Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88

 

Padang, Netralpost – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat melaksanakan kegiatan Apel Pagi Jam Pimpinan yang berlangsung khidmat di halaman Mapolda Sumbar. Kegiatan ini dipimpin langsung oleh Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes. Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., dan diikuti oleh seluruh pejabat serta personel Ditlantas Polda Sumbar.

Apel pagi ini tidak sekedar rutinitas kehadiran, melainkan menjadi momentum penting untuk menyamakan persepsi, memperkuat disiplin, dan membangkitkan semangat pengabdian. Usai pelaksanaan apel, kegiatan dilanjutkan dengan acara Halal Bi Halal yang berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan.

Kombes. Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., Dirlantas Polda Sumbar, dalam arahannya menyampaikan:

“Apel pagi ini adalah cermin kesiapan kita dalam menjalankan tugas sehari-hari. Disiplin yang kita tunjukkan di sini adalah cerminan pelayanan yang akan kita berikan kepada masyarakat. Melalui Halal Bi Halal ini, saya mengajak seluruh personel untuk saling memaafkan, mempererat silaturahmi, dan menghilangkan sekat-sekat perbedaan. Kebersamaan adalah kekuatan terbesar kita dalam mewujudkan Kamseltibcarlantas yang aman, tertib, dan berkeselamatan di seluruh wilayah Sumatera Barat.”

Lebih lanjut, beliau menegaskan: “Semangat baru harus kita bawa dalam setiap langkah kerja. Hadir lebih dekat, melayani dengan hati, dan bertindak presisi. Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan!”, ujarnya.

Kegiatan berakhir dengan doa bersama dan jabat tangan penuh kehangatan antar seluruh personel, memperkuat tekad untuk terus berkomitmen memberikan pelayanan terbaik, profesional, dan tulus kepada masyarakat.(*) 


 

Padang,  netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat terus memperkuat kedisiplinan, kesiapsiagaan, dan profesionalisme personel pengamanan sebagai bagian dari upaya menciptakan lingkungan kerja dan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, dan nyaman.

Komitmen tersebut diwujudkan melalui kegiatan Pembinaan Security Tahun 2026 yang dilaksanakan pada Kamis–Jumat (27–28/8) di halaman Kantor KAI Divre II Sumatera Barat. Kegiatan dipimpin langsung oleh Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto, CTMP., CHRMP, bersama Babin Polsuska Aiptu Roby Kentoro dan diikuti oleh 72 personel security.

Dalam arahannya, Manajer Pengamanan menekankan pentingnya kedisiplinan, tanggung jawab, kewaspadaan, serta kepatuhan terhadap ketentuan dan prosedur dalam menjalankan tugas. Personel security juga diingatkan untuk senantiasa menjaga sikap, penampilan, dan etika dalam bertugas serta mengedepankan pelayanan yang humanis dan profesional kepada pelanggan maupun seluruh pihak yang berada di lingkungan kerja KAI.

“Security merupakan salah satu garda terdepan dalam menciptakan rasa aman dan nyaman. Karena itu, setiap personel harus memiliki kedisiplinan, kesiapsiagaan, serta kemampuan untuk bertindak secara tepat sesuai prosedur. Selain menjaga keamanan, personel juga harus mampu memberikan pelayanan yang humanis dan profesional,” ujar Manajer Pengamanan KAI Divre II Sumbar, Kolonel Laut (P) Surya Ari Muryanto.

Setelah pengarahan, kegiatan dilanjutkan dengan pelatihan baris-berbaris (PBB) yang bertujuan meningkatkan kedisiplinan, kekompakan, ketanggapan, serta kemampuan personel dalam menerima dan melaksanakan instruksi secara tepat, cepat, dan terkoordinasi.

Sebagai bagian dari pembinaan fisik dan mental, kegiatan dilanjutkan dengan Long March berupa perjalanan kaki sejauh 8 kilometer dari Stasiun Pulau Air hingga Kodaeral II Padang. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan daya tahan fisik, ketangguhan mental, kedisiplinan, serta kekompakan antarpersonel. Melalui Long March tersebut, personel security juga dilatih untuk menjaga fokus, membangun semangat kebersamaan, serta meningkatkan kemampuan dalam menghadapi dan menyelesaikan tantangan secara disiplin, terukur, dan bertanggung jawab.

Kepala Humas KAI Divre II Sumatera Barat, Reza Shahab mengatakan bahwa peningkatan kapasitas personel security memiliki keterkaitan erat dengan kualitas pelayanan dan pengalaman pelanggan. Menurutnya, aspek keamanan dan pelayanan merupakan dua hal yang tidak dapat dipisahkan dalam operasional transportasi kereta api.

“Keamanan merupakan fondasi utama dalam memberikan pelayanan transportasi yang berkualitas. Ketika personel security memiliki disiplin, kesiapsiagaan, dan kemampuan komunikasi yang baik, maka hal tersebut akan turut membangun rasa aman dan nyaman bagi pelanggan. Karena itu, pembinaan seperti ini bukan hanya untuk meningkatkan kemampuan pengamanan, tetapi juga membentuk karakter personel yang mampu memberikan pelayanan secara profesional dan humanis,” ujar Reza.

Lebih lanjut, Reza menyampaikan bahwa personel security tidak hanya dituntut untuk mampu menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari wajah perusahaan yang berinteraksi langsung dengan pelanggan dan masyarakat.

“Setiap interaksi personel dengan pelanggan merupakan bagian dari pengalaman mereka menggunakan layanan KAI. Sikap yang ramah, responsif, disiplin, dan profesional akan memberikan kesan positif sekaligus memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap KAI. Oleh karena itu, kami terus mendorong agar standar keamanan berjalan beriringan dengan standar pelayanan,” tambahnya.

Kegiatan pembinaan ini menjadi momentum untuk memperkuat kesiapan personel dalam menghadapi berbagai kondisi di lapangan. Selain aspek fisik dan kedisiplinan, pembinaan juga diarahkan untuk membangun koordinasi, kepemimpinan, kekompakan, serta rasa tanggung jawab dalam menjalankan tugas.

“Kami berharap seluruh personel security dapat semakin disiplin, sigap, tangguh, profesional, dan bertanggung jawab dalam melaksanakan tugas. Dengan personel pengamanan yang memiliki kompetensi dan kesiapan yang baik, KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi kereta api yang aman, tertib, nyaman, dan berorientasi pada pelayanan pelanggan” tutup Reza.(*) 

Padang, netralpost --- Penguatan sinergi antarlembaga menjadi bagian penting dalam mendukung kelancaran pelaksanaan tugas dan pelayanan kepada masyarakat. Hal tersebut diwujudkan KAI Divre II Sumbar melalui audiensi bersama Kodaeral II Padang, Kamis (27/8). Kegiatan yang berlangsung di Ruang Rapat Kodaeral II Padang tersebut dihadiri oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya bersama jajaran manajemen.

Kedatangan jajaran KAI Divre II Sumbar disambut langsung oleh Dankodaeral II Laksda TNI Sarimpunan Tanjung, didampingi Aster Dankodaeral II Kolonel (Mar) Wartono dan Kadister Kodaeral II Letkol (Mar) Arifin.

Audiensi ini menjadi momentum untuk memperkuat komunikasi, koordinasi, dan hubungan kelembagaan antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang. Dalam pertemuan tersebut, kedua pihak membahas sejumlah hal strategis terkait penguatan sinergi, khususnya dalam mendukung aspek keamanan, kelancaran operasional, serta terciptanya koordinasi yang efektif dalam pelaksanaan tugas masing-masing.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa sinergi dengan TNI, termasuk Kodaeral II Padang, merupakan bagian penting dalam mendukung kelancaran operasional perkeretaapian sekaligus memberikan rasa aman dan nyaman kepada masyarakat sebagai pengguna jasa kereta api.

“Kolaborasi dan koordinasi dengan Kodaeral II Padang merupakan bagian penting dalam memperkuat hubungan kelembagaan dan mendukung kelancaran operasional KAI Divre II Sumbar. Kami berharap komunikasi dan sinergi yang telah terjalin dapat terus ditingkatkan, sehingga bersama-sama dapat memberikan kontribusi positif bagi keamanan, kelancaran operasional, dan pelayanan kepada masyarakat,” ujar Lutfi.

Senada dengan hal tersebut, Dankodaeral II Padang Laksda TNI Sarimpunan Tanjung menyambut baik audiensi yang dilakukan KAI Divre II Sumbar. Menurutnya, sinergitas dan komunikasi antarlembaga merupakan hal penting dalam mendukung pelaksanaan tugas, khususnya dalam menjaga keamanan dan menciptakan kondisi yang kondusif bagi masyarakat.

“Kami menyambut baik audiensi ini sebagai momentum untuk memperkuat silaturahmi, komunikasi, dan koordinasi antara Kodaeral II Padang dengan KAI Divre II Sumbar. Kodaeral II siap mendukung dan memperkuat sinergi sesuai tugas dan kewenangan masing-masing, sehingga dapat bersama-sama memberikan kontribusi bagi keamanan, kelancaran operasional, serta pelayanan kepada masyarakat,” ujar Sarimpunan.

Audiensi berlangsung dalam suasana hangat dan penuh kekeluargaan. Sebagai bentuk apresiasi sekaligus simbol penguatan hubungan kelembagaan, kegiatan dilanjutkan dengan pemberian cinderamata antara KAI Divre II Sumbar dan Kodaeral II Padang.

Melalui audiensi ini, KAI Divre II Sumbar berharap sinergitas dan kolaborasi dengan Kodaeral II Padang semakin solid dan berkelanjutan. Koordinasi yang semakin baik diharapkan dapat mendukung terciptanya operasional kereta api yang aman dan lancar serta memperkuat kualitas pelayanan KAI kepada masyarakat.(*) 

Netralpost --- Sabtu pagi itu, jam di dinding baru menunjuk angka 10.00 WIB. Ruang cangkir kopi di salah satu kedai langganan kawasan Jalan Banda Kali, Kota Padang, masih hangat oleh perbincangan. Kami, beberapa jurnalis yang biasa mangkal di sana, menghabiskan sisa obrolan akhir pekan sebelum memutuskan untuk beranjak.

Awalnya tanpa arah tujuan pasti. Usai berkemas dan masuk ke dalam mobil roda empat milik salah seorang rekan, kendaraan melaju perlahan meninggalkan pusat kota, menyusuri rute ke arah Bungus. Di tengah perjalanan, sebuah usulan meluncur santai dari bangku belakang, "Udah, kita langsung saja ke Pesisir Selatan." Celetukan itu langsung disambut anggukan setuju dari yang lain.

Perjalanan berlanjut menembus rute pesisir. Menjelang siang, kami menyempatkan diri singgah di sebuah kedai nasi tepi jalan untuk santap siang, sebelum meneruskan perjalanan hingga memasuki wilayah Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan.

Di lokasi inilah pandangan kami tertuju pada sebuah bangunan fisik baru yang mentereng: Jembatan Gantung Pejalan Kaki Tipe Rigid sepanjang 100 meter. Berdiri kokoh membentang di atas aliran sungai, jembatan ini hadir menjadi urat nadi baru bagi mobilitas serta urat nadi perekonomian masyarakat setempat.

Infrastruktur yang dibangun oleh Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat di bawah Satuan Kerja (Satker) PJN Wilayah II ini tampil megah dengan pylon berbalut warna merah-putih. Konstruksinya tampak rapi dan kokoh, dilengkapi pagar pengaman baja, jalan pendekat beton yang mulus, saluran drainase terstruktur, hingga deretan lampu penerangan jalan (PJU) untuk memastikan keamanan warga saat menyeberang pada malam hari.

Kehadiran jembatan gantung ini tidak sekadar menghubungkan dua sisi daratan, tetapi memangkas jarak tempuh warga, mempermudah anak-anak melangkah menuju sekolah, serta memperlancar arus pengangkutan hasil pertanian warga sekitar.

Demi menjaga keamanan dan keawetan bangunan dalam jangka panjang, papan imbauan resmi dari Kementerian PU terpasang di area pangkal jembatan. Beberapa tata cara melintas yang wajib dipatuhi warga antara lain:

• Antre secara berurutan dengan jumlah maksimal 40 orang dalam satu waktu.

• Utamakan keselamatan dengan tidak bermain-main, berlari, berfoto (selfie), atau bersandar pada pagar pembatas.

• Dampingi anak-anak saat melintas dan hindari menyeberang ketika hujan deras atau debit air sungai meningkat.

• Menjaga kebersihan serta kerapian di lingkungan sekitar area jembatan.

• Kendaraan roda empat dilarang melintas, kecuali kendaraan darurat seperti ambulans.

Apresiasi atas rampungnya jembatan ini turut disampaikan oleh Wali Nagari Koto Rawang, Derijol. Ia mengungkapkan rasa syukur dan terima kasihnya kepada BPJN Sumbar atas terealisasinya fasilitas yang telah lama dinantikan oleh warganya.

"Kita menanti dari tahun 2024, alhamdulillah tahun ini terealisasi dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Derijol saat dikonfirmasi via pesan instan, (29/8).

Senyum lega juga tergambar dari wajah Mira, seorang pemilik warung kopi di sekitar jembatan. Bagi Mira dan warga lainnya, jembatan ini bukan sekadar jalur penyeberangan, melainkan jawaban atas kerinduan bertahun-tahun akan akses mobilitas yang layak dan bermartabat

"Dengan adanya jembatan ini warga sangat terbantu. Mengenai tidak semua kendaraan roda empat bisa lewat, itu kan sudah ada pemberitahuan bahwa hanya mobil ambulans yang bisa lewat," tutur Mira sembari menunjuk plang aturan yang berdiri di dekat jalan masuk jembatan.

Sore mulai membayang saat perbincangan kami bersama warga rampung. Kehadiran jembatan gantung bentang 100 meter di Nagari Tambang ini menjadi bukti nyata bagaimana akses infrastruktur yang memadai mampu memberikan rasa aman, nyaman, dan harapan baru bagi kesejahteraan masyarakat nagari. Dengan senyum warga dan ingatan atas perjalanan hari itu, kami berpamitan untuk kembali menempuh jalan pulang menuju Kota Padang. (Red)



PESSEL – Warga Nagari Tambang, Kecamatan IV Jurai, Kabupaten Pesisir Selatan (Pessel) kini memiliki jembatan gantung pejalan kaki tipe rigid sepanjang 100 meter. Infrastruktur yang dibangun Kementerian Pekerjaan Umum melalui Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Sumatera Barat ini resmi memangkas jarak tempuh warga, mempermudah akses anak sekolah, serta memperlancar distribusi hasil pertanian.

Jembatan modern berwarna dominan merah-putih ini dilengkapi pagar pengaman baja, jalan akses beton, sistem drainase, serta lampu penerangan jalan. Untuk menjaga keamanan dan keawetan infrastruktur, warga diimbau mematuhi tata cara melintas:

Batas kapasitas maksimal 40 orang dalam satu waktu.

Dilarang bermain, berlari, berfoto (selfie), atau bersandar pada pagar pembatas.

Anak-anak wajib didampingi, serta hindari melintas saat hujan deras atau banjir.

Jaga kebersihan lingkungan sekitar jembatan.

Kendaraan roda empat dilarang melintas, kecuali kendaraan darurat seperti ambulans.

Wali Nagari Koto Rawang, Derijol, menyampaikan apresiasi mendalam kepada BPJN Sumbar atas terealisasinya pembangunan yang dinantikan warga sejak 2024 tersebut.

"Kita menanti dari tahun 2024, alhamdulillah tahun ini terealisasi dan sudah dapat dimanfaatkan oleh masyarakat," ujar Derijol via WhatsApp, Sabtu (29/8).

Rasa lega juga diungkapkan Mira, warga setempat yang membuka kedai di dekat jembatan. Menurutnya, keberadaan jembatan sangat membantu mobilitas harian dan warga pun telah memahami aturan penggunaan yang terpasang di lokasi.

Dengan beroperasinya jembatan ini, mobilitas dan perekonomian masyarakat Nagari Tambang serta sekitarnya kini makin aman, nyaman, dan lancar. (Red)

 

Padang, netralpost — Semangat kebersamaan terlihat dalam kegiatan olahraga bersama personel Direktorat Lalu Lintas Polda Sumbar. Kegiatan yang berlangsung penuh keakraban tersebut menjadi momentum menjaga kebugaran sekaligus memperkuat kekompakan personel dalam mendukung tugas pelayanan kepada masyarakat, Sabtu (29/8/2026).

Kegiatan olahraga bersama tersebut dipimpin langsung Wadir Lantas Polda Sumbar AKBP Yudho Huntoro, S.I.K., M.I.K. Kebersamaan personel tampak menjadi bagian dari pembinaan internal untuk membangun suasana kerja yang sehat, kompak dan penuh semangat. 

Di jajaran Ditlantas Polda Sumbar, kebugaran personel memiliki arti penting. Tugas kepolisian lalu lintas menuntut kesiapan fisik, mental serta kemampuan memberikan pelayanan secara cepat, profesional dan humanis.

Semangat pembinaan personel tersebut sejalan dengan komitmen Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam memperkuat kualitas sumber daya manusia di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar.

Olah raga bersama tidak sekedar menjaga kesehatan tubuh. Kegiatan tersebut juga menjadi ruang mempererat komunikasi, membangun solidaritas dan menumbuhkan semangat kebersamaan antar personel.

Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq melalui kegiatan tersebut turut mendorong personel agar menjaga kebugaran sekaligus membangun kekompakan. Personel yang sehat dan solid akan lebih siap menjalankan tugas di tengah masyarakat.

Semangat Ditlantas Polda Sumbar rancak bana tercermin dari kebersamaan personel yang tetap aktif menjaga kesehatan dan membangun suasana positif. Kebugaran menjadi modal penting dalam menghadapi dinamika tugas lalu lintas setiap hari.

Komitmen tersebut juga mendukung semangat “Lalu Lintas Modern yang Berkeselamatan Menuju Indonesia Emas.” Modernisasi lalu lintas tidak hanya membutuhkan sistem dan teknologi, tetapi juga personel yang profesional, disiplin, sehat dan memiliki semangat pengabdian.

Bagi Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, kualitas pelayanan kepada masyarakat harus ditopang kesiapan personel. Karena itu, kebersamaan, kesehatan dan soliditas menjadi bagian penting dalam membangun organisasi yang semakin responsif terhadap kebutuhan masyarakat.

Pada akhirnya, kegiatan tersebut membawa pesan kuat bahwa Polri untuk masyarakat. Dengan personel yang sehat, kompak, profesional dan humanis, Ditlantas Polda Sumbar terus berupaya hadir memberikan rasa aman, pelayanan terbaik serta mendukung terciptanya lalu lintas yang tertib dan berkeselamatan.


 

Padang, netralpost – Direktorat Lalu Lintas (Ditlantas) Polda Sumatera Barat terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia dan profesionalisme personel dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat.

Komitmen tersebut kembali terlihat dalam apel pagi yang dipimpin langsung Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H. M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H. Dalam kesempatan tersebut, sejumlah personel diberikan penghargaan atas kinerja, dedikasi, serta prestasi yang dinilai memberikan kontribusi positif terhadap pelaksanaan tugas kepolisian.

Pemberian penghargaan itu tidak sekedar menjadi seremoni internal. Bagi jajaran Ditlantas Polda Sumbar, apresiasi terhadap personel berprestasi merupakan bagian dari upaya membangun budaya kerja yang sehat, profesional, disiplin, sekaligus berorientasi pada pelayanan publik.

Reza menegaskan bahwa kerja keras personel di lapangan harus mendapatkan perhatian dan penghargaan yang layak.

“Kerja keras, dedikasi, dan prestasi harus mendapatkan penghargaan. Ini sekaligus menjadi motivasi agar seluruh personel terus meningkatkan kinerja dan memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat,” tegas Reza.

Menurutnya, setiap personel memiliki peran penting dalam menentukan wajah pelayanan kepolisian di tengah masyarakat. Karena itu, prestasi yang ditorehkan seorang anggota tidak hanya menjadi kebanggaan pribadi, tetapi juga menjadi bagian dari keberhasilan institusi.

“Penghargaan ini bukan semata-mata tentang siapa penerimanya, tetapi bagaimana prestasi tersebut dapat menjadi motivasi bagi personel lainnya. Kita ingin membangun semangat bahwa setiap kerja keras, kedisiplinan, inovasi dan pengabdian yang dilakukan dengan baik akan mendapatkan apresiasi,” ujarnya.

Reza juga mengingatkan agar penghargaan yang diberikan tidak dipandang sebagai titik akhir. Sebaliknya, penghargaan harus menjadi pemacu untuk mempertahankan sekaligus meningkatkan kualitas kinerja.

“Bagi personel peraih penghargaan, jangan berhenti sampai di sini. Jadikan penghargaan ini sebagai tanggung jawab moral untuk mempertahankan prestasi. Bagi personel lainnya, jadikan ini sebagai motivasi untuk memberikan yang terbaik,” katanya.

Ia menambahkan, tugas anggota lalu lintas memiliki karakteristik yang sangat dekat dengan masyarakat. Hampir setiap hari personel berhadapan langsung dengan pengguna jalan, mulai dari pengaturan arus lalu lintas, pelayanan administrasi, penegakan hukum, penanganan kecelakaan hingga berbagai kegiatan edukasi keselamatan berlalu lintas.

Karena itu, menurut Reza, profesionalisme tidak cukup hanya diwujudkan melalui kemampuan menjalankan tugas secara teknis.

“Polisi lalu lintas harus mampu memberikan rasa aman, nyaman dan pelayanan yang humanis. Masyarakat tidak hanya membutuhkan kehadiran polisi, tetapi juga membutuhkan sikap yang profesional, responsif dan mampu memberikan solusi,” jelasnya.

Ia menekankan bahwa setiap anggota harus memahami bahwa tugas kepolisian pada hakikatnya merupakan bentuk pengabdian kepada masyarakat.

“Jangan pernah merasa bahwa pekerjaan kita hanya sebatas rutinitas. Setiap pelayanan yang kita berikan memiliki arti bagi masyarakat. Karena itu, laksanakan tugas dengan penuh tanggung jawab, disiplin dan hati,” pesan Reza.

Menurutnya, keberhasilan Ditlantas Polda Sumbar tidak semata-mata dapat dilihat dari banyaknya pelaksanaan kegiatan atau pun perjalanan rutinitas kedinasan.

Lebih jauh, keberhasilan harus diukur dari dampak yang dirasakan masyarakat, termasuk meningkatnya kesadaran berlalu lintas, terciptanya keamanan dan ketertiban di jalan raya, serta hadirnya pelayanan kepolisian yang semakin mudah, cepat dan humanis.

“Ukuran keberhasilan kita bukan hanya seberapa banyak kegiatan yang kita lakukan, tetapi seberapa besar manfaatnya dirasakan masyarakat. Itulah yang harus menjadi orientasi kita bersama,” tegasnya.

Reza juga mendorong seluruh jajaran agar tidak berhenti melakukan evaluasi dan pembenahan. Menurutnya, perkembangan masyarakat dan dinamika lalu lintas menuntut kepolisian untuk terus beradaptasi.

Personel dituntut memiliki kemampuan membaca situasi, mengambil keputusan secara tepat, menjaga integritas serta mengedepankan pendekatan yang humanis dalam setiap pelaksanaan tugas.

“Jangan cepat puas dengan capaian yang sudah ada. Evaluasi terus apa yang masih kurang, perbaiki dan tingkatkan. Kita harus terus bergerak mengikuti kebutuhan masyarakat,” ujarnya.

Pemberian penghargaan tersebut sekaligus memperlihatkan bahwa pimpinan memberikan ruang bagi personel untuk berkembang berdasarkan kinerja dan pemberian kontribusi.

Bagi personel penerima penghargaan, apresiasi tersebut diharapkan dapat menjadi energi positif untuk terus mempertahankan prestasi. Sementara bagi seluruh anggota Ditlantas Polda Sumbar, momentum tersebut menjadi pengingat bahwa setiap individu memiliki kesempatan yang sama untuk memberikan kontribusi terbaik.

Reza berharap budaya apresiasi dan evaluasi dapat berjalan beriringan di lingkungan Ditlantas Polda Sumbar.

“Yang berprestasi kita apresiasi, yang masih memiliki kekurangan kita evaluasi dan kita dorong untuk menjadi lebih baik. Yang paling penting adalah seluruh personel memiliki semangat yang sama untuk memberikan pengabdian terbaik kepada masyarakat,” tuturnya, Jumat (28/8/2026).

Ia juga mengingatkan agar penghargaan tidak menimbulkan rasa berpuas diri maupun persaingan yang tidak sehat. Sebaliknya, prestasi seorang personel harus mampu menjadi inspirasi bagi rekan-rekannya.

“Jadikan prestasi sebagai inspirasi, bukan untuk membanggakan diri. Kita bekerja sebagai satu tim. Keberhasilan satu personel pada akhirnya juga menjadi keberhasilan institusi,” katanya.

Dengan demikian, penghargaan kepada personel berprestasi bukan hanya menjadi bentuk apresiasi atas kerja yang telah dilakukan, tetapi juga bagian dari strategi membangun kultur organisasi yang mendorong profesionalisme, integritas, disiplin dan pelayanan publik.

Di tengah tuntutan masyarakat terhadap Polri yang semakin tinggi, Ditlantas Polda Sumbar dituntut mampu menghadirkan pelayanan yang tidak hanya cepat dan tepat, tetapi juga humanis serta berorientasi pada keselamatan.

Pesan yang disampaikan Reza menjadi jelas: penghargaan merupakan bentuk apresiasi atas pengabdian, tetapi di balik penghargaan tersebut terdapat tanggung jawab yang lebih besar untuk mempertahankan kepercayaan masyarakat.

Dari ruang kerja hingga jalan raya, kualitas personel akan selalu menjadi bagian penting dari wajah institusi kepolisian. Karena itu, setiap prestasi harus dipelihara, setiap kekurangan harus diperbaiki dan setiap pelayanan harus terus ditingkatkan.

“Terus bekerja dengan ikhlas, profesional dan penuh tanggung jawab. Jadikan tugas ini sebagai pengabdian. Berikan yang terbaik kepada masyarakat dan jaga nama baik institusi,” pungkas Reza.


 

Padang, netralpost — Kehadiran Ditlantas Polda Sumbar Lebih Mendepankan Kehadiranya untuk Lebih memperkuat personel Polantas di tengah masyarakat sebagai bagian dari upaya menciptakan keamanan, keselamatan, ketertiban dan kelancaran lalu lintas (Kamseltibcarlantas).

Dengan adanya Semangat tersebut Serta Sejalan dengan komitmen Dirlantas Polda Sumbar Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq dalam menghadirkan pelayanan lalu lintas yang humanis, responsif dan berorientasi pada keselamatan masyarakat, Jumat (28/8/2026).

Polisi Lalu Lintas hadir bukan hanya ketika terjadi pelanggaran atau kecelakaan, tetapi juga menjalankan fungsi pelayanan, pengaturan, penjagaan dan pengamanan arus kendaraan di berbagai titik yang membutuhkan kehadiran petugas.

Ada pun salah satu bentuk pelayanan tersebut terlihat melalui kegiatan pengaturan lalu lintas dan penerapan buka tutup jalan dengan tetap berkoordinasi bersama masyarakat. Pengaturan dilakukan untuk menjaga kelancaran arus lalu lintas, sekaligus memastikan keselamatan pengguna jalan maupun Masyarakat di Lapangan.

Pesan Dirlantas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq adalah bahwa keselamatan merupakan prioritas Lebih utama. Pengguna jalan diingatkan untuk tidak mengabaikan rambu rambu lalu lintas di jalanan, menggunakan perlengkapan keselamatan, mematuhi batas kecepatan serta memperhatikan kondisi jalan dan lingkungan sekitar lokasi. 

Dengan adanya Pendekatan Polisi Lalu Lintas, Polda Sumbar juga tidak semata-mata bersifat penindakan. Edukasi dan komunikasi dengan masyarakat menjadi bagian penting dalam membangun kesadaran bahwa ketertiban berlalu lintas merupakan tanggung jawab Kita Bersama.

Dalam pengaturan buka tutup jalan, koordinasi dengan warga menjadi salah satu kunci agar kebijakan rekayasa lalu lintas dapat berjalan efektif. Petugas memberikan pemahaman kepada masyarakat sekaligus memastikan pengguna jalan memperoleh informasi mengenai kondisi dan pengaturan arus.

Lebih lanjut Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq terus mendorong jajaran Polantas agar mengedepankan sikap humanis saat memberikan pelayanan. Kehadiran polisi di jalan diharapkan mampu memberikan rasa aman sekaligus membantu masyarakat ketika menghadapi hambatan perjalanan.

Semangat tersebut terangkum dalam pesan “Polantas Hadir, untuk Anda, melayani, mengayomi, melindungi demi lalu lintas yang aman dan tertib.” Pesan ini sekaligus menjadi pengingat bahwa kehadiran personel lalu lintas ditujukan untuk memberikan manfaat nyata kepada masyarakat Sumbar.

Terlebih masyarakat juga diajak bersama-sama membangun budaya tertib berlalu lintas. Menggunakan helm SNI, mematuhi rambu, tidak menggunakan telepon saat berkendara, menjaga kecepatan dan menghormati pengguna jalan lainnya merupakan langkah sederhana yang dapat mencegah terjadinya kecelakaan di jalan raya.

Ditlantas Polda Sumbar terus mengedepankan semangat Polri untuk masyarakat, dengan menempatkan keselamatan sebagai prioritas dan pelayanan humanis sebagai bagian dari pengabdian. Ikuti peraturan dan tata tertib, selamat sampai tujuan masing-masing.



 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat menerima kunjungan Tim Penilai Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) 2026 di Stasiun Padang, Kamis (27/8). Kunjungan tersebut merupakan bagian dari rangkaian penilaian terhadap fasilitas dan layanan publik yang mendukung pengembangan ekosistem pariwisata ramah muslim di Sumatera Barat.

Indonesia Muslim Travel Index (IMTI) merupakan salah satu instrumen penilaian yang digagas oleh Kementerian Pariwisata bekerja sama dengan Bank Indonesia dan NHI Poltekpar Bandung. Penilaian IMTI dilakukan untuk melihat kesiapan serta komitmen daerah dalam mengembangkan destinasi dan fasilitas pariwisata yang memenuhi kebutuhan wisatawan muslim.

Kunjungan Tim Penilai IMTI di Stasiun Padang diterima langsung oleh Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya. Turut hadir Manager Operasi dan Angkutan Fasilitas Penumpang, Acep S. Manan, Kepala Humas KAI Divre II Sumbar Reza Shahab, Kepala Stasiun Padang Jefri Alkori, beserta jajaran.

Kegiatan tersebut juga dihadiri Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, beserta jajaran, Ketua BPJPH Sumatera Barat Dr. Ikrar Abdi, S.Ag., M.A., Deputy Direktur BEKS Bank Indonesia Dwi Putra Indrawan, serta Kepala Bidang Ekonomi Kreatif Wahendra.

Sementara itu, Tim Penilai IMTI dipimpin oleh Dr. Sumaryadi, MM bersama Christian Helmy Rumayar, Zafira Khairani, dan Ditra Bulan Ramadinia.

Dalam kunjungan tersebut, Tim Penilai IMTI meninjau sejumlah fasilitas dan layanan yang tersedia di Stasiun Padang, termasuk fasilitas bagi penyandang disabilitas serta sarana pendukung kebutuhan wisatawan muslim.

Tim penilai memberikan apresiasi terhadap kesiapan fasilitas pelayanan di Stasiun Padang, khususnya dalam memberikan kemudahan dan kenyamanan bagi seluruh pengguna jasa.

“Pelayanan disabilitas di Stasiun Padang sangat ramah dan memudahkan pengguna. Selain itu, fasilitas untuk mendukung pariwisata ramah muslim juga telah disiapkan dengan baik, seperti ketersediaan musala hingga masjid, toilet terpisah, kelengkapan fasilitas disabilitas, digitalisasi dan fasilitas lainnya,” ujar Sumaryadi.

Kepala KAI Divre II Sumbar Lutfi Wijaya menyampaikan bahwa KAI berkomitmen untuk terus menghadirkan layanan transportasi yang inklusif, aman, nyaman, serta mampu mendukung kebutuhan masyarakat dan wisatawan yang menggunakan kereta api sebagai bagian dari perjalanan wisata di Sumatera Barat.

“Kami terus berupaya memberikan pelayanan terbaik, tidak hanya dari sisi keselamatan dan kenyamanan perjalanan, tetapi juga melalui penyediaan fasilitas yang ramah bagi seluruh pelanggan, termasuk penyandang disabilitas maupun wisatawan muslim. Kunjungan Tim Penilai IMTI ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan evaluasi dan meningkatkan kualitas pelayanan di Stasiun Padang,” ujar Lutfi.

Menurutnya, keberadaan transportasi publik yang mampu memberikan kemudahan bagi wisatawan merupakan bagian penting dalam membangun ekosistem pariwisata yang berkualitas. Stasiun sebagai salah satu pintu masuk dan keluar wisatawan memiliki peran strategis dalam memberikan pengalaman perjalanan yang aman, nyaman, dan berkesan.

“KAI siap bersinergi dengan pemerintah daerah dan seluruh pemangku kepentingan untuk mendukung Sumatera Barat sebagai salah satu destinasi wisata ramah muslim unggulan di Indonesia. Kami berharap layanan transportasi kereta api dapat semakin memberikan nilai tambah bagi perkembangan sektor pariwisata dan perekonomian daerah,” tambah Lutfi.

Sejalan dengan hal tersebut, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Sumatera Barat dr. Lila Yanwar, MARS, menyampaikan bahwa transportasi merupakan bagian penting dalam mendukung pengembangan pariwisata ramah muslim, khususnya dalam memberikan kemudahan akses, keamanan, kenyamanan, dan fasilitas yang sesuai dengan kebutuhan wisatawan.

“Pariwisata ramah muslim tidak hanya tentang destinasi, tetapi juga bagaimana wisatawan mendapatkan kemudahan dan kenyamanan selama perjalanan. Karena itu, sinergi antara pemerintah daerah, KAI, dan seluruh pemangku kepentingan sangat penting untuk memperkuat ekosistem pariwisata Sumatera Barat yang berkualitas, inklusif, dan ramah bagi wisatawan muslim,” ujar Lila.

Melalui kunjungan Tim Penilai IMTI 2026 tersebut, KAI Divre II Sumbar berharap dapat semakin memperkuat kontribusinya dalam mendukung pengembangan pariwisata Sumatera Barat, sekaligus memastikan Stasiun Padang menjadi ruang pelayanan publik yang inklusif dan mampu memenuhi kebutuhan pelanggan dari berbagai latar belakang.(*) 

 

Netralpost --- Satuan Reserse Narkoba Polres 50 Kota berhasil mengamankan seorang laki-laki dewasa berinisial D (47), Dengan Alamat di Jr. Talang Nagari Talang Maur kec. Mungka , yang diduga terlibat dalam tindak pidana penyalahgunaan dan peredaran narkotika jenis sabu. Penangkapan tersebut dilakukan pada Selasa (25/8/2026) sekitar pukul 05.00 WIB di halaman depan sebuah rumah di Jorong Simpang Limo, Kenagarian Anding, Kecamatan Suliki, Kabupaten Lima Puluh Kota.

Penangkapan dilakukan setelah jajaran Satresnarkoba Polres 50 Kota menerima informasi dari masyarakat terkait dugaan aktivitas penyalahgunaan narkotika jenis sabu di wilayah Nagari Anding. Menindaklanjuti informasi tersebut, personel Satresnarkoba di bawah pimpinan Kasat Resnarkoba Polres 50 Kota AKP Riki Yovrizal, S.H., M.H., melakukan serangkaian penyelidikan hingga memperoleh informasi yang dinilai cukup akurat.

Dari hasil penyelidikan, petugas kemudian mengamankan D yang diduga sedang menunggu calon pembeli narkotika. Saat diamankan di halaman sebuah rumah, petugas menemukan satu paket kecil yang diduga sabu di sekitar tempat tersangka berdiri. Paket tersebut sebelumnya diduga berada dalam genggaman tersangka dan kemudian terjatuh ke tanah.

Petugas selanjutnya melakukan penggeledahan di dalam rumah. Di salah satu kamar, tepatnya di bawah lipatan kain, ditemukan sebuah kotak rokok yang di dalamnya terdapat dua paket yang diduga narkotika jenis sabu. Dari keseluruhan penggeledahan, petugas mengamankan tiga paket sabu dengan berat total 1,48 gram.

Selain narkotika, polisi turut mengamankan barang bukti berupa satu buah pipet yang ujungnya diruncingkan, dua unit telepon seluler merek OPPO, serta satu unit sepeda motor Honda Genio tanpa nomor polisi yang diduga digunakan tersangka untuk menjemput narkotika.

Dalam pemeriksaan awal, tersangka mengakui bahwa barang bukti yang ditemukan tersebut adalah miliknya dan berada dalam penguasaannya. Sabu tersebut diduga akan dijual kembali kepada masyarakat setempat.

Kasat Resnarkoba Polres 50 Kota AKP Riki Yovrizal, S.H., M.H., mengatakan bahwa pengungkapan kasus tersebut merupakan tindak lanjut dari informasi masyarakat sekaligus bentuk komitmen kepolisian dalam memberantas peredaran narkotika di wilayah hukum Polres 50 Kota.

“Pengungkapan ini berawal dari informasi masyarakat yang kemudian kami tindak lanjuti dengan penyelidikan. Kami mengimbau masyarakat agar tidak ragu memberikan informasi kepada pihak kepolisian apabila mengetahui adanya aktivitas yang berkaitan dengan penyalahgunaan maupun peredaran narkotika,” ujar AKP Riki.

Dari hasil pengembangan, tersangka D juga diketahui merupakan Daftar Pencarian Orang (DPO) yang berkaitan dengan perkara narkotika sebelumnya, termasuk perkara yang melibatkan N (istrinya) pada tahun 2025 serta M (anak tirinya) yang diamankan pada 21 Juli 2026.

Proses penangkapan dan penggeledahan tersebut disaksikan oleh Kepala Jorong, Kasi Pemerintahan Nagari, serta masyarakat setempat. Selanjutnya, tersangka beserta seluruh barang bukti dibawa ke Mapolres 50 Kota untuk menjalani proses hukum dan penyidikan lebih lanjut sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.

Dengan pengungkapan ini, Polres 50 Kota kembali menegaskan komitmennya untuk memberantas peredaran gelap narkotika serta mengajak seluruh elemen masyarakat bersama-sama menciptakan lingkungan yang bersih dan bebas dari narkoba.

 

Padang, netralpost --- PT Kereta Api Indonesia (Persero) Divisi Regional II Sumatera Barat mencatat tingginya antusiasme masyarakat dalam menggunakan transportasi kereta api pada momentum peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H yang berlangsung pada 25 Agustus 2026.

Pada momentum tersebut, KAI Divre II Sumbar melayani sebanyak 8.181 pelanggan pada berbagai perjalanan kereta api di wilayah Sumatera Barat. Jumlah tersebut mencapai sekitar 105 persen dari kapasitas tempat duduk yang tersedia dalam satu hari sebanyak 7.792 tempat duduk.

Tingginya mobilitas masyarakat tersebut menunjukkan bahwa kereta api semakin dipercaya sebagai salah satu pilihan transportasi untuk melakukan perjalanan, baik untuk bersilaturahmi, berwisata, maupun memenuhi berbagai kebutuhan masyarakat selama momentum libur.

Dari keseluruhan layanan, KA Pariaman Ekspres menjadi kereta api dengan volume pelanggan tertinggi, yakni mencapai 5.296 pelanggan. Jumlah tersebut setara dengan 125 persen dari kapasitas tempat duduk yang disediakan sebanyak 4.240 tempat duduk.

Capaian volume pelanggan yang melampaui 100 persen tersebut tidak menunjukkan adanya kelebihan penumpang terhadap kapasitas kereta dalam satu perjalanan. Angka tersebut merupakan perbandingan antara akumulasi jumlah pelanggan dengan total kapasitas tempat duduk yang tersedia dari seluruh perjalanan KA Pariaman Ekspres dalam satu hari. Pelanggan yang dilayani tersebar pada sejumlah perjalanan dengan waktu keberangkatan yang berbeda.

Tingginya volume pelanggan pada KA Pariaman Ekspres sekaligus menunjukkan tingginya minat masyarakat terhadap layanan kereta api relasi Pauh Lima–Naras, khususnya untuk mendukung mobilitas masyarakat menuju kawasan Pariaman dan sekitarnya.

Sementara itu, KA Lembah Anai melayani sebanyak 1.417 pelanggan, sedangkan KA Minangkabau Ekspres melayani sebanyak 1.468 pelanggan.

Kepala Humas KAI Divre II Sumbar, Reza Shahab mengatakan tingginya volume pelanggan pada momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H menjadi indikator positif terhadap kepercayaan masyarakat terhadap layanan transportasi kereta api.

“Antusiasme masyarakat menggunakan KA Pariaman Ekspres maupun layanan kereta api lainnya menunjukkan bahwa kereta api semakin menjadi pilihan masyarakat untuk melakukan perjalanan. Capaian ini tentunya menjadi motivasi bagi KAI untuk terus menghadirkan layanan yang aman, nyaman, tepat waktu, dan memberikan pengalaman perjalanan terbaik bagi pelanggan,” ujar Reza.

_Stasiun Padang Jadi Titik Keberangkatan Tertinggi_

Peningkatan mobilitas masyarakat selama momentum Maulid Nabi Muhammad SAW 1448 H juga terlihat dari sebaran pelanggan di sejumlah stasiun di wilayah operasional KAI Divre II Sumbar. Tingginya volume pelanggan menunjukkan bahwa kebutuhan perjalanan masyarakat semakin beragam, baik untuk aktivitas harian maupun perjalanan antarkota dan antarwilayah.

Dari sisi keberangkatan, Stasiun Padang menjadi stasiun dengan volume pelanggan tertinggi, yakni sebanyak 2.330 pelanggan. Selanjutnya, Stasiun Pariaman sebanyak 1.334 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 721 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 678 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 445 pelanggan.

Sementara dari sisi kedatangan, Stasiun Padang juga menjadi stasiun tujuan dengan volume pelanggan tertinggi, yaitu sebanyak 2.242 pelanggan. Posisi berikutnya ditempati Stasiun Pariaman sebanyak 1.441 pelanggan, Stasiun Air Tawar sebanyak 995 pelanggan, Stasiun BIM sebanyak 664 pelanggan, dan Stasiun Lubuk Alung sebanyak 423 pelanggan.

Sebaran tersebut menunjukkan bahwa mobilitas masyarakat tidak hanya terpusat pada satu jenis perjalanan. Pada segmen perjalanan harian, kereta api menjadi pilihan masyarakat untuk mendukung aktivitas rutin seperti bekerja, bersekolah, maupun kegiatan ekonomi dan sosial antarkawasan. Sementara itu, pada segmen perjalanan antarkota, kereta api dimanfaatkan untuk menghubungkan masyarakat dari Padang, Pariaman, kawasan sekitar Lubuk Alung, hingga Bandara Internasional Minangkabau (BIM).

Perbedaan karakteristik tersebut juga mencerminkan bahwa kebutuhan perjalanan harian dan perjalanan antarkota memiliki pola yang berbeda. Pelanggan perjalanan harian cenderung membutuhkan layanan yang tepat waktu, mudah diakses, serta memiliki frekuensi perjalanan yang mendukung aktivitas rutin. Sementara pelanggan perjalanan antarkota membutuhkan konektivitas antarwilayah, kenyamanan perjalanan, serta kemudahan dalam mencapai pusat kegiatan, kawasan wisata, maupun simpul transportasi lainnya.

KAI Pastikan Kesiapan Operasional dan Keselamatan_

Untuk mendukung peningkatan mobilitas masyarakat, KAI Divre II Sumbar memastikan seluruh aspek operasional berjalan secara optimal. Kesiapan dilakukan melalui pemeriksaan sarana dan prasarana, penguatan pengawasan perjalanan kereta api, serta peningkatan pelayanan kepada pelanggan, baik di stasiun maupun selama perjalanan.

Aspek keselamatan juga menjadi prioritas utama KAI dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat. Petugas secara rutin melakukan pemeriksaan sarana dan prasarana, pemantauan perjalanan kereta api, serta pengawasan di sejumlah titik yang berpotensi menimbulkan gangguan terhadap perjalanan kereta api.

Selain itu, KAI terus mengingatkan masyarakat, khususnya yang beraktivitas di sekitar jalur kereta api dan perlintasan sebidang, untuk senantiasa mengutamakan keselamatan.

KAI mengimbau masyarakat yang melintasi perlintasan sebidang untuk berhenti, melihat, dan memastikan kondisi aman sebelum melintas, serta memberikan prioritas kepada perjalanan kereta api. Masyarakat juga diminta tidak berjalan, bermain, maupun melakukan aktivitas lainnya di jalur rel karena dapat membahayakan keselamatan diri sendiri sekaligus mengganggu perjalanan kereta api.

“Kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama membangun budaya keselamatan perkeretaapian. Keselamatan bukan hanya menjadi tanggung jawab KAI, tetapi membutuhkan kepedulian dan partisipasi seluruh masyarakat. Mari disiplin mematuhi aturan di perlintasan dan tidak beraktivitas di jalur rel, sehingga perjalanan kereta api dapat berlangsung aman, lancar, dan selamat sampai tujuan,” tutup Reza.(*) 

 

Padang, netralpost – Direktorat Lalu Lintas Polda Sumatera Barat Mengabungkan kekuatan Sinergi Melalui

PT Jasa Raharja (Persero) Sumatera Barat melalui Rapat Kerja Teknis (Rakernis) Fungsi Lantas Tahun Anggaran 2026 yang berlangsung di Ruang Jenderal Hoegeng, Lantai 4 Mapolda Sumbar.

Lebih lanjutnya Rakernis menjadi momentum strategis untuk menyatukan langkah Jasa Raharja dan Ditlantas Polda Sumbar dalam meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat, khususnya dalam penanganan dan pelayanan yang berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas di jalan Raya.

Acara kegiatan Jasa Raharja Sumatera barat turut menyampaikan perkembangan transformasi digital layanan sebagai bagian dari upaya menghadirkan pelayanan yang lebih cepat, mudah, transparan, dan responsif.

Kakanwil PT Jasa Raharja Sumatera Barat, Teguh Afrianto, mengatakan sinergi dengan Kepolisian memiliki peran penting karena kedua institusi memiliki keterkaitan erat dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat korban kecelakaan lalu lintas.

Perusahaan Jasa Raharja dan Kepolisian memiliki irisan tugas sangat erat, terutama dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat berkaitan dengan kecelakaan lalu lintas. Karena itu, koordinasi dan sinergi harus terus diperkuat, termasuk dalam pemanfaatan teknologi digital, imbuh Teguh.

Menurut penjelasan Teguh, digitalisasi harus memberikan dampak nyata terhadap kualitas pelayanan. Teknologi tidak cukup hanya menghadirkan sistem baru, tetapi harus mampu memangkas proses yang tidak diperlukan dan memberikan kepastian kepada masyarakat.

Terlebih kita harus melihat digitalisasi dari sisi manfaatnya. Ukurannya tetap pada pelayanan yang lebih cepat, lebih mudah, dan semakin memberikan kepastian, tegasnya.

Menilai integrasi data serta sistem antar instansi menjadi salah satu kunci dalam mempercepat pelayanan publik. Dengan sistem yang semakin terhubung, masyarakat diharapkan tidak lagi harus berulang kali menyerahkan data yang sebenarnya telah tersedia pada sistem instansi terkait.

Kami siap mendukung transformasi digital yang dilakukan Kepolisian. Kalau sistem dan data bisa terhubung dengan baik, proses pelayanan akan jauh lebih efektif. Paling penting, jangan sampai masyarakat menjadi pihak yang harus berulang kali memberikan data yang sebenarnya sudah dimiliki oleh sistem.

Dengan diadakannya Rakernis Fungsi Lantas TA 2026 juga menjadi ruang memperkuat koordinasi dalam mendukung transformasi digital pelayanan Polantas sekaligus mewujudkan pelayanan Kepolisian yang semakin profesional dan presisi.

Perusahaan Jasa Raharja Sumatera Barat lebih menunjukan Komitmennya untuk terus membuka ruang kolaborasi dengan Ditlantas Polda Sumbar, baik dalam pemanfaatan teknologi, pertukaran data maupun penguatan koordinasi pelayanan, Rabu (26/8/2026).

Kerjasama Sinergi tersebut diharapkan mampu menciptakan ekosistem pelayanan lalu lintas yang semakin terintegrasi, sehingga masyarakat memperoleh layanan yang lebih cepat, sederhana, akurat dan berorientasi pada kebutuhan.

Dengan adanya kerjasama kolaborasi Jasa Raharja bersama Ditlantas Polda Sumbar, transformasi pelayanan tidak hanya menjadi agenda kelembagaan, tetapi benar-benar hadir sebagai kemudahan yang dirasakan langsung oleh masyarakat luas.(*) 

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.