PADANG, NETRALPOST – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat meluncurkan strategi edukasi yang tidak biasa guna menekan angka pelanggaran di jalan raya. Melalui visual imbauan terbaru dari Induk 1 Sat PJR, kepolisian menggunakan pendekatan persuasif yang menggelitik sekaligus menohok kesadaran masyarakat, khususnya para pengendara roda dua dan roda empat yang sering mengabaikan keselamatan berkendara.
Poster edukasi tersebut mendadak viral karena membawa pesan jenaka namun sarat akan realitas sosial: "Warning! Jangan Ugal-ugalan, Kredit Motor Anda Belum Lunas." Pendekatan yang menyentuh sisi humanis dan kehidupan sehari-hari ini dinilai jauh lebih efektif dalam menarik perhatian generasi muda dan masyarakat umum di wilayah Sumatera Barat dibandingkan dengan peringatan yang kaku.
Menanggapi peluncuran program edukasi kreatif tersebut, Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq menyatakan bahwa keselamatan di jalan raya harus dibangun lewat budaya kesadaran yang tinggi, bukan sekadar ketakutan terhadap sanksi hukum. Pihaknya sengaja mengemas pesan keselamatan dengan gaya bahasa yang dekat dengan fenomena masyarakat saat ini agar poin utamanya lebih mudah dicerna.
"Hidup itu tidak hanya tentang seberapa cepat kita sampai, tetapi yang paling utama adalah tentang bagaimana kita bisa sampai dengan aman. Kami sengaja menyisipkan pesan mengenai 'kredit belum lunas' sebagai pengingat emosional bahwa ada tanggung jawab besar dan ada keluarga yang menunggu dengan cemas di rumah," ujar Kombes Pol. Reza Chairul Akbar Sidiq saat memberikan keterangannya.
Lebih lanjut, jajaran Sat PJR Induk 1 Ditlantas Polda Sumbar menegaskan lima poin utama kewajiban dasar pengguna jalan demi kenyamanan bersama. Pengendara diminta untuk selalu menggunakan helm standar SNI, tidak melebihi batas kecepatan maksimal, memakai sabuk pengaman bagi roda empat, menghindari penggunaan ponsel saat berkendara, serta selalu melengkapi surat-surat kendaraan.
Ditlantas berharap lewat kampanye kreatif ini, masyarakat tidak lagi memandang tertib berlalu lintas sebagai sebuah paksaan atau ketakutan akan ditilang petugas di lapangan. Sebaliknya, kepatuhan kecil di jalan raya diharapkan mampu menjelma menjadi gaya hidup dan bagian dari budaya masyarakat Sumatera Barat yang beradab serta bertanggung jawab demi menekan fatalitas kecelakaan.(*)


Post a Comment