Limapuluh Kota,netralpost--Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Gerindra Limapuluh Kota Mulai Buka Pendaftaran Bagi Bakal Caleg (Bacaleg) untuk Legislatif Tahun 2024,Pendaftaran dibuka dari tanggal 5-20 September 2022.
Pendaftaran ini diperuntukan untuk Masyarakat ,Tokoh-tokoh,Niniak Mamak Atau Warga 50 Kota yang Berminat,hal tersebut disampaikan Deni Astra Ketua DPC Limapuluh Kota,pendaftaran ini kami lakukan,membuka peluang bagi seluruh Tokoh dan masyarakat untuk Mendaftar dan Perlakuan Yang Sama untuk Kader dan non kader Untuk menjadi Calon Anggota DPRD Limapuluh Kota pada Pemilu legislatif mendatang tahun 2024
Ketua DPC Deni Astra juga menambah kan Partai Gerindra yang memastikan Mengusung Prabowo Subianto Sebagai Calon Presiden pada Pemilu Pilpres 2024 mengajak semua elemen masyarakat untuk berkompetisi,dan untuk semua calon yang mendatang kami seleksi untuk memilih yang kredibel dan berkwalitas untuk Caleg dari partai Gerindra,"Ujar nya
Sementara itu Zen Alianis yang lebih akrab dipanggil Zenia, Ketua Panitia Penjaringan,mengatakan Proses Penjaringan Bacaleg Partai besutan Prabowo Subianto tersebut menyatakan Bahwa setiap Bacaleg nantinya akan dilakukan ujian Assessment dan terbuka di DPD Gerindra Sumbar,
‘Selama Proses penjaringannya dilakukan secara terbuka dan selanjutnya ada ujian assessment, dapat kami pastikan penguji nantinya adalah orang orang yang kredibel, mulai dari pakar, akademisi dan juga pelaku dari pada birokrasi sendiri,Ini bertujuan agar bakal calon yang lolos betul betul orang berkompeten serta punya komitmen demi kemajuan kota Limapuluh Kota,serta mempunyai wawasan kebangsaan’ ungkap Zenia yang saat ini juga menjabat Ketua OKK Gerindra Limapuluh Kota.(Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Jelang berakhirnya masa jabatan selaku walikota pada tanggal 22 September 2022 mendatang, Walikota Payakumbuh Riza Falepi melantik sejumlah pejabat dilingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh, termasuk tiga pejabat pimpinan tinggi pratama hasil seleksi terbuka beberapa waktu lalu. Pelantikan dilakukan di Pendopo Rumah Dinas Walikota, Selasa (06/09/2022).
Adapun ketiga pejabat Pimpinan Tinggi Pratama yang dilantik adalah Kepala Dinas Penanaman modal dan Pelayanan Terpadu Satu Pintu Meizon Satria, Kepala Dinas Koperasi dan UMKM M.Faizal dan Kepala Dinas Sosial Irwan Suwandi. Sementara jabatan Kadis Kesehatan yang juga telah dilelang belum jadi dilantik, karena menunggu persetujuan dari Komisi Aparatur Sipil Negara (KASN).
Dalam sambutan pasca pelantikan Walikota Payakumbuh Riza Falepi mengungkap bahwa pelantikan tiga pejabat tinggi pratama tersebut merupakan hasil seleksi terbuka atau lelang jabatan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Walikota menyatakan proses seleksi dilaksanakan secara objektif dan transparan.
“Proses seleksi sangat transparan, setiap tahapan seleksi, hasilnya diumumkan ke publik melalui website, hingga keluar hasil tiga besar. Publik bisa melihat sendiri nilai yang diraih peserta. Setelah keluar tiga besar, barulah saya pilih satu orang untuk ditetapkan dan dilantik menjadi kepala dinas,” ujar Walikota Riza.
Riza menyatakan, pihaknya mempunyai sejumlah pertimbangan dalam memilih dan menetapkan pejabat yang akan dilantik. Menurutnya, hasil tes akademis assesment, loyalitas, kinerja dan rekam jejak menjadi pertimbangan utama.
“Acuan pertama tentu hasil tes tertulis, ini membuktikan kapasitas seseorang. Kemudian loyalitas juga menjadi pertimbangan utama. Tidak mungkin pemimpin memilih orang yang tidak loyal dalam bekerja. Selanjutnya tentu kinerja dan rekam jejak selama bekerja,” jelas Walikota Payakumbuh dua periode ini.
Dikatakan, pada awalnya dirinya enggan untuk mengadakan seleksi terbuka untuk mengisi kekosongan jabatan beberapa kepala dinas yang kosong akibat pejabat lama yang sudah pensiun. Akan tetapi karena dorongan sejumlah pihak, akhirnya seleksi terbuka tetap dilaksanakan.
“awalnya saya sudah putuskan tak akan buka seleksi terbuka, biarlah itu menjadi pekerjaan Pj. Walikota pengganti saya, cuma karena desakan Bapak Kepala BKPSDM, agar segera mengisi kekosongan jabatan kepala dinas yang cukup banyak akhirnya saya ikut, dan hari ini akhirnya dilantik,” terang Riza Falepi.
Walikota yang dikenal piawai dalam mencari dana pembangunan ke pusat ini meminta agar kepala dinas terpilih secepatnya beradaptasi dengan bidang tugas mereka.
“Jadilah pembelajar cepat. Saya yakin anda yang hari ini dilantik mampu mengemban amanah dengan baik. Atas nama walikota saya ucapkan selamat, semoga sukses,” pungkas Walikota Riza.
Disamping tiga pejabat tinggi pratama, Walikota jugaelantik.sejumlah pejabat administrator, pejabat pengawas dan juga fungsional disejumlah instansi. Diantaranya Kepala Bagian Kesra Efrizal dan Kepala Bagian PBJ Dalbang Yasril.
Turut hadir dalam pelantikan tersebut, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten Administrasi Umum Ifon Satria Chan, Asisten Ekonomi Pembangunan Elzadaswarman, Kepala BKPSDM Erwan dan sejumlah pejabat terkait. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Penandatanganan prasasti dan peletakan batu pertama menandai dimulainya pembangunan gedung perkuliahan Universitas Negeri Padang (UNP) di Kawasan Padang Kaduduak, Kelurahan Tigo Koto Diate, Kecamatan Payakumbuh Utara, Rabu (7/9).
Dalam kegiatan tersebut hadir Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy, Wali Kota Riza Falepi, Wakil Wali Kota Erwin Yunaz, Wali Kota/Bupati se Sumatera Barat, Ketua DPRD Hamdi Agus, unsur Forkopimda, Rektor UNP Ganefri dan jajaran, pimpinan OPD se Sumatera Barat, Sekda Kota Payakumbuh Rida Ananda, pimpinan BUMN/BUMD/Instansi Vertikal se Kota Payakumbuh, tokoh masyarakat, dan tamu undangan.
Rektor UNP Ganefri menerangkan di akhir masa jabatan Riza Falepi sebagai kepala daerah, Ia menilai Riza memiliki energi yang bagus dalam membangun daerah, selama dua periode sudah berubah wajah Kota Payakumbuh.
"Tak hanya itu, bukti kepedulian Riza terhadap pendidikan juga sangat kami apresiasi. Waktu kami menyampaikan rencana mengembangkan kampus di Luak Limopuluah, beliau merespon dengan menyiapkan lahan yang dihibahkan buat UNP," kata Ganefri.
Ditambahkan putra Luak Limopuluah itu, lokasi pembangunan gedung perkuliahan UNP di Kota Payakumbuh ini dekat dengan Sentra IKM Rendang. Nantinya akan dibuka fakultas pariwisata dan perhotelan dengan program studi unggulan kuliner minang.
"Diharapkan ini menjadi ikon bagi Kota Payakumbuh yang sudah punya tren sebagai daerah sentra rendang di Sumbar, dibuktikan dengan titik terang ekspor produk yang telah ada," kata Ganefri.
Dia menjelaskan pihaknya memiliki obsesi bagaimana universitas ini menjadi destinasi utama masyarakat tak hanya Sumbar, tapi juga luar Sumbar untuk semakin banyak masyarakat yang melanjutkan pendidikan ke jenjang perguruan tinggi.
"Makanya kami berkomitmen menghadirkan tempat kuliah berkualitas. UNP sudah ada di 7 kabupaten kota di Sumatera Barat. Insyaallah kampus di Kota Randang ini dalam 8 bulan kedepan selesai dibangun dari dana universitas, bukan dari pemerintah pusat," tegasnya.
Terakhir, Ganefri mengakui kalau sumber daya manusia di Luak Limopuluah bagus, anak-anaknya cerdas, itu pula yang menjadi salahsatu penyemangat UNP untuk mengembangkan kampus di Luhak Nan Bungsu ini.
"Bertahap kualitasnya akan dikembangkan dan ditingkatkan, kampus baru ini terstandarisasi dengan memanfaatkan teknologi informasi. Gedungnya smart, serba digital. UNP tampil berbeda dengan yang lain, tak mau menjadi follower, maunya jadi pemenang, makanya terus berinovasi," tukuknya.
Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi dalam sambutannya berharap terus banyaknya perkembangan tempat kuliah di Kota Payakumbuh. Pihaknya pun siap mendukung masyarakatnya yang miskin agar dapat kuliah dengan bantuan beasiswa dari pemerintah kota.
"Tepat rasanya dibuat UNP dengan prodi kuliner Minang di sini karena masak memasak merupakan kesukaan orang Minang," katanya.
Wali kota dua periode itu menambahkan, pihaknya memiliki mimpi besar bagaimana kuliner Minang dapat mendunia, saat ini rendang dari Payakumbuh sudah bisa diekspor ke jerman.
"Saya pernah makan kuliner minang sewaktu pergi hongkong dan malaysia, harganya luar biasa mahal. Kalau kita bisa mencetak chef Minang yang mampu berbahasa asing, maka chef kuliner Minang akan mendunia, untuk itu dengan sendirinya adanya ekspor bumbu minang, segala spice produk asli Sumbar akan mendunia seperti masakan Thailand China, dan negara lain yang bisa kita temukan," tukuknya.
Riza yang 2 minggu lagi berakhir masa jabatannya itu turut mengajak kepala daerah lainnya hadir di Kota Payakumbuh saat ini dalam iven rapar koordinasi kepala daerah se Sumatera Barat untuk dapat mengajak warganya belajar sebagai chef kuliner Minang di Kota Payakumbuh.
"Duta-duta kuliner Minang kita sebarkan ke seluruh dunia dan ini akan menjadi sumber kemakmuran baru bagi Kota Payakumbuh dan Sumatera Barat," tandasnya.
Dari sisi Wakil Gubernur Sumatera Barat Audy Joinaldy turut menyampaikan selamat atas pembangunan UNP di Kota Payakumbuh. Ini menjadi hadiah akhir masa jabatan Riza Falepi dan Erwin Yunaz yang luar biasa,
"Semoga pembangunannya lancar dan sukses. Kalau bisa nanti diresmikan bersama menteri," ujar Audy. (Yon)
Payakumbuh - Sejak diresmikan bulan Desember lalu yang juga bertepatan dengan HUT Kota Payakumbuh yang ke 51, akhirnya Gedung Olah Raga (GOR) tipe B Tanjung Pauh resmi diberi nama GOR "Nan Ompek
Sebelum peresmian nama GOR tersebut, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi, bersama Wakil Bupati Solok Selatan, Wakil Bupati Pasaman, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumbar, Forkopimda Kota Payakumbuh, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh serta goweser Kota Payakumbuh melakukan gowes yang dimulai dari rumah dinas wali kota menuju kawasan wisata Batang Agam yang memanjakan mata dan finish di GOR tipe B Tanjuang Pauh.
Kenapa GOR tersebut dinamakan Nan Ompek?
Berdasarkan falsafah adat Minangkabau yang berpangkal dari nilai dasar adat Minangkabau yang empat, yaitu budi, akal, ulemu, mungkin dan patut.
Sebelum islam masuk, falsafah adat Minangkabau adalah adat basandi alua, rumah basandi batu. Dan setelah islam masuk, membawa ajaran syara' yang empat, yaitu hakekat, tarekat, ma'rifat dan syari'at. Dan setelah itu falsafah tersebut diganti dengan syara' mangato, adat mamakai.
Selain itu dalam adat juga dikenal istilah, adat nan ampek, kato nan ampek, hukum nan ampek, undang nan ampek serta nagari nan ampek.
Selain filosofi diatas, penamaan ini juga dianugerahi dari gelar Wali Kota Payakumbuh sebagai pemimpin daerah yang telah menggagas berdirinya GOR ini sebagai Datuak ka Ompek Suku. Dan secara geografis GOR ini berada di Kanagarian Koto Nan Ompek.
"Alhamdulillah, akhirnya GOR tipe B kita ini sudah diberi nama. Mudah-mudahan gedung ini bisa dimanfaat dan masyarakat kita juga semakin bugar dengan sarana olah raga ini," kata Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat peresmian nama GOR tipe B di Tanjung Pauh, Rabu (07/09) sore.
Dikesempatan itu juga Wako Riza Falepi juga melukan peletakan batu pertama pembangunan arena sepatu roda yang berlokasi disebelah GOR Nan Ompek.
"Semoga dengan fasilitas olah raga yang telah kita bangun bersama ini bisa melahirkan atlit-atlit yang terus mengharumkan nama Kota Payakumbuh," harapnya.
Setelah itu Riza Falepi bersama rombongan menuju lapangan sepak bola bertaraf nasional itu untuk bermain sepak bola mengikuti laga eksebisi antara tim Pemko Payakumbuh berhadapan dengan tim Pemprov Sumbar.
Tim Pemko Payakumbuh di komandoi oleh Wako Riza Falepi sedangkan kapten tim Pemprov Sumbar langsung diambil alih oleh Kadis Pariwisata Prov. Sumbar.
Sejak menit awal jual beli serangan terjadi antara Pemko Payakumbuh dan Pemprov Sumbar. Berkat kepiawaian Wako Riza Falepi mengocek sikulit bundar umpan terobosannya kepada Yudifo Yandri (madin) yang bekerja di Dinas Pertanian Kota Payakumbuh berbuah gol.
"Luar biasa Pak Wali ini, selain pintar membangun Kota Payakumbuh ternyata juga jago bermain sepak bola," kata komentator laga eksebisi yang diiringi tepuk tangan penonton.
Akhirnya menjelang laga berakhir tim Pemrov Sumbar berhasil menyamakan kedudukan. Dan pertandingan berakhir imbang sampai pluit tanda berakhir pertandingan ditiup oleh wasit. (Yon)
Sumbar, netralpost.net – Bertempat di halaman Mapolres Kepulauan Mentawai Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH.S.I.K, M.H beserta rombongan melaksanakan kegiatan Doa Bersama Lintas Agama untuk Polri berlangsung khidmat diwarnai penyalaan lilin oleh masyarakat Kepulauan Mentawai, Selasa malam (6/9/2022).
Pada kegiatan Doa Lintas Agama kali ini tokoh tokoh agama yang terdiri dari ulama dan pendeta melantunkan doanya secara bergantian.
Kapolda Sumbar didampingi Forkopimda Kabupaten Kepulauan Mentawai beserta para tokoh adat dan agama serta masyarakat Mentawai bersama sama mendoakan institusi Polri agar tetap solid dan tangguh menjaga kedaulatan NKRI.
Kegiatan doa bersama kali ini diwarnai pembagian 2.750 paket Bansos untuk warga masyarakat Mentawai oleh Kapolda Sumbar dengan harapan paket bansos tersebut dapat sedikit membantu mengurangi beban masyarakat Mentawai pasca bencana Gempa.
Irjen Pol Teddy Minahasa, SH.S.I.K, M.H juga memberikan bantuan tali asih kepada seluruh personil Polres Kepulauan Mentawai sebagai bentuk penghargaan kepada seluruh personil Polres Kepulauan Mentawai atas dedikasinya bertugas didaerah terluar NKRI.
Arosuka, netralpost - . Menindaklanjuti Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 500/582/Perek-KE/2022 tanggal 26 Agustus 2022, Pemerintah Kabupaten Solok gelar Rapat Koordinasi Tingkat Tinggi ( High Level Meeting ) Tim Pengendalian Inflasi Daerah ( TPID ) tahun 2022, bertempat di Ruang Rapat Sekretariat Daerah Kabupaten Solok, Rabu ( 07/09/22)
Rapat Koordinasi yang dipimpin langsung oleh Sekretariat Daerah Kabupaten Solok Medison, S. Sos, M. Si dan di hadiri oleh Perwakilan BI Sumatra Barat Bayuadi Hardiyanto, Kepala cabang bank nagari, kepala BPS Kab Solok, Staf Ahli Bidang Ekonomi Keuangan dan Pembangunan Eva Nasri, SH, MM, Staf Ahli Bidang Pemerintahan dan Kemasyarakatan dan SDM Mulyadi Marcos, SE, MM, Kepala OPD Lingkup Pemda Kab Solok, Kepala BUMN dan BUMD, serta TPID Kabupaten Solok
Dalam arahannya Sekda Medison menyampaikan Rapat ini merupakan Tindak lanjut dari Surat Edaran Gubernur Sumatera Barat Nomor 500/582/Perek-KE/2022 tanggal 26 Agustus 2022, “ Inflasi kita saat ini sudah mengkhawatirkan dan untuk Sumatera Barat per Juli 2022 sudah mencapai angka 8 % “ ujarnya.
“ Sesuai dengan instruksi Menteri Dalam Negeri dengan Keluarnya Peraturan Menteri Keuangan Nomor 134 yang ditujukan kepada seluruh Pemerintah Daerah se Indonesia agar melakukan recofusing anggaran sebesar 2% dari DAU bulan oktober november dan desember. Dan untuk itu Kabupaten Solok telah melakukan alokasi 2% dari DAU dengan jumlah anggaran kurang lebih sebesar 3,4 Milyar “ sambung Medison.
Lebih lanjut Sekda mengatakan nenindaklanjuti Peraturan Menteri Keuangan itu kita akan melakukan subsidi kepda tukang ojek berupa pembayaran Premi BPJS Ketenagakerjaan kami juga akan memberikan bantuan kepada KN dan nelayan berupa alat alat bantu produksi.
Dalam rapat itu Sekda menegaskan agar TPID dan seluruh komponen yang ada di Kabupaten Solok tentunya harus melakukan berbagai langkah sinergis, responsif dan tepat sasaran dalam menyikapi potensi inflasi di Kabupaten Solok, khususnya bahan pokok. Pertama, pada High Level Meeting TPID kali ini, diharapkan informasi dari dari seluruh stakeholders terkait kondisi perkembangan harga komoditas bahan pokok di daerah dan strategi serta upaya yang telah dan akan dilakukan oleh masing-masing TPID. Kedua, diharapkan TPID bersama SOPD dan instansi terkait agar terus melakukan upaya pemantauan secara berkala terhadap kecukupan stok barang kebutuhan pokok dan melakukan upaya stabilisasi melalui operasi pasar bekerjasama dengan Bulog, Distributor, pedagang besar dan petani/ peternak pada masing-masing daerah khusus untuk komoditas Cabai Merah. Ketiga, TPID dan OPD terkait diharapkan dapat mengembangkan sentra produksi komoditas tertentu yang bergejolak, seperti Cabai Merah agar sedapat mungkin dikembangkan di Kabupaten Solok sehingga mengurangi pasokan dari luar wilayah. Keempat, OPD dan instansi terkait di Kabupaten Solok agar dapat melakukan kajian menyeluruh terhadap dampak atau konsekuensi atas kebijakan dalam menaikan tarif jasa layanan publik yang berada dalam kewenangannya sehingga tidak mendorong peningkatan inflasi lebih lanjut.
Terakhir, Sekda meminta agar secara bersama-sama terus melakukan komunikasi yang efektif dan mengimbau kepada masyarakat untuk berbelanja secara bijak sehingga ekspektasi masyarakat dan pelaku usaha terkait kenaikan inflasi dapat terkendali dengan baik.
Dilanjutkan dengan pemaparan oleh Perwakilian BI Provinsi Sumatera Barat dan BPS Kabupaten Solok. (Admin)
Limapuluh Kota,netralpost -- Sektor Industri Kecil- Menengah (IKM) tak dapat disangkal memiliki peran penting dalam menopang perekonomian daerah, sehingga peningkatan kapasitas IKM terus menjadi fokus Pemerintah Daerah. Salah satu langkah yang dapat ditempuh untuk memperluas jangkauan pasar dan daya saing IKM yakni melalui transisi sistem pemasaran menggunakan teknologi digital. Untuk mendukung peningkatan kemampuan digitalisasi IKM tersebut, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Perinaker) menyelenggarakan Pelatihan digitalisasi manajemen dan pemasaran produk IKM bagi 50 orang pelaku industri di Limapuluh Kota. Diselenggarakan di Hotel Shago Bungsu II Lubuak Batingkok, pelatihan dibuka secara langsung oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro. Turut hadir pada kegiatan pembukaan pelatihan, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asta, Kepala Dinas Perinaker Ferry Chofa, dan narasumber yang berasal dari ISI Padang Panjang Ferry Fernando beserta tim pendamping.
Bupati Safaruddin dalam sambutannya mengapresiasi terselenggaranya kegiatan Pelatihan kali ini sehingga dapat menjadikan IKM yang ada di Limapuluh Kota "Naik Kelas". Seterusnya Beliau menyebutkan keluhan utama dari IKM di Limapuluh Kota dihadapkan pada kesulitan untuk memasarkan produknya karena hanya dilakukan secara konvensional. Dengan pelaksanaan "Transfer Ilmu" selama tiga hari tersebut, Bupati berharap dapat membantu para pelaku UMKM di Kabupaten Lima Puluh Kota semakin inovatif dan lihai dalam dunia pemasaran digital. "Tantangan bisnis di era digitalisasi media ini membutuhkan kompetensi tersendiri, sehingga para pengusaha harus mampu beradaptasi dan bertahan terhadap gempuran kemajuan zaman", ungkap Bupati Safaruddin. Tidak hanya itu, Bupati Safaruddin menjelaskan dengan berbagai hambatan baik dari faktor kondisi geografis, maupun sumber daya manusia itu sendiri tentu pelatihan kali ini dapat menjadi harapan bagi para pelaku UMKM di Lima Puluh Kota agar lebih mahir mengakses dan mengelola digital marketing. Pada bagian lain penyampaiannya, Bupati Safaruddin juga berpesan kepada dinas dan instansi terkait untuk terus memberikan bimbingan dan pendampingan kepada para peserta, agar dapat terus mengembangkan strategi dan kompetensinya dalam menghadapi era revolusi industri.
Sebelumnya Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra dalam pengarahannya mengajak para pelaku usaha untuk bertukar pikiran serta menimba ilmu sebanyaknya dari para narasumber dan peserta lainnya, sehingga dapat disebarluaskan kepada rekan IKM lain yang ada di Limapuluh Kota. Seterusnya Deni Asra juga mengapresiasi kerjasama yang terjalin antara Pemerintah Limapuluh Kota dengan ISI Padang Panjang yang terwujud dalam pelatihan kali ini. "Dengan pelatihan yang dilaksanakan, semoga dapat memberikan wawasan terhadap pelaku usaha terutama dalam pemasaran produk secara online", harap Deni Asra.
Sementara itu, Kepala Bidang pembinaan dan pengawasan Industri Zulfahmi dalam laporan singkatnya menjelaskan, pelatihan kali ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan tentang pemanfaatan teknologi digital dalam pengelolaan usaha serta meningkatkan pemasaran produk yang dihasilkan. Seterusnya, Zulfahmi menjelaskan, setelah melalui verivikasi IKM, telah terpilih sebanyak 50 IKM dari berbagai komoditas tenun, sulaman, batik tulis dan aneka makanan yang ada di Limapuluh Kota untuk diberikan pelatihan selama tiga hari dari tanggal 5-7 September 2022. (Yon)
Payakumbuh,netralpost---- Wali Kota Riza Falepi meminta aparatur di kelurahan untuk door to door secara bertahap ke rumah-rumah warga untuk memastikan masyarakatnya telah memiliki kartu Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) kesehatan.
"Utamakan datangi rumah orang miskin, pastikan mereka dapat BPJS. Tolong jaga ritme pengawasan meski capaian kita dudah cukup tinggi, hanya sekitar 4 persen lagi," kata Riza saat pencanangan universal health coverage (UHC) kepesertaan JKN-KIS di lantai III kantor wali kota, Selasa (6/8).
Riza mencemaskan adanya masyarakat yang ikut BPJS mandiri, namun kemudian saat mereka sakit dan dirawat di rumah sakit, mereka menjadi kesusahan, istilahnya sakit jadi miskin (Sadikin).
Riza menginginkan agar universal health coverage (UHC) dapat dipertahankan, pihaknya terus berupaya agar setiap warga punya kartu BPJS, tetapi persoalan klasiknya masih ada orang yang tidak peduli dengan kesehatan, menganggap enteng urusan BPJS.
"Orang yang tidak peduli ini banyak yang pas sakit baru cari saya. Padahal kita selalu nyinyir sedikit dengan masyarakat, apakah BPJSnya terus aktif," kata Riza.
Sementara itu, tandasnya, Pemerintah Kota Payakumbuh masih punya anggaran, namun tak tersalurkan, masih ada sekitar 500 kuota yang tersedia, termasuk slot bagi bayi yang baru lahir.
"Jangan dibiarkan tidak terpenuhi, sementara sudah dianggarkan, ini perlu dimaksimalkan, anggaranpun takkan jadi silpa. Saya minta dengan sangat camat dan lurah tolong kontrol kepesertaan BPJS warganya, cek mereka yang ikut secara mandiri atau dibantu pemda," tegasnya.
Riza juga meminta agar pendataan peserta BPJS yang ditanggunh pemerintah jangan salah sasaran. Yang sering lupa itu mengingatkan masyarakat saat mereka yang berurusan dengan dinas yang melayani administrasi kependudukan.
"Ada yang ikut BPJS namun menunggak karena masalahnya tak kuat membayar, kalau mereka layak dibantu maka berikan bantuan melalui BPJS yang ditanggung pemerintah. Kita sudah punya aturan Perwako tentang peserta pekerja bukan penerima upah dan bukan pekerja yang bisa didaftarkan Pemko Payakumbuh," katanya.
Riza juga mengingatkan bawahannya agar berorientasi melayani masyarakat, urusan BPJS ini menjadi perhatian bersama-sama.
"Jangan dibiarkan data yang sedikit ini membuat lalai, kita naikkan menuju 100 persen," tukuknya.
Sementara itu Deputi Direksi Wilayah Sumbagteng dan Jambi Eddy Sulistijanto Hadie menyampaikan selama lebih dari delapan tahun berjalan, pertumbuhan peserta Program JKN-KIS terbilang cukup pesat. Jumlah kepesertaan program ini telah mencapai lebih dari 244,6 juta jiwa dari seluruh penduduk Indonesia, yang berasal dari berbagai segmen termasuk penduduk yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah melalui integrasi Jaminan Kesehatan Daerah.
"Kami menyampaikan penghargaan yang tinggi dan ucapan terima kasih atas niatan mulia Pemerintah Kota Payakumbuh, yang berkomitmen mendaftarkan seluruh penduduknya menjadi peserta Program JKN-KIS," ujarnya.
Ditambahkan Eddy, per September 2022 jumlah penduduk yang telah memiliki jaminan kesehatan melalui Program JKN-KIS di Kota Payakumbuh sebanyak 136.382 jiwa atau sudah 96.17 % dari Jumlah penduduk sebanyak 141.813 jiwa.
"Dengan adanya komitmen yang kuat dari Pemerintah Kota Payakumbuh, kami yakin perlindungan Program JKN-KIS akan semakin luas dirasakan oleh masyarakat Indonesia khususnya masyarakat Kota Payakumbuh," tukuknya.
Terakhir, Eddy menyampaikan hingga saat ini untuk pemenuhan hak peserta dalam rangka mendapatkan Pelayanan Kesehatan, BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 27.549 Fasilitas Kesehatan seindonesia, dan untuk Kota payakumbuh BPJS Kesehatan telah bekerjasama dengan 17 Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama, dan 5 Fasilitas Kesehatan Tingkat Lanjutan se Kota Payakumbuh.
Dalam acara tersebut turut hadir Sekretaris Daerah Rida Ananda, Kepala BPJS Cabang Payakumbuh Febri Yanti, Ketua Tim Koordinasi Pemerintah Daerah Dafrul Pasi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Yuneri Yunirman, Kepala OPD, Camat dan Lurah se Kota Payakumbuh.
Juga dilaksanakan penandatanganan nota kesepakatan antara Wako Riza Falepi dengan BPJS Kesehatan serta penyerahan kartu JKN-KIS secara simbolis kepada masyarakat. (Yon)