Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 Payakumbuh,netralpost


- Wakil Wali Kota Payakumbuh sampaikan perkembangan pariwisata daerah kepada Tim Visitasi dan Verifikasi kegiatan Peduli Wisata Awards (PWA) tahun 2022 karena Payakumbuh menjadi salah satu nominator pada penilaian tingkat Sumatera Barat (Sumbar) tersebut.


Wawako Erwin Yunaz mengatakan, saat ini potensi pengembangan pariwisata di Payakumbuh lebih diarahkan kepada gastro tourism dan sport tourism dengan tujuan lebih menarik wisatawan untuk berkunjung.


"Untuk gastro toutism ini baru ada dua kota di Indonesia yaitu di Ubud Bali dan kita di Payakumbuh. Walaupun Ubud telah lebih dulu dari kita, tapi saat ini yang terlengkap untuk gastro tourism ini baru kita satu-satunya di Indonesia. Diharapkan dengan itu para wisatawan akan lebih banyak berkunjung," kata Wawako Erwin Yunaz kepada tim penilai di Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Payakumbuh, Kamis (01/09).


Selain itu, dijelaskan Erwin, Pemko Payakumbuh telah mengeluarkan beberapa regulasi dalam pengembangan pariwisata di Payakumbuh. Diantaranya ada peraturan wali kota, SK wali kota serta SK dari Kepala Dinas Pariwisata Pemuda dan Olah Raga (Disparpora) Kota Payakumbuh.


"Mulai dari penetapan retribusi tempat rekreasi dan olah raga, penetapan kampung wisata hingga pengukuhan perkumpulan homestay di Payakumbuh. Ini semua demi kenyamanan orang yang berkunjung ke Payakumbuh," ucapnya.


"Dan untuk menunjang itu semua tidak lepas dari kemudahan dalam pengurusan perizinan di Payakumbuh. Dengan kemudahan itu banyak investor yang mau berinvestasi di Payakumbuh. Sehingga akhir tahun lalu Payakumbuh diganjar sebagi terbaik nasional pelayanan investasi oleh Presiden RI," imbuhnya.


Dikesempatan itu juga Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus mengatakan, untuk meningkatkan pariwisata di Payakumbuh legislatif siap mendukung dan mensuport baik itu dari segi penganggaran.


"Kita di dewan siap mendukung setiap kegiatan, apalagi untuk kemajuan pariwisata. Karena di sektor pariwisata ini pergerakan ekonomi cukup tinggi," ucapnya.


Lebih lanjut ditambahkan Kepala Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Kota Payakumbuh Junaidi, untuk kemajuan dan perkembangan pariwisata di Payakumbuh ini tidak lepas dari publikasi dan promosi yang dilakukan oleh Pemko Payakumbuh.


"Tanggal (07/09) ini kita akan melauncing aplikasi My kopay. Yang bertepatan dengan Rakor kepala daerah se Sumbar. Dan langsung diresmikan oleh Bapak Gubernur,"  terangnya.


"Dengan adanya aplikasi ini nanti masyarakat kita akan lebih terbantu dengan informasi yang ada di aplikasi tersebut, termasuk seluruh program OPD di Payakumbuh. Nanti masyarakat bisa mengetahui lokasi wisata serta keunggulan lain Kota Payakumbuh. Serta bisa memantau Kota Payakumbuh melalui live CCTV," tukuknya.


Sementara itu perwakilan tim penilai Doni Hendara yang merupakan Kabid. Desninasi dan Industri Pariwisata Dinas Pariwisata Sumbar menyebut, sebelumnya Payakumbuh sudah masuk kedalam sembilan besar namun karena Payakumbuh sudah memenuhi tiga kriteria utama, sehingga Payakumbuh sudah masuk ke dalam tiga besar.


"Untuk menjadi yang terbaik tentu Payakumbuh harus bisa membuktikan sesuai indikator yang akan dinilai di lapangan. Kalau semua terpenuhi tentu akan menjadi yang terbaik," pungkasnya.


Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Asisten II Elzadaswarman serta OPD terkait yang selalu mendukung untuk kemajuan pariwisata di Payakumbuh. (Yon)

 NELIA, BERIJAZAH MARITIM BERLABUH JADI PETANI DENGAN PRESTASI NASIONAL





Limapuluh Kota,netralpost--Sumburat gembira menghiasi  wajah Nelia Irawati. Apa pasal? Sepucuk surat dari Kementerian Pertanian Republik Indonesia semua berawal. Nelia Irawati, terkadang disapa  Buk Nel, warga Kubang Rasau, Balai Panjang, Lareh Sago Halaban, Kabupaten Limapuluh Kota, didaulat menjadi Petani Berprestasi Nasional 2022.  Ia bersama 25 petani lainnya se-Nusantara diganjar predikat prestisius itu oleh  Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumberdaya Manusia Pertanian dalam rangka HUT ke-77 Kemerdekaan Republik Indonesia 2022. Titel Petani Berprestasi disematkan untuk individu petani yang giat berusaha tani, gigih berinovasi, pantang menyerah, peduli dengan petanian lainnya serta abai dengan inovasi yang bersumber dunia maya.  Pendek cerita figur petani yang jadi suluh bagi lingkungannya. 


Bagaimana kisah Nelia, wanita bersahaja  kelahiran tahun 1974 nini muncul di panggung nasional? Semua berawal bagaimana ia  bertarung untuk hidup.  Usai menggenggam ijazah  Akademi Maritim Sapta Samudra Padang tahun 2000, ia diselimuti kegalauan. Mau kerja apa setelah lulus D3 Kemaritiman. Asinnya air laut belum cukup untuk membiusnya. Justru Nelia terjun ke dunia yang jauh dari bunyi kepak camar, bidang konveksi. Itupun tak lama dilakoninya, dia lantas  berkerja di pusat perbelanjaan sampai menggalas di Pasar Payakumbuh.  Meskipun, ia pun akhirnya sempat juga mengenyam kerja di hiruk pikuk pelabuhan, dewi fortuna ternyata tak kunjung singgah untuk sekedar berbisik, bahwa pekerjaan yang dijalaninya bisa diandalkan untuk menggantungkan hidup.  Tetap muncul keraguan di ingatannya. Menggalas di Pasar Payakumbuh," katanya,"Persaingannya semakin tinggi dan penghasilan justru semakin berkurang." Ragam pekerjaan yang jauh panggang dari api jika menilik ijazahnya ia jalani sampai tahun 2007. 


Dengan  kegalauan menari-nari di kepalanya, alam kampungnya  Kubang Rasau yang permai pun memperangkapnya. Pendar mentari pagi, hamparan persawahan dilingkupi Bukit Barisan, lalu lalang hewan ternak, hujan yang membasahi bumi serta petani yang bersimbah keringat melintas diingatanya. Ia kecap semua baunya. Bau segarnya cabe yang baru dipetik, bau tanah yang dibalikkan mata pacul, semua terasa akrab di inderanya. Tapi bukankah bertani itu erat dengan kesusahaan, jaminan pendapatan yang tak pasti, ia membatin. Bukankah ia berkuliah di Akademi Maritim untuk menjauhkan diri dari mata pacul. Tapi, entah apa yang merasukinya, pada suatu hari di tahun 2007 ragu  yang membatin itu pun terlampaui. Ia mengarahkan kemudi ke usaha tani. Menggarap lahan milik orang tuanya, menanami dengan padi, palawija dan aneka sayuran. Haus akan teknik usaha tani, membuat Nelia akhirnya berlabuh di Kelompok Tani Saiyo Sakato. Keaktifannya dalam mengurus kelompok tani membuatnya didapuk menjadi Bendahara Keltan Saiyo Sakato. 


Nelia pun mulai berinteraksi dengan Bimbingan dan penyuluhan yang dilakukan Dinas Pekebunan dan Tanaman Pangan Provinsi Sumatera Barat, Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Limapuluh Kota atau dari siapa yang saja yang mencurahkan ilmu usaha tani pun direguk Nelia. Tirai bahwa usaha tani itu akrab dengan kesusahaan mulai tersibak. Ada cahaya yang kini menerobos benak Nelia. Jika usaha tani digeluti dengan 

pendekatan ilmu pengetahuan semua akan bewujud kepada perhitungan sumberdaya modal, pemanfaatan bahan-bahan di sekitar untuk meneka biaya produksi, serta peningkatan nilai tambah. "Sekarang kami tengah mengembangkan padi organik pada lahan seluas lebih 1 hektar," ujar Nelia. Ya, pertanian organiklah yang menyingkapkan sebuah hal baru dalam berusaha tani yang menarik perhatian Nelia. Usaha tani yang menyingkirkan bahan-bahan kimia buatan dalam setiap tingkatan kultur teknis sampai panen sehingga dihasilkan produksi yang bebas bahan kimia. Di tingkat petani, usaha tani organik bukanlah pilihan yang mudah. "Produksi organik biasanya rendah dibandingkan dengan budidaya yang didukung bahan-bahan kimia buatan, tetapi usaha tani organik menghasilkan pangan yangs sehat dan aman," jelas Nelia. Darimana  skill usaha tani organik ia peroleh, tak lain bimbingan dari Balai Proteksi Tanaman Pangan Hortikultura (BPTPH)  Sumbar. Kesungguhan, Nelia dan Keltan Saiyo Sakato untuk mengasah keterampilan usaha tani berbuah fasilitasi dari perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota seperti Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura, dan Perkebunan (Distanhortun), Dinas Pangan, dan Dinas Perikanan. Fasilitas program/kegiatan serta prasarana dan sarana ia kelola dengan sungguh-sungguh bersama Keltan Saiyo Sakato. "Bantuan alat mesin pertanian, misalnya sangat membantu sekali dalam usaha tani," kata Nelia. Keaktifan Keltan Saiyo Sakato, yang digawangi oleh Ketua Busniati yang terbilang  saudara Nelia serta binaan  BPTPH Sumbar dan Distanhortbun Limapuluh Kota berbuah kepercayaan Kementan RI. Keltan Saiyo Sakato ditunjuk menjadi pelaksana Jambore Pertanian Organik Nasional Indonesia Bagian Barat Tahun 2019.  


Selepas Jambore Organik, nama Keltan Saiyo Sakato yang berlokasi di Jorong Kubang Rasau, cukup terpencil untuk ukuran Limapuluh Kota pun membubung. Mendadak semua perhatian tertuju kepada aktifitas Keltan Saiyo Sakato. Terlebih skill organik yang mulai dikuasai membuat BPTPH mem-plot Laboratorium Pengendalian Agen Hayati di keltan ini. Keltan Saiyo Sakato pun dikunjungi oleh kelompok tani dar sejumlah kabupaten/kota di Sumbar termasuk provinsi tetangga Riau dan Jambi.   Perkembangan ini, tak mengubah Ketua Busniati, Nelia dan anggota keltan Saiyo Sakato. Mereka tetaplah bagaimana karakteristik petani selalu rendah hati, ramah dan selalu bersedia menolong. Bedanya sekarang mereka lebih percaya diri untuk menggeluti usaha tani dengan lebih cerdas. Meningkatkan kemampuan kultur teknis, mengembangkan jaringan termasuk memanfaatkan media sosial. Tengok saja grup WA Keltan Saiyo Sakato, selain anggota sendiri, nimbrung pula  Anggota DPRD, Camat, Aparat Dinas Provinsi/Kabupaten, Forkopimca, Wali Nagari dan tokoh dan praktisi pertanian. Dari percakapan di grup terkadang muncul ide, arahan dan petunjuk tentang komoditi yang digeluti oleh Keltan Saiyo Sakato. Semisal terlihat gejala serangan hama dan penyakit. Melalui grup WA disampaikan saran-saran pengendalian, semuanya disimak dan ditanggapi dengan sungguh-sungguh oleh Keltan Saiyo Sakato. Kemampuan Keltan Saiyo Sakato yang terus berkembang pun dilirik oleh Balai Pelatihan Pertanian (Bapeltan)  Jambi Kementan RI. Tahun 2021 Keltan ini ditunjuk menjadi Pusat Pelatihan Pertanian dan Perdesaan Swadaya (P4S) kelas Madya sebagai  strategi Kementerian Pertanian untuk menularkan inovasi di tingkat pedesaan. 


Berbekal keaktifan di kegiatan kelompok tani, bimbingan teknis/pelatihan serta kursus-kursus yang diikuti, Nelia Irawati ditunjuk sebagai Ketua P4S Saiyo Sakato.  Faktor pendukung P4S dipusatkan di Keltan Saiyo Sakato tersedianya lahan usaha tani dengan total luas lahan 14 hektar yang terdiri dari lahan perkebunan 10 hektar, lahan pekarangan 0,5 hektar, lahan sawah 2 hektar, dan kebun hortikultura 1,5 hektar. Dari total luas lahan tersebut, 2 hektar diantaranya ditanami tanaman padi, 2 hektar ditanami jagung, 1 hektar ditanami cabe dan 0,5 hektar ditanami cabe merah. Tempat belajar P4S Karya Tani sampai saat ini menggunakan pondok pertemuan seluas 60 m2 yang bisa menampung 50 orang serta saung kelompok dengan luas 50 m2 yang bisa menampung 40 orang. Selain itu juga tersedia klinik PHT seluas 12 m2 yang juga menyediakan peralatan peralatan klinik. Salah satu keunggulan P4S Karya Tani adalah memiliki alat mesin pertanian yang cukup lengkap sebagai sarana praktek, diantaranya hand tractor 2 unit, cultivator, corn sheiller mobile, bentor, chooper, alat tanam jagung, serta mesin potong rumput sebanyak 4 unit. P4S sejatinya bertujuan menggembleng petani untuk gigih, berinovasi dan berhitung secara cermat dalam berusaha tani. 

“Kami mencoba manawarkan kepada khalayak ramai dengan jenis pelatihan dan permagangan yang sangat menarik diantaranya proses pembuatan pupuk organik pembuatan ramuan dan pestisida nabati, pembuatan pupuk organik cair, pengolahan lahan, cara budidaya tanaman, serta aplikasinya langsung di lapangan," cerita Nelia tentang aktivitas P4S Saiyo Sakato. Fasilitator P4S Saiyo Sakato, selain dari kalangan sendiri juga didukung sendiri  Penyuluh Pertanian Lapangan (PPL) BPP Lareh Sago Halaban dan Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Lima Puluh Kota, praktisi pertanian serta petani pakar.   Inovasi yang dikembangkan P4S Saiyo Sakato kerja samA dengan Bapeltan Jambi adalah budidaya bawang merah.  Sementara itu, penerapan  teknologi yang digunakan oleh P4S Saiyo Sakato dalam membudidayakan bawang merah secara organik. Perlakuan pupuk kandang,  tanpa pestisida, dan pemakaian agen hayati. Catatan produktifitasnya mencapai 7,6 ton per hektar.  Lambat laun P4S Saiyo Sakato menjadi tujuan studi banding kelompok tani lokal dan luar daerah, mahasiswa magang ataupun individu petani yang ingin menyerap ilmu. 


Seabreg kesibukan berusaha tani, mengorganisasikan kelompok tani dan P4S itulah yang membuat Kementan RI akhirnya kepincut untuk menjadikan Nelia sebagai Petani Berpresatsi Nasional. Sekaligus menjadi penanda ia haqqul yaqqin berusaha tani paling pas baginya sebagai gantungan hidup. Gelombang kehidupan telah menggulung ijazah Akademi Maritim-nya. Kini, ia berlabuh  dan profesional di usaha tani. Yang menurutnya telah memenuhi kebutuhannya lebih dari cukup. Ia membantah stigma profesi petani secara umum disebut tidak menjanjikan.  “Justru bertani pekerjaan yang menjanjikan jika berinovasi dan tekun," jelas Nelia.  Kata dia profesi petani terbilang mulia. Banyak yang tak menyadari dari hempasan pacul dn keringat petani tersedia jaminan sumber makanan bagi penduduk Indonesia. "Petani lah yang menyelamatkan bangsa dari kekurangan pangan, jadi hargailah profesi petani," harap Nelia.  Apresiasi yang diharap itu ternyata  tak menunggu lama. Saat pamitan kepada  Bupati  Limapuluh Kota Safaruddin Datuk Bandaro Rajo, Jumat  (24/08/2022) lalu untuk berangkat ke Kementerian Pertanian,   Jakarta, Nelia terlihat semringah. Ia yang didampingi Wali Nagari Balai Panjang Idris, karena bisa bercerita lepas dengan figur No.1 Limapuluh Kota,  usaha tani, kegiatan kelompok tani, penghargaan Petani Berprestasi Nasional, ia juga menggenggam hadiah dari Bupati Safaruddin. Saya akan menghadiahkan seekor kambing untuk syukuran sepulang dari  Jakarta," ungkap Nelia mengutip janji Bupati Safaruddin.  Hal ini tentu tak lepas dari kebanggaan Bupati Safaruddin atas prestasi warganya yang mengharumkan nama Limapuluh Kota di pentas nasional serta prioritas program daerah di sektor pertanian. 


Prioritas Limapuluh Kota di sektor pertanian menuai dukungan dari Nelia. Adakah pesan sosok yang punya motto; "jika nalar bergerak maka anggota tubuh lainnya akan mengikuti"untuk para petani lainnya. “Kalau ingin bertani belajarlah ikhlas setelah itu berusaha untuk meningkat produksi. Ikhlas itu adalah tuntunan agama, dan Allah akan membalas keikhlasan dengan kebaikan,” tutur Nelia.(Yon)



Payakumbuh,netralpost-- Ketua DPRD Kota Payakumbuh Hamdi Agus mengucapkan selamat atas terpilihnya Aspon Dedi sebagai Ketua Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Luak Limopuluah Periode 2022-2025 dalam Konferensi Cabang pemilihan kepengurusan PWI Luak Limopuluah, Sabtu (1/10).



"Selamat, semoga sukses dalam mengemban amanah dan berkarya," kata Hamdi kepada media.


Diketahui, Konfercab PWI Luak Limopuluah itu dibuka langsung oleh Pj. Wali Kota Payakumbuh Rida Ananda di Kantor Wali Kota Ruang Pertemuan Ngalau Indah.


Aspon menang melalui pemilihan demokratis, dan meraih 9 suara, mengungguli suara 2 calon lainnya yaitu Jefri Bule yang meraih 1 suara dan Yon Erizon dengan 6 suara.


Sementara itu, Aspon Dedi mengatakan dia akan memajukan PWI Luak Limopuluah dan menciptakan wartawan-wartawan yang kompeten yang bisa menyajikan pemberitaan sesuai dengan aturan perundang-undangan dan kode etik pers.


"Kita akan mengupayakan untuk seluruh anggota PWI Luak Limopuluah untuk melaksanakan Uji Kompetensi Wartawan (UKW), sehingga tercipta wartawan yang kompeten yang bisa saling bersinergi dengan mitra, dan masyarakat yang membaca juga bisa dan yakin atas informasi yang diberikan," ujarnya.


Di sisi lain, Sawir Pribadi selaku perwakilan PWI Provinsi Sumatera Barat juga mengucapkan selamat dan mendoakan PWI Luak Limopuouah agar sesegera mungkin untuk dilakukan pelantikan.


"Kita berharap Aspon Dedi dapat amanah sebagai ketua PWI, sehingga bisa mencerdaskan dan mensejahterakan kehidupan wartawan di Luak Limopuluah ini. Kemudian untuk pelantikan agar dapat disegerakan, sehingga kepengurusan yang baru bisa bekerja," tutupnya. (Yon)

Kab. Solok, netralpost.net --- Bupati Solok mengunjungi Nagari Bukit Kanduang dalam rangka launching excavator dan temu ramah dengan masyarakat Nagari Bukit Kanduang, Kec X Koto di Atas, Kamis (01/09/02).

Dalam Sambutanya, Bupati Solok manyampaikan bahwa telah menganggarkan Rp. 800 juta untuk pembangunan Nagari Bukik Kanduang. Bupati juga menyampaikan bahwa beliau ingin menjadi Bupati untuk seluruh masyarakat Kabupaten Solok, yang akan memberikan manfaat bagi masyarakat.

Beliau melanjutkan “Dengan harga excavator Rp. 1,7 milyar bisa tahan selama puluhan tahun dan bisa membangun jalan usaha tani. Coba jika kita tenderkan, kira kira berapa kilo yang bisa kita bangun. Prinsip yang harus dipegang adalah sadanciang bak basi, saciok bak ayam." Tutur Bupati Solok.

Bupati Solok mengharapkan agar bisa membuat saluran air untuk pertanian. Pada tahun 2023 akan dilakukan pengaspalan jalan di beberapa titik, diusahakan juga tahun 2023 jalan Sulit Air ke Bukik Kanduang untuk dihotmix.

Pada kesempatan terakhir, Bupati Solok memberikan bantuan sebanyak 10 juta rupiah untuk Mushalla Darussalam Bukik Kanduang.(*)

Sumbar, netralpost.net - Usai dari Padang Pariaman, tim Divhumas Polri kembali mengadakan Forum Group Discussion (FGD) di aula Polresta Padang, Kamis (1/9) siang.

Para peserta FGD ini dihadiri oleh tokoh adat, agama, masyarakat, pemuda, mahasiswa dan kelompok masyarakat lainnya. 

"Paham radikal itu bisa memecah belah persatuan bangsa Indonesia, dasar ideologi kita adalah Pancasila. Maka mari kita bersama-sama menolak paham radikal tersebut dan jangan sampai masuk di lingkungan kita," kata AKBP Erlan Munaji, S.Ik kepada perserta FGD. 

Sementara, narasumber dari FGD ini ialah Nasir Abas yang menjelaskan bahwa pemahaman radikal, mengarah kepada terorisme dan intoleran merupakan suatu hal yang bertentangan dengan ideologi Pancasila. 

"Teroris bukan selalu identik dengan agama islam, karena teroris mempunyai ideologi yang menentang pancasila sehingga yang menjadi teroris adalah orang yang terpapar dengan ideologi menentang pancasila," jelasnya. 

Disisi lain, paham Radikalisme adalah paham atau aliran yang menginginkan perubahan atau pembaharuan sosial politik dengan cara kekerasan maupun drastis. 

Mantan ex. Napiter ini menyebut, paham radikalisme yang mengatasnamakan islam saat ini berkeinginan perang melawan pemerintah NKRI, mengganti sistem pemerintahan NKRI menjadi khilafah.

"Jangan sampai terpengaruh dengan tipu daya serta ajakan mereka ini. Islam itu agama yang rahmatan lil alamin," ajak Nasir Abas. 

Dalam FGD ini diikuti oleh Wakapolresta Padang AKBP Yesi Kurniati, S.Ik, Kasat Binmas, Kasat Intelkam, dan beberapa perwakilan Bhabinkamtibmas.(*)

 Payakumbuh,netralpost


– Diharapkaan seluruh jajaran Dewan Pengurus Daerah  Persatuan Perawat Nasional Indonesia (DPD PPNI) Kota Payakumbuh hendaknya selalu siap dalam menghadapi berbagai dinamika, baik dalam organisasi maupun dalam kehidupan profesional sebagai perawat.


Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Wali Kota Payakumbuh Erwin Yunaz saat menghadiri pelantikan pengurus DPD PPNI Kota Payakumbuh di Aula Ngalau Indah lantai III Kantor Wali Kota Payakumbuh, Kamis(1/9). 


Ditambahkan Erwin, PPNI juga harus senantiasa mampu meningkatkan solidaritasnya baik secara internal dalam berorganisasi maupun di lapangan dalam menjalankan profesinya sebagai perawat. Terutama dalam situasi pandemi, dan situasi lainnya yang membutuhkan koordinasi cepat karena profesi perawat sangat erat kaitannya dengan keselamatan dan nyawa manusia. Dinamika yang terjadi, baik di dalam tubuh organisasi maupun profesi mampu mendewasakan PPNI menuju kiprah nyata bermanfaat. 


"Kepada ketua dan segenap pengurus PPNI Kota Payakumbuh segera dapat menyusun program kerja yang dapat beriringan dengan program dan visi-misi pemerintah Kota Payakumbuh karena sangat diperlukan sinergitas dan harmonisasi yang serasi antara pemerintah, organisasi dan seluruh masyarakat untuk mewujudkan tujuan daerah secara optimal," Terang Erwin


Kemudian, kata Erwin PPNI juga diharapkan mampu meningkatkan eksistensinya ditengah-tengah kehidupan masyarakat, sehingga kehadiran organisasi ini benar-benar dapat dirasakan masyarakat banyak. DPD PPNI harus meningkatkan sinergitas antara dokter dan perawat serta meningkatkan kedisiplinan para perawat. 


"Diharapkan betul para perawat dan dokter meningkatkan sinergitas dalam menyuksukseskan program-program pemerintah guna menyehatkan Kota Payakumbuh kedepannya," Pungkas Erwin


Senada, Ketua DPW PPNI Sumatera Barat NS. Meta Seprinel mengucapkan selamat kepada Ketua DPD PPNI Kota Payakumbuh terpilih dan   segera menyusun serta melaksanakan tugas organisasi dengan sebaik-baiknya. 


 “Selamat untuk Yulia, semoga bisa melanjutkan kepengurusan PPNI Payakumbuh dengan semangat serta bisa mengemban amanah dan melaksanakan tugas organisasi dengan sebaik-baiknya,” ungkap Meta


Harapan itu, disambut hangat oleh Ketua DPD PPNI Kota Payakumbuh  terpilih Yulia, bahwa semua harapan dan amanah yang diembannya akan ia jalankan dengan sungguh-sungguh


“Semoga anggota PPNI Kota Payakumbuh semakin solid dan memiliki motivasi untuk terus mengembangkan kemampuan, demi peningkatan pelayanan kepada masyarakat sebagai tenaga kesehatan dengan jumlah terbesar. PPNI dicintai anggota, disayangi pemerintah dan mampu bersinergi dengan profesi lain,” harapnya.


Adapun Susunan Dewan Pengurus Daerah Persatuan Perawat Nasional Indonesia Kota Payakumbuh  Provinsi Sumatera Barat periode 2022-2027 :


Ketua      : Yulia

Wakil Ketua Bidang Organisasi : Yen Mery

Sekretaris : Muhammad Zulfi

Bendahara : Fitrayati

Wakil Bendahara : Selmawati

Padang, netralpost.net --- DPD Pokdar kamtibmas Sumatera Barat gelar Zoom Meeting di Kantor  Sekretariat  DPD Pokdarkamtibmas Sumbar. Tema Zoom meeting kali ini tentang "pengaruh dinamika global terhadap stabilitas khamtibmas", Kamis (1/9/22).

Kegiatan tersebut Dihadiri oleh Ketua Umum Triski, Ketua  Harian Heni Rahmadani, Bidang Penyuluhan, Kasubbid  Pemecahan Masalah,  Kasubbid Humas.

Narasumber dari Zoom Meeting tersebut berasal dari beberapa kementrian yaitu Kementrian Sosial, Kemenrian Keuangan dan Kementrian Pangan.

Ketua Pokdar Kamtibmas Sumbar Triski menyampaikan Zoom Meeting ini ditujukan untuk mendukung perkembangan ekonomi nasional. Para pimpinan daerah  Pokdar Khamtibmas sudah melaksanakan kegiatan inovasi, tugas kami mengkoneksikan antar inovasi-inovasi ini sehingga akan menjadi satu ketahanan  nasional ditengah tengah masyarakat," kata Triski.

"Kegiatan koordinasi ini dilakukan kali ini mengangkat tema tentang "pengaruh dinamika global terhadap stabilitas khamtibmas" Tema itu diangkat karena setiap daerah telah melakukan inovasi 
Oleh karenanya diperlukan sinergitas sampai tingkat nasional", ujarnya.(*)



LimapuluhKota – Upaya kolektif Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota yang tergabung dalam Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) di tahun 2022 membuahkan hasil. Hal tersebut tergambar dalam  penghargaan yang diterima Bupati Limapuluh Kota sekaligus Ketua Pengarah TPPS Kabupaten Limapuluh Kota Safaruddin Dt.Bandaro Rajo ketika menerima penghargaan sebagai kabupaten/kota terbaik kedua se-Provinsi Sumatera Barat pada Penilaian Kinerja 8 Aksi Konvergensi Penurunan Stunting Tahun 2022 di Hotel Prime Plaza Sanur Bali, Selasa malam (30/8). Diserahkan langsung oleh Direktur Jenderal Bina Pembangunan Daerah Kementerian Dalam Negeri Republik Indonesia Teguh Setyabudi, pemberian penghargaan tersebut dilaksanakan pada rangkaian acara Workshop penguatan perencanaan penganggaran melalui 8 aksi konvergensi yang diselenggarakan 30-31 Agustus 2022. Saat Penerimaan penghargaan tersebut, Bupati Safaruddin turut  didampingi oleh Nevi Safaruddin Wakil Ketua TPPS, Kepala Bapelitbang Gusdian Laora, Kepala Dinas Kesehatan Adel Noviarman, Sekretaris DPPKBP3A Yulia Masna dan tim TPPS lainnya, 


Usai menerima penghargaan, Bupati Safaruddin menyampaikan rasa syukur dan menyatakan bahwa prestasi ini merupakan hasil kerja keras seluruh TPPS serta kerja sama yang diberikan oleh stakeholder. “Kami Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota mengucapkan terima kasih serta apresiasi yang tinggi kepada OPD teknis, stakeholder, seluruh kader dan masyarakat Limapuluh Kota yang telah berjuang bersama dalam usaha aksi konvergensi pencegahan stunting tahun 2022 di Limapuluh Kota,” ujar Bupati Safaruddin. Seterusnya Ia menerangkan, setelah dinilai dalam 8 aksi pencegahan stunting di Provinsi Sumbar, Kabupaten Limapuluh Kota memperoleh posisi kedua, dibawah Kabupaten Pasaman Barat yang menempati peringkat pertama. 


Pada bagian lain penyampaiannya, Ia berharap penghargaan ini menjadi motivasi untuk terus memacu semangat dalam upaya pencegahan stunting di Kabupaten Limapuluh Kota. “Kita harus lebih semangat dan bergerak bersama mencegah stunting di Limapuluh Kota yang kita cintai ini,” ajak Bupati Safaruddin. Lebih lanjut Bupati Safaruddin berharap sinergitas, kolaborasi, kerjasama dan kebersamaan semua pihak terus tumbuh dengan baik tidak hanya dalam hal stunting, tetapi secara kolektif mewujudkan visi daerah dalam mewujudkan Kabupaten Limapuluh yang Madani, beradat, dan berbudaya. 


Sementara itu, Kepala Bapelitbang Gusdian Laora yang dihubungi Tim Humas Diskominfo Limapuluh Kota menerangkan, tim penilai dari Pemerintah Provinsi Sumbar telah melakukan monitoring dan evaluasi pelaksanaan dan dokumen pendukung Aksi Konvergensi 1 sampai aksi 8 dan dokumen Praktik Baik (Best Practice) terkait pelaksanaan Aksi Konvergensi Stunting di Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2021 pada tanggal 30 Mei 2022. “Adapun proses penilaian meliputi perencanaan, penganggaran, pelaksanaan, pemantauan dan evaluasi program kegiatan intervensi gizi spesifik dan sensitive untuk mencegah penurunan stunting,” jelas Gusdian Laora. Seterusnya ia mengungkapkan Kabupaten Limapuluh Kota saat ini memiliki kader pendamping keluarga yang berjumlah 741 orang, kader posyandu sejumlah 2765 orang. "Dengan jumlah yang relatif besar, upaya bersama antara kader, TPPS, Nagari, dan masyarakat ini harus dimaksimalkan demi menekan kasus stunting di Kabupaten Limapuluh Kota dengan prevalensi stunting 50 kota di angka 28,2 persen berdasarkan Survei Status Gizi Indonesia (SSGI)", Harap Gusdian Laora.(Yon)

Sumbar, netralpost.net - Kapolda Sumatera Barat (Sumbar) Irjen Pol Teddy Minahasa P, SH. S.Ik. MH menghadiri launching E-BERPADU (Elektronik Berkas Pidana Terpadu), Rabu (31/8) siang di kantor Pengadilan Tinggi Padang. 

Launching ini dipimpin oleh Ketua Mahkamah Agung (MA), Prof. Dr. Muhammad Syarifuddin.

Selain Kapolda, juga hadir Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kepala Kejaksaan Tinggi Sumbar, Forkopimda Sumbar, serta undangan Forkopimda dari Kota dan Kabupaten se Sumbar .

Diketahui, aplikasi berbasis web terintegrasi ini, nantinya akan memudahkan penuntut umum atau penyidik melimpahkan berkas perkara pidana secara elektronik. 

Kegiatan diawali dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) E-BERPADU oleh Kapolda Sumbar, Kajati Sumbar, Kepala BNNP Sumbar, Ketua Pengadilan Tinggi Padang, dan Kakanwil Kemenkumham.

Selanjutnya, kegiatan dilanjutkan dengan penekanan tombol launching E-BERPADU oleh Ketua Mahkamah Agung, Kapolda Sumbar, Kajati Sumbar, Kepala BNNP Sumbar, Ketua Pengadilan Tinggi Padang, dan Kakanwil Kemenkumham.

Ketua MA Syarifuddin mengatakan, peluncuran E-Berpadu ini lantaran Sumbar atau Pengadilan Tinggi Padang menjadi satu dari delapan wilayah yang dijadikan pilot projek di Indonesia. Di antaranya adalah Pengadilan Tinggi Palembang, Yogyakarta, Makassar, Banjarmasin, Ambon, Kupang dan Mahkamah Syariah Aceh. 

"Sekarang semua kegiatan di Mahkamah Agung atau di peradilan ini mengunakan aplikasi, salah satunya ini (E-Berpadu," ujar Syarifuddin. 

Menurutnya, dengan hadirnya E-Berpadu ini tentunya sangat mempermudah pelayanan bagi masyarakat mendapatkan keadilan. Fitur di dalamnya salah satunya mengajukan izin besuk tahanan di lapas maupun rutan. 

"Orang tanpa datang di pengadilan, dia bisa langsung memberikan barcode. Dengan barcode itu juga bisa langsung ke lapas untuk besuk," jelasnya. 

"Begitupun dengan yang lain. Tanpa dia harus datang, dengan aplikasi ini dia sudah bisa terlayani dengan baik," sambungnya. 

Mahkamah Agung menargetkan seluruh pengadilan di Indonesia pada 2023 akan menerapkan aplikasi E-Berpadu. Karena keuntungan aplikasi ini mempercepat pelayanan sesuai asas peradilan cepat, sederhana dan biaya ringan. 

Aplikasi ini tentunya membuat pelimpahan berkas perkara lebih efektif dan efisien. Apalagi untuk jajaran kepolisian dan lainnya yang berkantor cukup jauh dari kantor pusat peradilan. 

"Ini cara sangat mungkin efektif, mudah terhadap pelayanan kepada masyarakat. Kita berharap semua kendala sudah bisa diantisipasi selama uji coba lima bulan ini," tuturnya. 

Mahkamah Agung telah menyiapkan seluruh sarana dan prasarana dalam uji coba E-Berpadu tersebut. Salah satunya, soal memastikan keamanan data dengan bekerja sama Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN).

Sementara, Kapolda Sumbar Irjen Pol Teddy Minahasa menyampaikan pihaknya sangat mendukung dengan E-BERPADU ini.

"Memiliki sifat menurut saya CMMB yaitu Cepat, Mudah, Murah dan Berkualitas. Berkualitas itu artinya akuntabel, transparan dan memudahkan," ujarnya.

Tampak hadir juga Wakapolda Sumbar Brigjen Pol Edi Mardianto, S.Ik. M.Si, Pejabat Utama Polda Sumbar.(*)


Payakumbuh,netralpost


--- Wali Kota Riza Falepi menyayangkan adanya arogansi yang dilakukan oleh oknum TNI yang membentak Sekretaris Satpol PP saat melakukan razia di beberapa kafe dan tempat hiburan pada Minggu (28/8) tengah malam hingga Senin (29/8) dini hari.


"Satpol PP itu hanya menjalankan perintah, jangan dimarahi, kalau mau marah sama Saya saja, karena saya yang dipilih rakyat kota ini. Razia yang kami lakukan karena adanya laporan masyarakat bahwa kafe tersebut terindikasi ada penyakit masyarakat, tentunya melanggar peraturan daerah," kata Riza kepada media saat dihubungi via seluler, Rabu (31/8). 


Wali kota yang terkenal penyabar tapi tegas serta perhatian pada anak buahnya ini merasa perlu memberikan komentar terhadap insiden tersebut, ditambah ketertiban umum sudah terusik. Banyaknya laporan masyarakat terkait adanya kafe yang terindikasi melanggar pekat tentu membuat merah telinga politikus PKS itu.


Riza menambahkan, pihaknya berharap tidak ada gesekan antar abdi negara di Kota Payakumbuh, semuanya harus baik-baik saja.


"Saya sudah menyampaikan persoalan ini kepada Pak Dandim, dan menunggu respon," tandasnya. "Kita carilah titik temu", tukuk Riza.


Wali kota dua periode itu mengaku pernah saat Dia memimpin sidak di beberapa kafe, disaksikannya sendiri ada wanita penghibur yang sedang bermesraan dengan beberapa orang, Riza tahu siapa dan darimana asal mereka.


"Kita semua berjuang untuk membangun daerah ini, keluarga Saya juga pejuang dan jembatan ratapan ibu adalah saksi bisunya, mari sama-sama berjuang kita untuk kebaikan kota," ujar Riza.


"Saya berharap kepada pelaku usaha kafe hiburan jangan begini, karena akan membuat masyarakat Payakumbuh marah. Masyarakat belum bisa menerima tempat hiburan yang ada wanita penghibur, membuka kafe sampai pagi yang notabenenya secara Perda diijinkan sampai jam 12 malam, karena kota ini masyarakatnya religius, mohon pengertianlah," kata Riza.


Ditegaskannya, di luar Kota Payakumbuh, apalagi di pulau Jawa mungkin mudah menerima perubahan, tapi di Payakumbuh belum seperti itu. Untuk itu Riza memohon sekali lagi pengertian seluruh pihak.


Selain itu baru baru ini betapa tingginya diberitakan penyakin HIV/AIDS akibat kebebasan di Pulau Jawa tersebut, terutama Jakarta dan Jawa Barat, khususnya Bandung dan sekitarnya dan kota kabupaten sekitar Jakarta. Ini salah satu konsekuensi yang akan ditanggung akibat penyakit masyarakat.


"Tidak bisa kita pungkiri, siapa saja tentu tidak ingin ada penyakit seperti HIV/AIDS. Tapi mau apa dikata, bahkan banyak mahasiswi di Bandung yang ikut terjun ke dalam dunia prostitusi terselubung, hingga terkena HIV/Aids, tentu ini perlu jadi perhatian kita bersama," tukuk Riza.


Terkait dengan adanya kafe hiburan yang masih bandel, Riza mengancam akan memberikan sanksi berjenjang mulai dari Surat Peringatan (SP) dan sampai sanksi lebih lanjut.


"Kami akan memperketat pengawasan, Saya juga dapat laporan ada kafe yang beroperasi di kawasan Batang Agam, sementara kawasan itu sedang dalam proses pembangunan, kita sangat hati-hati mengeluarkan izin terutama IMB/PBG di sana. Pemerintah sangat serius dan berhati-hati memberikan izin di sana agar tidak menjadi kawasan kumuh, dan peruntukan lahannya sesuai Perda RTRW. Apalagi yang tak punya izin tata ruang, bisa saya perintahkan anak buah saya untuk bongkar bangunannya," ancam Riza. (Yon)

 

Padang, netralpost.net - Ketua Yayasan Jantung Indonesia (YJI) Kota Padang Ny. Genny Hendri Septa mengharapkan para Kader YJI Kota Padang dapat menjadi pelopor perilaku hidup bersih dan sehat di tengah-tengah masyarakat Kota Padang.

Hal tersebut disampaikan Ny. Genny Hendri Septa sewaktu membuka secara resmi Pelatihan Instruktur Senam Jantung Sehat (SJS) Kelurahan se-Kota Padang, di Palanta Rumah Dinas Wali Kota Padang, Rabu (31/8/2022).

"Kita ingin para kader-kader YJI dapat menjadi pelopor hidup sehat di tengah-tengah masyarakat. Mereka tidak hanya saja sebagai instruktur senam, tapi menjadi pelopor dan perpanjangan tangan pemerintah dalam mengkampanyekan hidup bersih dan sehat," ucap Genny Hendri Septa.

Ny. Genny Hendri Septa menambahkan, upaya tersebut dilakukan dalam rangka mendukung Gerakan Masyarakat Hidup Sehat (GERMAS) serta penerapan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS)  di Kota Padang. Di samping itu juga menjadi upaya dari YJI Kota Padang dalam mewujudkan Padang menjadi kota yang sehat dan nyaman.

"Angka stunting di Kota Padang cukup tinggi, begitu juga dengan capaian imunisasi anak juga masih rendah. Kita perlu mendorong masyarakat agar membudayakan hidup bersih dan sehat, sehingga dapat meningkatkan kesehatan masyarakat Kota Padang. Inilah yang kita harapkan dari kader-kader YJI yang ada di kecamatan dan kelurahan agar dapat mengkampanyekan hidup bersih dan sehat kepada masyarakat,," jelas istri Wali Kota Padang itu.

Lebih lanjut Ketua TP PKK Kota Padang itu mengatakan, pelatihan ini bertujuan untuk meningkatkan kualitas dan kompetensi para instruktur senam jantung sehat yang berada di kelurahan se-Kota Padang. 

"YJI Kota Padang telah membentuk klub jantung sehat di 104 kelurahan se-Kota Padang. Oleh karena itu perlu memberikan pelatihan kepada para instruktur sebagai perpanjangan tangan dalam mendorong masyarakat untuk hidup bersih dan sehat," pungkas Ketua YJI Kota Padang.

Dalam kegiatan tersebut juga digelar senam bersama dan pemeriksaan kesehatan secara gratis. Turut hadir dalam kesempatan tersebut dari Dinas Pemuda dan Olahraga Kota Padang, Dinas Kesehatan, DP3AP2KB, Dinas Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Koordinator Kecamatan YJI se-Kota Padang, Kepala Puskesmas se-Kota Padang serta Duta Genre Kota Padang.(**).


Kab.Solok,netralpost.net ---Bupati Solok sambut Tim Penilaian Lapangan Kader Posyandu berprestasi tingkat Provinsi Sumatera Barat Tahun 2022, di Kabtor Wali Nagari Batu Banyak, Selasa (30/08/22).

Penilaian lapangan dilaksanakan karena salah satu posyandu di Kabupaten Solok, tepatnya Posyandu Seroja II, Nagari Batu Banyak, Kecamatan Lembang Jaya masuk nominasi 6 terbaik tingkat Kabupaten di Sumatera Barat.

Bupati Solok diwakili Asisten Kordinator Bidang Perekonomian dan Pembangunan Drs. Syahrial, M.M dalam sambutannya mengucapkan permohonan maaf karena Bupati tidak bisa hadir karena ada kegiatan bersama Dirjen perkeretaapian Kemenhub RI di Kecamatan X Koto Singkarak yang tidak bisa diwakili.

Beliau berharap kepada tim penilai agar dapat memberikan penilaian terbaik untuk Posyandu Seroja II.

"kami persilahkan kepada tim penilai untuk menilai dan memberi arahan kepada Posyandu Batu Banyak agar lebih baik kedepannya," harap Syahrial.

Beliau juga berharap melalui kegiatan dan gerakan Posyandu ini harus menjadi atensi oleh semua pihak dan stakeholder terkait untuk menyiapkan generasi muda 10 - 20 tahun kedepan.

Disamping itu, Ketua Tim Penilai Ny. Quartita Evari Hamdiana mengatakan bahwa penilaian ini merupakan tindaklanjut dari temu kader pada tgl 30 Mei yang lalu dengan tujuan melihat langsung aktivitas kader dalam penyelenggaraan pelayanan di posyandu.

"Untuk kelancaran penilaian kita berharap agar pihak terkait dapat memberikan informasi yang sesungguhnya dan yang benar-benar terjadi di lapangan," harap Quartita.

Sebagai informasi, posyandu terbaik tingkat Provinsi Sumatera Barat akan melaksanakan studi ke Posyandu terbaik tingkat Nasional.

Tampak hadir Ketua TP-PKK Kabupaten Solok, Ny. Hj. Emiko Epyardi Asda SP, Kepala OPD di Lingkup Pemkab Solok, Camat dan Ketua TP-PKK Kecamatan se Kabupaten Solok, Forkopimcam, Wali Nagari se Kecamatan Lembang Jaya serta tokoh masyarakat.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.