PADANG, NETRALPOST– Proyek strategis nasional Pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang digadang-gadang sebagai solusi kemacetan dan kecelakaan di jalur ekstrem Padang-Solok mulai memasuki tahapan krusial. Namun, di balik progres teknis yang berjalan, muncul isu miring terkait minimnya keterlibatan pemangku adat atau Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan dalam proses koordinasi di lapangan.
Dalam konfrensi pers dengan Sejumlah Ketua KAN, tokoh masyarakat dan anak nagari di Lubuak Kilangan menyayangkan sikap pihak pelaksana maupun instansi terkait yang dinilai berjalan sendiri tanpa melakukan dialog mendalam dengan pemangku adat setempat. Padahal, wilayah Sitinjau Lauik secara ulayat berada di bawah naungan Nagari di Kecamatan Lubuak Kilangan.
"Pembangunan ini memang untuk kepentingan umum, tapi jangan sampai melupakan kearifan lokal. Kami merasa Niniak Mamak hanya dijadikan penonton dalam proyek yang berada di tanah ulayat kami sendiri. Kami hanya ingin koordinasi untuk memperlancar kepentingan bersama, "ujar Dani Faizal seorang tokoh muda Lubuk kilangan.
"Kami tidak pernah menghambat tapi hargai orang yang ada di lokasi proyek fly over", Sambungnya.
"Proses pembangunan Flyover Sitinjau Lauik yang kini melaju dengan ritme sangat cepat mulai memicu kekhawatiran dari kalangan pemangku adat. Meski proyek ini mendapatkan dukungan luas, muncul keresahan mengenai minimnya keterlibatan riil Niniak Mamak Kecamatan Lubuak Kilangan (Luki) dalam proses strategis di lapangan", Ujar Ketua KAN Lubuk Kilangan Armansyah Datuak Gadang.
Kekhawatiran utama muncul karena pihak Niniak Mamak merasa peran mereka hanya sebatas formalitas administratif. "Kami di Lubuak Kilangan merasa tidak dilibatkan secara subtansial; nama kami hanya dicantumkan di dalam Surat Keputusan (SK), namun dalam pelaksanaan koordinasi kami ditinggalkan,"Imbuh Armansyah Datuak Gadang.
Kemudian Ketua Satgas Nagari Lubuk Kilangan Nispan jumadil, SH, mengatakan Pihak masyarakat adat mengingatkan bahwa "kelonggaran yang diberikan selama ini jangan disalahartikan sebagai pengabaian hak-hak ulayat. Mereka mendesak agar ada ruang komunikasi yang lebih terbuka agar pembangunan ini tidak meninggalkan masalah hukum maupun sosial bagi anak kemenakan di masa depan, " Katanya.
Kemudian, Dani Faizal juga mengingatkan, "Transparansi dan pelibatan aktif Niniak Mamak Lubuak Kilangan bukan sekadar formalitas di atas kertas, melainkan kunci utama untuk menjamin stabilitas keamanan dan kelancaran pembangunan di tanah ulayat. Jangan sampai ambisi percepatan proyek mengabaikan kearifan lokal yang justru berpotensi menjadi hambatan besar bagi keberlanjutan proyek ini di masa depan", Tutupnya.(Nofri_Tanjung)
Solok, netralpost -- Muhammad Zaky resmi terpilih sebagai Ketua Tanfiziyah Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Solok Masa Khidmat 2026–2031 dalam Konferensi Cabang (Konfercab) NU ke-VI yang digelar pada Kamis, 15 Januari 2026.
Konfercab NU ke-VI tersebut dihadiri oleh seluruh pengurus MWC dan peserta Konfercab PCNU Kabupaten Solok. Kegiatan dipimpin langsung oleh Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama (PWNU) Sumatra Barat dan berlangsung di Ruang Rapat Gedung C Lantai 2 Kantor Sekretariat Daerah Kabupaten Solok.
Hafnizon selaku Katib Suriah PCNU Kabupaten Solok Masa Khidmat sebelumnya yang juga ketua Panitia Konfercab menyampaikan ucapan selamat kepada Zaky atas terpilihnya sebagai ketua baru untuk lima tahun ke depan.
Ia berharap kepemimpinan yang baru dapat membawa NU Kabupaten Solok semakin maju serta menjaga marwah dan nama baik organisasi
Konfercab secara resmi dibuka oleh Bupati Solok yang diwakili Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kabag Kesra) Mardaus, M, S.A.G, M.A.P, Dalam sambutannya, ia berharap NU tetap menjadi organisasi teladan di tengah masyarakat, khususnya sebagai pengayom umat beragama, serta dapat bersinergi dengan pemerintah daerah dalam membangun Kabupaten Solok.
KH. Tan Gusli, S.Fil.I., MAP., MA Rajo Batuah Sekjen PWNU Sumatera Barat juga menyampaikan selamat kepada Muhammad Zaky yang sudah di pilih secara Aklamasi oleh 11 MWC NU Kabupaten Solok dan juga sudah di setujui oleh Rais Syuriah Tengku Yulidurrahman yang juga baru di pilih oleh majelis khusus pemilihan pimpinan tertinggi ( AHWA )
" Di Nahdlatul Ulama tidak ada yang kalah dan menang tapi Adalah yang paling Tinggi khidmadnya di NU suatu saat akan di balasi dengan kebaikan, Jadi teruslah berkhidmat dan bermanfaat bagi Ummat dan Jammiyah Nahdlatul Ulama " Ungkap KH Tan Gusli
Dengan terpilihnya Muhammad Zaky sebagai Ketua PCNU Kabupaten Solok periode 2026–2031, diharapkan Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok semakin berperan dalam menjaga persatuan umat dan mendukung pembangunan daerah yang religius dan berkemajuan.
Ketua Tanfiziyah PCNU Kabupaten Solok terpilih, Zaky, dalam pernyataannya menyampaikan rasa syukur dan terima kasih atas kepercayaan yang diberikan kepadanya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjalankan amanah organisasi dengan penuh tanggung jawab dan kebersamaan.
“Terima kasih atas kepercayaan para pengurus dan warga Nahdlatul Ulama Kabupaten Solok. Amanah ini akan kami jalankan dengan penuh tanggung jawab, kebersamaan, dan keikhlasan” ujar Zaky.
Ia juga menekankan pentingnya memperkuat konsolidasi organisasi dan meningkatkan peran NU di tengah masyarakat. Menurutnya, NU harus hadir sebagai perekat umat, penjaga nilai-nilai keislaman yang moderat, serta mitra strategis pemerintah daerah.
“Kami akan berupaya menjadikan NU Kabupaten Solok lebih solid, aktif, dan berkontribusi nyata dalam bidang keagamaan, sosial, dan pendidikan demi kemaslahatan umat” tambahnya.
Rapat berjalan lancar dari awal sampai akhir, seluruh proses sudah sesuai dengan aturan yang tercantum di dalam AD/ART NU