Penangkapan dilakukan Pada Jumat tanggal 23 Mei 2025 sekira Pukul 20.00 Wib Pasi Intel Kodim 0310/SS Lettu Arm Indespa bersama Anggota unit Intel dan Polres Kabupaten Sijunjung dipimpin Kasat Narkoba AKP Elfison.
Dalam keterangan Komandan Kodim 0310/SS Letkol Inf.Reno Handoko melalui Pasi Intel Kodim 0310/SS, Lettu Arm Indespa mengatakan, berawal dari banyaknya laporan masyarakat melalui Babinsa setempat Yaitu Serda Dino Saputra, bahwa kerap terjadi remaja atau muda mudi bertransaksi dan memakai narkoba.
"Selain pemakai kami juga mendapatkan adanya informasi pengedar Narkoba jenis sabu di kenagarian Pulasan tersebut," ungkap Pasi Intel Indespa.
Dari keresahan warga tersebut lalu Serda Dino efendi melaporkan Hal tersebut kepada Pasi intel Kodim 0310/SS bahwa ada terduga pengedar narkoba dan pemakai yang berada di perumahan warga dekat dari Koramil 09/Tanjung gadang Kodim 0310/SS. Kemudian kami selajutnya melaporkan hal tersebut kepada Komandan Kodim 0310/SS Letkol Inf Reno Handoko S.E dan Dandim perintahkan untuk berkoordinasi dengan Kasat narkoba Polres Sijunjung yakni AKP Elfison untuk melakukan penangkapan, jelasnya.
Masih kata Pasi Intel, Tim Gabungan Polres Sijunjung dan Kodim 0310/SS pada saat penangkapan tersebut turut disaksikan oleh Babinsa 09/Tanjung Gadang Serda Dino yang berkordinasi dengan warga dan pak Jorong Pulasan untuk melakukan penggeledahan.
Komandan Kodim berpesan melalui Pasi Intel menghimbau para remaja untuk menjauhi segala bentuk pelanggaran hukum/penyakit masyarakat, seperti penyalahgunaan narkoba, perkelahian, pencurian, mengkonsumsi alkohol (miras) dan menjauhi pergaulan bebas. Untuk itu para remaja agar melakukan kegiatan hal - hal yang positif, tutupnya.
Rapat ini dipimpin langsung oleh Wakil Wali Kota Padang, Maigus Nasir, didampingi Asisten II Setdako Padang Bidang Perekonomian dan Pembangunan, Didi Aryadi.
Dalam pertemuan tersebut, Wakil Wali Kota Maigus Nasir menegaskan pentingnya kesiapsiagaan seluruh pihak menghadapi potensi gejolak harga, terutama menjelang hari besar keagamaan yang kerap diikuti lonjakan permintaan bahan pokok dan hewan kurban.
"Inflasi dapat disebabkan oleh banyak faktor, baik dari sisi permintaan maupun penawaran. Namun, kita harus waspada terhadap faktor-faktor pemicu seperti kelangkaan pasokan, rantai distribusi yang panjang, praktik penimbunan oleh spekulan, serta cuaca ekstrem yang bisa mengganggu distribusi," ujar Maigus.
Ia juga menyoroti data dari Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Padang yang menunjukkan fluktuasi inflasi dalam beberapa bulan terakhir. Setelah mengalami penurunan pada Februari (0,19 persen) dan Maret (0,40 persen), inflasi Kota Padang melonjak menjadi 2,50 persen pada April 2025. Kenaikan ini sebagian besar dipicu oleh naiknya harga emas perhiasan serta dihentikannya subsidi tarif listrik 50% dari PLN.
“Menjelang Idul Adha, tren kenaikan harga biasanya terjadi pada komoditas pangan seperti cabai merah, bawang merah, dan bawang putih. Namun, yang juga penting adalah memastikan kelayakan dan ketersediaan hewan kurban. Pengawasan oleh dinas terkait harus dilakukan secara ketat,” tambahnya.
Maigus juga mengingatkan agar Tim Pengendalian Inflasi Daerah tetap melakukan monitoring harga dan stok barang secara intensif, meskipun laju inflasi saat ini relatif terkendali.
“Jika ada gangguan distribusi akibat cuaca ekstrem, segera lakukan koordinasi dan langkah strategis agar tidak terjadi lonjakan harga yang merugikan masyarakat,” tegasnya.
Turut hadir dalam rapat tersebut Kepala Dinas Pangan Provinsi Sumbar, Kepala Perwakilan Bank Indonesia Wilayah Sumbar, Kepala Perum Bulog Divre Sumbar, Kepala BPS Kota Padang, perwakilan dari PT Pertamina, Kepala KPPN Kota Padang, serta seluruh kepala OPD terkait di lingkungan Pemko Padang, camat se-Kota Padang, dan unsur Forkopimda.
Dengan sinergi lintas sektor, Pemko Padang berharap stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok serta hewan kurban menjelang Idul Adha dapat tetap terjaga untuk kenyamanan dan ketenangan masyarakat. (Hariz)