Padang, netralpost --- Satuan Patroli Jalan Raya (Sat PJR) Ditlantas Polda Sumbar meluncurkan program "Polantas Menyapa" sebagai bentuk pendekatan humanis kepada masyarakat. Personel Induk 1 PJR turun langsung menemui warga yang sedang berkumpul di warung kopi dan tempat umum lainnya. Kegiatan ini bertujuan menjalin komunikasi dua arah antara kepolisian dan pengguna jalan secara santai namun tetap edukatif.
Petugas memanfaatkan momen dialog ini untuk mendengarkan langsung berbagai aspirasi, keluhan, dan masukan terkait kondisi lalu lintas. Selain mendengarkan warga, polisi juga menyampaikan imbauan secara langsung mengenai pentingnya menjaga ketertiban di jalan raya. Pendekatan persuasif ini dinilai lebih efektif dalam menyentuh kesadaran personal masyarakat dibandingkan dengan penindakan kaku di jalanan.
Direktur Lalu Lintas (Dirlantas) Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, menyatakan bahwa kehadiran polisi di tengah masyarakat adalah kunci utama. "Melalui Polantas Menyapa, kami ingin meruntuhkan sekat antara petugas dan warga demi membangun kedekatan emosional yang kuat," ujar Kombes Pol. Reza Chairul. Beliau menegaskan bahwa rasa aman dan nyaman hanya bisa terwujud jika polisi hadir secara nyata dan aktif mendengarkan masyarakat.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza Chairul mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mewujudkan keamanan, keselamatan, ketertiban, dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas). Beliau mengingatkan para pengendara untuk selalu disiplin mematuhi lima aturan utama keselamatan berkendara yang menjadi fokus utama sosialisasi. Aturan tersebut meliputi penggunaan helm, sabuk keselamatan, mematuhi batas kecepatan, tidak menggunakan ponsel saat berkendara, serta mengutamakan keselamatan pejalan kaki.
Kampanye dengan slogan “Tertib Berlalu Lintas, Demi Keselamatan Bersama” ini terus digaungkan guna meminimalkan angka kecelakaan fatal di wilayah Sumatera Barat. Ditlantas Polda Sumbar berkomitmen untuk melaksanakan program edukasi serupa secara konsisten dan menyeluruh di berbagai wilayah hukumnya. Pola pendekatan yang merakyat ini diharapkan mampu mengubah pola pikir masyarakat agar menjadikan tertib lalu lintas sebagai sebuah kebutuhan, bukan paksaan.
Masyarakat menyambut baik program dialogis ini karena merasa lebih dihargai dan dilibatkan dalam menjaga ketertiban lingkungan sekitar. Sinergi yang kuat antara Sat PJR Ditlantas Polda Sumbar dan warga menjadi modal utama dalam menciptakan situasi jalan raya yang kondusif. Dengan kedisiplinan yang tumbuh dari kesadaran bersama, diharapkan angka pelanggaran lalu lintas di ranah Minang dapat ditekan secara signifikan.


Post a Comment