Percakapan mengalir dengan banyak pertanyaan dan jawaban yang berkualitas, diselingi jokes-jokes keren yang mendidik. Kemudian Bapak Prof. Musliar Kasim tertarik pada satu topik yang mengisahkan banyaknya wisatawan asing menginap di rumah penduduk di Nagari Sungai Pinang, kok bisa tanya beliau?
Konsep tour program “Hiduik Marasai” a.k.a “Life Experience” yang kami tawarkan pada rekan-rekan tour operator di banyak negara Eropa ternyata digemari oleh klien mereka. Konsep ini sebenarnya tercipta hanya karena keterbatasan modal usaha sehingga memaksa kami putar otak supaya tamu yang datang bisa terakomodir dan bisa melihat Sungai Pinang. Alhamdulillah, you’ll never know what’ll happens next as long you see always the blue colour of the ocean.
Sekilas cerita tersebut membawa Bapak Musliar Kasim beserta beberapa dosen Unbrah berkunjung ke Authentic Sumatra - Ricky's Beach House beberapa waktu yang lalu, kami berbagi banyak hal sesuai kemampuan dan beliau secara pribadi meminta saya untuk menjadi pembicara di kampus beliau dalam acara yang bakal diikuti hampir 1000 peserta terdiri dari dosen dan mahasiswa Unbrah. Hahahaaha kok saya merasa geli .... saya yang cuma tamatan SMP yang itupun gak bagus diminta oleh mantan wakil menteri pendidikan Republik Indonesia jadi dosen !!! I always believe that life never leads you to the dark. C’est simple comme bonjour, semuanya sederhana seperti kita berbagi salam.
Assalamuallaikum Wr. Wb 🙏🏻
Terima kasih Prof. Dr. Ir. H. Musliar Kasim, MS.
Trust me, I’ll make it simple.
Dalam terbitan berita sebelumnya terkesan belum terungkap secara jelas jenis pelanggaran hukum atau etik yang telah dilakukan oleh Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra.
Mengenai hal itu, koordinator GARDA (Gerakan Relawan Dodi Hendra, Mora Afdal Dt Panguly Sati), mengatakan kita bagian masyarakat Kabupaten Solok yang bertanggung jawab mengantarkan dodi hendra ke DPRD Kab.Solok tentu juga punya tanggung jawab moril pengawalan baik buruknya beliau sebagai publik figur , pengamatan kami sebagai masyarakat menikmati gaya kepemimpinan beliau tegas keatas mengakar kebawah, yang dipersepsikan arogan,dan otoriter oleh pihak tertentu, padahal semua kita tau institusi sekelas DPRD itu bukan sebuah organisasi karbitan tapi semua undang-undang dan aturan turunannya sangat jelas masa iya masih bisa arogan/otoriter seolah ini mempertegas pemahaman anggota DPRD terhadap aturan internalnya mereka sendiri.
Kita berhak berasumsi tapi asumsi hari ini kenapa penolakan dan dukungan pembahasan RPMJ dichinangkiak blok fraksi pro kontranya persis sama dengan mosi tak percaya kepada ketua DPRD, yang kita sesalkan seolah kita dihadapkan antraksi dan intrik politik seolah ada sesuatu dan lain hal yang jelas kita tak menuduh siapa dalang dibalik ini.
Pesan kami dari relawan/simpatisan kepada ketua DPRD dodi hendra ,fokus saja kepada pengabdian, kita berpandangan positif saja semoga fitnahan ini berakhir, ingat target kita dari awal mengantarkan dodi hendra jadi anggota DPRD Kabupaten Solok suara terbanyak yang pro rakyat , kalau jabatan ketua DPRD hanya bonus penugasan dari DPP partai, sakali lagi kita tegaskan Dodi Hendra hari ini masih Ketua DPRD Kabupaten Solok dengan segala kewenangan yang melekat kalau toh ada pihak lain yang membidik posisi ketua harap mof on dan sportif.
Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Solok, Dodi Hendra menyikapinya dengan tenang. Dirinya beranggapan bahwa ada sesuatu yang ingin menggoyang posisinya. “Biasalah, dalam politik sering terjadi hal seperti ini,” celetuk Dodi.
Dodi berharap proses politik harus dilakukan dengan ukuran yang jelas. Jangan sampai hal yang tidak bisa dibuktikan terkesan dipaksakan, misalnya saja seperti yang ia rasakan saat ini ketika mendapat mosi tak percaya tanpa melakukan kesalahan.
“Sampai saat ini, saya belum paham apa kesalahan yang telah dilakukan, sehingga para anggota melayangkan surat tersebut,” sebut Dodi.
Lalu, Dodi Hendra memaparkan bahwa selama ini dirinya bertindak dan bekerja sebagai wakil rakyat masih dalam koridor yang wajar.
“Saya disebut tidak demokratis dan arogan. Astagfirullah, semuanya itu tidak benar. Sebagai Ketua DPRD Kabupaten Solok selama ini saya hanya mengeluarkan sikap tegas, bukan arogan. Dan saya memang tidak mau asal memberikan tanda tangan terkait regulasi anggaran, dengan tegas saya menolaknya, karena itu uang rakyat! lucu saja bila ketegasan dibilang arogan,” jelasnya.
Diakhir pembicaraan, Dodi Hendra menjelaskan bahwa dirinya sangat menyayangkan hal itu. Baginya yang paling penting saat ini tetap bisa bekerja dan memperjuangkan rakyatnya.
“Sejauh rakyat masih memberikan kepercayaan penuh, saya akan tetap berjuang untuk Kabupaten Solok. Saya bangga telah belajar dari sosok Bapak Prabowo Subianto, yang tegas dalam memperjuangkan rakyat Indonesia ini,” tegasnya. (***)
Pembangunan yang dilakukan telah mencapai sekitar 35% menuju selesai. Sesuai dengan laporan yang disampaikan, atap rumah telah selesai di pasang. Tinggal dinding dan beberapa bagian lagi yang akan di selesaikan.
Ibuk Fitrianis selaku penerima bantuan rumah layak huni ini sangat berterima kasih kepada anggota Satgas atas bantuan dan tenaga yang telah diberikan. Tidak henti-hentinya beliau mengucap syukur atas bantuan ini.
Peltu Dwi salah seorang personil Satgas TMMDN Kodim 0306/50 Kota yang ditemui saat pengerjaan mengatakan, " Dengan adanya bantuan rumah layak huni ini, semoga bisa membantu warga yang belum bisa membangun rumah yang layak. Dan dalam proses pembangunan nya, diharapkan personil yang bertugas benar-benar menunjukkan bakti nya untuk meringankan beban masyarakat, " ujarnya. (pendim).
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto, Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo, didampingi Forkopimda Jatim, Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa, Pangdam V/Brawijaya Mayor Jenderal TNI Suharyanto dan Kapolda Jatim Irjen Pol Nico Afinta, serta Pejabat Utama Polda Jatim, meninjau serbuan vaksinasi di kabupaten Bangkalan.
Selain di dua lokasi ini, kegiatan vaksinasi sebelumnya juga dilakukan oleh Forkopimda Jatim berkolaborasi dengan Forkopimda kabupaten Bangkalan untuk melakukan vaksinasi di sejumlah Pondok Pesantren (Ponpes) dan 4 kecamatan zona merah di Bangkalan, diantaranya Ponpes Pademangan Timur, Ponpes Syaikhona Kholil, dan Ponpes Nurul Kholil.
Sementara, Panglima TNI dan Kapolri dalam kunjungannya di Stadion Gelora Bangkalan, menyempatkan untuk berdialog dengan para santri peserta vaksin.
"Kami senang dengan kehadiran bapak. Kami merasakan kehadiran negara disini," kata Muhammad wahyu, saat ditanya Panglima TNI tentang perasaannya setelah melakukan vaksinasi.
Selain Wahyu, Faris Al Farizi warga Bangkalan juga diberi kesempatan untuk berdialog dengan Panglima TNI. Fariz mengatakan untuk vaksin kali ini sangat berguna bagi masyarakat, dan Fariz juga mengeluh jika kondisi daerahnya berdampak luarbiasa.
"Tapi kami juga sangat menangis sekali kondisi kami sangat luar biasa sekali, sangat berdampak untuk keseluruhannya, dan untuk kehidupan kami, baik dari urusan ibadah, urusan pekerjaan dan urusan pendidikan," keluh Faris.
"Jadi dengan adanya pemerintah langsung menangani ini sangat-sangat membantu kami, dan sangat berterima kasih sekali, dan luar biasa sekali, kami sangat mengharap terus-menerus untuk diadakan solusi seperti ini. Hanya itu yang bisa saya sampaikan, dan terima kasih, terima kasih ya.." akunya Fariz saat berdialog dengan Panglima TNI.
Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto menyampaikan kepada Fariz dan kepada masyarakat Bangkalan. Dengan situasi di Bangkalan ini ada beberapa kecamatan yang masuk zona merah, termasuk Klampis, Geger dan Bangkalan.
"Apabila dilaksanakan PPKM mikro supaya memutus rantai penularan covid-19. Kira-kira bagaimana menurut Bapak?" tanya Panglima TNI kepada Fariz.
Faris kembali mengatakan, "itu sangat bagus sekali Pak, sangat efektif sekali, karena memang itu adalah aturan yang memang harus kita jalankan, dan pemerintah juga sudah mengedukasi kita sejak awal urusan covid," Jawab Fariz.
"Apalagi sekarang ini kami dengar, kami juga bukan ahlinya, cuman kita hanya mengikuti media saja, bahwasanya sekarang ini ada varian baru, saya dengar itu dan itu sangat berbahaya sekali, jadi sangat penting sekali untuk adanya pemutusan, karena itu adalah langkah awal untuk kita supaya cepat selesai dari pandemi ini," imbuh Fariz kepada Panglima TNI.
Marsekal Hadi Tjahjanto mengucapkan terima kasih banyak, karena mulai besok, dari TNI maupun Polri akan membantu Kepala desa atau pak Camat, dalam rangka PPKM Mikro.
"Jadi tugasnya adalah memutus rantai penularan covid-19 dengan melaksanakan setiap hari adalah melacak kontak erat, kemudian melakukan isolasi mandiri atau isolasi terpusat, dan Itu pun dilaksanakan terus selama 2 minggu," tegas panglima dihadapan masyarakat Bangkalan.
Lanjut Panglima menyampaikan. Sehingga Pak Bupati bisa mendapatkan data, yang pertama adalah angka kasus positif di wilayah itu, kemudian yang kedua adalah angka kesembuhan, dan yang ketiga menekan apabila ada angka kematian.
"Sehingga kasus covid-19 di wilayah Bangkalan ini segera bisa kita akhiri dengan cara itu, tentunya juga kita terus melaksanakan vaksinasi secara nasional," paparnya.
"Mudah-mudahan nanti proses belajar mengajar semuanya berjalan dengan lancar tanpa adanya ketakutan covid-19. Insyaallah dengan doa kita bersama upaya dari pemerintah, vaksinasi juga bisa terlaksana, PPKM Mikro untuk memutus rantai penularan bisa kita laksanakan dengan baik," pungkas Panglima TNI saat berkunjung di serbu vaksin Bangkalan.(*)
Pertemuan ini membahas lebih lanjut tentang tugas pokok Komando Tugas Gabungan Terpadu I/BB yaitu untuk melaksanakan operasi penanganan covid 19 dan PPKM Mikro tahap X yang dimulai tanggal 15 hingga 28 Juni di Provinsi Sumatera Utara, Riau, Sumatera Barat dan Kepulauan Riau dengan menggelas 6 Satgas. Vidcon ini dilaksanakan pada Jumat (18/6/2021) pukul 08.00 WIB.
Target utama dalam perintah ini adalah penerapan 3 T di Skala Mikro, perubahan perilaku masyarakat, pencagahan penyebaran covid 19, peningkatan angka kesembuhan pasien covid 19, pengurangan angka kematian akibat covid 19 yang akan diupayakan dalam pengendalian pandemi covid 19 ini. Dalam pertemuan ini juga dibahas konsep kedisiplinan yang merupakan kunci keberhasilan penanganan covid 19. Dalam perihal kedisiplinan ini, Satgas yang terlibat harus memantau perubahan perilaku masyarakat dalam menyikapi pandemi corona.
Sesuai dengan perintah sebelumnya, Satgas Korem yang melibatkan Kodim di setiap daerah harus melakukan penebalan personel dalam melakukan tugas. Untuk satgas Korem 032/WBR menerima perkuatan 12 orang Babinpotdirga dari Lanud Sutan Sjahrir dan 6 orang Babinpotmar dari Lanal Lantamal II/Padang untuk di BKO-KAN ke Subsatgas Kodim 0312/ Padang. Dan juga ada penebalan personil sebanyak 125 orang untuk Subsatgas Kodim 0309/Solok, dan penebalan personil 90 orang untuk Kodim 0310/SSD.
Asisten Intelijen juga memaparkan perkembangan Covid 19 di wilayah Kodam I/BB. Untuk provinsi Sumatera Utara terdapat 1 zona merah, 12 zona orange, 13 zona kuning dan 7 zona hijau. Untuk wilayah sumatera barat terdapat 2 zona merah, dan 17 zona orange. Untuk wilayah Riau terdapat 3 zona merah, dan 9 zona orange. Untuk wilayah Kepulauan Riau terdapat 2 zona merah, 4 zona orange, 1 zona kuning dari semua kabupaten dan kota yang terdapat di wilayah provinsi tersebut.
Diharapkan dengan adanya perintah operasi gabungan ini, bisa menekan laju penyebaran virus covid 19 di wilayah Kodan I/BB yang meliputi Wilayah Sumatera Utara, Sumatera Barat, Riau, dan Kepulauan Riau. Pertemuan ini berjalan dengan lancar sesuai dengan harapan.(pendim).
Serda La Api mengatakan Pelaksanaan Komsos merupakan tugas rutin yang dilaksanakan Personil Satgas untuk mengetahui perkembangan wilayah Lokasi TMMD, serta merupakan sarana Personil Satgas untuk mempererat hubungan antara TNI dan rakyat khususnya masyarakat di Lokasi TMMD.
Serda La Api menyebutkan, TNI dalam hal ini Personil Satgas TMMD adalah ujung tombaknya satuan dilapangan, maka sudah semestinya TNI berada ditengah tengah masyarakatnya.
Disela komsosnya, Serda La Api juga menyelipkan pesan Protokol kesehatan untuk selalu memakai Masker, mencuci tangan dan menjaga jarak saat beraktivitas di luar, guna mencegah penyebaran virus Covid -19, ucapnya. (pendim).
Berkah buat masyarakat yang tinggal di perkampungan Korong Subarang Padang Nagari Padang Kandang Pulau Air, Babinsa Koramil 07/pauh kambar Serda Erry melaksanakan komunikasi sosial (komsos) dengan warga masyarakat untuk mendapatkan informasi di wilayah binaan lokasi korong subarang padang nagari Padang kandang Pulau Air Kabupaten Padang Pariaman, Jum'at (18/6/2021).
Di Kampung korong subarang padang nagari Padang kandan pulau air, Serda Erry terlihat akrab dengan para pemuda dan masyarakat yang selalu memberikan informasi kepada Babinsa
“Saya selaku Babinsa, melaksanakan komsos salah satu upaya mendekatkan diri dengan masyarakat sebagai bentuk kemanunggalan TNI dan Rakyat, selain itu pada siang ini sekaligus untuk mendekatkan diri kepada masyarakat di korong subarang Padang nagari Padang kandang pulau air informasi yang dapat dari masyarakat, ujar Serda Erry.
Sementara itu di tempat warung ajo Buyung akuik tersebut untuk membangun kekompakan masyarakat di wilayah binaan yang sama, mengungkapkan rasa antusiasnya atas kedatangan Serda Erry. “Semoga Babinsa Serda Erry sekaligus mau beramah tamah dengan kami para pemuda dan masyarakat yang ada di sini.
Selanjutnya Serda Erry juga menyambangi para orang tua setempat yang sedang bercengkrama atau “Ngabuburit” jelang menunggu waktu makan siang. “Terima kasih Bapak Babinsa Serda Erry dari Koramil 07 / pauh kambar yang berkenan bersilaturahmi dengan kami para orang tuo,” pungkas ajo akuik dengan penuh semangat.
Berdasarkan pantauan Babinsa Koramil 07/pauh kambar, Serda Erry juga melakukan komsos dengan bapak ajo akuik. Komsos berjalan aman, tertib dan lancar. (*)
Wujud dukungan TNI khususnya Kodim 0308/Pariaman, Koramil 05/Lubuk Alung melalui Bintara Pembina Desa (Babinsa) dalam mendukung ketahanan pangan, dengan Semangat ikut serta terjun langsung ke sawah bantu para petani desa binaannya saat memanen padi, inilah yang dilakukan oleh Babinsa Sertu Joni Iswandi kepada para petani di Wilayah binaannya.
Dengan penuh rasa semangat Babinsa juga menumbuhkan semangat tinggi terhadap para petani dalam melakukan panen padi, bukan hanya saat panen padi saja tetapi juga di saat penyemaian bibit padi, pengolahan lahan sawah, perawatan sampai panen padi. Seperti saat ini yang sedang melaksanakan panen padi, sebagai wujud rasa kepedulian terhadap para petani.
Kebersamaan di sawah kiranya dapat menciptakan rasa kedekatan dan rasa kekeluargaan kami dengan warga binaan.
Babinsa Sertu Joni Iswandi mengatakan bahwa, kami turun di sawah untuk membantu para petani dengan harapan dapat memberikan motivasi, karena situasi saat ini di tengah wabah virus Corona, petani harus memanen padinya, Babinsa turun langsung ke sawah untuk membantu sekaligus menyemangati para petani dalam bekerja guna meningkatkan ketahanan pangan.(*)
Berkumpulnya empat orang kader Gerindra itu menunjukkan kesolidan Partai Gerindra yang tidak ingin urusan internal mereka diotak-atik oleh partai lain. Karena, penempatan Dodi Hendra sebagai kader Gerindra juga sudah melalui mekanisme internal partai pasca majunya Jon Firman Pandu sebagai calon Wakil Bupati Solok pada Pilkada serentak 2020.
Dikutip dari radarsumbar.com , Andre Rosiade menyatakan, Partai Gerindra Solid mendukung Dodi Hendra sebagai Ketua DPRD Solok yang konsisten melaksanakan fungsinya dalam pengawasan terhadap Pemerintah Kabupaten Solok. Dia meminta partai lain tidak membuat keadaan rumit dan meminta Gerindra mengganti keputusan pengangkatan Dodi Hendra. Karena itu sudah menjadi keputusan sebagai partai pemenang Pileg di Kabupaten Solok.
“Kami semua di Gerindra solid mendukung Dodi Hendra. Secara tata tertib (Tatib) pun, Dodi Hendra tidak bisa diganti dengan mosi tak percaya ini. Kami memberikan pesan kepada siapapun yang ingin mengotak-atik Partai Gerindra, jangan coba-coba. Karena, siapapun pihak yang akan ‘menjual’ kami akan ‘borong.’ Jadi jangan main-main,” kata Anggota Komisi VI DPR RI ini dalam pertemuan di Hotel Emersia Batusangkar, Tanahdatar.
Bahkan, Andre Rosiade berpesan kepada Dodi Hendra untuk terus fokus bekerja membangun Kabupaten Solok lebih baik. Berperan dalam tugas utama DPRD sebagai pengontrol pelaksanaan perda dan peraturan lainnya serta kebijakan pemerintah daerah, pembantukan perda dan juga penganggaran. “Jangan ragukan bagaimana Gerindra mendukung kadernya yang bertindak benar,” kata Andre.
Andre Rosiade meminta Ketua DPRD Dodi Hendra dan Ketua Fraksi Gerindra Hafni Hafiz membangun komunikasi dengan fraksi partai lain untuk mencairkan suasana di DPRD. Agar semua anggota DPRD bisa melaksanakan fungsinya dalam check dan balances (mengontrol dan menjaga keseimbangan) dalam pemerintahan daerah. “Kita semua mendukung semangat berdemokrasi di Kabupaten Solok,” sebut Andre.
Ketua Fraksi Gerindra Hafni Hafiz memastikan, Fraksi Gerindra tidak menyetujui adanya mosi tak percaya itu. Karena itulah, meski sempat ada anggota fraksi yang terlibat, mereka langsung mencabutnya. “Fraksi Gerindra telah mencabut mosi tak percaya itu. Kami solid mendukung ketua DPRD Solok Dodi Hendra,” katanya.
Sementara ketua DPC Gerindra Jon Firman Pandu yang juga Wakil Bupati Solok mengaku patuh dengan arahan dan keputusan partai. Apalagi, Ketua DPD Andre Rosiade langsung menggelar pertemuan dalam menyikapi persoalan ini. “Terima kasih pak ketua DPD. Sebagai kader, tentunya kami akan menjalankan perintah partai dengan baik,” katanya.
Dodi Hendra mengaku cukup kaget dengan adanya mosi tak percaya dari anggota DPRD itu. Apalagi, hal yang dikeluhkan belum terbukti dan berdasarkan asumsi atau dugaan saja. Dia pun belum bertugas lama dan tentunya belum bisa dinilai hasil kerjanya. “Kami menjalankan amanah sebagai ketua DPRD sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku. Tidak ada yang diabaikan,” katanya.
Sebelumnya, Dodi Hendra mendapatkan mosi tidak percaya. Setidaknya, 6 dari 8 fraksi atau 27 orang dari 35 anggota DPRD tersebut menandatangi mosi tidak. Saat ini diketahui, Fraksi PPP dan Fraksi Nasdem bersama Fraksi Gerindra tidak menyetujui mosi tak percaya. Yang menyetujui, Fraksi PAN, Fraksi Demokrat, Fraksi Golkar, Fraksi PKS dan Fraksi PDI Perjuangan-Hanura
Ketua Fraksi PPP DPRD Kabupaten Solok Dendi menilai, mosi tidak percaya yang dilayangkan sejumlah fraksi baru sebatas asumsi yang menyebut bahwa Ketua DPRD Kabupaten Solok bersikap arogan dan otoriter. PPP belum menilai secara pas dan meyakinkan kesalahan yang dilakukan Dodi Hendra sebagai ketua sehingga harus diberikan mosi tak percaya.
Salah seorang tokoh muda Kabupaten Solok Nofri yang juga melupakan alumni kampus islam di Kota Padang juga ikut memberi komentar, menurutnya ini merupakan sangat tidak perlu terjadi, pasalnyan ini akan membuat situasi Perpolitikan di kabupaten solok menjadi kacau.
Apa bila sudah terjadi kekacauan nanti akan juga berimbas kepada masyarakat, dia juga mengatakan sosok Dodi Hendra di ibaratkan sperti seorang tokoh muda islam untuk menghancurkan kezoliman yang ada di Kabupaten solok, semoga kedepan Dodi Hendra sama hal nya dengan Imam Mahdi yang sama-sama akan menghancurkan Kezoliman.
Masih kata pemuda itu, semoga situasi perpolitikan di Kabupaten Solok kembali normal dan Para Dewan bisa bekerja dengan fokus memperjuangkan hak aspirasi masyarakat.
Dikutip dari radarsumbar.con dan medja lainnya.
Kabareskrim Polri Komjen Pol Agus Andrianto berencana mengeluarkan surat telegram guna menertibkan pinjaman online (Pinjol) ilegal atau bodong yang kerap meresahkan masyarakat.
Wakil Direktur Tipideksus Kombes Whisnu Hermawan Februanto mengatakan surat telegram ini tengah digodok oleh Kabareskrim. Nantinya, hal ini menjadi rujukan kepada jajaran Polri di seluruh Indonesia.
"Pak Kabareskrim telah mengirimkan telegram ke seluruh jajaran Polri Indonesia untuk mengungkap perkara pinjol yang ilegal," kata Whisnu di Mabes Polri, Jakarta, Kamis (17/6/2021).
Dijelaskan Whisnu, hanya ada 1.700 pinjaman online yang terdaftar oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Sementara itu, dia menduga masih ada 3.000 pinjol ilegal atau yang tak terdaftar resmi oleh negara.
Menurutnya, kasus pinjaman online tersebut menjadi sorotan lantaran kerap banyak korban yang mengalami kerugian materil hingga non materil.
"Ada beberapa korban yang hanya meminjam uang beberapa ribu saja, kemudian diteror dengan foto-foto yang vulgar dengan menginformasikan ke teman-temannya, keluarganya, bahkan sampai ada yang stres akibat pinjaman yang tidak benar ini," ujar dia.
Ia memastikan pihak kepolisian akan terus memburu pinjol-pinjol ilegal yang melakukan tindakan-tindakan yang melawan hukum. Dia meminta para korban juga dapat melaporkan kejadian tersebut ke polisi.
"Silakan laporkan kepada polisi terdekat. Karena semua reserse yang ada di Indonesia ini sudah paham dan memahami dengan arahan Kabareskrim terkait pengungkapan kasus pinjol tersebut. Sehingga mudah-mudahan kasus ini tidak ada lagi dan Polri bisa mengungkap sebanyak-banyaknya perkara tersebut," tukas dia. (ril)
"Ayo bapak ibu yang mau vaksin Covid-19, kami (Polda Sumbar) akan mengadakan vaksinasi pada hari Sabtu tanggal 19 dan Minggu tanggal 20 Juni 2021" kata Kabiddokkes Polda Sumbar Kombes Pol drg. Lisda Cancer, M.Biotech, Kamis (17/6).
Dijelaskan, vaksinasi massal tersebut dilaksanakan didua lokasi, yakni di GOR Bulutangkis Polda Sumbar Jl. Jenderal Sudirman (samping Wisma Kemala), kemudian dilapangan Imam Bonjol depan Polsesta Padang.
"Pemberian vaksin Covid-19 merupakan salah satu upaya dari pemerintah Indonesia, untuk menciptakan kekebalan kelompok (herd immunity) dalam tubuh," ujarnya.
Maka dari itu kata Kombes Pol Lisda, untuk mendukung program pemerintah tersebut Polda Sumbar juga ikut ambil andil dalam mensukseskan vaksinasi Covid-19 kepada seluruh masyarakat.
Sementara, Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik menerangkan, pelaksanaan vaksinasi oleh Polda Sumbar ini juga dalam rangka rmemperingati HUT Bhayangkara dan Dokkes Polri ke 75 tahun 2021.
Lanjutnya, masyarakat yang bisa atau dapat dilakukan vaksin tersebut berusia 18 tahun hingga lansia.
"Kepada masyarakat yang akan di vaksin, agar mempersiapkan dan membawa foto copy KTP atau Kartu Keluarganya," ujarnya.(*)