Solok, netralpost --- Banjir bandang besar atau yang dikenal masyarakat setempat sebagai galodo melanda kawasan Arosuka, Kecamatan Gunung Talang, Kabupaten Solok, Sumatera Barat. Musibah yang dipicu akumulasi curah hujan tinggi sejak sore hari ini membawa material lumpur, bebatuan, tanah, hingga gelondongan kayu dari area perbukitan atas. Arus deras tersebut meluap secara cepat dan melumpuhkan jalur logistik utama di kawasan tugu Ayam.
Merespons kedaruratan ini, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat langsung menerjunkan tim taktis ke lokasi bencana guna pemulihan akses. Langkah tanggap darurat difokuskan untuk menyingkirkan sedimen lumpur pekat dan batu besar yang sempat menutup badan jalan nasional. Koordinasi intensif juga dilakukan bersama jajaran daerah demi menjamin keselamatan warga di area terdampak.
Kepala Satuan Kerja Pelaksanaan Jalan Nasional (Kasatker PJN) Wilayah II Sumatera Barat, Masudi, ST., MT., memberikan keterangan langsung mengenai fokus penanganan infrastruktur di lapangan. "Prioritas utama kami adalah membuka kembali fungsionalitas ruas jalan nasional Padang-Solok sesegera mungkin agar mobilitas masyarakat tidak terputus. Sejak malam kejadian, personel gabungan dan armada alat berat dikerahkan tanpa henti untuk membersihkan tumpukan material yang menghalangi jalur vital ini," tegas Masudi.
Di tempat yang sama, Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat turut menyampaikan komitmen penuh kementerian dalam mitigasi pascabencana. "BPJN Sumbar berkomitmen untuk tidak sekadar membersihkan jalur, tetapi juga melakukan identifikasi komprehensif terhadap tingkat kerusakan struktur jalan dan jembatan di sekitarnya. Kami ingin memastikan konstruksi di wilayah terdampak ini kembali aman sepenuhnya sebelum bisa dilintasi dengan normal oleh pengguna jalan," ungkap Kabalai BPJN Sumbar.
Berkat pengerahan alat berat dan gotong royong terpadu antara BPJN, TNI, Polri, serta relawan, jalur utama penghubung Solok-Padang kini sudah berhasil dibersihkan dan kembali dapat dilalui kendaraan secara fungsional. Pengaturan arus lalu lintas sempat diberlakukan dengan sistem buka-tutup guna menjamin keamanan pengguna jalan selama pembersihan tahap akhir berlangsung di bahu jalan.
Pemerintah daerah mengapresiasi gerak cepat seluruh tim kementerian dan instansi terkait yang membuat pemulihan berjalan sangat responsif. Meski jalur logistik utama kini telah normal, masyarakat serta pengendara yang melintasi kawasan Arosuka diimbau untuk tetap meningkatkan kewaspadaan, terutama saat intensitas hujan kembali meningkat di area perbukitan.(Nofri)


Post a Comment