Solok, Netralpost --- Bupati Solok Apresiasi BAGANA (Banser Tanggap Bencana) GP Ansor Banser Kabupaten Solok Bangun Hunian semetara (huntara) di Cacang Jorong Subarang Nagari Paninggahan Kecamatan Junjung Sirih.
Bupati Solok Jon Firman Pandu memberikan Apresiasi kepada NU dan Ansor Kabupaten Solok yang telah turun langsung membantu masyarakat yang terdampak bencana banjir dan longsor.
"Atas nama pemerintah kabupaten Solok Kami mengucapkan terimakasih banyak kepada BAGANA GP Ansor Banser kabupaten Solok dan Lampung yang sudah membangunkan Huntara bagi masyarakat kita di Cacang karna rumah warga kita ini sudah hanyut, Mudah-mudahan Bermanfaat dan menjadi amal dan ibadah " ungkap Jon Firman Pandu.
"Kepada PCNU Dan BAGANA Kabupaten Solok yang sudah bahu-membahu untuk membangun Huntara untuk masyarakat kita , mudah-mudahan ini dapat menjadi obat bagi masyarakat kita dan menjadi amal ibadah bagi PCNU Dan GP Ansor Banser kabupaten Solok " Lanjut Jon Firman pandu.
Ketua PCNU Kabupaten Solok H. Afrizen Sekaligus Perwakilan PWNU Sumbar mengatakan bahwa, "Kami dari PCNU Kabupaten Solok mengucapkan terima kasih kepada GP Ansor Kabupaten Solok terutama Kasat Korwil Lampung yang telah bersedia membantu masyarakat Kabupaten Solok yang terdampak musibah banjir dan longsor", Katanya.
Kemudian, Boni Kurniadi Wakil Ketua GP Ansor Banser yang di dampingi Langsung Satkorcab Banser Roni Bayu Nipa selaku koordinator pembangunan Huntara menyampaikan.
" Hari ini tanggal 29 Desember 2025 kita sudah memasuki tahap akhir Pembangunan Huntara di Cacang Jorong subarang Nagari paninggahan insyaallah dalam waktu dekat akan segera bisa di huni oleh penerima manfaat Huntara " ungkap boni
Selain itu boni juga menyampaikan bahwasanya untuk Huntara tahap II ini di danai oleh Yogi Pratama, SE Ketua Fraksi DPRD Provinsi Sumatera Barat .
Riki Rizo Namzah, S.Pd.I Ketua PC GP Ansor Banser Kabupaten Solok menyampaikan banyak terimakasih kepada Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat Yogi Pratama,SE uang sudah bersedia menyisihkan sedikit harta beliau untuk membangun Huntara bagi masyarakat Cacang Jorong subarang Nagari Paninggahan
Riki menyampaikan bahwasanya pasca bencana ini kita harus bahu-membahu untuk kembali menormalisasikan dalam segala hal untuk masyarakat Cacang yang terdampak bencana , terutama psikologi masyarakat yang sangat terpukul oleh bencana
" Tidak harus pikirkan bersama bagaimana kita bisa menghilangkan trauma yang sangat dalam bagi mereka ,kita harus fikirkan bagaimana di bulan Ramadhan nanti mereka bisa menjalankan ibadah ibadah dengan tenang ,aman dan nyaman bersama keluarga mereka nanti " ungkap Riki
Penutup pembicaraan Riki mengajak seluruh pihak untuk membantu dan mendonasikan sedikit rezekinya untuk membangunkan Huntara untuk masyarakat kabupaten Solok yang hancur dan hanyut oleh Akibat banjir bandang 1 bulan lalu .
Sumbar, netralpost— Polda Sumatera Barat mengoptimalkan dukungan udara Polri untuk mempercepat penanganan banjir yang melanda sejumlah wilayah di Sumatera Barat. Salah satu langkah strategis dilakukan dengan pendistribusian bantuan kemanusiaan menggunakan helikopter ke daerah terdampak yang sulit dijangkau jalur darat.
Pada Senin (29/12/2025), Satgas Tanggap Bencana Polda Sumbar mengerahkan helikopter Polri jenis Dauphin AS365N3 menuju Posko Polri Palambayan, Kabupaten Agam. Kegiatan ini dipimpin Kaposko Satgas Tanggap Bencana Polda Sumbar Kombes Pol Nadi Chaidir, bersama Dansat Brimob Polda Sumbar Kombes Pol Lukman Malik.
Helikopter diberangkatkan dari Bandara Internasional Minangkabau dengan membawa 290 kilogram logistik bantuan, terdiri dari beras, mi instan, minyak goreng, sarden, dan air mineral untuk warga terdampak banjir di wilayah Palambayan.
Selain penyaluran bantuan, Polda Sumbar juga melakukan pemantauan udara di sejumlah titik rawan banjir dan longsor. Hasil pantauan menunjukkan masih adanya rumah warga serta infrastruktur jalan yang rusak di sepanjang aliran sungai akibat bencana.
Ia menambahkan, percepatan penanganan bencana ini juga diperkuat dengan sinergi lintas satuan dan dukungan BKO dari Polda lain.
“Kami mengapresiasi bantuan BKO dari Polda Sulsel. Ini menunjukkan soliditas dan komitmen Polri dalam misi kemanusiaan untuk melindungi dan melayani masyarakat, ” tutupnya.
Polda Sumbar memastikan akan terus memaksimalkan seluruh sumber daya yang ada guna mendukung percepatan penanganan bencana dan pemulihan kondisi masyarakat terdampak di Sumatera Barat.(***)
Padang, netralpost - Pelajar Sekolah Dasar Negeri (SDN) 49 Batang Kabung yang sekolahnya disapu banjir bandang akhir bulan lalu menerim bantuan dari Dharma Wanita Persatuan (DWP) Kemendikdasmen Provinsi Sumatra Barat berupa uang tunai senilai Rp6.000.000 dan paket school kit kepada.
Bantuan ini bertujuan memastikan kebutuhan anak-anak untuk kembali bersekolah terpenuhi. Penyerahan bantuan dilakukan di Pustu Batang Kabung, Selasa (29/12/2025). Untuk bantuan school kit yang diserahkan mencakup pakaian sekolah dan tas sekolah.
Para pelajar di SDN 49 Batang Kabung berjumlah sebanyak 80 siswa dari kelas 1 sampai 6. Sesuai jadwal mereka akan kembali masuk sekolah mulai 5 Januari 2026 nanti. Dan untuk sementara, ruangan di pustu Batang Kabung sebanyak 6 ruangan akan dipakai sebagai lokal belajar. Sementara untuk siswa kelas 1 akan belajar di TK Negeri V Batang Kabung.
Kegiatan penyerahan bantuan tersebut ikut dihadiri Sekretaris Dinas Pendidikan Kota Padang, Nurfitri, yang menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bagian dari upaya pemulihan pendidikan pascabencana.
"Dengan bantuan ini, kami berharap anak-anak di Batang Kabung dapat melanjutkan pendidikan mereka tanpa hambatan, sehingga proses belajar mengajar dapat berjalan normal kembali mulai 5 Januari 2026," ujar Nurfitri.
Kepala Sekolah SDN 49 Batang Kabung menyampaikan harapannya agar bangunan sekolah yang baru segera dibangun.
"Kami sangat berterima kasih atas bantuan ini. Namun, untuk kenyamanan anak-anak dalam belajar, kami mengharapkan bangunan sekolah yang baru agar mereka dapat belajar dalam lingkungan yang lebih baik dan aman," harapnya. (***)
SUMBAR, NETRALPOST – Pasca bencana galodo yang melanda kawasan Lembah Anai pada akhir November 2025, dua jembatan kembar di ruas Jalan Nasional Batas Kota Padang Panjang - Sicincin, yaitu Jembatan Margayasa A dan Jembatan Margayasa B, menjadi fokus perhatian dan evaluasi intensif.
Sebagai bagian dari langkah mitigasi darurat dan penyusunan rencana rehabilitasi permanen, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional Sumatera Barat telah melaksanakan survei mitigasi risiko komprehensif terhadap kedua struktur tersebut.
Survei ini mencakup inspeksi visual lapangan dan pemeriksaan teknis khusus, yang melibatkan beberapa metode pengujian non-destruktif:
Inspeksi visual tambahan juga dilakukan untuk mengidentifikasi kerusakan yang terlihat pada elemen jembatan dan memastikan fungsi struktural serta non-struktural jembatan tetap beroperasi sesuai peruntukannya.
PADANG, NETRALPOST — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar) Mahyeldi Ansharullah menegaskan bahwa tidak ada rencana pembongkaran jembatan kereta api (KA) di kawasan Lembah Anai. Pemprov Sumbar justru berkomitmen menjaga, melestarikan, dan mereaktivasi jalur tersebut sebagai bagian dari aset sejarah dan warisan budaya daerah.
Penegasan itu disampaikan Mahyeldi saat menerima audiensi komunitas heritage yang membahas pemeliharaan situs sejarah di Sumbar, di ruang rapat Istana Gubernur, Selasa (30/12/2025). Pertemuan tersebut turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Sumbar, Jefrinal Arifin.
“Dapat saya pastikan, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat tidak akan menyetujui pembongkaran jalur kereta api Lembah Anai. Fokus kita adalah reaktivasi dan pelestarian, bukan pembongkaran,” tegas Mahyeldi.
Mahyeldi mengaku heran dengan beredarnya isu pembongkaran jalur kereta api Lembah Anai yang berkembang di ruang publik tanpa sepengetahuan dirinya sebagai Gubernur.
“Saya cukup terkejut karena isu ini muncul tanpa sepengetahuan Gubernur. Padahal, kebijakan yang kita pegang jelas, yakni menjaga dan melestarikan aset bersejarah,” ujarnya.
Terkait surat dari Direktorat Jenderal Kementerian Perhubungan yang sempat beredar, Mahyeldi menilai terjadi kesalahan komunikasi karena surat tersebut ditanggapi tanpa koordinasi terlebih dahulu dengan Pemprov Sumbar.
“Menurut saya, ada kekeliruan dalam proses komunikasi. Surat tersebut dijawab tanpa koordinasi dengan kami di pemerintah daerah, padahal ini menyangkut aset strategis dan bersejarah,” katanya.
Mahyeldi menjelaskan, sebelumnya ia telah melakukan pertemuan dengan Menteri Kebudayaan RI Fadli Zon serta Menteri Perhubungan. Dalam pertemuan tersebut disepakati bahwa tidak ada pembongkaran jalur kereta api, melainkan dilakukan kajian komprehensif untuk memastikan kelestarian dan pemanfaatannya ke depan.
“Sebagai aset heritage, jalur kereta api ini memiliki nilai sejarah dan edukasi yang tinggi. Seharusnya kita rawat dan manfaatkan, bukan justru dibongkar,” ujarnya.
Ia juga menyinggung kebijakan masa lalu yang menonaktifkan jalur kereta api di Sumbar dan menilai hal tersebut sebagai kekeliruan yang tidak boleh terulang. Karena itu, reaktivasi jalur kereta api, termasuk pengembangan jalur yang menghubungkan pusat-pusat aktivitas masyarakat, telah masuk dalam agenda pemerintah daerah.
Menutup penjelasannya, Mahyeldi menyampaikan bahwa persoalan surat tersebut telah dikoreksi setelah dilakukan koordinasi langsung dengan Menteri Perhubungan dan Direktur Jenderal terkait.
“Saya berterima kasih kepada masyarakat dan komunitas heritage yang aktif mengawal isu ini serta menyampaikan informasi kepada kami. Dengan komunikasi yang baik, kesalahpahaman ini bisa segera diluruskan,” ucapnya.
Sementara itu, arsitek sekaligus pegiat pelestarian Padang Heritage, Yulsi Munir menyambut baik sikap tegas Gubernur Sumbar. Ia berharap pemerintah dapat segera mengambil langkah konkret untuk menjaga jalur dan bagian rel kereta api yang dinilai mulai berkurang dari waktu ke waktu, serta melakukan kajian teknis terhadap perubahan struktur sejumlah jembatan di kawasan cagar budaya.
Hal senada disampaikan Nando, perwakilan komunitas pecinta kereta api. Ia menyebutkan bahwa masyarakat di sepanjang jalur kereta api memiliki kepedulian tinggi terhadap aset perkeretaapian meskipun belum aktif digunakan.
Menurutnya, minimnya penjagaan dan penindakan membuat aset jalur kereta api rawan rusak dan hilang, sementara aspirasi masyarakat dan komunitas pelestarian belum sepenuhnya tertangani secara optimal. (adpsb/cen/bud)
SUMBAR, NETRALPOST – Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumbar telah melakukan pemeriksaan struktur jembatan kembar Padang Panjang pasca dihantam galodo.
BPJN telah melakukan pemeriksaan secara menyeluruh terhadap Jembatan Margayasa A dan B.
“Hasilnya, struktur jembatan dinyatakan masih berfungsi dengan baik,” jelas BPJN lewat laman medsosnya, dikutip Senin 29 Desember 2025.
BPJN mengatakan kerusakan yang ditemukan bersifat non struktural dan akan ditangani lebih lanjut.
Pemeriksaan menyeluruh terhadap struktur jembatan ini dilakukan lewat metode visual dan metode UPV untuk mendeteksi keretakan dan memperkirakan kaausan beton.
“Tidak ditemukan kerusakan yang mengganggu fungsi jembatan,” sambung BPJN.
Sementara kerusakan non struktural yang ditemukan itu berupa erosi tanah di sekitar jembatan dan rusaknya dinding penahan tanah di jalan pendekat.
BPJN menyebutkan material banjir hampir mengenai girder jembatan.
Perlu diketahui, Jembatan Margayasa A dibangun pada 1958. Sementara Jembatan B yang merupakan duplikasi dibangun pada 1999 silam.
Kedua jembatan ini dihantam banjir bandang pada akhir November lalu. Puluhan warga yang berada di lokasi saat kejadian, tewas usai disapu banjir bandang atau galodo.
PADANG, NETRALPOST --- BWS Sumatera V Padang turut hadir mendampingi Anggota Komisi V DPR RI, Zigo Rolanda, dalam rangkaian kegiatan reses di Kota Padang. Kegiatan diawali dengan diskusi strategis di kantor BPBPK membahas langkah pemulihan (recovery) dan mitigasi jangka panjang sistem penyediaan air bersih pascabencana.
Agenda dilanjutkan dengan peninjauan lapangan ke Intake Air Baku Palukahan. Dalam kunjungan ini, PPK Air Tanah dan Air Baku BWS Sumatera V Padang bersama Zigo Rolanda, Kepala BPBPK, Anggota DPRD Kota Padang, serta Direktur PDAM Kota Padang meninjau langsung progres perbaikan fisik di lokasi.
Saat ini, fokus utama penanganan darurat adalah pemulihan pipa transmisi yang terputus. Langkah taktis telah diambil melalui penggantian dan penyambungan menggunakan pipa HDPE DN 250 untuk memastikan distribusi air baku kembali normal sesegera mungkin.
BWS Sumatera V Padang berkomitmen untuk terus bersinergi dengan seluruh stakeholder guna mempercepat pemulihan infrastruktur SDA demi menjamin ketersediaan air bersih bagi masyarakat.
PESISIR SELATAN, NETRALPOST --- Pimpinan Cabang IPNU dan IPPNU Kabupaten Pesisir Selatan lagi-lagi kembali menunjukkan kepedulian sosialnya dengan menyalurkan bantuan donasi kepada warga terdampak musibah di empat Nagari di Kecamatan Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, pada Minggu (29/12/2025).
Penyaluran bantuan merupakan bantuan donasi dari pengurus PC IPNU & IPPNU serta kader-kader pelajar NU. Bantuan yg disalurkan terdiri dari paket sembako,pakaian layak pakai dan logistik bayi.
Ketua PC IPNU Pesisir Selatan Muhammad Fauzan, mengatakan bahwa kegiatan ini adalah bentuk solidaritas dan sikap kemanusiaan untuk membantu meringankan masyarakat yg tertimpa musibah banjir dan longsor.
Kemudian trauma hiling juga dilakukan kepada anak-anak dan ibu-ibu oleh IPNU IPPNU berupa bermain bersama anak- anak dan bercerita dengan ibu-ibu yg terkena bencana.
Kehadiran IPNU dan IPPNU disamput hangat oleh mayarakat, dan mendapatkan apresiasi dari tokoh masyarakat pesisir selatan atas bantuan kemanusiaan korban bencana di pesisir selatan.
Semoga bantuan ini bisa terus berlanjut untuk memulihkan atau membantu masyarakat pasca bencana.
SUMBAR, NETRALPOST–Pemerintah Pusat, Pemerintah Provinsi Sumatera Barat, dan Pemerintah Kota Padang Panjang terus memperkuat kolaborasi dalam mempercepat pemulihan pascabencana. Salah satu langkah konkret dilakukan melalui peninjauan langsung lokasi rencana pembangunan hunian tetap (huntap) bagi warga terdampak bencana, Sabtu (27/12), di kawasan depan Rusunawa Padang Panjang.
Peninjauan tersebut dilakukan direktur Jenderal Bina Konstruksi Kementerian Pekerjaan Umum (PU), Boby Ali Azhari, Wakil Gubernur Sumbar, Vasko Ruseimy, didampingi Wali Kota Padang Panjang, Hendri Arnis. Turut hadir Wakil Wali Kota Padang Panjang Allex Saputra, Kapolres, AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo Putro, dan Kepala Kejaksaan Negeri, Adhi Setyo Prabowo.
Di lokasi tersebut direncanakan akan dibangun sejumlah unit huntap bagi warga yang rumahnya rusak berat hingga hanyut akibat bencana. Pembangunan huntap ini diharapkan menjadi solusi jangka panjang agar masyarakat terdampak dapat kembali memiliki tempat tinggal yang layak, aman, dan nyaman.
Wagub Vasko menegaskan, pembangunan huntap merupakan prioritas utama pemerintah agar warga terdampak tidak berlarut-larut hidup dalam ketidakpastian.
“Intinya kita memastikan warga yang terdampak, terutama yang rumahnya hanyut, bisa segera dibangunkan huntap. Kita tidak ingin mereka menunggu terlalu lama untuk kembali memiliki rumah yang layak dan aman,” ujarnya.
Sementara itu, Wako Hendri menyampaikan apresiasi dan terima kasih atas perhatian serta dukungan Kementerian PU dan Pemprov terhadap percepatan pembangunan huntap di Padang Panjang.
“Sesuai rencana, peletakan batu pertama pembangunan huntap ini akan dihadiri langsung oleh Menteri PU, dan pembangunan direncanakan mulai pada 29 Desember mendatang,” ungkapnya.
Hendri berharap pembangunan huntap dapat berjalan lancar sesuai target, sehingga warga terdampak segera menempati rumah baru yang lebih layak, aman, dan nyaman. Pemerintah Kota, lanjutnya, siap mendukung penuh seluruh tahapan pembangunan hingga selesai.
Menurutnya, peninjauan ini sekaligus menjadi sinyal kuat komitmen Pemerintah Pusat dan Pemprov dalam mempercepat rehabilitasi dan rekonstruksi pascabencana di Padang Panjang.
“Kehadiran Pemerintah Pusat dan Provinsi menunjukkan komitmen bersama untuk memastikan proses pemulihan berjalan cepat dan tepat sasaran, demi mengembalikan kehidupan masyarakat ke kondisi yang lebih baik,” tutup Hendri. (*)
NETRALPOST --- Jorong Limau Puruik di Kenagarian Sungai Nanam, Kecamatan Lembah Gumanti Kabupaten Solok dikenal sebagai wilayah yang hidup dari sektor pertanian. Sebagian besar masyarakatnya berprofesi sebagai petani dengan komoditas utama sayur-sayuran, terutama bawang merah. Tanaman ini telah lama menjadi pilihan utama karena dianggap paling menjanjikan secara ekonomi, mudah dibudidayakan, dan sudah menjadi kebiasaan turun-temurun. Aktivitas bertani bawang merah seolah menjadi identitas utama masyarakat Jorong Limau Puruik.
Namun, di balik dominasi bawang merah tersebut, tersimpan potensi lain yang selama ini kurang mendapat perhatian, yakni kopi Arabika. Kopi dengan jenis premium yang kualitas dan harganya lebih tinggi daripada jenis kopi lainnya. Tanaman kopi sebenarnya bukan hal asing di Jorong Limau Puruik, ia tumbuh di sekitar kebun, ladang, bahkan dekat permukiman warga. Sayangnya, kopi ini tidak pernah benar-benar diurus. Ia dibiarkan tumbuh liar, berbuah tanpa perawatan, lalu gugur dan membusuk di tanah tanpa pernah diolah.
Kondisi ini memperlihatkan sebuah ironi. Di satu sisi, masyarakat bekerja keras mengelola lahan pertanian untuk memenuhi kebutuhan hidup. Di sisi lain, potensi bernilai tinggi justu terabaikan karena tidak dikenali sebagai peluang. Kopi hanya dipandang sebagai tanaman biasa, bukan sebagai komoditas yang memiliki nilai ekonomi dan prospek jangka panjang.
Secara alamiah, Jorong Limau Puruik sebenarnya sangat cocok untuk pengembangan kopi Arabika. Wilayah ini berada di dataran tinggi dengan suhu sejuk, curah hujan yang cukup , serta tanah yang subur, dan ini merupakan kondisi ideal bagi pertumbuhan kopi Arabika berkualitas. Fakta bahwa kopi dapat tumbuh dengan baik meski tanpa perawatan intensif menjadi bukti kuat bahwa alam telah menyediakan modal dasar yang besar.
Kurangnya pengetahuan dan informasi menjadi faktor utama mengapa kopi Arabika belum dilirik masyarakat. Sebagian besar petani tidak memahami teknik budidaya kopi, proses pascapanen, maupun potensi pasar yang dimiliki. Akibatnya, kopi tidak pernah masuk dalam perencanaan usaha tani, melainkan sekedar menjadi tanaman liar yang kehadirannya dianggap tidak penting, meskipun kebanyakan masyarakat menjadikan minuman kopi yang sangat dinikmati, terutama di pagi hari.
Selain aspek ekonomi, keberadaan kopi Arabika juga menyimpan potensi sosial yang besar. Pengelolaan kopi dapat mendorong kerja sama antarwarga, membuka ruang belajar bersama, serta melibatkan generasi muda dalam kegiatan produktif di kampung. Anak-anak muda yang memiliki akses pendidikan dan teknologi dapat berperan dalam pengolahan, pengemasan, hingga pemasaran kopi.
Dengan demikian, kopi tidak hanya menjadi tanaman tetapi juga sarana memperkuat keterlibatan masyarakat lintas generasi.
Tentu, upaya mengoptimalkan potensi kopi Arabika tidak dapat berjalan sendiri. Diperlukan kesadaran kolektif, pendampingan dan dukungan berkelanjutkan agar masyarakat mampu melihat dan mengelola potensi yang ada di sekitar mereka. Tanpa itu, kopi akan terus tumbuh liar dan berakhir sia-sia, meskipun alam sudah menyediakan segala syarat pendukungnya.
Pada akhirnya, Jorong Limau Puruik bukanlah kampung yang kekurangan potensi, melainkan kampung yang masih menyimpan banyak peluang tersembunyi. Di antara hamparan bawang merah yang menjadi tumpuan hidup masyarakat, kopi Arabika tumbuh diam-diam, menunggu untuk disadari, dirawat, dan diberi nilai. Jika potensi ini mulai dilihat dan diolah, bukan tidak mungkin kopi Arabika akan menjadi bagian dari cerita dan harapan baru tentang masa depan Jorong Limau Puruik.
Penulis: Nurmala Sari, M.Sos