Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten pesisir selatan Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


‎Padang – Di tengah dinamika cuaca ekstrem dan kondisi alam yang belum stabil, Perumda Air Minum (AM) Kota Padang terus bekerja tanpa lelah untuk memulihkan layanan air bersih bagi masyarakat. Komitmen perusahaan daerah ini tidak hanya berhenti pada slogan pelayanan, tetapi diwujudkan dalam langkah-langkah konkret di lapangan.
‎Saat ini, sekitar 2,3 persen pelanggan di wilayah Utara masih mengalami gangguan distribusi air akibat dampak bencana alam. Namun, proses pemulihan difokuskan dan dikebut melalui berbagai strategi teknis yang dilaksanakan tim Perumda.

‎Di kantor Perumda AM Kota Padang, Kasubag Humas Adhie Zein menyampaikan perkembangan terkini penanganan gangguan tersebut, Kamis (8/1/2026). Ia menjelaskan bahwa banjir bandang beberapa waktu lalu telah menyebabkan kerusakan berat pada jembatan pipa di Gunung Nago, yang merupakan jalur vital aliran suplai air menuju pelanggan wilayah Utara.

‎“Bencana tersebut tidak hanya merusak infrastruktur, tetapi juga memutus aliran utama yang selama ini menjadi tulang punggung distribusi. Namun kami tidak tinggal diam, seluruh tim langsung turun melakukan langkah taktis,” ujar Adhie.

‎Menurutnya, Perumda AM Kota Padang bersama Hutama Karya (HK) kini tengah mempercepat pemasangan pipa transmisi jalur dua untuk Intake Palukahan. Pemasangan jalur ini ditujukan untuk memperkuat sistem suplai ke wilayah Utara, termasuk kawasan Lubuk Buaya yang paling terdampak.

‎Sebagai wujud kepedulian terhadap masyarakat, Perumda juga mengerahkan 15 unit mobil tangki yang beroperasi secara maraton dari pagi hingga pukul 02.00 WIB. Armada tersebut mengantarkan air bersih langsung ke rumah-rumah warga.

‎“Kami memastikan warga tidak mengalami krisis air untuk kebutuhan harian. Operasi ini tidak hanya melibatkan personel internal, tetapi juga dukungan dari instansi mitra yang peduli,” sambung Adhie.

‎Sementara itu, untuk wilayah pusat kota, kondisi juga masih menantang. Tingkat kekeruhan air baku di Intake Kampung Koto saat ini sangat tinggi dan bercampur lumpur. Demi menjaga standar kesehatan pelanggan, Perumda memilih memperlambat proses distribusi agar kualitas air yang keluar dari instalasi tetap aman dikonsumsi.

‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal, menyampaikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap sabar dan memahami situasi ini. Ia menegaskan bahwa perusahaan tidak akan abai terhadap hak warga mendapatkan air bersih.

‎“Kami memahami, air bukan sekadar kebutuhan  ia adalah kehidupan. Karena itu kami tidak akan membiarkan pelanggan berjuang sendiri. Semua sumber daya kami kerahkan, baik teknis maupun logistik, untuk memastikan pemulihan berjalan secepat mungkin,” ujar Hendra dengan tegas.

‎Ia juga menambahkan, kerusakan yang terjadi akibat bencana banjir bandang merupakan tantangan besar, namun bukan alasan untuk menyerah.

‎“Infrastruktur bisa rusak, tetapi komitmen kami tidak. Bencana ini menjadi ujian ketahanan sistem dan integritas pelayanan kami. Kami belajar, berbenah, dan bergerak lebih cepat,” katanya.

‎Hendra mengajak masyarakat untuk tetap waspada menghadapi perubahan cuaca dan menyimpan persediaan air cadangan.

‎“Kami targetkan layanan kembali normal 100 persen. Namun faktor alam tetap menjadi variabel yang harus dihormati. Doakan agar cuaca bersahabat, supaya pekerjaan teknis kami tidak lagi terhambat,” tutupnya.

‎Harapan dan Ajakan
‎Perumda AM Kota Padang menghimbau warga untuk:

‎tetap menyediakan wadah penampungan air cadangan
‎menggunakan air secara hemat dan prioritas
‎terus menyampaikan laporan jika ada gangguan layanan
‎Di tengah cuaca yang tidak menentu, semangat pelayanan perusahaan daerah ini menunjukkan bahwa pemulihan bukan sekadar teknis tetapi juga soal empati dan keberpihakan kepada pelanggan.

‎(Mond)

‎#PerumdaAirMinum #Padang



‎Padang - Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Air Minum Kota Padang terus mempercepat pemulihan layanan pascabencana banjir dan longsor yang melanda sejumlah wilayah di Kota Padang. Gangguan aliran air bersih menjadi salah satu dampak terbesar yang dirasakan masyarakat, terutama di kawasan yang jalur pipa dan jaringan distribusinya terdampak langsung oleh bencana.
‎Sebagai respons cepat, Perumda mengerahkan armada mobil tangki air untuk memenuhi kebutuhan dasar masyarakat. Armada ini disalurkan ke titik-titik terdampak yang belum dapat dilayani melalui jaringan distribusi normal akibat kerusakan infrastruktur. Layanan tangki diprioritaskan ke kawasan permukiman padat penduduk dan lokasi pengungsian.
‎Direktur Utama Perumda Air Minum Kota Padang, melalui Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang Adhie Zein, menyampaikan bahwa pihaknya terus berkoordinasi dengan Pemerintah Kota Padang dan berbagai instansi terkait untuk mempercepat proses pemulihan. Selain distribusi air bersih, petugas juga melakukan pembersihan fasilitas, pengamanan jalur pipa, serta perbaikan bertahap agar aliran air kembali normal.
‎“Hingga 7 Januari 2026, sebagian besar wilayah layanan telah kembali normal. Namun masih terdapat sekitar 2,3 persen wilayah yang belum terlayani secara optimal akibat genangan, material longsor, dan akses yang masih terbatas,” ujarnya.
‎Wilayah Utara Masih Terdampak
‎Sejumlah kawasan di bagian utara Kota Padang masih belum dapat dialiri air bersih melalui jaringan pipa, di antaranya:
‎Perumahan Kemilau Permata Kuranji
‎Wisma Bumi Mas Kuranji
‎Graha Kuranji Asri
‎Perumahan Anai Lestari
‎Gangguan ini terjadi karena pipa penyalur air dari Gunung Nago hanyut diterjang banjir bandang (galodo) saat bencana. Untuk sementara, suplai air di wilayah ini dipenuhi melalui mobil tangki. Sedikitnya lima unit mobil tangki milik Perumda dikerahkan, ditambah bantuan armada dari sejumlah instansi lain.
‎Kawasan Pusat Kota Juga Masih Mengalami Gangguan
‎Beberapa titik di wilayah pusat kota juga belum teraliri secara optimal, di antaranya:
‎Jalan Pemuda
‎Jalan Pancasila
‎Jalan Purus II (sebagian)
‎Jalan Koto Marapak
‎Jalan Hang Tuah
‎Jalan Jati Parak Salai
‎Jalan Jati Bawah Wuluh
‎Jalan Jati Koto Panjang (sebagian)
‎Jalan Pasopati Sisingamangaraja
‎Jalan Pondok Mungil Ampang
‎Air Baku Masih Keruh, Proses Pengolahan Terkendala
‎Salah satu kendala utama pemulihan layanan berada pada sumber air baku di intake Kampung Koto, yang menjadi pemasok air ke sebagian besar wilayah pusat kota Padang. Hingga kini, air baku masih bercampur lumpur dengan tingkat kekeruhan yang melebihi batas maksimal pengolahan.
‎“Air baku masih sangat keruh, sehingga belum bisa diolah sesuai standar. Ini berdampak pada distribusi air ke pelanggan di kawasan kota,” jelas Adhie Zein.
‎Imbauan kepada Masyarakat
‎Perumda mengimbau masyarakat untuk tetap bersabar, menampung air ketika aliran mengalir, serta menghemat penggunaan air bersih selama masa pemulihan ini.
‎“Gangguan aliran air bisa terjadi kapan saja tanpa pemberitahuan sebelumnya karena kondisi di lapangan masih dinamis. Kami terus bekerja semaksimal mungkin agar layanan segera pulih,” tambahnya.
‎Dengan sinergi antara Perumda, pemerintah daerah, dan dukungan masyarakat, diharapkan pemulihan layanan air bersih dapat berlangsung lebih cepat dan dampak bencana banjir serta longsor di Kota Padang dapat diminimalkan.(*)

 

Agam – Kepolisian Daerah Sumatera Barat kembali menunjukkan peran kemanusiaannya di masa pascabencana. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin langsung shalat jenazah sekaligus mengikuti prosesi pemakaman korban bencana alam di Kabupaten Agam, Rabu (7/1/2026), sebagai wujud empati, pelayanan, dan tanggung jawab moral insan Bhayangkara kepada masyarakat.

Shalat jenazah dilaksanakan di Masjid Agung Darul Falah, diikuti oleh  Bupati Agam H. Benni Warlis, Ketua DPRD Kabupaten Agam H. Ilham, Lc., MA, Kapolres Kabupaten Agam AKBP Muari, S.I.K., MM, MH, Direktur RSUD dr. M. Riko Krisman, Sp.An, dan unsur Forkopimda, Pejabat utama Polda Sumbar, personil Polres Agam , dan Masyarakat setempat.

Usai shalat, rombongan bergerak menuju TPU Kampung Baru Sungai Jaringan untuk prosesi pemakaman yang berlangsung khidmat dan tertib.

Kapolda Sumbar menegaskan kehadiran Polri bukan sekadar pengamanan, melainkan pelayanan kemanusiaan hingga tahap akhir penanganan korban.

 “Atas nama negara dan institusi Polri, kami menyampaikan duka cita mendalam kepada keluarga korban. Kehadiran kami adalah bentuk empati dan tanggung jawab moral, ” ujarnya.

Berdasarkan data terkini, korban meninggal akibat bencana alam tercatat 253 orang. Sebanyak 222 jenazah telah teridentifikasi (110 laki-laki dan 112 perempuan), sementara 31 jenazah masih dalam proses identifikasi, terdiri dari 14 laki-laki, 12 perempuan, dan 5 bagian tubuh. 

Sebelumnya, pemakaman massal telah dilakukan terhadap 10 jenazah, dan hari ini kembali dimakamkan 6 jenazah (4 perempuan, 1 laki-laki, dan 1 bagian tubuh) yang ditemukan di wilayah Kecamatan Palembayan dan sekitarnya.

Kapolda Sumbar juga mengimbau masyarakat tetap tenang dan tidak terpengaruh informasi yang belum terverifikasi. Ia mengajak seluruh elemen untuk mendoakan para korban agar mendapat tempat terbaik di sisi Tuhan Yang Maha Esa, serta keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.

Langkah ini menegaskan komitmen Polri untuk hadir sejak tanggap darurat hingga pelayanan terakhir, memastikan tugas kepolisian berjalan menyeluruh—melindungi, mengayomi, melayani, dan menunaikan tanggung jawab kemanusiaan pascabencana. (*) 



 

Padang – Kota Padang menjadi lokasi peluncuran perdana gerakan lingkungan Rimbo Andalas Project yang menargetkan penanaman satu juta pohon di seluruh wilayah Sumatera Barat. Program ini digagas Rumah Aktivis Sejahtera sebagai upaya memperbaiki kerusakan ekologis pascabencana. 

Di Kota Padang ditargetkan penanaman 10.000 pohon. Sebagai tahap awal, sebanyak 2.000 pohon akan ditanam pada kegiatan launching yang direncanakan berlangsung pada akhir Januari 2026.

Hal itu dipaparkan Ketua Rumah Aktivis Sejahtera, Febriandi Putra bersama rombongan saat melakukan audiensi dengan Wali Kota Padang, Fadly Amran di Rumah Dinas, Rabu (7/1/2026). 

Dikatakan Febriandi, penanaman pohon akan difokuskan pada empat Daerah Aliran Sungai (DAS) utama di Kota Padang, yakni DAS Batang Kuranji, DAS Air Dingin, DAS Batang Kandis, serta DAS Pengambangan/Batang Arau (Batu Busuk).

Menurutnya, pemilihan DAS tersebut didasarkan pada kondisi lingkungan yang membutuhkan pemulihan serta perannya yang vital dalam menjaga keseimbangan ekologi dan mengurangi risiko bencana.

Gerakan ini melibatkan berbagai unsur, mulai dari mahasiswa, aktivis, komunitas lingkungan, hingga dukungan pemerintah daerah. Pemerintah Kota Padang disebut telah memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan kegiatan tersebut.

"Kami berharap gerakan ini menjadi upaya bersama untuk memperbaiki kondisi ekologi, sehingga dampak kerusakan lingkungan dapat diminimalisir dalam lima hingga sepuluh tahun ke depan," ujar Febriandi.

Selain dukungan moril, panitia juga membuka peluang partisipasi dari sektor swasta dan masyarakat umum, baik dalam bentuk keterlibatan langsung maupun dukungan material.

Wali Kota Padang, Fadly Amran menyambut bain rencana penanaman pohon yang digagas Rumah Aktivis Sejahtera tersebut. Dia memastikan Pemko Padang siap memfasilitasi kegiatan itu. 

"Sebagai gerakan tentu kegiatan ini harus continue. Penanaman pohon ini jadi bagian penting dalam penanggulangan bencana agar tidak kembali terulang," ujar Fadly Amran. (*)

 

PADANG — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meminta Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V segera menurunkan alat berat untuk melakukan normalisasi sungai yang mengalami pendangkalan akibat bencana hidrometeorologi.

Permintaan tersebut disampaikan Gubernur menyusul adanya kesepakatan seluruh pihak terkait untuk melakukan percepatan penanganan infrastruktur terdampak bencana dalam Focus Group Discussion (FGD) yang digelar pada Senin (5/1) lalu. Dalam FGD tersebut, diketahui BWS Sumatera V telah menyiapkan 50 unit alat berat untuk mendukung kegiatan normalisasi sungai di wilayah terdampak.

“Saya berharap BWS Sumatera V dapat segera melakukan pembersihan material kayu serta pengerukan di sepanjang aliran sungai yang terdampak, agar risiko banjir susulan dapat diminimalisir,” ujar Mahyeldi saat melakukan peninjauan ke sejumlah daerah aliran sungai yang terdampak banjir bandang di Kota Padang, Selasa (6/1/2026).

Berdasarkan hasil pantauan di lapangan, Gubernur menyebut masih banyak material kayu yang tersangkut di sepanjang aliran sungai. Selain itu, kondisi sungai yang mengalami pendangkalan sehingga dinilai rawan meluap saat debit air meningkat.

“Terutama di Daerah Aliran Sungai Batang Kuranji, material kayu dan pendangkalannya cukup mengkhawatirkan. Penanganannya perlu diprioritaskan karena berada di kawasan permukiman padat. Selain itu, Sungai Tabiang Banda Gadang dan Lubuk Minturun juga perlu mendapat perhatian serius,” ungkap Mahyeldi.

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar juga menyampaikan material kayu yang terbawa arus banjir bandang dan mengendap di permukiman, lahan pertanian, maupun bantaran sungai dapat dimanfaatkan oleh masyarakat, sepanjang tidak melanggar ketentuan yang berlaku.

“Untuk itu, saya minta Camat, Lurah, dan Wali Nagari dapat berkoordinasi dengan masyarakat untuk pemanfaatan material kayu yang terbawa arus. Harapan kita, selain sungai kembali bersih, manfaatnya juga bisa dirasakan oleh warga terdampak,” jelasnya.

Dalam kegiatan peninjauan tersebut, Gubernur Mahyeldi turut didampingi sejumlah pejabat pimpinan tinggi pratama, antara lain Kepala Dinas Perhubungan Sumbar, Defi Diantolani; Kepala Pelaksana BPBD Sumbar, Era Sukmamunaf; Kepala Biro Adpim Sumbar, Nolly Eka Mardianto; serta perwakilan dari Dinas Lingkungan Hidup Sumbar. (Adpsb/nov/bud)

 

Padang – Usai banjir bandang yang melanda Kota Padang, 28 November 2025 lalu, sejumlah aliran sungai mengalami perubahan. Selain itu, banyak rumah warga yang berada di Daerah Aliran Sungai (DAS) terseret arus, hanyut, dan rusak berat.

Mendapati kondisi demikian, Pemerintah Kota Padang segera menetapkan zona merah pada DAS yang ada. Hal ini sebagai langkah dan upaya agar tidak terjadi kejadian yang berulang.

“Kita harus desain zona merah agar (zona) itu tidak ditempati masyarakat dan tidak terjadi lagi kejadian berulang,” ungkap Wali Kota Padang Fadly Amran saat Rapat Pembahasan Perubahan Aliran Sungai bersama akademisi dan stakeholder terkait di Gedung Putih Rumah Dinas Wali Kota Padang, Selasa (6/1/2026).

Dua DAS yang menjadi perhatian utama yakni di Sungai Air Dingin dan Sungai Kuranji. Kedua alur sungai ini mengalami perubahan alur sungai yang berbelok-belok. Penyebab yakni endapan lumpur dan pasir, serta hantaman arus banjir yang kuat.

Wali Kota menilai, kedua DAS ini harus segera disikapi. Sebab itu, akademisi dan stakeholder terkait diundang pada rapat untuk menelaah dua DAS dimaksud.

“Setelah ini kita akan dengarkan peta kondisi sungai secara akurat dan selepas itu nanti kita ulang pembahasannya,” jelas Fadly Amran.

Fadly menegaskan, zona merah pada DAS merupakan zona yang seharusnya tidak diboleh ditempati atau didiami. Karena akan membahayakan warga yang mendirikan rumah di bibir sungai.   

“Kalau zona merah dilarang, dilarang membangun tempat tinggal di situ, dan kejelasan (zona merah) itu harus ada dari pemerintah, tidak lama lagi kejelasan itu akan terjawab bersama akademisi dan tentunya akan disampaikan ke masyarakat, walaupun tidak akan menyenangkan semua pihak, namun keinginan kita adanya keamanan dan kenyamanan bagi warga,” jelas wali kota.

Hingga detik ini, sekitar 600 rumah hanyut saat bencana banjir melanda pada 28 November 2025 lalu, serta banjir susulan pada 2 Januari 2026 kemarin. Fadly mengatakan, pihaknya memprediksi beberapa waktu ke depan akan bertambah rumah yang hanyut ketika banjir terjadi lagi.

“Pengerjaan pendaman di sungai membutuhkan waktu panjang hingga tiga tahun, rehab rekon itu tiga tahun, kita tidak bisa menerka-nerka, sebab itu zona merah ini harus segera kita tetapkan,” ungkap Wali Kota Padang.

Rapat yang berlangsung hangat itu dihadiri akademisi seperti Prof Abdul Hakam selaku Pakar Teknik Sipil dan Geoteknik Universitas Andalas, Prof Asrinaldi dari Fisip Unand, serta perwakilan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sumatera V Padang, Kantor Pertanahan Kota Padang, dan Dinas SDA dan Bina Konstruksi Provinsi Sumatera Barat.(Charlie)

 

Solok – Seorang warga Jorong Pangka Pulai, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok, dilaporkan hilang saat pergi ke ladang untuk mencari durian. Hingga Sabtu (27/12/2025), upaya pencarian masih terus dilakukan oleh pihak kepolisian bersama pemerintah nagari dan masyarakat setempat.

Korban diketahui bernama Naharudin (55), seorang petani suku Minang yang berdomisili di Jorong Pangka Pulai, Nagari Batu Bajanjang, Kecamatan Tigo Lurah, Kabupaten Solok.

Kapolres Solok AKBP Agung Pranajaya, S.I.K., melalui Kasi Humas Polres Solok AKP Eko Kurniawan, S.H., M.H., menjelaskan bahwa peristiwa tersebut bermula pada Minggu, 21 Desember 2025, sekitar pukul 22.00 WIB. Saat itu, korban pergi ke ladang atau kebun miliknya yang berada di kawasan Puncak Bukik, Jorong Pangka Pulai, untuk mencari durian. Namun hingga Rabu, 24 Desember 2025, korban belum kembali ke rumah.

Pada Kamis, 25 Desember 2025, sekitar pukul 10.00 WIB, pihak keluarga melaporkan kejadian tersebut ke Kantor Wali Nagari Batu Bajanjang. Selanjutnya, Sekretaris Nagari Batu Bajanjang menghubungi Bhabinkamtibmas Nagari Batu Bajanjang Polsek Payung Sekaki, Bripka Junizal Effendi, S.H., untuk menindaklanjuti laporan warga hilang tersebut.

Masih pada hari yang sama, sekitar pukul 14.00 WIB, Bripka Junizal Effendi bersama perangkat nagari dan sekitar 40 orang masyarakat langsung melakukan pencarian ke lokasi ladang korban yang berjarak sekitar dua kilometer dari pemukiman warga. Namun hingga pukul 17.00 WIB, korban belum berhasil ditemukan.

Pencarian kembali dilanjutkan pada Jumat, 26 Desember 2025, mulai pukul 08.00 WIB, dengan melibatkan sekitar 60 orang warga. Upaya pencarian difokuskan di sekitar kebun dan ladang milik korban, namun hingga pukul 14.00 WIB, hasil masih nihil.

Pada Sabtu, 27 Desember 2025, pencarian kembali dilakukan sejak pukul 08.00 WIB dengan melibatkan sekitar 160 orang yang terdiri dari Bhabinkamtibmas, perangkat nagari, dan masyarakat. Hingga pukul 14.30 WIB, korban masih belum ditemukan dan pencarian akan terus dilanjutkan.

Pihak kepolisian mengimbau masyarakat untuk tetap waspada serta segera melaporkan apabila menemukan tanda-tanda atau informasi yang berkaitan dengan keberadaan korban. Dokumentasi kegiatan pencarian turut dilampirkan sebagai bagian dari laporan.


 

Arosuka, netralpost - Bencana tidak hanya meninggalkan jejak kerusakan, tetapi juga menghadirkan panggilan tanggungjawab bersama untuk bangkit secara terencana dan berkelanjutan. Atas dasar itulah, Sekretaris Daerah Kabupaten Solok, Medison, S.Sos., M.Si, memimpin rapat evaluasi penanganan bencana, sekaligus penyusunan rencana kegiatan pascabencana hidrometeorologi di Kabupaten Solok, pada masa transisi pemulihan, pada Senin (05/01/2026).

Rapat yang berlangsung di ruang rapat setda tersebut, dihadiri oleh Direktur Pemetaan dan Evaluasi Risiko Bencana BNPB Dr. Ir. Udrekh, S.E., M.Sc., seluruh Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD) se-Kabupaten Solok atau yang mewakili, serta para Camat se-Kabupaten Solok. Forum ini menjadi ruang konsolidasi lintas sektor untuk menilai langkah-langkah yang telah dilakukan sekaligus menyatukan arah kebijakan ke depan.

Dalam arahannya, Sekda Medison menegaskan bahwa masa transisi pemulihan merupakan fase krusial yang menuntut kehadiran negara secara utuh—hadir dalam perencanaan, hadir dalam tindakan, dan hadir dalam memastikan keselamatan serta kesejahteraan masyarakat.

“Pemulihan tidak cukup hanya membangun kembali yang rusak, tetapi memastikan masyarakat dapat kembali menjalani kehidupan dengan rasa aman, bermartabat, dan berdaya. Di sinilah kolaborasi menjadi kunci bagi kita bersama untuk bangkit dari musibah bencana,” ujar Medison.

Lebih lanjut, Ia menekankan pentingnya evaluasi berbasis data dan pengalaman lapangan, agar setiap rencana kegiatan pascabencana, tidak bersifat seremonial, melainkan menjawab kebutuhan riil masyarakat terdampak. Seluruh OPD dan kecamatan diminta untuk menyelaraskan program kerja masing-masing dengan rencana pemulihan yang terintegrasi dan berkelanjutan.

Melalui rapat ini, Pemerintah Kabupaten Solok berkomitmen menjadikan proses pemulihan pascabencana sebagai momentum memperkuat ketangguhan daerah terhadap bencana hidrometeorologi, sekaligus membangun tata kelola penanganan bencana yang lebih responsif, inklusif, dan berorientasi pada masa depan.

 

PADANG, NETRALPOST _ Dinamika organisasi kembali bergerak di tubuh Kepolisian Daerah Sumatera Barat. Kapolda Sumbar Irjen Pol Gatot Tri Suryanta memimpin langsung serah terima jabatan (sertijab) sejumlah Pejabat Utama (PJU) Polda Sumbar serta dua Kapolres jajaran, Jumat (2/1) siang, di Ruang R.S. Soekanto, Lantai IV Mapolda Sumbar.

Sertijab berlangsung khidmat dan dihadiri Wakapolda Sumbar, para PJU, serta Kapolres dan Kapolresta jajaran. Rotasi ini menjadi bagian dari komitmen Polda Sumbar dalam menjaga soliditas organisasi sekaligus meningkatkan kualitas pelayanan dan respons kepolisian di tengah tantangan tugas yang semakin kompleks.

Sejumlah jabatan strategis mengalami pergantian. Posisi Karo Ops Polda Sumbar resmi diserahterimakan dari Kombes Pol Muhammad Erwin—yang mendapat penugasan baru sebagai Penata Kebijakan Kapolri Madya TK II Stamaops Polri—kepada Kombes Pol Dessy Ismail, sebelumnya bertugas di Korlantas Polri.

Jabatan Karo SDM Polda Sumbar kini diemban Kombes Pol Anissullah M. Ridha, menggantikan Kombes Pol Riyadi Nugroho yang dipercaya menjabat Kabagrenmin SSDM Polri. Anissullah sebelumnya menjabat Karosdm Polda Riau.

Di bidang pembinaan masyarakat, tongkat kepemimpinan Dirbinmas Polda Sumbar beralih dari Kombes Pol Teddy Rayendra—kini menjabat Kabid TIK Polda Sumatera Selatan—kepada Kombes Pol Yudi Rumantoro. Bersamaan dengan itu, jabatan Kabidkum Polda Sumbar diamanahkan kepada Kombes Pol Ahmad Basahil, yang sebelumnya bertugas di Polda Lampung.

Pada jajaran fungsi teknis, Dirpolairud Polda Sumbar kini dijabat AKBP Ibnu Bagus Santoso, menggantikan Kombes Pol Marsdianto yang mendapat kepercayaan sebagai Karo Ops Polda Kalimantan Barat. Sementara itu, jabatan Kabid Propam Polda Sumbar resmi diemban Kombes Pol Siswantoro, menggantikan Kombes Pol Dwi Agung Setyono yang kini bertugas di Polda Sumatera Utara.

Jabatan Dirtahti Polda Sumbar juga berganti, dari AKBP Purwanto Hari Subekti—yang sebelumnya menjabat Kapolres Dharmasraya—kepada pejabat baru sesuai struktur organisasi terbaru.

Selain PJU, rotasi juga menyasar pimpinan kewilayahan. AKBP Kartyana Widyarso Wardoyo dipercaya menjabat Kapolres Dharmasraya, sementara posisi Kapolres Padang Panjang kini diemban AKBP Wisnu Hadi, yang sebelumnya menjabat Kapolres Bombana, Polda Sulawesi Tenggara.

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Susmelawati Rosya, S.S., M.Tr., menegaskan bahwa mutasi merupakan bagian dari pembinaan karier dan penguatan institusi.

“Mutasi jabatan adalah hal yang wajar dalam tubuh Polri sebagai bentuk penyegaran organisasi, guna meningkatkan profesionalisme dan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.

Rangkaian sertijab berlangsung tertib dan lancar, ditutup dengan prosesi pisah sambut sebagai bentuk penghormatan kepada pejabat lama serta penyambutan pejabat baru yang siap mengemban amanah dan tanggung jawab di wilayah Sumatera Barat. 


 

Padang - Pengunjung Pasar Raya Padang tak perlu gundah ketika akan buang hajat. Sebab, toilet di Blok A kini sudah berstandar pusat perbelanjaan (mall). 

"Kualitas dan fasilitas toilet di Blok A Pasar Raya sudah setara standar toilet di pusat perbelanjaan (mall)," jelas Plt Kepala Dinas Perdagangan Kota Padang, Junie Nusyamza, Senin (5/1/2026). 

Toilet yang dibangun terdiri dari toilet pria dan toilet wanita yang terpisah. Kualitas dan fasilitasnya lebih baik. Mulai dari kebersihan, ketersediaan air bersih, pencahayaan, hingga kenyamanan pengguna menjadi perhatian utama. 

"Rehabilitasi toilet ini merupakan wujud perhatian dan pemikiran Wali Kota Padang agar pasar rakyat tidak hanya menjadi tempat berjualan, tetapi juga nyaman dan layak bagi masyarakat," terang Junie. 

Rehabilitasi toilet ini diharapkan dapat digunakan dengan nyaman oleh pedagang dan pengunjung, sekaligus mendukung terwujudnya Pasar Raya Padang yang bersih, sehat, dan ramah bagi siapa saja. Pasar yang bersih dan tertata diharapkan membuat pengunjung merasa lebih betah dan pedagang semakin percaya diri dalam melayani pembeli.

Diketahui, Pemerintah Kota Padang melaksanakan kegiatan Rehabilitasi Toilet Blok A Pasar Raya Padang dengan anggaran sebesar Rp397.000.000 yang bersumber dari APBD Kota Padang Tahun 2025. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kenyamanan dan kebersihan fasilitas umum di kawasan pasar.(Charlie)

 

PADANG, NETRALPOST --- Setelah libur panjang, siswa didik kembali masuk sekolah. Senin (5/1/2026), seluruh siswa mengikuti pagi ceria dan upacara bendera di sekolah masing-masing.

"Sesuai surat edaran Mendikdasmen nomor 2 tahun 2026, mari kita laksanakan kegiatan pagi ceria dan upacara bendera di sekolah masing-masing," ajak Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kota Padang melalui Sekretarisnya, Nurfitri, Minggu (4/1/2025). 

Pada pagi ceria, siswa masuk sekolah pukul 07.00 WIB. Siswa lebih dahulu melakukan senam Anak Indonesia Hebat. Kemudian melakukan upacara bendera. Setelah itu doa besama untuk kemudian menyanyikan lagu "Hari Baru" bersama-sama. 

"Kepada orang tua kita harapkan dukungannya agar anak-anak kita bisa memulai kembali bersekolah dengan hati yang gembira, penuh semangat untuk belajar," imbau Nurfitri. 

Diketahui, setiap pagi, siswa sekolah akan memulai hari belajar dengan ceria. Pada hari Selasa dilakukan senam Anak Indonesia Hebat dan kegiatan Keminangkabauan. Kemudian hari Rabu kegiatan English Day. Hari Kamis dilakukan Kepramukaan dan Semen Gober. Pada hari Jumat kegiatan Muhadarah dan pembinaan iman dan takwa. Sedangkan hari Sabtu menyesuaikan.(*) 

 


PESISIR SELATAN, NETRALPOST — Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Mahyeldi Ansharullah meninjau langsung lokasi terdampak bencana hidrometeorologi di Nagari Pancuang Taba, Kecamatan IV Nagari Bayang Utara, Kabupaten Pesisir Selatan, Kamis (1/1/2026). Peninjauan ini dilakukan untuk melihat kondisi lapangan secara langsung sekaligus memastikan langkah penanganan bencana berjalan optimal.

Di lokasi terdampak, Gubernur Mahyeldi berdialog dengan masyarakat serta jajaran pemerintah nagari setempat. Ia menyampaikan keprihatinan atas musibah yang terjadi dan menegaskan bahwa pemerintah hadir untuk mendampingi masyarakat dalam menghadapi masa sulit akibat bencana.

“Musibah ini tentu menjadi ujian bagi kita semua. Pemerintah Provinsi bersama pemerintah kabupaten dan seluruh unsur terkait akan terus hadir, memastikan masyarakat terdampak mendapatkan perhatian dan penanganan yang dibutuhkan,” ujar Mahyeldi.

Mahyeldi meminta seluruh perangkat daerah terkait untuk terus meningkatkan koordinasi, khususnya dalam penanganan darurat, pembersihan material sisa bencana, serta pendataan kerusakan dan kebutuhan masyarakat di lapangan. Menurutnya, kerja cepat dan terkoordinasi menjadi kunci agar penanganan bencana berjalan efektif.

Ia juga mengimbau masyarakat untuk tetap waspada terhadap potensi bencana susulan, mengingat kondisi cuaca yang masih dinamis, sekaligus mengajak seluruh pihak memperkuat semangat kebersamaan dan gotong royong.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur Mahyeldi menyampaikan bahwa pemerintah telah menyiapkan dukungan anggaran untuk penanganan dampak bencana di Kabupaten Pesisir Selatan. Total dana yang disiapkan mencapai lebih dari Rp5,7 miliar, terdiri dari Rp4 miliar bantuan dari Presiden Republik Indonesia dan Rp1,73 miliar dari Belanja Tidak Terduga (BTT) Provinsi Sumbar.

“Seluruh dana tersebut sudah ditransfer ke Kas Daerah Kabupaten Pesisir Selatan pada akhir Desember lalu,” tegas Mahyeldi.

Ia menjelaskan, bantuan tersebut merupakan dana awal untuk penanganan tanggap darurat. Jika dalam pelaksanaannya masih dibutuhkan tambahan anggaran, pemerintah siap menyesuaikan sesuai kebutuhan di lapangan berdasarkan usulan pemerintah daerah setempat.

Turut hadir mendampingi Gubernur dalam peninjauan tersebut sejumlah pejabat dilingkup Pemprov Sumbar dan Kabupaten Pesisir Selatan. Diantaranya, Asisten Administrasi Umum Setdaprov Sumbar, Medi Iswandi, Kepala Dinas BMCKTR Sumbar, Armi; Kepala Biro Adpim Setdaprov Sumbar, Nolly Eka Mardianto; Kepala Dinas Sosial Sumbar, Syaifullah;

SekdaKab Pesisir Selatan, Zainal Arifin; Asisten Ekonomi dan Pembangunan Kabupaten Pesisir Selatan, Adi Susilo; Kalaksa BPBD Kabupaten Pesisir Selatan. (adpsb/cen/bud)


Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.