50 Kota,netralpost-- Menyambut Tahun Kunjungan Wisata Sumatera Barat 2023 (Visit Beautiful West Sumatera Barat 2023) Kabupaten Lima Puluh Kota terus berbenah. Menyadari kebersihan lingkungan jadi penentu kenyamanan wisatawan selama di destinasi wisata, Kabupaten Lima Puluh Kota pun mencanangkan Gerakan “Mahkota Berlian” (Lima Puluh Kota Bersih Lingkungan). Gerakan Mahkota Berlian, berawal dari ide Ketua TP PKK Lima Puluh Kota Nevi Safaruddin untuk menunjang kebersihan di objek wisata, Jumat (18/03/2022) secara resmi dicanangkan Bupati Lima Puluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo, bertempat di kawasan objek wisata unggulan, Kapalo Banda, Taram, Kecamatan Harau. Pencanangan Mahkota Berlian didahului dengan kegiatan aksi pembersihan sampah bersama di objek wisata Kapalo Banda. Turut hadir di kesempatan itu, Kepala Dinas Lingkungan Hidup Yunire Yunirman, Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Nagari Endra Amzar, Kepala Dinas Pariwisata, Pemuda dan Olahraga Desri, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Alfian, Pemerintah Kecamatan dan Nagari, serta masyarakat dan pelajar.
Dalam sambutannya, pada pencanangan Mahkota Berlian, Bupati Safaruddin mengapresiasi kegiatan yang digagas oleh TP-PKK Lima Puluh Kota ini, selaras dengan kampanye yang digaungkan oleh PKK Lima Puluh Kota, yakni menuju Lima Puluh Kota bebas sampah. Tekad itu bermuara kepada tersusunnya konsep Mahkota Berlian, dimana seluruh sumber daya di daerah, seperti unsur pemerintahan, pelaku-pelaku wisata, serta partisipasi masyarakat, saling bersinergi demi terwujudnya kebersihan lingkungan serta prilaku hidup yang cinta kebersihan lingkungan. Dalam kesempatan itu, Bupati Safaruddin mengungkapkan, sasaran utama Mahkota Berlian adalah menciptakan lingkungan bersih di objek wisata yang ada di Lima Puluh Kota. “Kita sangat mendukung penuh kegiatan ini karena kita ingin Kabupaten Lima Puluh Kota bebas sampah,” kata Bupati Safaruddin. Di sisi lain, kegiatan Mahkota Berlian, dengan pola gotong royong di objek wisata ini juga dapat sebagai persiapan dalam rangka, Visit Beautiful West Sumatera 2023 mendatang, mengingat Kabupaten Lima Puluh Kota merupakan salah satu destinasi utama wisatawan. "Alasan Nagari Taram sebagai tempat dimulainya pencanangan kegiatan ini dikarenakan Nagari Taram merupakan salah satu pengelolaan terbaik objek wisata di Sumatera Barat yang ikut memberdayakan masyarakatnya dalam mengelola pariwisata melalui kelompok sadar wisata", tutur Bupati Safaruddin. Terakhir Ia berpesan kepada masyarakat untuk selalu mencintai objek wisata di Lima Puluh Kota dengan selalu menjaga kebersihan dan ketertiban di lingkungan objek wisata, sehingga wisatawan akan nyaman untuk berkunjung.
Sementara itu, ketua TP-PKK Lima Puluh Kota, Ny. Nevi Safaruddin menuturkan, kegiatan gotong royong bersama antara Tim Penggerak PKK bersama dengan OPD, masyarakat serta pelajar ini selain dalam rangka pencanangan Gerakan Mahkota Berlian (Gerakan Lima Puluh Kota Bersih Lingkungan) sekaligus memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK dan peringatan bulan bakti gotong royong. Di bagian lain, Nevi Safaruddin meminta kepada masyarakat dan wisatawan untuk selalu menjaga lingkungan dengan selalu membuang sampah pada tempat yang telah disediakan di objek wisata. "Saya berharap agar kita sama-sama menjaga lingkungan di daerah kita, di agar tetap bersih. Dengan selalu menjaga lingkungan tetap bersih, maka hati kita juga akan bersih serta kita juga akan selalu sehat", tutup Ny.Nevi.(Yon)
Payakumbuh,netralpost-- Wali kota Riza Falepi menyaksikan pengukuhan dan pelantikan 37 orang pengurus Komite Olahraga Nasinal Indonesia (KONI) Kota Payakumbuh periode 2022-2026 di Aula Ngalau Indah, Kantor Wali Kota Payakumbuh, Jumat (18/3).
Pelantikan tersebut turut dihadiri oleh Unsur Forkopimda, Kabid Pemuda dan Olah Raga Disparpora Delni Putra, Pengurus KONI Sumatera Barat, dan tamu undangan.
Adapun pengurus KONI yang SKnya dibacakan oleh Wakil Sekretaris Umum KONI Sumbar Syafrizal Bakhtiar adalah Ketua Umum Yengki Otrio bersama Wakil Ketua Umum 1 Trivenindra, Wakil Ketua Umum II Bambang Safari, serta Wakil Ketua Umum ll Chairul Mufti.
Kemudian ada Sekretaris Umum Antonius Budiarto, Wakil Sekretaris Umum Fauzul Azim, Wakil Sekretaris Umum Il Jeffri Ricardo Magno, dan Wakil Sekretaris Umum lll Delsi Ekawati.
Lalu Bendahara Umum Sisca Damayanti, Wakil Bendahara Umum I Wahyu, dan Wakil Bendahara Umum II Rizky Dwi Putra.
Untuk Bidang Organisasi dengan Ketua Rezi Ade Ridwan dan Anggota Mhd Erdi Sahida, Altoyo, Doni Mirza, Defrialdi Mustaqim, serta Yaumil Qadri.
Bidang Pembinaan Prestasi dengan Ketua Aswandi, dan Anggota Syaflimol Soni, Mardianis, Arif, Rio Irawan, serta Nawazir
Bidang Rencana Anggaran dengan Ketua Muhammad Ikhsan dan Anggota Prahiary Tanal Firdaus, serta Ridho Musta.
Bidang Hukum dengan Ketua Faris Alfarisi dan Anggota Fitri Yeni,
Bidang Media dan Pengolahan Data dengan Ketua Yudhi Andrianto dan Anggota Widiat B Artha, Rino Candra, serta Ridho Muldi Putra.
Bidang Audit Internal dengan Ketua Hidayatul Israr serta Anggota M. Junaidi dan Azwardi.
Staff Ahli diisi oleh Mantan Ketua KONI Periode sebelumnya Yusra Maiza bersama Ostimardi.
Ketua KONI Kota Payakumbuh Yengki Otrio dalam sambutannya menyampaikan apresiasi kepada Wali Kota Riza Falepi yang begitu semangat membangun dan membenahi sarana olahraga di Kota Payakumbuh. Ada Gor Type B, Lapangan Olahraga Terbuka Payakumbuh Bugar, lapangan sepak bola, arena skateboard, arena panahan, kawasan fitnes, dan rencananya bakal dibangun juga GOR bela diri yang tak banyak daerah memilikinya.
"Terima kasih kepada wali kota atas pembangunan sarana olahraga yang bagus dan representatif. Dengan begitu kita bisa memiliki opsi pertandingan lebih banyak, latihan nyaman, iven akan mudah diselenggarakan," kata Yengki.
Yengki menambahkan pada tahun ini adalah jadwalnya Kejurda Provinsi Sumbar, beberapa pertandingan cabor diadakan di Kota Payakumbuh, salahsatunya yang sudah sukses adalah renang, dan akan menyusul pencak silat dan cabor lainnya.
"Kota kita ini memiliki akses yang begitu mudah, harga penginapan dan makanannya terjangkau, Kota Payakumbuh adalah pilihan terbaik untuk kegiatan olahraga," kata Yengki.
Terakhir Yengki menyampaikan kenapa KONI kali ini sepakat dengan slogan "Indak Maangok Kalua Badan", karena KONI Kota Payakumbuh ingin berdaya, menghimpun potensi, berjuang mendapat hasil tertinggi, artinya tidak akan membeli kemenangan dan membayar kekalahan.
"Kita punya anak-anak usia dini yang sudah menjadi atlet nasional dari cabang renang, kita juga punya 5 atlet PON yang memperkuat Sumbar di PON XX Papua, bahkan ada juga atlet yang sedang mengikuti kejuaraan dunia dan juara di bidang aerosport paralayang. Satu niat kita memajukan olahraga di Kota Payakumbuh, mohon doa dan dukungan agar kami bisa membawa perubahan untuk kejayaan Kota Payakumbuh," tegas pria yang akrab disapa Pak Ustaz oleh anak-anak muda itu.
Sementara itu, Plt. Ketua Umum KONI Provinsi Sumbar Hamdanus menyampaikan Kota Payakumbuh ada waktu yang masih cukup panjang untuk menyiapkan atlet, karena tentu nanti capaian yang diraih pada Porprov 2023 sangat tergantung dari apa yang disiapkan hari ini dan kedepannya.
"Semakin bermakna pengukuhan pengurus hari ini, tak ada alasan cabor dan atlet dimana olahraga tidak termanage karena organisasi tidak stabil akibat dinamika yang tak terarah. Hari ini ketua KONI sudah tampil dan berpidato memberi semangat bahwa KONI siap mengawal proses persiapan untuk sukses pada Porprov," ujarnya.
Wali Kota Riza Falepi mengatakan potensi sumber daya manusia di Kota Payakumbuh sangat luar biasa, makanya dari dulu Riza punya mimpi agar Kota Payakumbuh bisa mencetak atlet tak hanya juara PON saja, tapi minimal ASEAN Games, kalau bisa Olimpiade.
"Segala sesuatu bisa dimulai, seiring berjalannya waktu itu semua insyaallah bisa kita raih," kata Riza.
Riza juga bercerita awalnya menjadi wali kota saat periode 2012-2017, program visi-misinya tidak terlalu fokus ke atlet olahraga. Riza mengaku baru sadar disaar dia ditemui dan ditanya oleh atlet yang membawa medali kalau mereka ingin dibuatkan tempat latihan untuk berolahraga.
"Pada periode kedua baru saya serius kepada olahraga, kita ambil kebijakan untuk memprioritaskan bangun sarana olahraga. Resikonya terpaksa dikurangi anggaran lainnya agar bisa membangun ini dari awal," kata Riza.
Riza juga menyebut, setelah sukses membangun beberapa sarana dan prasarana olahraga, kedepan akan ada lapangan sepatu roda, trek lari 100 meter cepat, GOR bela diri, serta rencananya lapangan atletik.
"Kita harus punya sumber daya manusia yang siap dan ini membutuhkan sebuah cara yang apik, karena beberapa masalah yang biasa dihadapi seperti lapangan olahraga yang harus dirawat dengan baik dan rapi, peralatan olahraga yang dipegang oleh cabor seperti pistol, parasut, dan peralatan yang harganya mahal harus dirawat. Kalau kita bisa membuat sistem yang terinventarisir dengan baik, maka bukan tak mungkin kita bisa menjadi contoh terbaik nasional," kata Riza.
Terakhir, Riza menjelaskan di sisi lainnya memang ada persoalan lain, yakni di dalam tubuh organisasi KONI ada beragam individu yang punya pola kerja berbeda. Riza mengajak pengurus KONI yang baru saja dilantik untuk bangun kebersamaan, lupakan batas sekat yang ada.
"Kota kita masih bisa terus berprestasi karena kita bermimpi besar, tak apa-apa kota kita tak juara saat Porprov, tapi atlet kita bisa ikut Olimpiade," harapnya.
Riza juga mengajak KONI agar bisa menggandeng sponsor untuk kegiatan olahraga atau club karena saat ini sudah ada aturan dimana APBD dilarang untuk mensupport club-club olahraga.
"Mari kita berfikir, keluarkan ide terbaik memajukan olahraga, Saya sebagai wali kota yang tak lama lagi berakhir masa jabatan ingin memastikan bagaimana Kota Payakumbuh punya sarana yang cukup untuk olahraga," pungkasnya.
Saat pelantikan itu juga disaksikan penampilan dari trio atlet karate putri di bawah binaan pelatih Yantos. Yakni Salma Winersa, Aina Ilzahra, dan Sarah Qonita Watra yang memainkan Kata Kankhuso. Mereka adalah atlet berprestasi yang sukses meraih juara pada ajang Sumbar dan Nasional.
Ada juga penampilan atraksi silat tradisi dari Perguruan Minang Sakti asal Koto Panjang Padang dengan 7 orang penampil seperti Muhammad Faruqi, Ramadhan, Elfida Rosa, Farhan Rian Dani, Ismail, Muhammad Ridwan, Ahmad Afif Habiburrahman, dan Azkyah Nazifah didampingi pelatih Betharia Andriani.
Usai pengukuhan Pengurus KONI Kota Payakumbuh Periode 2022-2026, Wali Kota Riza Falepi dan Ketua KONI Yengki Otrio juga memberikan penghargaan kepada 7 atllit dan pelatih yang memperkuat provinsi dumbar dalam PON XX di Papua.
Mereka adalah Pelatih Kempo Saidina Irawan dan Pelatih Paralayang Dodo Koerdi. Sementara itu 5 atlet adalah Suci Kurnia Dewi (28 tahun) cabang Kempo Kelas Randori Putri 55 kg, kemudian Fadila Rahmi (22 tahun) cabang Karate Kelas Kumite +68 kg putri, serta Iqlimatul Aini (22) cabang Karate Kelas kumite -61 kg putri, lalu dua atlet Paralayang Abdurrahman Hidayat (16) dan Febri Yulito (26). (Yon)
Payakumbuh,netralpost--- Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh Hamdi Agus memaparkan ada 6 poin penting yang bersentuhan langsung dengan pokok-pokok pikiran (Pokir) para wakil rakyat pada tahun 2023 nanti saat menghadiri Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Rencana Kerja Perangkat Daerah (RKPD) Kota Payakumbuh yang berpusat di kantor wali kota, Kamis (17/3).
Musrenbang tersebut dihadiri oleh Wali Kota Riza Falepi, Unsur Forkopimda, Sekda Rida Ananda, Asisten, Staf Ahli, Kepala OPD, Kepala BUMD, dan elemen masyarakat.
Adapun 6 poin yang dipaparkan oleh Politikus PKS tersebut adalah peningkatan kemandirian dan keterampilan individu masyarakat yang akan menunjang ekonomi keluarga, pembentukan dan perbaikan infrastruktur guna menunjang aktifitas masyarakat, pembinaan terhadap pelestarian adat dan budaya, peningkatan sarana dan prasarana bidang pertanian, penguatan kelembagaan kemasyarakatan, dan penguatan terhadap nilai nilai keagamaan.
"Kami sangat berharap pokir yang telah kami tetapkan dari hasil penginputan kepada sistem aplikasi e-pokir agar menjadi perhatian yang sangat serius dan dapat terlaksana pada tahun 2023 dalam rangka pemulihan ekonomi pasca pandemi Covid 19. Hal ini kami sampaikan karena itu merupakan aspirasi langsung dari masyarakat dan telah kami lakukan kajian tentang urgensi pengusulan Pokok pokok pikiran DPRD tersebut," kata Hamdi.
Dalam sambutannya itu, Hamdi juga menyampaikan pelaksanaan musrenbang telah dimulai dari kelurahan dan melibatkan semua pihak, pemangku kepentingan termasuk anggota DPRD yang terlibat di wilayah pemilihan masing masing.
"Musrenbang merupakan sarana yang sangat berpengaruh bagi para pihak dalam merumuskan perencanaan pembangunan secara kolaboratif dengan melibatkan tiga pilar pembangunan yaitu pemerintah daerah, masyarakat dan tentunya pihak swasta," kata Hamdi.
Hamdi, Anggota DPRD dari Daerah Pemilihan Payakumbuh Barat itu juga menambahkan pada dasarnya hasil dan keluaran Musrenbang akan menjadi masukan dan pedoman penting dalam rangka perumusan dan penyempurnaan rencana kerja Pemerintah Daerah Kota Payakumbuh untuk Tahun Anggaran 2023, selanjutnya akan dijadikan acuan dan pedoman dalam penyusunan Kebijakan Umum Anggaran (KUA) serta Prioritas Plafon Anggaran Sementara (PPAS) Tahun anggaran 2023.
"Selaku wakil rakyat kami sangat mendukung pelaksanaan Musrenbang Kota Payakumbuh yang kali ini mengambil tema Percepatan Pemulihan Ekonomi dan Sosial Budaya serta reformasi struktural untuk pertumbuhan berkelanjutan," ujarnya.
Hamdi juga menyebutkan hal penting yang perlu dipikirkan secara bersama setelah menurunnya perkembangaan Covid-19 adalah pemulihan ekonomi masyarakat yang hancur akbiat pandemi Covid 19.
"Melalui forum ini kami sampaikan bahwa setiap program dan kegiatan yang telah direncanakan pemerintah Kota Payakumbuh harus benar benar terarah untuk pemulihan ekonomi dan harus kita dukung secara penuh oleh semua pihak," tegasnya.
Terakhir, Hamdi memaparkan saat ini daerah mengalami penurunan dalam jumlah dana APBD baik 2022 maupun 2023. Salah satu penyebab berkurangnya APBD adalah karena berkurangnya dana transfer ke daerah dari pusat.
"Namun kami sangat berharap atas apa yang telah kami sampaikan sebelumnya bahwa Pokir DPRD harus menjadi perhatian pemerintah daerah untuk dapat diwujudkan tanpa adanya pemotongan atau pengurangan atas apa yang telah diusulkan oleh DPRD tersebut," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost- Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo, bersama Ketua PKK Nevi Safaruddin, Goro bersama Jum'at Berkah dalam Gerakan "Mahkota Berlian" (Limapuluh Kota Bersih Lingkungan) di Nagari Taram.Jumat (18/03)
Dalam acara Berlian tersebut juga di hadiri oleh, Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Yunere Yunirman, Kepala Dinas Pariwisata dan Olahraga ( Desri Imam), Camat Harau ( Andri Yasmen), Wali Nagari (Defrianto Ifkar), Semua Perangkat dan Staf Nagari, Bamus nagari taram, Kepala Jorong sekenegarian taram, Kader Nagari, pengelola Wisata Kapalo Banda Taram, serta para Pelajar SD yang berada di Nagari Taram.
"Mahkota Berlian" (Limapuluh Kota Bersih lingkungan) adalah suatu gagasan dari Ketua PKK Limapuluh Kota, yang mana dalam konsep mahkota berlian ini adalah mencerminkan hidup bersih dalam lingkungan, "Perilaku Bersih Mencerminkan Hati Yang Bersih" ucap Bupati Limapuluh Kota dalam sambutannya.
Kami sengaja memilih Nagari taram sebagai lokus dalam gerakan mahkota berlian ini, karna nagari taram adalah nagari satu-satunya yang mendapat penghargaan sebagai nagari terbaik Nasional Regional pada tahun 2019, dan nagari taram juga mempunyai destinasi wisata terbaik saat ini yang di kelola oleh nagari taram bersama pemerintah limapuluh kota, dan Mahkota berlian ini, akan kita terapkan juga ke nagari-nagari lain yang mempunyai ojek wisata. ujar safaruddin
Selesai memberikan sambutan di depan kantor wali nagari taram, Bupati, dan ketua PKK Kabupaten Limapuluh Kota beserta peserta goro melakukan goro memungut sampah, mulai dari kantor wali nagari taram sampai ke ojek wisata kapalo banda,
Camat Harau Andri Yasmen dalam hal ini juga sebagai pengarah, menyampaikan arah rute goro yang akan dilakukan mulai dari kantor wali nagari sampai ke ojek wisata kapalo banda,
Di sela itu, Nevi Safaruddin sebagai ketua tim penggerak PKK Kabupaten dalam sambutan nya menyampaikan, "Mari kita sama-sama mencanangkan hidup bersih, karna dalam lingkungan yang bersih akan terdapat hati yang bersih,
"Hati yang bersih lahir dari perilaku yang bersih. Semakin kita menerapkan pola hidup bersih dan sehat di kehidupan sehari-hari maka hidup akan jauh lebih nyaman dan hati menjadi tenteram, perilaku hidup bersih juga merupakan cerminan hati yang bersih. Karena mereka yang menjaga kebersihan nya akan selalu senantiasa mensucikan dirinya, agar memiliki hati yang bersih, yuk praktikan perilaku hidup bersih, Himbau Nevi Safaruddin.(Yon)
(*)
Hal itu dibenarkan Kapendam III/Slw Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, saat dikonfirmasi seusai melaksanakan olahraga jalan santai di Kodam III/Slw, Jalan Aceh No. 69 Kota Bandung, Jumat (18/3/2022).
“Benar Pratu Oky Prasetyo anggota Yonzipur 3/YW berhasil meraih Juara Satu, pada Orienteering Kategori Umum Putra Salemba Orienteering Cup Lebak,” ujarnya.
Lanjut Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto menuturkan, pada lomba Salemba Orienteering Cup Lebak kali ini, tidak menggunakan peta dan kompas. Namun, diambil yang tercepat dengan jarak tempuh 7.6 Km.
“Hasil penilaian dari panitia, untuk tercepat pertama di raih oleh Pratu Oky Prasetyo dari team Orienteering Yonzipur 3/YW Kodam III/Slw dengan waktu tempuh 41.33 menit, diurutan kedua dari Club Batavia Jakarta, sementara pada urutan ketiga diraih dari Club Harsa Pratala Orienteering Banten,” tuturnya.
Selain itu, menurut Kolonel Inf Arie Tri Hedhianto, untuk menuju keberhasilan itu tidaklah mudah, yaitu harus memiliki dedikasi yang tinggi, seperti yang dilakukan oleh Pratu Oky Prasetyo, untuk meraih keberhasilan dirinya, ia selalu melakukan latihan dan mengikuti event orienteering agar menambah pengalamannya, sehingga berhasil menjadi juara.
Sementara itu, Pratu Oky Prasetyo akan berlaga lagi diajang Dieng Orienteering Race, di Dieng Jawa Tengah, yang direncanakan akan digelar pada Jumat, 27 Mei 2022 mendatang, imbuhnya. (Pendam III/Siliwangi).
Payakumbuh,netralpost
Seminar ini dibuka secara langsung oleh Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten III Amriul Datuak Karayiang serta didampingi oleh Kabag Kesra Irwan Suwandi dan Narasumber Psikolog Klinis Halfizh.
Dalam sambutannya, Asisten III Amriul Datuak Karayiang mengatakan orang tua adalah contoh bagi anaknya. Kalau orang tua sering memegang gadget di depan anak, pasti akan ditiru oleh anak.
"Sebagai orang tua harus jadi role model. Kalau anak tidak diperbolehkan main gadget, ya jangan di depan anak kita main gadget. Anak jadi melihat kebiasaan orang tuanya main gadget, jadi anak juga akan ikut," jelas Amriul
Selain itu, baiknya orang tua juga membuat peraturan yang ditaati bersama. Misalnya, pada ruang tertentu dilarang untuk bermain gadget.
"Misalnya di ruang makan, di ruang tidur, dan saat berkumpul keluarga harus tidak ada gadget. Di luar itu mungkin boleh ada. Apalagi disaat pandemi covid 19, anak-anak kita belajar secara Daring. Tetapi cukup diberikan saat belajar saja, jangan sampai tidak diawasi. Makin lama, pelan-pelan menguranginya, tidak bisa langsung secara instan untuk melarang anak yang sudah terlanjur kecanduan gadget," katanya.
Menurut Amriul, gadget dibutuhkan untuk mencari pengetahuan. Sedangkan untuk melatih kemampuan motorik, lebih baik menggunakan permainan.
"Kalau gadget itu lebih ke pengetahuan, kalau motorik itu tidak masuk. Semua tergantung umur," Pungkasnya.
Psikolog Klinis Halfizh mengatakan
Orang tua harus menjadi teman baik untuk anak. Karena anak butuh didengarkan, butuh diawasi dan butuh dimengerti. Membangun kedekatan dengan anak adalah gerbang awal menuntun anak kepada keberhasilan. Jadilah seseorang yang nyaman bagi anak-anak kita.
Faktanya saat ini adalah tali kasih anak dengan orang tua mulai lapuk karena orang tua tidak memiliki kedekatan dengan anak
"Pada saat ini lebih dari 50% orang tua tidak dekat dengan anaknya, apalagi diusia memasuki masa puberitasnya,"ujar Halfizh
Diterangkan Halfizh, Hal ini akan menjadi berbahaya ketika anak lebih dekat dengan orang lain di luar sana bahkan lebih mempercayai mencari informasi di gadget, dimana informasi di gadget dapat diakses tanpa adanya penyaringan. Terlebih lagi ketika Intensitas pertemuan orang tua dengan anak tidak lagi berkualitas.
"Saat ini faktanya adalah pertemuan 24 jam para ibu-ibu yang tidak bekerja dengan anaknya tidak berkualitas. Karena ibu-ibu saat ini memiliki tingkat stres yang tinggi dengan segala macam konflik kehidupan yang ada. Ibu dan anak sibuk dengan kegiatan dan urusan masing-masing. Ini yang dimaksud dengan pertemuan yang tidak berkualitas. Pertemuan 24 jam tetapi tidak melakukan kegiatan bersama," Terang Halfizh
Disisi lain, Ibu adalah madrasah pertama untuk anak-anaknya. Bukan sekolah. Sekolah hanya meneruskan pembelajaran. Karena anak lebih banyak di rumah dengan orang tua dari pada dengan sekolah.
"Saya berharap bapak dan ibuk memahami kalau pembelajaran utama adalah bersama orang tua, bukan dengan sekolah," Ujarnya
Pada akhirnya, anak-anak yang ingin berbicara dan curhat dengan orang tuanya beralih ke gadget. Karena dengan curhat di gadget, semua yang dilampiaskan ditanggapi oleh orang luar yang mana memilki pendapat yang berbeda-beda. Contohnya seperti curhat di Facebook dan Instagram. Disitulah mangkanya anak-anak gampang terpengaruh dengan gadget. Bahkan sampai ke konten pornografi.
Ditambahkan Halfizh, saat ini banyak orang tua melarang anak bermain gadget, tetapi orang tua sendri sibuk bermain gadget. Orang tua hari ini tidak mau repot, jika ada pertanyaan dari anak langsung diarahkan untuk mencari informasi di Google dan Youtube.
"Google dan youtube menjadi orang tua ke 3 bagi anak-anak. Karena orang tua tidak mau pusing dengan pertanyaan anaknya. Jadi anak tidak bisa di push dan disalahkan atas kejadian ini," Ucapnya.
Terjadinya perubahan sebuah perilaku bermula dari kebiasaan. Cobalah para orang tua tegas mengatakan tidak ketika anak meminta gadget. Duduk bersama anak, diskusikan alasan positif dan negatifnya tentang bermain gadget.
"Harus ada introspeksi diri dari para orang tua merubah kebiasaan-kebiasan yang tidak baik selama ini dan kembalilah menjalin kedekatan dengan anak. Insyallah segala upaya yang kita lakukan untuk kebaikan anak-anak akan berujung baik untuk perkembangan dan masa depan anak," Pungkasnya.yon
Payakumbuh,netralpost--- Wali Kota Riza Falepi menyampaikan agar peserta Musyawarah Rencana Pembangunan (Musrenbang) Kota Payakumbuh dapat memperhatikan 6 hal mengingat sedemikian banyak dan kompleksnya berbagai usulan yang dibahas pada musrenbang yang digelar secara daring dan berpusat di Kantor Wali Kota, Kamis (17/3).
Musrenbang kali ini merupakan musrenbang terakhir yang dilaksanakan pada masa kepemimpinan Riza Falepi-Erwin Yunaz, kepala daerah Kota Payakumbuh periode 2017-2022.
Pertama, Riza mengajak seluruh peserta Musrenbang, baik pada tingkat kelurahan, kecamatan hingga tingkat kota agar menjadikan pelaksanaan musrenbang ini sebagai forum tertinggi dalam proses penjaringan aspirasi dan kebutuhan masyarakat akan pembangunan.
Kedua, dalam diskusi musrenbang diarahkan untuk mengerucutkan berbagai usulan menjadi usulan prioritas sesuai kemampuan keuangan daerah mengacu pada tema musrenbang tahun ini.
Ketiga, dalam melaksanakan penyusunan berbagai rencana kegiatan tetap memperhatikan prinsip-prinsip efisiensi, efektivitas, ekonomis, sesuai dengan aturan dan ketentuan yang berlaku dengan penuh rasa tanggungjawab.
Keempat, secara tepat dan proporsional dapat ditetapkan berbagai kegiatan yang diusulkan untuk dibiayai dari APBD Kota, APBD Provinsi dan APBN. Untuk kegiatan yang dibiayai dari kedua sumber pendanaan yakni APBD Provinsi dan APBN dapat dirumuskan untuk diusulkan pada Forum Perangkat Daerah Provinsi dan Musrenbang Provinsi.
Kelima, memperhatikan arahan Presiden dan Gubernur Sumatera Barat dalam berbagai kesempatan serta arahan Bappeda Provinsi Sumatera Barat, maka dalam musrenbang ini dapat dirumuskan berbagai rencana kegiatan yang sejalan dengan prioritas dan program kegiatan Nasional dan Provinsi Sumatera Barat.
Keenam, memperhatikan berbagai masukan pada berbagai pertemuan, hasil reses DPRD dan kesepakatan dengan anggota dewan, maka pembahasan dan penetapan APBD Tahun 2023 yang diawali dengan pelaksanaan musrenbang ini dapat dilakukan secara lebih terarah dan sinergis serta dapat mengakomodasi berbagai kebutuhan masyarakat dan disesuaikan dengan kemampuan pembiayaan Pemerintah Kota.
Menurut Riza, musrenbang merupakan salah satu cerminan dari rasa kebersamaan dan partisipasi masyarakat, pemerintah, dan stakeholder terkait dalam merumuskan perencanaan pembangunan untuk kemajuan Kota Payakumbuh dimasa depan.
"Kita menyadari sepenuhnya bahwa keberhasilan pembangunan merupakan tanggung jawab bersama antara unsur pemerintahan, dunia usaha dan seluruh elemen masyarakat," kata Riza.
Ditambahkan wali kota dua periode itu, Musrenbang RKPD dilakukan dalam rangka pendekatan perencanaan secara bottom up. Proses Penyusunan Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) tahun anggaran 2023 ini diawali dengan musrenbang tingkat kelurahan di 47 kelurahan se-kota Payakumbuh sepanjang bulan Januari 2022 dan musrenbang tingkat kecamatan di 5 kecamatan pada bulan Februari 2022.
Hasil prioritas kecamatan yang telah diselaraskan dengan Renja Perangkat Daerah terkait selanjutnya dikomunikasikan lagi dengan para pemangku kepentingan dan lintas Perangkat Daerah melalui Forum Perangkat Daerah dalam upaya penajaman sasaran dan target sasaran prioritas pembangunan yang harus dicapai sebagaimana tercantum dalam Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Kota Payakumbuh Tahun 2023-2026.
"Sejak tahun 2020, Proses perencanaan bottom up ini kita optimalkan melalui penerapan Sistem Informasi Pembangunan Daerah (SIPD) kemendagri. Aplikasi SIPD ini secara berjenjang akan merekam prioritas di tingkat Kelurahan, Kecamatan dan Tingkat Kota dan juga merekam aspirasi dan usulan DPRD yang di dapat dari hasil reses serta aspirasi masyarakat tingkat kelurahan sampai ke kecamatan," kata Riza.
Melalui perencanaan pembangunan yang dimulai dari mufakat RW serta penggunaan aplikasi perencanaan tersebut, Riza mengharapkan dapat menampung dan menyerap aspirasi warga sehingga pembangunan yang dilaksanakan di Kota Payakumbuh benar-benar kebutuhan masyarakat.
Riza juga memaparkan, Indonesia mengkonfirmasi kasus pertama infeksi virus corona penyebab Covid-19 pada awal Maret 2020. Sejak itu, berbagai upaya penanggulangan dilakukan pemerintah untuk meredam dampak dari pandemi Covid-19 di berbagai sektor.
"Hampir seluruh sektor terdampak, tak hanya kesehatan. Sektor ekonomi juga mengalami dampak serius akibat pandemi virus corona. Pembatasan aktivitas masyarakat berpengaruh pada aktivitas bisnis yang kemudian berimbas pada perekonomian. Berdasarkan publikasi BPS pertumbuhan ekonomi Indonesia pada tahun 2020 minus 5,32%. Untuk Provinsi Sumatera Barat sendiri pertumbuhan ekonomi minus 1,60%. sedangkan untuk Kota Payakumbuh sendiri pertumbuhan ekonomi kita minus 1,65%," jelasnya.
Sementara itu, tingkat pengangguran tahun 2021 berada pada angka 6,47% mulai menurun dibandingkan tahun 2020 berada pada angka 6,68% artinya tingkat pengangguran turun 0,21% dibandingkan tahun 2020. Sedangkan angka pengangguran Provinsi sebesar 6,67% dan nasional sebesar 6,26%. Capaian IPM tahun 2021 sebesar 79,08, kondisi ini naik 1,18 dari tahun sebelumnya dan Angka Harapan Hidup tahun 2020 yaitu 73,84 dimana tahun 2020 sebesar 73,74 tahun.
Dilihat dari tingkat Kemiskinan Kota Payakumbuh berada pada angka 6,16 % untuk tahun 2021 naik 0,51% dibandingkan tahun sebelumnya sebesar 5,65%.
"Di tengah tantangan yang berat dalam menghadapi pandemi ini yang berdampak ke semua sektor, kita tetap harus fokus dalam hal percepatan pemulihan ekonomi Sosial Budaya, serta reformasi struktural untuk pertumbuhan yang berkelanjutan," kata Riza.
Riza juga menyampaikan permohonan maaf kepada seluruh masyarakat, apabila selama 2 (dua) periode menjabat sebagai wali kota ini masih terdapat beberapa usulan kebutuhan masyarakat yang belum dapat terakomodir dan terealisasi dalam APBD Kota Payakumbuh.
"Dalam beberapa tahun terakhir, Pemerintah Kota telah berupaya mempertahankan komposisi APBD Belanja Langsung, yakni belanja untuk kebutuhan pembangunan lebih besar dibandingkan belanja aparatur. Namun, karena kebutuhan masyarakat yang diusulkan melalui musrenbang jumlahnya melampaui kemampuan pembiayaan yang tersedia setiap tahun yang diterima oleh Pemerintah Kota Payakumbuh, maka tidak semua usulan dapat dipenuhi," jelasnya.
Riza juga menghimbau adanya partisipasi aktif dari semua lapisan masyarakat, baik pengusaha, tokoh agama, tokoh adat, dan stakeholder lainnya untuk memastikan pembangunan di Kota Payakumbuh dapat berjalan dengan baik dengan membantu pemenuhan kebutuhan pembangunan dari masyarakat yang belum terakomodir dalam APBD Kota Kota Payakumbuh.
"Semoga dengan musrenbang hari ini kita dapat memperoleh hasil sesuai dengan tujuan pelaksanaannya. Semoga apa yang kita laksanakan dengan ikhlas dapat memberikan hal yang lebih baik bagi masyarakat kota kita," harap Riza.
Sementara itu, Kepala Bappeda Kota Payakumbuh Yasrizal menyampaikan berdasarkan Instruksi Mendagri Nomor 70 Tahun 2021, bagi daerah yang masa jabatan kepala berakhir berakhir pada tahun 2022 untuk menyusun dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) Tahun 2023-2026. Kota Payakumbuh melalui Bappeda telah menyusun perencanaan pembangunan daerah yang tertuang dalam dokumen Rencana Pembangunan Daerah (RPD) tahun 2023-2026 Kota Payakumbuh yang memuat target dan sasaran pembangunan dalam empat tahun periode 2023-2026, yang selanjutnya akan dijabarkan ke dalam Rencana Kerja Tahunan berupa RKPD dan Renja Perangkat Daerah.
"RKPD tahun 2023 yang kita Musrenbangkan hari ini merupakan tahun pertama pelaksanaan RPD Kota Payakumbuh Tahun 2023-2026. Disamping berpedoman kepada dokumen RPD tahun 2023-2026, RKPD 2023 juga disusun berpedoman secara top-down kepada dokumen perencanaan yang lebih makro di tingkat Provinsi dan Nasional yaitu Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023 dan Rencana Kerja Pemerintah (Pusat) tahun 2023. Dengan demikian diharapkan terjadi keselarasan perencanaan pembangunan antara Pemerintah Daerah dengan Pemerintah Pusat," paparnya.
Sehubungan dengan hal tersebut, terang Yasrizal, dengan merujuk kepada Tema RKP 2023 yang berjudul Pemulihan Ekonomi dan Reformasi Struktural dan Tema RKPD Provinsi Sumatera Barat Tahun 2023 dengan judul Pemulihan Ekonomi Melalui Sektor Strategis Daerah, maka pelaksanaan Musrenbang RKPD tahun 2023 Kota Payakumbuh Tahun ini mengusung tema Percepatan pemulihan ekonomi dan sosial budaya serta reformasi struktural untuk pertumbuhan berkelanjutan.
"Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 8 Tahun 2008, perencanaan pembangunan dilaksanakan melalui pendekatan proses teknokratis, partisipatif, politis, dan top-down/bottom up. Keempat pendekatan perencanaan pembangunan tersebut telah kita laksanakan secara sistematis berdasarkan bukti fisik dan data yang dapat dipertanggungjawabkan," jelasnya.
Ditambahkan Yasrizal, pelaksanaan musrenbang RKPD merupakan amanat Undang Undang Nomor 25 Tahun 2004 tentang Sistem Perencanaan Pembangunan Nasional yang menyatakan bahwa Pemerintah Daerah wajib menyusun Rencana Kerja Pembangunan Daerah (RKPD) setiap tahun.
Sedangkan teknis pelaksanaan perencanaan daerah dimaksud mengacu pada Permendagri Nomor 86 Tahun 2017 Tentang Tata Cara Perencanaan, Pengendalian Dan Evaluasi Pembangunan Daerah, Tata Cara Evaluasi Rancangan Peraturan Daerah Tentang Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah dan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, Serta Tata Cara Perubahan Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah, Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah, dan Rencana Kerja Pemerintah Daerah. Yon
50 Kota,netralpost--Diduga terjadi kebocoran Besar pada gerbang bea masuk tempat Wisata Lembah Harau,padahal semua Petugas Gerbang masuk tempat Wisata Lembah Harau merupakan notabene adalah THL (Tenaga Harian Lepas) dari Dinas Pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota yang bertugas untuk memungut Retribusi kepada setiap Wisatawan yang berkunjung Ke Lembah Harau,
Petugas Gerbang tersebut diberi Insentif Bulanan yang bersumber dari APBD Kabupaten Limapuluh Kota dan diwajibkan memberikan Tiket Resmi kepada setiap Wisatawan dengan tarif sebesar Rp 5.000/orang
Setiap Tiket resmi tersebut akan dilobangi barcode registrasi oleh Badan Keuangan sebagai Transaksi Jasa yang sah untuk bukti sumber PAD (Pendapatan Asli Daerah) Kabupaten Limapuluh yang berpedoman kepada Perda No.02 tahun 2016.
Kalau setiap Bus atau mobil yang berkunjung membawa Wisatawan, dengan demikian bisa dikalikan Rp 5,000/orang, itulah Sumber PAD yang akan masuk ke Kas Daerah.
Tapi ternyata para petugas gerbang bukannya amanah malah terindikasi melakukan kecurangan dengan tetap memungut Retribusi kepada setiap Wisatawan, sayangnya setiap Retribusi yang diterima tidak diberikan tanda bukti transaksi berupa Tiket Masuk, dengan demikian " cuan-cuan " yang diterima masuk kekantong kantong pribadi, karena perhitungan PAD didasarkan kepada berapa Jumlah Tiket yang terjual.
Hal tersebut disinyalir dilakukan oleh Petugas Gerbang kepada Puluhan bahkan ratusan Bus Pariwisata yang membawa Wisatawan, sehingga tidak pelak mengangkangi Perda No.02 tahun 2016 yang berpotensi merugikan keuangan daerah Ratusan Juta hingga Milyaran rupiah pertahunnya.
Desri Imam Kadis Pariwisata dan Olah Raga (Dispora) ketika dihubungi Via telpon mengatakan Praktek praktek kecurangan tersebut sudah dilakukan oleh Petugas Gerbang selama bertahun tahun yang jelas jelas telah memperkaya diri sendiri dan kelompoknya.katanya
Apakah ada oknum didalam Dinas Pariwisata yang ikut menerima cuan cuan kecurangan tersebut ? Karena ada indikasi pembiaran praktek praktek kecurangan oleh oknum oknum di Dinas Pariwisata Kabupaten Limapuluh Kota untuk tumbuh subur dalam waktu yang lama, cukup dengan hanya diam tanpa aksi nyata, lalu cuan sebagai pemasukan sampingan bisa terus terjaga?
Kadis Pariwisata H.Desri menambahkan " Kami sudah mendengar Praktek praktek kecurangan tersebut dan akan segera kami benahi sistemnya di gerbang, Insyaallah kedepan sistemnya nanti seperti ke gerbang Tol (Tiket Elektronik). Bagi Petugas yang terbukti akan segera kami berikan Surat Teguran " pungkasnya.
Selanjutnya Pak Kadis berkata : " Terkait tentang adanya dugaan orang didalam Dinas Pariwisata yang ikut terlibat dalam pembiaran kebocoran Retribusi, saya akan selidiki dulu, kalau memang ada akan kita proses dan beri sanksi " tegasnya. (Tim)
Payakumbuh,netralpost--
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan, sebelum ini pihaknya telah melakukan monitoring ke seluruh SPBU yang menjual BBM bersubsidi jenis solar yang ada di Payakumbuh. Dan kemudian juga telah menyurati sales manager regional I Pertamina cabang Padang terkait hal tersebut.
"Kita meminta agar memberi penegasan ke seluruh SPBU supaya tidak menjual minyak solar bersubsidi kepada pedagang pengecer, kendaraan plat merah, menertibkan operator nakal serta kita juga meminta tambahan kuota solar ini dari 10ribu KL/tahun menjadi 15ribu KL/tahun," kata Sekda Rida Ananda kepada media di Balai Kota Payakumbuh, Rabu (16/03).
"Langkah ini kita ambil untuk meghindari terjadinya kelangkaan serta antrian panjang di seluruh SPBU yang bisa menyebabkan gangguan ketertiban umum," tambahnya lagi.
Sedangkan untuk distributor minyak goreng Sekda Rida mengimbau supaya minyak goreng ini dipasarkan sesuai dengan ketentuan yang telah ditetapkan oleh pemerintah, jangan sampai bermasalah nantinya.
"Ya, tujuan kita itu jangan sampai terjadi antrian minyak goreng seperti di beberapa daerah di Indonesia. Makanya kita minta komitmen bersama dengan distributor untuk mengatasi masalah kelangkaan ini," ucapnya.
Berdasarkan pantauan dilapangan, Sekda Rida Ananda menyebut untuk minyak goreng dan BBM jenis solar bersubsidi ini, terdapat juga masyarakat yang membeli melebihi kebutuhan sehari-harinya, karena adanya "panic buying" dan ketakutan tidak akan mendapatkan pasokan.
"Jadi saran kita itu ya, kalau butuhnya cuma 2 liter untuk satu minggu ya belinya cukup 2 liter jangan sampai dibeli lebih dari kebutuhan." tukuknya.
Sementara itu Kapolres Payakumbuh AKBP Alex Prawira mengharapkan kepada pemilik SPBU dan distributor minyak goreng di Payakumbuh agar tetap mematuhi seluruh aturan dan regulasi yang telah di tetapkan oleh pemerintah.
"Tetaplah berjalan sesuai dengan aturan. Kalau ada masalah atau gangguan yang terjadi di lapangan segera lapor, kami siap memberikan solusi dan bantuan yang di butuhkan," ucapnya.
Untuk menghindari terjadinya hal-hal yang tidak diinginkan di lapangan. Siapapun yang menemukan atau melihat adanya pihak-pihak tertentu yang melakukan kecurangan atau pelanggaran bisa segera chat melalui layanan hotline Pemko Payakumbuh nomor 0812-7629-6086. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh memfasilitasi sosialisasi manfaat Program BPJS Ketenagakerjaan bagi Industri Kecil Menengah (IKM) Kota Payakumbuh di aula kantor Disnakerin di Lingkungan Padang Kaduduak, Selasa (15/3).
Acara ini dibuka oleh Kepala Disnakerin Yunida Fatwa didampingi Kabid Naker Gesmalindra, serta Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan cabang Bukittinggi Dina Khairina.
Yunida Fatwa menyampaikan apresiasi dan ucapan terima kasih kepada BPJS Ketenagakerjaan yang telah membawa program penting bagi pelaku IKM di Kota Randang.
"Semoga para pelaku IKM bisa memahami betapa pentingnya BPJS ketenagakerjaan, setiap pegawai berhak mendapatkan jaminan kesehatan dan keselamatan dalam bekerja," kata Yunida.
Sementara itu, Dina khairina selaku Kabid Kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan menjelaskan berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 109 Tahun 2013 Tentang Penahapan Kepesertaan Jaminan Sosial, UMKM wajib mendaftarkan pekerjanya dalam program jaminan sosial ketenagakerjaan. Pada Pasal 6 Ayat 1 penahapan kepesertaan untuk pekerja yang bekerja pada pemberi upah kerja selain penyelenggara negara dikelompokkan berdasarkan skala usaha yang terdiri dari, usaha besar, usaha menengah, usaha kecil dan usaha mikro.
"Sedangkan pada Pasal 6 Ayat 2 pemberi kerja selain penyelenggara negara sesuai dengan skala usahanya sebagaimana dimaksud pada ayat (1) mulai 1 juli 2015 wajib mendaftarkan pekerjanya kepada BPJS ketenagakerjaan untuk mengikuti program jaminan kecelakaan kerja, program jaminan hari tua, program jaminan pensiun dan program jaminan kematian secara bertahap," tukas Dina. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Pemerintah Kota Payakumbuh termasuk yang tercepat dalam menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Wali Kota Payakumbuh Tahun 2021 kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD).
Sesuai aturan Permendagri Nomor 18 Tahun 2020, LKPJ ini paling lambat sudah harus disampaikan oleh Pemko ke DPRD pada akhir Maret 2022. Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi diwakili Sekretaris Daerah Rida Ananda menyampaikan Laporan Keterangan Pertanggung Jawaban Wali Kota Payakumbuh Tahun 2021 dalam rapat paripurna yang digelar di kantor DPRD, Senin (14/3).
Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus didampingi Wakil Ketua DPRD Wulan Denura dan Armen Faindal, serta dihadiri oleh Anggota DPRD, Sekwan Yon Refli, kepala OPD, dan tamu undangan lainnya.
Ketua DPRD Hamdi Agus menyampaikan keputusan DPRD Kota Payakumbuh terkait hasil rekomendasi terhadap Laporan Keterangan Pertanggungjawaban (LKPJ) Wali Kota tahun 2021 ini akan dibahas oleh panitia khusus I, II, III kedepannya.
"Hasilnya berupa catatan strategis yang berisikan rekomendasi dewan terhadap penyelenggaraan urusan desentralisasi tugas pembantuan dan tugas umum pemerintahan guna perbaikan penyelenggaraan pemerintahan kedepan," kata Hamdi.
Sekda Rida Ananda dalam sambutannya memberikan apresiasi dan penghargaan yang setinggi-tingginya kepada anggota DPRD Kota Payakumbuh dalam membahas LKPJ Wali Kota tahun anggaran 2021.
"Atas pemberian catatan strategis dan rekomendasi yang berisikan saran, masukan dan/atau koreksi terhadap hasil penyelenggaraan urusan Pemerintahan yang menjadi kewenangan Daerah, tugas pembantuan dan juga penugasan selama tahun anggaran 2021 ini nantinya, keputusan DPRD sangat penting dalam rangka perbaikan penyelenggaraan pemerintahan kedepan," kata Sekda.
Sememtara itu Kabag Pemerintahan Aplimadanar menambahkan Tim Penyusun LKPJ Tahun 2021 bekerja cukup cepat dan tidak keteteran dengan jadwal, sehingga Pemko bisa menyampaiakannya ke DPRD sebelum waktu tenggat.
"Kami apresiasi kerja cepat ini dan kami ucapkan terima kasih. Nantinya pansus di DPRD akan rapat kerja dengan tiap OPD sesuai mitra kerjanya, dan akan menghasilkan rekomendasi berupa saran, masukan, maupun kritik terhadap penyelenggaraan pemerintahan tahun 2021," pungkasnya. (Yon)