Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 


Netralpost --- Kasus perundungan yang berujung pada depresi berat seorang siswa SMA di Padang tidak bisa dipandang sebagai peristiwa tunggal, melainkan bagian dari persoalan yang lebih luas dan sistemik dalam dunia pendidikan. Peristiwa ini menunjukkan bahwa sekolah, yang seharusnya menjadi ruang aman, masih menyimpan celah dalam melindungi kesehatan psikologis peserta didik.

Data dari UNICEF Indonesia menunjukkan bahwa sekitar 1 dari 3 anak di Indonesia pernah mengalami perudungan. Angka ini menegaskan bahwa perudungan bukan kasus yang jarang, melainkan fenomena yang cukup umum terjadi di lingkungan pendidikan. Selain itu, berbagai survei Kemendikbudristek juga menunjukkan bahwa kekerasan di satuan pendidikan masih terus ditemukan setiap tahun, dengan perundungan sebagai salah satu bentuk yang dominan.

Dari sisi kesehatan mental, WHO menyebutkan bahwa depresi merupakan salah satu gangguan utama yang dialami remaja secara global. Korban perudungan memiliki resiko lebih tinggi mengalami gangguan psikologis seperti kecemasan, rendahnya kepercayaan diri, hingga depresi. Hal ini memperkuat bahwa dampak perundungan tidak hanya bersifat sosial, tetapi juga klinis dan dapat berlangsung jangka panjang.

Jika dilihat dalam konteks lokal, nilai-nilai budaya Minangkabau seperti Adat Basandi Syarak, Syarak Basandi Kitabullah (ABS-SBK) serta prinsip "raso jo pareso" seharusnya menjadi landasan etika dalam berinteraksi. Namun, munculnya kasus perudungan menunjukkan adanya kesenjangan antara nilai ideal dengan praktik nyata di lapangan. Normalisasi perilaku seperti ejekan dan pengucilan yang dianggap candaan menjadi salah satu faktor yang memperparah situasi.

Penanganan perudungan tidak dapat hanya mengandalkan institusi sekolah dan keluarga, tetapi juga membutuhkan keterlibatan organisasi kepemudaan dan pelajar. Dalam hal ini, Ikatan Pelajar Nahdlatul Ulama (IPNU) memiliki peran strategis sebagai wadah pembinaan karakter pelajar. Melalui program edukasi, kaderisasi, serta kampanye sosial, IPNU dapat berkontribusi dalam membangun kesadaran kolektif mengenai pentingnya menghentikan perundungan dan menumbuhkan budaya saling menghormati.

Dengan mempertimbangkan data yang ada, perundungan di lingkungan pendidikan merupakan persoalan yang membutuhkan pendekatan komprehensif dan kolaboratif. Sekolah perlu memperkuat sistem perlindungan dan layanan konseling, keluarga harus meningkatkan kepekaan terhadap kondisi anak, dan organisasi kepemudaan seperti IPNU dapat menjadi penggerak dalam membangun budaya anti-perundungan di kalangan pelajar.

Kasus di Padang seharusnya menjadi momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, sehat, dan berkarakter. Pendidikan tidak hanya berorientasi pada pencapaian akademik, tetapi juga pada pembentukan manusia yang berintegritas, berempati, dan saling menghargai.


Oleh : M. Hasby Ash Shidqy (Ketua PC IPNU Kota Padang)


PESISIR SELATAN, NETRALPOST – Kabar baik bagi pengguna jalan di perbatasan Sumatera Barat, Jambi, dan Bengkulu. Proyek preservasi jalan lintas yang menghubungkan Kambang–Indrapura–Tapan hingga Batas Jambi dan Batas Bengkulu resmi dimulai. Pekerjaan infrastruktur ini ditandai dengan penandatanganan kontrak yang telah berlangsung sejak 16 Maret 2026 lalu, bertujuan untuk meningkatkan kemantapan jalan nasional di wilayah tersebut.

​Proyek strategis ini dikerjakan oleh PT Anatama Konstruksi Utama selaku penyedia jasa dengan nilai investasi mencapai Rp5.828.020.000. Berdasarkan kesepakatan kontrak, kontraktor memiliki masa kerja selama 291 hari kalender. Seluruh rangkaian perbaikan dan perawatan jalan ini ditargetkan rampung sepenuhnya pada 31 Desember 2026 mendatang.

​Lingkup pekerjaan dalam paket ini mencakup tiga poin utama, yakni pekerjaan holding (penanganan darurat), pemeliharaan rutin kondisi, serta rehabilitasi minor pada badan jalan. Upaya ini dilakukan untuk memastikan jalur distribusi logistik dan pergerakan masyarakat antarprovinsi tetap berjalan lancar tanpa hambatan kerusakan jalan yang berarti.

​Salah satu fokus utama dalam proyek ini adalah penanganan sistem drainase di titik-titik rawan genangan. Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 telah merencanakan pembangunan saluran drainase baru sepanjang 500 meter. Langkah ini diambil karena saluran lama sudah mengalami sedimentasi atau pendangkalan yang cukup parah, sehingga tidak lagi mampu menampung debit air saat hujan deras.

​"Pembangunan drainase sepanjang 500 meter menjadi prioritas karena saluran yang ada saat ini sudah tersumbat sedimentasi tinggi. Jika tidak segera diperbaiki, air akan meluap ke badan jalan dan mempercepat kerusakan aspal," ujar Gina Lamria Indriati PPK 2.4 dalam keterangannya.


​Setelah pembangunan saluran air selesai, tim PPK 2.4 akan melanjutkan agenda dengan pemeliharaan rutin pada bahu jalan. Seluruh pengerjaan dipastikan mengacu pada standar badan jalan nasional, guna memberikan rasa aman dan nyaman bagi pengendara yang melintasi jalur utama lintas barat Sumatera tersebut.(nofri_Tanjung)



‎Padang — Aktivitas masyarakat di sejumlah wilayah Kota Padang sempat terganggu akibat terhentinya aliran air bersih. Kondisi ini dipicu oleh kebocoran pada pipa utama berdiameter 250 mm dan 225 mm berbahan PVC yang kini tengah diperbaiki secara intensif oleh Perumda Air Minum Kota Padang.
‎Sejak Sabtu (11/4/2026), tim teknis telah dikerahkan ke lokasi untuk melakukan penanganan darurat. Pengerjaan ini bukan sekadar perbaikan biasa, melainkan upaya krusial untuk menjaga keberlangsungan distribusi air bagi ribuan pelanggan.
‎Wilayah terdampak meliputi Andalas, Filano, Sutomo, Cendana, Azizi, Polamas, Aur Duri, Lubuk Lintah, Kalawi, Dharma Panda, Koto Lalang, hingga Pondok Ranah Minang. Di kawasan tersebut, warga diimbau untuk menghemat penggunaan air selama proses perbaikan berlangsung.
‎Di tengah situasi ini, Perumda Air Minum Kota Padang menyampaikan permohonan maaf sekaligus memastikan bahwa seluruh upaya terbaik sedang dilakukan. Tim di lapangan bekerja tanpa henti demi mempercepat pemulihan distribusi air.
‎“Ini bukan hanya soal memperbaiki pipa yang bocor, tetapi memastikan sistem distribusi kembali kuat dan andal. Kami tidak ingin masalah serupa terulang dalam waktu dekat,” tegas Adhie Zein.
‎Menurutnya, tantangan di lapangan tidak ringan. Selain kondisi teknis, faktor lingkungan dan tekanan distribusi menjadi bagian yang harus ditangani secara hati-hati dan presisi.
‎“Kami sangat memahami betapa pentingnya air bersih dalam kehidupan sehari-hari. Karena itu, tim kami bekerja dengan penuh tanggung jawab, bahkan di luar jam kerja normal, agar layanan bisa segera pulih,” tambahnya.
‎Perbaikan ini juga menjadi bagian dari langkah evaluasi jangka panjang untuk meningkatkan kualitas infrastruktur jaringan air di Kota Padang. Perumda memastikan setiap titik rawan akan terus dipantau agar kejadian serupa dapat diminimalisir.
‎Di sisi lain, masyarakat diharapkan tetap tenang dan bijak dalam menggunakan cadangan air. Dukungan dan kesabaran pelanggan dinilai menjadi bagian penting dalam proses pemulihan ini.
‎Sebagai bentuk keterbukaan informasi, Perumda mengajak pelanggan untuk aktif mencari update terbaru melalui media sosial resmi atau menghubungi layanan pesan langsung (DM).
‎Dengan kerja keras yang terus dikebut, harapan besar kini tertuju pada cepatnya normalisasi aliran air. Perumda Air Minum Kota Padang optimistis, dalam waktu dekat distribusi akan kembali lancar dan kebutuhan masyarakat dapat terpenuhi seperti sediakala.

 


Pasaman Barat, netralpost – Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Pasaman Barat AKBP Agung Tribawanto, S.I.K., bersama seluruh jajaran personel Polres Pasaman Barat dengan semangat tinggi mengikuti kegiatan “Road To Kemala Run 2026” yang digelar oleh Polda Sumatera Barat.

Kegiatan yang menjadi ajang persiapan untuk ajang lari bergengsi Kemala Run ini tidak hanya menumbuhkan semangat olahraga, tetapi juga mempererat tali persaudaraan antar jajaran kepolisian se-Sumbar.

Dengan semangat juang yang membara, para peserta dari Polres Pasaman Barat mengikuti rangkaian aktivitas yang dirancang untuk meningkatkan kondisi fisik dan mental, sekaligus memperkuat rasa kebersamaan dalam institusi kepolisian.

AKBP Agung Tribawanto sendiri turut serta secara langsung, menjadi contoh bagi seluruh personel dalam mengembangkan gaya hidup sehat dan sportif.

“Kegiatan Road To Kemala Run 2026 ini adalah momentum yang luar biasa! Tidak hanya sebagai persiapan untuk ajang lari yang akan datang, tetapi juga sebagai sarana untuk membangun semangat kebersamaan, kedisiplinan, dan kesehatan bagi seluruh personel kepolisian.

Kita buktikan bahwa Polri tidak hanya tangguh dalam menjaga keamanan, tetapi juga memiliki kebugaran fisik yang prima,” ujar AKBP Agung Tribawanto saat memimpin kelompok peserta dari Polres Pasaman Barat.

Rangkaian kegiatan meliputi latihan lari jarak berbeda, sesi pemantapan teknik lari oleh instruktur khusus, serta edukasi tentang pentingnya kesehatan dan kebugaran bagi anggota kepolisian dalam menjalankan tugas.

Para peserta juga diberikan motivasi untuk terus meningkatkan prestasi dan menjadi contoh bagi masyarakat dalam mengikuti aktivitas olahraga positif.

Selain sebagai persiapan fisik, Road To Kemala Run 2026 juga menjadi wadah untuk mempererat hubungan antar Polres se-Polda Sumbar, menciptakan sinergi yang lebih erat dalam berbagai program kepolisian.

Para personel Polres Pasaman Barat juga menyampaikan antusiasmenya untuk dapat bersaing dan membawa nama baik daerah Pasaman Barat di ajang Kemala Run yang akan datang.

“Kita akan berjuang dengan sepenuh hati, tidak hanya untuk meraih prestasi, tetapi juga untuk menunjukkan semangat juang dan profesionalisme Polres Pasaman Barat. Semoga melalui kegiatan ini, kita dapat semakin erat dalam persaudaraan dan siap menghadapi segala tantangan,” pungkas Kapolres dengan penuh semangat.

Diharapkan kegiatan Road To Kemala Run 2026 akan terus menginspirasi seluruh jajaran kepolisian untuk menjaga kebugaran dan memperkuat rasa persatuan dalam membangun kepolisian yang lebih baik dan profesional.



 

Padang, netralpost --- Perlintasan sebidang kereta api masih menjadi salah satu titik rawan terjadinya kecelakaan lalu lintas. Sebagai upaya meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta pengguna jalan, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat kembali melakukan penutupan perlintasan sebidang liar.

Penutupan kali ini dilakukan pada perlintasan sebidang liar di KM 12+600 petak jalan Paulima–Indarung pada Kamis (9/4). Langkah ini merupakan bagian dari implementasi Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 94 Tahun 2018 tentang Peningkatan Keselamatan Perlintasan Sebidang antara Jalur Kereta Api dengan Jalan, khususnya pada Pasal 5 dan 6.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa perlintasan liar dengan lebar sekitar ±2 meter tersebut selama ini digunakan oleh pejalan kaki dan dinilai berpotensi membahayakan keselamatan, baik bagi masyarakat maupun operasional perjalanan kereta api.

“Penutupan ini dilakukan sebagai bentuk komitmen KAI dalam meningkatkan keselamatan, sekaligus menindaklanjuti hasil koordinasi dan kesepakatan bersama warga setempat serta instansi terkait,” ujarnya.

Dalam regulasi tersebut ditegaskan bahwa setiap perlintasan sebidang harus dikelola sesuai dengan kelas jalan dan kewenangan pemerintah, serta dilakukan evaluasi secara berkala. Hasil evaluasi tersebut dapat berupa peningkatan fasilitas keselamatan, pembangunan perlintasan tidak sebidang, atau penutupan perlintasan.

Kegiatan penutupan ini turut dihadiri oleh Sekretaris Daerah Kota Padang, Raju Minropa beserta jajaran, perwakilan BTP Kelas II Padang, Dinas Perhubungan Kota Padang, PT Jasa Raharja Kanwil Sumatera Barat, Camat Pauh, Lurah Limau Manis Selatan, unsur kewilayahan, serta tokoh masyarakat setempat.

Pelaksanaan penutupan perlintasan berjalan dengan aman, tertib, dan lancar berkat dukungan serta kolaborasi seluruh pihak yang terlibat.

KAI Divre II Sumatera Barat mencatat hingga saat ini terdapat 121 perlintasan sebidang resmi dan 156 perlintasan tidak resmi di wilayah operasionalnya yang terus dievaluasi secara berkala.

Sepanjang tahun 2025, KAI bersama para pemangku kepentingan telah menutup sebanyak 18 perlintasan sebidang liar. Sementara itu, pada tahun 2026 hingga saat ini, telah dilakukan penutupan terhadap 2 perlintasan liar.

Langkah ini merupakan bagian dari upaya berkelanjutan KAI dalam meningkatkan keselamatan perjalanan kereta api serta meminimalkan potensi kecelakaan di perlintasan sebidang.

Reza menegaskan bahwa terdapat tiga aspek utama dalam mewujudkan keselamatan di perlintasan kereta api, yaitu infrastruktur, penegakan hukum, dan budaya.

Dari sisi infrastruktur, evaluasi perlintasan harus dilakukan secara berkala oleh pemerintah dengan melibatkan KAI dan instansi terkait. Hal ini sesuai dengan Undang-Undang Perkeretaapian Nomor 23 Tahun 2007 Pasal 94 ayat (2) yang menyatakan bahwa penutupan perlintasan sebidang dilakukan oleh pemerintah atau pemerintah daerah.

“Upaya penutupan perlintasan sebidang ini memerlukan dukungan semua pihak. Keselamatan perjalanan kereta api maupun lalu lintas jalan merupakan tanggung jawab bersama, bukan hanya satu pihak,” jelas Reza.

Dari sisi penegakan hukum, diperlukan tindakan tegas terhadap pelanggaran di perlintasan sebidang guna memberikan efek jera serta meningkatkan kedisiplinan pengguna jalan. Ketentuan ini diatur dalam Undang-Undang Lalu Lintas yang memuat sanksi pidana bagi pelanggar, termasuk kewajiban berhenti saat sinyal berbunyi atau palang pintu mulai ditutup.

Sementara itu, dari sisi budaya, kesadaran masyarakat menjadi faktor penting dalam menciptakan keselamatan. Pengguna jalan diimbau untuk selalu mematuhi rambu dan isyarat saat melintasi perlintasan sebidang.

KAI Divre II Sumbar terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan masyarakat setempat dalam rangka menutup perlintasan liar yang berpotensi membahayakan, sekaligus memastikan adanya pemahaman dan dukungan dari warga.

KAI juga mengimbau masyarakat untuk hanya menggunakan perlintasan resmi yang telah dilengkapi fasilitas keselamatan, serta tidak membuka atau memanfaatkan perlintasan liar.

“Kami mengimbau kepada seluruh masyarakat agar selalu disiplin dan mematuhi aturan saat melintasi perlintasan sebidang. Kecelakaan yang terjadi tidak hanya merugikan pengguna jalan, tetapi juga berdampak pada operasional perjalanan kereta api,” tutup Reza.




‎Padang — Komitmen menjaga kualitas air bersih bagi masyarakat terus diperkuat oleh Perumda Air Minum Kota Padang. Salah satu langkah penting yang dilakukan adalah pengurasan accelator secara rutin, yang dijadwalkan berlangsung setiap Selasa dan Kamis, pukul 09.00 hingga 13.00 WIB.
‎Namun di balik upaya peningkatan kualitas tersebut, pelanggan di sejumlah wilayah perlu bersiap menghadapi gangguan sementara pada aliran air. Tekanan air berpotensi menurun, bahkan bisa berhenti total selama proses pengurasan berlangsung.
‎Bukan tanpa alasan, accelator merupakan jantung dari proses pengolahan air tempat di mana kotoran dan partikel halus diendapkan sebelum air masuk tahap penyaringan akhir. Tanpa perawatan berkala, endapan lumpur dapat menumpuk dan berdampak langsung pada kualitas air yang diterima pelanggan.
‎Perumda pun mengimbau warga untuk bijak menyikapi kondisi ini, dengan menampung air secukupnya sebelum jadwal pengurasan dan menghemat penggunaan selama proses berlangsung.
‎Kasubag Humas Perumda Air Minum Kota Padang, Adhie Zein, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bentuk tanggung jawab perusahaan kepada masyarakat.
‎“Ini bukan sekadar perawatan rutin, tetapi bagian dari upaya menjaga kualitas air tetap bersih, aman, dan layak digunakan. Kami memahami adanya ketidaknyamanan, namun ini demi kepentingan bersama,” ujarnya, Selasa (7/4/2026).
‎Lebih lanjut, ia menyampaikan keterangan dari Direktur Teknik Perumda Air Minum Kota Padang, Andri Satria, yang menekankan bahwa langkah ini bersifat krusial dan tidak bisa ditunda.
‎“Pengurasan accelator adalah langkah preventif agar sistem pengolahan air tetap optimal. Jika diabaikan, justru berpotensi menimbulkan gangguan yang lebih besar dan berkepanjangan,” jelasnya.
‎Sebagai bentuk respons cepat terhadap keluhan pelanggan, Perumda juga membuka akses pengaduan melalui layanan pesan langsung (DM) serta Call Center resmi di 1500-030.
‎Dengan adanya jadwal ini, masyarakat diharapkan dapat lebih siap dan memahami bahwa gangguan yang terjadi bersifat sementara, demi kualitas air yang lebih baik dalam jangka panjang.


Batam-netralpost.net-
Dugaan praktik penimbunan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar di kawasan Kampung Melayu, Kelurahan Batu Besar, Kecamatan Nongsa, Kota Batam, kembali menjadi sorotan warga. Aktivitas yang disebut-sebut sudah berlangsung bertahun-tahun itu terpantau tetap berjalan tanpa tersentuh aparat penegak hukum.


Lokasi yang diduga menjadi tempat penimbunan solar tersebut berada di area pesisir dan bersebelahan dengan sebuah restoran setempat. Dari luar, area tersebut tampak tertutup rapat oleh pagar seng setinggi sekitar dua meter, membuat aktivitas di dalamnya sulit terlihat oleh masyarakat.


Sejumlah warga mengaku sudah lama mencurigai adanya kegiatan penimbunan BBM di lokasi itu. Mereka kerap melihat kendaraan yang diduga mengangkut solar masuk ke dalam area tersebut dengan cara disamarkan.


Pengangkutan BBM disebut menggunakan mobil dump truck yang diisi jerigen, sehingga dari luar tidak tampak seperti membawa bahan bakar minyak. Cara ini diduga dilakukan untuk menghindari perhatian masyarakat maupun aparat penegak hukum.


“Sudah lama kegiatan itu, tapi tidak ada yang berani melapor. Katanya ada yang membekingi,” ujar salah seorang warga yang enggan disebutkan namanya, Rabu (8/4/2026).



Isu yang beredar di lingkungan sekitar bahkan menyebut adanya dugaan keterlibatan oknum aparat berseragam yang diduga memberikan perlindungan terhadap aktivitas tersebut.


Selain itu, seorang pria yang dikenal dengan panggilan Oga disebut-sebut berperan sebagai koordinator lapangan di lokasi tersebut.


Pantauan di sekitar lokasi menunjukkan adanya drum berwarna putih kekuningan berbentuk segi empat yang diduga digunakan untuk menampung solar. Namun, akses menuju area tersebut sangat terbatas karena penjagaan yang cukup ketat.


Di bagian depan pagar juga terlihat beberapa tulisan peringatan seperti “Dilarang Masuk KUHP 551” dan “Tamu Harap Melapor”, yang semakin membuat warga enggan mendekat atau mencari tahu lebih jauh.


Kondisi tersebut menimbulkan kekhawatiran di tengah masyarakat. Warga mengaku takut menghadapi risiko jika harus berhadapan langsung dengan pihak-pihak yang diduga terlibat dalam aktivitas tersebut.


Hingga kini, tidak ada keterangan resmi yang dapat diperoleh dari pihak yang berada di dalam lokasi terkait dugaan penimbunan BBM tersebut.


Publik pun mendesak aparat penegak hukum untuk segera melakukan penyelidikan secara terbuka dan transparan, guna memastikan penegakan hukum berjalan adil dan tanpa tebang pilih.


(tim)

 

Padang, netralpost --- Sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat, PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus menggencarkan edukasi kepada masyarakat, khususnya di perlintasan sebidang. Langkah ini menjadi bentuk komitmen perusahaan dalam menekan angka kecelakaan sekaligus meningkatkan kesadaran pengguna jalan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab menjelaskan bahwa kegiatan sosialisasi kembali dilaksanakan pada Selasa (7/4) di sejumlah titik strategis perlintasan sebidang, yaitu:

1. Perlintasan resmi dijaga Km 1+300/400 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air

2. ⁠Perlintasan resmi dijaga Km 1+900/000 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Pulau Air

3. ⁠Perlintasan tidak dijaga Km 8+600 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Tabing

4. ⁠Perlintasan resmi dijaga Km 9+1/2 petak jalan Stasiun Padang – Stasiun Tabing

Dalam kegiatan tersebut, petugas memberikan imbauan secara langsung kepada pengguna jalan melalui pengeras suara, memasang media sosialisasi berupa spanduk, serta membagikan stiker bertema keselamatan dengan pesan “Berhenti Sejenak, Tengok Kanan Kiri, Pastikan Aman, Lanjutkan Perjalanan.”

Hingga April 2026, KAI Divre II Sumbar telah menjangkau 13 titik perlintasan sebidang melalui kegiatan serupa sebagai bagian dari edukasi berkelanjutan kepada masyarakat. Edukasi juga menyasar sekolah-sekolah serta masyarakat yang tinggal di sekitar jalur kereta api.

Menurut Reza, keberadaan palang pintu dan rambu lalu lintas tidak akan optimal tanpa kesadaran dari pengguna jalan. “Keselamatan di perlintasan tidak hanya bergantung pada fasilitas, tetapi juga pada kedisiplinan masyarakat dalam mematuhi aturan dan mendahulukan perjalanan kereta api,” ujarnya.

Ia juga menekankan bahwa setiap pelanggaran di perlintasan sebidang memiliki risiko besar, tidak hanya bagi pengguna jalan, tetapi juga bagi perjalanan kereta api dan petugas operasional.

Perlintasan sebidang sendiri merupakan titik rawan karena menjadi pertemuan langsung antara jalur kereta api dan jalan raya. Oleh sebab itu, pengguna jalan diingatkan untuk selalu berhenti sejenak, memastikan kondisi aman dari kedua arah, serta mematuhi seluruh rambu yang ada sebelum melintas.

Selain berdampak pada keselamatan, pelanggaran di perlintasan sebidang juga memiliki konsekuensi hukum sebagaimana diatur dalam Undang-Undang Nomor 23 Tahun 2007 tentang Perkeretaapian dan Undang-Undang Nomor 22 Tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama menciptakan perjalanan yang aman dengan disiplin saat melintasi perlintasan sebidang,” tutup Reza.

Ke depan, KAI Divre II Sumbar akan terus memperluas jangkauan sosialisasi serta memperkuat kolaborasi dengan berbagai pihak terkait.

Masyarakat juga diimbau untuk berperan aktif dengan melaporkan potensi bahaya di sekitar jalur kereta api melalui stasiun terdekat atau layanan Contact Center KAI 121, WhatsApp 08111-2111-121, email cs@kai.id, serta media sosial KAI121.




‎KOTA PADANG — Memasuki musim kemarau tahun ini, kondisi ketersediaan air baku di Kota Padang mulai menunjukkan penurunan signifikan. Hal ini diungkapkan oleh Kasubag Humas Adhie Zein dari Perumda Air Minum Kota Padang, yang menyebutkan bahwa sejumlah sumber air mengalami penurunan debit hingga 30 persen.
‎Menurutnya, kondisi ini berdampak langsung terhadap produksi dan distribusi air bersih kepada masyarakat. “Penurunan debit air baku di beberapa sungai menyebabkan produksi air turun sekitar 20 hingga 30 persen. Ini tentu berpengaruh terhadap pola distribusi kepada pelanggan,” ujarnya.
‎Wilayah Rawan Krisis Air Mulai Teridentifikasi
‎Adhie menjelaskan, salah satu wilayah yang berpotensi mengalami dampak paling serius adalah kawasan Pegambiran. Area ini dinilai rentan karena bergantung pada intake Gambir yang dikenal paling cepat mengalami kekeringan saat musim kemarau.
‎“Secara umum hampir seluruh wilayah berpotensi terdampak, karena sumber air kita bergantung pada sungai. Namun Pegambiran menjadi daerah yang paling cepat merasakan dampaknya,” jelasnya.
‎Distribusi Air Mulai Diatur Bergiliran
‎Seiring menurunnya kapasitas produksi, Perumda mulai menerapkan sistem distribusi air secara bergiliran di beberapa wilayah. Jika sebelumnya pelanggan menikmati aliran air selama 24 jam penuh, kini distribusi disesuaikan menjadi siang atau malam hari secara bergantian.
‎“Ini langkah yang terpaksa kami lakukan agar seluruh pelanggan tetap mendapatkan air, meskipun tidak seperti kondisi normal,” kata Adhie.
‎Tak hanya itu, tekanan air di sejumlah wilayah juga mengalami penurunan, bahkan ada yang tidak mengalir sama sekali pada waktu tertentu.
‎Langkah Antisipasi Diperkuat
‎Menghadapi potensi kemarau panjang, Perumda Air Minum Kota Padang telah menyiapkan sejumlah langkah strategis, di antaranya:
‎Optimalisasi produksi air dengan membersihkan intake dari material penghambat
‎Percepatan perbaikan kebocoran jaringan pipa
‎Pemetaan wilayah terdampak untuk mitigasi risiko
‎Pengaturan distribusi air secara merata
‎Selain itu, bantuan air bersih melalui mobil tangki juga disiapkan secara gratis, baik untuk pelanggan maupun masyarakat umum yang terdampak.
‎Kualitas Air Tetap Dijaga
‎Meski debit air menurun, Perumda memastikan kualitas air tetap menjadi prioritas utama. Pemeriksaan air baku dilakukan secara intensif melalui laboratorium yang telah terakreditasi.
‎Di sisi lain, masyarakat juga diajak berperan aktif menjaga kualitas sumber air dengan tidak mencemari sungai serta melakukan penghijauan di sekitar bantaran.
‎Penurunan Bisa Capai 50% Saat Kemarau Ekstrem
‎Adhie mengingatkan, jika kemarau berlangsung ekstrem, penurunan debit air baku bahkan bisa mencapai hingga 50 persen. Kondisi ini tentu akan semakin menantang operasional pengolahan air.
‎“Gangguan operasional pasti ada, terutama karena keterbatasan air baku yang membuat pengolahan tidak bisa maksimal,” tambahnya.
‎Imbauan Tegas untuk Masyarakat
‎Perumda juga mengeluarkan sejumlah imbauan penting kepada masyarakat, di antaranya:
‎Menggunakan air secara hemat
‎Menutup kran setelah digunakan
‎Menyimpan cadangan air
‎Memastikan instalasi rumah tidak bocor
‎Tidak membuang sampah atau limbah ke sungai
‎“Peran masyarakat sangat penting dalam menjaga keberlanjutan air bersih,” tegas Adhie.
‎Solusi Jangka Panjang Mulai Disiapkan
‎Untuk mengatasi persoalan ini secara berkelanjutan, Perumda tengah merancang penguatan infrastruktur, termasuk pembangunan Instalasi Pengolahan Air (IPA) Taban 3 yang akan memanfaatkan sumber air dari Palukahan.
‎Proyek ini diharapkan mampu meningkatkan kapasitas distribusi serta memperluas akses air bersih bagi masyarakat yang belum terlayani.
‎Dengan kondisi kemarau yang mulai terasa, sinergi antara pemerintah, Perumda, dan masyarakat menjadi kunci utama agar krisis air bersih di Kota Padang dapat ditekan seminimal mungkin.

 

Sumbar, netralpost - Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat memberikan klarifikasi terkait video viral yang memperlihatkan sejumlah siswa menggunakan roling untuk menyeberangi sungai di Limau Gadang Lumpo, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) 2.4 BPJN Sumbar, Gina Tampubolon, menjelaskan, penggunaan roling tersebut hanya bersifat sementara dan terjadi dalam kondisi tertentu. Saat itu, debit air sungai sedang tinggi sehingga siswa memanfaatkan roling sebagai alternatif penyeberangan.

Menurutnya, kondisi yang terlihat dalam video tidak sepenuhnya mencerminkan situasi normal di lokasi tersebut. Biasanya, masyarakat dan siswa dapat menyeberangi sungai dengan berjalan kaki ketika debit air berada pada kondisi normal.

“Jadi bukan seperti hal yang dipikirkan. Itu hanya seketika. Karena saat itu debit sungai sedang tinggi. Biasanya kalau debit sungai normal, siswa dan masyarakat bisa berjalan kaki menyebrang sungai,” ungkapnya.

Gina juga mengungkapkan, pembangunan jembatan gantung di lokasi tersebut saat ini tengah berlangsung. Proyek tersebut merupakan usulan dari Pemerintah Kabupaten Pesisir Selatan kepada pemerintah pusat melalui Kementerian Pekerjaan Umum, yang kemudian dikerjakan oleh BPJN Sumbar.

“Kami sampaikan bahwa pemda mengusulkan pembangunan jembatan gantung kepada pemerintah pusat, dalam hal ini kementerian PU. Yang mengerjakan BPJN. Karena Pemkab keterbatasan anggaran,” terangnya.

Ia menegaskan, meskipun pembangunan dilakukan oleh BPJN, status jembatan tersebut tetap menjadi kewenangan pemerintah kabupaten. Hal ini disebabkan keterbatasan anggaran daerah dalam merealisasikan pembangunan infrastruktur tersebut secara mandiri.

Lebih lanjut, pembangunan jembatan gantung itu bertujuan untuk meningkatkan konektivitas antarwilayah, khususnya dalam mendukung akses masyarakat menuju pusat-pusat ekonomi serta distribusi komoditas yang terhubung dengan jalan nasional.

BPJN Sumbar berharap masyarakat dapat memahami kondisi tersebut dan memberikan dukungan terhadap proses pembangunan yang sedang berjalan. Pasalnya, proyek jembatan gantung tersebut dibangun dari awal dan telah dimulai sejak Januari 2026.

“Targetnya, pada Agustus mendatang jembatan sudah bisa digunakan oleh masyarakat,” ujar Gina.

Dengan adanya pembangunan ini, diharapkan akses masyarakat menjadi lebih aman dan lancar, terutama bagi para pelajar yang setiap hari melintasi sungai tersebut.


 

PADANG, NETRALPOST — Pemerintah Provinsi Sumatera Barat (Pemprov Sumbar) menegaskan komitmennya memperkuat pembangunan olahraga daerah melalui sinergi dengan seluruh pemangku kepentingan. Hal ini ditegaskan Gubernur Sumbar, Mahyeldi Ansharullah, saat menghadiri kegiatan halal bihalal yang digelar Komite Olahraga Nasional Indonesia (KONI) Sumbar di Auditorium Gubernuran, Senin (6/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung hangat dan penuh keakraban tersebut menjadi momentum mempererat silaturahmi antara pemerintah daerah, pengurus KONI, cabang olahraga, pelatih, serta insan olahraga Sumbar.

Dalam sambutannya, Mahyeldi menekankan pentingnya menjaga kekompakan dan kolaborasi antar seluruh elemen olahraga guna mendorong peningkatan prestasi sekaligus memastikan program pembinaan berjalan optimal.

“Silaturahmi ini penting untuk memperkuat kebersamaan. Dengan kekompakan, kita bisa mendorong kemajuan olahraga Sumbar secara lebih terarah dan berkelanjutan,” ujar Mahyeldi.

Ia juga menegaskan, pelaksanaan Pekan Olahraga Provinsi (Porprov) XVIII Tahun 2026 harus tetap terlaksana setelah sempat tertunda selama delapan tahun akibat pandemi Covid-19.

“Kita tidak boleh lagi menunda. Meskipun ada keterbatasan anggaran dan berbagai tantangan, Porprov harus menjadi momentum kebangkitan olahraga Sumbar,” tegasnya.

Menurut Mahyeldi, Porprov tidak hanya berdampak pada peningkatan prestasi atlet, tetapi juga menjadi penggerak ekonomi daerah. Event olahraga diyakini mampu menghidupkan sektor UMKM, perdagangan, dan jasa di daerah penyelenggara.

“Porprov harus memberi manfaat luas, termasuk bagi pelaku usaha dan masyarakat. Ini peluang untuk meningkatkan perputaran ekonomi dan pendapatan daerah,” tambahnya.

Selain itu, Pemprov Sumbar juga akan melakukan renovasi GOR Haji Agus Salim yang direncanakan mulai Mei 2026. Gubernur mengajak seluruh insan olahraga dan masyarakat untuk memberikan dukungan agar proses renovasi berjalan lancar.

Sementara itu, Ketua Umum KONI Sumbar, Hamdanus menyampaikan kegiatan halal bihalal ini menjadi ajang memperkuat soliditas dalam menghadapi berbagai agenda olahraga ke depan.

“Prestasi olahraga tidak lahir dari kerja individu, tetapi dari sistem yang solid dan kolaboratif. Karena itu, silaturahmi ini penting untuk memperkuat kebersamaan kita,” ujarnya.

Melalui penguatan sinergi ini, Pemprov Sumbar optimistis olahraga daerah akan semakin berkembang, sekaligus memberikan kontribusi nyata terhadap pembangunan dan kebangkitan ekonomi masyarakat. (adpsb/nov/bud)



Pangeran-Tiba - tiba kemarin mendapat WA dari seseorang yang mengatakan bahwa dia sedang check in di KLIA untuk penerbangan menuju Padang. Dan ingin sekali bertemu saya. Bersama keluarganya.


Lucunya walaupun nomor kontaknya sudah tersimpan lama diHP dan di WA dia mengirim fotonya, tapi sungguh saya tidak ingat siapa dia. Lupa !


Memang saya akui, semenjak 2009 semenjak peristiwa yang cukup aneh menimpa saya, saya menjadi pelupa. Bahkan banyak lupa masa lalu.


Dan karena saya lupa dengan dia dan keinginannya yang cukup serius untuk bertemu saya bersama keluarganya saya mulai mencari tahu siapa dia. Googling. Dan Alhamdulillah saya mendapat informasi yang cukup banyak tentang beliau. Banyak.


Dan yang lucunya dimedsos saya, saya menemukan sebuah foto yang mana saya sedang travelling bersamanya dalam sebuah kendaraan. Tapi sungguh saya tidak ingat kapan dan dimana !


Dan Alhamdulillah akhirnya tadi malam kami bertemu. Dan sepertinya isterinya, anaknya Ranee dan Samee sangat senang bertemu. Karena sepertinya mereka sudah mendapat cerita banyak tentang saya dari Bapaknya. Apalagi Samee yang akhirnya kami berfoto bersama.


Terima kasih Mustafa.

Walaupun pertemuan singkat tapi sangat berarti dan semoga kita bisa berbuat kebaikan bersama.


Dan maafkan saya karena karena tidak bisa menemani 2 hari bersama sudah punya meeting lain yang tak bisa saya tunda dan mengcancelnya begitu saja. 


One of the most widely recognized individuals with this name is a Senior Investment Analyst at Saturna Capital. 


Role: He joined Saturna in 2017 and is a key figure in Islamic Investing, managing assets for a firm with nearly $4 billion USD under management.

Background: Born in Germany, he graduated from the University of Esslingen and is also a PhD student focusing on research in finance.

Presence: He frequently appears as an expert on Islamic finance podcasts discussing ethical earning and wealth management.(tulus)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.