukan diskusi dengan Dewan Pengurus Wilayah (DPW) Media Online Sumbar (MOI) Sumbar di Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumatera Barat, Sabtu (24/6/23).
Diskusi Kegiatan Tersebut dihadiri oleh M. Khadafi S.kom komisioner Bawaslu bidang partisipasi, pencegahan dan hubungan masyarakat dan Cerint Iralloza Tasya Bakal Calon DPD RI Sumbar termuda.
Pada Kesempatan itu dr. Suir Syam mengatakan Bahwa, "kita telah berhasil keluar dari wabah Pandemi Covid-19 yang melanda dunia termasuk di indonesia. Namun, Penanganan kesehatan di indonesia masih belum baik. Misalnya kita masih mengeskpor obat-obatan dari luar negeri", Katanya.
"Untuk tenaga medis indonesia masih jauh kekurangan dari negara lain, indonesia merupakan daerah yang kekurangan tenaga medis nomor 2 (dua) di ASEAN", Ujarnya.
Sedangkan untuk di Indonesia tenaga medis 90% menumpuk didaerah Jawa. Sedangkan di daerah pelosok seperti papua dan daerah lainnya masih banyak kekurangan tenaga medis.
Saat ini kami dari Komisi IX Sedang berusaha untuk membuat RUU untuk kesehatan. Sehingga dengan adanya RUU ini bisa meningkat kapasitas pelayanan kesehatan bagi masyarakat dan bisa mempermudah tenaga medis dalam menjalankan tugasnya.
Dalam kesempatan itu Cerint Iralloza Tasya Calon Anggota DPD RI mengatakan tingkat stunting di Indonesia masih sangat tinggi. Dan masih banyak anak anak di sumatera barat yang kekurangan gizi. Selain itu, masih banyak rumah sakit yang kurang memberikan pelayanan terhadap masyarakat. Hal ini disebabkan oleh masih minimnya perhatian pemerintah terhadap pegawai rumah sakit terutama perawat", jelasnya.
M. Khadafi S.kom komisioner Bawaslu bidang partisipasi, pencegahan dan hubungan masyarakat juga menyampaikan pentingnya peran masyarakat untuk menyukseskan pemilu 2024. Dan untuk pelanggaran pemilu kita harus bersama sama mengawasi sehingga tidak terjadi pelanggaran dan tercipta Pemilu yang damai", ujar M. Khadafi.(Nofri Tanjung)