Udara Padang Tak Sehat, Ketua SEMMI: Jangan Biarkan Masyarakat Berjuang Sendiri Menghirup Udara Bersih
Padang, Netralpost - Memburuknya kualitas udara di Kota Padang menjadi perhatian serius karena dampaknya tidak hanya berkaitan dengan kesehatan, tetapi juga aktivitas masyarakat yang harus tetap bekerja di tengah kondisi udara yang tidak sehat. Pekerja harian, pedagang kaki lima, pengemudi ojek, dan pekerja lapangan lainnya menjadi kelompok yang perlu mendapatkan perhatian khusus.
Ketua Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Cabang Kota Padang, Aulia Eka Putra, menyoroti pentingnya penanganan pencemaran udara yang tidak hanya berfokus pada imbauan, tetapi juga memperhatikan kondisi masyarakat yang memiliki keterbatasan untuk mengurangi aktivitas di luar ruangan.
Kualitas udara yang tidak sehat dapat menimbulkan risiko kesehatan, terutama bagi kelompok rentan seperti anak-anak, lansia, dan masyarakat yang terpapar polusi dalam waktu lama. Di sisi lain, bagi sebagian pekerja, mengurangi aktivitas di luar ruangan juga berpotensi memengaruhi penghasilan harian mereka.
"Persoalan kualitas udara ini tidak bisa dipandang hanya sebagai masalah lingkungan. Ada persoalan kesehatan dan ekonomi masyarakat yang juga harus diperhatikan. Banyak warga yang tetap harus bekerja di luar ruangan untuk memenuhi kebutuhan hidupnya. Karena itu, pemerintah perlu hadir dengan langkah perlindungan yang nyata,” ujar Aulia pada media, Jumat (23/11).
Menurut Aulia, pemerintah perlu memperkuat langkah penanganan melalui penyampaian informasi kualitas udara secara terbuka, edukasi mengenai risiko paparan polusi, serta upaya perlindungan bagi masyarakat yang paling rentan terdampak. Penanganan juga perlu dilakukan secara terukur agar masyarakat mengetahui langkah yang harus diambil ketika kualitas udara memburuk.
Ia menilai bahwa imbauan kepada masyarakat perlu disertai tindakan konkret. Informasi mengenai kondisi udara harus mudah diakses, sementara koordinasi antarlembaga perlu diperkuat untuk mengidentifikasi sumber pencemaran dan menentukan langkah penanganan yang tepat.
"Jangan sampai masyarakat hanya diminta berhati-hati tanpa mendapatkan informasi dan perlindungan yang memadai. Kita membutuhkan langkah yang jelas, terukur, dan berkelanjutan agar keselamatan masyarakat benar-benar menjadi prioritas,” kata Aulia.
Aulia juga menilai bahwa organisasi mahasiswa memiliki peran penting dalam mengawal persoalan lingkungan yang berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat. Peran tersebut dapat diwujudkan melalui edukasi publik, penyampaian aspirasi, serta pengawasan terhadap kebijakan pemerintah agar penanganan pencemaran udara tidak berhenti pada respons sementara.
Aulia juga mendorong agar perlindungan kelompok rentan menjadi bagian penting dalam kebijakan penanganan pencemaran udara. Langkah pencegahan perlu disertai edukasi mengenai pengurangan paparan polutan dan penyampaian informasi yang jelas mengenai kondisi udara.
Kualitas udara yang sehat merupakan kebutuhan dasar masyarakat. Karena itu, penanganan pencemaran udara di Kota Padang membutuhkan komitmen bersama, mulai dari pemantauan dan keterbukaan informasi hingga upaya mengatasi sumber pencemaran secara berkelanjutan.












