Padang, netralpost --- Direktorat Lalu Lintas Kepolisian Daerah Sumatera Barat (Ditlantas Polda Sumbar) terus berkomitmen menciptakan kondisi lalu lintas yang aman dan tertib melalui pendekatan yang persuasif. Langkah nyata ini terlihat dari intensitas personel yang turun langsung ke lapangan untuk menyambangi para pengguna jalan. Petugas secara proaktif memberikan imbauan langsung kepada pengendara kendaraan bermotor, pengemudi angkutan, serta pejalan kaki yang beraktivitas di area publik.
Kegiatan yang terekam dalam dokumentasi resmi Ditlantas Polda Sumbar ini berfokus pada pemberian pemahaman yang mendalam mengenai pentingnya tertib berlalu lintas. Petugas di lapangan menyasar pusat-pusat keramaian jalan raya untuk berdialog secara inklusif dan ramah dengan masyarakat setempat. Melalui metode tatap muka tersebut, kepolisian berupaya menyentuh kesadaran personal setiap pengendara demi meminimalkan potensi terjadinya kecelakaan fatal.
Langkah preventif ini diambil sebagai respon nyata kepolisian dalam mengedepankan tindakan preemtif sebelum penegakan hukum atau penilangan dilakukan. Sesuai dengan slogan utama yang diusung oleh instansi, yakni "Stop Pelanggaran, Stop Kecelakaan, Keselamatan untuk Kemanusiaan", kampanye keselamatan ini diharapkan mampu membangun kultur berkendara yang lebih sehat di wilayah hukum Sumatera Barat. Sinergi yang kuat antara petugas dan warga menjadi kunci utama kesuksesan program edukasi jalanan ini.
Melalui dialog interaktif ini, petugas juga mengingatkan para pengendara mengenai kelengkapan dokumen berkendara formal. Warga diimbau untuk selalu memastikan keabsahan Surat Izin Mengemudi (SIM) serta kelengkapan administrasi Surat Tanda Nomor Kendaraan (STNK) sebelum melakukan perjalanan. Pendekatan humanis yang menjauhkan kesan kaku ini terbukti mendapat respon positif dan apresiasi yang baik dari masyarakat pengguna jalan.
Direktur Lalu Lintas Polda Sumbar, Kombes Pol. H.M. Reza Chairul Akbar Sidiq, S.H., S.I.K., M.H., menegaskan bahwa kepatuhan di jalan raya tidak boleh dianggap sekadar kewajiban formalitas untuk menghindari sanksi hukum. "Memiliki dokumen berkendara yang sah seperti SIM dan mematuhi rambu-rambu di jalan raya adalah bukti nyata dari kompetensi serta tanggung jawab moral kita bersama guna melindungi keselamatan diri sendiri maupun pengguna jalan lainnya," ujarnya.
Lebih lanjut, Kombes Pol. Reza Chairul Akbar menambahkan bahwa kehadiran personel di tengah-tengah masyarakat merupakan wujud pengabdian Polri yang modern dan inklusif. "Kami ingin menegaskan komitmen bahwa Polri hadir sepenuhnya di lapangan bukan untuk menakut-nakuti, melainkan untuk merawat keselamatan masyarakat. Melalui pendekatan humanis seperti ini, kami berharap angka pelanggaran lalu lintas dapat ditekan secara signifikan sehingga jalan raya menjadi ruang yang aman bagi siapa saja," pungkasnya. (Nofri Tanjung)


Post a Comment