Pelaku tersebut berinisial D (43) warga Kampung Tuo Jorong Kuamang, Kenagarian Panti Timur, Kec. Panti Kabupaten Pasaman. Ia ditangkap di SPBU Panti yang beralamat di Jalan Lintas Sumatera Tonang Baru Jorong. Murni Kenagarian Panti Kec. Panti.
Saat diamankan, polisi menyita barang bukti berupa dua buah drum besi yang berisikan BBM jenis solar, dua buah jerigen plastik warna putih yang berisikan BBM jenis solar.
"Penangkapan pelaku berawal dari informasi yang diperoleh dari masyarakat bahwa adanya kendaraan yang telah dimodifikasi sering melakukan pembelian BBM di SPBU Panti," kata Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik, Senin (13/6) di Mapolda Sumbar.
Dari informasi tersebut, personil Polsek Panti kemudian melakukan penyelidikan dan mendapati adanya kendaraan merk Iuzu Straga jenis warna putih dengan Nopol : BA 8151 DD yang mencurigakan pada saat sedang melakukan pengisian BBM di SPBU tersebut.
Pada saat dilakukan pengecekan oleh petugas, sipemilik kendaraan berusaha menutupi tangki yang telah dimodifikasi sehingga petugas melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap kendaraan tersebut.
"Dalam pemeriksaan menyeluruh petugas menemukan adanya dua lubang pengisian pada kendaraan tersebut dan petugas menggiring kendaraan menuju Mapolsek Panti untuk diperiksa dan memintai keterangan dari sipemilik kendaraan," ujarnya.
Dari keterangan pelaku, mobil yang dimodifikasi itu bertujuan untuk dapat membeli BBM jenis solar bersubsidi dalam jumlah banyak, dan setelah melakukan pengisian kemudian pelaku memindahkan solar tersebut dari tangki kendaraan yang telah dimodifikasi ke dalam drum di rumahnya.
"Pengakuan pelaku, dalam satu hari kegiatan tersebut berlangsung sebanyak 3 (tiga) kali secara bolak balik melakukan pengisian ke SPBU Panti," jelasnya.
Untuk selanjutnya, pelaku D beserta barang bukti dibawa ke Mapolsek Panti guna dilakukan pemeriksaan dan pengembangan lebih lanjut.
Selain mengamankan drum berisikan BBM solar bersubsidi, polisi juga menyita satu unit kendaraan jenis pickup merk Isuzu Straga warna putih dengan No.pol : Ba 8151 DD, satu lembar STNK, sebuah kunci kontak kendaraan ISUZU Straga, satu buah corong plalstik warna biru, dan dua buah selang plastik.(*)
Limapuluh Kota,netralpost - Tingginya kualitas sumber daya manusia merupakan faktor kunci keberhasilan pelaksanaan fungsi pemerintahan dan pembangunan daerah. Menyadari hal itu, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Limapuluh Kota terus mengembangkan sayap untuk berkerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi. Terbaru Pemkab Limapuluh Kota menggandeng Universitas Terbuka (UT) untuk penyediaan sumber daya manusia (SDM) berkualitas untuk pelayanan publik dan pemberdayaan masyarakat.
Komitmen kerja sama itu diwujudkan dalam penandatangan Nota Kesepahaman/ (Memorandum of Understanding/MoU) antara Pemkab Limapuluh Kota dengan UT, yang ditandatangani oleh Bupati Limapuluh Kota dan Wakil Rektor UT Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja Sama Rahmat Budiman, Ph.D, pada Minggu (12/06/2022) di Convention Center Truntum Hotel, Padang. Penandatangan MoU ini berlangsung dalam rangkaian acara wisuda 600 sarjana lulusan Unit Program Belajar Jarak Jauh - Universitas Terbuka (UPBBJ -UT) Padang.
Terwujudnya nota kesepahaman itu menyusul MoU sejenis dengan Universitas Negeri Padang, Universitas Islam Negeri Padang dan Universitas Muhammadyah Sumatera Barat. Kerja sama yang terjalin juga merupakan implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, yakni pendidikan, penelitian dan pengabdian masyarakat. Secara umum butir-butir Nota Kesepahaman meliputi kerja sama penyelenggaraan program-program di bidang pendidikan, penelitian, pengabdian masyarakat serta pengembangan sumber daya manusia, serta pelaksanaan pendampingan dalam pemberdayaan masyarakat.
Bupati Safaruddin dalam sambutan di momen wisuda UT dan penekenan MoU itu menyampaikan selamat atas wisuda 600 sarjana lulusan UPBJJ-UT Padang. Selanjutnya, Bupati Safaruddin menyampaikan sesuai Visi Kabupaten Limapuluh Kota dalam mewujudkan Limapuluh Kota yang Madani Beradat dan Berbudaya dalam kerangka adat Basandi Syarak Syarak Kitabullah, terdapat tiga kata kunci yang ingin dicapai yaitu Madani, Beradat, dan Berbudaya. Ketiganya bisa diwujudkan dengan membangun kerja sama pemerintah , pemerintah daerah serta institusi lainnya seperti perguruan tinggi. “Kerjasama yang dibangun antara pemerintah daerah dengan UT merupakan upaya memberikan akses pendidikan terbuka dan berkualitas tentunya perlu didukung kedua belah pihak,”jelas Bupati Safaruddin. Kesepakatan ini tentunya dapat dilakukan dengan sinergitas program antara kedua institusi terutama meningkatkan kualitas SDM. Lebih lanjut Bupati berharap Nota Kesepahaman ini akan dilanjutkan dengan komitmen perjanjian kerjasama antara organisasi perangkat daerah lingkup Kabupaten Limapuluh Kota dengan pelbagai program studi di UT. Turut menyaksikan penandatangan MoU antara lain Direktur Universitas Terbuka Padang Prof.Karnedi, Asisten I Herman Azmar, Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati dan Kepala Bagian Tata Pemerintahan Wiradinanta F.
Di bagian lain Bupati Safaruddin turut mengajak kepada para ASN di Pemkab Limapuluh Kota yang ingin melanjutkan pendidikan ke strata lebih tinggi, maka UT salah satu solusinya. "Metode pembelajaran jarak jauh yang dipakai oleh Universitas Terbuka tentunya dapat mempermudah para pegawai untuk mendapatkan akses pendidikan yang lebih fleksibel dan efektif", kata Bupati Safaruddin.
Sementara itu, Rektor UT melalui Wakil Rektor Bidang Pengembangan Institusi dan Kerja sama, Rahmat Budiman mengapresiasi Pemkab Limapuluh Kota yang menjadikan sektor pendidikan salah satu program prioritas di Limapuluh Kota. Selanjutnya, dia mengatakan bahwa sistem perkuliahan UT yang fleksibel dengan menggunakan metode pembelajaran jarak jauh dapat menjadi solusi bagi mahasiswa yang berasal dari daerah yang termasuk dalam kategori 3T (Terdepan, Tertinggal, Terpencil) untuk ikut mengenyam pendidikan yang lebih tinggi. Dia mengungkapkan selama masa Pandemi, UT yang merupakan pionir dalam pembelajaran jarak jauh tentunya menjadi rujukan dalam penerapan sistem pendidikan daring tersebut. "Limapuluh Kota akan menjadi mitra strategis Universitas Terbuka dalam upaya mewujudkan 500.000 mahasiswa di masa yang akan datang", ucapnya. (Yon)
Payakumbuh,netralpost-- Pembinaan dan pengawasan oleh pemerintah pusat maupun daerah merupakan salah satu bentuk dalam melaksanakan evaluasi atas apa yang telah berlangsung ditengah masyarakat, sebagaimana hal tersebut diatur dalam Peraturan Menteri Dalam Negeri Nomor 81 Tahun 2015 tentang Evaluasi Perkembangan Desa dan Kelurahan, melalui penyelenggaraan Lomba Desa dan Kelurahan.
Dengan merujuk Permendagri tersebut, maka dilaksanakan lomba kelurahan berprestasi di tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2022. Dan dalam hal ini Kota Payakumbuh turut ambil andil dengan mengutus Kelurahan Nunang Daya Bangun, Kecamatan Payakumbuh Barat.
Kegiatan pertemuan bersama perwakilan dari masyarakat kelurahan Nunang Daya Bangun yang bertempat di Aula TPA Nunang Daya Bangun dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda didampingi Staf Ahli Wali Kota Elfriza Zaharman, Camat Payakumbuh Barat Ul Fakhri, Kabag Pemerintahan Aplimadanar, Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika Junaidi, Kabid Kehumasan Rudi Arnel,Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi, Serta perwakilan dari OPD terkait.
Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda mengatakan sebelum menghadapi penilaian oleh Pemerintah Provinsi Sumatera Barat pada 21 Juni 2022 mendatang, Kelurahan Nunang Daya Bangun akan diberikan pembinaan dalam menghadapi penilaian nanti.
Dalam mempersiapkan Kelurahan Nunang Daya Bangun di perlombaan tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang terpenting adalah bagaimana kerjasama dari OPD Terkait dan masing-masing bidang melakukan pembinaannya. Diharapkan untuk semua elemen masyarakat ikut untuk menjadikan kelurahannya menjadi berprestasi ditingkat Sumatera Barat.
"Untuk itu diharapkan Lurah, jajaran pemerintah serta masyarakat kelurahan setempat betul-betul serius menghadapi penilaian kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat," Ujar Rida, Senin(13/6)
Ditambahkan Rida, Perlunya komitmen penuh OPD serta Stakeholder terkait untuk membina kelurahan Nunang Daya Bangun dalam perlombaan tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2022.
"Semoga melalui rapat ini kita semua saling mendukung, Mulai dari OPD terkait serta masyarakat Kelurahan Nunang Daya Bangun harus ikut andil dan bekerjasama dalam mensukseskan kegiatan ini sehingga perlombaan Kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumbar ini dapat berjalan dengan baik sesuai dengan harapan kita semua,"pungkasnya
Adapun indikator penilaian Lomba Kelurahan berprestasi tingkat Sumatera Barat tahun 2022 ini didasarkan pada indikator penilaian yang terdapat dalam Lampiran Permendagri Nomor 81 Tahun 2015 yang meliputi pada tujuh aspek bidang penilaian, yakni meliputi :
1.Bidang pemerintahan
2.Bidang kewilayahan
3.Bidang pendidikan
4.Bidang kesehatan
5.Bidang ekonomi
6.Bidang PKK
7.Bidang kelembagaan dan partisipasi masyarakat.
Sementara itu Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi mengatakan Kelurahan Nunang Daya Bangun sudah melaksanakan persiapan untuk menghadapi penilaian yang akan dilakukan oleh Provinsi Sumatera Barat nantinya.
“Dan seluruh elemen yang ada di seluruh kelurahan saat ini ikut ambil andil dan turut berpartisipasi dalam menghadapi lomba ini untuk membawa kelurahan Nunang Daya Bangun menjadi pemenang di tingkat Provinsi Sumatera Barat, dan dalam kegiatan pembinaan kali ini turut hadir tokoh masyarakat Indra Heldi dari bukittinggi, yang dahulunya adalah lurah berprestasi tingkat nasional dan beliau merasa terpanggil untuk membantu dan memberikan pengarahan agar kelurahan Nunang Daya Bangun sukses dalam penilaian Kelurahan terbaik Tingkat Provinsi Sumatera Barat tahun 2022," ungkap Ari.
Ditambahkan Ari, mulai besok (14/6) pihaknya bersama perangkat kelurahan serta masyarakat akan melakukan penguatan pembinaan di berbagai bidang selama 3 hari kedepan dan setelah itu juga akan mempersiapkan prosesi penyambutan untuk tim penilai tingkat Provinsi Sumatera Barat.
" Kami akan melakukan persiapan secara matang untuk beberapa hari kedepan, mulai dari persiapan administrasi, non administrasi dan teknis maupun non teknis. Semua persiapan akan kami selesaikan H-3 sebelum adanya penilaian sehingga disaat penilaian nanti tidak ada kekurangan dari segi apapun. Semoga nantinya Kelurahan Nunang Daya Bangun sukses dalam penilaian tingkat Provinsi Sumatera Barat," Pungkas Ari (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Prestasi membanggkan ditorehkan oleh 2 Pemuda Pelopor dari Kota Payakumbuh yang sukses menjuarai ajang Penilaian Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Sumatera Barat berdasarkan surat yang dikeluarkan oleh Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat, Senin (13/6).
Ada Fadhilul Qosasi yang berhasil meraih juara 1 bidang sumber daya alam, lingkungan, dan pariwisata, mengungguli pemuda pelopor dari Kota Padang dan Kabupaten Sijunjung.
Serta M. Ikhsan yang berhasil meraih juara 1 bidang inovasi dan teknologi mengungguli pemuda pelopor dan Kabupaten Limapuluh Kota dan Kabupaten Sijunjung.
Menurut keterangan Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olahraga Kota Payakumbuh Desmon Corina didampingi Sekretaris Delni Putra, kepada media, Senin (13/6) mengatakan, dari 4 kategori pemuda pelopor yang mewakili Kota Payakumbuh ke tingkat provinsi, 2 orang berhasil juara 1 dan berhak mewakili Provinsi Sumatera Barat untuk melaju ke tingkat nasional.
"Ananda Fadil pemuda yang peduli kepada lingkungannya. Menjadi inovator di bidang lingkungan dengan memberantas sampah dan mengolahnya menjadi pupuk walau dengan rintangan dan hambatan yang dihadapi. Sementara itu ananda Ihsan adalah inovator bidang teknolog. Menyehatkan masyarakat Payakumbuh dan sekitarnya dengan mengaplikasikan teknologi untuk memudahkan masyarakat dalam berolahraga. Saat ini kita menyiapkan kebutuhan kedua pemuda pelopor untuk menyongsong ajang di tingkat nasional," kata Desmon.
Terpisah, Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi menyampaikan ucapan selamat kepada 2 orang putra terbaik Payakumbuh yang telah sukses dengan prestasinya menjadi juara 1 dalam Pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Sumatera Barat.
"Insyaallah Ananda Fadil dan Ananda Ihsan akan mewakili provinsi Sumbar dalam pemilihan pemuda pelopor tingkat Nasional. Fadil dan Ihsan adalah pemuda yang aktif, kreatif, dan inovatif. Kedua pemuda Payakumbuh ini telah berhasil memberdayakan masyarakat, menciptakan lapangan pekerjaan sehingga perekonomian masyarakat pun menjadi meningkat," kata Riza.
"Mari sama-sama kita doakan semoga ananda Fadil dan ananda Ihsan sukses dalam pemilihan pemuda pelopor di tingkat nasional nantinya sehingga dapat mengharumkan nama Sumatera Barat dan Payakumbuh pastinya. Selamat selamat berjuang dan semoga sukses," pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat Dedy Diantolani selaku penanggung jawab dan tim penilai menerangkan pada hari ini Rabu (8/6) lalu, di Kantor Dinas Pemuda dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat diadakan penilaian dan penetapan permenang pemilihan Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022, yang terdiri atas 5 (lima) bidang kepeloporan pemuda, yaitu Bidang Pendidikan, Bidang Agama, Sosial dan Budaya, Bidang Pengelalaan Sumber Daya Alam, Lingkungan dan Pariwisata, Bidang Pangan, dan Bidang Inovasi Tekhnologi.
"Ajang ini dikuti oleh 34 orang peserta terdiri dari 12 Kabupaten/Kota. Penilaian dilakukan oleh 8 orang juri yang terdiri dari Dedy Diantolani, Gusty Anola, Hotna Hirawati, Anita, Asril, Rahmawati Koto, Aulia Ramadhani, dan Rindiati Adistina," tulis Dedy dalam berita acara Dispora Sumbar. (Yon)
Dari pantauan di Mako Polda Sumbar, untuk parkir khusus disabilitas terletak di area parkir mobil yang berada disamping ruang SPKT. Sedangkan untuk jalur disabilitas, berada di depan halaman Mapolda Sumbar.
Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik mengatakan, lokasi parkir dan jalur untuk disabilitas yang baru dibuat tersebut untuk memudahkan masyarakat dalam mendapatkan pelayanan di Polda Sumbar.
"Sesuai instruksi bapak Kapolri dan bapak Kapolda, Polda Sumbar kini menyediakan fasilitas untuk saudara kita yang berkebutuhan khusus (disabilitas)," katanya, Senin (13/6).
Ia menyebut, area parkir itu dibangun tadi siang. Sedangkan jalur untuk disabilitas telah dibuat beberapa waktu lalu.
Selain di Polda katanya, fasilitas untuk masyarakat disabilitas ini juga akan dibangun di tiap-tiap Polres pada jajaran Polda Sumbar.
"Semoga dapat membantu dan bermanfaat bagi seluruh masyarakat," pungkasnya.(*)
Payakumbuh,netralpost--- Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda menyampaikan Nota Penjelasan Wali Kota Payakumbuh Terhadap 3 (Tiga) buah Rancangan Peraturan Daerah (Ranperda) Kota Payakumbuh tahun 2022 yang disampaikan dalam Rapat Paripurna di Kantor DPRD setempat, Senin(13/6).
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus didampingi Wakil Ketua DPRD Wulan Denura dan Armen Faindal, serta dihadiri oleh Anggota DPRD, Pejabat Pemko Payakumbuh, serta tamu undangan.
Dalam paparannya, Sekda Rida Ananda menyampaikan nota penjelasan terhadap 3 Ranperda kota Payakumbuh yakni Ranperda tentang pengelolaan keuangan daerah, Ranperda tentang pembangunan infrastruktur berkelanjutan dan Ranperda tentang penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah domestik.
Dijelaskan Rida, Ranperda tentang pengelolaan keuangan daerah disusun untuk mengganti pengaturan pengelolaan keuangan daerah yang sebelumnya telah diatur dalam Peraturan Daerah Nomor 3 tahun 2010 tentang pokok-pokok pengelolaan keuangan daerah, yang disusun berdasarkan peraturan pemerintah nomor 58 tahun 2005 yang telah dicabut dan tidak berlaku lagi setelah keluarnya Peraturan Pemerintah nomor 12 tahun 2019 tentang pengelolaan keuangan daerah serta terbitnya undang-undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintah daerah telah memberi dampak termasuk pengaturan mengenai pengelolaan keuangan daerah harus disesuaikan kembali dengan perkembangan yang ada.
" Melalui ranperda pengelolaan keuangan daerah ini kita berharap pemerintah daerah mampu menciptakan sistem pengelolaan keuangan daerah secara tertib, efesien, ekonomis, efektif transparan dan bertanggung jawab dengan memperhatikan rasa keadilan, kepatutan, kemanfaatan untuk masyarakat dengan tetap menaati peraturan perundang-undangan yang berlaku," Terang Rida
Lebih lanjut, Rida menyampaikan Ranperda tentang pembangunan infrastruktur berkelanjutan. Salah satu upaya untuk menekan angka kesenjangan pembangunan di Kota Payakumbuh, dilakukanlah penetapan kawasan strategis yang menjadi prioritas pembangunan kota payakumbuh yaitu Kawasan Sungai Batang Agam yang saat ini menjadi fokus utama dalam pelaksanaan pembangunan infrastruktur kota yang dapat mendorong peningkatan daya saing dan pertumbuhan ekonomi di daerah dengan tetap memperhatikan aspek lingkungan.
" Berdasarkan hal tersebut, Pemko Payakumbuh perlu menetapkan regulasi yang mampu menjamin kepastian hukum dalam penyelenggaraan pembangunan infrastruktur berkelanjutan di daerah . Dengan adanya regulasi baru dalam bentuk peraturan daerah, hal ini dapat mengakomodir berbagai permasalahan terkait infrastruktur bekelanjutan di Kota Payakumbuh," Paparnya.
Terakhir, Rida menyampaikan Ranperda tentang penyelenggaraan sistem pengelolaan air limbah domestik. Masalah limbah telah menjadi isu nasional karena menimbulkan dampak negatif bagi kesehatan masyarakat, sementara hak untuk mendapatkan kesehatan merupakan Hak Asasi Manusia yang telah dijamin dalam UUD 1945.
"Maka untuk memberikan arahan, landasan dan kepastian hukum bagi semua pihak dalam penyelenggaraan pengelolaan air limbah domestik tersebut di kota Payakumbuh perlu bersama-sama kita lahirkan regulasi dalam bentuk Perda karena telah menjadi kewajiban bagi pemerintah daerah untuk menetapkan kebijakan tersebut," Pungkas Rida.
Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus mengatakan sesuai dengan jadwal dan kegiatan DPRD Kota Payakumbuh berkaitan dengan 3 Ranperda, Badan Musyawarah DPRD Kota Payakumbuh akan menggelar rapat dan untuk kelanjutan pembahasan 3 ranperda akan ditetapkan pada Badan Musyawarah berikutnya.
"Selanjutnya, DPRD Kota Payakumbuh menyiapkan pemandangan umum fraksi-fraksi terhadap ketiga Ranperda tersebut dan tahapan selanjutnya dalam pembahasan akan ditetapkan pada Bamus berikutnya," Pungkasnya.(Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Sebanyak 76 atlet dari 12 perguruan Pencak Silat di Kota Payakumbuh pada hari Minggu,12 Juni 2022 berkumpul dan bertanding dalam ajang seleksi atlet untuk menghadapi Kejuaraan Daerah Pencak Silat Sumatera Barat yang dihelat oleh Dinas Pemuda Dan Olahraga Provinsi Sumatera Barat di Solok Selatan pada 19-22 Juni 2022 mendatang.
Bertempat di GOR Type B Tanjung Pauh, atlet pencak silat Kota Payakumbuh tersebut bersaing secara luar biasa memperebutkan 16 kuota sebagai duta kota Batiah untuk kejuaraan berskala provinsi tersebut.
Tampak Ketua IPSI Kota Payakumbuh yang juga selaku Ketua DPRD kota Payakumbuh, Hamdi Agus, ST yang mendampingi langsung proses seleksi di GOR yang megah tersebut terlihat puas dengan jalannya proses seleksi yang berjalan dengan baik dan penuh suasana kekeluargaan dan silaturahmi.
"Kami harapan kepada atlet-atlet terpilih yang akan mewakili kota biru Payakumbuh untuk dapat menggapai prestasi maksimal di kejuaraan daerah nantinya," ujar Ketua DPRD dari Fraksi PKS yang muda dan energik itu dalam sambutannya.
Hasil seleksi IPSI Kota Payakumbuh menghasilkan 7 atlet Putra terbaik dimasing masing kelas pertandingan yakni, Fathan Azzam (A), Tegar ( B ), Asyral ( C ), Agung ( D ), Haris ( E ), Dendi ( F ) dan Adri ( G ), serta 6 atlet terbaik Putri yakni, Dea ( A ), Nabila ( B ), Wira ( C ) , Selni ( D ), Rani ( E ) dan Friska ( F ). (Yon)
Payakumbuh,netralpost
Kelurahan Nunang Daya Bangun Kecamatan Payakumbuh Barat mewakili kota Payakumbuh untuk ambil andil dalam kepesertaan kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumatra Barat tahun 2022.
Rapat dipimpin langsung Wali Kota Payakumbuh yang dalam hal ini diwakilkan oleh Asisten I bidang pemerintahan dan kesra Dafrul Pasi serta dihadiri oleh Kepala OPD terkait serta tokoh masyarakat Kelurahan Nunang Daya Bangun.
Dalam sambutannya, Asisten I Dafrul Pasi mengatakan untuk menjadi kelurahan terbaik perlu dilakukan berbagai pembenahan dan pembinaan terutama pada aspek pemberian pelayanan.
"Suatu prestasi yang diraih tidak mungkin terlaksana dan berhasil tanpa dukungan dari kita bersama. Kita memerlukan kerjasama dari OPD terkait serta dorongan dari masyarakat untuk bersama-sama melakukan dan melaksanaan pembinaan serta memberikan pelayanan terbaik," ucapnya.
Dalam mempersiapkan Kelurahan Nunang Daya Bangun di perlombaan tingkat Provinsi Sumatera Barat, yang terpenting adalah bagaimana kerjasama dari OPD Terkait dan masing-masing bidang melakukan pembinaannya. Diharapkan untuk semua elemen masyarakat ikut untuk menjadikan kelurahannya menjadi berprestasi ditingkat Sumatera Barat.
"Untuk itu diharapkan Lurah, jajaran pemerintah serta masyarakat kelurahan setempat betul-betul serius menghadapi penilaian kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat," imbuhnya.
Senada, Kepala Bagian Pemerintahan Aplimadanar mengatakan diperlukannya komitmen penuh OPD terkait untuk membina kelurahan Nunang Daya Bangun dalam perlombaan tingkat Provinsi pada 21 Juni 2022 mendatang.
"Sesuai pengalaman kita di tahun lalu, lebih baik pembinaan kelurahan dilakukan jauh sebelum diadakannya lomba. Hal ini bertujuan agar OPD terkait cukup waktu dan dapat melakukan pembinaan secara maksimal," Ujarnya
Dalam waktu yang kurang 1 bulan, semua OPD terkait agar berperan aktif dan tim harus memaksimalkan persiapan. Dan juga ciptakan aplikasi yang tepat sasaran ke masyarakat terang Aplimadanar.
"Jadi, apa saja yang dinilai harus dipersiapkan mulai saat ini. Seperti biasanya ekspos dari Lurah berupa kelengkapan kemasan catatan dalam bentuk laporan, termasuk potensi dan swadaya masyarakat. Semoga melalui rapat ini kita semua saling mendukung, sehingga perlombaan Kelurahan berprestasi tingkat Provinsi Sumbar ini dapat kita bina lebih lanjut nantinya untuk perlombaan tingkat Nasional,"pungkasnya
Sementara itu, Lurah Nunang Daya Bangun Ari Ashadi memaparkan bahwa di tahun 2022 ini Kelurahan Nunang Daya Bangun memiliki penguatan kegiatan unggulan diantaranya :
1. Bidang Pemerintahan
a. Yandu Coga
b. G30 H MKT
c. DISANGKO (Diskusi secangkir
kopi)
2. Bidang Kewilayahan
a. Bersinar
b. Konsultasi Hukum Gratis
c. Rencana Menetapkan Kluster
Kelurahan
3. Bidang Kemasyarakatan
a. Mawar Merah
b. Risma (Remaja Mesjid)
c. Sekolah Badminton
Dan lain sebagainya.
Selain inovasi yang telah disebutkan, inovasi yang berkaitan dengan ekonomi, website dan media sosial di kelurahan Nunang Daya Bangun akan dibuat lebih aktif lagi. Ini juga menjadi penilaian utama nantinya," tutur Ari
Ari juga mengingatkan keterlibatan PKK dalam persiapan lomba sangat diperlukan.
“Kita tingkatkan kolaborasi dan laporan dari PKK, insyaa Allah kita akan menang," Pungkasnya (Yon)
Limapuluh Kota,netralpost-
Selain itu, Para "Datuak" tersebut hendaknya dapat menyelesaikan permasalahan kaum melalui musyawarah mufakat agar konflik di tingkat nagari dapat diminimalisir sehingga tidak menghambat kelancaran pembangunan di Nagari. Harapan itu secara bersama ditompangkan Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo, Ketua DPRD Limapuluh Kota Deni Asra, Ketua Lembaga Kerapatan Adat Alam Minangkabau (LKAAM) Limapuluh Kota Zulhikmi, Walinagari Talang Maua Nurmal Efendi ketika memberikan sambutan saat menghadiri Alek Batagak Pangulu Nagari Talang Maua pada Sabtu (11/06/2022).
Dilaksanakan terakhir kalinya 2016 lalu, sejumlah 15 orang penghulu dilewakan gelarnya pada Alek Batagak Pangulu Talang Maua kali ini. Kegiatan yang kental dengan tradisi adat Minangkabau tersebut juga turut dihadiri oleh Ketua TP PKK Limapuluh Kota Nevi Safaruddin Anggota DPRD Limapuluh Kota Dapil Guguak-Mungka-Harau Yos Sariadi , Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Indrawati. (Yon)
50 Kota,netralpost--
Persoalan itu, katanya, diakibatkan naiknya harga pupuk dan pestisida non subsidi di pasaran hingga mencapai 300 persen dari harga biasa. Kondisi tersebut sontak membuat ribuan petani Jeruk Siam Gunuang Omeh (Jesigo) kesulitan merawat tanaman jeruk mereka
ara petani jeruk kita di Gunuang Omeh saat ini rata-rata kondisinya sangat terpukul. Ini akibat mahalnya harga pupuk dan pestisida di pasaran,” kata Khairul Apit, yang merupakan politisi Partai Gerindra kepada MKN, Sabtu (11/6).
Bahkan, menurut Apit, sudah banyak masyarakat petani jeruk yang membiarkan lahan kebun jeruknya, karena hasil penjualan tidak lagi sebanding dengan biaya perawatan tanaman jeruk.
Berangkat dari niat ingin menyelesaikan masalah, Khairul Apit kemudian mencoba berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Dinas Peternakan serta Dinas Perkebunan. Mengingat, dua OPD tersebut merupakan rekan kerjanya selaku anggota DPRD.
Tak tanggung-tanggung, Khairul Apit juga merancang sebuah program bernama Sistem Integrasi Jesigo dan Itiak (Sijontiak). Ia menawarkan konsep Sijontiak kepada OPD terkait dengan harapan dapat membantu petani jeruk, untuk keluar dari masalah yang tengah dihadapi.
“Kemarin, saya ajak Kepala Dinas Tanaman Pangan Hortikultura dan Perkebunan dan Kadis Peternakan dan Kesehatan Hewan ke lokasi perkebunan masyarakat di Gunuang Omeh. Agar kita bisa melihat langsung bagaimana kondisi persoalan yang tengah dihadapi petani jeruk kita. Ini sedang kita lakukan pembahasan,” sambungnya.
Dalam konsep SIJONTIAK, mantan wali nagari Pandam Gadang itu menerangkan, bahwa sistem integrasi yang dimaksud yakni bagaimana para petani jeruk dapat menyandingkan pola pertanian jeruk, dengan beternak hewan yakni itik di dalam satu lokasi.
“Nanti, Pemda bisa mengupayakan pola bantuan minimal para petani jeruk ini diberikan bantuan itik, agar mereka bisa pelihara di dalam kebun jeruk. Ibaratnya seperti tumpang-sari. Manfaatnya akan banyak sekali,” sebut Khairul Apit.
Selain kurangnya pemupukan, lanjutnya, tanaman jeruk milik petani Jesigo banyak mengalami penyakit salah satunya karena hama tanaman. Dia menyebut, kalau ada itik di dalam kebun, maka dengan sendirinya itik akan membasmi rumput termasuk hama wereng dan ulat.
“Selain itu, kotoran itik bisa juga digunakan sebagai pupuk. Buah jeruk yang jatuh pun akan langsung dikonsumsi oleh itik. Petani secara langsung juga akan diuntungkan secara ekonomis, karena bisa menjual telur-telur itik,” sebutnya.
Khairul Apit yang juga berpengalaman bertani jeruk menyangsikan kecenderungan petani Limapuluh Kota yang masih konstan memakai pupuk dan pestisida berbahan kimia. Menurutnya, paradigma ini sudah saatnya dirubah, dengan melakukan pengalihan ke sistem pertanian organik.
Misalnya dengan memberdayakan pupuk atau bahan pestisida organik. Saat ini, katanya, secara keilmuan akademik, banyak para ahli tanah mengingatkan bahwa penggunaan bahan kimia secara masif menjadi biang masalah kerusakan dan penyakit tanaman, karena secara langsung dapat menghilangkan unsur hara tanah.
Apalagi saat ini sudah banyak produsen-produsen swasta pembuat pupuk organik di Kabupaten Limapuluh Kota. Dirinya mengaku, akan mendesak pemerintah daerah, dapat melakukan pemberdayaan pupuk organik untuk pertanian.
“Ini solusi yang perlu saya tawarkan. Bagaimana kita bersama pemerintah daerah bisa melakukan pemberdayaan melalui sistem pertanian yang efektif, efisien dan produktif. Saya akan minta Dinas, bisa gencar memberi penyuluhan atau pembinaan secara masif ke kelompok tani, agar mereka bisa beralih ke sistem organik,” imbuh Apit. (Yon).