Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


Padang - Kepala Balai Diklat Kota Padang Khairul Amani mengatakan dalam upaya meningkatkan penyebaran informasi  terkait Kementerian Agama, Humas merupakan corong berita yang berada dilingkungan Kemenag. Humas harus aktif memberikan segala informasi kepada masyarakat, terkait perkembangan terkini dan aktual. 

Pernyataan ini ditegaskannya, saat menutup Pelatihan Fotografi dan Videografi Kementerian Agama Provinsi Sumbar dan Jambi Kemenag Sumbar Tahun 2022 di gedung lantai II ruang A BDK Padang, Sabtu (28/05) siang.

Sebagai ASN Kemenag, humas memiliki tanggung-jawab secara moral untuk konsisten memenuhi kebutuhan masyarakat tentang informasi yang berkaitan dengan visi dan misi lembaga. 

Disepakati Khairul Amani, disamping menguasai bidang fotografi dan videografi,  humas harus gemar menulis dan menguasai UU IT dan UU tentang ASN.

"Kalau di BDK publikasinya melalui jurnal dan majalah dan website," sebut pria kelahiran Huraba Sumut ini dihadapan puluhan peserta.

Menurutnya melalui pelatihan fotografi dan videografi bagi praktisi Kehumasan tersebut maka akan terbangun kinerja yang lebih profesional. Sehingga, peran humas sebagai ujung tombak sekaligus juru bicara Kemenag tersampaikan dengan baik dan diterima.

Sebagai corong Kemenag, lanjut Khairul Amani humas juga berperan dalam membangun dan memberikan informasi sebaik-baiknya, secara internal dan eksternal. Sedikitnya ada dua prinsip yang digunakan dalam mengelola informasi. Pertama, perlu memastikan sekaligus mengupdate informasi dari sumber pertama.

"Makanya seorang humas harus pintar mengelola informasi jangan sampai keluar dari konteks. Jangan sampai informasi dari seorang humas, menjadi bola liar di tengah masyarakat." terang Khairul Amani.

Ditegaskan Khairul Amani, prinsip kedua adalah humas harus membangun strategi untuk menanamkan kepercayaan.

"Tidak hanya memperoleh citra positif tetapi mampu menggiring masyarakat untuk menangkal berita-berita hoax, yang beredar dari mulut ke mulut maupun sosial media,"pintanya.

Mengingat sekarang ini sudah zaman digital, maka salah satu cara humas membangun komunikasi dengan masyarakat, dengan memanfaatkan media sosial. Seperti aplikasi Whatshaap, Facebook, Tik tok, Instagram, we chat, dan platform lainnya.

"Banyak sekali media sosial yang bisa dimanfaatkan dan dimaksimalkan sebagai wadah informasi. Saya berharap PR akan lebih baik lagi kedepannya. Semoga akan ada lagi pelatihan pelatihan berikutnya, bukan saja fotografi dan videografi, namun juga kita akan hadirkan Pelatihan teknis editorial penulisan atau lainnya nanti," janjinya pada kegiatan yang sudah berlangsung selama sepekan ini. (vera)

 



50 Kota,netralpost--- Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandar Rajo meminta Kepala Perangkat Daerah (PD) dan jajarannya komit untuk meningkatkan peringkat reformasi birokrasi Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Terlebih hal ini bersingungan dengan misi  daerah yakni meningkatnya  kualitas pelayanan publik melalui reformasi seutuhnya.  Untuk itu, Bupati Safaruddin menginstruksikan agar dipenuhi dokumen dan kelengkapan pada Penilaian Mandiri Pelaksanaan Reformasi Birokrasi (PMPRB) Tahun 2022. Sehingga hal ini bisa berdampak signifikan dalam penilaian oleh Kementerian Pemberdayaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi.

"Reformasi birokrasi adalah misi daerah yang menjadi acuan bagi kita dalam meningkatkan pelayanan publik, ini harus menjadi perhatian bagi seluruh kepala perangkat daerah," ujar Bupati Safaruddin saat memberi sambutan pada Bimbingan Teknis (Bimtek) PMPRB untuk perangkat daerah (PD) Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota di Hotel Mangkuto, Payakumbuh, Jumat (27/05/2022).


Kegiatan Bimtek PMPRB diselenggarakan oleh Inspektorat Kabupaten Limapuluh Kota bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman aparatur tentang PMPRB. Bimtek PMPRB ini diikuti oleh sebanyak 20 perangkat daerah sampel yang menjadi wilayah penilaian pada tahun 2022.  Seusai memberikan sambutan Bupati Safaruddin menyaksikan penandatanganan Pakta Integritas para Kepala PD sampel untuk perwujudan sekaligus meningkatkan peringkat reformasi di lingkup Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Berbicara tentang peningkatan peringkat reformasi birokrasi, Plt Inspektur Inspektorat Limapuluh Kota Suherman berharap mampu meraih peningkatan kategori B. "Untuk mencapai kategori B, artinya dalam posisi baik dan hanya perlu sedikit perbaikan, maka dibutuhkan kerja keras kita semua, Kepala-Kepala Perangkat Daerah mesti mengawal langsung pelaksanaan PMPRB di instansi, jangan diserahkan ke staf terkait saja," jelas Inspektur Suherman.


Di bagian lain dari sambutannya Bupati  mengatakan PMPRB merupakan instrumen penilaian kemajuan pelaksanaan reformasi  birokrasi yang dilakukan secara mandiri (self asesment).  Lebih lanjut, kata Bupati, PMPRB mencakup penilaian dua komponen Pengungkit (Enablers) dan Hasil (Result). Pengungkit adalah seluruh upaya yang dilakukan oleh instansi pemerintah dalam menjalankan fungsinya, sementara hasil adalah kinerja yang diperoleh dari komponen pengungkit. Hubungan sebab akibat antara komponen pengungkit dan komponen hasil dapat mewujudkan proses perbaikan bagi instansi melalui inovasi dan pembelajaran, dimana proses perbaikan ini akan meningkatkan kinerja instansi pemerintah secara berkelanjutan. Diterangkan oleh Bupati Safaruddin, komponen pengungkit sangat menentukan keberhasilan tugas instansi sedangkan komponen hasil berhubungan dengan kepuasan para pemangku kepentingan. " "Reformasi birokrasi bukan saja tentang kelengkapan dokumen semata namun lebih kepada konsistensi pelaksanaan reformasi birokrasi di setiap perangkat daerah," papar Bupati Safaruddin.


Sementara itu, Plt Inspektur Inspektorat Limapuluh Kota Suherman menyebutkan kerangka kebijakan, operasional dan target reformasi birokrasi adalah Peraturan Presiden Nomor 81 Tahun 2010 tentang Grand Design Reformasi Birokrasi dan Peraturan Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara Reformasi Birokrasi Nomor 20 Tahun 2010 tentang Road Map Reformasi Birokrasi. PMPRB dilaksanakan dengan tujuan antara lain memudahkan Pemerintah daerah dalam menyediakan informasi mengenai perkembangan pelaksanaan reformasi birokrasi dan upaya-upaya perbaikan yang dilakukan pemerintah yang bersangkutan. Selain itu, PMPRB bertujuan untuk menyampaikan informasi bagi Kemenpan RB dalam rangka menyusun profil nasional pelaksanaan birokrasi. Yon)



Payakumbuh,netralpost— Untuk mengimplementasikan Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2006 tentang pelayanan administrasi kependudukan di masyarakat, Dinas Kependudukan dan Pencacatan Sipil (Disdukcapil) Kota Payakumbuh gelar sosialisasi dan diskusi bersama Lurah dan LPM Nunang Dayabangun (NDB) yang mengajak Himpunan Bersatu Teguh (HBT) Kota Payakumbuh kerjasama dalam mengatasi administrasi kependudukan di Kelurahan NDB, Kamis (26/5).


Berlangsung di gedung serbaguna HBT jalan bandung 27, kelurahan NDB, Disdukcapil yang didampingi Lurah bersama LPM tersebut duduk bersama dengan Ketua beserta jajaran pengurus HBT guna membicarakan kendala dan permasalahan yang dirasakan oleh masyarakat dalam proses pengurusan administrasi kependudukan.


Diawal sambutannya Lurah NDB Ari Ashadi, ucapkan terima kasih kepada Kepala Didukcapil Wal Asri bersama Jajaran yang telah menyempatkan waktunya untuk hadir bersama dalam rangka memberikan pencerahan dan berbagi informasi kepada masyarakat tentang UU no 23/2006 tentang administrasi kependudukan.


Lebih lanjut, Ari sampaikan apresiasi atas penyambutan dari Ketua HBT Payakumbuh Thomas Wiryo Pranoto bersama jajaran pengurus yang hadir langsung untuk meluangkan waktu agar dapat bisa duduk bersama untuk membicarakan tentang kendala dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan selama ini yang masih terjadi.


Ketua HBT Thomas Arya atau akrab disapa Tua ko turut mengucapkan terima kasih kepada Kepala Dinas Kependudukan dan Catatan sipil Kota Payakumbuh bersama Tim yang telah datang ke HBT untuk memberikan sosialisasi dan informasi tentang administrasi kependudukan sesuai dengan undang-undang nomor 23/2006.


“Tentu ucapan yang sama terhadap Lurah NDB bersama Ketua LPM NDB yang mana mereka ini selalu aktif dalam memfasilitasi terselenggaranya kegiatan di HBT ini, yang diantaranya kegiatan sosialisasi ini,” ucap Tua Ko Thomas Arya.


Tua ko Thomas Arya dan pengurus yang lain menyambut baik terselenggaranya acara sosialisasi yang digelar tersebut, masih banyak sekali informasi yang belum kami dapatkan beserta anggota yang lain khususnya berkaitan dengan administrasi kependudukan ini,” ucapnya lantang.


Menyambut atas apa yang disampaikan oleh Tua Ko, kepala Disdukcapil Wal Asri sebelum memaparkan materinya juga menyampaikan rasa terima kasih serta harunya kepada perhimpunan bersatu teguh Payakumbuh yang telah meluangkan waktu mengikuti acara yang dilaksanakan Disdukcapil.


“Sudah lama agenda ini kami rencanakan bersama Lurah dan LPM, akan tetapi baru hari ini bisa terlaksana,” kata Wal Asri bahagia.


Ditegaskan Wal Asri, sesuai peraturan perundang-undangan nomor 23 tahun 2006 yang mana bahwa dalam UU ini diatur mengenai hak dan kewajiban penduduk, kewenangan penyelenggara dan instansi pelaksana, pendaftaran penduduk, pencatatan sipil, data dan dokumen kependudukan, sistem informasi dan administrasi kependudukan, perlindungan data pribadi penduduk, sanksi administratif dan sanksi pidana terkait administrasi.


Ia berharap informasi yang  disampaikan nanti dapat menjadi perhatian bersama dan bisa mengurangi keragu-raguan masyarakat dalam melakukan proses pengurusan administrasi kependudukan.


Sementara itu, Ketua LPM NDB Fahman Rizal Lubis sambut baik dengan terselenggaranya acara sosialisasi di HBT, memang dalam perencanaannya sudah lama rencana sosialisasi ini akan diselenggarakan seperti yang di sampaikan oleh Kadis Dukcapil Wal Asri kepada kami (Lurah dan LPM),” ucap Fahman.


Tidak lupa, Ketua LPM turut sampaikan terima kasih kepada Tua Ko Thomas dan jajaran pengurus yang mana dalam hal ini langsung menanggapi atas koordinasi bersama dalam akan digelarnya kegiatan sosialisasi administrasi kependudukan beberapa hari yang lalu, mudah-mudahan informasi yang diberikan oleh Disdukcapil ini akan dapat membantu masyarakat dalam melengkapi kekurangan berkaitan dengan administrasi kependudukan,” tukas Ketua LPM NDB Fahman Rizal.


Salah seorang pengurus HBT (Vera) yang juga sebagai peserta dalam sosialisasi tersebut menyampaikan kendala dan permasalahannya dalam melakukan pengurusan administrasi kependudukan, iya, saya akhirnya paham dan mengerti kendala yang saya hadapi selama ini setelah dijawab langsung dengan jelas oleh narasumber dari Disdukcapil Kota Payakumbuh,” ungkapnya bahagia.


Atas penjelasan dan informasi yang didapatkannya bersama seluruh peserta sosialisasi, Vera mengucapkan terima kasih kepada Lurah serta LPM yang telah menghadirkan narasumber dari Disdukcapil untuk berbagi informasi berkaitan dengan administrasi kependudukan.


Dirinya mengakui, dikarenakan kami belum begitu memahami tentang alur pelayanan serta proses kepengurusan administrasi kependudukan ini, sehingga masih terdapat beberapa kerabat saya yang belum lengkap secara administratif kependudukan,” tukasnya mengakhiri. (Yon)

Payakumbuh,netralpost


— Kegiatan Pemilihan Pemuda Pelopor merupakan program rutin tahunan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan melibatkan propinsi dan Kabupaten / kota yang bertujuan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pemuda atas prestasi dan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan masyarakat.


Bertempat di ruang pertemuan kantor bersama Bukik Sibaluik, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh sambut kedatangan rombongan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat bersama tim penilai guna melakukan fact finding seleksi pemuda pelopor tingkat propinsi sumatera barat untuk Kota Payakumbuh, Jumat (27/5).


Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten I bidang pemerintahan dan kesra Dafrul Pasi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Pengembangan Pemuda Ibu Gusti Anola bersama tim, Kelala Disparpora Kota Payakumbuh Desmon Corina, Kepala bidang pemuda Afrizon Nasri, JF Subkoordinator Pemuda/Kasi Pemuda Yolanda Apripeli.


Asisten I Dafrul Pasi diawal sambutannya mengatakan jika dalam pemilihan pemuda pelopor merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan pemerintah terhadap pemuda Indonesia atas prestasi dan kontribusi untuk kemajuan masyarakat di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya dan pariwisata serta kebaharian/kelautan. Diharapkan dengan penghargaan ini maka mereka akan inspirasi dan motivasi bagi pemuda lainnya.

“pemikiran dan ide ide kreatif yang kemudian menjadi karya atau kerja nyata yang kemudian dikerjakan secara konsisten sehingga memberi nilai atau manfaat bagi masyarakat,” ujar Daf sapaan akrab Asisten I Walikota tersebut.


Melihat kondisi bangsa saat ini, kepeloporan pemuda sangat diperlukan untuk dapat melakukan terobosan bagi upaya mengatasi masalahmasalah yang dihadapi. Secara lebih spesifik kepeloporan pemuda sejatinya merupakan wahana memecahkan pelbagai masalah terkait dengan penguatan nation and character building dan mengatasi masalah sosial kepemudaan lainnya. Di sinilah pemuda diharapkan tampil sebagai garda terdepan untuk memberikankontribusi efektif, kreatif dan inovatif,” lanjutnya.


Menurut Asisten I itu, guna mendorong munculnya para pemuda yang memiliki jiwa kepeloporan maka pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada para pemuda yang telah menunjukkan semangat dalam mengembangkan potensi diri, merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah.


Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat Gusti Anola yang juga merupakan ketua tim penilai pada fact finding seleksi pemuda pelopor sampaikan harapannya kepada pemuda yang mewakili kota Payakumbuh ini nantinya.


“Para pemuda terpilih ini diharapkan agar dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Jangan hanya berpikir dalam bentuk ide abstrak, yang susah diwujudkan,” ungkap Gusti.


Dilanjutkannya, pemuda harus melihat tantangan dan potensi yang kongkrit sehingga pergerakannya didasarkan atas gagasan yang solutif dan menawarkan jalan keluar, untuk mengembangkan dan memberi kemanfaatan di lingkungan sosial,” imbuhnya melanjutkan.


“Kami sebagai salah seorang tim penilai pemilihan pemuda pelopor kota Payakumbuh berharap para pemuda pelopor yang terpilih dapat mendorong para pemuda agar lebih produktif, inovatif dan kreatif,” tukasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparpora Kota Payakumbuh Desmon Corina juga berharap Kota Payakumbuh dapat mengulang prestasinya kembali untuk kegiatan pemuda pelopor, kalau tidak 1 orang ke Nasional, ke empat orangnya juga boleh,” ungkapnya semangat.


Desmon sampaikan bahwa dari 5 bidang yang ada, terdapat 4 bidang yang diikuti oleh peserta dari kota Payakumbuh :


1. Bidang Pendidikan diikuti oleh Tareg Albana, Lc,

2. Bidang Pengelolaan SDA, Lingkungan dan pariwisata diikuti oleh Fadhilul Qosasi,

3. Bidang Pangan diikuti oleh M. Fauzan, dan

4. Bidang Inovasi Teknologi diikuti oleh M. Ikhsan.


Diawal kedatangan tim penilai dari Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat, Disparpora Kota Payakumbuh menyuguhkan penampilan tari galombang dari Sanggar Intan Bakarang yang merupakan binaan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh. (Yon).




Payakumbuh,netralpost---- Para wakil rakyat di Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi atas capaian Pemerintah Kota Payakumbuh yang bisa mempertahankan penghargaan berupa penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah.


Hal itu disampaikan oleh 7 Fraksi melalui juru bicaranya dalam rapat paripurna Penyampaian Pemandangan Umum Fraksi Atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 di kantor DPRD, Jumat (27/5).


"Apresiasi juga kami sampaikan atas capaian Pemerintah Kota Payakumbuh mempertahankan penghargaan berupa penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah," kata Heri Iswandi, juru bicara Fraksi PKS.


Senada, Juru Bicara Fraksi Gerindra Mawi Etek Arianto turut menyampaikan pihaknya menghargai upaya yang dilaksanakan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menyusun Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD  Kota Payakumbuh Tahun 2021 sesuai dengan waktu dan ketentuan yang berlaku, sehingga dengan adanya laporan ini dapat menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk peningkatan kinerja yang lebih optimal. 


"Demikian halnya penilaian oleh BPK Sumatera Barat dalam bentuk Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang telah delapan kali berturut-turut di raih, Fraksi Partai Gerindra sangat mengapresiasi dan patut kita syukuri dan diharapkan menjadi penyemangat seluruh unsur/komponen penyelenggara negara di lingkungan Kota Payakumbuh untuk melakukan peningkatan kinerja yang lebih akuntable, transparan, bertanggung jawab, professional dan bebas KKN," kata Mawi.


Sementara itu, mewakili Wali Kota Riza Falepi, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda membalas dengan turut menyampaikan apresiasi kepada para wakil rakyat yang telah bersinergi dengan baik dengan Pemko Payakumbuh menjalankan pemerintahan yang baik guna memberikan pelayanan kepada masyarakat.


"Apresiasi dari DPRD ini sangat kami hargai sekali, dan kami tentunya akan terus mempertahankan prediket meraih Opini WTP pada tahun-tahun berikutnya. Tanpa DPRD, tentu kami tak bisa jalan sendiri menjalankan pemerintahan," kata Sekda didampingi kepada BKD Syafwal. (Yon)



Payakumbuh,netralpost— Kegiatan Pemilihan Pemuda Pelopor merupakan program rutin tahunan dari Kementerian Pemuda dan Olahraga Republik Indonesia dengan melibatkan propinsi dan Kabupaten / kota yang bertujuan memberikan pengakuan dan penghargaan terhadap pemuda atas prestasi dan kontribusi yang luar biasa untuk kemajuan masyarakat.


Bertempat di ruang pertemuan kantor bersama Bukik Sibaluik, Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga (Disparpora) Kota Payakumbuh sambut kedatangan rombongan dari Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat bersama tim penilai guna melakukan fact finding seleksi pemuda pelopor tingkat propinsi sumatera barat untuk Kota Payakumbuh, Jumat (27/5).


Turut hadir dalam kesempatan tersebut, Asisten I bidang pemerintahan dan kesra Dafrul Pasi, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat yang diwakili Kabid Pengembangan Pemuda Ibu Gusti Anola bersama tim, Kelala Disparpora Kota Payakumbuh Desmon Corina, Kepala bidang pemuda Afrizon Nasri, JF Subkoordinator Pemuda/Kasi Pemuda Yolanda Apripeli.


Asisten I Dafrul Pasi diawal sambutannya mengatakan jika dalam pemilihan pemuda pelopor merupakan bentuk pengakuan dan penghargaan pemerintah terhadap pemuda Indonesia atas prestasi dan kontribusi untuk kemajuan masyarakat di bidang kewirausahaan, pendidikan, teknologi tepat guna, seni budaya dan pariwisata serta kebaharian/kelautan. Diharapkan dengan penghargaan ini maka mereka akan inspirasi dan motivasi bagi pemuda lainnya.


“pemikiran dan ide ide kreatif yang kemudian menjadi karya atau kerja nyata yang kemudian dikerjakan secara konsisten sehingga memberi nilai atau manfaat bagi masyarakat,” ujar Daf sapaan akrab Asisten I Walikota tersebut.


Melihat kondisi bangsa saat ini, kepeloporan pemuda sangat diperlukan untuk dapat melakukan terobosan bagi upaya mengatasi masalahmasalah yang dihadapi. Secara lebih spesifik kepeloporan pemuda sejatinya merupakan wahana memecahkan pelbagai masalah terkait dengan penguatan nation and character building dan mengatasi masalah sosial kepemudaan lainnya. Di sinilah pemuda diharapkan tampil sebagai garda terdepan untuk memberikankontribusi efektif, kreatif dan inovatif,” lanjutnya.


Menurut Asisten I itu, guna mendorong munculnya para pemuda yang memiliki jiwa kepeloporan maka pemerintah melalui Kementerian Pemuda dan Olahraga memberikan penghargaan kepada para pemuda yang telah menunjukkan semangat dalam mengembangkan potensi diri, merintis jalan, melakukan terobosan, menjawab tantangan dan memberikan jalan keluar atas pelbagai masalah.


Sementara itu, Kabid Pengembangan Pemuda Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat Gusti Anola yang juga merupakan ketua tim penilai pada fact finding seleksi pemuda pelopor sampaikan harapannya kepada pemuda yang mewakili kota Payakumbuh ini nantinya.


“Para pemuda terpilih ini diharapkan agar dapat menjadi penggerak ekonomi kreatif di lingkungan tempat tinggal masing-masing. Jangan hanya berpikir dalam bentuk ide abstrak, yang susah diwujudkan,” ungkap Gusti.


Dilanjutkannya, pemuda harus melihat tantangan dan potensi yang kongkrit sehingga pergerakannya didasarkan atas gagasan yang solutif dan menawarkan jalan keluar, untuk mengembangkan dan memberi kemanfaatan di lingkungan sosial," imbuhnya melanjutkan.


“Kami sebagai salah seorang tim penilai pemilihan pemuda pelopor kota Payakumbuh berharap para pemuda pelopor yang terpilih dapat mendorong para pemuda agar lebih produktif, inovatif dan kreatif," tukasnya.


Dalam kesempatan yang sama, Kepala Disparpora Kota Payakumbuh Desmon Corina juga berharap Kota Payakumbuh dapat mengulang prestasinya kembali untuk kegiatan pemuda pelopor, kalau tidak 1 orang ke Nasional, ke empat orangnya juga boleh,” ungkapnya semangat.


Desmon sampaikan bahwa dari 5 bidang yang ada, terdapat 4 bidang yang diikuti oleh peserta dari kota Payakumbuh :


1. Bidang Pendidikan diikuti oleh Tareg Albana, Lc,

2. Bidang Pengelolaan SDA, Lingkungan dan pariwisata diikuti oleh Fadhilul Qosasi,

3. Bidang Pangan diikuti oleh M. Fauzan, dan

4. Bidang Inovasi Teknologi diikuti oleh M. Ikhsan.


Diawal kedatangan tim penilai dari Dinas Pemuda dan Olahraga Propinsi Sumatera Barat, Disparpora Kota Payakumbuh menyuguhkan penampilan tari galombang dari Sanggar Intan Bakarang yang merupakan binaan dari Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh.


Dalam kegiatan Fact Finding tersebut terlihat juga hadir Camat Lamposi Tigo Nagori Diki Engla beserta jajaran untuk memberikan dukungan terhadap 2 orang pemuda pelopor yang berasal dari Kecamatan Lamposi Tigo Nagori yakni dari bidang pendidikan dan bidang peongelolaan SDA, Lingkungan dan Pariwisata.(Yon)



Payakumbuh,netralpost --- Fraksi Partai PKS menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi PKS Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam menyampaikan terkait dengan laporan pertanggungjawaban pelaksanaan APBD 2021, pada pos Pendapatan, Fraksi PKS memberikan apresiasi atas keberhasilan Pemerintah Kota Payakumbuh meraih pendapatan pada tahun 2021 yakni sebesar Rp. 677.296.933.413 dari target Rp. 682.401.082.138.


Dengan pendapatan asli daerah  sebesar Rp. 90.291.310.165 dari target Rp. 93.427.968.867  Sehingga terealisasi sebesar 96,64 %.


"Apresiasi juga kami sampaikan atas capaian Pemerintah Kota Payakumbuh mempertahankan penghargaan berupa penilaian Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) atas pengelolaan keuangan daerah," kata Heri.


Ditambahkannya, sangat banyak upaya dari Pemerintah Kota Payakumbuh untuk senantiasa meningkatkan pendapatan daerah Kota Payakumbuh baik dari Pendapatan yang diterima dari transfer dana pusat yang bersifat reguler maupun yang bersifat reward (hadiah) dikarenakan prestasi-prestasi yang diraih oleh Pemerintah Kota Payakumbuh serta penambahan dari pendapatan asli daerah. 


Di antara upaya penambahan pendapatan tersebut, kata Heri, nampak dari memaksimalkan penerimaan pajak dan retribusi, menggali potensi daerah berupa penumbuhan UMKM, peningkatan sektor pariwisata, serta mendorong penambahan deviden BUMD.


"Tentunya Kondisi Daerah juga sangat dipengaruhi oleh pertumbuhan ekonomi baik makro maupun mikro dan di  pengaruhi oleh kebijakan pusat serta kondisi force majeure (kondisi darurat) seperti terjadinya Covid -19 pada waktu yang lalu. Hal ini tentu nya secara langsung berdampak pada penataan kembali sektor ekonomi serta terjadi pengalihan fokus pembangunan untuk pemulihan dampak dari Covid -19 ini," ujarnya.


Sementara itu, Fraksi PKS melihat berkaitan dengan belanja pada APBD tahun Anggaran 2021 dari yang telah dianggarkan sebanyak Rp. 747.200.743.949 jumlah realisasinya sebanyak Rp. 677.726.610.137 atau 90,60 %. Pembangunan infrastruktur yang dilakukan oleh Pemerintah Kota Payakumbuh yang terencana dan berkelanjutan berupa pembangunan irigasi, jalan, jembatan, dan fasilitas umum (ruang terbuka hijau, sarana dan prasara olahraga) lainnya secara umum sudah terealisasi secara optimal dan sangat besar manfaatnya di rasakan oleh warga Kota Payakumbuh secara khusus dan warga pendatang secara umum. 


"Pembangunan ini pun berdampak pada makin rancak dan tacelaknya Kota Payakumbuh dilihat oleh berbagai pihak," kata Heri.


Terakhir, Heri menyampaikan harapan agar Pemko Payakumbuh menambah program keahlian dan pemberdayaan di tengah masyarakat agar terwujudnya masyarakat yang berdaya dan mandiri.


"Dengan semakin banyaknya pembangunan dan penambahan asset daerah, maka perlu adanya peningkatan anggaran dan pemeliharaan asset pemerintah Kota payakumbuh, agar asset tersebut dapat mempunyai nilai ekonomis dan mempunyai manfaat berkelanjutan," pungkasnya. (Yon)



Payakumbuh,netralpost--- Fraksi Partai Gerindra menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi Gerindra Mawi Etek Arianto menyampaikan pihaknya menghargai upaya yang dilaksanakan Pemerintah Kota Payakumbuh dalam menyusun Laporan Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD  Kota Payakumbuh Tahun 2021 sesuai dengan waktu dan ketentuan yang berlaku, sehingga dengan adanya laporan ini dapat menjadi pendorong bagi pemerintah daerah untuk peningkatan kinerja yang lebih optimal. 


"Demikian halnya penilaian oleh BPK Sumatera Barat dalam bentuk Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) yang telah delapan kali berturut-turut di raih, Fraksi Partai Gerindra sangat mengapresiasi dan patut kita syukuri dan diharapkan menjadi penyemangat seluruh unsur/komponen penyelenggara negara di lingkungan Kota Payakumbuh untuk melakukan peningkatan kinerja yang lebih akuntable, transparan, bertanggung jawab, professional dan bebas KKN," kata Mawi.


Mawi memaparkan dari sisi Pendapatan Daerah Tahun Anggaran 2021 yang dianggarkan sebesar Rp. 682.401.082.138 dapat terealisasi sebesar Rp. 677.296.933.413 atau sebesar 99,25% dan Pendapatan Asli Daerah dari yang dianggarkan sebesar Rp 93.427.968.867 terealisasi sebesar Rp. 90.291.310.867 atau 96,64%.


"Harapan Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Payakumbuh untul dimasa mendatang agar pendapatan daerah bisa ditingkatkan lagi dari sumber-sumber pendapatan dan penerimaan lainnya. Kita perkuat kerjasama dengan pihak ke 3 dengan memakai data yang terupdate, terus memanfaatkan teknologi informasi dan jangan lupa merangkul pengusaha-pengusaha yang ada di kota Payakumbuh perlu juga kita laksanakan karena setiap usaha yang mereka buka/jalankan di kota Payakumbuh bisa mendatangkan PAD tentunya," harap Mawi.


Kemudian, Mawi menjelaskan dari sisi belanja daerah dalam komponen Belanja Daerah Tahun Anggaran 2021 yang dianggarkan sebesar Rp.747.200.734.949 dapat terealisasi sebesar Rp. 677.726.610.137 atau 90,60%. Fraksi Partai Gerindra melihat banyak penghematan yang dilakukan oleh Pemda dalam penggunaan anggaran, namun demikian Fraksi Partai Gerindra berharap Pemko lebih berhati-hati lagi dalam penggunaan anggaran untuk program pembangunan Kota Payakumbuh.


Fraksi Partai Gerindra DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan beberapa pandangan tentang berbagai dinamika penyelenggaraan pemerintahan dan pembangunan di Kota Payakumbuh baik berupa saran, masukan, konfirmasi ataupun pertanyaan yang memerlukan penjelasan/keterangan.


Mawi mengatakan dengan adanya LHP BPK, masih ada beberapa poin yang perlu menjadi perhatian serius untuk beberapa OPD yang sangat perlu dijadikan bahan pertimbangan untuk penganggaran kedepannya.


"Fraksi Partai Gerindra memberikan pandangan umum kita mulai dari awal lagi, perencanaan yang matang. Pelaksanaan anggaran sesuai dengan perencanaan dan yang memperhatian ketepatan waktu serta tepat sasaran sesuai dengan aturan yang ada baik itu Perwako Perda, Pergub dan aturan yang lebih lanjut," katanya.


Fraksi Partai Gerindra, kata Mawi, memandang perlu sekiranya dilaksanakan rapat evaluasi wali kota dengan kepala-kepala OPD dalam internal waktu yang sama setiap triwulan maupun catur wulan untuk menilai sudah sejauh mana anggaran yang sudah terserap apa sudah tepat sasaran dan tepat waktu, sehingga dapat menjalankan kegiatan dengan lancar kedepannya dan Pemko dapat tetap mempertahankan opini WTP.


"Kami juga menyarankan agar kegiatan-kegiatan pertanian lebih diprioritaskan karena melihat daerah Kota Payakumbuh sudah dominan bergerak di bidang pertanian agar menambahkan ke pendapatan daerah untuk masa-masa yang akan datang," kata Mawi.


Lebih lanjut, Mawi menyebutkan Fraksi Partai Gerindra meminta ke OPD terkait agar memprioritaskan sarana dan prasarana Puskesmas Parit Rantang untuk mendukung pelayanan kesehatan kepada masyarakat.


Lalu, menyarankan ke OPD terkait agar lebih meningkatkan penataan parkir khususnya daerah jalan Soekarno-Hatta karena berhubungan dengan ketertiban dan PAD Kota Payakumbuh.


Fraksi Partai Gerindra juga meminta ke OPD terkait agar lebih meningkatkan kedisiplinan dan kopentensi kepada ASN dari kelurahan dan kecamatan karena banyaknya keluhan yang disampaikan masyarakat yang mendapatkan kesulitan dalam berurusan ke kelurahan dan kecamatan.


Fraksi Partai Gerindra mempertanyakan kembali mengenai Perda Pajak dan Restribusi yang sudah disahkan apakah sudah direalisasikan sebagaimana mestinya, hal ini butuh penjelasan dari Pemko Payakumbuh.


Fraksi Partai Gerindra, jelas Mawi, menyakini bahwa laporan yang telah disampaikan wali kota melalui Nota Pengantar tentang Ranperda Pertanggungjawaban Pelaksanaan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2021 telah direncanakan dan terlaksana dengan baik, namun seiring berjalannya program-program dan kegiatan tentu ada kendala di lapangan yang kadang di luar prediksi.


"Fraksi Partai Gerindra sangat memaklumi dan berharap untuk di Tahun Anggaran mendatang kesalahan dan kendala di lapangan dapat menjadi pembelajaran dalam perencanaan anggaran tahun anggaran berikutnya. Semoga dengan sudah mulai berakhirnya pandemi Covid19, hendaknya kedepan jalannya roda pemerintahan dan pelayanan kepada masyarakat bisa kembali normal agar lebih meningkatkan pendapatan daerah untuk masa yang akan datang," harapnya. (Yon)



Payakumbuh,netralpost-- Fraksi Partai Demokrat menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi Demokrat Fahlevi Mazni Dt. Bandaro Nan Balidah dalam paparannya mengatakan Fraksi Partai Demokrat sangat mengapresiasi pemberian Opini WTP (Wajar Tanpa Pengecualian) terhadap laporan keuangan Pemerintah Kota Payakumbuh TA 2021 oleh BPK RI. 


"Penghargaan ini merupakan bentuk ketaatan dan kepatuhan pemerintah daerah bersama OPD di lingkup pemerintahan Kota Payakumbuh dalam hal pengelolaan keuangan daerah, dan sudah 8 kali berturut-turut semoga kedepannya ini bisa kita pertahankan dan kita tingkatkan lagi," kata Fahlevi Mazni.


Lebih lanjut, disampaikannya Fraksi Partai Demokrat mengapresiasi langkah-langkah strategis Pemerintah  Kota Payakumbuh atas upayanya untuk tetap meningkatkan sistim pengendalian intern dan kepatuhan terhadap peraturan perundang-undangan dalam pengelolaan keuangan daerah berdasarkan hasil rekomendasi DPRD pada pandangan umum fraksi dan pada rapat-rapat terdahulu. 


"Namun di sisi lain kita semua mengetahui dengan hal yang menimpa saudara kita pada suatu OPD dengan adanya persoalan hukum yang mana prosesnya sedang berjalan, ini juga menandakan bahwa opini WTP yang kita peroleh belum menjamin bahwa penggunaan anggaran betul-betul transparan dan tepat sasaran. Fraksi Partai Demokrat merasa sedih dan juga mendoakan agar saudara kita yang terlbat masalah bisa menjalani proses hukum dengan sebaik-baiknya dan keluarga juga tabah dalam menjalani. Kami juga Apresiasi terhadap aparat penegak hukum yang sudah bekerja maksimal dan mendorong upaya-upaya dalam proses penegakkan hukum di negara yang kita cintai ini," kata Ketua KAN Air Tabit itu.


Selanjutnya, terkait realisasi PAD TA 2021 sebesar Rp. 90,2 M dari target Rp. 93,42 M. Menurut pandangan Fraksi Demokrat jika dilihat dari realisasi tahun 2020 sebesar 115 M, ini mengalami penurunan yang cukup signifikan karena kita tahu dampak dari pandemic global sudah berangsur membaik dari dari tahun 2020 namun belum linear terhadap tingkat perekonomian Kota Payakumbuh artinya ada penurunan sebesar Rp 25 Milyar dari tahun sebelumnya. 


Fraksi Partai Demokrat meminta kepada pemerintah kota beserta jajarannya bisa bekerja maksimal dalam hal peningkatan PAD tahun berikutnya dan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap segala potensi pendapatan asli daerah. Di samping hal tersebut Fraksi Demokrat juga mendorong Tim anggaran pemerintah Daerah untuk lebih teliti lagi dalam aspek perencanaan karena kami melihat masih ada ketidakcermatan dalam menentukan target capaian. 


"Dari hasil pencapaian PAD belum mencerminkan perencanaan dan asumsi yang didukung oleh data yang valid dalam proses penyusunan perencanaan," jelasnya.


Fahlevi Mazni menambahkan, terkait belanja yang realisasi sebesar 677,72 M dimana belanja operasi realisasi sebesar 91,41% dan belanja modal hanya terealisasi 87,56 %. Fraksi Demokrat mendorong orientasi belanja untuk pemenuhan kebutuhan masyarakat harus menjadi prioritas dibanding belanja untuk memenuhi kebutuhan birokrasi. 


"Untuk itu Fraksi Demokrat memberikan catatan agar pemenuhan hak dasar masyarakat di bidang kesehatan, pendidikan dan kesejahteraan harus didahulukan dan harus ada semangat afirmasi yang kuat untuk memprioritaskan kegiatan yang langsung dirasakan oleh masyarakat Payakumbuh," katanya.


Fahlevi Mazni juga menyampaikan berkenaan dengan hal umum lainnya seperti melihat kondisi lapangan tentang pengelolaan parkir, baik pada hari hari biasa apalagi pada saat hari libur, meminta kepada Pemerintah Daerah untuk dapat meningkatkan pengelolaan parkir melalui beberapa hal.


Pertama jumlah titik parkir agar di tinjau ulang, baik untuk retribusi parkir di tepi jalan maupun Pajak Parkir, karena ada beberapa titik yang lepas. Kedua agar dilakukan uji petik secara berkala dengan menggandeng pihak terkait. Ketiga waktu jam parkir di luar ketentuan perda bagaimana pengawasannya, keempat agar diupayakan pembayaran parkir non tunai, serta kelima agar terus diupayakan pembangunan gedung parkir, karena memang sudah menjadi kebutuhan.


"Kami juga menyikapi maraknya permintaan sumbangan yang belum jelas dasar hukumnya, kedepan Pemerintah Daerah dapat menertibkan dengan membuat Edaran yang mengatur tatacara atau mekanisme nya. Mohon penjelasan," katanya.


Fraksi Demokrat juga mencatat kalau saat ini masyarakat disuguhkan pemandangan kota yang kurang nyaman, ini dapat dilihat dengan pemasangan berbagai macam kabel udara oleh pihak terkait, apakah itu PLN, Telkom, TV Kabel. 


"Masyarakat tidak tahu standarnya seperti apa, tinggi minimal berapa, panjang bentangngan maksimal berapa, standard kabel apa dan lain sebagainya, sehingga kabel terpasang kelihatan sangat semrawut, yang mungkin pada saatnya akan sangat berbahaya," jelasnya.


Terakhir, Fraksi Demokrat berharap kepada Pemerintah Daerah agar terus berupaya menyelesaikan permasalahan tapal batas yang sampai saat ini masih belum juga tuntas. Sementara batas antara kelurahan yang tidak bersinggungan dengan kabupaten lain, agar diselesaikan. (Yon)



Payakumbuh,netralpost --- Fraksi Partai PPP menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi PPP Edward DF menyampaikan dari Nota Ranperda yang disampaikan tentang Realisasi Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2021 terlihat bahwa Pendapatan Daerah yang dianggarkan sebesar Rp. 682 miliar lebih, terealisasi sebesar RP. 677 miliar lebih,- atau sebesar 99,25 %, dimana Pendapatan Asli Daerah dianggarkan Rp. 93 miliar lebih terealisasi sebesar Rp.  90 miliar atau 96,64 %. 


"Karena kebijakan Pemerintah Pusat akibat wabah Virus Corona maka pendapatan dari dana transfer menurun dari tahun 2020 sehingga Pendapatan Daerah berkurang," katanya.


Edward DF memaparkan dari gambaran Pendapatan dan Belanja Daerah yang disampaikan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) DPRD Kota Payakumbuh menyampaikan beberapa pandangan.


Pertama, Edward menjelaskan secara garis besar Pemerintah Kota Payakumbuh telah merealisasikan program kerja yang direncanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan yang dituangkan dalam APBD Kota Payakumbuh Tahun Anggaran 2021, hal ini terbaca dalam capaian indikator-indikator rencana kerja pembangunan daerah yang teraplikasi pada masing-masing OPD baik dalam bentuk pembangunan fisik, ekonomi, sosial maupun budaya. 


"Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menyadari sangat diperlukan penguatan-penguatan kedepan terutama sekali peningkatan kapasitas Sumber Daya Manusia untuk peningkatan kinerja kedalam maupun dalam mengadopsi aturan-aturan yang lebih tinggi," katanya.


Fraksi Partai Persatuan Pembangunan mendorong langkah-langkah yang dilakukan Pemerintah Kota untuk meningkatkan Pendapatan Asli Daerah seperti Intensifikasi dan Ekstensifikasi Pajak dan Restribusi Daerah.


"Harapan kami agar kedepannya data primer wajib pajak dan objek pajak memang bisa didapatkan langsung oleh Pemerintah Kota. Dalam Pajak dan Retribusi ini Pemko harus ada ketegasan dan ketegaan," ujar Edward.


Edward juga mengapresiasi apa yang telah dilakukan Pemerintah Kota dalam menata dan menertibkan kuliner malam dipusat pasar tradisional Kota Payakumbuh antara lain melalui banner dan penertiban parkir.


"Kami mengharapkan agar kedepannya Pemerintah membuatkan kajian terhadap sistem perparkiran dan pengelolaannya melalui Badan Usaha Milik Daerah, khusus terhadap kesemerawutan yang terjadi di Pasar Ibuh agar secepatnya dicarikan solusinya sehingga pengunjung pasar tidak seenaknya membawa kendaraan keluar masuk los dalam pasar. Kondisi ini masih sangat bisa diatasi mengingat dipasar ibuh barat masih banyak lahan yang bisa dijadikan untuk pembuatan tempat parkir," terangnya.


Dalam penegakan hukum, Edward mengaku, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan sepakat dengan aparat penegak hukum. Namun diharapkan dalam penegakan hukum tersebut jangan sampai ada intervensi. Sebagai contoh dengan ditersangkakan dan ditahannya lima ASN dan dua orang pihak swasta yang diduga melakukan korupsi dalam pengadaan APD Covid-19,  hendaknya ada pertimbangan hukum terhadap tersangka, terutama tersangka perempuan.


"Kepada pemerintah, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan juga meminta memberikan bantuan hukum dan memberikan jaminan penangguhan penahanan terhadap tersangka dalam mereka menjalani proses hukum. Serta menunjuk Pelaksana Tugas Direktur RSUD Dr. Adnaan WD dan pejabat lain yang terlibat sehingga pelayanan terhadap masyarakat dan manajemen rumah sakit tetap lancar," jelasnya.


Fraksi Partai Persatuan Pembangunan berharap agar Pemerintah Kota memperhatikan dan meninjau ulang tentang kebijakan untuk honor RT/RW, Guru Honor dan Insentif LPM. 


"Kemudian ada informasi yang beredar di medsos bahwa ratusan RW dan RT pada tahun ini tidak dibayarkan honornya. Mohon penjelasan," kata Edward.


Edward DF juga mengharapkan agar program pembangunan/infrastruktur benar-benar dimaksimalkan, mulai dari perencanaan, proses lelang dan pelaksanaan agar tidak terjadi lagi proyek yang tidak diselesaikan menurut semestinya. Dan yang lebih penting adalah pemeliharaan terhadap aset yang telah ada, terutama sekali adalah sarana dan prasarana olah raga serta bangunan lainnya. 


"Begitu pula terhadap pembangunan perumahan oleh pengembang OPD terkait harus melakukan pengawasan terhadap izin yang diberikan sehingga tidak sampai merugikan masyarakat lainnya," ulasnya.


Fraksi Partai Persatuan Pembangunan sangat memberikan dukungan terhadap Pemko tentang pembangunan mini market di kota ini. Tapi dalam pembangunannya ada yang sampai merusak infrastruktur jalan yakni trotoar bagi pejalan kaki. Kemudian pihak terkait mesti pula melakukan pengawasan terhadap fasilitas yang ada terutama sekali masyarakat yang memanfaatkan jalan ataupun trotoar untuk berjualan dan usaha lainnya.


Sehubungan dengan TPA Regional yang ada di Kecamatan Payakumbuh Selatan, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan meminta penjelasan tentang masa kontrak dan proses operasionalnya kepada Pemerintah Kota Payakumbuh serta menyarankan kalau hanya akan merugikan masyarakat Payakumbuh agar segera ditutup untuk daerah lain, yang membuang sampahnya di TPA Regional tersebut.


Kemudian, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan meminta kepada Dinas Lingkungan Hidup melakukan pemantauan ke lapangan terhadap pohon-pohon pelindung yang telah mengancam keselamatan rumah penduduk dan masyarakat. Apalagi di dekat pohon-pohon pelindung terdapat jaringan listrik. Hendaknya Dinas LH  jangan setelah ada laporan masyarakat baru melakukan survei. 


Terakhir, dalam penempatan pejabat di setiap OPD, Fraksi Partai Persatuan Pembangunan menghimbau Pemko agar benar-benar memfungsikan Baperjakat (Badan Pertimbangan Jabatan dan Pangkat) sehingga orang-orang yang mengisi jabatan tersebut benar-benar orang yang punya kompetensi dan terukur sesuai dengan pangkatnya. (Yon)



Payakumbuh,netralpost --- Fraksi Partai Golkar menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi Golkar Wirman Putra Dt. Mantiko Alam menyampaikan pemandangan umum Fraksi Partai Golkar DPRD Kota Payakumbuh, berupa kritik, saran, dan masukan.


Wirman mengatakan dengan telah normalnya kembali kondisi Kota Payakumbuh dari Covid-19 perubahan status dari pandemi menjadi endemi, maka pendapatan daerah sudah dapat diperhatikan dari beberapa hal seperti pengelolaan parkir, pajak hotel dan restoran, Dana Insentif Daerah (DID), serta peningkatan prestasi kerja dan jeli terhadap OPD yang indikatornya akan dinilai. 


"Terkait dengan Dana Alokasi Khusus (DAK), kami meminta agar OPD lebih siap baik dalam segi data dan perencanaan yang matang," harapnya.


Untuk bidang pendidikan yang merupakan gerbang kemajuan, Wirman meminta dari waktu ke waktu harus ditingkatkan Pengetahuan Anak Didik, ini bisa dicapai tentu bersumber Kepada Pendidiknya sendiri (SDM)nya. 


"Dalam kondisi seperti sekarang hendaknya mengelola pendidikan, pemerintah dan semua pihak tetap berlakunya Prokes, tidak cepat puas dan tetap hati-hati," ujarnya.


Di Bidang Pertanian yang merupakan kunci tumbuh suburnya kehidupan rakyat, khususnya sawah yang ditanam padi, sangat menentukan tingkat kesejahteraan petani, Wirman mendorong pemerintah lewat dinas terkait mengeluarkan bantuan apa saja, menyalurkan bantuan perbaikan irigasi serta tali irigasi sawah.


"Sayang dalam pelaksanaan proyek pada umumnya asal jadi saja contoh sebelum dijadikan proyek air berlimpah ruah setelah jadi proyek air kering kerontang, pengawasan dibelakang meja dan di atas kertas," tegasnya.


Sementara dalam bidang PU, Wirman mengharapkan pembangunan-pembangunan infrastruktur tidak hanya berorientasi kepada output saja tetapi juga berorientasi kepada outcome, impact dan benefit. 


Untuk Bidang Kesra, Fraksi Golkar berharap agar Kesra dan  Kemenag harus memfasilitasi perkembangan masjid, baik dalam pengembangan fisik maupun aktifitas, kemudian peringatan-peringatan hari besar Islam agar dapat lebih disemarakkan. 


"Mesjid merupakan indikasi tegaknya siar Agama Islam dan menjadi bukti Umat yang taat dan patuh kepada Khaliknya, maka dimasa transisi ini Fraksi kami Fraksi GOLKAR menegaskan Pembangunan  Mesjid Agung Payakumbuh harus dilaksanakan sesuai rencana dan  tidak ditunda-tunda," jelasnya.


Wirman juga mengingatkan agar pelaksanaan zakat harus dijawab sesuai kaidah dan tuntunan Agama Islam yang berlaku, jelas dalam tuntunan tersebut dijelaskan serincirincinya kalau ada yang menyimpang atau diluar tuntunan tersebut itu merupakan Pelanggaran Hukum Islam. 


"Tidak ada paksaan terhadap zakat tetapi merupakan Kewajiban bagi yang wajib zakat itu jelas, jadi jangan ada kiat lain yang menyimpang, bahaya dunia akhirat," ujarnya.


Fraksi Golkar juga menyebutkan, kalau memandang dan merenungkan saat ini, semua orang melihat Kota Payakumbuh seolah-olah seperti gadis yang sedang bersolek dan seperti pemuda yang tampan gagah, semuanya itu baru sekarang bisa nikmati, karena bersih dan indahnya aliran pelataran sungai Batang Agam.


Mengingatkan kinerja pemerintah daerah, Wirman Putra bercerita kembali tentang masa dulu Batang Agam sangat kotor dan jorok dimana-mana sangat menjijikkan. Pada Tahun 2007-2012 Wali Kota Payakumbuh dijabat oleh Josrizal Zein asli penduduk Kenagarian Payobasuang Kecamatan Payakumbuh Timur. Setelah Wali Kota Josrizal Zein mempelajari dilapangan dan konsultasi, Dia mempunyai ide dan gagasan bahwa aliran pelataran Batang Agam harus bersih dan bermanfaat untuk masyarakat sekaligus dijadikan daerah wisata lokal. 


Masa berganti musim beralih saatnya Wali Kota Josrizal Zein menyerahkan estafet kepemimpinan Wali Kota Payakumbuh dari kepada Wali Kota Riza Falepi Tahun 2012-2017. Pembangunan sungai Batang Agam terus dilanjutkan oleh Wali Kota Roza Falepi sampai seperti sekarang rakyat merasa ikut memiliki dan memelihara. 


Pada masa Fahmi Rasyad menjadi Wali Kota Payakumbuh punya gagasan ingin mempunyai kantor tempat kerja yang layak, memadai agar dapat melayani masyarakatnya dangan baik, maka Fahmi Rasyad membangun pondasi kantor Balai Kota yang baru, tetapi apa daya tugas selesai wali kota berganti sayang pembangunan kantor tersendat seperti belum diujudkan, tidak berapa lama datang penyelamat, diselamatkan oleh Wali Kota Josrizal Zein dan ditempati serta kebanggaan bagi warga Payakumbuh ini disajikan agar jelas benang merahnya. 


"Kata orang-orang tua kita gajah mati maninggakan gadiang, harimau mati maninggakan bolang manusia mati maninggakan jaso. Hakikatnya Pembangunan Suatu Daerah adalah usaha bersama, kalau Pembangunan tidak didukung oleh lapisan Masyarakat dan semua lapisan yang ada Pembangunan itu tidak akan sempurna. Secara tegas dapat dikatakan tidak ada secara pribadi/perorangan menyatakan hasil usaha dia Pembangunan tersebut," ujarnya.


Fraksi Golkar menilai Pemko masih kurang memperhatikan organisasi kemasyarakatan, pihaknya meminta agar dapat diperhatikan karena kondisinya saat ini banyak yang mati suri. 


"Jadi harus ada peningkatan baik dalam segi pembinaan maupun dalam segi pendanaan," ujar Wirman.


Wirman juga menyentil permasalahan terkait pemecatan THL sungguh merisaukan semua pihak.


"Masih pantaskah dimasa sulit seperti ini masih terjadi pecat memecat rasa kurang pas, tidak ada manusia yang tidak bersalah tetapi tidak selalu bermuara pemecatan, seharusnya dinasehati, diingatkan, ditegur itu tugas dan tanggungjawab seorang Pimpinan jangan terkesan habis manis sepah dibuang," tuturnya.


Lebih lanjut, Fraksi Golkar menyampaikan kalau pembangunan pasar adalah usaha terpuji dalam usaha meningkatkan roda perekonomian, guna kesejahteraan masyarakat untuk itu Fraksi Golkar memperoleh atau menemukan bahwa Pasar Padang Kaduduak belum ditempati sampai saat sekarang.


"Kalau itu benar Fraksi kami merasa perlu Saudara Wali Kota jawab/jelaskan sebagai pertanggungjawaban uang rakyat dan mubazir ini, perlu wanti-wanti agar Pj nanti tidak asal bangun seperti yang sudah," tukuknya.


Fraksi Golkar juga mengktitik terhadap aset daerah tidak dimanfaatkan maksimal seperti pasar Padang Kaduduak, nasib Kanopi Kuliner, Incenerator, dan Restoran Internasional.


"Kami merasa perlu penjesalasan status semua bangunan tersebut," kata Wirman.


Terakhir, Fraksi Partai Golkar sangat mengapresiasi dan penghargaan dalam pelaksanaan APBD Kota Payakumbuh TA 2021 pada prinsipnya Pemerintah daerah telah merealisasikan sebagian besar program kerja yang direncanakan sesuai dengan rencana yang telah ditetapkan. Hal ini dapat dinilai secara kualitatif dan kuantitatif terhadap pencapaian indikator-indikator rencana kerja pembangunan daerah serta secara kasatmata dalam bentuk pembangunan fisik dan aktifitas ekonomi, sosial, budaya serta berbagai fasilitas pelayanan publik yang diberikan. 


"Tentu hal tersebut tidak terlepas dari kerjasama antara pemerintah daerah Kota Payakumbuh dengan DPRD Kota Payakumbuh yang ikut melakukan pengawasan terhadap pelaksanaan APBD serta partisipasi semua lapisan masyarakat Kota Payakumbuh yang turut mendukung penyelenggaraan pemerintahan dan pelaksanaan pembangunan," pungkasnya. (Yon)



Payakumbuh,netralpost --- Fraksi Amanat Kebangkitan Nasional menyampaikan pemandangan umum atas Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD Tahun 2021 dalam Rapat Paripurna di Gedung DPRD setempat, Jumat (27/5).


Rapat dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus serta dihadiri oleh anggota DPRD dan Sekwan Yon Refli. Sementara itu, Wali Kota Riza Falepi diwakili oleh Sekda Rida Ananda bersama Pejabat di Lingkungan Pemko Payakumbuh.


Juru Bicara Fraksi Amanat Kebangkitan Nasional Zainir menyampaikan setelah menyimak Nota Pengantar Wali Kota Payakumbuh tentang Pertanggungjawaban Pelaksanaan APBD tahun anggaran 2021, dimana Pemerintah Kota Payakumbuh telah berusaha melaporkan dan merealisasikan APBD tahun anggaran 2021 secara real, baik realisasi dari Pendapatan maupun realisasi dari sisi belanja.


"Bahkan berkat kerja keras Pemko Payakumbuh terhadap pelaporan tersebut telah mendapatkan hasil terbaik, yaitu dengan mendapatkan Opini Wajar Tanpa Pengecualian dari BPK perwakilan Sumbar, bahkan hal ini telah didapat oleh Pemko Payakumbuh selama 8 kali secara berturut-turut Hasil positif seperti ini tiada salah kiranya kita hargai dengan setinggi-tingginya, dengan harapan kiranya dapat dipertahankan dan ditingkatkan oleh Pimpinan daerah Kota Payakumbuh di masa yang akan datang," kata Zainir.


Di sisi lain, kata Zainir, di balik kesuksesan yang telah disampaikan tersebut, ternyata masih ada hal yang belum tercapai, ibarat pepatah orang pandai, tiada gading yang tak retak, tiada satupun makhluk yang sempurna, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan.


Pertama Fraksi Amanat Kebangkitan Nasional cukup mengapresiasi terhadap capaian kinerja Pemko Payakumbuh terhadap realisasi program kerja yang telah kita rencanakan bersama, meskipun masih dalam suasana kecemasan dimasa Covid 19, namun masih tetap dapat melaksanakan amanah sesuai dengan kemampuan Pemko Payakumbuh.


"Akan tetapi kami perlu selalu mengingatkan, agar tetap berhati-hati dalam menjalankan dan membelanjakan anggaran daerah ini, karena sudah sangat banyak pimpinan daerah yang menjadi OTT karena menyelewengkan kemudahan yang diberikan pemerintah pusat terhadap penggunaan uang di masa pandemi Covid 19 ini," ujarnya.


Lebih lanjut Zainir merasa hal ini perlu diingatkan karena Pemko Payakumbuh mengakui bahwa salah satu yang mesti harus ditingkatkan di masa yang akan datang adalah Sistem Pengendalian Intern dan kepatuhan terhadap Peraturan Perundang-undangan yang berlaku, apalagi tahun ini merupakan tahun terakhir pelaksanaan RPJMD tahun 2017-2022 dan tahun terakhir masa bakti Walikota dan Wakil Walikota periode 2017-2022.


"Kami berharap kiranya Pemko Payakumbuh benar-benar bekerja dengan sungguh-sungguh dalam mencapai semua target perencanaan pembangunan, supaya masyarakat Payakumbuh betul-betul mendapatkan kenangan manis dari hasil pembangunan, yang bisa dikenang sepanjang masa, bisa diingat setiap hari dan bisa dinikmati setiap saat oleh masyarakat kota Payakumbuh," harapnya.


Di sisi lain, Zainir juga menyampaikan aspirasi masyarakat, pertama terkait Tempat Pembuangan Sampah regional yang berada di Kelurahan Padang Karambia, Kecamatan Payakumbuh Selatan, bahwa aspirasi yang pihaknya terima dari masyarakat, pembuangan sampah itu saat ini tidak lagi termanfaatkan sesuai dengan rencana, bahkan telah mengganggu lingkungan masyarakat.


"Oleh karena itu kami berharap informasi yang jelas tentang fungsi dan keberadaan tempat pembuangan sampah tersebut dan mengusulkan untuk dikaji ulang serta bila tidak lagi dapat dimanfaatkan kiranya bisa dipindahkan atau dinonaktifkan penggunaannya, agar masyarakat sekitar kembali dapat menikmati lingkungannya yang bersih dan tidak terganggu oleh sampah," pungkasnya. (Yon)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.