Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


Medan-netralpost.net-
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, melaksanakan rapat koordinasi antar instansi penegak hukum se Sumatera Utara di Hotel Santika Premiere Dyandra, Jalan Pengadilan, Medan, Kamis (25/3).

Turut hadir dalam rapat koordinasi itu Sekretaris Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam Brigjen Pol Hadi Gunawan, Asisten Deputi Koordinasi Penanganan Kejahatan Konvensional dan Kejahatan Terhadap Kekayaan Negara Polhukam, Brigjen Pol Dr Eriadi.

Kabid Penanganan Kejahatan Konvensional Kemenko Polhukam, Kombes Pol Yulizae Gaffar, Dir Tipidum Bareskrim Polri diwakili, Kombes Pol Yudha Setia Budi Jampidum Kejaksaan Agung Pusiknas Polri, PJU Poldasu, serta para pejabat lainnya. 

Tujuan diselenggarakannya rapat koordinasi sebagai program prioritas nasional dalam rangka menjaga stabilitas keamanan nasional berupa penyelesaian tindak pidana, pengendalian tingkat kriminalitas dan indeks kamtibmas bersama Menkopolhukam RI.

Dalam sambutannya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, mengatakan Sumatera Utara memiliki jumlah penduduk terbanyak nomor 4 di Indonesia yang berjumlah kurang lebih 15,13 juta jiwa. Sedangkan jumlah anggota Polri di Polda Sumut kurang lebih 19.000 personil. 

"Maka perbandingnya 1 anggota Polri melayani 793 Jiwa dan hal ini masih sangat tidak seimbang," katanya. 

Lebih lanjut, Panca mengungkapkan pada tahun 2020 jumlah tindak pidana sebanyak 39.249 kasus dan mengalami peningkatan 5.496 kasus dari tahun 2019. 

"Dimana 29.488 merupakan kejahatan konvensional yang terdiri dari kasus narkoba, pencurian dengan pemberatan, pencurian kendaraan bermotor, pencurian dengan kekerasan," ungkapnya. 

Panca menerangkan, kasus kejahatan curat, curas, dan curanmor merupakan salah satu tindakan premanisme. Oleh karena itu kasus premanisme juga harus menjadi perhatian kita para aparat penegak hukum. Sehingga perlu dilakukan pemberdayaan terhadap masyarakat utamanya menengah ke bawah agar mereka memiliki jaminan sosial.

"Penegakan hukum tidak selalu menjadi jalan keluar dalam penyelesaian masalahan, oleh karena itu Kapolri membuat program transformasi Polri yang Presisi salah satunya mendorong dilaksanakan restoratif justice," terangnya. 

"Saya juga mengucapkan terima kasih kepada Ka Lapas dan jajaran yang telah menerima tahanan dari Polda Sumut yang telah inkrah di tengah situasi pandemi Covid-19," ucap Panca. 

Sementara itu, Sekretaris Bidang Koordinasi Kamtibmas Kemenko Polhukam, Brigjen Pol Hadi Gunawan, menerangkan rapat koordinasi yang diselenggarakan sebagai media diskusi antara aparat penegak hukum di Sumut.

Menurutnya, khusus wilayah Provinsi Sumatera Utara indeks tingkat kriminal masih belum mencapai target. Sehingga perlu disampaikan kepada seluruh aparat penegak hukum se-Sumut untuk terus meningkatkan kewaspadaan deteksi dini dan kolaborasi dalam merawat situasi kamtibmas di wilayah masing-masing.

"Kami mengucapkan terima kasih kepada Kapolda Sumut yang telah memfasilitasi kegiatan ini dan juga kepada seluruh peserta yang hadir. Dalam rakor hari ini kami ingin mendapatkan data tentang kriminalitas dan penyelesaiannya," pungkasnya.(*)


Lubuk Alung-netralpost.net
- Disela kegaiatan fisik dan non fisik di lokasi TMMD salah satu Anggota Satgas TMMD ikut membantu memasak warga disekitar lokasi kerja mereka untuk sekedar melepas beban dalam kerja mereka.

Serda Eka salah satu Anggota Satgas dari kesatuan Yonif 133/Yudha sakti, Dalam kesempatan istirahat siangnya dia ikut membantu memasak warga sebagai hiburan dalam sela-sela kerjanya.

Di dapur sederhana dibelakang rumah milik lbu Yenti (53) tahun, dia ikut membantu memasak, karena dapur yang sebenarnya masih dalam proses rehab oleh Satgas TMMD oleh sebab itu lbu yenti memasak di dapur semantara yang ada di samping rumahnya. Nagari Salibutan kecamatan Lubuk Alung, Kabupaten Padang pariaman.Kamis(25/3).

Jadwal makan siang yang sudah mepet, yang mengharuskan Anggota Satgas TMMD harus ikut berjibaku memasak agar makan siang tidak telat disajikan.

Selain itu lbu yenti juga mengatakan bahwa dirinya sangat terharu dan bangga karna di bantu memasak sama anggota Satgas Serda Eka, Beliau pun dirumah sudah seperti anak saya sendiri kesehariannya di waktu istirahat saling berbagi cerita dan bercanda. Seumur hidup saya baru kali ini yang ada seperti ini karna sebelum ada TMMD dirumah dampak sepi tetapi setelah ada kegiatan TMMD sangat jauh berubah, Ungkapnya. (**)



Penulis:Elfindri dir SDGs Unand

Padang-NN-Aspek tourisme menjadi salah satu tujuan dari Sustainable Development Goals (SDGs). 


Karena merupakan sebuah konsensus internasional, maka perlu pemahaman yang benar dalam implementasinya.


Kenapa Sustainable? Kenapa tidak Millenium?. Karena Milenium tourism goals termasuk gagal. Aktifitas petjalanan wisata yang hampa.


 Banyak nilai tambah dari aktifitas turunan wisata, tapi nilai tambah kotor "gross value added" masih perlu dikurangi dengan dampak negative akibat turis.


Karena banyak aktifitas turisme berkaitan dengan sejarah, budaya, lingkungan, olah raga, agama dan sejenisnya maka yang tidak kalah penting adalah memberikan concern pada aspek "green". 


Karena di dalamnya konsepsi "green" justru menjadikan "local genuine" mesti dirasakan, pengalaman dan pembelajaran oleh turis.


Kemudian mereka memberikan "net gain" dari aktifitas bagi seluruh pelaku yang terlibat di dalamnya.


Itulah konsepsi utama yang ingin ditawarkan oleh Bung Ridwan Tulus dalam setiap perjuangan nya semenjak muda hingga kini.


Beliau perintis "green tourism" dunia. Banyak yang mesti dipahami oleh Pemda, Pelaku aktivitas turism yang membuat nilai tambah ini memang membuahkan kesadaran yang tinggi bagi semua masyarakat daerah tujuan wisata dan wisatawan dalam menjaga "commond" goods and landskape ini.


Apa di belakang Green Tourism?. Yakinlah bahwa selama perjalanan apapun jauhnya daerah tujuan akan sanggup dijangkau oleh turis, namun belum.menjamin mereka untuk memperoleh kesan dalam kehidupan. 


Kesan inilah yang jauh lebih utama melekat dalam desain objek wisata.


Turisnya merasa larut dengan aktifitas bepergian, dan merasakan "get feeling" selama proses learning di objek objek wisata, termasuk budaya yang genuine maupun kuliner.


Kata yang jauh lebih penting adalah menjaga lingkungan, agar tetap asri, tidak terganggu, dan bahkan selama bepergian di objek objek wisata ada upaya untuk mengembalikan ekosistem daerah tujuan kembali ke keadaan semula yang asri, bersih, alami dan sejenisnya.


Wisata alami bagi Bung Tulus adalah memerlukan desain tersendiri. Beliau memahami apa keperluan yang "das solen" dan itu merupakan kenangan yang tidak dapat dinilai dengan uang sekalipun.


Para turis apalagi dari negara maju mereka ingin menemukan sesuatu yang melekat dan bermakna. Kita banyak saksikan saking bermaknanya, bahkan ada turis yang jatuh hati dengan lingkungan dan budaya setempat.


Turis massive memang baik untuk daerah karena akan butuh transport, berbelanja dan penginapan, namun green tourism bisa lebih selektif.


Selektifitas turism ini dimaknai sebagai sebuah pengelolaan yang holistik, namun padanannya pemasukan dari aktifilitas itu sama saja dengan mendatangkan banyak orang.


Karena green merupakan lata kunci, maka untuk wilayah forest merupakan daerah yang biaya untuk mendatangkan turist lebih mudah dan murah dibandingkan dengan rouris yang ingin memperoleh sesuatu di lautan atau kota besar.


Oleh karenanya arsitek turist destination, kemasan dan proses mesti sedemikian rupa sehingga mereka terkesan. Kemudian itulah yang menyebabkan aktifitas ini bisa berlanjut dan semakin banyak.


Sebagai contoh di negara maju mereka ingin menemukan pembelajaran tentang budaya silat dan randai. Maka dalam konsep green torism peserta akan mendaftar, bukan  sebagai peserta untuk menonton randai. 


Mereka bisa diperkenalkan ikut sebagai proses belajar randai sesuai dengan tahapannya. Sehingga randai adalahbsalahvsatu turis institute jadinya.


Jika siswa dari luar negeri ingin melihat pendidikan  di kampung kampung, maka dalam prosesnya mereka dilibatkan untuk memperbaiki kebersihan sekolah, mencat sekolah dan toilet, bersama siswa tempatan dan seterusnya.


 Kendatipun mereka volunteer, mereka bahkan mau membayar aktifitas itu.


Mengingat daerah tujuan wisata banyak sekali, maka konsepsi green tourism mesti menjadi roh suatu pengembangan wisata ke depan. 


Kira kira itu yang membuat Bung Tulus bisa tampil.pioner dalam kancah turis designer dunia.


Pemda masing masing cukup memulainya dengan satu yang unik, tetapi menggelegar ke penjuru dunia. 


Sambil memastikan platformnya IT bisa dikembangkan bersama dengan om Ridwan Tulus. 


Saat bersamaan dihasilkan para tourist designer di daerah daerah yang akan melanjutkan gagasan beliau.(TL)


Madina-netralpost.net-
Kapolres Madina Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si memberikan surprise dan kejutan kepada Ridwan Lubis, ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) wilayah Kabupaten Mandailing Natal atas kelahiran putra pertamanya di rumah sakit Permata Madina, Rabu (24/03/2021) sekira pukul 13.30 Wib.

"Saya dapatkan informasi dari anggota saya, Paur Humas Polres Madina Aipda Yogi Yanto, bahwasanya telah lahir seorang bayi laki-laki yang sudah lama dinantikan oleh keluarga besar Ridwan Lubis, ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) wilayah Kabupaten Mandailing Natal di rumah Sakit Permata Madina, tepatnya di Lantai 2 (dua) ruangan Mina 3 (tiga)" sebut Kapolres Madina.

"Kemudian saya pun datang menjenguk sekaligus mengucapkan selamat berbahagia kepada keluarga besar Ridwan Lubis ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) wilayah Kabupaten Mandailing Natal atas atas kelahiran putra tunggalnya, semoga besar nanti menjadi putra yang soleh dan berbakti kepada orang tua juga keluarga serta berguna bagi nusa dan bangsa" ucap Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si.

"Terima kasih kami ucapkan kepada Kapolres Madina, yang telah membesuk istri saya yang baru saja melahirkan putra kami, semoga kebaikan Kapolres Madina ini dibalas oleh Allah SWT, doa kami semoga bapak Kapolres Madina diberikan kesehatan, rahmat dan rizky berlimpah serta karir yang sukses dimana pun bapak Kapolres Madina bertugas, amiin amiin ya robbal alamin" ucap Ridwan Lubis ketua PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) wilayah Kabupaten Mandailing Natal kepada Kapolres Madina Akbp Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si (*)


Toba-netralpost.net-
Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, melaksanakan kunjungan kerja meninjau lokasi wisata The Kaldera Toba di Kabupaten Toba, Rabu (24/3).

Turut mendampingi Kapolda Sumut dalam peninjauan lokasi wisata Kaldera Toba itu Dir Reskrimsus Polda Sumut, Dir Polairud Polda dulu, Dir Pamobvit Polda Sumut, Kabid Propam Polda Sumut, Kabid TIK Polda Sumut, Dir Destinasi Pariwisata BPODT, Bupati Toba, Kapolres Toba dan Kapolres Simalungun.

Tujuan peninjauan wisata The Kaldera dalam rangka program prioritas Kapolri mendukung program nasional dengan melihat langsung sarana prasarana yang ada. Sehingga pembangunan lokasi wisata menjadi maksimal dan banyak dikunjungi oleh wisatawan baik dalam negeri maupun luar negeri.

Dalam arahannya, Kapolda Sumut, Irjen Pol RZ Panca Putra Simanjuntak, menyampaikan adat memang menjadi hal yang sangat kental bagi kita semua, maka adat harus kita dorong untuk merubah pola pikir masyarakat untuk menjadi lebih baik dan maju.

"Salah satu hal yang diperlukan dalam pembangunan kawasan pariwisata adalah sistem pengamanan. Oleh karena itu berbagai bentuk kegiatan pengembangan harus selalu ada pendampingan oleh personil Polri dengan melakukan pendekatan komunikasi terhadap masyarakat," katanya. 

Lebih lanjut, Panca menginstruksikan Kapolres Toba harus terus mengedepankan Bhabinkamtibmas sebagai ujung tombak komunikasi terhadap masyarakat. Tujuannya untuk mengetahui segala kendala yang sering terjadi dan menyelesaikan masalah secara bersama-sama.

"Kita akan memperbantukan Brimob dan Sabhara dalam mengamankan pelaksanaan eksekusi 26 bangunan tidak berizin sepanjang jalan menuju kawasan The Kaldera dengan mengedepankan komunikasi bersama," terangnya. 

Panca juga menambahkan, pentingnya program prioritas Kapolri dalam rekrutmen proaktik anak lokal sebagai polisi dan ditugaskan di sana, sehingga menjadi leading sector untuk berkomunikasi dengan masyarakat.

Sementara itu, Humas Badan Pelaksana Otorita Danau Toba (BPODT) menyampaikan mendukung program pariwisata tetap mengutamakan kearifan lokal dan memanfaatkan masyarakat lokal.

Salah satu contohnya yakni masyarakat Desa Sigapiton yang melaksanakan gotong royong membersihkan Desa Sigapiton dan gerakan menanam bunga dan pohon yang dipimpin oleh Pendeta Gereja dan Praises.

Kemudian permasalahan yang sering dihadapi oleh BPODT adalah masalah pembebasan Lahan yang sering sekali diklaim masyarakat atas kepemilikan wilayah. 

Saat ini kebanyakan masyarakat mengalami perubahan pola pikir akibat dari berita akan masuknya investor dan pembuatan lokasi pariwisata, sehingga masyarakat berlomba-lomba untuk merebut tanah sengketa sehingga mendapatkan uang atas ganti rugi ketika tanah ingin dikuasai.(*)


Padang-netralpost.net
- Tiga titik abrasi Pantai Padang, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumatera Barat menggunakan Dana Siap Pakai (DSP).

Dana Siap Pakai yang diturunkan untuk proyek penanganan transisi darurat ke pemulihan abrasi pantai Kota Padang sebesar Rp19 miliar.

Tiga titik abrasi yang ditangani adalah Kawasan Tugu Merpati, Kawasan Masjid Al Hakim dan Pasir Jambak.

Pemasangan batu pemecah ombak atau batu grib di kawasan Pantai Pasir Jambak masih dalam tahap pengerjaan. Ditargetkan pengerjaan batu penahan abrasi pantai ini bisa selesai akhir Maret 2021.

Sea Wall yang diakui kekuatannya tersebut memiliki gagang penyanggah ditengah sebagai penahan abrasi pantai yang semakin hari semakin mengikis bibir pantai yang indah.

Kepala Bidang Rehabilitasi dan Rekontruksi Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sumbar, Suryadi menjelaskan terkait progres pengerjaan di Pasir Jambak sudah mencapai 95 persen. Pengerjaan pengamanan pantai ini terdiri dari pemasangan seawall dan detroit dengan anggaran sebesar Rp 3.714.763.600.

Pengerjaan telah mencapai tahap penyelesaian dan berharap kontraktor menyelesaikan akhir Maret ini," jelas Suryadi saat meninjau pengerjaan proyek, Rabu (24/3/2021).(*)


50  Kota,netralpost-


- Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo membuka secara resmi Forum Konsultasi Publik dan Rancangan awal RPJMD Kabupaten Lima Puluh Kota Tahun 2021-2026 di Aula Kantor Bupati Lima Puluh Kota, Sarilamak, (22/3/2021)

Selain Bupati dan Wakil Bupati serta Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, hadir pada kesempatan tersebut, unsur forkopimda, SekdaKabupaten Lima Puluh Kota, Widya Putra, M. Si, kepala OPD, instansi vertikal, pimlinan perguruan tinggi, LSM, ormas serta tokoh masyarakat.

Dalam sambutannya, Bupati Lima Puluh Kota, Safaruddin Dt. Bandaro Rajo mengatakan, sesuai dengan peraturan perundang – undangan, salah satu kewajiban yang harus segera dilakukannya setelah dilantik menjadi Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota pada tanggal 26 Februari yang lalu adalah segera menyusun Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD).

“RPJMD merupakan penjabaran dari visi misi serta program kepala  derah yang penyusunannya berpedoman kepada RPJPD dan memperhatikan RPJM Nasional, memuat kebijakan keuangan derah serta rencana kerja dalam rangka pendanaan yang bersifat indikatif”, tuturnya.

Dalam mewujudkan Lima Puluh Kota yang madani, beradat dan berbudaya dalam kerangka adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah, Bupati dan Wakil Bupati Lima Puluh Kota telah merumuskan misi pembangunan derah. Diantaranya, meningkatkan kualitas SDM yang berbudaya dan berdaya saing berlandaskan keimanan, mendorong pertumbuhan dan perkembangan ekonomi lintas sektoral, mendorong potensi nagari, meningkatkan kualitas layanan publik serta pembanguna infrastruktur secara terpadu yang mendorong pertumbuhan ekonomi.

“Dalam menyusun RPJMD tahun 2021-2026 ini, saya menghimbau agar kita juga memperhatikan RPJPD Kabupaten Lima Puluh Kota 2005 – 2025”, himbaunya.

Terakhir, Bupati Limapuluh Kota yang dikenal dekat dengan masyarakat itu juga berpesan untuk sama sama menyumbangan fikiran serta ide-ide untuk kemajuan Kabupaten Limapuluh Kota kedepan.

“Mudah mudahan kita dapat melakukan dialog yang konstruktif, melahirkan gagasan dan usulan yang dapat menjadi masukan dalam penyempurnaan rancangan awal RPJMD 2021-2026”, tukasnya.

Sementara itu, Ketua DPRD Kabupaten Lima Puluh Kota, Deni Asra, S.Si dalam sambutannya mengatakan, sesuai dengan permendagri nomor 86 tahun 2017, bahwa penyusunan RPJMD harus melibatkan DPRD pada tahapan rancangan awal untuk mendapatkan nota kesepakatan bersama.

“Kami legislatif sangat mendukung percepatan penyusunan RPJMD Kabupaten Lima Puluh Kota. Untuk itu diminta kesiapan pemerintah daerah bersama perangkatnya untuk segera mungkin melengkapi bahan dokumen rancangan awal RPJMD untuk dimasukan ke DPRD agar dapat segera kita bahas setelah forum konsultasi puulik ini kita selenggarakan, sehingga dapat menetapkan ranperda pada bulan Juni 2021”, ucapnya.

Selain itu, Deni Asara juga menghimbau agar peesoalan pendidikan dan kesehatan agar menjadi program prioritas yang akan diguangkan dalam RPJMD nantinya.

“Secuil masalah pendidikana kita, seperti masih banyaknya sekolah yang belum memiliki sarana dan prasarana belajar mengajar yang baik serta kekurangan tenaga pengajar yang perlu menjadi perhatian bagi kita semua,” Imbuh Deni. (Yon)

Payakumbuh,netralpost-

Walikota Riza Falepi mengapresiasi langkah DPRD Kota Payakumbuh yang berinisiatif membentuk panitia khusus dalam menyelesaikan urusan terkait aset-aset Pemerintah Daerah Kabupaten Limapuluh Kota yang masih ada di wilayah administratif Kota Payakumbuh.


“Saya hargai niat dari para anggota dewan, tapi apakah tidak terlalu _ngebet_ sekali rasanya membentuk pansus ini? Jangan sampai kita yang lebih bersikukuh, sedangkan yang punya aset (Pemda Limapuluh Kota-red) saja belum memberi sinyal kuat,” kata Riza kepada media, Selasa (23/3) malam.


Riza menyebut persoalan yang akan dibahas terkait aset ini, landasan hukumnya di Pemko Payakumbuh agak lemah. Dasar hukum pembentukan Kota Payakumbuh adalah undang-undang pada tahun 1957, di zaman itu jika dihadapkan kepada kompleksitas hari ini, menurut Riza terlalu simpel.


Sehingga, kata Riza, aset-aset seperti kantor eks kantor bupati dan aset lainnya itu sampai sekarang yang bukan berada di wilayah administrasi Pemkab Limapuluh Kota sendiri tetap berdiri di wilayah administrasi Kota Payakumbuh.


Riza mengakui kalau Kota Payakumbuh adalah wilayah adminsitrasi yang telah dipisahkan dari Kabupaten Limapuluh Kota, layaknya seorang bapak yang melepas anaknya untuk mandiri.


“Bahkan bukti nyata dari kemandirian itu, di awal kantor wali kota pertama mengontrak di salah satu gedung di jalan Sutan Usman,” kata Riza.


“Berharap lebih kepada pemkab boleh-boleh saja, tapi kita tetap harus membaca sinyal apakah Pemkab mau atau tidak menyelesaikan persoalan aset ini,” tukuknya.


Terkait masukan DPRD agar melibatan KPK dalam urusan aset kedua daerah itu. Riza menyampaikan di dalam undang-undang pembentukan kota, tidak ada membahas secara rinci terkait bagaimana aset Pemkab setelah Pemko terbentuk.


“Saking simpelnya undang-undang itu permasalahan aset secara eksplisit tidak dibahas. Undang-undang lahirnya Kota Payakumbuh terlalu simpel merespon perubahan Kota Payakumbuh. Kelemahan ini tidak bisa diselesaikan dengan hanya melihat model pemerintahan lain yang sudah melakukan itu. Kalau kita lihat, aturannya KPK dilibatkan kalau pemekaran kepada daerah yang terjadi baru-baru ini,” ulasnya.


Riza menambahkan, selama ini belum terlihat respon yang cukup memadai untuk ditindaklanjuti dari Pemkab. Sementara itu, persoalan yang sangat kompleks ini menyelesaikannya memang dibutuhkan keadaan yang tingkat urgensinya benar-benar tinggi.


“Artinya bila ada kemungkinan seperti masalah ini dipersoalkan sampai ke kemendagri. Kalau tidak ada respon dari kemendagri dan gubernur, maka jalan lain kita adalah memakai plan B, memindahkan pusat Kota Payakumbuh,” kata Riza.


Riza juga berpesan kepada anggota DPRD, sampai saat ini kontekstual dan rasionalitas pembentukan pansus pun belum nampak. Sedangkan nanti ada biaya anggaran yang bakal dikeluarkan dari pembentukan pansus. Jangan sampai output tidak sesuai dengan energi yang disalurkan.


“Jangan kita duluan pula yang bikin pansus. Pemkab Liko yang punya aset di wilayah adminsitrasi Payakumbuh saja belum memberi kita sinyal kuat,” kata Riza.


Diakhir wawancara, Riza menyampaikan satu permasalahan lain yang lebih simpel tetapi penting bagi kedua daerah. Adalah batas tapal kota dan kabupaten.


“Bergeser saja sedikit, konsekuensinya kita bisa beribut dengan Pemkab Limapuluh Kota, bagaimana akan berbicara aset?,” tutup Riza. (Yon)

Payakumbuh,netralpost-


Menindaklanjuti instruksi Menteri Dalam Negeri Nomor 09 tahun 2021 tentang perpanjangan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat berbasis mikro dan pengoptimalan posko penanganan Covid-19 dan terjadinya peningkatan kasus covid-19 gelombang ketiga di Kota Payakumbuh, Pemerintah Kota Payakumbuh mengadakan Rapat Koordinasi (Rakor) bersama Camat dan Lurah se Kota Payakumbuh.


Rakor Kali ini membahas tentang peningkatan partisipasi masyarakat dan pengaktifan kembali posko Satuan Tugas penanganan Covid-19 tingkat kelurahan dan kecamatan dengan pengoptimalan pencegahan, pembinaan dan penanganan Covid-19 terhitung mulai tanggal 20 April 2021 s/d 3 Mei 2021.


“Kita akan membangun posko, Karena bukan tidak mungkin lonjakan mudik akan mulai saat ini. Untuk bapak dan ibuk Camat serta lurah mohon warganya lebih di kontrol lagi, bagi warga yang datang harus dilakukan rapid test, saat ini sudah terjadi gelombang covid-19 yang ketiga ” Tegas Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi saat membuka Rakor yang dilaksanakan di Aula Ngalau Lantai 3 Kantor Wali Kota Payakumbuh, Rabu(21/4).


Ditambahkan Riza, Camat dan Lurah dapat mensosialisasikan kepada masyarakat di wilayah kerja masing-masing sesuai dengan surat edaran Wali Kota nomor: 45/SE/COVID-19/PYK/IV/2021 tentang pelaksanaan ibadah dan pelaku perjalanan dalam negeri selama bulan ramadhan dan Hari Raya Idul Fitri 1442 Hijriah agar tidak melakukan mudik lebaran dalam masa pandemi Covid-19.


“Posko akan kita berlakukan 24 jam. Minimal posko ini diterapkan di zona orange sampai merah yang ada di Kota Payakumbuh. Mari kita himbau masyarakat untuk melaporkan setiap orang atau tamu yang datang dari luar daerah ke posko terdekat,” Ujar Riza.


Tidak lupa Riza menyampaikan untuk yang beraktifitas di kantor mari jaga kesehatan dengan menerapkan protokol kesehatan 5 M (Mencuci Tangan, Memakai masker,Menjaga jarak, Menjauhi kerumunan serta Mengurangi mobilitas) dan kantor disterilkan secara berkala demi kesehatan bersama.


“Untuk Mal pelayanan publik, tolong dijaga betul dan terapkan protokol kesehatan ketat. Karena daerah tetangga kita sudah zona merah. Di kelurahan dan kecamatan yang zona merah, proses belajar mengajar di stop,” Terangnya.


Diakhir pemaparannya Riza berharap semua instansi terkait dapat bekerja sama dan menghimbau masyarakat dalam menekan penyebaran covid-19 yang dikhawatirkan dapat melonjak sebelum hari raya idul fitri


“Daerah kita yang saat ini ada beberapa zona orange dan merah, harap instansi terkait menjaga ketat daerah tersebut agar kita dapat menekan penyebarannya. Dan mari lakukan sosialisasi kepada masyarakat tentang penerapan protokol kesehatan. Semoga bapak dan ibuk dapat bekerja dengan sebaik-baiknya,” pungkas Riza.(Yon) 


Lubuk Alung-netralpost.net-
Satgas TMMD ke-110 Kodim 0308/Pariaman melaksanakan suntik vaksin jenis sinovac yang ke dua bertempat di Posko TMMD ke-110 Nagari Salibutan, Kecamatan Lubuk alung, Kabupaten Padang pariaman.Rabu(24/3).

Dalam pelaksanaan kegiatan vaksin ke dua oleh satgas TMMD ke-110 Kodim 0308/Pariaman. Dansatgas TMMD

Letkol Czi Titan Jatmiko., sebelum pelaksanaan memberikan penekanan kepada koordinator pelaksana, agar tetap menjalankan protokol kesehatan tidak boleh ada kerumunan, harus sesuai antrian tetap memakai masker.

Dansatgas juga berpesan untuk menerapkan 5 M kepada anggotanya dalam kegiatan Vaksinasi Covid-19 tahap ke dua ini, meskipun sudah divaksin 2 (dua ) kali semua anggota satgas TMMD harus tetap dan wajib mentaati peraturan disiplin protokol kesehatan pada saat melakukan aktifitas, karena antibody terbentuk setelah 28 hari vaksinasi ke 2, ungkap Dansatgas.

Suntik vaksin Sinovac tahap ke dua ini diberikan setelah jeda selama 14 hari dari suntik Vaksin yang pertama diberikan kepada personel Satgas TMMD di Nagari Salibutan pada tanggal 10/03/21 yang lalu.

Seperti biasa sebelum pelaksanaan vaksin ke dua, terlebih dahulu dilakukan pemeriksaan kesehatan seperti pengukuran tensi darah dan suhu tubuh serta dilakukan scraning riwayat calon penerima vaksin terkait gejala/kendala yang dialami pada saat menerima suntik vaksin tahap pertama.

Setelah anggota satgas TMMD  menerima Vaksin Tahap ke dua, diminta petugas untuk menunggu selama 30 menit, sebagai langkah antisipasi penanganan jika terjadi gejala seperti sesak nafas, pusing dan lainnya.

Vaksinasi Covid-19 yang ke dua ini diberikan kepada anggota Satgas TMMD yang intens bersentuhan langsung dengan warga masyarakat, terutama personel yang tergabung dalam Satgas TMMD di Nagari Salibutan.

Pelaksanaan Vaksin kedua ini lebih tertib dan tetap mengutamakan protokol kesehatan.

Disamping itu Kepala puskesmas Sikabu drg Diana Angraini sebagai koordinator pelaksana juga menjelaskan sejauh ini pelaksanaannya suntik vaksin kedua ini berjalan lancar, aman tidak ada kendala dan efek samping, lmbuhnya.(**).


Padang-netralpost.net-
Meningkatkan kewaspadaan di masa pandemi Covid-19 perlu dilakukan karena kita sudah mulai beraktivitas di era new normal. Sementara, banyak orang tanpa gejala (OTG)yang tidak menyadari bahwa dia positif Covid-19, dan ini berpotensi menulari orang lain.

Baru-baru ini BPBD Sumbar telah meretribusikan program sejuta masker ke daerah-daerah hingga keperbatasan Provinsi Jambi dan Riau. 

Tidak hanya di sekolah saja BPBD Sumbar juga meritribusikan masker ke

Panti Asuhan Al Fat Tauhid yang diserahkan langsung oleh Kabid Suryadi Eviontri dan diterima  oleh ketua Dewan Pembina Pannti Hariyanto.

"alhamdulillah 200 masker sudah kami serahkan ke Panti Asuhan Al Fat Tauhid semoga bisa bermanfaat bagi anak-anak dan pegawai, " jelas Suryadi Selasa, (23/03/2021).

Dia menambahkan, dengan menggunakan masker dapat menyelamatkan kita dari potensi tertular virus Covid-19.

Senada dengan Suryadi, Ketua Dewan Pembina Panti  Asuhan Al Fat Tauhid Hariyanto mengucapkan terimakasih atas bantuan masker kepada BPBD Sumbar.

Semoga dengan bantuan masker ini kami bisa meningkatkan prokes yang lebih tinggi di lingkungan Panti Asuhan Al Fat Tauhid, tutupnya (SRP).


Mandailing Natal-netralpost.net
- Kasat lantas Polres Dairi Akp Herliandri, S.H memimpin Razia Gabungan malam hari di jalan lintas depan Mako Polres Dairi, Senin (22/03/2021) sekira pukul 21.00 Wib.

"Dalam kegiatan razia gabungan ini, saya melibatkan personil satuan fungsi Sabhara dan Intelkam serta Reskrim bergabung dengan personil satuan fungsi lalu lintas dan personil piket fungsi juga pawas" pungkas Akp Herliandri, S.H.

"Kasat intelkam Polres Dairi Akp Polin Damanik, Kasat Shabara Polres Dairi Iptu Togono, Piket Pawas Akp Suwandi Simangunsong dan Kbo Sat Lantas Polres Dairi Iptu WTP. Sinaga serta Kanit Turjawali Sat Lantas Polres Dairi Ipda J.P Karo sekali turut serta pada giat razia gabungan tersebut" sebut Kasat Lantas Polres Dairi.

"Razia Gabungan ini kami laksanakan dalam rangka menciptakan situasi Kamtibmas dan Kamseltibcar lantas yang aman dan kondusif serta mengantisipasi balap liar dan mengurangi penggunaan knalpot ilong bagi kendaraan roda 2 (dua) diwilayah hukum Polres Dairi" ucap Akp Herliandri, S.H

"Sampai dengan selesai giat razia gabungan dilaksanakan situasi Kamtibmas dalam keadaan aman dan kondusif dengan hasil 11 (sebelas) unit sepeda motor kami tindak dengan melakukan penilangan dilokasi kegiatan yang dilaksanakan" tutup Kasat Lantas Polres Dairi Akp Herliandri, S.H kepada awak media.(*)

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.