PADANG, NETRALPOST — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat melalui Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi resmi memulai proyek pembangunan tanggul di kawasan Batang Sungai Bangek, Kota Padang. Proyek strategis ini dikerjakan di bawah payung program Pengelolaan Sumber Daya Air, khususnya pada sub-kegiatan Pembangunan Tanggul Sungai. Berdasarkan papan informasi di lokasi, proyek infrastruktur penting ini menelan dana APBD sebesar Rp 2.448.618.930,- yang telah terkontrak sejak tanggal 4 September 2026.
Pengerjaan fisik di lapangan dipercayakan kepada CV. Cipta Perdana Mandiri selaku kontraktor pelaksana, dengan pengawasan ketat dari CV. Albirru Konsultan. Kehadiran alat berat dan material bangunan di sekitar aliran sungai menandai babak baru bagi warga setempat yang selama ini kerap dihantui rasa cemas saat curah hujan tinggi melanda wilayah Kota Padang.
Warga di sekitar aliran Batang Sungai Bangek menyambut baik dan menaruh harapan besar pada proyek ini. Ketua RT setempat mengungkapkan bahwa warga sangat mendambakan dinding penahan yang kokoh agar luapan air tidak lagi merendam permukiman dan merusak aset mereka. "Setiap kali hujan lebat turun lebih dari dua jam, kami di sini selalu bersiap-siap mengemas barang berharga ke tempat yang lebih tinggi karena debit air sungai cepat sekali naik," ujar salah seorang warga yang tinggal beberapa meter dari bibir sungai.
Dampak positif dari pembangunan tanggul ini dirasakan langsung dari sisi keamanan dan kenyamanan lingkungan pemukiman. Secara fisik, infrastruktur tanggul yang kokoh akan berfungsi sebagai benteng utama pertahanan dalam menahan laju debit air sungai yang tinggi. Dengan berkurangnya risiko banjir, struktur tanah di sekitar bantaran sungai juga menjadi lebih stabil, sehingga mencegah terjadinya erosi atau tanah longsor yang dapat mengancam keselamatan rumah-rumah warga sekitar.
Tidak hanya mengamankan pemukiman, proyek ini membawa dampak positif yang signifikan bagi perputaran ekonomi dan psikologis masyarakat setempat. Warga kini bisa hidup dengan lebih tenang tanpa harus diselimuti rasa cemas setiap kali cuaca buruk melanda. Nilai ekonomi lahan dan properti di kawasan ini diprediksi akan meningkat seiring dengan hilangnya status daerah rawan banjir. Selain itu, mobilitas harian warga untuk bekerja dan bersekolah dipastikan tetap berjalan lancar tanpa hambatan genangan air.
Pemerintah Provinsi berharap pengerjaan tanggul ini dapat berjalan tepat waktu dan sesuai dengan standar kualitas yang telah ditentukan. Warga berkomitmen penuh untuk mendukung kelancaran proyek di lapangan dan ikut serta mengawasi proses pembangunan. Melalui sinergi yang baik antara pemangku kebijakan, pihak kontraktor, dan masyarakat, infrastruktur ini diharapkan dapat memberikan perlindungan jangka panjang bagi kelestarian lingkungan Kota Padang. (Nofri)


Post a Comment