Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok Epyardi Asda ternyata tak hanya menyala dengan semangat di kampung halamannya. Di Padang Pariaman pun ia memantik gerakan perubahan dengan gayanya yang tegas, dan tampil apa adanya.

Semangat dan gaya serta karakter Epyardi yang kuat itu membuat para perantau dan masyarakat di Nagari Malay V Suku Timur, Kecamatan Batang Gasan, Kabupaten Padang Pariaman bergelora.

Epyardi Asda bersama sahabatnya Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur bertemu dengan perantau dan masyarakat dalam rangka pulang basamo di Nagari Malay V Suku Timur pada Minggu (14/4/2024).

Suhatri Bur atau yang disapa Aciak mengatakan, kedatangan Epyardi Asda dan dirinya adalah bentuk kecintaan kepada masyarakat yang tingga di ujung perbukitan itu.

“Saya bangga abang Epyardi bisa hadir ke sini bersilaturahmi dengan perantau dan masyarakat kami. Seperti ini lah kondisi masyarakat kami. Kompak antara perantau dan ranah,”ucapnya.

Dikatakan Aciak, kekompakan masyarakat Padang Pariaman ini tentu bentuk keinginan dalam membangun kampung halaman. Meski begitu kata Aciak, warga tentu punya harapan agar kampung halamannya bisa didukung oleh pemerintah daerah baik kabupaten, provinsi dan pusat.

“Tentu dengan gaya abang Epyardi Asda, hubungan baiknya dengan pusat bisa membantu kami di sini. Dengan keinginan abang Epyardi Asda untuk melakukan perubahan seperti yang telah ia lakukan di Kabupaten Solok, juga bisa dilakukan untuk Sumbar," kata Aciak.

Lebih lanjut ia mengungkapkan, ia mengetahui betul karakter Epyardi Asda. Bahkan ia mengungkapkan sang kapten rela uang pribadinya habis untuk membangun kampung halamannya.

“Abang Epyardi itu saya tahu uangnya habis untuk membangun kampung halamannya. Dan tidak banyak kepala daerah yang melakukan seperti ini. Apalagi soal pendidikan agama, saya tahu ia sudah lama membangun Ponpes yang disediakan gratis untuk santrinya,” tutur Suhatri Bur.

Dikatakan Aciak, masyarakat Malay V Suku Timur dan para perantau kompak, siap mendukung Epyardi Asda untuk melakukan perubahan dengan gayanya yang tegas dan tampil apa adanya.

“Kami masyarakat Malay V Suku Timur yang juga ini menjadi kampung sayadan perantau, siap mendukung Epyardi Asda menjalankan dan melakukan perubahan di kampung halamannya dan Sumbar,”ucap Aciak.

Seperti diketahui, Aciak dan Epyardi Asda adalah dua orang sahabat. Aciak sering berkunjung ke Kabupaten Solok baik dalam urusan pemerintahan dan sebagai seorang teman. Begitu juga Epyardi yang telah beberapa kali berkunjung ke Piaman. 

Epyardi Asda yang memperoleh dukungan tersebut merasa senang dan bangga karena mendapat teman, sahabat, dan guru baru di Padang Pariaman. Baginya, menjadi diri sendiri lebih baik dan bisa diterima orang dari pada dicap munafik.

“Alhamdulilah saya senang bisa bertemu dan menjalin silaturahmi dengan masyarakat dan para perantau Malay V Suku Timur. Ini lah saya apa adanya, kata orang saya pemarah, iya saya marah sama orang yang punya jabatan tapi semena-mena kepada warganya. Tapi silahkan cek dan buktikan apa pernah saya marah kepada masyarakat kepada rakyat saya, tidak. Bagi saya di Kabupaten Solok siapa yang mengganggu warga saya apalagi ia pejabat saya akan hadapi,”ucapnya.

Hal ini karena Epyardi Asda pernah mendapat nasehat dari Ustad Abdul Somad saat berkunjung ke kediamannya di Singkarak. Pada waktu itu kata Epyardi UAS menyampaikan, gunakan kekuasan itu untuk membela agama.

“Waktu itu UAS menyampaikan kepada saya langsung. Pak bupati gunakanlah kekuasaan (kepala daerah) untuk membela agama (Islam) dan menjadi pemimpin muslim sejati. Kata-kata ini selalu terpatri di hati saya. Saya memang tegas, soal agama saya juga punya Ponpes, dan ini sudah lama untuk membantu mereka yang ingin belajar agama secara gratis,” tutur mantan kapten kapal itu.

Dalam pertemuan itu sejumlah tokoh seperti pengurus LKAAM Sumbar, politisi, ulama, tokoh perantau dan masyarakat berdiskusi dengan Epyardi Asda. Tak mau kalah sejumlah ibu-ibu dan bundo kanduang ikut mengabadikan kegiatan tersebut dengan foto bersama bupati Epyardi Asda.

 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok Hadiri Halal Bihalal Keluarga Besar Alumni Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-ringan Pakandangan Padang Pariaman “Mamakiah (Mengenang Masa Jadi Pakiah) Bersama Keluarga”, Minggu (14/4/2024) bertempat di Komplek Darussalam 2 Padang Pariaman, Nurul Yaqin Ringan-ringan.

Tampak menghadiri kegiatan tersebut, Pimpinan DPRD Provinsi Sumatera Barat Indra, SH, MM Dt. Rajo LeloLelo, Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar Dt. Sutan Majo Lelo, Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur, SE, MM, Yang mulia Almukarram Buya Khalifah Ponpes Nurul Yaqin Syekh Muda Zulhamdi Tuanku Kerajaan, Pimpinan Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan Drs. Idarusallam Tuanku Sutan, Ketua Umum Keluarga Besar Alumni Ponpes Nurul Yaqin Dr. H. Rahmat Tuanku Sulaiman, S.Sos, S.Ag, MM, Ketua Majelis Dzikir Ponpes Nurul Yaqin Buya Drs.H. Zakirman Tuanku Sutan, Para Tuanku Guru-Guru Tarekat, Syekh dan Buya Pimpinan Cabang Pondok Pesantren Nurul Yaqin, serta Keluarga Besar Alumni Ponpes Nurul Yaqin.

Sesampainya di Padang Pariaman Bupati Solok disambut langsung oleh Bupati Padang Pariaman di Kediamannya. Selanjutnya Bupati Solok dan Padang Pariaman beserta rombongan langsung bertolak menuju ke Pondok Pesantren Nurul Yaqin Ringan-Ringan untuk menghadiri undangan Halal bihalal bersama Keluarga Besar Alumni Ponpes. Sesampainya disana, Bupati Solok bersama rombongan terlebih dahulu melakukan Ziarah di Makam Syekh H. Ali Imran Bin Hasan Tuanku Bagindo yang merupakan Pendiri Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

Bupati Padang Pariaman dalam sambutannya atas nama pribadi dan Keluarga Besar Pemerintah Kabupaten Padang Pariaman mengucapkan selamat hari raya Idul Fitri 1445H Minal Aidin Wal Faizin Mohon Maaf Lahir dan Batin.

“Kehadiran kita bersama Bupati Solok hari ini murni merupakan undangan dari Ketua Alumni Ponpes Nurul Yaqin ketika melaksanakan Buka bersama Guru-guru mengaji di Rumah Dinas Bupati Padang Pariaman pada bulan Ramadhan kemarin,” ucapnya.

“Saya juga berasal dari keturunan ahli tasawuf yang juga belajar di lingkungan syattariyah, maka dari itu saya tidak membeda-bedakan antara satu pondok pesantren dengan yang lainnya, jika ada yang terbengkalai silahkan beri tahu maka kita siap membantu tiap tahun untuk menyelesaikan apa apa yang terbengkalai,” ulasnya.

Sementara itu, Bupati Solok Epyardi Asda dalam kesempatannya mengucapkan terimakasih atas undangan Keluarga Besar Alumni Ponpes Nurul Yaqin, sehingga kita dapat mengikuti kegiatan pada hari ini. Selaku Kepala Daerah di Kabupaten Solok saya mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri Mohon Maaf Lahir dan Batin.

“Hari ini saya merasa bangga dan senang sekali diberikan kesempatan oleh Allah SWT untuk hadir bersama Tuan-tuan Guru, Buya dan para Alumni Ponpes Nurul Yaqin. Sebagaimana sabda Rasulullah manusia terbaik adalah mereka yang menyiarkan Agama Allah di muka bumi ini, dan saya yakin kita yang hadir di sini insyaallah termasuk didalamnya,” ucap Epyardi Asda.

“Sebagai seorang Kepala Daerah juga bersama Bupati Padang Pariaman yang sama sama berprinsip untuk mengabdikan sisa hidup kepada Masyarakat di Daerah yang kita pimpin, juga seperti hadist Rasulullah SAW bahwa sebaik-baiknya manusia adalah mereka yang berguna bagi orang lain dan inilah cita-cita dalam hidup kami. Mengabdikan diri untuk meraih ridho Allah SWT,” tutupnya.

Selanjutnya Bupati Solok menyerahkan bantuan sebesar Rp. 15 Juta dan 100 buah kain sarung untuk Keluarga Besar Pondok Pesantren Nurul Yaqin.

 

Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar Dt Sutan Majo Lelo, menghadiri acara Gebyar Koto Baru III yang berlangsung di Nagari Koto Baru. Acara yang bertema "Alek Barayo Basamo" ini diselenggarakan dalam rangka menyambut Hari Raya Idul Fitri dan untuk membranding serta mengekspos kebudayaan Koto Baru.

Dalam sambutannya, Bupati Solok menyampaikan rasa terima kasih atas undangan yang diberikan oleh masyarakat Kabupaten Solok. Beliau berharap agar kegiatan seperti Gebyar Koto Baru III dapat terus dilanjutkan dan dilestarikan untuk melestarikan adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau.

"Walaupun dengan perubahan zaman dan perkembangan teknologi yang sudah semakin maju, namun adat istiadat dan kebudayaan Minangkabau dimana Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah harus terus kita jaga kelestariannya," ujar Bupati.

Bupati Solok juga menekankan potensi Gebyar Koto Baru III sebagai icon wisata di Kabupaten Solok. Dengan semakin meningkatnya minat wisatawan baik dari dalam maupun luar Sumatera Barat, diharapkan acara ini dapat memperkenalkan keragaman budaya dan kuliner yang luar biasa di Kabupaten Solok.

Usai memberikan sambutan, Bupati Solok secara resmi membuka kegiatan Gebyar Koto Baru III. Beliau juga turut serta dalam arak-arakan Saribu Tuduang Sulaman Ameh yang diikuti oleh Para Bundo Kanduang Nagari Koto Baru, menandai dimulainya acara ini secara resmi.

Acara ini juga dihadiri oleh Ketua TP-PKK Kab. Solok, Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda, SP, Kepala OPD, Camat Kubung, Forkompimcam, Walinagari Koto Baru, Ketua KAN dan BPN Koto Baru, serta berbagai tokoh masyarakat seperti Niniak Mamak, Alim Ulama, Cadiak Pandai, Bundo Kanduang, dan tokoh-tokoh lainnya dari Nagari Koto Baru.

 


Arosuka, netralpost.net -- Banyak orang yang sukses karena niat untuk membahagiakan ibunya, juga atas doa ibu. Salah satu kisah tersebut ialah kisah Epyardi Asda, yang kini menjabat sebagai Bupati Solok. 

Epyardi yang dikenal publik sekarang ini ialah orang yang sukses. Barangkali belum banyak orang yang tahu bahwa dulu ia dan keluarganya termasuk kalangan yang susah. 

“Saya anak petani miskin. Bapak saya hanya kusir bendi. Ibu saya pedagang beras keliling. Kami 12 orang bersaudara. Meninggal 4 karena busung lapar. Kalau saya ingat itu, saya jadi sedih. Ibu saya berdagang ke mana-mana,” kata Epyardi menceritakan kisah hidupnya sebagaimana dikutip dari siaran berjudul “Wisuda Periode 132 Universitas Negeri Padang, 27 September 2023” di akun UNP TV. Ia menyampaikan cerita itu di hadapan ribuan wisudawan di Universitas Negeri Padang (UNP). 

Karena melihat kondisi keluarganya, Epyardi berniat untuk melakukan sesuatu bagi orang tuanya. Pada 1985, setelah diwisuda, ia berangkat meninggalkan kampung halamannya untuk merantau ke Singapura dengan uang pinjaman. Saat itu ia merupakan anak buah kapal. Ia naik kapal ikan menuju Singapura. Dari Sumatera Barat ia pergi ke Tanjung Pinang, lalu menumpang dengan kapal ikan sampai ke Batam.  

“Di Batam saya urus bebas fiskal karena saya tidak punya uang sama sekali. Hanya dipinjami uang untuk sekadar hidup. Sampai di Singapura, saya berkeliling ke mana-mana. Alhamdulillah karena berkat rahmat Allah, karena niat saya ingin membantu ibu saya, mambangkik batang tarandam, menjadikan keluarga saya terhormat, Allah mempermudah. Akhirnya saya dapat pekerjaan,” tutur Epyardi.

Setelah mendapatkan pekerjaan, Epyardi menelepon orang yang ia pinjami uang untuk berangkat ke Singapura. Ia memberi tahu orang tersebut bahwa ia sudah mendapatkan pekerjaan, tetapi gaji pertamanya ia gunakan bukan untuk membayar utang, melainkan ia serahkan seluruhnya kepada ibunya. Orang tersebut setuju dengan permintaan Epyardi. Pada bulan kedua ia bekerja, barulah ia membayar utang.  

“Bulan ketiga saya buatkan sesuatu untuk orang tua saya. Akhirnya alhamdulillah, berkat rahmat Allah, semuanya saya lalui. Singkat cerita, saya bisa seperti ini karena apa? Karena niat saya untuk menyenangkan hati ibu saya. Karena ibu adalah salah satu makhluk yang sangat diagungkan, bahkan menurut sabda Rasulullah, selain kepada Allah kepada siapa kita berbakti, ibumu, ibumu, ibumu,” ucap Epyardi. 

Kepada para wisudawan ia berpesan agar meniatkan segala sesuatu yang dilakukan untuk menyenangkan hati ibu. Dengan begitu, insyaallah semua langkah akan dipermudah oleh Allah. 

“Lakukan sesuatu. Gantungkan cita-citamu setinggi langit. Niatkan untuk membantu orang tua, jangan untuk membantu diri sendiri. Insyaallah, dengan niat seperti itu, saya yakin Allah akan mempermudah semua langkah adik-adik semuanya,” kata Epyardi disambut oleh gemuruh tepuk tangan para wisudawan. 

Sabda Rasulullah yang disebut Epyardi tersebut merupakan hadis yang diriwayatkan oleh Bukhari nomor 5971 dan Muslim nomor 2548. Dari Abu Hurairah RA yang mengutip sabda Rasulullah, hadis tersebut berbunyi, “Seseorang datang kepada Rasulullah, ‘Wahai Rasulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu!’ Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Ibumu!’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Beliau menjawab, ‘Ibumu.’ Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi?’ Rasulullah menjawab, ‘Kemudian ayahmu’.”

Epyardi tampaknya tahu betul dengan sabda Rasulullah dan firman Allah tentang pentingnya berbuat baik kepada orang tua, terutama kepada ibu. Maka, sebagai anak laki-laki, yang bertanggung jawab seumur hidup terhadap ibu, selain kepada istri dan anak perempuan, Epyardi pergi merantau untuk bekerja dengan susah payah. Perantauan Epyardi pada akhirnya membuahkan hasil. Dari anak buah kapal, ia akhirnya menjadi kapten kapal, lalu menjadi pengusaha, anggota DPR RI, dan kini menjadi Bupati. Tentu saja semua itu tidak terlepas dari niat Epyardi untuk membahagiakan ibunya, juga atas doa sang ibu kepada Epyardi. 

Kisah lain tentang orang yang sukses dengan niat membahagiakan ibunya ialah kisah Basrizal Koto (Basko), pengusaha terkenal asal Pariaman, Sumatera Barat. Dalam akun Helmi Yahya Bicara dalam obrolan berjudul “Ini Baru Sultan! Tapi Simak Rahasia Suksesnya!”, Basko menceritakan perjalanan hidupnya sejak kecil hingga mencapai kesuksesan. Seperti halnya Epyardi, Basko berasal dari keluarga miskin. Ayahnya buruh tani, sedangkan amaknya (ibu) menjadi pembantu di rumah orang kaya. Suatu ketika ayahnya merantau, tetapi tidak kembali sehingga amak Basko membesarkan anak-anaknya sendiri. 

Ketika kelas 5 SD, sepulang sekolah, Basko melihat amaknya (ibu) meminjam beras kepada salah satu dunsanaknya (kerabat) untuk makan adik-adik Basko. Amak Basko berkata bahwa ia hanya meminjam beras untuk sementara. Sebagai informasi, Basko pergi ke sekolah sambil menjual keripik ubi balado yang dibuat oleh amaknya, dan hasilnya nanti digunakan untuk membeli beras. Siang itu memang Basko sudah membeli beras setelah menjual keripik ubi. Akan tetapi, dunsanak amak Basko tersebut berkata bahwa ia punya beras namun tidak untuk dipinjamkan, karena beras yang dipinjam sebelum-sebelumnya belum dibayar. Amak Basko terus memohon untuk dipinjamkan beras, tetapi dunsanaknya itu malah menyuruh amak Basko dan anak-anaknya untuk memakan batu. Amak Basko menangis mendengar hal itu. Basko yang melihat peristiwa tersebut, bercucuran air mata karena iba melihat amaknya. 

Pada malam harinya Basko menyatakan niatnya berhenti bersekolah dan meminta izin kepada amaknya untuk pergi merantau ke Pekanbaru. Ia berjanji akan menjemput amak setelah tiga bulan merantau. Amak akhirnya mengizinkannya merantau dengan berpesan, jika Basko sukses, jangan lupa dunsanak, kampung halaman, dan amak. Tidak sampai tiga bulan bekerja sebagai kernet mobil di Pekanbaru, ia menjemput amak dan adik-adikya untuk tinggal di Pekanbaru. Ia menyewakan amak dan adik-adiknya rumah petak, lalu memberi amaknya modal untuk membuat goreng pisang, yang dijual oleh adik-adiknya di terminal.  

Singkat cerita, Basko akhirnya berhasil menjadi pengusaha setelah berganti-ganti pekerjaan. Padang ia punya antara lain, hotel dan mal. Ia juga membangun sekolah di kampungnya, Padang Pariaman. Ia tidak melupakan kampung halamannya sebagaimana pesan amaknya. Epyardi juga begitu. Ia membangun pesantren di Kabupaten Solok. Ia juga membuat objek wisata seperti Bukit Chinangkiak dan  Bukit Cambai. Kedua pengusaha sukses tersebut tidak melupakan kampung halaman mereka setelah sukses. 

Pesan yang dapat diambil dari kisah Epyardi dan Basko ialah bahwa ibu merupakan sumber keberuntungan anak. Di balik orang yang sukses, ada bakti kepada ibu. Di balik orang yang sukses,  ada doa ibu yang tak pernah putus. Maka jika ingin meraih kesuksesan, bahagiakan dan muliakanlah ibumu.

 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M. Mar, Dt. Sutan Majo Lelo, membuka secara resmi Rapat Kerja Nasional ( Rakernas ) Sulit Air Sepakat ( SAS )dan Konferensi Ikatan Pemuda Pelajar Sulit Air ( IPPSA ) Ke - 32. Rabu 10 April 2024 di Nagari Sulit Air.

Ketua DPP SAS Syamsudin Mukhtar dalam sambutannya mengatakan, Kami mengucapkan terimakasih kepada Bapak Bupati Solok Dalam rangka pembukaan rakernas sas kemudian mubes IPSA ke 32.

Kita berharap segenap pengurus tetap penuh semangat membangun dan membesarkan organisasi yang telah mendunia dengan cabangnya berada di banyak negara di mancanegara.

Organisasi ini tidak boleh mati, walau beberapa waktu yang lalu ada konflik namun itu telah diselesaikan dengan damai, maka dari itu jangan pernah lelah membangun organisasi. Jabatan ini ladang amal dan ibadah bagi saya, sebab tidak ada gajinya.

Sementara itu Bupati Solok dalam sambutannya menyampaikan, Sebagai Kepala Daerah saya merasa senang sekali karena bisa bertemu dengan para perantau SAS, karena SAS ini merupakan kebanggaan bagi Kabupaten Solok. 

Organisasi SAS ini telah menyebar di seluruh Indonesia maupun mancanegara, saya merasa bangga karena Kabupaten Solok dikenal di kalangan banyak orang. 

Dapat saya sampaikan kepada bapak ibu semua, Kabupaten Solok saat ini bukan lagi daerah tertinggal melainkan daerah yang Terbaik di semua lini di Sumatera Barat. Bermacam prestasi dan penghargaan telah kita dapatkan demi menjadikan Kabupaten Solok Terbaik di Sumatera Barat. 

Ini semua berkat kerja keras Solok Super Tim perlahan Kabupaten Solok akan bangkit. saya berharap seluruh daerah kabupaten solok ini selalu aman damai dan tenang. 

Pada malam ini kita telah menyaksikan para generansi muda kita menampilkan berbagai macam kesenian khas sulit air ini, saya mengimbau terus jaga generasi muda kita karena mereka adalah orang yg akan melanjutlan perjuangan kita di masa yang akan datang. 

Saya juga berharap musyarawarah yang akan dilaksanakan nantinya, akan menghasilkan hal hal yang bermanfaat demi masa depan SAS dan IPPSA, serta dapat membantu  mewujudkan visi misi Kabupaten Solok Mambangkik Batang Tarandam menjadikan Kabuaten Solok Terbaik di Sumatera Barat.


 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar Dt Sutan Majo Lelo melaksanakan sholat Idul Fitri 1445 H, di Mesjid Agung Darusallam, Islamic Center Koto Baru, pada Rabu 10 April 2024.

Dalam perayaan hari kemengan ini Bertindak sebagai Imam Sholat Id Ustadz Ulil Amri, S.Pd dan Sebagai Khatib Buya Dr. H. Muhammad Husni, Lc, MA

Sambutan Ketua PHBI Kab. Solok dalam sambutannya mengatakan, Kami dari segenap Panitia Hari Besar Islam mengucapkan Selamat Idul Fitri 1445 H Minal Aidin Wal Faizin mohon maaf lahir dan batin, semoga segala amal ibadah dan kebaikan yang kita lakukan di Bulan Ramadhan mampu mengakat derajat kita menjadi orang yang bertaqwa di sisi Allah SWT.

Dengan keluarnya keputusan Menteri Agama Nomor 320 Tahun 2024 tentang penetapan tanggal 1 Syawal 2024 maka pada hari ini kita dapat melaksanakan Perayaan Idul Fitri 1445H tanpa adanya perbedaan waktu di seluruh Indonesia

Semoga dengan ini dapat kita maknai Idul Fitri tahun ini untuk meningkatkan kualitas keimanan dan ketaqwaan kita kepada Allah SWT, Menjaga kesucian hati, menjaga kualitas ibadah serta merekat ukhuwah islamiah menjalin persaudaraan terutama persatuan dan kesatuan antar umat manusia.

Bupati Solok Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar dalam sambutannya mengatakan, Setelah lebih kurang satu bulan lamanya kita menjalankan Ibadah Puasa di Bulan Suci Ramadhan, pada hari ini tibalah saatnya kita merayakan hari kemenangan dengan penuh sukacita dan kegembiraan Semoga Allah SWT memberikan kesempatan kepada kita bersama untuk dipertemukan kembali di Ramadhan berikutnya.

Selaku Kepala Pemerintahan Kabupaten Solok kami mengucapkan Selamat Hari Raya Idul Fitri 144H Taqabballah Minal Wa Minkum Taqabbal Ya Karim untuk seluruh Saudara-saudara kita baik yang ada di Kampung halaman maupun yang baru kembali dari perantauan.

Kepada seluruh Perantau kami turut mengucapkan selamat datang di Kampung Halaman semoga setelah dipertemukan lagi bersama keluarga dapat memupuk ukhuwah islamiah antar sesama saudara.

Solok merupakan daerah wisata, semoga dengan adanya kunjungan wisata kita harapkan dapat lebih meningkatkan ekonomi masyarakat Kabupaten Solok. 

Kepada masyarakat diharapkan dapat menyambut wisatawan dengan baik dan penuh sukacita sehingga orang-orang merasa senang dan nyaman berkunjung ke Daerah Kita.

Selanjutnya dilakukan Sholat id berjamaah dan penyampaian Khotbah Id dengan tema merayakan kemenangan pada hari yang Fitri.

 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok diwakili Sekda Kabupaten Solok Medison, S.Sos, M.Msi menghadiri Perayaan Malam Takbiran Menjelang 1 Syawal 1445 H, Minggu, 09 April 2024 diMesjid Agung Darussalam Islamic Centre Koto Baru.

Acara perayaan malam takbiran ini dihadiri Bupati Solok diwakili Sekda Medison, S.Sos, M.Msi, Forkopimda, Staf Ahli Bupati, Asisten, Kakan Kemenag Kab. Solok H. Zulkifli, Kepala OPD, Camat Se-Kabupaten Solok, Tokoh-tokoh Agama dan Masyarakat Kabupaten Solok.

Dalam kegiatan ini, Ketua PHBI Kab. Solok  H. Zulkifli, Pada hari ini baru saja kita menyelesaikan ibadah Puasa Ramadhan 1445 H

Sholat idul fitri 1445 H akan di adakan esok hari tanggal 10 April 2024 yang akan berlangsung di Masjid Agung Darussalam Islamic Center koto Baru pukul 07.30 WIB

Alhamdulillah pada tahun ini kita mengadakan Lebaran secara serentak di Kabupaten Solok ini

Ucapan terimakasih kepada Pemerintah Daerah Kabupaten Solok karena telah memfasilitasi acara Malam Takbiran ini dan esok Sholat Idul Fitri.

Dalam kesempatan itu juga Sekda Medison, S.Sos, M.Si dalam sambutannya menyampaikan Permohonan maaf dari Bupati Solok karena berhalangan hadir bersama kita pada malam hari ini

Alhamdulillah pada saat ini kita telah tiba di penghujung bulan suci Ramadhan dalam keadaan sehat walafiat, semoga semua amal ibadah kita selama Ramadhan di terima oleh Allah SWT. 

Malam ini dalam rangka menyambut hari raya Idul Fitri kita mengadakan malam takbiran di Islamic Center Koto Baru ini. Pada esok hari kita akan melaksanakan kegiatan sholat id bersama-sama di mesjid ini dan di seluruh masjid yang ada di kabupaten Solok ini

Mari bersama-sama kita semarakkan Kegiatan Hari Raya Idul Fitri 1445 H ini, Kami juga mengucapkan selamat datang para perantau kita di Kabupaten Solok ini.

kita turut menghimbau kepada masyarakat untuk selalu menjaga kebersihan dan keamanan di sekitar mesjid saat melaksanakan sholat id nantinya.

 


Arosuka, netralpost.net --- Hujan deras beberapa hari di Kabupaten Solok menyebabkan longsor di di Jorong Tampunik dan Jorong Lembang, Nagari Singkarak pada Selasa (9/4/2024). Bencana alam itu menyebabkan akses jalan yang menghubungkan nagari terputus.

Bupati Solok Epyardi Asda yang mendapat laporan tersebut langsung menuju lokasi dan meminta dinas terkait untuk segera menurunkan alat beratnya.

Di lokasi bencana Epyardi terlihat menelfon dinas terkait untuk membersihkan material longsor.

“Segera turunkan alat berat ke lokasi ini,”ucap Epyardi dari balik telfonnya.

Dalam bencana itu ada beberapa rumah yang terendam banjir. Wali Nagari Singkarak, Rahman mengatakan, longsor terjadi sekitar jam 19.00 WIB pada Senin (8/4/2024). Ada beberapa titik longsor yang menutup ruas jalan Singkarak-Aripan.

“Habis magrib atau setelah berbuka puasa, longsor menutup ruas jalan Singkarak-Aripan. Ada beberapa titik sekitar ada 13. Dan ada 30 rumah yang terdampak dan sawah di Jorong Tampunik dan Lembang. Dan alhamdulilah tidak ada korban jiwa,”tuturnya.

Diungkapkannya, ia meminta warganya untuk berhati-hati karena curah hujan saat ini tinggi. Sehingga rawan terjadinya longsor di daerah-daerah yang memiliki tebing.

“Masyarakat kami imbau untuk waspada. Karena masih ada juga warga yang belum mengetahui ancaman longsor ini,”ucapnya.

Lebih lanjut diungkapkannya, tim BPBD sudah datang pada malam harinya. Dibantu warga, tim BPBD membersihkan material yang ada. Namun, karena curah hujan yang tinggi dan banyaknya titik longsor maka diperlukan alat berat.

“Tadi malam itu tidak memungkinkan maka hari ini dilakukan pembersihan dengan swadaya sambil menunggu alat berat,”ujarnya.

Dalam pantauan di lapangan selain alat berat, mobil pemadam kebakaran juga sudah di lokasi untuk melakukan pembersihan sisa material longsor.

 


Arosuka, netralpost.net – Pemerintah Daerah Kabupaten Solok mengadakan acara silaturahmi dan buka puasa bersama guru MDTA, Imam, dan Garin se-Kabupaten Solok. Acara ini dilaksanakan di Rumah Dinas Bupati Solok, dan dihadiri oleh banyak pejabat penting, termasuk Bupati Solok, Capt. H. Epyardi Asda, M.Mar Dt Sutan Majo Lelo.(8/4/24).

Dalam acara tersebut juga tersedia beberapa kapasitas terhormat seperti Sekretaris Daerah Medison, S.Sos, M.Si, Ketua TP-PKK Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda, SP, Staf Ahli Bidang Pemerintah, Hukum dan Politik Safrudin, S.Sos, M.Si, Asisten I Drs. Syahrial, MM, Kepala Dinas Kesehatan Zulhendri, SKM, M.Kes, Ketua BAZNAS Kab. Solok Drs. H. Edward, MM, Sekretaris Diskominfo/Jubir Pemda Safriwal, S.Si, M.Cio, Kabag. Kesra Sekda Kab. Solok Mardaus, S.Ag, M.A.P, Camat Gunung Talang Riswandi Bahauddin, AP, Walinagari se-Kabupaten Solok, dan juga guru MDTA, Imam, dan Garin se-Kabupaten Solok.

Turut hadir juga di acara tersebut Ketua BAZNAS, yang memberikan sambutan, mengucapkan kebanggaannya dan terimakasih atas undangan Bupati Solok. Ia menyambut dengan tangan terbuka bagi guru MDTA, Imam, dan Garin. Menurutnya, tahun ini BAZNAS memberikan bantuan untuk seluruh undangan yang hadir dengan total uang Rp. 300.000,-/orang.

Lebih lanjut, ia menyampaikan bahwa dari data yang mereka miliki, ada sebanyak 568 guru MDTA, Imam, dan Garin di Kabupaten Solok yang akan diberikan bantuan, namun pada hari itu mereka baru dapat menghadirkan sebanyak 268 orang, untuk itu bantuan bagi 300 orang sisanya akan diantarkan langsung ke daerah masing-masing.

Dalam bulan suci Ramadan, BAZNAS telah memberikan bantuan untuk guru agama di sekolah umum dan guru honorer di madrasah se-kabupaten Solok serta bantuan bagi 2016 orang Tenaga Harian Lepas (THL) di Kabupaten Solok.

Ketua BAZNAS Kabupaten Solok juga mengucapkan terima kasih kepada Bupati Solok dan ASN se-Kabupaten Solok yang telah mempercayakan menitipkan zakatnya ke BAZNAS Kabupaten Solok, sehingga mereka dapat membantu masyarakat yang membutuhkan.

Pada kesempatan sambutan, Bupati Solok mengucapkan terima kasih terutama kepada seluruh guru MDTA, Imam, dan Garin yang telah bersedia hadir dalam acara silaturahmi dan buka puasa bersama. Menurutnya, hal ini merupakan tanda kecintaan dan kepedulian beliau terhadap kesejahteraan guru MDTA, Imam, dan Garin.

“Alhamdulillah di saat-saat terakhir bulan Ramadhan tahun ini kita diberikan kesempatan untuk melaksanakan Buka Puasa bersama di Rumah Dinas Bupati Solok ini, semoga ini menjadi sebuah tanda bahwa Pemerintah Kabupaten Solok bersama seluruh Guru MDTA, Imam dan Garin se-Kabupaten Solok ingin menjalin hubungan silaturahmi yang baik antara kita.” Ungkap Bupati. 

Bupati Solok juga menekankan bahwa zakat yang diberikan di acara tersebut tidak boleh disangkut pautkan dengan isu Pilkada, karena BAZNAS secara rutin memberikan bantuan untuk seluruh guru MDTA, Imam, dan Garin setiap tahunnya. Zakat ini juga merupakan amanah dari seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok.

“Kami ingatkan kembali bahwa zakat ini jangan disangkut pautkan dengan isu Pilkada, karena BAZNAS secara rutin memberikan bantuan untuk seluruh guru MDTA, Imam, dan Garin setiap tahunnya. Zakat ini juga merupakan amanah dari seluruh ASN di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Solok.” Tambahnya. 

Penerima zakat didata langsung oleh BAZNAS Kabupaten Solok, dan mereka yakin bahwa para penerima zakat sudah termasuk dalam 8 kriteria orang yang berhak menerima zakat dan berasal dari seluruh nagari yang ada di Kabupaten Solok.

Acara ini dilanjutkan dengan sholat magrib bersama dan buka puasa di Rumah Dinas Bupati Solok, diakhiri dengan penyerahan bantuan BAZNAS kepada seluruh Guru MDTA, Imam, dan Garin yang hadir mengikuti acara tersebut. Dengan tertib dan khidmat, acara tersebut berlangsung dengan sukses, membawa rasa kebersamaan dan kepedulian dalam diri kita semua yang hadir.

 


Arosuka, netralpost. Net --- Viralnya sosok Bupati Solok Epyardi Asda dengan karakternya yang tegas dan memperlihatkan sikap yang apa adanya, semakin mendapat respon positif di masyarakat. Sikapnya yang tetap maju untuk membangun kampung halamannya menampakkan hasil.

Ruas jalan Kabupaten Solok semakin membaik, pelayanan publik mendapat nilai tinggi, sektor pendidikan dapat penghargaan, pariwisatapun berkembang.

Hal ini juga yang membuat tokoh adat, agama dan sosial memberikan dukungan moral.  Seperti yang terjadi pada Jumat malam (05/04/2024) di Cambai Hill atau objek wisata Bukit Cambai. Puluhan ulama tarekat se-Sumatera Barat bertemu dan buka puasa bersama dengan Epyardi Asda.

“Alhamdulilah kami bisa bertemu dengan pak Epyardi Asda, kami mendengarkan langsung bagaimana beliau membangun Kabupaten Solok dengan sikapnya yang tegas. Dan kami melihat memang menjadi kepada daerah itu harus mempunyai karakter dan jejaring yang kuat terutama di pusat. Sehingga yang menjadi pimpinan itu bisa menggaet bantuan dalam bentuk apapun dari pusat,”tutur Sutan Tuanku Mudo Ismed Ismail salah satu ulama tarekat di Sumbar.

Ia mencontohkan, di Sumbar sendiri jalan tol sampai saat ini belum selesai. Menurutnya kelemahan itu terletak pada jejaring dalam meyakinkan masyarakat, dan pemerintah pusat.

“Kami melihat beliau, punya banyak koneksi apalagi anaknya juga anggota DPR RI Komisi V. Ini akan mempermudah untuk membawa anggaran pusat ke daerah,”ucapnya.

Ia mengatakan, sebagai pemimpin harus mengayomi semua lapisan masyarakat tanpa membeda-bedakan. Terutama di Sumbar yang memiliki karakter kuat dalam adat istiadat dan agama.

“Jadi jangan membeda-bedakan. Kalau satu aliran sama pemimpinnya maka dibantu, kalau beda tak mau membantu. Semua harus diayomi,”tuturnya.

Terkait dengan viralnya pernyataan Epyardi Asda tentang garin, menurutnya itu bukan penghinaan justru untuk memacu semangat garin agar terus berbuat untuk nagarinya.

“Itu bukan penghinaan, cuma itu digiring oleh orang-orang tertentu. Saya melihat justru beliau loyal. Ini bisa terlihat Pak Epyardi punya pondok pesantren dan masjid milik pribadinya. Ia juga dekat dengan ulama-ulama,”kata Tuanku Ismed.

Hal itu tidak lepas dari karakter kuat dan tegas Epyardi Asda yang tampil apa adanya.

“Itu lah beliau. Apa adanya dan memang ia tegas tapi niatnya tak lebih hanya ingin membangun nagari dan kampung halamannya,”ujar Tuanku Ismed. 

'Dan kami doakan beliau tetap tegar dan kuat untuk berjuang dengan niatnya yang tulus,"ucapnya menambahkan.

Sebagai pemilik pesantren Bupati Epyardi merasa terhomat bisa bertemu dengan ulama dan guru-guru tarekat yang juga memiliki pesantren dan pondok mengaji.

Dikatakan Epyardi, ia merasa senang karena bisa menjalin tali silaturahmi dengan ulama tarekat. 

“Saya hanya bisa berharap buya, tuanku semua bisa menikmati keindahan Kabupaten Solok. Dan terkait karakter saya dan apa yang telah saya bangun di kampung halaman, ini semua bentuk pengabdian saya,”ucapnya.

Dijelaskannya, sebagai kepada daerah harus mempunyai karakter yang tampil untuk warganya. Dan ia pun mengakui tidak bisa lunak jika harus menipu rakyatnya.

“Biarlah saya menjadi diri saya sendiri, dari pada harus menipu rakyat saya. Niat saya hanya untuk mengabdi. Kalau pun ketegasan saya viral dan mendapat respon masyarakat, saya berharap itu bisa menjadikan kita semua tampil apa adanya,”ujarnya.

Diungkapkannya, untuk melakukan perubahan di daerah butuh kekuatan ekstra dan kemauan yang tinggi. Bahkan rela berkorban banyak hal.

“Saya ikhlas menghibahkan sisa hidup ini demi kebangkitan dan kemaslahatan umat di Sumbar ini. Kalau tantangan saya sudah biasa. Dan tantangan itu bukan untuk dihindari tapi dihadapi. Siang saya berjuang malam saya bersujud melantunkan doa,”tuturnya.

Disampaikannya, dengan dukungan para ulama tarekat ia meyakini, semua usaha dan perjuangannya akan dicatat sebagai bentuk pengabdian.

“Dan saya meyakini apa pun hasilnya, saya berjuang untuk membangun semua sudah dicatat di lauhul mahfudz. Allah tidak akan mengubah nasib kita kalau tidak kita sendiri yang ingin mengubahnya,”ujarnya.

 


Arosuka, netralpost.net --- Bupati Solok Epyardi Asda bersama Ketua TP PKK Emiko Epyardi Asda menyerahkan zakat mal dan paket (kain sarung) di pondok pesantren milik pribadinya di  Nagari Singkarak, Kabupaten Solok pada Jumat (5/4/2024).

Pemberian zakat yang rutin digelar setiap tahunnya oleh Epyardi dan keluarga itu dihadiri oleh ribuan masyarakat nagari.

Suasana haru dan bahagia terlihat wajah warga yang menerima zakat dari orang nomor satu di Kabupaten Solok itu.

Ermi warga Nagari Singkarak mengungkapkan, setiap tahun ia mendapat zakat dari Epyardi Asda, Emiko dan keluarga. Bahkan zakat tersebut dapat membantunya terutama saat ramadan.

“Alhamdulilah saya dan warga lainnya terus dapat zakat dari Pak Epy dan Buk Emiko. Semoga beliau terus diberi kesehatan dan kebahagian serta tetap semangat memimpin di kampung kami (Kabupaten Solok),”ujarnya.

Hal yang sama juga diungkapkan oleh Irda, warga Nagari Singkarak. Dikatakannya, zakat yang diberikan Epyardi Asda sudah menjadi jadwal tahunan, bahkan jauh sebelum ia menjadi bupati.

“Jauh sebelum beliau menjadi bupati ia sudah berbagi zakat, dan semua warga sudah tahu itu. Kami berharap beliau terus membantu kami dan terus membagikan zakat kepada warga. Semoga terus bertambah zakatnya. Dan pak bupati sehat selalu,”tuturnya.

Bupati Epyardi Asda didampingi Ny.Emiko Epyardi mengatakan, saat ini ia bersyukur masih bisa membagikan zakatnya kepada warga di Kabupaten Solok. 

“Kami bersyukur alhamdulilah masih diberi kesempatan oleh Allah untuk berbagi melalui zakat kami ini. Dan ini kegiatan rutin kami setiap tahunnya,”ucap Epyardi.

“Memang benar sebelum saya jadi bupati membagikan zakat ini kepada warga sudah lama dilakukan. Jadi kami ingin zakat ini langsung dirasakan masyarakat,”ujarnya.

Bagi Epyardi membagikan zakat hanya untuk mendapat rida Allah. Menurutnya, membayar zakat mal merupakan salah satu ibadah yang disukai Allah. 

“Dengan memahami makna zakat mal dan membayarnya dengan benar, kita mendapatkan keberkahan dan rida Allah serta pahala yang besar di akhirat,”kata Epyardi.

Dalam pantauan di lapangan, ribuan masyarakat sudah memenuhi Ponpes milik Epyardi yang berada di depan kediamannya itu. 

Mayoritas yang datang ibu-ibu. Bahkan hingga pembagian selesai masih ada warga yang datang menemui Epyardi untuk mendapatkan zakat serta mengambil foto bersama.

 


Jateng, netral posting. Net- Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo menyebut terdapat tiga hal utama yang menjadi prioritas dalam rangka persiapan mudik Lebaran 2024 di Jawa Tengah.

Hal tersebut disampaikan langsung oleh Sigit usai meninjau kesiapan mudik di Gerbang Tol Kalikangkung KM 414, Semarang, Jawa Tengah, pada Rabu (3/4) sore.

Sigit mengatakan dari data milik Kementerian Perhubungan, diperkirakan ada peningkatan jumlah pemudik hingga 56 persen pada lebaran tahun ini. 

Oleh karenanya, ia menyebut diperkirakan jumlah pemudik yang melalui Gerbang Tol Kalikangkung juga bakal meningkat sebesar 4 persen. Sementara pada arus balik, Sigit mengatakan diprediksi bakal terjadi peningkatan hingga 1,5 persen. 

"Sehingga ini membutuhkan perhatian khusus, ada tiga hal yang menjadi perhatian kita. Pertama bagaimana agar kemacetan bisa diurai dengan baik," kata Sigit. 

Sigit menuturkan salah satu langkah yang telah disiapkan pihak kepolisian untuk mengurai kemacetan tersebut ialah dengan menambah beberapa pintu exit tol. 

Selain itu, ia mengatakan pada titik-titik exit tol tersebut nantinya juga akan disiapkan petugas tambahan dengan mesin card reader untuk mempercepat arus lalu lintas. 

Selanjutnya, Sigit juga turut memerintahkan jajarannya untuk memberikan informasi kepada masyarakat apabila kembali terjadi banjir di beberapa wilayah Jawa Tengah.

"Kalau tidak salah ada 11 titik yang sempat terlanda banjir dan sudah disiapkan jalur alternatif. Nanti mohon ini juga diinformasikan ke masyarakat sehingga jalur alternatif tersebut bisa jadi pilihan pada saat hujan tergenang," ujar Sigit. 

Prioritas kedua, kata dia, ialah untuk mengurangi jumlah kecelakaan lalu lintas selama periode mudik Lebaran 2024. Sigit menilai hal itu penting dilakukan agar seluruh masyarakat yang melaksanakan mudik dapat kembali ke daerah asal dengan selamat.

Di sisi lain, Sigit turut mengimbau kepada para pemudik agar tidak memaksakan diri selama berkendara ke kampung halaman. Ia meminta masyarakat yang sudah lelah dapat memanfaatkan rest area hingga posko-posko yang sudah disediakan. 

Sigit juga meminta agar masyarakat tidak beristirahat di bahu jalan karena dapat membahayakan pengendara lain dan menimbulkan kecelakaan lalu lintas. 

"Ada rest area yang bisa digunakan untuk istirahat sebentar namun juga disiapkan jalur exit mengarah ke jalur arteri yang tentunya banyak tempat bisa digunakan untuk istirahat," ucap Sigit.

Terakhir, Sigit mengimbau agar bagi masyarakat yang sudah bisa melaksanakan mudik untuk langsung memulai perjalanan. Dengan melaksanakan mudik lebih awal, diharapkan akan dapat mengurangi beban arus lalu lintas pada puncak arus mudik Lebaran. 

"Walaupun kita menggunakan rekayasa one way, tentunya apabila semuanya memilih itu akan sangat padat dan terjadi kemacetan," tutur Sigit. 

"Karena itu disiapkan mudik gratis di tanggal 6 dan 7 silahkan menghubungi Korlantas atau Polda setempat. Dari Kemenhub ada, Kementerian BUMN juga ada," tambah Sigit sekaligus mengakhiri.

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.