Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


 
Padang - Rumah hunian tetap (Huntap) segera dibangun di Balai Gadang, Kecamatan Koto Tangah, Padang. Rumah sederhana itu bebas banjir dan tsunami. 

"Sebagai bentuk perhatian kami kepada korban banjir bandang akhir November lalu, kami membangun huntap bagi mereka yang terdampak," jelas Asisten II Setdako Padang, Dido Aryadi saat ditemui di lokasi Huntap, Jumat (23/1/2026) siang. 

Huntap bagi korban banjir itu dibangun di atas tanah Pemko. Tepatnya di Bumi Perkemahan Pramuka, Balai Gadang. Rumah ini diperuntukkan bagi korban banjir yang kini masih menghuni hunian sementara dan Rusunawa di Lubuk Buaya. 

"Harapan kami tentunya korban banjir mendapatkan tempat yang layak di sini," ungkap Didi Aryadi. 

Lokasi dibangunnya Huntap itu telah melewati verifikasi Badan Geologi Nasional. Kondisi tanah terbilang layak dan aman dari gempa. Termasuk aman dari tsunami karena berada di ketinggian. 

Sementara itu, Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Permukiman Rakyat (DPUPR), Tri Hadiyanto menyebut, sebanyak 209 unit bangunan berdiri di atas tanah seluas 2,9 hektare. Nantinya, tiap rumah huntap bertype 36 dengan luas tanah 78 meter persegi. 

"Konsep bangunan couple, dua jadi satu. Jarak antar rumah satu meter," terang Tri Hadiyanto.

Rencananya pembangunan Huntap di Balai Gadang dimulai Senin (26/1/2026). Huntap ini dibangun oleh Yayasan Buddha Tzu Chi.  

Pekerja Sosial Yayasan Buddha Tzu Chi, Kahar menjelaskan bahwa bangunan huntap itu nantinya sesuai standar Rumah Sederhana. Rumah berdinding bata merah dengan atap seng dan kuda-kuda baja ringan. 

"Nanti akan ada dua kamar dan satu kamar mandi serta dapur," terangnya. 

Rumah sederhana itu juga memiliki instalasi listrik dalam ruangan dan instalasi air bersih.  Rumah ini diharapkan menjadi hunian yang nyaman bagi korban banjir lalu.(Charlie)

 

Aia Dingin, netralpost — Bupati Solok, DR. (H.C) Jon Firman Pandu, SH bersama Wakil Ketua Komisi VI DPR RI Andre Rosiade, SE meninjau langsung pembangunan akses Jalan Nasional Alahan Panjang–Surian pada Jumat (23/01/2026) di Nagari Air Dingin, Kecamatan Lembah Gumanti.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Asisten II Setda Kabupaten Solok Jefrizal, Kasatker PJN Wilayah II Sumbar Masudi, PPK 2.5 BPJN Sumbar Rai Fraja Nofvandro, ST., M.Sc., Kepala Dinas PUPR Kabupaten Solok Effia Vivi Fortuna, Kasatpol PP dan Damkar Asril, Camat Lembah Gumanti Andi Syofiani, serta Wali Nagari Air Dingin.

Dalam peninjauan tersebut, dibahas progres serta kendala pelaksanaan pembangunan jalan nasional yang kontraknya telah dimulai sejak 16 Desember 2025. Saat ini, pelaksanaan pembangunan masih menghadapi persoalan lahan akibat banyaknya permukiman masyarakat yang berada di sepanjang pinggir ruas jalan.

Diketahui, terdapat sebanyak 297 rumah warga yang berada di pinggiran jalan dan perlu direlokasi agar lebar ruas jalan dapat memenuhi standar jalan nasional.

Anggota DPR RI Andre Rosiade menyampaikan bahwa masyarakat diharapkan dapat memahami pentingnya pembangunan infrastruktur tersebut demi kepentingan bersama.

“Masyarakat pasti paham, karena dengan pembangunan jalan ini kampung dan halaman mereka akan menjadi lebih bagus. Intinya, komunikasi kita kepada masyarakat harus terus dilakukan,” ujar Andre Rosiade.

Sementara itu, Bupati Solok menegaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Solok akan menindaklanjuti persoalan tersebut secara intensif bersama seluruh pihak terkait.

“Ini akan kita tindak lanjuti secara intens bersama Dinas PUPR, Camat, dan jajaran lainnya. Insyaallah kita juga akan turun langsung menginformasikan kepada masyarakat,” jelas Bupati Solok.

Bupati  Jon Firman Pandu juga menjelaskan bahwa sebelumnya pemerintah daerah terkendala kondisi keuangan di akhir tahun 2025 yang belum memadai untuk melakukan ganti rugi lahan dan rumah masyarakat di kawasan pembangunan jalan nasional.

“Awal tahun 2026 ini, kondisi keuangan daerah sudah kembali membaik, dan insyaallah dalam satu bulan ke depan akan kita selesaikan,” tambahnya.

Di akhir penyampaiannya, Bupati Solok berharap adanya dukungan penuh dari masyarakat demi kelancaran pembangunan jalan nasional tersebut.

“Pembangunan ini demi kesejahteraan masyarakat. Karena itu, kami sangat membutuhkan dukungan dari masyarakat, khususnya yang tinggal di sepanjang ruas jalan nasional yang akan kita bangun,” pungkasnya.


Padang – Bencana hidrometeorologi mengakibatkan kerusakan di mana-mana. Di Padang, infrastruktur rusak berat, ekonomi merosot, sejumlah perumahan ikut terdampak. 

Wali Kota Padang Fadly Amran membenarkannya. Bencana yang melanda daerahnya pada 28 November 2026 lalu, telah menelan kerugian hingga triliunan rupiah. 

“Setelah diskusi bersama, total kerugian dan kerusakan tercatat mencapai sekitar Rp5,5 triliun,” ungkap Wali Kota Padang, Jumat (23/1/2026). 

Rincian kerusakan dan kerugian yakni sektor perumahan. Sektor itu menelan kerugian sekitar Rp2,4 triliun. Kemudian sektor infrastruktur sebesar Rp2,7 triliun, sektor ekonomi Rp154 miliar, termasuk sektor sosial Rp93 miliar, dan lintas sektor Rp140 miliar. 

Bencana banjir itu bahkan telah merusak ratusan rumah. Sebanyak 556 rumah rusak berat, 2.207 rusak sedang, dan 2.934 rusak ringan. Kemudian infrastruktur vital sebanyak 31 unit rumah, 13 jembatan terdampak, 74.000 meter jalan rusak, termasuk 22 bendungan. 

Tidak itu saja. Lima unit gedung pemerintahan ikut terdampak. Kemudian fasilitas pendidikan, kesehatan, rumah ibadah, irigasi, drainase, sistem air bersih, pertanian dan perikanan. 

Bencana hidrometeorologi berdampak pada 67.563 jiwa. Pemko Padang telah menyediakan hunian tetap (huntap) di Balai Gadang dan Kecamatan Pauh. Kebutuhan huntap yang harus disediakan Pemko Padang yakni 800 unit. Huntap tersebut untuk merelokasi warga yang ada di bibir sungai.(Charlie)

 

Padang - Krisis air melanda Kota Padang. Dua daerah terpapar yakni Kecamatan Kuranji dan Kecamatan Pauh. 

Mengatasi krisis, Pemerintah Kota Padang dibantu stakeholder terkait berencana mengalirkan air ke saluran irigasi. Saluran irigasi yang menjadi perhatian yakni irigasi Gunung Nago. 

"Iya kita sekarang fokus untuk mengalirkan air ke saluran irigasi Gunung Nago arah kanan dan arah kiri," ungkap Kepala Dinas Pekerjaan Umum Permukiman Rakyat (DPUPR) Kota Padang, Tri Hadiyanto, Jumat (23/1/2026). 

Saat ini, saluran irigasi Gunung Nago arah kiri (depan SMA 9) tengah dipenuhi sedimen.  Pihak DPUPR dan stakeholder segera membersihkannya. 

"Kita perlu bersihkan sebelum air dialirkan," ucap Tri. 

Nantinya pembersihan saluran dilakukan oleh Dinas PUPR Kota Padang dan SDABK Provinsi Sumatera Barat. Pembersihan dilakukan menggunakan alat excavator dan dump truck.

"Dan di saat yang bersamaan, BWS V memperbaiki intake salurannya," sebut Tri. 

Selain itu, mengatasi keperluan air bersih pada saat pekerjaan saluran, Balai Cipta Karya (BPBPK) akan membantu lima armada tangki dan 30 HU dengan pengambilan air di Limau Manis dengan bantuan pompa dari BWS V. 

"Sedangkan untuk saluran irigasi Gunung Nago arah kanan, akan dialiri air dengan menggunakan pompa dari BWS V yang dibantu pipa dari BPBPK," jelas Kepala DPUPR Padang.(Charlie)

 



Padang– Pemerintah Kota (Pemko) Padang menyatakan komitmennya untuk ikut mengawal secara intensif proses pembebasan lahan pembangunan Fly Over Sitinjau Lauik dan Tol Padang-Sicincin. 

Hal tersebut ditegaskan Penjabat (Pj) Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa, saat menghadiri Rapat Monitoring dan Evaluasi (Monev) serta konsinyering isu pembebasan lahan di Hotel Santika Padang, Jumat (23/1/2026).

Rapat strategis ini secara khusus membahas percepatan pengadaan 23 bidang lahan untuk Fly Over Sitinjau Lauik, termasuk penanganan khusus pada area sempadan sungai yang menjadi isu krusial agar tidak menghambat pelaksanaan konstruksi di lapangan.

Dalam arahannya, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Muhibuddin, memberikan penekanan serius mengenai perlunya kesamaan visi antar-instansi demi kelancaran Proyek Strategis Nasional (PSN) tersebut. "Pentingnya sinergi lintas sektor. Saya meminta seluruh pihak menghindari ego sektoral sehingga proses pembebasan lahan dapat berjalan lebih cepat, efektif, dan tepat sasaran," tegas Muhibuddin.

Senada dengan hal itu, Sekretaris Deputi Bidang Koordinasi Pemerataan Pembangunan Wilayah Kementerian Koordinator Bidang Infrastruktur dan Pembangunan Wilayah, Raymundus Nggajo, memaparkan bahwa proyek dengan skema Kerjasama Pemerintah dan Badan Usaha (KPBU) ini memerlukan gerak cepat dalam verifikasi dokumen. "Lakukan pengecekan berkas per bidang lahan, pastikan kelengkapan dokumen, lakukan paraf dan verifikasi bersama Satgas, serta proses segera data yang telah dinyatakan lengkap tanpa penundaan," ujar Raymundus.

Menanggapi instruksi tersebut, Pj Sekda Kota Padang, Raju Minropa, memastikan bahwa Pemerintah Kota Padang akan berdiri sebagai garda terdepan dalam mendukung kelancaran administrasi di tingkat daerah. Ia menegaskan bahwa seluruh jajaran pemerintah kota akan bekerja ekstra untuk memastikan proyek ini tidak terhambat oleh kendala lahan.

“Sesuai arahan Bapak Wali Kota dan Wawako, Pemerintah Kota Padang akan terus mengawal proses ini secara intensif, agar PSN yang berada di Kota Padang bisa berlangsung dengan baik,” kata Raju Minropa. (Taufik)

 



Padang  - Pemerintah Kota Padang mengikuti Rapat Koordinasi Percepatan Pendataan Bantuan Pascabanjir Bandang secara daring di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota, Jumat (23/1/2026). Di rapat itu ditegaskan urgensi validasi data agar bantuan perumahan, isi hunian, dan jaminan hidup (Jadup) dapat segera disalurkan secara tepat sasaran. 

Rapat diikuti Asisten I Tarmizi Ismail, Asisten III Corri Saidan, Kalaksa BPBD Hendri Zulviton serta sejumlah kepala OPD. Rapat yang diinisiasi oleh Ditjen Otoda Kemendagri itu berlangsung hangat. 

Di rapat itu, Pemerintah pusat memberlakukan alur verifikasi berlapis untuk menjamin akurasi data. Proses dimulai dari Surat Keputusan (SK) Kepala Daerah, pemadanan data identitas melalui BPS dan Dukcapil, hingga validasi lapangan.

Pemerintah pusat memberikan tenggat waktu pengumpulan data terverifikasi paling lambat Jumat (23/01/2026) pukul 17.00 WIB. 

Sementara itu,  berdasarkan update data kerusakan Kota Padang, terjadi penyusutan angka yang signifikan setelah dilakukan verifikasi lapangan menggunakan standar pengkajian hitung cepat pasca bencana (Jitupasna). 

Di Kota Padang, dari 6.423 kejadian yang dilaporkan, hanya 822 unit rumah yang dinyatakan masuk kategori rusak. Rinciannya yakni 136 rumah hanyut, 422 rusak berat, 112 rusak sedang, dan 212 rusak ringan. Sementara, sebanyak 5.541 kejadian lainnya dinyatakan tidak masuk kategori penerima bantuan pusat.

"Saat ini kita tengah melakukan tahap uji publik yang dijadwalkan berlangsung hingga Sabtu pagi esok untuk memastikan transparansi data sebelum disahkan," jelas Kalaksa BPBD Padang, Hendri Zulviton.(Defrianto / Charlie)

 


Padang — Kementerian Hukum dan HAM Kanwil Sumatera Barat menggelar kegiatan Penguatan Kapasitas HAM bagi Masyarakat Kota Padang, Jumat (23/1/2026). Kegiatan dengan tema “Peran Strategis Orang Tua dalam Menanamkan Nilai-nilai HAM Sejak Dini”, itu dilaksanakan di Ruang Bagindo Aziz Chan, Balai Kota Padang. 

Kegiatan tersebut dibuka Staf Ahli Wali Kota Bidang Kemasyarakatan dan SDM, Feri Mulyani Hamid. Nampak hadir sejumlah undangan yakni para orang tua dan wali murid tingkat SD dan SMP se-Kota Padang. 

Feri Mulyani menegaskan bahwa pendidikan HAM berbasis keluarga merupakan investasi jangka panjang dalam membentuk generasi berkarakter dan beretika. 

“Melalui kegiatan ini diharapkan tumbuh kesadaran kolektif bahwa pendidikan HAM berbasis keluarga adalah fondasi penting dalam membangun generasi yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan sesuai jati diri bangsa,” ujarnya. 

Ia juga menekankan peran strategis orang tua sebagai pendidik sekaligus teladan utama bagi anak. 

"Penanaman nilai HAM sejak dini dapat dimulai dari hal sederhana, seperti saling menghargai, menghormati perbedaan, menegakkan keadilan dalam keluarga, serta membiasakan musyawarah dan empati dalam kehidupan sehari-hari,” tambahnya. 

Sementara itu, Kepala Kantor Kemenham RI Kanwil Sumbar, Dewi Nofyenti, menyampaikan bahwa sosialisasi ini bertujuan agar orang tua mampu membimbing anak-anak memahami hak dan kewajibannya sejak dini. 

"Ketika anak memahami haknya dan hak orang lain, mereka akan lebih menghargai sesama serta terhindar dari perilaku negatif seperti perundungan atau kekerasan di sekolah,” jelasnya. 

Menurut Dewi, keluarga tetap menjadi pondasi utama pembentukan karakter anak. 

“Sekolah adalah rumah kedua, namun peran orang tua di rumah adalah kunci utama dalam menanamkan nilai-nilai HAM,” tutupnya.(Viqi / Charlie)

 

PADANG, NETRALPOST – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat kembali menggelar program unggulan "Polisi Sahabat Anak" (Polsanak) dalam upaya membentuk karakter disiplin berlalu lintas sejak usia dini. Kegiatan yang berlangsung pada Jumat, 23 Januari 2026 ini, bertempat di Markas Ditlantas Polda Sumbar, Padang.

Puluhan anak-anak dari tingkat Taman Kanak-kanak (TK) disambut hangat oleh personel Ditlantas dengan suasana yang penuh keceriaan. Program ini bertujuan untuk menghilangkan kesan menakutkan sosok polisi di mata anak-anak, sekaligus mengenalkan aturan dasar keselamatan di jalan raya dengan metode bermain sambil belajar.

Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa edukasi dini merupakan investasi jangka panjang untuk menciptakan budaya tertib berlalu lintas di masa depan. "Kami mengenalkan rambu-rambu lalu lintas, cara menyeberang yang aman di zebra cross, hingga pentingnya penggunaan helm standar nasional (SNI) saat dibonceng orang tua," ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak berkeliling menggunakan kendaraan dinas kepolisian dan melihat langsung fasilitas pelayanan di Ditlantas. Para polwan yang bertugas juga memberikan materi melalui lagu-lagu edukatif dan kuis berhadiah, yang disambut dengan antusiasme tinggi oleh para peserta.

Selain edukasi keselamatan, Ditlantas Polda Sumbar juga menekankan pentingnya peran orang tua dalam memberikan contoh yang baik saat berkendara. Diharapkan, melalui program Polsanak ini, anak-anak dapat menjadi "polisi" bagi diri mereka sendiri dan pengingat bagi lingkungan keluarga mereka.

Bagi sekolah atau instansi pendidikan yang ingin berpartisipasi dalam program ini, informasi lebih lanjut mengenai jadwal dan prosedur kunjungan dapat diakses melalui situs resmi Polda Sumbar atau datang langsung ke kantor Ditlantas terdekat.



 

PADANG, NETRALPOST – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat menggelar peringatan Isra' Mi'raj Nabi Muhammad SAW 1447 H/2026 M bertempat di Masjid Al-Azhar, Mapolda Sumbar, Jumat (23/1/2026). Kegiatan ini mengusung tema penguatan mental dan spiritual personel Polri dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang kondusif.

Acara tersebut dihadiri langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, didampingi para Pejabat Utama (PJU) Ditlantas, serta diikuti oleh seluruh personel Polri dan ASN di lingkungan Direktorat Lalu Lintas.

Dalam sambutannya, Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menyampaikan bahwa esensi dari peringatan Isra' Mi'raj, terutama perintah shalat lima waktu, harus dimaknai sebagai pondasi disiplin dan integritas bagi setiap anggota kepolisian. "Perjalanan spiritual Rasulullah mengajarkan kita tentang ketaatan dan tanggung jawab. Hal ini harus diimplementasikan dalam memberikan pelayanan terbaik dan humanis kepada masyarakat di jalan raya," ujarnya.

Peringatan ini diisi dengan tausiyah agama yang menekankan pentingnya menjaga amanah dalam bertugas. Ustadz penceramah mengajak para personel untuk menjadikan momen ini sebagai sarana evaluasi diri (muhasabah) agar terhindar dari penyimpangan dan selalu mengedepankan etika dalam penegakan hukum lalu lintas.

Kegiatan ditutup dengan doa bersama untuk keselamatan bangsa dan kelancaran tugas Polri ke depan. Melalui kegiatan ini, diharapkan mentalitas personel Ditlantas Polda Sumbar semakin solid dan berakhlak mulia dalam menjalankan tugas profesinya.(*) 




sumbar, netralpost – Kapolda Sumatera Barat, Irjen Pol. Gatot Tri Suryanta, membawa kabar baik bagi pelaku tambang rakyat di Sumatera Barat setelah melakukan pertemuan langsung dengan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), pada Selasa (20/1/2026) di Jakarta. Dalam pertemuan tersebut, diputuskan bahwa penetapan Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) ditargetkan selesai pada awal Februari mendatang.

Pertemuan strategis yang turut dihadiri oleh Dirjen Minerba ini menjadi titik terang bagi legalitas penambangan di daerah. 

Irjen Pol. Gatot menyampaikan bahwa Menteri ESDM telah memerintahkan jajaran terkait untuk segera menyelesaikan segala kelengkapan teknis.

"Tadi Pak Menteri langsung memerintahkan bahwa di awal Februari, WPR-nya harus sudah selesai. Secara teknis, nanti dari Pemerintah Provinsi (Pemprov) bersama kementerian terkait akan melakukan apa yang menjadi kelengkapan-kelengkapan tersebut," ujar Kapolda Sumbar usai pertemuan.

Penyelesaian WPR ini merupakan langkah awal untuk penerbitan Izin Pertambangan Rakyat (IPR). Kapolda menegaskan bahwa tujuan utama dari langkah ini adalah untuk melegalkan aktivitas masyarakat yang selama ini melakukan penambangan tanpa izin, agar masuk ke dalam mekanisme formal yang diakui negara.

Menurutnya, ini adalah solusi terbaik yang memberikan dampak positif dari dua sisi, kesejahteraan ekonomi dan kelestarian alam.

"Ini adalah solusi terbaik sehingga masyarakat ke depan bisa melakukan penambangan secara legal. Kemudian lingkungan juga terjaga dengan baik, masyarakat sejahtera sesuai yang disampaikan Bapak Prabowo, yaitu sebesar-besarnya untuk kemakmuran rakyat," pungkas Irjen Pol. Gatot.

Diharapkan dengan terbitnya WPR dan IPR dalam waktu dekat, konflik sosial akibat pertambangan ilegal dapat diminimalisir dan kontribusi sektor pertambangan rakyat terhadap ekonomi daerah dapat lebih optimal serta terukur secara lingkungan.


(Red)

PADANG — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) terus memperkuat peran perhutanan sosial sebagai instrumen strategis dalam penguatan ekonomi masyarakat sekitar kawasan hutan. Upaya tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Bimbingan Teknis Penyusunan Rencana Usaha Perhutanan Sosial (RUPS).

Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah menyampaikan kegiatan ini menjadi langkah penting untuk meningkatkan kapasitas kelompok pengelolaan usaha perhutanan sosial agar lebih terarah, berkelanjutan, dan sesuai dengan kebutuhan pasar.

“Melalui kegiatan ini diharapkan kapasitas kelompok pengelolaan usaha perhutanan sosial di Sumatera Barat semakin meningkat, sekaligus mampu mengembangkan bidang usaha yang benar-benar dibutuhkan pasar,” ujar Mahyeldi saat membuka Bimtek Penyusunan RUPS di The ZHM Premiere Hotel Padang, Kamis (22/1/2026).

Gubernur menegaskan, perhutanan sosial di Sumbar tidak lagi dipandang semata sebagai program pengelolaan hutan, melainkan telah menjadi bagian penting dari strategi pembangunan daerah dan peningkatan kesejahteraan masyarakat di sekitar kawasan hutan.

“Perhutanan sosial merupakan solusi strategis dalam menjawab tantangan pengelolaan hutan, agar tetap lestari sekaligus memberikan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ungkapnya.

Melalui kebijakan perhutanan sosial, lanjut Mahyeldi, masyarakat diberikan ruang dan kepercayaan untuk mengelola kawasan hutan secara mandiri, bertanggung jawab, dan berkelanjutan, dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan.

Gubernur juga mengungkapkan, hingga saat ini luasan perhutanan sosial di Sumbar telah mencapai 340 ribu hektare. Capaian tersebut tidak hanya berkontribusi terhadap upaya pelestarian hutan, tetapi juga berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat. Bahkan, sejak tahun 2025, rata-rata pendapatan petani hutan di Sumbar tercatat mencapai Rp3,1 juta per bulan.

Menurut Mahyeldi, keberhasilan perhutanan sosial sangat ditentukan oleh kualitas pengelolaan di tingkat Kelompok Perhutanan Sosial (KPS) dan Kelompok Usaha Perhutanan Sosial (KUPS). Oleh karena itu, penyusunan RUPS menjadi tahapan penting dalam memperkuat perencanaan usaha, tata kelola kelembagaan, serta meningkatkan daya saing produk hasil hutan.

“Kami mendorong pengelola KPS dan KUPS untuk terus berinovasi, meningkatkan produktivitas, dan memperluas akses pasar. Dengan pengelolaan yang baik dan berorientasi usaha, perhutanan sosial dapat membuka lapangan kerja baru serta memberikan nilai tambah ekonomi yang lebih besar bagi masyarakat,” tegasnya.

Bimbingan Teknis Penyusunan RUPS ini diselenggarakan oleh Dinas Kehutanan Provinsi Sumbar selama dua hari ini, bertujuan memperkuat kelembagaan dan usaha KPS/KUPS, mendorong peningkatan level KUPS dari Silver ke Gold maupun dari Gold ke Platinum, serta mendukung pencapaian Rencana Operasional FOLU Net Sink 2030.

Sebanyak 90 peserta mengikuti kegiatan ini, terdiri dari 60 pengelola KPS/KUPS level Silver dan Gold yang berasal dari 30 kelompok dengan beragam komoditas, seperti ekowisata, agroforestri kopi dan durian, madu, pengolahan pangan lokal, gaharu, serta rotan. Selain itu, kegiatan ini juga diikuti oleh 30 pendamping KPS/KUPS yang berasal dari penyuluh kehutanan ASN serta NGO/CSO.

Gubernur berharap, melalui kegiatan ini dapat dihasilkan dokumen RUPS yang matang dan siap disahkan, penguatan kelembagaan kelompok, peningkatan kualitas dan daya saing produk, serta terwujudnya pengelolaan hutan yang semakin lestari dan berkelanjutan di Provinsi Sumatera Barat.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Direktur Pengembangan Usaha Perhutanan Sosial Direktorat Jenderal Perhutanan Sosial Kementerian Kehutanan atau yang mewakili, Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Barat, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Sumatera Barat, Kepala UPTD PLUT Koperasi dan UMKM Provinsi Sumatera Barat, serta seluruh peserta Bimbingan Teknis Penyusunan RUPS. (Adpsb/rmz/bud)

 

Padang - Kesebelasan berjuluk "Pandeka Minang", PSP Padang akhirnya mematahkan perlawanan lawannya, Josal FC, Kamis (22/1/2026). Laga perdana Liga 4 Sumatera Barat yang ditabuh di Stadion Haji Agus Salim Padang berlangsung sengit. 

Begitu pluit panjang dibunyikan wasit, penggawa PSP Padang langsung mengambil inisiatif serangan. Serangan dari sayap kiri dan kanan menggedor pertahanan Josal FC. 

Terbukti, di menit ketujuh, seorang pemain PSP Padang, Feruzen Maulana mampu menjebol gawan Josal FC. Tendangannya dari luar kotak penalti meluncur deras ke sisi kiri gawan Josal FC. 

Keunggulan satu gol membuat kesebelasan PSP terus termotivasi melakukan serangan. Serangan bertubi-tubi terus dilancarkan dari pertahanan kiri dan kanan Josal FC. Sayangnya, serangan itu tak berlangsung lama. Selepas 15 menit pertandingan digelar,  PSP mengendorkan serangan. 

Kendornya serangan PSP Padang dimanfaatkan Josal FC. Serangan kemudian diambil alih pemain Josal FC. Sayang, penyelesaian akhir yang kurang matang membuat Josal FC tidak mampu menciptakan gol hingga babak pertama berakhir. 

Di babak kedua, PSP Padang kembali mendominasi serangan. Carrel Sayadef kembali menambah keunggulan PSP Padang di menit ke 74. Sundulan kepalanya menghunjam ke gawang Josal FC. 

Tak mau ketinggalan, Josal FC meningkatkan intensitas serangan. La Ode Muhammad Harun berhasil mengeksekusi penalti yang diberikan wasit. Hingga akhir pertandingan, skor tidak berubah, 2-1 untuk kemenangan PSP Padang di laga perdana Liga 4 Sumatera Barat.(Charlie)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.