PADANG, NETRALPOST — Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Polda Sumbar) kembali menggencarkan kampanye keselamatan berkendara di wilayah hukumnya. Langkah ini diambil guna menekan angka kecelakaan lalu lintas yang sering kali dipicu oleh kelalaian kecil para pengendara. Melalui slogan edukatif terbaru, pihak kepolisian mengingatkan masyarakat bahwa tindakan yang dianggap sepele justru bisa berujung petaka di jalan raya.
Dalam kampanye visual yang disebarkan, Ditlantas Polda Sumbar menyoroti jargon menarik, yaitu "Sederhana, Tapi Polisi Gak Suka". Kalimat ini sengaja dipilih untuk menyentuh psikologis para pengendara, khususnya generasi muda, agar sadar bahwa pelanggaran yang sering dianggap lumrah tetaplah sebuah pelanggaran hukum. Pihak kepolisian menegaskan bahwa tidak ada toleransi bagi tindakan yang membahayakan keselamatan diri sendiri maupun orang lain.
Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar, menyatakan bahwa kesadaran berlalu lintas di masyarakat harus terus dipompa agar tidak kendur. "Banyak pengendara yang merasa tindakan seperti tidak memakai helm saat jarak dekat atau bermain ponsel sebentar adalah hal yang biasa. Padahal, statistik menunjukkan kecelakaan fatal justru sering berawal dari pemikiran menyepelekan aturan tersebut. Kami tidak akan bosan untuk mengingatkan dan menindak demi keselamatan bersama," tegas Reza.
Setidaknya ada tujuh poin pelanggaran utama yang kini menjadi fokus perhatian dan pengawasan ketat petugas di lapangan. Pelanggaran-pelanggaran tersebut meliputi pengendara yang tidak memakai helm, melawan arus lalu lintas atau arah, menerobos lampu merah, menggunakan knalpot bising yang mengganggu kenyamanan, bermain HP saat berkendara, berboncengan lebih dari dua orang, hingga pengendara yang tidak membawa dokumen wajib seperti SIM dan STNK.
Guna memastikan kepatuhan tersebut, Ditlantas Polda Sumbar akan memaksimalkan pengawasan baik melalui sistem tilang elektronik (ETLE) maupun patroli langsung secara berkala. Edukasi secara digital melalui media sosial juga terus digenjot agar pesan keselamatan ini bisa menjangkau seluruh lapisan masyarakat hingga ke pelosok daerah. Petugas di lapangan diinstruksikan untuk mengedepankan pendekatan yang humanis namun tetap tegas dalam menegakkan aturan.
Melalui program ini, Polda Sumbar berharap budaya tertib berlalu lintas dapat tertanam kuat di dalam sanubari masyarakat Sumatra Barat, bukan sekadar karena takut ditilang oleh petugas. Dengan komitmen bersama untuk menjaga ketertiban, diharapkan angka fatalitas kecelakaan di jalan raya dapat ditekan secara signifikan sehingga seluruh pengendara bisa selamat sampai ke tujuan.(nofri)


Post a Comment