netralpost,50 Kota, Sumatra Barat – Di bawah langit pagi yang cerah, semangat pengabdian terus membara di dada anggota Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres 50 Kota. Dipimpin langsung oleh Kasatlantas, IPTU Zarwiko Irzal, S.H., bersama seluruh personelnya, pihaknya menegaskan komitmen kuat untuk terus meningkatkan kesiapsiagaan dalam menjaga keamanan dan ketertiban lalu lintas.
Mengusung semangat “Melindungi, Mengayomi, dan Melayani”, Satlantas hadir bukan hanya sebagai penegak aturan, melainkan sebagai sahabat masyarakat yang siap membantu kapan saja.
Polantas Hadir, Polantas Sigap: Layanan Tanpa Henti,dalam kesempatan tersebut, IPTU Zarwiko Irzal menegaskan bahwa kehadiran polisi di jalan raya adalah wujud nyata dari dedikasi penuh.
“Kami hadir dengan prinsip Polantas Hadir, Polantas Sigap. Kami siap siaga 1×24 jam non-stop untuk melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Baik pagi, siang, maupun malam, kami selalu ada untuk memastikan perjalanan warga aman dan lancar,” ujar Kasatlantas dengan tegas.
Target utama dari kegiatan ini adalah terwujudnya kondisi lalu lintas yang kondusif dengan tagline “Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan”. Upaya maksimal dilakukan agar angka kecelakaan lalu lintas dapat ditekan seminimal mungkin.
Untuk mewujudkan keselamatan tersebut, pihak kepolisian juga menyampaikan himbauan serius namun penuh persaudaraan kepada seluruh pengguna jalan.
“Kami mengimbau seluruh masyarakat untuk selalu disiplin. Pastikan melengkapi kelengkapan administrasi kendaraan, selalu gunakan helm standar nasional bagi pengendara roda dua, serta patuhi seluruh rambu-rambu lalu lintas yang berlaku,” pesan Zarwiko.
Lebih lanjut ia menambahkan, “Mohon untuk selalu mengindahkan dan mengikuti arahan personel Satlantas yang bertugas di lapangan. Keselamatan Anda adalah prioritas kami.”
Dengan sinergi antara kepatuhan masyarakat dan kewaspadaan petugas, diharapkan tercipta lingkungan berlalu lintas yang aman, nyaman, dan bebas dari marabahaya.
Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat perannya sebagai moda transportasi publik yang efisien, terjangkau, sekaligus ramah lingkungan. Sepanjang triwulan I tahun 2026, optimalisasi penggunaan bahan bakar minyak (BBM) subsidi menjadi salah satu upaya strategis dalam mendukung mobilitas masyarakat di wilayah Sumatera Barat.
Berdasarkan data operasional periode Januari hingga Maret 2026, KAI Divre II Sumbar mencatat konsumsi BBM subsidi sebanyak 225.480 liter untuk melayani 512.741 pelanggan. Pemanfaatan energi tersebut dilakukan secara terukur dan efisien guna memastikan layanan transportasi tetap berjalan optimal di tengah keterbatasan sumber daya energi.
Optimalisasi penggunaan BBM tersebut juga merupakan bagian dari penerapan prinsip Good Corporate Governance (GCG), khususnya dalam aspek akuntabilitas, tanggung jawab, dan efisiensi pengelolaan sumber daya perusahaan. KAI Divre II Sumbar memastikan setiap penggunaan BBM subsidi dilakukan secara transparan, tepat sasaran, dan sesuai ketentuan yang berlaku, sehingga manfaatnya benar-benar dirasakan oleh masyarakat luas. Dengan tata kelola perusahaan yang baik, setiap sumber daya yang digunakan dapat dipertanggungjawabkan sekaligus mendukung keberlanjutan operasional perusahaan.
Dukungan subsidi pemerintah melalui skema Public Service Obligation (PSO) turut menjadi faktor penting dalam menjaga keterjangkauan layanan kereta api bagi masyarakat. Melalui PSO, pemerintah memberikan subsidi agar tarif kereta api tetap terjangkau, sehingga masyarakat dapat menikmati moda transportasi yang aman, nyaman, dan ekonomis. Optimalisasi penggunaan BBM subsidi yang dilakukan KAI Divre II Sumbar menjadi bagian dari komitmen perusahaan dalam memastikan bahwa dukungan pemerintah tersebut benar-benar memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat, khususnya dalam menunjang mobilitas harian dan pertumbuhan ekonomi daerah.
Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab menyampaikan bahwa efisiensi penggunaan BBM memiliki dampak langsung terhadap keterjangkauan biaya perjalanan bagi masyarakat.
“Efisiensi energi yang kami lakukan berimplikasi pada biaya operasional yang lebih terkendali, sehingga tarif yang dikenakan kepada pelanggan tetap terjangkau. Di tengah keterbatasan BBM, kereta api hadir sebagai solusi mobilitas yang hemat, aman, dan dapat diandalkan,” ujarnya.
Tingkat efisiensi ini dinilai sangat baik, mengingat layanan kereta api di wilayah Divre II Sumbar mencakup rute jarak menengah seperti Padang–Naras pulang-pergi, hungga KA Lembah Anai relasi Padang–Kayutanam.
Penggunaan BBM tersebut mencakup operasional lokomotif sebagai penggerak utama rangkaian kereta serta mesin pembangkit untuk kebutuhan listrik di dalam kereta, seperti penerangan, pendingin udara, dan fasilitas pengisian daya bagi pelanggan. Hal ini menunjukkan bahwa satu sumber energi mampu mendukung berbagai aspek pelayanan sekaligus.
Lebih lanjut, Reza menjelaskan bahwa seluruh armada diesel di wilayah Divre II Sumbar saat ini telah menggunakan Biosolar B40, yaitu campuran 60 persen solar dan 40 persen biodiesel.
“Penggunaan Biosolar B40 tidak hanya mendukung efisiensi operasional, tetapi juga berkontribusi dalam menekan emisi karbon. Hal ini sejalan dengan komitmen KAI dalam mendukung target Net Zero Emission 2060,” jelasnya.
Selain lebih ramah lingkungan, bahan bakar ini juga memiliki karakteristik yang lebih mudah terurai secara alami, sehingga dapat meminimalkan dampak pencemaran terhadap lingkungan, khususnya di sekitar jalur rel.
Di sisi lain, KAI Divre II Sumbar juga mencatat penggunaan 65.900 liter BBM nonsubsidi yang dialokasikan untuk mendukung kegiatan perawatan sarana dan prasarana, termasuk alat kerja dan mesin perawatan jalur rel guna memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap terjaga.
Melalui pengelolaan energi yang efisien dan berkelanjutan, KAI Divre II Sumbar menegaskan komitmennya untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang andal, terjangkau, dan berwawasan lingkungan.
“Setiap penggunaan BBM subsidi harus tepat sasaran dan memberikan manfaat maksimal bagi masyarakat. KAI akan terus menjadi tulang punggung transportasi publik yang tidak hanya efisien dan andal, tetapi juga berkelanjutan,” pungkas Reza.
Padang, netralpost --- Di Padang, ketika senja jatuh di batas Pantai Purus, dan riuh jalanan Iman Bonjol mulai mereda, ada satu nama yang tetap tenang menatap layar gawai. Ia bukan anak muda yang mengejar clickbait, melainkan seorang penjaga api jurnalistik yang jemarinya telah menari di atas mesin tik sejak Orde Baru. Ia adalah Obral Chaniago.
Lahir di Bayang, Pesisir Selatan pada tahun 1966, Obral membawa aroma laut dan keteguhan alam Minang ke dalam setiap tulisan. Sejak 1988, saat dunia masih mencium bau tinta basah Harian Umum Semangat-di mana redaksinya pernah berteduh di Jalan Iman Bonjol 50, Padang-Obral telah menasbihkan diri sebagai "kuli tinta".
Surat Kabar ke Layar Digital: Sebuah Kesetiaan
Menyaksikan Obral hari ini adalah menatap sejarah yang hidup. Ia jembatan dari zaman kertas koran yang kuning dimakan usia, beranjak ke era cahaya digital yang serba cepat. Pria berdarah Pesisir Selatan ini tidak tumbang oleh milenialisme, ia mengadopsinya. Baginya, teknologi hanyalah alat, namun netralitas dan konfirmasi berimbang adalah ruh yang tak boleh mati.
Ia bukan wartawan yang duduk manis menunggu rilis berita. Obral adalah pelancong informasi. Kita sering menemuinya melangkah penuh wibawa namun santun di ruang-ruang OPD Pemprov Sumbar maupun Pemko Padang, mengejar wawancara khusus.
Namun, di saat yang sama, ia tak canggung duduk di warung kopi, mendengar keluh kesah masyarakat akar rumput. Narasi politik, sosial, budaya, ekonomi, hingga hukum, ia jalin menjadi berita yang menyuarakan kepentingan orang banyak.
Mengunyah Asam Garam: Merawat Kepuasan
Menjadi wartawan selama puluhan tahun-sejak 1988-bukanlah perjalanan yang lurus.
Obral telah begitu banyak menelan "asam garam" pemberitaan. Ada kalanya tulisannya berseberangan dengan arus pemikiran masyarakat, atau membuat telinga pejabat memerah. Namun, bagi Obral, itu bukan tantangan yang menegangkan. Itu adalah kesenangan.
"Profesi ini adalah kepuasan", ujarnya. "Bila sebuah tulisan, sebuah konfirmasi, dapat menjadi acuan, menjadi penerang bagi pembaca, di situlah letak bahagia saya."
Ia menghabiskan masa mudanya untuk mengabdi pada kata. Kini, di usianya yang tak muda lagi, ia gonta-ganti redaksi, berpindah platform lokal demi memastikan tulisannya terus tayang. Namun, gairahnya tetap sama: menyajikan berita yang konformatif, berimbang, dan berpihak pada pembangunan yang bersentuhan langsung dengan keperluan masyarakat banyak.
Obral Chaniago adalah saksi. Ia adalah pena yang menolak berkarat. Ia membuktikan bahwa meski media berubah, dari cetak ke digital, integritas seorang jurnalis sejati-sang pengunyah asam garam itu-akan terus abadi.
Penulis: Obral Chaniago.
PADANG, NETRALPOST – Dalam rangka memperkaya wawasan dan pengalaman tugas, rombongan siswa Dikbangspes Sekolah Polisi Negara (SPN) Polda Sumatera Barat melakukan kunjungan kerja ke Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumbar.
Kunjungan ini merupakan bagian dari kurikulum pendidikan yang menekankan pada pembelajaran langsung di lapangan, sehingga para siswa dapat melihat dan memahami secara nyata bagaimana pelaksanaan tugas dan fungsi Polantas.
Kegiatan berlangsung di bawah arahan langsung Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., yang diwakili oleh para personel Ditlantas.
Dalam sesi pembekalan, para instruktur menekankan bahwa menjadi anggota Polri bukan hanya soal teknis operasional, tetapi juga harus dibangun di atas fondasi kedisiplinan yang tinggi, profesionalisme dalam bertindak, serta kesiapan mental dan fisik yang prima.
“Melalui kunjungan ini, kami ingin menanamkan pemahaman bahwa setiap personel Polri hadir untuk menjadi pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat. Nilai-nilai ini harus sudah tertanam kuat sejak masa pendidikan,” ujar salah satu personel yang memberikan materi.
Para siswa terlihat sangat antusias dan khidmat mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Interaksi langsung dengan petugas dan penjelasan mendalam mengenai sistem kerja di Ditlantas diharapkan dapat menjadi bekal berharga bagi mereka saat nanti lulus dan ditugaskan ke masyarakat.
Pasaman barat, netralpost --- Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) resmi menyetujui tujuh blok Wilayah Pertambangan Rakyat (WPR) di Kabupaten Pasaman Barat (Kab.Pasbar). Persetujuan ini diharapkan dapat memberikan legalitas bagi aktivitas pertambangan masyarakat sekaligus meningkatkan kesejahteraan ekonomi warga setempat.
Penetapan WPR tersebut menjadi langkah strategis pemerintah dalam menata aktivitas pertambangan rakyat agar lebih terorganisir, ramah lingkungan, serta sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Sebagaimana yang telah disampaikan oleh Kepala Dinas ESDM Sumbar Helmi Heriyanto. "Keputusan Menteri ESDM tentang wilayah pertambangan rakyat di Sumatera Barat telah keluar, termasuk untuk wilayah Pasaman Barat sebanyak tujuh blok atau tujuh titik," terangnya di Simpang Empat, Kab.Pasaman Barat, Rabu (15/4/2026).
Sesuai penyampaian Helmi, tujuh lokasi yang disetujui itu adalah 1 titik didaerah Koto Nan Duo Kecamatan Koto Balingka, 3 titik di Taming Julu Kecamatan Ranah Batahan, 2 titik di Muaro Binonto dan Sawah Mudiah Kecamatan Ranah Batahan, dan 1 titik lagi berada di Astra Muaro Kiawai Kecamatan Gunung Tuleh.
Menanggapi hal tersebut, Kapolres Pasaman Barat, Agung Tribawanto, mengingatkan masyarakat dan para penambang agar menjalankan aktivitasnya nanti sesuai dengan titik koordinat yang telah ditetapkan.
“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat/pengelola yang nantinya melakukan aktivitas pertambangan rakyat agar tidak keluar dari titik koordinat yang sudah ditentukan dalam WPR. Hal ini penting untuk menjaga situasi keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), serta meminimalisir dampak terhadap lingkungan,” ujarnya, Jum'at (17/4/2026).
Kapolres juga menegaskan bahwa pihak kepolisian akan melakukan pengawasan secara berkala guna memastikan aktivitas pertambangan berjalan sesuai aturan. Apabila ditemukan pelanggaran, seperti aktivitas di luar wilayah yang diizinkan, maka akan ditindak sesuai hukum yang berlaku.
Selain itu, Agung juga mengajak seluruh pihak, termasuk pemerintah daerah dan masyarakat, untuk bersama-sama menjaga kelestarian lingkungan di sekitar wilayah pertambangan.
"Dengan adanya legalitas WPR ini, diharapkan aktivitas pertambangan rakyat di Pasaman Barat dapat berjalan lebih tertib, aman, dan memberikan manfaat ekonomi tanpa mengabaikan aspek lingkungan dan hukum," ulas Agung.
Untuk pengesahan WPR ini ada empat dokumen yang harus dilampirkan :
- Dokumen lingkungan berupaya upaya pengelolaan lingkungan dan upaya pemantauan lingkungan (UKL-UPL),
- Dokumen persetujuan kesesuaian kegiatan pemanfaatan ruang (KKPR),
- klarifikasi status kawasan hutan.
- Rekomendasi dari yang memiliki otoritas seperti wilayah sungai.
Dan untuk teknis penambangan ada dua cara pengelolaan yakni :
- Melalui koperasi maksimal 10 hektare.
- Perorangan 5 hektare.
pasamanbarat, netralpost – Polres Pasaman Barat menggelar latihan pengendalian massa (Dalmas) di halaman Mapolres setempat, Rabu (15/4/2026).
Personel yang dilibatkan dalam latihan Dalmas tersebut sebanyak 120 orang, yang terdiri dari tim Negosiator, dalmas awal dan dalmas lanjutan serta tenaga Kesehatan lapangan.
Kapolres Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.Ik melalui Kabag SDM Polres Pasaman Barat Kompol Tarpi Niswar selaku koordinator mengatakan bahwa kegiatan latihan dalmas ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan, profesionalisme dan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi unjuk rasa hingga kerusuhan.
Latihan ini juga berfungsi sebagai penyegaran dan pengingat kembali materi yang telah diterima personel saat pendidikan. “Hal ini penting kita lakukan guna memastikan keterampilan dan pengetahuan mereka dalam pengendalian massa tetap terasah dan sesuai dengan prosedur operasional standar yang berlaku,” ujar Kompol Tarpi Niswar.
Kabag SDM melanjutkan, fokus kegiatan adalah penguatan formasi dalmas awal dan lanjutan, penggunaan perlengkapan dalmas secara tepat, serta simulasi skenario pengamanan unjuk rasa dengan pendekatan humanis dan terukur.
Latihan ini penting untuk memastikan bahwa personel Polres Pasaman Barat siap menghadapi situasi yang membutuhkan pengendalian massa, sekaligus menjunjung tinggi prinsip-prinsip hak asasi manusia dalam menyampaikan pendapat di muka umum.
“Dengan latihan yang intensif, diharapkan personel kita dapat bertindak profesional, proporsional, dan efektif dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat agar tidak menjurus ke tindakan yang anarkis,” lanjutnya.
Kabag SDM menegaskan bahwa latihan dalmas ini bukan hanya sekadar kesiapan fisik, tetapi juga penguatan mental dan respons personel terhadap dinamika di lapangan.
“Latihan ini juga bertujuan untuk memastikan seluruh personel mampu bertindak cepat, tepat, dan profesional dalam menghadapi situasi kerumunan massa. Pendekatan humanis tetap menjadi prinsip utama kami, sesuai dengan kebijakan Polri yang Presisi,” tegasnya.
Personel Polres Pasaman Barat juga dilatih untuk mampu membedakan pendekatan yang digunakan dalam setiap situasi, termasuk menjalin komunikasi yang efektif dengan koordinator aksi agar situasi dapat dikendalikan.
Kompol Tarpi menambahkan bahwa, latihan Dalmas akan terus dilakukan secara berkala agar setiap personel tetap siap menjalankan tugas kapan pun dibutuhkan. “Dengan latihan rutin seperti ini, kami harapkan respons anggota dilapangan akan semakin sigap, namun tetap mengedepankan sikap santun dan profesional,” pungkasnya. (HumasResPasbar)
Padang, netralpost --- Dalam upaya menjaga kualitas pelayanan kepada pelanggan serta memastikan keselamatan perjalanan kereta api tetap optimal, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Medical Check Up (MCU) bagi para pekerja pada 15 hingga 24 April 2026.
Kegiatan ini menjadi bagian penting dalam memastikan kesiapan sumber daya manusia yang berperan langsung dalam operasional perjalanan kereta api dan pelayanan kepada pelanggan. Dengan kondisi kesehatan pekerja yang terjaga, perusahaan dapat menghadirkan layanan yang lebih responsif, profesional, dan andal, sekaligus meminimalisir potensi gangguan operasional.
Seluruh pekerja di lingkungan Divre II Sumbar mengikuti pemeriksaan kesehatan secara menyeluruh guna memastikan setiap individu berada dalam kondisi prima saat menjalankan tugas. Adapun jenis pemeriksaan yang dilakukan meliputi pemeriksaan gigi dan mulut, pemeriksaan radiologi, pemeriksaan laboratorium darah, pemeriksaan fisik secara menyeluruh, pemeriksaan audiometri bagi Awak Sarana Perkeretaapian serta pemeriksaan jantung melalui elektrokardiogram (EKG). Kegiatan ini dilaksanakan bekerja sama dengan Pramita Lab sebagai mitra layanan kesehatan.
Assistant Manager Kesehatan Divre II Sumbar, dr. Doni Fitra Yogi, menjelaskan bahwa kondisi kesehatan pekerja memiliki pengaruh langsung terhadap kualitas pelayanan dan keselamatan operasional.
“Pekerja yang sehat dan fit akan mampu menjalankan tugas secara optimal, baik dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan maupun dalam menjaga aspek keselamatan perjalanan kereta api. Melalui MCU ini, kami memastikan seluruh pekerja berada dalam kondisi terbaik saat bertugas,” ujarnya.
Ia menambahkan bahwa pemeriksaan kesehatan yang dilakukan secara berkala setiap satu tahun sekali juga menjadi bagian dari upaya menjaga konsistensi kualitas layanan dan keandalan operasional.
Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menegaskan bahwa pelaksanaan MCU ini merupakan bentuk komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan transportasi yang aman dan berkualitas bagi masyarakat.
“KAI menempatkan aspek pelayanan dan keselamatan sebagai prioritas utama. Dengan memastikan kondisi kesehatan pekerja tetap prima, kami dapat menghadirkan perjalanan kereta api yang aman, nyaman, serta tepat waktu bagi pelanggan,” jelas Reza.
Melalui kegiatan ini, KAI Divre II Sumbar terus memperkuat komitmennya dalam menghadirkan layanan perkeretaapian yang unggul, dengan didukung oleh sumber daya manusia yang sehat, profesional, dan berorientasi pada keselamatan serta kepuasan pelanggan.