Latest Post

Aceh Aceh Singkil Adv DPRD kota Padang Afrizen Agam Alirman Sori andre Algamar Andre Rosidae Artikel Asbanda ASN Athari Gauthi Bali Bangkok Banjarmasin banjir bank indonesia Bank Nagari bank Nagrai Banser Sumbar Banten Baru Basnaz pariaman Batam batanglembang Bawaslu padang Bawaslu Sumatera Barat bencana alam bencana banjir besar v padang BISNIS BPBD Padang BPJN I SUMBAR BPJN II SUMBAR BPJN SUMBAR BPJS Ketenaga Kerjaan BPS Sumbar Brimob polda sumbar BSC II Bukittinggi Bupati solok BWSS V Padang Dandrem Darul Siska Dharmasraya Di dinas BMCKTR Sumbar Dinas Kesehatan Kabupaten Solok Dinas KOMINFO solok Dinas pendidikan kota Padang dinas pendidikan padang Dinas Pendidikan Solok Dinas Pendidikan Sumbar Dinas sosial Diritelkam Intelkam Polda Sumbar Dirkrimsus Polda Sumbar Dirlantas Polda Sumbar diskominfo Solok Ditlantas Polda Sumbar DMI Sumbar DPD KNPI Kabupaten Solok. Kabupaten Solok DPD RI DPP Pernusa DPR RI DPRD Kabupaten Solok DPRD KOTA PADANG DPRD Padang DPRD Solok DPRD Sumbar DPW FRN SUMBAR DPW NasDem DPW PKB Sumatera Barat DPW PPP Sumbar Dunia anak Emiko Epyardi Asda Empat Pilar epyardi asda Era sukma Fadly Amran Fly Over Sitinjau Lauik G20 gandoriah Ganjar Pranowo Garuda KPPRI Sumatera Barat gerindra Golkar GP ansor Kabupaten Solok Gp ansor pasaman GP Ansor Pesisir Selatan GP Ansor Sumbar Gubernur Sumbar Gus Baha H. Suherman hadline Halkido Sumbar hendri Septa Hiburan hobi Hukum Humas polda sumbar Humbahas HUT KOPRI HUT RI Ke-79 ikan cupang IKW-RI SUMBAR indonesia International Jakarta Jalan Nasional Pesisir Selatan jalan rusak jawa barat Jawa Tengah Jawa Timur Kab.Pasaman Kabupaten Kabupaten Lima Puluh Kota Kabupaten Nias Kabupaten Pariaman kabupaten pariaman Sumbar Kabupaten Sijunjung Kabupaten Solok KAI Drive II Sumatera Barat Kajati sumbar Kalapas II A padang Kalapas Kelas III Alahan Panjang Kalimantan Kampus Kanwil kemenag sumbar Kapolda Sumbar Kapolres 50 kota Kapolres agam Kapolres Dharmasraya Kapolres Pasaman Barat Kapolres Sawahlunto Kapolres Sijunjung Kapolres Solok Kapolres solok selatan Kapolresta padang kapolri Karang taruna Karya Tulis Kasat lantas lima puluh kota kasat lantas Solok Kejaksaan Negeri Padang Kejaksaan Tinggi Sumbar Kemenag Kota Padang Kemenag Solok Kemenag Sumbar kemenkum HAM KemenPU Kementerian Agama Republik Indonesia KementerianPU Kementrian PUPR Kepulauan Riau kesehatan Kids KJI Sumbar KNPI Sumbar Kodam XX/TIB Kodim Sijunjung Kominfo Solok Korem 032/Wbr korem padang Kota Batam kota Padang Kota Pariaman Kota solok KPU Sumbar Kriminal Kudus Lanud Au Legislatif Lembah Gumanti Leonardi lima puluh kota Lubuk Alung Lukisan makasar Mandailing Natal Masyarakat MBG Medan medison mentawai menyambungnegeri MIN 3 Padang minang kabau Mojokerto MPR RI MUA Muhammadiyah Nahdlatul Ulama Nahdliyin Nasdem Nasional Natuna Netralpost NKRI NU NU online nu Solok olahraga Ombudsman Opini Organisasi Kepemudaan Ormas Islam Padang Padang Panjang Padang Pariaman painan PAN Kabupaten Solok Pantai Padang Papua Pariaman Pariwara bank Nagrai Pariwisata Sumbar parlemen Pasaman Pasaman Barat Payakumbuh payukumbuh sumbar PBB PBNU PC gp ansor solok PC IPNU PADANG PC IPNU pesisir Selatan PCNU Kabupaten Solok PCNU kota Padang PCNU Pesisir Selatan PD Satria Sumbar PDAM PDIP Peduli Sesama Pekanbaru Pembangunan Pemda Dharmasraya pemda solok pemerintahan pemilu Pemkab Pemkab Dharmasraya Pemkab Solok Pemko Pemko Padang Pemko Padang Panjang Pemprov Sumatera Barat. Pemprov Sumbar Pendidikan pengabdian pers rilis Pesisir Selatan PI IPNU SUMBAR Piaggio Pilihan Rakyat Sumbar Pilkada Pilkada Kabupaten Solok PKB Pesisir Selatan PKB Sumbar PKC PMII SUMATERA BARAT PKH Pokdar polairud Polda Polda bali Polda Riau Polda Sumbar polisi politik Polres 50 kota Polres lima puluh kota Polres padang pariaman Polres pasbar polres Sijunjung Polres Solok Polres Solok Selatan Polresta padang polri PPP Sumbar Presiden Prabowo Prokopim padang PSI PT KAI PT KAI SUMBAR PUPR PUPR Padang PUPR Provinsi Sumbar PW Ansor Sumbar PW Pagar Nusa Sumbar PWNU Sumbar Ratu Prabu Sumbar Redaksi Rektor UNP religius Riau Rico Alviano RSUP M Djamil Padang Satpol PP Padang satria Sawahlunto Selebgram Amak Lisa Seni seni budaya setahunberdampak sigapmembangunnegeriuntukrakyat Sijunjung Simalungun SMAN 2 LEMBAH GUMANTI SMK 9 Padang SMK N 9 Padang Solok Solok Selatan STITNU Su Suherman Sulawesi Barat Sulawesi Selatan Sumater Barat Sumatera Barat Sumatera Barat. Sumatera Utara Sumatera Utara. Sumbar Sungai Nanam Surabaya syamsyu Rahim Tanah Datar Tapanuli Tengah Terbaru Terbau Thailand Tiba Tips and trik TNI TNI AU TNI/Polri Tokoh Masyarakat Tokoh Sumber TRD Triski Uin UIN IB Padang UMKM UMSB Sumbar Universitas Andalas Universitas Syedza Santika Padang UPT Asrama Haji Embarkasi Padang UPT Asrama Haji Emberkasi Padang Utama Vespa Indonesia wako Padang Wilayah Sumatera Barat WIRAUSAHA Wisuda wisuda 88


Padang-netralpost.net-
Pelaksanaan kunjungan kerja Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin di Pariaman Provinsi  Sumatera Barat pada hari Selasa 6 April 2021 berjalan dengan sukses dan lancar.

Diawali dengan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin  dan rombongan dengan menggunakan Pesawat Kepresidenan BAe RJ 85 mendarat di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) dan langsung disambut oleh Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, Gubernur Sumatera Barat,  Kapolda, Danlantamal dan Danlanud Sutan Sjahrir.

Usai transit di VIP Room BIM dilanjutkan dengan peninjauan pekasananan Vaksinasi Covid 19 bagi masyarakat di Puskesmas Kurai Taji. 

Selesai peninjuaan Vaksinasi dilanjutkan dengan peresmian Pasar Rakyat di Kota Pariaman dan penanda tanganan peresmian GOR Universitas Negeri Padang. Setelah  melaksanakan peninjuan pasar Wapres dan rombongan bergerak ke Desa Taluak untuk melaksanakan penanaman pohon. 

Danrem 032/Wbr Brigjen TNI Arief Gajah Mada SE MM selaku Dansatgas Pengaman Wilayah dalam kunjungan kerja Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin tersebut menyampaikan ucapan terimakasih atas suksesnya pelaksanaan kunjungan kerja Wapres.

"Terimakasih kepada seluruh prajurit TNI dan Polri serta seluruh instansi terkait yang telah mendukung dan  mensukseskan jalannya seluruh rangkaian kunjungan kerja Wakil Presiden di Pariman", tegas Danrem.

Kunjungan Wakil Presiden KH Ma'ruf Amin berjalan dengan lancar dan tetap dengan  menerapakan disiplin protokol Kesehatan untuk mengantisipasi penyebaran Covid 19.

Turut mendampingi kunjungan kerja Wapres   Wakil Menteri Kesehatan Dante Saksono Harbuwono, Wakil Menteri  PUPR John Wempi Wetipo, Sekretaris Utama BNPB Harmensyah.(**)


Medan-netralpost.net-
Kapolri Jenderal Pol Listyo Sigit Prabowo bersama Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto secara resmi membuka Latihan Integrasi Taruna Wreda XLI (Latsitarda) Nusantara di Lantamal I, Rabu (7/4).

Upacara pembukaan Latsitarda Nusantara dihadiri Kepala Staf Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol Panca Putra, Gubernur Sumatera Utara, Edy Rahmayadi dan jajaran pejabat dari TNI-AL, TNI-AU, TNI-AD dan Polri serta para tamu undangan.

Panglima TNI Marsekal Hadi Tjahjanto dalam amanatnya mengatakan, Latsitarda Nusantara merupakan kegiatan Taruna Akademi TNI (TNI-AL, TNI-AU dan TNI-AD) dan Taruna Akpol tingkat akhir untuk memenuhi kelulusan Taruna. 

Pelaksanaan Latsitarda Nusantara 2021 ke-41 berlangsung di Sumatera Utara, harapannya kepada Taruna dapat melaksanakan maksud dan tujuan dalam mengaplikasikan pengetahuan dan ketrampilan selama di pendidikan yang selanjutnya didarmabaktikan di luar Akademik.

"Harapannya, kepada para Taruna dapat membantu pemerintah dan masyarakat untuk mewujudkan kesejahteraan kehidupan di masa pandemi Covid-19. Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat merupakan standardisasi nasional pendidikan tinggi yang harus dilaksanakan oleh perguruan tinggi, termasuk TNI dan Akpol," pesan Panglima TNI.

Kegiatan Latsitarda Nusantara tahun ini, kata Hadi Tjahjanto, dengan tema Latsitarda Nusantara 2021 turut mensukseskan program pemerintah dalam pencegahan Covid-19 dan percepatan pemulihan ekonomi nasional di wilayah Sumatera Utara. 

Panglima TNI berpesan, kepada para Taruna dan mahasiswa dapat mengimplementasikan ilmu pengetahuan yang dapat dijadikan bekal dalam menyongsong tugas dan pengabdian kepada bangsa dan negara. Memantapkan kemanggalan TNI dan Polri dengan masyarakat Sumatera Utara. Selain itu, para Taruna mampu menanamkan dan menumbuhkembangkan jiwa pejuang, cinta tanah air serta semangat Integrasi.

"Sebagai Taruna Akmil AAL, AAU dan Akpol serta mahasiswa sebagai generasi muda calon pemimpin masa depan, harus membangun soliditas TNI dan Polri dan masyarakat di Sumatera Utara. Serta membantu Pemda Sumatera Utara dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat di masa pandemi Covid-19," pesan Hadi Tjahjanto mengakhiri amanatnya.

Kegiatan Latsitarda Nusantara 2021 ke-41 di Sumatera Utara meliputi wilayah Kabupaten Simalungun, Langkat, Deliserdang, Kota Binjai, Tebingtinggi dan Medan berlangsung dari tanggal 7 sampai 24 April 2021 diikuti 1031 Taruna terdiri dari Taruna Akmil 227 Taruna, AAL 101, AAU 91 dan Akpol 283 dan mahasiswa 100 serta 229 tenaga pendukung dari pengasuh, pelatih dan dosen pembimbing.(*)


Padang-netralpost.net-
Hendri Septa B.Bus (Acc), M.I.B resmi menyandang jabatan Wali Kota Padang sisa masa jabatan periode 2019-2024. Pengambilan sumpah jabatan bagi pria kelahiran Padang 6 September 1976 itu, dilakukan secara resmi oleh Gubernur Sumatera Barat H. Mahyeldi Ansharullah di Auditorium Gubernuran, Rabu siang (7/4/2021). 

Hendri Septa dilantik berdasarkan Surat  Keputusan Menteri Dalam Negeri Nomor: 131.13-686 Tahun 2021 tentang

Pengesahan Pengangkatan Wali Kota Padang dan Pengesahan Pemberhentian Wakil Wali Kota Padang Provinsi Sumatera Barat

Seperti diketahui, Hendri Septa sebelumnya menjabat Wakil Wali Kota Padang berpasangan dengan Mahyeldi selaku Wali Kota Padang untuk masa jabatan 2019-2024. 

Usai pelantikan, Hendri Septa menyampaikan ucapan syukur dan terima kasihnya atas nama pribadi dan keluarga kepada Allah SWT, keluarga, warga kota Padang dan semua pihak yang telah memberikan doa dan dukungan, sehingga dirinya resmi dilantik sebagai Wali Kota Padang hari ini. 

"Alhamdulillah wasyukurillah, hari ini saya dilantik sebagai Wali Kota Padang meneruskan masa kepemimpinan periode jabatan 2019-2024. Terhitung hari ini saya akan bekerja keras untuk menjalankan visi-misi kota Padang dan semua program unggulan (progul) yang telah dijanjikan bagi warga kota Padang dan itu akan kami lakukan secara terukur," ujarnya kepada awak media.

Wali Kota muda itu juga mengharapkan do'a, dukungan dan sinergi semua elemen dari warga kota Padang untuk membangun Kota Padang menjadi lebih hingga masa mendatang.

Sekaitan gebrakan yang akan dilakukan di awal kepemimpinannya, Hendri pun menyebut dari sejumlah hal yang akan dilakukan Ia akan memantapkan pelaksanaan 11 progul yang telah dimasukkan ke dalam RPJMD Kota Padang 2019-2024. 

"Alhamdulillah dari informasi Bappeda Kota Padang capaian hasil implementasi progul kita sampai saat ini sudah mencapai 46,59 persen. Masih banyak lagi tentunya yang mesti kita lakukan dan kejar ke depan untuk menuntaskan semua progul tersebut diantaranya upaya penambahan ruang kelas baru, pembuatan youth center, betonisasi jalan, penanggulangan banjir serta masih banyak lagi lainnya. Selain itu kita juga fokus untuk menangani pandemi Covid-19 yang masih mewabah," tukasnya. 

Pada kesempatan itu, Gubernur Sumbar Mahyeldi mengucapkan selamat kepada Hendri Septa yang resmi menjabat Wali Kota Padang, bersamaan dengan pelantikan Penjabat (Pj) Bupati Solok Heri Nofiardi. Gubernur berharap keduanya amanah dalam menjalankan tugas sebagai kepala daerah.

Agenda tersebut juga disertai dengan pelantikan Ny. Genny Putrinda Hendri Septa sebagai Ketua TP-PKK Kota Padang dan juga Ketua Dekranasda Kota Padang untuk sisa masa jabatan 2019-2024. Pelantikan dilakukan oleh Ny. Harneli Mahyeldi selaku Ketua TP-PKK dan juga Ketua Dekranasda Sumbar. 

Pada pelantikan yang berlangsung sesuai protokol kesehatan Covid-19 itu, juga dihadiri Wakil Gubernur Sumbar Audy Joinaldy, Wakil Ketua MPR Zulkifli Hasan, Anggota DPR RI H. Muhammad Asli Chaidir, Ketua Badan Kehormatan (BK) DPD RI H. Leonardy Harmainy, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Eddy Soeparno, Anggota DPR RI Athari Gauthi Ardi dan Guspardi Gaus serta Asman Abnur (mantan Menteri PAN-RB). Tak hanya itu, juga hadir unsur Forkopimda Sumbar, Ketua KPU dan Bawaslu Sumbar serta para pimpinan BUMN/BUMD se-Sumbar, unsur Forkompimda Padang dan pihak terkait lainnya.(Tim Prokompim Pdg)

 


Payakumbuh,netrapost-P


ersoalan
 aset Pemkab Limapuluh Kota yang berada di Kota Payakumbuh, yang ramai diperbincangkan akhir- akhir ini telah menuai berbagai pandangan. Termasuk dari Wakil Ketua DPRD Kota Payakumbuh dari Partai Demokrat Armen Faindal, SH. Pada Minggu 5 April 2021.

Bahwa apa yang disampaikan Bapak Walikota untuk urusan pemindahan aset dari pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota tidak perlu persetujuan DPRD, dengan alasan karena ini dari pemerintah ke pemerintah juga. Di media online beberapa waktu lalu, saya rasa hal ini telah di luruskan dan terjawab dari pernyataan Hamdi Agus, ST selaku Ketua DPRD Kota Payakumbuh.


Dimana Hamdi Agus, ST menyampaikan, bahwa Pansus ini dibentuk bertujuan membantu Pemko Payakumbuh dalam menyelesaikan masalah aset-aset Pemda Kab.Limapuluh Kota yang ada di Kota Payakumbuh. Begitu juga Ketua DPRD mengatakan bahwa dalam hal ini DPRD Payakumbuh dan Pemerintah setempat memiliki tupoksi dan kewenangan masing masing. Sehingga tentu Pansus yang dibuat ini tidak akan melakukan sesuatu yang diluar fungsi dan kewenangan nya.


Armen Faindal selaku Wakil Ketua DPRD dari Partai Demokrat menambahkan :
1. Bahwa DPRD Payakumbuh telah membentuk Pansus untuk membantu Pemko menyelesaikan perasoalan aset tersebut. Kita tahu bahkan sebagian besar masyarakat mengetahui peralihan aset tidak kunjungi selesai. Dimana sudah 50 tahun di nyatakan Kota Paakumbuh berdiri sendiri, dan persoalan aset ini hangat di bicarakan sejak 20 tahun belakangan. DPRD ingin mendorong dan mencarikan jalan penyelesaian lewat Pansus.


2. Bahwa Ketua DPRD Hamdi Agus, ST mengatakan antara Pemko dan DPRD mempunyai tupoksi masing masing memang benar adanya. Hanya kita berharap agar masing – masing lembaga saling menghargai saja sesuai tupoksi masing – masing, yang pada akhirnya juga dibuat bersama untuk kepentingan masyarakat juga.


Dengan berlarut – larutnya penyelesaian aset Kabupaten yang ada di Kota Payakumbuh maka sepatutnyalah DPRD Payakumbuh turun tangan dengan membentuk Pansus dalam hal ini untuk ikut dalam penyelesaian secara tuntas dan bijak sana.


Pansus tentunya kita harapkan bergerak cepat dan terukur. Baik melakukan pertemuan dengan masyarakat maupun dengan pemerintah dari Pemko maupun Pemkab, begitu juga Pansus dapat berkonsultasi kepada Pemerintah Provinsi ataupun Pusat.


Kita harapkan dari kerja Pansus yang telah dibentuk pada rapat Paripurna yang dipimpin langsung oleh Ketua DPRD Hamdi Agus, ST dapat memberikan hasil yang maksimal sesuai keinginan dan harapan masyarakat Kota Payakumbuh yang telah terlalu lama menunggu.


Ketika awak media bertanya kepada Armen Faindal, SH, Kenapa Walikota dan Ketua DPRD Payakumbuh beda pandangan terkait aset padahal satu rumah atau satu Partai. Armen Faindal menjawab saya sendiripun tidak tahu, kok bisa terjadi begitu, dan itu bukan wewenang saya, ujar Armen. (Yon.


Padang-netralpost.net-
Perumda Air Minum Kota Padang kembali menggratiskan tagihan air selama Ramadhan 1442 H/2021 M bagi masjid dan mushalla yang berlangganan air di perusahaan tersebut. Program ini adalah program tahunan Perumda.

“Program ini sudah menjadi agenda tahunan kita. Ada ribuan rekening atas nama

masjid dan mushalla. Dan semuanya kita gratiskan tanpa terkecuali,” kata Dirut Perumda Air Minum Kota Padang, Hendra Pebrizal didamping Direktur Teknik, Andri Satria dan Direktur Umum, Afrizal Kuning, Selasa (6/4).

Pada umumnya, kata Hendra, pemakaian air selama Ramadhan di masjid dan mushalla cukup tinggi. Karena jamaah banyak memakai air untuk berwudhu dan keperluan lainnya. Semua itu digratiskan oleh Perumda. Sehingga, pengurus tak perlu memikirkan lagi tagihan air selama bulan Ramadhan,” ujarnya.

Tak hanya menggratiskan air, selama Ramadhan, Perumda juga akan melakukan bedah rumah tak layak huni di sekitar intake milik Perumda. Ada dua rumah yang akan dibedah. Yakni di Guo dan Lubuk Minturun,” pungkasnya.(Rel)



Padang-netralpost.net-
Wakil Presiden Republik Indonesia KH. Maaruf Amin tiba di Bandara Internasional Minangkabau (BIM) sekitar pukul 08.50 WIB, Selasa (6/4). 

Kedatangan Maaruf Amin disambut oleh Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah, Kapolda Sumbar Irjen Pol Drs. Toni Harmanto, MH, Pangdam I Bukit Barisan Mayjen TNI Hassanudin dan Forkopimda Sumbar.

Kedatangan Wapres RI tersebut dalam rangka kunjungan kerjanya di Kota Padang Pariaman. Diantaranya peresmian Pasar Rakyat, peninjauan pelaksanaan vaksin Covid-19, dan penanaman pohon pelindung di Pantai Kata Kota Pariaman. 

Kabid Humas Polda Sumbar Kombes Pol Satake Bayu Setianto, S.Ik menyebut, dalam kedatangan Wapres RI ke Sumbar, pihaknya telah menyiapkan sejumlah personel pengamanan. 

"Ratusan personel dari Polda Sumbar, Polres Padang Pariaman dan Polres Pariaman sudah di ploting untuk pengamanan kunjungan bapak Wakil Presiden RI," ujarnya di Polda Sumbar.

Awalnya, Wapres RI beserta rombongan mengunjungi Puskesmas Kurai Taji Kota Pariaman untuk melihat langsung vaksin Covid-19 kepada masyarakat. 

Selanjutnya, Maaruf Amin mengunjungi Pasar Rakyat Pariaman. Dalam kunjungannya ini, Wapres RI meresmikan prasasti Pasar Rakyat Pariaman, prasasti Gedung Labor Olahraga Kota Pariaman dan prasasti Gedung Sport Center. 

Usai dari peresmian Pasar Rakyat Pariaman, Wakil Presiden RI H Maaruf Amin berkunjung ke Pantai Kata Kota Pariaman untuk bersama-sama menanam pohon pelindung. (*)


Padang-netralpost.net-
Kapolda Sumatera Barat Irjen Pol Drs Toni Harmanto, MH membuka Forum Grup Diskusi (FGD) kamtibmas. Kali ini bertemakan "Peran Aktif Masyarakat dalam Meningkatkan Ketahanan Pangan guna Mewujudkan Situasi Kamtibmas yang Aman dan Kondusif".

Forum Grup Diskusi ini dilangsungkan di ballroom Hotel Grand Zuri Padang, Senin (5/4) pagi. Dengan dihadiri oleh Rektor Unand Prof Yuliandri, Rektor Universitas Bung Hatta Prof Tafdil Husni, serta menghadirkan narasumber Prof Hafrijal Syandri (Gubes Fakultas Perikanan dan Kelautan Universitas Bung Hatta), Ir. Eri Gas Ekaputra (Direktur NDC Unand), Febriyon Tri Intano, Zul Arifin, Romi Al-Ghifari.

Kapolda dalam sambutannya menyebut, berbagai upaya telah dilakukan oleh pemerintah untuk memutus rantai penularan Covid-19, diantaranya menerapkan protokol kesehatan, pembatasan pergerakan kegiatan manusia seperti Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Mikro dan program Vaksinasi yang sedang berjalan.

Kemudian, dalam rangka mendukung pemerintah tentu warga masyarakat harus mengambil peran dalam upaya mengatasi pandemi Covid-19. Salah satu eksistensi dan peran aktif masyarakat dapat dilihat dari keberadaan kampung Tangguh Nusantara yang dikenal di Polda Sumbar dengan nama Nagari Tageh dengan semangat membangun secara swadaya untuk melindungi warganya dari dampak pandemi Covid-19. 

"Keberadaan Nagari Tageh tidak hanya bertujuan untuk menekan penyebaran Covid-19 tetapi juga mengantisipasi dampak lain yaitu ekonomi, kriminalitas, dan lain-lainnya," ucap Irjen Pol Toni Harmanto. 

Lanjut Kapolda, dari 1.169 jumlah Kelurahan/ Nagari di Provinsi Sumbar, sampai saat ini sudah terbentuk sebanyak 559 Nagari Tageh di bawah binaan 918 Bhabinkamtibmas dan 1.000 lebih mahasiswa yang tergabung dalam Nagari Develompent Center (NDC).

Irjen Pol Toni Harmanto juga menyinggung, bahwa belakangan ini aksi-aksi terorisme kembali terjadi. Polri melalui Densus 88 Anti Teror Mabes Polri terus melakukan upaya penangkapan kepada terduga pelaku terorisme. 

"Tentu upaya ini saja tidaklah cukup, oleh karena itu perlu juga peran kita bersama terutama para Toga, Tomas dan Todat untuk memberikan edukasi tentang bahaya radikalisme," ujarnya. 

Dikatakan, penyebaran Radikalime sendiri juga sudah mengalami perubahan dimana pada awalnya melalui pengajian yang tertutup dan diikuti oleh beberapa orang saja, namun pada hari ini kita jumpai bahwa penyebaran radikalisme sudah memanfaatkan teknologi informasi melalui dunia maya. 

"Dengan demikian maka penyebaran radikalisme akan menyasar semakin banyak pihak. Maka tanggung jawab kita bersama membentengi masyarakat agar jangan sampai terpengaruh radikalisme tersebut," ajak Kapolda Sumbar Irjen Pol Toni Harmanto. 

Diakhir sambutannya, Kapolda berpesan kepada para Kasat Binmas dan Bhabinkamtibmas jajaran agar melanjutkan kerja sama melalui komunikasi, koordinasi dan kolaborasi dengan Lurah/Walinagari bersama Tomas, Toga, Toda, Todat dan masyarakat setempat.

"Untuk membangun Nagari Tageh Rumah Gadang dengan mempedomani jukrah yang sudah diberikan oleh Dirbinmas Polda Sumbar," katanya. 

Kemudian, untuk terus lakukan kegiatan sosialisasi dan penyuluhan terkait dengan pencegahan Covid-19 dengan melibatkan masyarakat dalam membangun kesadaran untuk mematuhi protokol kesehatan. 

"Terkait aksi teror yang belakangan terjadi, segera bangun komunikasi dan pertukaran informasi dengan stakeholder untuk mengetahui setiap perkembangan situasi serta laksanakan langkah proaktif untuk menjamin keamanan dan keselamatan warga masyarakat," ujarnya. 

Selanjutnya, kepada pengurus dan anggota Pokdarkamtibmas agar selalu menjaga kekompakan antar sesama anggota dan menjaga jatidiri Pokdarkamtibmas sebagai salah satu forum rembug yang membantu tugas kepolisian dengan penuh keikhlasan dan tanggung jawab dalam menjaga dan memelihara kamtibmas. 

"Kepada saudara-saudara hadirin undangan, mari bersama-sama kita jaga lingkungan kita dengan memantapkan ketahanan pangan yang dapat kita lakukan dengan mengoptimalkan sumber daya di lingkungan kita, sehingga dampak pandemi Covid-19 ini dapat direduksi," ujarnya. 

Turut hadir Pejabat Utama Polda Sumbar, para Kasat Binmas dan Bhabinkamtibmas sejajaran Polda Sumbar, Kepala Dinas Perindag serta Kepala Dinas Koperasi se Kabupaten/Kota di Sumbar, Lurah, Kepala Desa dan Wali Nagari. (*)


Padang-netralpost.net-
Pangdam I/BB Mayjen TNI Hassanudin, SIP, MM, selaku Pangkogasgabpad pengamanan VVIP, memimpin upacara gelar pasukan Kunker wakil Presiden RI Prof. Dr. K.h. Ma’ruf Amin ke wilayah Sumatera Barat, Senin (5/4/2021).

Saya selaku Pangkogasgabpad pengamanan VVIP, mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang tulus kepada aparat TNI dan Polri serta semua pihak yang terlibat, atas kesiapan tugas masing-masing satgaspam, untuk dapat mewujudkan kesiapan operasional pengamanan wakil presiden RI Prof. Dr. K.h. Ma’ruf Amin.

Adapun tujuan pengamanan VVIP adalah untuk menjamin keamanan, keselamatan dan kenyamanan VVIP serta menjamin keamanan wilayah yang menjadi objek kunjungan VVIP setiap saat dimanapun berada.

“Ancaman terhadap VVIP bukan hanya ancaman terhadap keselamatan dan keamanan pribadi VVIP saja, namun juga ancaman yang dapat menjatuhkan kehormatan dan kedaulatan negara, martabat serta kewibawaan pemerintah. Oleh karenanya, untuk mengantisipasi berbagai potensi ancaman tersebut, TNI dan Kepolisian bersama institusi terkait perlu menyelenggarakan operasi pengamanan VVIP secara terpadu”, ucap Pangdam.

Sebagaimana kita ketahui bersama, ancaman gangguan keamanan seiring perkembangan teknologi dari waktu ke waktu semakin kompleks dan dinamis. Oleh karena itu, apel gelar pasukan ini dilaksanakan untuk mengetahui sampai sejauh mana kesiapan masing-masing satgaspam secara keseluruhan, baik personel, materiil maupun sarana pendukung pengamanan lainnya, tambahnya.

“Saya selaku Pangkogasgabpad, harus dapat meyakini bahwa  tiap-tiap satgas sudah memiliki kesiapan operasional yang mampu menangkal berbagai kerawanan dan kontijensi yang diprediksikan dapat terjadi”, tegas Pangdam. 

“Saya berharap pada pelaksanaan pengamanan VVIP ini agar lebih ditingkatkan koordinasi dan kerjasama yang terencana, terarah dan terkendali, dengan tetap berpedoman pada prosedur pengamanan VVIP, baik secara langsung maupun tidak langsung, sehingga sasaran dan tujuan pengamanan dapat dicapai dengan optimal dan sukses”, pungkas Mayjen TNI Hassanudin.

Turut hadir pada acara tersebut Kapolda Sumbar, Gubernur Sumbar, Danrem 032/Wbr, Asintel, Asops Kasdam I/ BB, pejabat Forkopimda Sumbar dan PJU Polda Sumbar, Lantamal dan Lanud SUT.(*)


Padang-netralpost.net-
Kesimpang siuran sempat terjadi di lapangan terkait Jaringan Irigasi Air Tanah(JIAT) di Kabupaten Pesisir Selatan atas dugaan disfungsinya JIAT tersebut. 

Balai Wilayah Sungai Sumatera Lima(BWSS V) Sumatera Barat Dian Kamila melalui Rainul Parnaungan ST.MM selaku Kepala Satker SNVT PJPA IAKR mengatakan bahwa Jaringan Irigasi Air Tanah(JIAT) yang ada di Kabupaten Pesisir Selatan dapat berfungsi secara baik.

" Rainul menganggap informasi masyarakat yang mengatakan kalau JIAT tidak berfungsi lagi itu hal biasa dan sebagai kritikan saja," jelasnya. 

Dari Informasi masyarakat yang mengatakan JIAT tidak berfungsi lagi itu hal biasa, dan itu saya anggap sebagai kritikan. Sebab pembangunan tidak akan berjalan tanpa kritikan," kata Rainul disela-sela waktu istirahatnya sambil ngopi bareng bersama wartawan, Senin(5/4/2021)di kawasan GOR H.Agus Salim, Padang.

Selanjutnya Rainul menjelaskan, JIAT yang pembangunannya dilakukan pada tahun 2018 itu memang sedikit bermasalah. Karena ada beberapa titik yang batrai (AKI) sebagai sumber listrik sudah tidak aktif lagi.

Kita sudah mensurvei ke lokasi bersama dengan PPK Operasional dan Pemeliharaan (OP), dan nyatanya JIAT tersebut dapat digunakan oleh masyarakat sebagai sumber air untuk sawah dan kebun mereka, tandasnya.

"Alibinya, kita saja sebagai manusia setelah sekian lama hidup pasti butuh perawatan. Begitu juga JIAT tersebut yang hanya benda dengan bahan baku yang didominasi dengan besi. Kalau kurang perawatan ya besi tersebut akan berkarat, dan JIAT akan terkendala pemanfaatan nya," kata Rainul dengan sedikit candanya.

Dalam upaya mendukung terwujudnya swasembada pangan di Kabupaten Pesisir Selatan, BWSS V memastikan Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) di daerah setempat dalam kondisi prima, dan siap dioperasikan kapanpun.

"Khusus di Nagari Amping Parak, Kecamatan Sutera terdapat dua unit JIAT, sementara di Sungai Liku, Kecamatan Ranah Pesisir terdapat satu unit JIAT, ketiganya sekarang dalam kondisi prima dan siap mendukung terwujudnya swasembada pangan di Pesisir Selatan,"ucapnya.

Untuk itu kepada masyarakat setempat ikut berperan aktif dalam perawatan dan pemeliharaan JIAT tersebut. Agar dapat dimanfaatkan dengan waktu yang lebih lama lagi, sebelum ada peningkatan, pungkasnya.(roel/S)

 

Payakumbuh,netralpost-WaliKota Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku menyampaikan dirinya sangat memahami dan mengapresiasi banyaknya aspirasi-aspirasi inovatif dari tokoh Luak Limopuluah terkait pemanfaatan eks kantor Bupati yang berada di pusat Kota Payakumbuh kedepan.

Kepada media, Senin (5/4) pagi, Riza mengingatkan juga agar persoalan eks kantor bupati ini dilihat dengan realistis.

“Saya mendengar keinginan orang-orang Luak Limopuluah. Mulai dari yang ekstrim, menolak, bahkan ada yang mau ikut andil memberikan perubahan positif terkait aset eks kantor Bupati tersebut,” ujar Riza.

Namun, walaupun banyak pendapat, Riza menyebut keputusan tetap berada di tangan Bupati, karena persoalan aset itu berada di internal pemerintahan Kabupaten Limapuluh Kota, sehingga tidak memerlukan terlalu banyak persyaratan.

“Aspirasi yang realistis adalah yang sesuai aturan. Ada yang menyampaikan aset itu menjadi milik bersama, ini jauh lebih rumit karena akan berhadapan dengan terkait tata kelola dan tata pemerintahan, karena menyangkut adanya konsekuensi keuangan dan aset, berpotensi melanggar hukum,” kata Riza.

“Banyak tokoh berbicara lokasi kawasan eks kantor bupati digunakan untuk membuat ini itu, tetapi secara tata ruang, saat ini kawasan itu hanya diperuntukkan sebagai kawasan terbuka hijau, bukan yang lain. Bisa ditukar statusnya, tapi prosesnya panjang, bisa 4 sampai 5 tahun, itu harus sampai ke Jakarta dan melibatkan 7 kementerian dalam perubahannya. Setelah diubah di jakarta dan provinsi, maka harus diperdakan kembali dan dikonsultasikan lagi ke provinsi dan Jakarta,” terang Riza.

Oleh karena itu, kata Riza, pihak Pemko Payakumbuh tidak terlalu mau mengambil inisiatif untuk perubahan aset.

Riza menyarankan agar DPRD Payakumbuh merubah judul panitia khusus (pansus) menjadi pansus Ibukota Payakumbuh. Dimana didalamnya sudah include mengkaji aset kawasan eks kantor bupati.

“Itu lebih elegan dan sedikit resistensi pihak kabupaten dalam pembahasan selanjutnya, dan tidak ada yang kehilangan muka,” kata Riza.

Menurut Riza lagi, cara terbaik tidak dengan cara dibangun bersama atau ruslah. Menurutnya, akan lebih elok dicari cara yang lebih mudah, misalnya saling hibah bersyarat dan dikerjasamakan.

“Walaupun pada akhirnya yang membangun adalah pihak pemko supaya mudah dalam penganggaran. Ketika selesai pembangunan, pengelolaan kawasan baru dilibatkan lagi pihak pemkab sehingga terasa ada tanda ini adalah milik orang Luak Limopuluah,” ungkapnya.

“Kalau seandainya dibuat rumit, pihak pemko tentu juga keberatan merespon aspirasi ini, yang pada akhirnya tidak ada titik temu dan mengambang. Kita melihat keinginan besar dari masyarakat, untuk itu kita tentu mau asalkan Bupati mau,” pungkas Riza. (Yon)



 


Payakumbuh,netralpost-

Untukuk bisa menata Payakumbuh dan membangun ibukota baru akibat lahan di sekitar tugu adipura pusat kota tidak cukup memadai. Wali Kota Riza Falepi menyarankan kepada DPRD agar membuat Pansus Ibukota Payakumbuh, daripada membuat Pansus Pengalihan Aset Ex Kantor Bupati.

“Lebih elegan dan lebih aspiratif untuk Payakumbuh ke depan yang lebih baik. Mirip DKI dulu yang punya ibukota di sekitar Glodok, makanya nama daerah sekitar itu disebutnya Kota, karena memang dulu di sana pusat kota. Kemudian berkembang sehingga kawasan sekitar Kota dan Glodok menjadi kota tua, rada sulit dibangun dan akhirnya bebagai bangunan malah berpindah ke kawasan monas, Thamrin, dan Sudirman yang sekarang menjadi pusat kegiatan ibukota atau menjadi ikon kota,” jelas Riza saat diwawancara media, Minggu (4/4) pagi.

Menurut Riza, Kota Payakumbuh punya banyak pilihan untuk melihat dan menata kota. Tidak terpaku memulainya dengan aset eks kantor bupati. Bisa dengan cara bekerja sama dengan pemilik aset, bekerjasama dengan swasta agar aset lebih maksimal dan produktif dan cara-cara lain.

“Selama ini saya lihat kabupaten Limapuluh Kota itu ibarat bapak, tapi seperti bapak tiri, kurang rela mewariskan asetnya pada anaknya, makanya dari awal kami sudah ingatkan DPRD bahwa membentuk pansus terkait aset masih terlalu dini,” ujar Riza.

Menurut wali kota dua periode itu, sepertinya Pemkab Limapuluh Kota lebih senang mempunyai ibukota Payakumbuh daripada Sarilamak.

“Buktinya banyak sekali kantor mereka di Payakumbuh. Kira-kira mungkin seperti berumah di halaman orang padahal mereka punya halaman sendiri,” jelas Riza.

Riza melihat ini sebagai hal yang biasa, dan bisa jadi suatu saat Kota Payakumbuh juga dapat berubah menjadi kota yang lebih maju. Dimana, pada akhirnya kawasan sekitar kantor eks bupati ditinggal orang kalau dibiarkan tidak bermanfaat.

“Jadi nggak usahlah kita ribut untuk hal yang tidak perlu, buang energi, padahal kota kita sudah berbenah untuk menjadi kota yang lebih baik. Itu adalah paradigma lama, malah terkesan lucu-lucu saja,” ujarnya.

Seperti yang Riza sampaikan sebelumnya ke DPRD Kota Payakumbuh, masih terlalu dini bicara aset kantor bupati, dan itu sudah diingatkan Riza kepada DPRD Payakumbuh ketika belum ada sinyal dari Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.

“Ketika secara aturan saya sampaikan, masih ada yang telat berfikir dan merespon. Secara aturan kalau seandainya dipindahkan asetnya tidak perlu DPRD kok, cukup antar kepala daerah saja, selesai, tapi saya nggak butuh. Cuman kan yang lucunya ada pemda lain berumah di sini, seperti nggak nyaman di rumah sendiri, padahal sudah lebih 50 tahun,” ujar Riza.

Selanjutnya Riza mengakui dirinya memang dekat dengan Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri (RKN), bahkan pilkada kemarin, Riza membenarkan dirinya mendukung RKN.

“Tapi maaf, belum pernah saya bicara aset kantor bupati dengannya, karena waktu itu dia belum jadi pejabat, lagipula saya pikir Payakumbuh nggak butuh-butuh banget. Apalagi kalau saya yang memulai membahasnya, ya nggak lah, kayak meminta-minta aja kita. Kalau ada yang teriak silahkan cari panggung, mungkin itu politisi kalah butuh panggung,” ujarnya.

“Lagian saya tidak minta asetnya kok, kenapa ada yang marah? Pengen jadi pahlawan kesiangan ya? Kita nggak butuh-butuh amat soal kantor bupati ini, kita masih banyak agenda yang lain,” tandas Riza.

Riza menyampaikan Pemko Payakumbuh memang pernah didatangi tokoh-tokoh Luak Limopuluah, membahas aset tersebut. Waktu itu sangat dihargai oleh Riza, bahkan salah satunya mamak yang menolak urusan aset tersebut.

“Saya sampaikan dengan sopan agar janganlah saya yang memulai, tapi silahkanlah yang lain. Tentu tidak sopan saya bilang tidak butuh, padahal mereka adalah orang-orang tua kita juga di Luak Limopuluah yang prihatin dengan keadaan,” ujar Riza.

Menurutnya, secara aturan aset dan aturan keuangan keberadaan aset-aset Pemkab Limapuluh Kota di Kota Payakumbuh sudah tidak pas, karena membangun dan memperbaiki aset di luar daerah itu ada aturannya, lebih sulit dan tentu lebih dibatasi. Serta dirasanya kurang pas, baik secara aturan keuangan daerah maupun secara tata kelola pemerintahan yang baik.

“Walaupun demikian itu urusan rumah tangga mereka dan kami nggak ingin ikut campurlah,” kata Riza. Yon


Padang-netralpost.net
- Pers Sumatera Barat (Sumbar) menggelar petisi untuk memperjuangkan hak dan melawan kriminalisasi serta diskriminasi pers.

Dalam menjalankan amanat UU No.40/1999, pers masih kerap kali mendapatkan perlakuan yang tidak adil.

Hal disampaikan, Pimpred Media www.laksusnews.com Fitrahtul  ketika diadakannya pertemuan dengan puluhan pemilik media dan wartawan, di Kawasan GOR H. Agus Salim Kota Padang, Sabtu (3 April 2021).

Lebih jauh, Fitrahtul yang akrab disapa Dafit Laksus menyampaikan, sebagai insan pers yang berkedaulatan maka kita harus memperjuangkan agar tidak ada lagi tindakan ataupun bentuk Kriminalisasi dan diskriminasi terhadap pers di Sumatera Barat.

Menurutnya, Pergub No 30 Tahun 2018 telah mengkebiri dan merugikan kalangan pers di Sumatera Barat, untuk itu kita akan memperjuangkan supaya Pergub ini dicabut.

Kita sangat bingung dengan apa yang telah dilakukan oleh Pemerintah Propinsi Sumbar, memberlakukan aturan untuk mematikan keleluasaan dan kebebasan pers di Sumatera Barat.

Padahal kita semua paham, bahwa pers merupakan pilar ke empat keberlangsungan demokrasi yang baik, urainya.

Kita katakan Pergub ini telah mematikan kebebasan pers karena ada sebagian pemerintah kabupaten/kota yang mengikutinya.

Sementara itu Novwibawa dari media Sumbar raya menegaskan bahwa untuk berperan aktif mendorong peningkatan arus informasi sebaiknya Pergub No 30 Tahun 2018 tersebut dicabut.

Karena dengan adanya pergub tersebut pemerintah kabupaten/kota se Sumbar jadi ikut-ikutan.

Padahal Pergub tersebut bertentangan dengan sejumlah aturan yang lebih tinggi termasuk spirit dan azas demokrasi.

Beruntung saat ini Gubernur Sumatera Barat adalah Mahyeldi Ansharullah, harapan kalangan pers untuk menjalin kemitraan dengan Pemerintah Propinsi Sumbar kembali terbuka.

Karena saat menjabat Walikota Padang, Mahyeldi Ansharullah tidak pernah memberlakukan Pergub tersebut di Pemko Padang. Kita berharap Gubernur Mahyeldi Ansharullah mencabut pemberlakuan Pergub yang sangat meresahkan bagi kalangan pers, demikian sebut Awik.

Terkait Pergub, Awik mengatakan dalam upaya menjalin kemitraan dengan Pemerintah Propinsi Sumbar ke depan, puluhan wartawan telah bersepakat untuk menyurati Gubernur Sumbar.

Mudah-mudahan Gubernur Sumatera Barat Mahyeldi Ansharullah berkenan meluangkan waktunya dan karena kesibukan beliau tentu saja selanjutnya kita menunggu jadwal dari protokoler.

#rel

Author Name

Contact Form

Name

Email *

Message *

Powered by Blogger.