Tanah Datar- Saat mengerjakan sasaran program TMMD ke-114 Kodim 0307/TD, anggota Satgas di waktu longgar selalu sempatkan membantu warga, termasuk membantu ibu-ibu memasak di dapur, di jorong pasa senayan, Nagari Batu bulek, Kecamatan Lintau buo Utara, Kabupaten Tanah Datar, Jum'at(05/08/2022).
Selama pelaksanaan TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 anggota Satgas sebagian yang tinggal di rumah warga, berbaur menjadi keluarga baru warga setempat.
Salah satunya anggota Satgas TMMD ke-114 yang tinggal di rumah Ibu Ferawati (45), warga Jorong pasa senayan tak segan-segan membantu ibu-ibu yang sedang memasak di dapur untuk menyediakan makanan setiap harinya.Menurut Pratu Yoda dari Denzipur 2 P/S yang tergabung dalam satgas TMMD ke -114 dengan cara membantu memasak pemilik rumah tersebut dijadikan sebagai sarana untuk mempererat kebersamaan.
Kami tidak merasa canggung meskipun kami harus mengerjakan urusan dapur bersama ibu-ibu,”ujar Pratu yoda.
Sementara itu, Ferawati (45) mengaku senang anggota Satgas TMMD ke-114 yang tinggal di rumahnya turut membantu memasak di dapur.
”Dalam sehari kami memasak tiga kali. Alhamdulillah selama ada TNI yang tinggal di sini, yang sedang tidak di lapangan mau membantu kami memasak. Sudah seperti anak sendiri, Tentu kami merasa senang,” ujar lbu Ferawati.(**).
Padang,netralpost.net —Sebuah postingan di akun instagram @bemkmunp yang menulis caption dengan tajuk "UNP Bergoyang Jadi Ladang Cuan” yang diunggah pada Senin 25 Juli 2022 lalu, ternyata viral dan bikin heboh masyarakat Sumbar, bahkan nasional.
Seperti diketahui cerita itu bermula pada hari Minggu 24 Juli 2022, dimana Gedung Auditorium UNP Padang yang bersebelahan dengan masjid dipadati oleh para pengunjung yang ingin menyaksikan konser musik yang dilaksanakan PT Exso Promosindo dengan menghadirkan artis Vierratale, Ardhito Pramono, Feel Koplo dan artis lainnya.
Untuk bisa menonton konser tersebut, disebut-sebut panitia mematok harga tiket sebesar Rp200.000, dengan jumlah penonton hampir mencapai 2.000 orang.
Pasca konser musik tersebut, terutama sejak beredar di akun instagram @bemkmunp, berbagai kritikan pun mencuat, termasuk dari ulama Sumbar Jel Fatullah yang pernah mengenyam pendidikan di Al-Azhar Al-Sharif.
Kritikan berbau parodi juga datang dari seorang komika nasional, Praz Teguh melalui video unggahannya di aplikasi media sosial instagram berdurasi 1 menit 8 detik.
Sementara Ustadz Jel Fatullah tak kenal kompromi. Dalam menjawab pertanyaan jemaah, seperti diunggah chanel youtube Tazkiyah Media, ustadz yang juga pimpinan Badan Kerja Sama Pondok Pesantren Indonesia (BKSPPI) ini dengan tegas tak bisa mentolerilnya.
“Terkait dengan kasus UNP dimana dijadikan fasilitas hiburan yang tidak sesuai dengan misi pendidikan, justru bertentangan dengan misi pendidikan dan saya minta kalau bisa rektornya dipecat. Kenapa, karena kita telah amanahkan generasi muda kita ke UNP yang merupakan tempat pendidikan, tapi acara seperti itu malah dibuat di UNP. Ini mengkhawatirkan dan tidak boleh terulang,” kata Ustadz Jel Fatullah.
Untuk mengulik berbagai respon negatif yang muncul itu, Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) perkumpulan perusahaan Media Online Indonesia (MOI) Provinsi Sumatera Barat (Sumbar) di bawah kepemimpinan Anul Zufri S.H, M.H mengundang Rektor UNP Prof. Ganefri, M.Pd, Ph.D untuk berdiskusi sekaligus mengklarifikasi kejadian di UNP yang menghebohkan tersebut, bertempat di kantor Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Sumbar, Alai Parak Kopi, Kecamatan Padang Utara, Kota Padang, Kamis 4 Agustus 2022.
Lantaran Prof. Ganefri masih ada urusan yang harus diselesaikan di Jakarta, ia mengutus Wakil Rektor III UNP, Drs. Hendra Syarifuddin, M.Si, Ph.D untuk mewakili. Diskusi ini diikuti oleh para pemilik media online dan wartawan.
Diskusi sekaligus klarifikasi peristiwa di UNP yang berlangsung jam 13.30 WIB itu juga dihadiri Ketua LKAAM Sumbar sekaligus pembina DPW MOI Sumbar DR. Fauzi Bahar, M.Si, Datuak Nan Sati yang diwakili Sekretaris III, Drs. M. Nasir Dt. Sampono Batuah.
Pada kesempatan itu Hendra Syarifuddin mengatakan bahwa Rektor, para Wakil Rektor maupun Sivitas Akademika UNP tak menyangka acara yang digelar Gedung Auditorium itu akan memantik reaksi keras.
Bahkan kata Hendra pihak UNP tidak pernah menyangka kegiatan itu akan bermuara dengan acara “hura-hura”, karena pihak event organizer (EO) sebagai penyelenggara acara menyebut akan melakukan kegiatan malam amal.
“Kami telah memanggil pihak EO dan meminta klarifikasi. Dari pihak EO mengatakan bahwa acara yang dilangsungkan saat itu tidak seheboh di video yang viral tersebut. Bahkan musik yang diputar dalam video tersebut tidak sama dengan musik yang berlangsung saat itu. Artinya musiknya telah diganti saat video itu dishare,” kata Hendra.
Ia juga mengaku kaget dengan respon Ustadz Jel Fatullah yang meminta Rektor UNP dipecat. “Saya pribadi terkejut dengan respon Ustadz kita ini, bahkan disebut UNP dijadikan tempat maksiat di beberapa media massa. Juga ada video orang berjoget. Apakah berjoget dan menari tersebut bisa dikatakan maksiat? Kalau benar begitu, tentu akan banyak sekali maksiat yang akan kita temui, seperti di tempat baralek dan lainnya,” kata Hendra.
Wakil Rektor III UNP ini juga mengaku kecewa, karena sebelumnya Ustadz Jel Fatullah tidak pernah meminta klarifikasi dari pihak UNP terkait dengan acara yang diadakan di Gedung Auditorium tersebut.
Merespon pernyataan Hendra Syarifuddin tersebut, Ketua DPW MOI Sumbar, Anul Zufri melontarkan pertanyaan ; “apakah UNP berniat akan menggugat pernyataan Ustadz Jel Fatullah yang banyak beredar di berbagai media sosial tersebut.
“Sampai hari ini bapak rektor belum terfikir ke arah tersebut, karena banyak pekerjaan yang sedang diurus, seperti persiapan pendirian Program Studi Pendidikan Dokter di UNP dan banyak lagi urusan yang berkaitan dengan kemajuan perguruan tinggi kita ini, sehingga mengantarkan UNP memperoleh prestasi nasional peringkat 3 dalam bidang pencapaian Indikator Kinerja Utama dalam kategori PTN BLU pada Desember 2021 lalu,” ujar Hendra. (rel)
Tanah Datar, netralpost.net ---- Suasana penuh keakraban terlihat dalam pelaksanaan program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-114 TA. 2022 Kodim 0307/TD, seperti halnya yang di lakukan masyarakat yang ada di Jorong pasa senayan dan anggota Satgas TMMD seakan tidak punya batas atau perbedaan, di mana Jorong pasa senayan tersebut menjadi salah satu Jorong yang berada di Nagari Batu bulek Kecamatan Lintau Buo utara menjadi sasaran program TMMD di Kabupaten Tanah datar,Jum'at(5/8/2022).
Keakraban itu terlihat saat anggota satgas TMMD bermalam atau tidur di rumah warga bahkan makan malam pun bersama. Karena anggota Satgas TMMD ini memang ditempatkan di rumah warga dan berbaur dengan keluarga dalam rumah itu, dengan tidak melupakan jati dirinya sebagai prajurit dengan sikap sopan santun dan ramah-tamahnya.
Bapak Mairizal (53), salah seorang pemilik rumah juga merupakan tokoh masyarakat di Jorong pasa senayan, mengungkapkan bahwa “Kami senang dan bersyukur, karena ada tentara yang tidur di rumah kami. Sehingga kami sudah seperti keluarga. Ini kebanggaan besar bagi keluarga kami,” ujarnya.
Selain itu Letda lnf Eki Hermawan anggota satgas TMMD ke-114 juga sebagai komandan pleton (Danton) mengatakan bahwa inilah sebenarnya jati diri TNI, karena TNI memang berasal dari rakyat. Bersama masyarakat, akan terjalin hubungan kekeluargaan dengan masyarakat itu sendiri. untuk itu kami berbaur dengan masyarakat setiap hari dan pada setiap kegiatan. Karena inilah bentuk kemanunggalan TNI dengan rakyat.
'Komandan kodim 0307/TD Letkol Czi Sutrisno, S.T,M.I.P, mengatakan bahwa kegiatan tersebut di lakukan guna menjalin dan membangun rasa kebersamaan antara prajurit TNI personel satgas TMMD ke-114 dengan masyarakat sekitar,"Pungkasnya.(**).
Payakumbuhnetralpost— Berlandaskan surat Walikota Payakumbuh yang dibidani dinas PUPR dalam menghadapi persiapan penilaian lomba komunitas peduli sungai tingkat nasional, seluruh THL pada OPD terkait dikerahkan untuk melaksanakan gotong royong (goro) di seputar bantaran sungai batang agam, Kamis (4/8).
Diawali dengan apel bersama yang dipimpin langsung walikota Riza Falepi, kegiatan goro turut diikuti oleh Asisten II bidang ekonomi dan pembangunan Elzadaswarman, kepala dinas PUPR Muslim, kepala dinas Lingkungan Hidup Desmon Corina, kepala Disparpora yang diwakili Kabid Pemuda dan Olahraga Afrizon Nasri, Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri, Kabid Humas Diskominfo Rudi Arnel, Lurah Bulakan Balai Kandi Eki R Sikumbang, dan Lurah Pakan Sinayan Hardison.
Wako Riza menghimbau kepada seluruh yang hadir dalam goro di batang agam itu untuk dapat merawat bantaran sungai batang agam, meskipun nanti kegitan yang akan dihelat ini telah selesai, akan tetapi saya meminta agar kita semua dapat selalu menjaga dan merawat sungai kita ini,” katanya.
“Dan jika nanti saya tidak memimpin di sini lagi, sayan ingin seputaran sungai batang agam ini agar tetap terjaga,” lanjutnya kepada seluruh peserta apel goro di barang agam tersebut.
Lebih lanjut, Wako Riza juga turut mengajak semuanya agar budayakan rasa memiliki, hal ini untuk guna menjaga wilayah sungai batang agam yang kita cintai ini supaya tetap terjaga,” ungkapnya.
“Untuk kita semua disini, jika kita nanti melihat pohon-pohon yang berada disini ada yang tidak rapi atau bersih lagi, maka mari kota rapikan dan bersihkan tanpa menunggu intruksi dari pimpinan. Sehingga sungai batang agam kita ini selalu bersih dan rapi, dan bisa menjadi pusat tempat bermain yang nyaman bagi semua kalangan,” tukas walikota dua periode itu.
Diakhir sambutannya, Riza Falepi berharap nanti tongkat estafet kepemimpinan akan berada di tangan yang tepat, agar kawasan sungai batang agam yang telah ditata dimasa kepemimpinan nya itu dapat menjadi lebih baik dan asri lagi sehingga bisa menjadi pusat dan cerminan atas indahnya kota Payakumbuh dimasa yang akan datang.
Setelah dibuka Wako Riza pada apel pagi itu, goro di seputaran sungai batang agam diikuti oleh jajaran dari dinas PUPR, LH, Dishub, Pariwisata beserta Kecamatan dan kelurahan di Payakumbuh Barat.(Yon)
Payakumbuh,netralpost ---- Pemerintah Kota Payakumbuh bersama Kementerian Sosial Republik Indonesia (Kemensos RI) menyalurkan 50 paket bantuan sosial kepada lansia terlantar, anak terlantar, dan disabilitas terlantar di Kantor Dinas Sosial, Kamis (4/8).
Disebut terlantar, sesuai Standar Pelayanan Minimal (SPM) di dinas sosial, disabiitas yang dibantu adalah dari keluarga tidak mampu melalui Program Atensi Sentra Abiseka Pekanbaru (dulunya salahsatu Balai di Kementerian Sosial).
Plt. Kepala Dinas Sosial B. Nasution didampingi Kabid PRJS Kurniawan Syah Putra menyampaikan bersyukur dengan telah disalurkannya bantuan bagi masyarakat Payakumbuh yang menyandang disabilitas. Kepedulian Pemerintah Kota Peyakumbuh melalui Dinas Sosial dengan masalah Pemerlu Pelayanan Kesejahteraan Sosial (PPKS) adalah dengan terus getol berupaya menjangkau dan menjuluk program-program bantuan, baik dari pemerintah pusat maupun swasta.
"Alhamdulillah kita mengusulkan penerima bantuan yang telah didata dari setiap kecamatan di Kota Payakumbuh. Proses pengusulan, asesmen, dan penyaluran bantuan telah dilalui dengan baik. Kita juga memiliki jaringan yang bagus dengan kementerian," kata B. Nasution.
B. Nasution menambahkan bantuan ini adalah:
Tongkat kaki 3 sebanyak 1unit
Tongkat kaki 4 sebanyak 1 unit
Tongkat kaki 1 sebanyak 3 unit
Tongkat adaptif sebanyak 1 unit
Nutrisi Lansia 27 paket
Nutrisi Disabilitas 8 paket
Nutrisi Anak 5 paket
Familiy Kit (Kasur, Sprei, Selimut, bantal) 27 Paket
Kursi Roda Cerebral Palsy 1 unit
Alat bantu dengar 2 unit
Kaki palsu 4 buah
Kursi roda 3 in one 2 unit
Kursi roda standar 1 unit
Stroller anak 2 unit
Walker 1 unit
Wirausaha Ternak Ayam Kampung 3 paket
Wirausaha Warungan 1 paket
"Ada yang diantarkan ke rumah penerima, karena tidak bisa hadir langsung ke kantor dinas sosial. Untuk penerima bantuan kaki palsu, mereka dibawa untuk ukur kaki langsung ke Pekanbaru," kata B. Nasution.
B. Nasution juga mengucapkan apresiasi dan terima kasih kepada Sentra Abiseka Pekanbaru yang telah membantu pemerintah Kota Payakumbuh untuk memenuhi kebutuhan masyarakat disabilitas.
"Tahun lalu kami juga dibantu sembako dan bantuan lainnya oleh Balai Abiseka Pekanbaru sebelum lembaga kementerian sosial ini berubah nama," ungkapnya.
Sementara itu, Pekerja Sosial Sentra Abiseka Pekanbaru Yustisia Dwi Putra menyampaikan program ini berada di bawah Direktorat Rehabilitasi Sosial melalui program di lembaga Sentra Abiseka Pekanbaru. Mereka menerima data yang diusulkan oleh pemerintah daerah, kemudian diasesmen ke lapangan untuk memastikan kelayakan calon penerima.
"Mudah-mudahan bantuan ini bermanfaat. Kami juga mengapresiasi Dinas Sosial Kota Payakumbuh sejak hari kemarin kami diantar langsung ke rumah calon penerima bantuan dan dilayani dengan baik. Sinergi seperti ini yang diharapkan agar terjalin lagi kerja sama yang lebih baik kedepannya, masih banyak lagi masyarakat yang membutuhkan bantuan, semoga kita bisa membantu yang belum meraihnya," ujarnya.
Salah satu disabilitas, Anggara Surya Dinata warga Subarang Batuang, penerima bantuan kaki palsu menyampaikan pada bulan April 2022 Dia ditemui oleh pendamping dan petugas pendata dari dinas, disampaikan saat itu dirinya diusulkan untuk mendapatkan bantuan kaki palsu. Anggara bercerita, dirinya kehilangan kaku sejak 2008 akibat kecelakaan bermotor di umur 16 tahun. Sejak saat itu dirinya memakai penyangga berjalan, kemudian pada tahun 2015 baru bisa memakai kaki palsu.
Bahkan, 5 tahun lalu, Anggara pernah ikut seleksi body contest di Kota Padang. Semangat untuk terus menjalani hari-harinya terus ada di dalam diri Anggara, meski ada kekurangan fisik.
"Alhamdulillah hari ini saya dapat bantuan kaki palsu baru. Nanti saya akan pergi ke Pekanbaru bersama orang kementerian untuk pencocokan. Saya menyampaikan terima kasih kepada Pemerintah Kota Payakumbuh dan Kementerian Sosial RI atas bantuannya," kata pria yang saat ini kesehariannya bekerja di pabrik batako itu. (Yon)
Wagub menjelaskan transformasi era digital telah menghapus banyak sekali pekerjaan yang sebelumnya digeluti oleh ratusan ribu tenaga kerja. Namun perubahan yang sama telah melahirkan jauh lebih banyak jenis pekerjaan yang dapat menjadi mata pencarian baru bagi kaum millenial dan gen Z.
“Menurut riset lebih kurang 4 ribu pekerjaan hilang, tapi ada lebih dari 10 ribu pekerjaan baru tercipta. Artinya semakin banyak peluang terbuka, tinggal bagaimana kita mampu berkreasi dan berinovasi,” Kata Wagub.
Selain itu, Wagub Audy mengatakan, jumlah pengangguran dari lulusan perguruan tinggi lebih tinggi daripada lulusan sekolah menengah. Fenomena ini menurutnya, disebabkan banyak pekerjaan baru tidak memerlukan ijazah sarjana. Hal ini tentunya menjadi tantangan tersendiri pemerintah, oleh karena itu, untuk menjawab tantangan tersebut, menurutnya Pemprov Sumbar saat ini tengah berupaya mengubah mindset generasi muda dari pencari kerja menjadi pencipta lapangan kerja.
“Di provinsi, kami mengembangkan program 100 ribu millenial entrepreneur dan woman entrepreneur, bukan hanya di dinas tenaga kerja tapi di seluruh OPD. Ini juga perlu support dari program di dinas-dinas kota dan kabupaten,” lanjutnya.
Lebih lanjut Wagub berharap agar pertemuan antara kepala dinas ketenagakerjaan dari seluruh kota dan kabupaten tersebut dapat menjadi ajang untuk saling bertukar inspirasi melalui ide-ide keratif dan inovatif yang sudah diterapkan di kota dan kabupaten masing-masing.
Sementara itu, Kepala Dinas Ketenagakerjaan dan Transmigrasi Sumatera Barat, Nizam Ul Muluk menyampaikan, rapat koordinasi tersebut merupakan rapat koordinasi yang ketiga. Sebelumnya rapat koordinasi ketenagakerjaan dan transmigrasi juga telah dilaksanakan untuk membahas kemitraan pemerintah daerah untuk penempataan tenaga kerja asal Sumbar di luar negeri maupun di luar daerah.
“Harapan kita melalui rangkaian rapat-rapat koordinasi ini kita dapat merumuskan solusi-solusi bagi ketenagakerjaan di Sumatera Barat,” pungkasnya. (***)
Seperti diketahui, pada momen tersebut hal yang sama juga akan diikuti pekerjaan revitalisasi atau pembangunan Shelter di Air Tawar (Basko), Lubuk Buaya, Pasar Usang hingga Shelter Cimparuh di Kota Pariaman.
"Alhamdulillah atas nama Pemerintah Kota Padang dan warga Kota Padang, kami mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Bagian Barat dan Direktorat Jenderal (Ditjen) Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang telah mengupayakan pembangunan Shelter Alai ini," ungkap Wali Kota dalam sambutannya.
Dalam kesempatan itu hadir Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat Supandi, Kepala Divisi Regional II Sumbar Mohammad Arie Fathurrochman serta Kepala Dinas Perhubungan Provinsi Sumbar Heri Nofiardi dan unsur Forkopimda Kota Padang.
"Shelter ini sangat penting karena akan digunakan untuk menaikan dan menurunkan penumpang (drop off) dari berbagai jenis angkutan umum maupun transportasi daring. Hal ini sudah lama kita tunggu dan alhamdulillah terealisasi hari ini. Semoga memberikan pelayanan kepada pengguna jasa perkeretaapian di Kota Padang, khususnya menghadirkan keamanan dan kenyamanan ketika akan menaiki dan turun dari kereta api," harap Wako
"Hal tersebut diharapkan ikut menggairahkan animo masyarakat untuk semakin banyak menggunakan jasa kereta api sebagai transportasi umum," sambung Hendri Septa mengapresiasi.
Lebih lanjut orang nomor satu di Kota Padang itu juga menyambut baik seiring akan adanya teknologi baru dimana setiap kereta api yang mau melintas akan berbunyi sirine yang berbunyi cukup keras.
"Sirine tersebut diharapkan membuat masyarakat menjadi berhati-hati ketika akan melintasi rel kereta api. Hal ini sangat penting demi keselamatan kita semua, karena saat ini memang cukup banyak perlintasan kereta api di Padang yang dilalui masyarakat belum memiliki palang pintu perlintasan.
"Alhamdulillah, sekali lagi kita menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumbar Bagian Barat serta Ditjen Perkeretaapian Kementerian Perhubungan yang telah menghadirkan hal yang sangat penting ini. Semoga akan ada lagi upaya dan hal positif selanjutnya," tutur Wali Kota Padang gembira.
Kepala Balai Teknik Perkeretaapian Kelas II Wilayah Sumatera Bagian Barat Supandi menyebutkan, pada tahun 2022 pihaknya tengah melakukan berbagai macam kegiatan peningkatan dari lintas kereta api jalur Padang-Pariaman.
Salah satu kegiatan yang dilakukan antara lain revitalisasi beberapa stasiun kecil antara lain Stasiun Pasar Alai, Air Tawar, Lubuk Buaya dan Stasiun Cimparuh di Pariaman.
"Kami berharap dengan adanya revitalisasi ini maka kondisi stasiun semakin baik dan memenuhi standar pelayanan minimal penumpang kereta api sesuai regulasi yang berlaku. Begitu juga semoga menarik minat masyarakat menggunakan moda kereta api," sebutnya.
Ia menambahkan, selain meningkatkan pelayanan angkutan kereta api, pihaknya juga akan melakukan penataan perlintasan di sepanjang jalur Padang-Pariaman. Dari sekitar 388 titik perlintasan akan ditutup sebanyak 245.
"Untuk penataan perlintasan tersebut kita lakukan berupa sterilisasi atau pemagaran, pemasangan patok besi, pagar ornamen hingga pembangunan pintu perlintasan. Selain itu kita juga melakukan hal baru yakni pemasangan EWS (Early Warning System) di 38 titik perlintasan. EWS ini merupakan 'pilot project' pertama di lingkungan Ditjen Perkeretapian dengan menyajikan fasilitas sensor yang dipasang di sekitar perlintasan. Saat kereta api melintas alat itu secara otomatis akan berbunyi sebagai pemberi peringatan bagi warga yang akan melintas," jelasnya.
Dalam kesempatan itu hadir mendampingi Wali Kota Padang yakni Sekdako Andree Algamar bersama Asisten Pemerintahan dan Kesra Edi Hasymi, Kepala Dinas Perhubungan Yudi Indra Sani serta Kasat Pol PP Mursalim, Kepala Dinas PUPR Tri Hadyanto, Kepala Dispora Afriadi, Kabag Prokopim Amrizal Rengganis dan Camat Padang Utara Pagara Anas.(***)
Sumbar, netralpost.net --- Polda Sumatera Barat (Sumbar) memusnahkan puluhan kilogram narkotika jenis ganja kering. Pemusnahan ini dilaksanakan di Mapolda Sumbar, Kamis (4/8).
Jumlah ganja kering yang yang dimusnahkan sebanyak 37.205,55 gram dari total sebelumnya sebanyak 37.250,00 gram barang bukti. Untuk sisanya 44,45 gram dijadikan sebagai barang bukti untuk pemeriksaan di labfor.
Pemusnahan barang bukti tersebut, sesuai dengan Surat Ketetapan Status Barang Sitaan Narkotika dari Kejaksaan Negeri Padang, dengan Nomor: R- 483/L.310/Enz1/07/2022 tanggal 21 Juli 2022.
Pemusnahan dilakukan dengan cara dibakar yang dipimpin oleh Dirresnarkoba Polda Sumbar Kombes Pol Rudy Yulianto, S.Ik. MH bersama Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Dwi Sulistyawan, S.Ik. M.Si dan pihak Kejaksaan Negeri Padang.
Kabid Humas mengatakan, barang bukti narkotika jenis ganja kering yang dimusnahkan tersebut merupakan hasil pengungkapan kasus narkoba dengan seorang tersangka bernama Meyyori Pratama, umur 27 tahun oleh Ditnarkoba Polda Sumbar.
"Polda Sumbar melalui Direktorat Reserse Narkoba (Ditresnarkoba) baru saja melakukan pemusnahan barang bukti kasus tindak pidana narkotika dengan barang bukti ganja seberat 37,250 kg yang berhasil diungkap oleh Ditnarkoba," katanya.
Untuk pasal yang disangkakan sebut Kombes Pol Dwi, adalah Pasal 114 ayat (2) sub Pasal 111 ayat (2) Undang-undang Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika.
Kabid Humas Polda Sumbar juga mengimbau kepada seluruh masyarakat untuk menjadi polisi bagi dirinya sendiri, keluarga dan lingkungan tempat tinggalnya.(Rls)
Tanah Datar, netralpost.net - Satgas TMMD ke -114 Kodim 0304/TD, Jorong cubadak randah, Nagari Tanjung bonai Kecamatan Lintau Buo Utara, Kabupaten Tanah datar menggelar Sosialisasi Keselamatan Lalu Lintas dan Angkutan Jalan, Bertempat di Aula SMA Negeri 1 Lintau buo, Kamis(04/8/2022).
Acara ini merupakan salah satukegiatan non fisik dalam TMMD ke - 114 Kodim 0307/TD yang diikuti Siswa dan Siswi SMA Negeri 1 Lintau buo di Aula sekolah.
Turut hadir dalam kegiatan Kanit Regeden lpda Rido, S.H Lintau buo utara, Kepala Sekolah SMA N 1 Syafri, S.Pd.,MM. Kadis Perhubungan Tanah datar Nursiwan, S.Sos, BPTD Biro lalu lkra Suranta, ST,M.M Provinsi Sumatera Barat, Era Oktaviadi, S.H Kasi Lalulintas dan keselamatan Provinsi Sumatera Barat, Babinsa Serda lvan satrio dan Siswa-siswi SMA Negeri 1 Lintau buo.
Kepala Seksi Keselamatan Lalu Lintas Dinas Perhubungan Provinsi Sumatera Barat Era Oktaviadi, S.H Mewakili Kadis Provinsi Sumatera Barat, Selaku narasumber menyampaikan materi tentang Undang Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.
Disebutkan, salah satu penyebab utama terjadinya kecelakaan lalu lintas adalah faktor manusia (human error).
Sedangkan dari kelompok umur, laka lantas banyak terjadi pada kelompok usia produktif terutama pelajar. Oleh karena itu kegiatan ini digelar untuk menanamkan paham atas pentingnya keselamatan lalu lintas.
Disebutkan, pemahaman terhadap rambu-rambu lalu lintas sebenarnya cukup mudah. Meski demikian, kedisiplinan masyarakat untuk mematuhi aturan tersebut masih perlu ditingkatkan.Oleh karena itu pada banyak kasus, 99 persen laka lantas biasanya diawali dari adanya pelanggaran lalu lintas.
Dengan adanya penyuluhan ini, diharapkan Siswa-Siswi SMA Negeri 1 Lintau buo bisa menyadari pentingnya budaya tertib berlalu lintas untuk keselamatan bersama.Termasuk di antaranya adalah kelengkapan berkendara, seperti perlengkapan keamanan dan surat-surat kendaraan.Ungkap Era Oktaviadi, S.H.
Selain itu Babinsa Koramil 04/LB, Kodim 0307/TD Serda lvan satrio juga menjelaskan kepada Siswa-siswi SMA Negeri 1 Lintau buo Agar mematuhi aturan Lalulintas dan jangan kebut-kebutan atau Ugal-ugalan karena bisa membahayakan nyawa kita sendiri, Tegasnya.(**).
Tanah Datar,netralpost.net --- Keceriaan sehari-hari Anggota Satgas TMMD ke 114 Kodim 0307/TD ternyata banyak suka duka dibaliknya saat tugas di lokasi TMMD, Jorong pasa senayan, Nagari Batu bulek, Kecamatan Lintau buo Utara, Kabupaten Tanah datar, Kamis(04/08/2022).
Ditengah tengah masyarakat dan disaat bekerja, semua Anggota Satgas TMMD 114 Kodim 0307/TD, selalu terlihat semangat dan bahagia. Namun dibalik semua itu, ternyata banyak suka duka yg harus dilalui. Salah satunya rasa kangen dengan keluarga.
Itulah yg dirasakan salah satu Anggota Satgas TMMD ke 114 Kodim 0307/TD Sertu Asep sumanti, dia terlihat melepas rindu bertemu keluarga di rumah, dengan video call (VC) aplikasi seluler bisa jadi obat kangen kepada keluarganya. Hampir dua pekan lebih, mereka tak saling bertemu.
"Tentu ada rasa rindu yg menggebu kepada keluarga dirumah, tapi kita harus bisa menyesuaikan tempat dimana kita harus tersenyum sendiri saat VC bersama keluarga dan dimana saat kita harus tetap terlihat semangat dan bahagia bekerja supaya rekan anggota satgas yg lain juga masyarakat tetap bersemangat melihat kita semangat", ungkap Sertu Asep sumantri.
"Selain itu sebagai pengobat rindu keluarga saya hanya bisa berkomunikasi melalui vidio call dengan anak dan istri, Biarpun sinyal tergolong sulit dilokasi TMMD tapi masih bisa untuk komunikasi sebagai pengobat rindu keluarga,"Ujar Asep sumanti.(**).