Limapuluh Kota,netralpost-- Seorang Camat harus bisa mengetahui setiap isu-isu aktual agar mampu menjawab sekaligus menyesuaikan diri dengan perkembangan masyarakat di era modern dan serba digitalisasi. Pelayanan dan Pemberdayaan masyarakat merupakan tantangan besar untuk terus ditingkatkan kualitasnya di masa yang akan datang sekaligus melaksanakan amanat Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 4 Tahun 2010 tentang Pedoman Pelayanan Administrasi Terpadu Kecamatan (PATEN) yang mengharapkan Kecamatan mampu berperan sebagai Pelayanan Publik yang Profesional menjadi simpul pelayanan perizinan dan non perizinan dari SKPD terkait.
Hal tersebut disampaikan oleh Bupati Safaruddin dalam kata sambutannya usai memimpin serah terima jabatan (Sertijab) Camat Lareh Sago Halaban dari pejabat lama Elfizen dan ke pejabat baru Rumelia di Halaman Kantor Camat Lareh Sago Halaban, Rabu (08/06/2022).
Tampak hadir pada acara sertijab Ketua TP PKK Nevi Safaruddin, Sekretaris Daerah Widya Putra, Asisten Pemerintahan dan Kesra Herman Azmar, Kepala Badan Keuangan Irwandi, Kepala DPMD/N Endra Amzar, Kepala Satpol PP Fidria Fala dan Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Alfian.
Dibagian lain dari sambutannya, Bupati Safaruddin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama Camat Lareh Sago Halaban Elfizen beserta jajaran atas dedikasi yang ditunjukkan selama bertugas. "Semoga Allah SWT memberikan pahala atas kerja keras yang saudara lakukan selama ini dalam membantu mewujudkan visi daerah," tutur Bupati.
Selanjutnya Bupati berpesan kepada Camat Lareh Sago Halaban yang telah dilantik agar dapat membangun sinergitas dan integritas untuk mewujudkan Kecamatan Lareh Sago Halaban yang lebih maju. "Jadikan segala potensi yang ada di Lareh Sago Halaban ini sebagai Penggerak untuk memajukan Kecamatan yang saudara pimpin," ujar Bupati.
Disisi lain, Anggota DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota Wirman Dt Pangeran berharap Camat Lareh Sago Halaban yang baru dapat membawa kebijakan yang positif. "Di awal ini, kita menginginkan adanya kordinasi dan konsolidasi di seluruh lini di Kecamatan Lareh Sago Halaban," ujarnya.
Sementara itu, Ketua TP PKK Lima Puluh Kota Nevi Safaruddin berpesan kepada Ketua TP PKK Kecamatan Lareh Sago Halaban yang baru dapat menjalankan program-program prioritas PKK Kabupaten Lima Puluh Kota dengan baik. Nevi Safaruddin meminta agar seluruh keluarga di Kecamatan Lareh Sago Halaban dalam terbagi ke dalam kelompok Dasawisma. "Karena Dasawisma merupakan tumpuan terlaksananya 10 program pokok PKK," tuturnya. (Yon)
50 Kota,netralpost—Kabupaten Limapuluh Kota bertekad untuk menjadi daerah yang memiliki sistem kepedulian dan perlindungan terhadap hak anak. Keinginan kuat itu dicerminkan dengan upaya sungguh-sungguh Limapuluh Kota untuk memperoleh predikat Kabupaten Layak Anak. Hal itu disampaikan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo memberikan sambutan pada pelaksanaan verifikasi lapangan Hybrid (VLH) Kabupaten Layak Anak Tahun 2022 di Ruang Rapat Bupati, Sarilamak pada Kamis (09/06/22).
“Kita mendorong agar perangkat daerah mengembangkan potensi masing-masing perangkat dan serta melahirkan inovasi untuk terwujudnya Limapuluh Kota menjadi Kabupaten Layak Anak,” terang Bupati Safaruddin.
Di bagian lain sambutannya Bupati Safaruddin mengatakan jajaran Pemkab Limapuluh Kota telah mengembangkan sistem untuk terciptanya Kabupaten Layak Anak. Sistem yang dikembangkan juga melibatkan unsur dunia usaha, organisasi kemasyarakatan, serta media massa. Untuk itu, Kabupaten Limapuluh Kota, jelas Bupati Safaruddin, mengembangkan sejumlah inovasi untuk mendukung Kabupaten Layak Anak.
“Seperti Informasi Layak Anak melalui Aplikasi E-Kliping, pengikutsertaan forum anak dalam kegiatan Musrenbang baik tingkat Nagari, Kecamatan maupun Kabupaten Pelumas (Pelayanan untuk masyarakat Disabilitas),”jelas Bupati Safaruddin. Tak hanya itu, dokumen kependudukan terhadap pemenuhan hak anak juga dipercepat prosesnya melalui sistem digital, dengan aplikasi unggulan Sijempol Nagari. Sehingga, dengan inovasi ini kata Bupati Safaruddin,"Kami berharap ada masukan dari Tim Verifikator sehingga bisa mewujudkan Limapuluh Kota layak anak di masa depan.”
Perwujudan wilayah kabupaten menjadi Kabupaten Layak Anak merupakan implementasi dari tanggung jawab pemerintah di tingkat pusat maupun daerah dalam perlindungan dan pemenuhan hak-hak anak. Hal ini merupakan tuntutan dari Undang-Undang Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perubahan Atas Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2002 tentang Perlindungan Anak. Untuk menjamin pemenuhan hak anak tersebut, pemerintah berkewajiban untuk merumuskan dan melaksanakan kebijakan di bidang penyelenggaraan Perlindungan Anak melalui pengembangan Kabupaten/Kota Layak Anak. Kabupaten/Kota Layak Anak yang selanjutnya disebut KLA adalah sistem pembangunan satu wilayah administrasi yang mengintegrasikan komitmen dan sumber daya pemerintah, masyarakat dan dunia usaha yang terencana secara menyeluruh dan berkelanjutan dalam program dan kegiatan pemenuhan hak anak.
Penilaian yang diselenggarakan Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Kemen PPPA) tersebut dilangsungkan secara Hybrid adalah untuk mendalami pelaksanaan Kabupaten Layak Anak di Limapuluh Kota sepanjang Tahun 2021. Kegiatan ini selain dihadiri langsung Bupati Safaruddin, juga dihadiri oleh segenap unsur yang terkait dalam perwujudan Kabupaten Layak Anak. Antara lain, Kepala Kantor Kemenag Irwan, Kepala Bapelitbang Aimel Nazra, perwakilan Lapas Anak Tanjung Pati, Kepolisian, Bank Nagari serta sejumlah Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.(Yon)
50 Kota,netralpost—Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo menegaskan kedudukan Pemerintahan Kecamatan sangat strategis. Karena, Camat dalam tugas dan fungsinya melaksanakan sebagian kewenangan Bupati selaku kepala daerah. Terutama untuk pemerintahan dan pengembangan wilayah, termasuk juga kewenangan atributif yang melekat pada jabatan Camat.
“Camat memperoleh kewenangan atributif untuk melaksanakan pemerintahan, ketertiban umum, termasuk pula pengawasan terhadap paham-paham radikal serta organisasi-organisasi terlarang,” ujar Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt Bandaro Rajo.
Hal itu disampaikan Bupati Safaruddin ketika memberikan sambutan seusai menyaksikan serah terima jabatan (sertijab) pejabat Camat Kapur IX dari pejabat lama Arizal ke pejabat baru Wiko Putra di UDKP Kecamatan Kapur IX, di Muaro Paiti, Selasa (07/06/2022). Pada momen itu juga dilakukan sertijab antara Ketua TP-PKK Kapur IX, dari Ny. Arizal ke Ny. Wiko Putra, selaku pejabat baru Ketua TP PKK Kapur IX.
Tampak hadir pada acara sertijab, Wakil Ketua DPRD Syamsul Mikar, Anggota DPRD Dapil Kapur IX-Pangkalan Sjamsuwirman dan Irman Tedi, Ketua TP-PKK sejumlah kepala perangkat daerah lingkup Pemkab Limapuluh Kota, unsur Forkopimca, para Wali Nagari dan Bamus se Kapur IX dan tokoh masyarakat Kapur IX.
Di bagian lain dari sambutannya, Bupati Safaruddin mengucapkan terima kasih dan penghargaan kepada pejabat lama Camat Kapur IX beserta jajaran atas dedikasi yang ditunjukkan selama bertugas. Di sisi lain Bupati Safaruddin mengingatkan agar Pemerintahan Kecamatan Kapur IX mengembangkan inovasi dalam pelayanan publik. Terlebih untuk Kecamatan Kapur IX yang memiliki banyak potensi di bidang pertanian dan kepariwisataan. “Camat perlu inovatif. Gali lah potensi-potensi yang ada, kembangkan sinergitas dengan seluruh lapisan masyarakat sehingga Camat dapat dukungan yang luas ketika bertugas,” ujar Bupati Safaruddin.
Wakil Ketua DPRD Syamsul Mikar mengatakan bahwa Kapur IX saat ini berkembang secara dinamis. Wilayah ini, ujarnya, tak lagi dikenal dengan sebutan kecamatan tertinggal atau menjadi tempat hukuman bagi aparatur yang tidak disiplin. Untuk itu, Wakil Ketua DPRD berharap kepada Camat & perangkat daerah teknis untuk merealisasikan RPJMD 2021-2026, khususnya Kapur IX. “Realisasi Perda RPJMD perlu kita laksanakan sesuai jadwal, kalau bisa lebih cepat sehingga Kapur IX akan lebih berkembang,” kata Syamsul Mikar.
Sementara itu, Ketua TP-PKK Limapuluh Kota Nevi Safaruddin mengatakan terwujudnya keluarga pro perubahan yang ketahanan keluarga dari segi ekonomi, pangan dan kesehatan, merupakan misi dari PKK. Ujung tombak dari keluarga pro perubahan dengan membentuk dasa wisma sebagai basis pembinaan keluarga ya bg mandiri dan sejahtera. “Hendaknya, dasa wisma terus ditumbuhkembangkan di Kecamatan Kapur IX sebagai basis pembinaan keluarga sejahtera,” ujar Ketua TP PKK Nevi Safaruddin . Di sisi lain, Ketua TP PKK Nevi Safaruddin, mengingatkan keberlanjutan Gerakan Limapuluh Kota Bersih Lingkungan (Mahkota Berlian), terutama peningkatan K-3, khususnya kebersihan lingkungan di Kecamatan Kapur IX. Kita harapkan dengan Mahkota Berlian, akan terwujud prilaku hidup bersih dan lingkungan yang asri,” jelas Nevi Safaruddin.(Yon)
Payakumbuh,netralpost
Untuk musim haji 1443 H, jemaah haji asal Kota Payakumbuh yang tertua berusia 64 tahun 9 bulan. Dan untuk jemaah termuda berumur 26 tahun.
Kepala Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kota Payakumbuh, Ramza Husmen menyebut, untuk musim haji tahun ini terdapat sebanyak 125 CJH yang akan berangkat ke tanah suci.
"Sebenarnya ada 125 jemaah, namun satu jemaah meninggal dunia sebelum pelepasan secara resmi oleh Wali Kota kemaren. Jadi tahun ini kita memberangkatkan 124 CJH ke tanah suci," jelasnya.
Dijelaskan, untuk CJH asal Kota Payakumbuh terbagi kedalam dua Kloter. 122 orang yang berangkat hari ini tergabung dalam Kloter V dan 2 orang lagi nantinya akan tergabung kedalam Kloter VIII.
"Untuk Kloter V ini akan bertolak ke Madinah dari Bandara Internasional Minangkabau (BIM), Padang Pariaman tanggal 8 Juni. Dan untuk Kloter VIII akan diberangkatkan tanggal 2 Julinya ke Jeddah," ucapnya.
"Untuk jadwal pemulangan direncanakan CJH asal Payakumbuh sudah tiba di BIM untuk Kloter V pada 20 Juli dan Kloter VIII 13 Agustusnya," tukuknya.
Sementara itu Wakil Wali Kota Payakumbuh, Erwin Yunaz saat pelepasan berpesan kepada seluruh CJH asal Kota Payakumbuh untuk bisa saling jaga satu sama lain. Taati pimpinan regu dan pimpinan rombongan.
"Jalankan ibadah dengan khusuk dan fokus, Jangan terlarut dengan urusan duniawi. Dan jangan lupa untuk mendoakan kemakmuran negri kita agar selalu dijauhkan dari mara bahaya," terangnya.
"Tetap jaga kesehatan. Semoga selamat berangkat ke tanah suci dan pulang ke tanah air para tamu Allah," pungkasnya.
Selanjutnya calon kemaah haji dilepas dengan lantunan azan oleh ustaz Censo. Dan iring-iringan langsung berangkat ke embarkasi Padang. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Untuk terus meningkatkan sumber daya manusia (SDM) dan pertumbuhan ekonomi masyarakat, Pemerintah Kota Payakumbuh melalui Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) Kota Payakumbuh menggelar pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pemasaran online bagi UMKM di Aula Balai Inseminasi Buatan selama 3 hari, 7 hingga 9 Juni 2022.
Kegiatan yang diikuti oleh sekitar 60 orang pelaku UMKM se Kota Payakumbuh dan menghadirkan narasumber dan motivator berkompeten itu mengusung tema "UMKM Naik Kelas, UMKM Go Digital" dan dibuka oleh Kepala Dinas Koperasi dan UKM Dahler, Selasa (7/6).
Kabid Koperasi dan UKM Tegrasia Nita mengatakan anggaran kegiatan ini bersumber dari dana alokasi khusus (DAK) non fisik bidang peningkatan kapasitas koperasi, Usaha Mikro dan Kecil Tahun 2022.
"Pelatihan dan pendidikan kewirausahaan tahun 2022 ini direncanakan mengusung 3 topik yang menjadi isue dan permasalahan UMKM yang ada di Kota Payakumbuh yakni pemasaran online, penyusunan laporan keuangan dan penyusunan proposal fasilitasi pembiayaan," kata Tegra didampingi Analis Kebijakan Ahli Muda Sri Essa Ramadhani.
Sementara itu, dalam sambutannya Kadis Dahler menyampaikan pelaku UMK dituntut untuk dapat memasarkan produk menurut mekanisme, dengan memanfaatkan teknologi informasi, sehingga secara pemanfaatan digitalisasi membuat promosi produk bisa sampai kepada konsumen.
"Percuma bila produk bagus, mudah, dan mewah sementara pemasarannya masih belum optimal," kata Dahler.
Terkait dengan penyusunan laporan keuangan, Dahler menegaskan hal ini tidak segampang yang dibayangkan, apalagi bagi pemula atau pelaku UMKM yang baru berjalan 1-3 tahun. Pengelolaan keuangan secara kovensional atau tradisional atau manual, memiliki kekurangan. Contohnya dari segi pencatatan modal, laba, dan uang keluar.
"Misalnya modal produk 10 juta, perlu dihitung berapa terpakai buat bahan baku, belum lagi biaya mengolahnya dari sisi tenaga manusia, hingga biaya pemasaran, semua harus bersasarkan managemen tata kelola keuangan," kata Dahler.
Lebih jauh Dahler menyampaikan uang pribadi dalam rekening jangan dibaurkan dengan uang usaha, supaya pengelolaan tata keuangannya jelas, berapa untung, berapa pula upah bagi pekerja bila ada.
"Apabila masih memakai cara konvensional, tabungannya nyampur ke uang UMKM, maka sudah pasti tidak akan terkelola uangnya karena bisa saja uang yang harusnya dikelola untuk usaha terpakai buat memenuhi kebutuhan rumah tangga, atau kebutuhan lain seperti biaya sekolah anak," katanya.
Lebih jauh, Ketua MPC PP Kota Payakumbuh itu juga menambahkan untuk menjadi pelaku usaha yang dapat menguasai bisnis dan membentuk jaringan bisnis sehingga jaringan pemasaran menjadi lebih luas lagi dan dapat dikategorikan sebagai pelaku usaha yang legal di mata hukum dan pemerintahan di Indonesia maka setiap pelaku usaha wajib mengurus NIB (nomor induk berusaha) berbasis resiko secara online di www.oss.go.id.
"NIB menjadi penting untuk dimiliki semua pelaku usaha karenaa manfaat NIB itu adalah akses pengurusan ijin lainnya (PIRT, HALAL, BPOM, HKI, Merk) akan jadi lebih mudah, memudahkan memperoleh akses pembiayaan dan usaha akan legal dan terdata secara nasional," ulasnya.
Sementara itu, salah satu peserta Maipanis dari Kelurahan Sawahpadang Aua Kuniang mengatakan sebagai pelaku UMKM di Kota Payakumbuh, merasa perlu dipacu untuk terus meningkatkan kapasitas usahanya untuk bersaing naik kelas dengan mempelajari berbagai aspek penjualan daring melalui digitalisasi pemasaran sebagai upaya untuk memperluas pemasaran bahkan hingga ke luar negeri.
"Tidak bisa dipungkuri sejak pandemi covid-19 sektor UMKM turut merasakan dampak cukup siginifkan, sehingga mengakibatkan daya jual produk semakin menurun. Kondisi itu memaksa para kami untuk mencari berbagai cara agar tetap bisa mempertahankan usaha. Kami apresiasi Pemko Payakumbuh atas pelatihan ini, semoga kami bisa bertransformasi pemasaran berbasis digital agar mampu bertahan dan naik kelas di tengah pandemi," pungkasnya.
Sasaran pelaksanaan kegiatan pendidikan dan pelatihan kewirausahaan pemasaran online bagi UMKM ini adalah pelaku usaha yang bergelut di berbagai produk seperti rendang, rajut, kripik, snack basah dan jenis olahan makanan minuman lainnya. (Yon)
Payakumbuh,netralpost
Pawai ini diikuti sebanyak 26 lembaga pendidikan yang terdiri dari Taman Kanak-kanak (TK) dan Kelompok belajar (KOBER) yang ada di Kecamatan Payakumbuh Barat serta diramaikan oleh orang tua dari anak-anak yang mengikuti pawai.
Menggunakan berbagai pakaian lengkap dengan aksesoris pakaian adat beserta suntiang anak-anak ini pawai dengan start awal di lapangan Kubu Gadang menuju Kantor DPRD Kota Payakumbuh.
Dalam sambutannya Elfriza Zaharman atau yg akrab disapa Cece mengucapkan terima kasih atas teselenggaranya acara pawai dan juga mengucapkan terimakasih pada Dinas pendidikan Kota Payakumbuh karena telah memfasilitasi acara pawai Himpaudi Kecamatan Payakumbuh Barat.
“Kami ucapkan terima kasih atas teselenggaranya acara ini dengan baik. Kemudian terima kasih juga kepada orang tua yang turut berpartisipasi mengikuti acara ini untuk mendampingi anak-anaknya,” ucap Cece.
Selanjutnya Cece mengatakan dengan adanya pawai ini kita mengajak masyarakat untuk melihat lagi aktifitas anak-anak paud. Dan masyarakat berminat memasukkan anak dalam kegiatan paud. Karena kegiatan paud ini sangat diperlukan. Disamping itu anak-anak yang sudah ikut paud melatih mereka dalam hal keberanian dan berbagai macam aktifitas yang menyenangkan, jadi itu juga membantu mereka untuk bersosialisasi.
"Kedepanya Kita juga terus melakukan pelatihan terhadap guru-guru paud. Karena sebagian besar guru paud bukan merupakan sarjana paud jadi itu yg kita dorong agar mereka mendapatkan pendidikan. Kita adakan diklat berjenjang ilmu tentang paud dalam rangka pembentukan karakter anak," Ujarnya
Selanjutnya Cece berharap adanya peningkatan secara kualitatif dalam setiap kegiatan anak.
"Setiap pendidikan yang diterima anak, khususnya Paud perlu adanya Keterlibatan anak dan juga orang tua, jadi dalam setiap kegiatan ini menjadi lebih terasa bagi tumbuh kembang anak," pungkas Cece
Hadir dalam kegiatan tersebut Camat Payakumbuh Barat yang dalam hal ini diwakilkan oleh Sekretaris Camat Aulia Fajrin menyampaikan apresiasi atas semangat Himpaudi dalam hal ini bunda PAUD kecamatan, kelurahan, dan guru PAUD yang berswadaya agar kegiatan ini digelar.
"Kegiatan ini mendukung program pemerintah, misi Wali Kota Payakumbuh nomor satu yakni mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat, dan kompetitif. Kami berpesan agar anak-anak bisa bersuka ria mengikuti kegiatan ini dan timbulnya jiwa kompetisi anak-anak usia dini dengan berbagai kegiatan yang ada," ungkapnya.
Ditambahkan Fajrin, Setelah 2 tahun tidak melakukan kegiatan ini, semoga kedepannya tengga pendidik dan wali murid bisa bersatu padu dalam melaksanakan pendidikan khususnya untuk anak usia dini.
"Harapan kami kepada bunda paud untuk dapat kembali mendata anak-anak yang masih belum bersekolah. Besar harapan kami kepada bunda Paud dan kader untuk mengajak orang tua murid agar anaknya masuk ke Paud," Ungkapnya
"Mari kita sama-sama menyatukan persepsi dalam melaksanakan pendidikan kepada anak-anak usia dini Karena anak-anak didik kita ini lah yang akan memimpin daerah kita untuk kedepannya," Pungkas Fajrin.
Senada, Bunda Paud Kecamatan Payakumbuh Barat Desi Rahmayani mengucapkan terima kasih serta apresiasi kepada Himpaudi Kecamatan Payakumbuh barat atas terselenggaranya kegiatan pawai dengan baik.
"Terima kasih serta apresiasi kepada Himpaudi Kecamatan Payakumbuh Barat atas terselenggaranya kegiatan pawai kali ini dengan sangat baik dan lancar. Semoga kedepannya banyak lagi kegiatan yang dapat melatih keberanian untuk anak-anak kita serta pembelajaran yang sangat berharga karena dimasa usia paud ini merupakan masa golden age yang mana segala pertumbuhan, perkembangan serta kreatifitas akan diasah dengan sangat intens diusia dini. Untuk itu mari kita dukung segala kegiatan anak-anak kita karena merekalah yg akan memimpin bangsa kita dimasa depan,"ujar Desi.
Ditambahkan Desi, Pawai yang melibatkan orang tua ini diharapkan dapat membuat orang tua merasakan bagaimana mengajar dan mengarahkan anak dengan kesabaran.
"Orang tua memiliki peran yang besar terhadap pendidikan anak karena itulah pawai yang kita langsanakan ini langsung melibatkan orang tua," Pungkasnya
Sementara itu, Kabid PAUDNI Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Syafni Hasni mengatakan kegiatan ini diharapkan dapat mengembangkan potensi dan kreativitas anak sejak dini agar lebih berani tampil di depan banyak orang.
"Kami mengucapkan banyak terima kasih kepada panitia penyelenggara atas berjalannya acara kegiatan Pawai ini yang sudah memberikan dukungan kepada pemko, begitu juga pada panitia sudah memberikan loyalitas sangat tinggi sehingga kegiatan cukup lancar dan begitu baik," ujarnya (Yon)
Payakumbuh,netralpost- Rapat Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah (EPPD) Kota Payakumbuh Tahun 2022 dibuka langsung oleh Staf Ahli Bidang Pemerintahan Hukum dan politik didampingi Kepala Bagian Pemerintahan, Aplimadanar bersama Tim EPPD Provinsi Sumatera Barat laksanakan rapat evaluasi yang bertempat diruang rapat Panorama Ampangan Balaikota Payakumbuh lantai 2. Selasa, (7/6).
Rapat dipimpin langsung oleh Staf Ahli Wali Kota Payakumbuh Bidang Pemerintahan Hukum dan politik Herlina, Kepala Biro Pemerintahan diwakili oleh Kabag Otonomi Daerah Marliosni bersama tim evaluasi, Kabag Pemerintahan Setdako Payakumbuh Aplimadanar dan tim.
Kegiatan dimaksud dilaksanakan sebagaimana ketentuan amanat Peraturan Pemerintah Nomor 23 tahun 2014 tentang Pemerintah Daerah serta Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 13 tahun 2019 tentang Laporan Evaluasi Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah dan Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 18 Tahun 2020.
Dalam penyampaiannya, Staf Ahli Herlina mengatakan, berdasarkan laporan hasil rapat tim sebelumnya pada hari selasa tanggal 31 Mei 2022 berama 6 SKPD, telah dibahas tentang Indikator Kinerja Outcome (IKK) yang rendah,
"Untuk IKK Outcome yang kategori rendah telah disusul dan diperbaiki oleh SKPD, sehingga capaian Kinerja meningkat dari sebelumnya, "ungkap Herlina.
Lebih lanjut Herlina menyampaikan, untuk 6 SKPD yang masih rendah capaian Outcome nya akan melengkapinya pada saat evaluasi sesuai hasil keputusan rapat sebelumnya,
"Adapun beberapa IKK Outcome yang masih rendah capaiannya adalah, urusan Kesehatan 1 IKK, urusan PUPR 1 IKK, urusan Tenaga Kerja 1 IKK, urusan Administrasi Kependudukan dan Capil 1 IKK, urusan Koperasi dan UKM 1 IKK, urusan Kepemudaan dan Olahraga 2 IKK dan 3 IKK urusan Perdagangan, kita berharap kiranya Tim dari Provinsi Sumbar dalam pelaksanaan dan evaluasi sehingga nilai LPPD Kota Payakumbuh dapat meningkat dari tahun sebelumnya, "terangnya.
Kepala Bagian Pemerintahan Aplimadanar mengatakan, semua Laporan Penyelenggaraan Pemerintahan Daerah telah di kirim ke Provinsi Sumatera Barat,
"Laporan LPPD Kota Payakumbuh sudah kita sampaikan ke Pemerintah Provinsi Sumbar By sistem, by softcopy dan juga sudah kota kirimkan sampai ke kemendagri, "terangnya.
Aplimadanar juga menyampaikan, Kegiatan ini salah satu upaya untuk meningkatkan pemahaman dalam membuat dan menyusun LPPD di Kota Payakumbuh Tahun 2021, mulai dari petunjuk pengisian IKK, Evaluasi LPPD oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat bisa menghasilkan LPPD yang sempurna dengan menyamakan persepsi pembuatannya pada setiap satuan unit keja Perangkat Daerah,
"Disamping dievaluasi, LPPD ini juga dinilai oleh Pemerintah pusat dan kita berharap nilai LPPD Kota Payakumbuh lebih baik dari tahun lalu dan semoga dapat nominasi di Tingkat Nasional, dan bagi OPD yang datanya belum lengkap dan perlu perbaikan, kita masih punya kesempatan untuk memperbaikinya, ”pungkasnya.(Yon)
50 Kota,netralpost --Untuk meningkatkan kualitas layanan publik, melalui reformasi birokrasi seutuhnya, agar tercapai tata kelola pemerintahan yang baik, bersih, dan bertanggung jawab, perlu ditunjang oleh kapasitas aparatur yang mumpuni. Terutama aparatur yang punya kompetensi pengadaan barang dan jasa. Guna mewujudkan hal itu, Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota melalui Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumberdaya Manusia (BKPSDM) menyelenggarakan Pelatihan Pengadaan Barang Jasa (PBJ) Level 1 Bagi Pegawai Negeri Sipil di lingkup Pemkab Limapuluh Kota. Pelatihan yang diselenggarakan dengan metode Blended Learning tersebut telah dimulai dari tanggal 25 Mei 2022 hingga 7 Juni 2022 dengan metode daring kemudian dilanjutkan dengan metode Luring/tatap muka.
Bupati Limapuluh Kota Safaruddin membuka secara langsung PBJ Level 1 tatap muka pada Rabu (08/06/22) di Hotel Mangkuto Payakumbuh. Tampak hadir mendampingi Bupati Safaruddin, Asisten III Ahmad Zuhdi Perama Putra, Kepala BKPSDM Aneta Budi Putra beserta Kepala Perangkat Daerah di Lingkungan Pemkab Limapuluh Kota.
Dalam sambutannya, Bupati Safaruddin memberikan apresiasi kepada BKPSDM dan Lembaga Pelatihan Icon Training Center atas terselenggaranya Bimtek kali ini. Seterusnya ia menekankan kepada para peserta agar dapat memahami dan memiliki keahlian serta keterampilan sebagai pengguna anggaran dan pejabat pembuat komitmen atau sebagai pejabat pengadaan melaksanakan tugas secara profesional. Lebih lanjut, Bupati Safaruddin mengatakan hal ini tentunya dapat secara efektif dan efisien meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan menekankan prinsip persaingan yang sehat, transparan, terbuka, dan akuntabel. "Saya berharap kepada peserta bimtek, agar menjadikan momentum ini untuk membangun komitmen bersama mewujudkan pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang bersih dan bebas dari KKN serta memberikan ilmu yang dipelajari saat ini kepada pihak yang membutuhkan terkait tugas-tugas dan proses pengadaan barang/jasa dengan baik dan benar", ucap Bupati Safaruddin.
Sementara itu, Kepala BKPSDM yang juga menjadi Ketua Panitia, Aneta Budi Putera menjelaskan bahwa, Pelatihan PBJ Level 1 kali ini diikuti oleh 55 orang peserta yang terdiri dari Pejabat Administrator, Pejabat Pengawas, Pejabat Fungsional serta Pejabat Pelaksana yang berasal dari sejumlah Perangkat Daerah Di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Lebih lanjut ia menyampaikan bahwa pelaksanaan Bimtek PBJ merupakan bentuk kerjasama antara BKPSDM Limapuluh Kota dengan Lembaga Pelatihan Icon Training Center. "Pelatihan PBJ tahun ini dilaksanakan secara Blended, secara daring yang dilaksanakan pada tanggal 25 Mei hingga 7 Juni 2022 dan Secara Luring yang dimulai pada 8-10 Juni 2022 dan ditutup dengan Ujian Kompetensi pada 11 Juni 2022", ujar Aneta Budi. Seterusnya ia berharap para peserta dapat menguasai keahlian dalam Pengadaan Barang atau Jasa sehingga bisa mentransfer pengetahuan tersebut kepada rekan kerja di Instansi Masing-masing. *(Yon)