Payakumbuh,netralpost--Pel
Progresnya cukup signifikan, dalam beberapa bulan terakhir ini saja, langkah strategis yang dilakukan Pemerintah Kota Payakumbuh di bawah kepemimpinan Riza Falepi-Erwin Yunaz betul-betul all out, semua dikerahkan demi terwujudnya Randang Payakumbuh dikenal dunia internasional, berbekal Sentra Industri Kecil Menengah (IKM) Randang yang hanya ada satu-satunya di Indonesia, bahkan dunia.
Keberadaan Sentra IKM Kota Payakumbuh ini menarik banyak mata untuk berkunjung melepas rasa penasaran bagaimana cara memasak Randang yang berstandar Internasional dan bagaimana pula Randang yang biasanya dimasak dengan tungku api sekarang memakai mesin uap atau steam.
Pada 10 Desember 2021 lalu, ada CV Gaharu Plaza Indonesia, salah satu IKM yang berasal dari Kota Pekanbaru Provinsi Riau yang mengunjungi Pusat Sentra IKM Randang Payakumbuh.
Rombongan CV Gaharu Plaza Indonesia Pekanbaru yang di Ketuai oleh Dem Suprimen itu datang ke Kota Payakumbuh khususnya untuk melihat secara langsung Pusat Sentra IKM Randang dan juga berdiskusi terkait dengan Industri Randang yang ada di Kota Payakumbuh
Rombongan yang diterima oleh Kepala Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Yunida Fatwa yang diwakili oleh Kepala UPTD Novid Ardy di ruang kerjanya. Novit menyampaikan ucapan selamat datang dan ucapan terima kasih atas kunjungan yang dilakukan oleh CV Gaharu Plaza Indonesia Pekanbaru ke Pusat Sentra IKM Randang Payakumbuh.
“Semoga tujuan dari maksud kedatangan berkunjung dari Dem Suprimen dan rombongan terpenuhi secara teorinya,” ucap Novit Ardy.
Dem Suprimen mewakili CV Gaharu Plaza Indonesia Pekanbaru mengucapkan terima kasih kepada Dinas Tenaga Kerja dan Perindustrian Kota Payakumbuh yang telah memberikan kesempatan mereka berdiskusi dan melihat langsung kondisi Sentra IKM Randang.
“Mudah mudahan informasi yang didapat dari hasil kunjungan ini dapat menjadi rujukan bagi kami khususnya CV Gaharu Plaza Indonesia,” tutup Dem Suprimen (Yon)
Payakumbuh,netralpost-- Terkait dengan penyelenggaraan inovasi di daerah Kota Payakumbuh pada tahun 2022 ini tidak tanggung-tanggung, Dinas PUPR di bawah kepemimpinan Kepala Dinas Muslim tidak main-main untuk maju dalam mengembangkan organisasinya.
Ada 16 inovasi sedang dipersiapkan untuk mendukung kinerja pada Dinas PUPR Kota Payakumbuh. Inovasi yang dikembangkan berkaitan dengan pelayanan masyarakat, tata kelola organisasi, dan bidang teknis di dalamnya.
Kegiatan pendampingan inovasi penyelenggara daerah dilaksanakan Dinas PUPR dengan mengundang narasumber dari BAPPEDA Kota Payakumbuh pada bidang penelitian, pengembangan, dan evaluasi di kantor Dinas PUPR, Rabu (20/4).
Sekretaris PUPR Rajman menyampaikan Melalui pendampingan Layanan Klinik Inovasi Daerah (LAKI IDA), BAPPEDA diharapkan dapat mewujudkan inovasi-inovasi yang berkelanjutan dan membantu serta memudahkan kinerja Dinas PUPR baik dalam pelayanan ataupun dalam pelaksanaan tugas rutin di organisasi.
"Sesuai amanat dari Wali Kota Riza Falepi untuk dapat mengutamakan pelayanan publik, agar kehadiran pemerintah dan negara dirasakan oleh masyarakat," kata Rajman.
Dinas PUPR dalam penyelenggaraan inovasi di lingkungan organisasinya, dimana pimpinan memberikan ruang kreasi bagi seluruh karyawannya dalam mengusulkan inovasi yang nantinya dapat mewujudkan efektivitas dan efesiensi kinerjanya.
"Oleh karenanya saat ini sudah ada 16 inovasi bahkan akan bertambah lagi yang dikembangkan oleh karyawan di Dinas PUPR Kota Payakumbuh," ulas Rajman.
Sementara itu, narasumber dari Sub Kordinator inovasi dan Teknologi di BAPPEDA Kota Payakumbuh Robby Hafanos, S.IP, MCIO yang merupakan agen perubahan inovasi serta penggagas Layanan Klinik Daerah (LAKI IDA) yang tidak lelah berbagi keilmuannya dengan siapapun itu dalam paparannya menyampaikan materi terkait perpspektif inovasi di lingkungan perangkat daerah, dimana inovasi merupakan trend kekinian, baik ditingkat pusat sampai daerah.
"Semua aktivitas di organisasi tidak lepas dari inovasi, hal ini dilandasi karenanya perubah zaman dimana teknologi semakin berkembang pesat yang mendorong organisasi harus membuat kebaruan dilingkungan organisasinya," kata Robby.
Robby yang memiliki tugas selaku fasilitator penyelenggaraan inovasi dan teknologi itu juga menyampaikan siapapun di dalam pemerintah daerah dapat menyampaikan usulan inovasinya sebagai inovator, hal ini sudah diatur dalam Peraturan Pemerintah No. 38 Tahun 2017 Tentang Inovasi Daerah.
"Jadi jangan takut berinovasi karena inovasi yang dikembangkan ASN merupakan usulannya sebagai inovator, bahkan penilaianya sebagai inovator juga tertuang dalam Sasaran Kinerja Pegawai (SKP) yang menjadi tambahan nilai sesuai dengan petunjuk teknis di kepegawaian. Dengan adanya kegiatan ini diharapkan mampu memotivasi Perangkat daerah lainnya untuk berinovasinya di organisasi untuk kemajuan Kota Payakumbuh," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost--Gedung serbaguna Solok Bio-Bio yang dibangun menggunakan Dana Desa (DD) TA 2019 yang dilaporkan mengatasnamakan masyarakat setempat ke Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota diduga kental bernuansa politis.
Menurut sumber terpercaya di dalam Nagari Solok Bio-Bio, mengatakan : " Patut diduga bahwa ini 'serangan' lawan politik kepada Incumbent untuk meruntuhkan hegemoni atau elektabilitas Walinagari Incumbent dalam hal ini Pak Wali Andri Helmiadi, tapi kami masyarakat percaya bahwa Pak Wali tidak akan melakukan penyelewengan tersebut " ujar salah satu masyarakat, Rabu 20 April 2022.
Sebagai Incumbent tentu hal ini menjadi sesuatu yang bisa dikategorikan Negative Campaign, karena tingginya tingkat keterpilihan beliau pada Pilwanag serentak pada Tanggal 25 Mei 2022 mendatang.
Wali Nagari Solok Bio-bio (Incumbent) Andri Helmiadi dalam keterangan kepada awak media, Rabu malam 20 April 2022 mengatakan : " Pembangunan Gedung Serbaguna tersebut merupakan keputusan bersama (Musrembang Nagari) tahun 2018. Seluruh perwakilan masyarakat Solok Bio-Bio mengetahui itu, yang selanjutnya akan menjadi aset Nagari Solok Bio-Bio. Solok Bio-Bio kan tidak punya gedung pertemuan, jadi ini bisa digunakan warga secara gratis. Untuk acara pribadi bisa juga disewakan, yang hasil penyewaan tentu akan menjadi PAN (Pendapatan Asli Nagari)" ujarnya.
Selanjutnya Pak Wali Andri Helmiadi mengatakan : " Pagu Anggaran sebesar Rp 825 juta potong pajak, Ukuran Bangunan 16 M X 18 M, dua lantai. Untuk Finishingnya sudah dianggarkan tahun ini, yakni sebesar : Rp 136 juta " tukuknya.
" Kalau ada yang tidak puas dan melapor ke Inspektorat, kami siap membuka datanya. Tapi bisa kami pastikan, mulai dari penyusunan RAB, Pembangunannya yang Swakelola, Pengawasan oleh TPK (Tim Pemantau Kegiatan) Nagari, yang juga dibangun "Bagalanggang mato nan rami" dan tidak ada yang disembunyikan progres progres pembangunannya secara bertahap, plus pertanggung jawaban Anggarannya sudah selesai pada tahun 2019 yang lalu" tukuknya.
Untuk Pilwanag Solok Bio-Bio tahun 2022 ini Bacalon ada 3 orang yang mendaftar, termasuk Incumbent. Informasi yang beredar bahwa salah satu Balon berencana mundur dari pencalonan, kalau memang demikian bisa dipastikan Calon Walinagari Solok Bio-Bio pada Pilwanag 2022 ini Head to head alias 2 calon saja.
"Diakui gedung tersebut memang tidak selesai dibangun tahun 2019 yang lalu, tahun 2022 ini direncanakan penyelesaiannya. Jadi tidak benar gedung serbaguna tersebut mangkrak, apalagi penyebabnya bukan karena adanya penyelewengan anggaran seperti isu yang beredar ditengah-tengah masyarakat " tukuknya lagi.
Tetapi, karena sisa anggaran pembangunan gedung dialihkan untuk bantuan Covid-19 lalu. Sehingga, anggaran pembangunan gedung terpakai untuk pemulihan ekonomi pandemi Covid-19 seperti BLT.
“Saya siap saja dilaporkan, silahkan. Pembangunan gedung sudah sesuai dengan prosedur,” pungkasnya.
Sedangkan Ketua Badan Musyawarah Nagari Solok Bio-Bio Nofrizal Datuak Patiah mengatakan, ; " Setau saya gedung dibangun menggunakan dana desa dengan pagu Rp 825 juta. Dari total anggaran tersebut, yang terpakai untuk pembangunan yang dikerjakan secara swakelola sekitar Rp 600 juta. Sisanya sebanyak Rp 200 juta lebih masuk ke Silpa Nagari " ujarnya.
Konstelasi politik di Kabupaten Limapuluh Kota beberapa waktu Kedepan akan mencapai titik didihnya Karena 70 dari 79 Nagari akan menggelar pesta demokrasi berupa Pilwanag.
Dengan Jargon Pilwanag Badunsanak yang digaungkan oleh Pemkab Limapuluh Kota berharap trik trik politik dalam Pilwanag tidak akan masyarakat terbelah, apalagi menggunakan ala Negative Campaign yang tentunya bertentangan dengan nilai nilai kearifan lokal yang bersandar kepada adat basandi Syara', Syara' basandi kitabullah, berkonstelasilah secara positive Campaign untuk mencari pemimpin pemimpin Nagari yang amanah.
Kepala Inspektorat Suherman ketika dihubungi awak media, mengatakan :' Benar ada laporan yang masuk ke Inspektorat sekira 15 hari yang lalu, masih pemeriksaan berkas " ujarnya via WA, Rabu 20 April 2022. (Yon)
Payakumbuh,netralpost--- Lampu lalu lintas di Kota Payakumbuh telah berusia lebih dari 10 tahun, jika dilihat saja sudah tampak bentuknya yang kolot, ketinggalan zaman, tidak jarang pula karena faktor umurnya sering mengalami kerusakan dan parahnya mengakibatkan lalu lintas jadi semerawut.
Bahkan, sudah banyak pula keluhan dari masyarakat dan pengguna jalan di Kota Randang perihal traffic light ini, sementara tujuan adanya lampu lalu lintas adalah memfasilitasi persimpangan antara jalan utama untuk kendaraan dan pejalan kaki dengan jalan sekunder sehingga kelancaran arus lalu lintas dapat terjamin serta mengurangi tingkat kecelakaan yang diakibatkan oleh tabrakan karena perbedaan arus jalan.
"Lampu merah di kota kita kayaknya sudah tua, beda sama yang di kota lain, kadang sering error sendiri, acap kali orang kecelakaan maupun hampir tabrakan dan ini jelas membahayakan," kata Intan, salahsatu warga yang melintas di Jalan Sudirman, Rabu (20/4).
Lain lagi dengan Rafi, yang menilai lalu lintas tanpa traffic light yang kondusif membuat orang jadi tak acuh dengan keselamatan berkendara.
"Selama ini ada timer atau penghitung waktu mundurnya, namun beberapa bulan ini tak ada lagi timer sehingga orang sering menerobos. Kalau bisa kami minta lampu lalu lintas di kota kita diperbaharui lah," kata Rafi.
Fitri, warga lainnya yang suka bepergian ini juga menyampaikan bila memasuki suatu daerah perkotaan, orang tentu akan melihat lampu lalu lintasnya, keberadaan lampu lalu lintas ini umpama mirip sama dengan tugu, menjadi wajah dari tatanan kota.
"Kalau orang masuk kota tentu melihat infrastrukturnya apakah sudah bagus atau belum. Lah indak nakah dicaliak do, masa pedestrian areanya baru sementara lampu lalu lintasnya model lama, harusnya jadi perhatian pemko ini," ungkapnya.
Berdasarkan hasil wawancara dengan masyarakat tersebut, media kemudian menemui Kepala Dinas Perhubungan Kota Payakumbuh Nofriwandi, di kantornya, Rabu (20/4). Hal ini dibenarkan oleh Mantan Kabag Umum Setdako tersebut, bahwa lampu lalu lintas di Kota Payakumbuh memang banyak yang sudah berumur.
"Saat ini titik yang terpasang ada 15 untuk traffic light dan 12 warning light, totalnya ada 27 titik di sekitaran Kota Payakumbuh," kata Nofriwandi.
Dia juga menerangkan berdasarkan data alat pemberi isyarat lalu lintas itu, ada yang 5 titik dipasang pada tahun 2006, contohnya Simpang Muhammadiyah, Simpang Kasda, Simpang Kaniang Bukik, Simpang Pakan Salasa, dan Simpang Talang. Sementara itu 15 titik lagi, alat pemberi isyarat lalu lintasnya sudah berumur di atas 5 tahun, artinya diadakan di bawah tahun 2015.
Sedangkan, berdasarkan Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 49 tahun 2014 tentang Alat Pemberi Isyarat Lalu Lintas, pada Pasal 42 ayat 2 tertulis umur teknisnya adalah maksimal 5 tahun. Sementara itu pada pasal 41 ayat 2 tertulis pemeliharaan berkala dilakukan paling sedikit setiap 6 bulan.
"Selama ini di dinas perhubungan hanya tersedia anggaran pemeliharaan, makanya kita kadang mengganti asesorisnya saja, itupun tidak seluruhnya, seperti mesin controller, lampu aspek, dan instalasi kabel. Kita berharap semoga kedepan kita punya cukup anggaran untuk menjawab keluhan masyarakat tersebut," pungkasnya didampingi Sekretaris Hadiatul Rahmat. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Pemerintah Kota Payakumbuh mencanangkan Pekan Imunisasi Dunia (PID) dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) di halaman Dinas Kesehatan Kota Payakumbuh, Selasa (19/4).
Dalam kegiatan itu hadir Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Asisten III Amriul Dt. Karayiang, Unsur Forkopimda, Plt. Kepala Dinas Kesehatan Yuneri Yunirman, Camat, Kabid Kesmas dan P3 Fatma Nelly, kepala puskesmas dan kader promkes se Kota Payakumbuh.
Amriul Dt. Karayiang mengatakan seharusnya 2 tahun terakhir imunisasi yang dilaksanakan lengkap di Kota Payakumbuh, tapi karena Pandemi Covid-19 menjadi terkendala, maka dengan momentum pencanangan hari ini dikejar cepat, bila tidak, dikhawatirkan menjadi masalah pertumbuhan penduduk pada 20 hingga 30 tahun kedepan.
"Bila generasi kita tidak diimunisasi, maka akan menimbulkan dampak negatif, kami menghimbau warga yang punya anak, segera berikan imunisasi, dan kami minta OPD lainnya agar membantu menyukseskan ini," himbau Amriul sekaligus memukul gong pertanda kegiatan bertema "Wujudkan Masa Depan Gemilang Dengan Imunisasi Lengkap” itu dicanangkan.
Sementara itu, Plt. Kadis Kesehatan Yuneri Yunirman mengatakan sudah puluhan tahun Indonesia akrab dengan vaksin. Sejarah vaksin di Indonesia secara resmi dimulai tahun 1956, ketika dilakukannya vaksinasi cacar. Pemberian vaksin ini diakui sebagai salah satu upaya pencegahan yang cukup efektif dalam upaya memerangi satu wabah penyakit.
Sejarah imunisasi di Indonesia dimulai dengan imunisasi cacar (1956); imunisasi campak (1963); dengan selang waktu yang cukup jauh mulai dilakukan imunisasi BCG untuk tuberculosis (1973); disusul imunisasi tetanus toxoid pada ibu hamil (1974); imunisasi difteri, pertusis, tetanus (DPT) pada bayi (1976); lalu polio (1981); campak (1882); dan hepatitis B (1997); hingga inisiasi imunisasi Haemophilus Influenza tipe B dalam bentuk vaksin pentavalen.
"Hingga saat ini, sejarah terus mencatat upaya Indonesia untuk melindungi generasi bangsanya dari ancaman penyakit berbahaya melalui program imunisasi secara nasional," kata Yuneri.
Ditambahkannya, dalam dua tahun terakhir, sejak dunia terdampak dengan pandemi, pelaksanaan layanan imunisasi cukup mengalami tantangan. Secara global, pada tahun 2020 WHO merilis terdapat 23 juta anak di bawah umur satu tahun yang tidak menerima imunisasi dasar. Ini merupakan angka tertinggi sejak tahun 2009 .
"Begitu juga dengan Kota Payakumbuh juga mengalami hal yang sama dalam capaian cakupan imunisasi, tercatat tahun 2021 masih ada 622 (21,3%) balita yang belum lengkap status imunisasinya. Sedangkan cakupan untuk imunisasi campak dan rubella (MR) bayi tahun 2021 sebanyak 2.265 (77,4%). Untuk tahun 2022 sampai Februari baru tercatat 209 (7,5%) bayi yang terimunisasi MR, sedangkan target untuk bulan Februari itu seharusnya 15,8%," terang Yuneri.
Yuneri berharap dengan Pekan Imunisasi Dunia (PID) 2022 dan Bulan Imunisasi Anak Nasional (BIAN) merupakan momen yang penting untuk masyarakat Indonesia pada umumnya dan Kota Payakumbuh pada khususnya, supaya dapat meningkatkan kesadaran akan pentingnya imunisasi dasar lengkap.
"Meski imunisasi telah menurun selama pandemi Covid-19, tapi ini adalah moment yang tepat untuk kegiatan kita mengejar imunisasi lengkap pada balita kita. Yaitu semua balita sudah harus mendapatkan imunisasi lengkap," tukuknya.
Terakhir, Yuneri memaparkan kegiatan ini akan dilaksanakan 2 tahap yakni pada tahap 1 bulan Mei sampai dengan Juni 2022 dan tahap 2 bulan Agustus sampai dengan September 2022. Sasarannya adalah bayi usia 9 bulan sampai anak usia 15 Tahun.
"Untuk itu peran lintas program dan lintas sektor sangat dibutuhkan untuk memberikan pemahaman yang benar kepada semua pihak, bahwa imunisasi sangat penting untuk memberikan perlindungan terhadap PD3I dan mencegah Kejadian Luar Biasa (KLB) pada masa yang akan datang, dalam rangka mewujudkan generasi bangsa yang sehat, kuat dan cerdas," pungkasnya. (Yon)
50 Kota,netralpost--Salah satu kunci suksesnya pelaksanaan program/ kegiatan peningkatan infrastruktur fisik yang dilaksanakan pemerintah tak lepas dari dukungan penuh masyarakat. Terlebih terwujudnya infrastruktur fisik bakal berdampak kepada aktivitas perekonomian warga dimana wilayah program/kegiatan itu ditempatkan. Mengingat hal itu, secara khusus Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo menghimbau masyarakat jorong Batua Bauak, Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki menjadi pelopor untuk menciptakan lingkungan yang kondusif dan meredam konflik sehingga kontraktor pelaksana yang ditunjuk pemerintah bisa dengan tenang menyelesaikan pekerjaan sesuai waktu tersedia. “Mari kita minimalisir konflik terutama antara warga dengan kontraktor pelaksana kegiatan infrastruktur,” papar Bupati Safaruddin.
Hal itu disampaikan Bupati Safaruddin di depan masyarakat yang hadir di Masjid Mukhlisin, Jorong Batu Bauak, Sungai Rimbang, Kecamatan Suliki, Sabtu (16/04/2022) saat memimpin Tim Safari Ramadhan (TSR) I melaksanakan kunjungan Safari Ramadhan. Turut dalam rombongan Sekretaris Daerah Widya Putra, Wakil Ketua DPRD Limapuluh Kota Syamsul Mikar, Anggota DPRD Limapuluh Kota Doni Ikhlas, Kepala Dinas Kesehatan Adel Nofiarman, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati, Kepala Bapelitbang Aimel Nazra, Kepala Dinas Tanhortbun Witra Porsepwandi, Dirut PDAM Lima Puluh Kota Zulbadri serta Ketua MUI Asrat Chan. Pada kesempatan itu, Bupati Safaruddin bersama rombongan menyerahkan bantuan pemberdayaan masjid kepada Pengurus Masjid Mukhlisin senilai 20 juta rupiah serta bantuan dari Baznas Limapuluh Kota kepada Garin masjid di Nagari Sungai Rimbang.
Lebih jauh, menyinggung manfaat program infrastruktur, Bupati Safaruddin mencontohkan kegiatan normalisasi Batang Sinamar. Pelaksanaan kegiatan ini difasilitasi oleh pemerintah bekerja sama dengan pemerintah daerah. Kegiatan ini, tambah Bupati Safaruddin mutlak didukung oleh masyarakat, sebab selain bermanfaat untuk mengendalikan arus Batang Sinamar juga akan memaksimalkan pasokan kebutuhan air mendukung lahan-lahan pertanian masyarakat. Sehingga untuk suksesnya kegiatan tersebut Bupati Safaruddin mengatakan agar warga menghindari konflik yang tidak perlu untuk kelancaran pelaksanaan kegiatan sesuai waktunya. Jika konflik antara masyarakat dan kontraktor pelaksana meluas, justru akan maka akan menghambat pembangunan di Nagari Sungai Rimbang khususnya, Suliki pada umumnya. Cara untuk menuntaskan konflik tersebut urai Bupati Safaruddin adalah meningkatkan komunikasi dua arah intensif antara Wali Nagari/ Wali Jorong dengan kontraktor pelaksanaan di satu sisi serta dengan masyarakat di sisi lain. “Kita harapkan peran aktif Walinagari/ Wali Jorong menjadi penengah dari setiap konflik di masyarakat sehingga setiap masalah yang timbul tidak selalu menuju diselesaikan secara hukum. Sebagai perpanjangan tangan Bupati di nagari, para wali hendaknya mampu menjadi pemimpin dalam setiap penyelesaian masalah serta menjadi perpanjangan tangan pemerintah kabupaten di nagari masing-masing", tutur Bupati Safaruddin.
Sama halnya dengan putaran Safari Ramadhan Limapuluh Kota 1443 H, selain melaksanakan silaturahmi dengan masyarakat Suliki, TSR I juga membawa misi dalam menyampaikan program/kegiatan pembangunan yang telah berjalan dan akan berjalan serta menghimpun aspirasi dan keluhan masyarakat untuk mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani, Beradat dan Berbudaya dalam kerangka _Adat Basandi Syara, Syara Basandi Kitabullah (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Di Bulan Ramadhan 1443 H dan momentum bakal memasuki lebaran, Anggota DPRD Kota Payakumbuh dari Fraksi PPP Edward DF bersilaturahmi ke Sekretariat Balai Wartawan Luak Limopuluah, Senin (18/4).
Edward DF disambut oleh anggota Balai Wartawan Arfidel Ilham, Aking, Rahmat Sitepu, Akmal, Toni, Ady, Dadang, Arya, Ichsan, Fajar Sitepu, dan anggota lainnya dari wartawan media cetak, online, tivi, dan radio.
Tokoh yang disebut-sebut punya peluang sebagai Kandidat Calon Anggota DPRD Provinsi Sumatera Barat itu menyampaikan dirinya sudah kangen dengan rekan-rekan wartawan. Pada kesempatan itu, dia juga memaparkan beberapa hal penting terkait tugasnya sebagai wakil rakyat, salahsatunya dia menyentil aksi Tim 7 Kota Payakumbuh yang menertibkan warung kelambu pada siang hari, menurutnya tidak efektif.
"Karena sepanjang warungnya tertutup tidak masalah. Yang masalah itu bila pedagang tidak menghargai orang islam dengan membuka warung dan menjual dagangannya secara terbuka, mohon diperhatikan. Tak apa menyediakan makan minum bagi yang tidak puasa, sepanjang tertutup tidak ada persoalan," kata Edward, Anggota Komisi B itu.
Ditambahkannya, terkait agenda bersama Pemko payakumbuh, seharusnya saat ini telah disampaikan Rekomendasi LKPJ Wali Kota Tahun 2021 dalam rapat paripurna, karena ada sesuatu hal, maka tak bisa dilaksanakan.
"Kami juga berharap media dapat mengawal APBD 2023, kalau bisa sesuai dengan posturnya yang berisi visi misi wali kota, musrenbang, dan pokir dewan," tandasnya.
Terakhir, Edward juga berpesan terkait dengan akan berlangsungnya pemilihan wali nagari (pilwanag) di Kabupaten Limapuluh Kota, dari 79 nagari ada 70 nagari yang melaksanakan, dia meminta wartawan untuk ikut memberi edukasi dan pencerdasan kepada pemilih.
"Boleh bersaing memenangkan kompetitor, tapi siapapun yang terpilih, maka netralitas harus dikedepankan setelah itu," kata Edward.
Di akhiri pertemuan itu, Edward yang juga mantan wartawan senior itu memberikan bingkisan kepada koleganya sebagai apresiasi atas eksistensi media selama ini sebagai pilar demokrasi.
Sementara itu, Wartawan Muda Arya Gusman menyampaikan apresiasi kepada Edward DF yang berkunjung ke balai wartawan sekaligus memberikan saran agar wartawan selalu update akan apa yang dibutuhkan untuk tugas kedepannya.
"Yang datang ini bukan sebagai dewan, tapi beliau adalah seorang wartawan, menjadi bagian dari BW," pungkas Arya yang saat ini maju menjadi Calon Wali Nagari Sikabu-kabu Tanjuang Haro Padang Panjang. (Yon)
Ditambah lagi akhir-akhir ini di Wilayah Ngalau Indah Khususnya medan nan bapaneh ramai dikunjungi pengunjung khususnya Muda-Mudi bercengkrama dan canda tawa.
Hal ini tentunya tidak menutup kemungkinan bagi Muda-Mudi setempat bahkan sebagian besar dari Daerah-Daerah Tetangga menjadikan kedua lokasi tersebut tempat yang cocok untuk berpacaran.
Kondisi tersebut jelas membuat Satuan Polisi Pamong Praja mengantisipasi secara cepat agar tidak terjadi hal-hal yang diduga akan terjadinya Maksiat di Kota Payakumbuh.
Kasi Pembinaan, Pangawasan, dan Penyuluhan, Shandiko Buana S.STP mengatakan Pada Bulan Ramadhan ini Pengawasan ditingkatkan Dua kali lipat dari hari-hari sebelumnya.
"Kami Tim Pengawasan dan Informan melakukan pengawasan 24 Jam untuk mengawasi hal-hal yang berindikasi akan melakukan pelanggaran PERDA Kota Payakumbuh khususnya Perda Nomor 12 Tahun 2016 Tentang Pemberantasan Penyakit Masyarakat dan Maksiat,"Tegas Shandi
Selain itu, Kasi Operasi dan Pengendalian Bobby Andhika S.Stp juga menyampaikan telah menyiapkan personil untuk melakukan Patroli dan operasi rutin secara berulang ke beberapa titik yang memiliki potensi dijadikan tempat Muda-Mudi tersebut untuk berpacaran.
"Anggota telah kami berikan arahan agar cepat tanggap untuk langsung turun lapangan jika ada informasi dari Tim pangawasan dan masyarakat serta melakukan Patroli secara berulang ke Wilayah Batang Agam dan Ngalau Khususnya,"Ucap Bobby.
Terpisah, Kasat SATPOL-PP dan Damkar Dony Prayuda S.Stp mengatakan kepada awak media, melalui nomor hp mengatakan, peningkatan ini dilaksanakan demi menjaga masyarakat Kota Payakumbuh agar lebih fokus beribadah pada bulan ramadhan.
"Menjaga prilaku seluruh masyarakat Kota Payakumbuh dan yang berkunjung ke Kota Payakumbuh sudah menjadi tanggung jawab kita bersama, kami juga mengharapkan peran serta masyarakat dalam mengatasi serta memberantas penyakit masyarakat dan maksiat, jika masyarakat melihat hal tersebut diharapkan segera melaporkan kepada kami,"tutup Kasat Dony
Hal ini agar menjadi perhatian bersama semua pihak dan semua lapisan masyarakat, agar Kota Payakumbuh bersih dari Maksiat serta bersih dari penyakit masyakat.(Yon)