Sumbar, netralpost — Kapolda Sumatera Barat Irjen. Pol. Drs. Gatot Tri Suryanta, M.Si., CSFA memimpin kegiatan Serah Terima Jabatan (Sertijab) terhadap lima Pejabat Utama Polda Sumbar dan tiga Kapolres, yang dilaksanakan pada Senin (7/7) di Ruang Jenderal Polisi RS. Soekanto, Lantai IV, Mapolda Sumbar.
Dalam kegiatan tersebut, dilakukan Sertijab antara pejabat lama dan pejabat baru sebagai bagian dari penyegaran dan peningkatan kinerja organisasi.
Adapun pejabat utama yang melaksanakan serah terima jabatan, yaitu:
• Karo Ops Polda Sumbar, dari Kombes Pol Djadjuli yang dimutasi sebagai Kabag SDM Rorenminops Korbrimob Polri digantikan oleh Kombes Pol Muhammad Erwin.
• Dirpamobvit Polda Sumbar, dari Kombes Pol Ardian Indra Nurita yang dimutasi sebagai Auditor Sispamobvitnas Madya TK II Baharkam Polri, digantikan oleh Kombes Pol Yessi Kurniati.
• Dansat Brimob Polda Sumbar, dari Kombes Pol Joni Afrizal yang dimutasi sebagai Karo Ops Polda NTT, kepada Kombes Pol Lukmas Sayfri Dandel Malik.
• Kabid TIK Polda Sumbar, dari Kombes Pol Noortjahyo yang dimutasi sebagai Auditor Kepolisian Madya TK II Irwasum Polri, kepada Kombes Pol Petrus Canisius Setyasto.
• Dirresnarkoba Polda Sumbar, dari Kombes Pol Nico Adreano Setiawan yang dimutasi sebagai Penyidik Tindak Pidana Madya TK III Bareskrim Polri, digantikan oleh AKBP Wedy Mahadi.
Selain itu, tiga Kapolres jajaran Polda Sumbar juga turut melaksanakan serah terima jabatan, yaitu:
• Kapolresta Bukittinggi, dari Kombes Pol Yessi Kurniati digantikan oleh Kombes Pol Rully Indra Wijayanto, yang sebelumnya menjabat sebagai Wakapolresta Padang.
• Kapolres Solok Kota, dari AKBP Abdus Sukur Felani yang dimutasi sebagai Wadirresnarkoba Polda Sumbar, digantikan oleh AKBP Mas’ud Ahmad, yang sebelumnya menjabat Kabag Watpers Polda Sumbar.
• Kapolres Sijunjung, dari AKBP Andre Anas yang dimutasi sebagai Wadirintelkam Polda Banten, digantikan AKBP Willian.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr. menyatakan bahwa kegiatan sertijab merupakan bagian dari dinamika organisasi dalam tubuh Polri.
“Mutasi dan pergantian jabatan adalah hal yang biasa di lingkungan Polri. Ini merupakan bagian dari proses pembinaan karier dan penyegaran organisasi. Kami percaya para pejabat baru akan membawa semangat baru dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” ujarnya.
Kegiatan sertijab diakhiri dengan sesi pisah sambut sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama sekaligus penyambutan kepada pejabat baru.
Acara ini turut dihadiri oleh Pejabat Utama Polda Sumbar serta para Kapolres/Ta jajaran.
Jakarta, netralpost --- Menteri Kebudayaan, Fadli Zon, mengapresiasi semangat Polri dalam memajukan kebudayaan dengan rutin melaksanakan pagelaran wayang kulit saat peringatan Hari Bhayangkara setiap tahunnya. Tahun ini, pagelaran itu dihadiri langsung oleh Menteri Fadli Zon.
"Kegiatan ini saya kira luar biasa. Kami sangat apresiasi sekali dalam rangka HUT Bhyangkara diselenggarakan sebuah pagelaran wayang dengan tema Amartha Binangun ini," jelas Menteri Fadli Zon di Lapangan Bhayangkara Mabes Polri, Jakarta Selatan, Jumat (4/7/25) malam.
Ia mendorong institusi lain mengikuti langkah Korps Bhayangkara. Terutama dalam upaya melestarikan kebudayaan dalam kegiatan-kegiatannya.
"Kami sangat apresiasi sekali dan mudah-mudahan semakin banyak institusi dalam hari-hari lahirnya bisa menyelenggarakan berbagai kegiatan, termasuk seperti wayang," ungkapnya.
Pagelaran Wayang, ujar Menteri Fadli Zon, telah masuk di dalam warisan budaya yang diakui oleh UNESCO. Oleh karenanya, pelestarian wayang melalui pementasan sangat menarik.
"Yang pertama malah dulu, tahun 2003 masterpiece of oral tradition and intangible heritage of humanity. Jadi warisan agung budaya dunia, wayang lah yang pertama kali diakui oleh UNESCO dari Indonesia," ujarnya.
Tak dipungkirinya, komunitas wayang memang masih banyak di daerah-daerah. Namun, beberapa wayang memang perlu penyelamatan khusus.
"Wayang golek yang perlu semakin banyak pementasan. Kalau wayang kulit saya kira masih masih cukup kuat komunitasnya," ungkap Fadli Zon.
Solok Kota, netralpost— Satuan Reserse Narkoba (Satresnarkoba) Polres Solok Kota kembali mencetak prestasi dengan mengungkap kasus penyalahgunaan narkotika golongan I jenis shabu dalam rangka Operasi Antik Singgalang 2025. Seorang tersangka berhasil diamankan dalam operasi tersebut, Jumat (4/7/25).
Penangkapan dilakukan pada hari Jumat, 4 Juli 2025, sekira pukul 18.20 WIB, bertempat di kawasan Taman Bidadari, Jalan Padang Ribu-Ribu RT 002 RW 006, Kelurahan Kampung Jawa, Kecamatan Tanjung Harapan, Kota Solok. Tersangka yang diamankan adalah VIKI AULIA alias VIKI (28), mahasiswa asal Kota Medan.
Penangkapan bermula dari informasi masyarakat yang menyebutkan akan adanya transaksi narkotika di lokasi tersebut. Menindaklanjuti informasi tersebut, Tim Satresnarkoba langsung melakukan penyelidikan. Di lokasi, petugas menemukan seorang pria dengan ciri-ciri yang sesuai dengan laporan. Saat akan diamankan, tersangka sempat melarikan diri dan membuang sesuatu ke tanah.
Setelah pengejaran sejauh sekitar 100 meter, tersangka berhasil diamankan. Petugas kemudian membawanya kembali ke lokasi awal. Di hadapan saksi masyarakat, petugas menanyakan kepada tersangka mengenai benda yang dibuang. Tersangka mengakui bahwa benda tersebut adalah narkotika jenis shabu yang dibungkus dalam kertas tisu.
Petugas menemukan 20 (dua puluh) paket plastik klip bening berisi diduga narkotika jenis shabu, yang tersimpan dalam gulungan tisu. Selain itu, diamankan juga barang bukti lain berupa:
1 unit HP Android Samsung Galaxy A22 warna hitam
Uang tunai sebesar Rp20.000 (empat lembar pecahan Rp5.000 dan satu lembar pecahan Rp2.000)
Tersangka juga mengakui bahwa narkotika tersebut adalah miliknya yang baru saja dijemput. Saat dimintai keterangan mengenai izin kepemilikan, tersangka tidak dapat menunjukkan bukti legal dari pihak berwenang.
Setelah tidak ditemukan barang bukti tambahan,Kemudian tersangka dan barang bukti jenis Shabu dibawa ke polres Solok Kota guna proses penyelidikan dan penyidikan lebih lanjut dengan penerapan pasal 114 ayat (1) Jo Pasal 112 ayat (1) undang undang RI no 35 tahun 2009 Tentang Narkotika.
Kapolres Solok Kota AKBP Abdus syukur Felani melalui Kasat Resnarkoba AKP Amin Nurasyid menyampaikan bahwa pihaknya akan terus meningkatkan upaya pemberantasan narkoba di wilayah hukum Polres Solok Kota, terutama selama pelaksanaan Operasi Antik Singgalang 2025.
"Kami berkomitmen untuk membersihkan wilayah Solok Kota dari peredaran dan penyalahgunaan narkotika. Kami juga mengimbau masyarakat untuk terus berperan aktif memberikan informasi kepada pihak kepolisian,” ungkap Kasat Resnarkoba.
Padang, netralpost.net – Kementerian Pekerjaan Umum (PU) terus berupaya mendukung kelancaran mobilitas di Kota Padang melalui penataan infrastruktur jalan, khususnya di Ruas Jalan Bypass II Padang dan akses menuju Terminal Anak Air. Salah satu fokus penanganan adalah mengurai kemacetan di simpang-simpang bersinyal dan memperkuat konektivitas angkutan umum dan distribusi logistik.
Wali Kota Padang Fadly Amran menyampaikan, peningkatan lalu lintas di Jalan Bypass terjadi setelah gempa tahun 2009 sehingga daerah yang dulunya merupakan daerah resapan air, tata guna lahannya berubah menjadi perumahan dan akibatnya sering terjadi banjir.
“Jalan bypass ini mengkoneksikan Pelabuhan Teluk Bayur dengan Jalan Lintas Sumatera dan dulunya hanya fokus untuk angkutan. Akan tetapi, sejak terjadi gempa kantor-kantor pemerintah di relokasi ke daerah ini sehingga lalu lintas bercampur antara truk angkutan dengan kendaraan masyarakat,” jelas Fadly dalam Kunjungan Kerja Spesifik Komisi V DPR RI pada Kamis (3/7).
Fadly mengusulkan pelebaran Jalan Bypass dan pembangunan jalan alternatif yang menghubungkan Pelabuhan Teluk Bayur melalui Jalan Balimbing. “Jika memang tidak memakai flyover, kami berharap ada pelebaran dan ada jalan dari Pelabuhan Teluk Bayur yang melingkar jauh lebih luar yaitu di Jalan Balimbing sehingga bisa terkoneksi. Untuk saat ini lahan di sekitarnya masih kosong dan belum ada pemukiman,” tambah Fadly.
Usulan lain yang disampaikan adalah penambahan beberapa titik embung ada daerah yang tata guna lahannya sudah berubah menjadi pemukiman untuk mengatasi banjir supaya penanganan banjir di Sumatera Barat lebih komprehensif. Saat ini, Kementerian PU melalui Balai Wilayah Sungai Sumatera (BWS) V telah melaksanakan normalisasi Sungai Batang Gandis dengan anggaran sebesar Rp110 miliar, dengan output 3,2 km dan outcome 457 Ha.
Terkait konektivitas transportasi, Wali Kota juga menyoroti sempitnya akses masuk ke Terminal Anak Air sehingga belum seluruh bus bisa masuk ke terminal. Dinas Perhubungan telah melakukan razia, namun dari sopir bus mengatakan bahwa jalan masuk tersebut memang tidak layak sehingga perlu di-upgrade.
Menanggapi hal tersebut, Kepala Seksi Keterpaduan Pembangunan Infrastruktur Jalan (KPIJ) Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat Yulia Ramadhani mengatakan bahwa terkait Terminal Anak Air sudah pernah masuk ke Renstra pada tahun 2020-2024 dan pada tahun 2019 sudah ada anggaran sebesar Rp30 Miliar namun pada kenyataan di lapangan lahannya belum siap sehingga pekerjaan fisik tidak dapat dijalankan.
“Untuk rencana pelebaran belum ada karena pada awalnya rencana konsep dari Padang Bypass Capacity Expansion Project ini adalah 27 km jalan, 9 jembatan, serta ada wacana 2 flyover dan 4 persimpangan,” jelas Yulia.
Proyek Jalan Padang Bypass ini memiliki anggaran sebesar Rp440 Miliar dan yang siap Readiness Criteria nya baru 27 km jalan dan 9 jembatan, sedangkan untuk flyover (FO) masih belum lengkap. Sehingga hal ini masih menjadi tugas yang tertunda.
Lebih lanjut, Staf Ahli Menteri PU Bidang Hubungan Antar Lembaga Triono Junoasmoro bahwa bagaimanapun juga saat ini tetap harus dilakukan outer ring yang baru karena adanya pergeseran tata guna lahan. “Pelebaran atau flyover ini hanya menunggu waktu saja untuk penuh, jadi outer ring harus dilakukan. Ke depannya harus dikaji dahulu dengan bantuan Walikota Padang dan koordinasi dengan balai jalan untuk mengetahui segmen mana yang prioritas untuk dilakukan pelebaran karena kalau semua dikerjakan pasti membutuhkan biaya yang besar,” jelas Triono. (***)