Payakumbuh,netralpost
Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi mengatakan untuk pelaksanaan Sumdarsin tahap dua itu, sama dengan yang dilaksanakan pada 30/10 lalu, yaitu akan dipusatkan di GOR M. Yamin Kubu Gadang dan juga dilaksanakan di Lima Kecamatan lainnya.
"Untuk tahap dua ini kita targetkan 4.200 orang, yang terdiri dari masyarakat umum, pelajar dan lansia yang ada di Kota Payakumbuh," kata Wako Riza Falepi kepada media saat Rakor di Balai Kota, Selasa (02/11).
Selain itu untuk percepatan vaksinasi ini, Riza meminta kepada seluruh lurah untuk melakukan sensus kepada masyarakat yang ada di kelurahannya, supaya diketahui apa alasan dan keluhan dari masyarakat terkait vaksinasi tersebut.
"Tujuannya supaya kita bisa mengetahui apa alasan masyarakat kita kenapa tidak mau divaksin. Dengan demikian kita bisa mencarikan jalan keluarnya, kalau perlu kita berikan penyuluhan kepada masyarakat yang tidak mau divaksin ini akan pentingnya dampak setelah divaksin ini," ucapnya.
"Dan bagi masyarakat yang bersedia untuk divaksin segerah arahkan kelokasi vaksinasi terdekat. Kita juga menyiapkan transportasi bagi yang kesulitan menjangkau lokasi vaksin. Selain itu tim vaksinator kita juga siap kapan pun masyarakat kita mau divaksin, tinggal lapor. Mudah-mudahan dengan ini capaian vaksinasi kita semakin produktif dan segera mencapai target," tukuknya.
Lebih lanjut dijelaskan Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, untuk pembagian lokasi Sumdarsin tahap dua besok akan tersebar dibeberapa titik untuk Kecamatan Payakumbuh Timur dipusatkan Di GOR M. Yamin, Kecamatan Payakumbuh Barat di 3 Kelurahan yaitu Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo, Kelurahan Talang, dan Kelurahan Padang Data Tanah Mati.
Sedangkan untuk Kecamatan Latina di Kantor Camatnya, Kecamatan Payakumbuh Utara di kantor Camatnya dan Kecamatan Payakumbuh Selatan di Puskesmas Padang Karambia dan Kelurahan Sawah Padang Aua Kuniang.
Sementara untuk vaksinasi di sekolah ada beberapa sekolah yang bergabung ke lokus terdekat untuk melakukan vaksin seperti SMA PGRI bergabung ke Kecamatan Latina, SMA 5 ke Puskesmas Padang Karambia, SMA RJ dan SMK Kosgoro 2 bergabung ke SMA 3 Payakumbuh dan SMA Nusantara bergabung ke Kelurahan Padang Tangah Balai Nan Duo.
"Selain SMK 1 dan SMA 4 Payakumbuh dilaksanakan di sekolah masing-masing, karena dua sekolah ini vaksinasinya dilaksanakan Kamis (04/11)," ucapnya.
"Kita juga mengharapkan para siswa ini juga bisa membawa orang tua ataupun tetangganya yang belum di vaksin," tambah sekda.
Sementara itu Kapolres Payakumbuh Alex Prawira mengatakan dengan pelaksanaan Sumdarsin yang dilakukan serentak di seluruh Sumatera Barat (Sumbar), bisa mendongkrak posisis Sumbar dari posisi 31 ke posisi 25. Karena pada Sumdarsin 30/10 lalu sebanyak 131ribu warga Sumbar menerima vaksin.
"Makanya sesuai arahan Gubernur, Kapolda da Danrem 032 Wira Braja Sumdarsin ini akan dilaksanakan sebanyak 5 kali, dengan harapan akhir November ini Sumbar bisa masuk 10 besar," katanya.
Kapolres juga mengharapkan untuk capaian vaksinasi dosis satu dan dosis duanya juga harus seimbang, dan diminta peran aktif semua pihak yang terlibat agar bisa menggenjot capaian vaksinasi dosis duanya.
"Jadi kita juga harus terus mengajak masyarakat untuk melaksanakan vaksinasi dosis duanya sesuai dengan jadwal yang telah ditentukan," pungkasnya.
Kegiatan tersebut juga dihadiri oleh Kapolres Payakumbuh Alex Prawira, Kodim 0306/50 Kota, Sekretaris Daerah Kota Payakumbuh Rida Ananda, Asisten I Dafrul Pasi, Dirut Pam Tigo Kepala OPD, Camat dan Lurah se-Kota Payakumbuh. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Wali Kota Riza Falepi melantik dan mengambil sumpah jabatan 16 Aparatur Sipil Negara di lingkungan Pemerintah Kota Payakumbuh di Ruang Kerja Wali Kota, Jumat (5/11).
Didampingi Sekda Rida Ananda, Asisten I Dafrul Pasi, dan Kepala BKPSDM Ifon Satria Chan, ada 11 pejabat administrator dan 5 pejabat pengawas.
Dewi Novita dilantik sebagai Camat Payakumbuh Timur, Diki Engla Mardianto sebagai Camat Lamposi Tigo Nagori, Desfitawarni sebagai Sekretaris DPMPTSP, Ipendi Sekretaris Dinas Pertanian, Yuniri Yunirman sebagai Sekretaris DP3AP2KB.
Lalu, ada Deldi sebagai Kabid Penelitian Pengembangan dan Evaluasi Bappeda, Mirawati sebagai Kabid Konsumsi dan Keamanan Pangan Dinas Ketapang, Hendra Eriko sebagai Kabid Pengawasan Dinas LH, Jasriyal sebagai Kabid Ketertiban Umum dan Ketentraman Masyarakat Satpol PP dan Damkar, Eza sebagai Kabid Kedaruratan dan Logistik BPBD, Antoni Jaya sebagai Sekcam Payakumbuh Selatan.
Sisanya 5 pejabat pengawas di OPD.
Riza Falepi menyampaikan selamat kepada pejabat yang baru dilantik, berharap mereka bisa menjalankan amanah dengan sebaik-baiknya.
"Selamat bertugas dan semoga bisa mengemban jabatan yang baru dengan baik," pungkasnya. (Yon)
Kegiatan simulasi ini merupakan rangkaian dari kegiatan latihan percepatan dalam penanggulangi Pandemi Covid-19 yang dilakukan Lantamal II di akhir 2021.
Dalam simulasi latihan Vaksinator dari Diskes Lantamal II melakukan vaksinasi di suatu pulau yang ada di jajaran Lantamal II Padang. Saat sedang berlangsung vaksinasi datang sekelompok masyarakat yang tidak mau di vaksin. Mereka menentang para vaksinator yang sedang melakukan vaksinasi. Dengan sigap para Bintara Pembina Potensi Maritim atau Babinpotmar Lantamal dan para personil Pomal Lantamal mampu memberikan pemahaman dan edukasi sehingga masyarakat tersebut mengerti dan akhirnya mereka mau di vaksin.
Kegiatan yang melibatkan 400 personil Lantamal dan KAL Sinyaru dari satuan kapal patroli Satrol Lantamal. Dari 400 orang personil yang terlibat termasuk di dalamnya juga sebagai narasumber dalam kegiatan ini. Kegiatan ini berlangsung selama 2 Minggu. Pelatihan ini melibatkan instansi pemerintah lain seperti, Dinkes Provinsi Sumbar, Dinkes Kota Padang, BPBD Sumbar, Pelabuhan Perikanan Bungus serta Dinas Internal Lantamal II.
Kegiatan simulasi ini merupakan puncak dari latihan yang di tutup langsung oleh Komandan Pangkalan Utama TNI AL Danlantamal II Laksamana Pertama TNI Endra Sulistiyono.S.E.,M.M., ikut Hadir pada saat acara Wadanlantamal Kolonel Marinir Freddy JH Pardosi,PJU, serta para Kadis dan Kasatker. Kegiatan penutupan ini mengambil tempat di Pelabuhan Perikanan Samudera Bungus kita Padang.
Dispen Lantamal II.
Kota Padang di guyur hujan sejak malam, tapi Nakes terus memberikan pelayanan kepada masyarakat, merupakan tindak lanjut perintah pimpinan. Dalam menghadapi Pandemi Covid-19 yang masih belum bisa di atasi. Nakes memberikan Pelayanan ke semua lapisan masyarakat. Dengan mengedepankan pelayanan yang optimal dan humanis, Nakes dari Diskes Lantamal II ini sudah memberikan pelayanan vaksinasi ke beberapa titik pelayanan terhadap masyarakat. Vaksinasi ini terus dikebut agar terbentuk Herd Immunity di tengah masyarakat. Sehingga kehidupan normal di tengah masyarakat dapat terlaksana seperti sebelum adanya Pandemi Covid-19.
Serbuan Vaksinasi TNI AL yang dilaksanakan di Dinas Kesehatan Diskes Lantamal II, merupakan bentuk kepedulian dan keseriusan pemerintah di respon TNI AL. Dalam penanganan Pandemi Covid-19. Nakes Diskes Lantamal II, sebelumnya sudah memberikan pelayanan kepada masyarakat Maritim dan masyarakat lain yang ada di wilayah kota Padang dan luar Padang terutama mereka yang belum menerima vaksin.
Pelaksanaan vaksinasi yang di pengaruhi kondisi hujan, sehingga masyarakat yang di vaksin hanya 2 orang. Pada saat vaksinasi di gunakan pada vaksinasi ini, adalah Sinovac berasal dari Dinkes Kota Padang peruntukan untuk TNI. Pemerintah Terus berupaya menghimbau untuk melakukan vaksinasi kepada masyarakat luas.
Berikan pelayanan yang Humanis kepada masyarakat dari Nakes, merupakan arahan dari Kepala Staf TNI Angkatan Laut (Kasal) Laksamana TNI Yudo Margono.S.E.,M.M.,berikan pelayanan vaksinasi terbaik kepada masyarakat Maritim dan masyarakat sekitar di lingkungan kita. Kalimat yang selalu di sampaikan Kepala Staf TNI Angkatan Laut pada saat memberikan arahan kepada Nakes TNI AL.
Diharapkan Kondisi dan situasi Pandemi Covid-19 dapat di atasi segera. Sehingga pemerintah dapat mengambil langkah yang lebih baik, terutama masalah pertumbuhan perekonomian Nasional.
Pemerintah melalui TNI, Polri dan Dinas Kesehatan Pemerintah Daerah selalu menghimbau dan mengajak masyarakat untuk melakukan vaksin. Agar kegiatan masyarakat dapat terlaksana, sehingga roda perekonomian dapat berjalan.
Pada pelaksanaan pelayanan oleh Nakes dikendalikan langsung oleh Kadiskes Lantamal II Mayor Laut (K) Didit A.Mk, sebagai penanggung jawab kegiatan serbuan vaksinasi.
Dispen Lantamal II.
Mulanya informasi didapat dari Kapolres Madina AKBP Horas Tua Silalahi, S.I.K, M.Si pada saat itu melintas menuju ke arah pondok pesantren Subulussalam saat kunjungan kerja pengecekan pelaksanaan vaksinasi massal dan pembagian doorprize kepada santri.
Melihat kenderaan tersebut mogok dijalan dan membutuhkan bantuan, Kapolres Madina langsung menghubungi Kapos Lantas Polsek Kotanopan untuk membantu kenderaan yang mogok tersebut.
“Ya benar, pada saat itu kami melintas hendak mengunjungi Pondok pesantren Subulussalam, kami melihat disana ada kenderaan angkutan yang sedang mogok, tidak ada yang membantu bapak pengemudi tersebut dan saya perintahkan langsung agar personil membantu bapak tersebut, karena posisi kenderaan tersebut sangat berbahaya bagi bapak tersebut dan pengendara lain“ Ungkap Kapolres.
Mendapat bantuan tersebut Bapak Safar mengucapkan terimakasih kepada Kapos Lantas Polsek Kotanopan dan umumnya kepada Polres Madina.
“Saya mengucapkan terimakasih Kepada bapak Kapos Lantas dan Polres Madin, atas bantuan dan jasa yang diberikan oleh bapak-bapak polisi, semoga bantuan bapak menjadi ladang ibadah“ ujar safar (Bahasa Mandailing)
PADANG - - Moderasi beragama sangat penting untuk ditanamkan kepada peserta didik agar tercipta hubungan harmonis antara guru, peserta didik, masyarakat dan lingkungan sekitar. Sehingga tercipta lingkungan yang damai, nyaman dan aman dari berbagai ancaman.
Hal ini ditekankan Kepala Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kanwil Kemenag) Provinsi Sumatra Barat (Sumbar), H. Helmi saat memaparkan materi dan memberikan motivasi kepada Peserta Pembinaan Aktor Kerukunan Bagi Siswa Madrasah Aliyah, Kamis (4/11) di Mifan Water Park, Padang Panjang.
Hadir pada kesempatan ini Kakan Kemenag Kota Padang Panjang, H. Alizar Chan serta Kasubbag Ortala KUB, Fauqa Nuri Ichsan. Kegiatan yang digelar Subbag Ortala KUB Kanwil Kemenag ini menghadirkan 30 Ketua OSIM Madrasah Aliyah Negeri se Sumatra Barat dan berlangsung selama tiga hari, Rabu sampaiJumat tanggal 3 - 5 November 2021.
“Membangun dan menanam karakter moderasi dikalangan siswa madrasah menjadi hal yang sangat penting. Karena ditengah modernisasi arus informasi di dunia baik secara nyata maupun maya,siswa madrasah dihadapkan dengan maraknya ide-ide radikal dan doktrin ekstim yang menjurus kepada aksi-aksi terorisme,” ungkap Kakanwil.
Sebaliknya sambung Helmi yang baru dilantik dua pekan ini, semakin berkembangnya paham sekuler dan liberal mengakibatkan kurangnya penghargaan terhadap ajaran agama. Bahkan sudah menjurus kepada penodaan dan penghinaan terhadap agama.
“Untuk itu wawasan moderasi khususnya Moderasi Islam perlu digali dan dikembangkan untuk menjaga keutuhan umat Islam dan menampilkan ajaran Islam sebagai rahmat bagi semesta alam (Rahmatan lil ’Alamin).
Selanjutnya Doktor Helmi menjelaskan kepada Ketua OSIM ini bahwa, moderasi beragama merupakan proses pemahaman dan pengamalan ajaran agama yang dilakukan secara seimbang supaya terhindar dari perbuatan ekstrem ketika menerapkannya. Prinsip moderasi sudah terkandung dalam agama yaitu keseimbangan serta keadilan.
“Memahami moderasi beragama harus secara tekstual bukan kontekstual. Seperti halnya moderasi beragama di Indonesia bahwasanya yang dimoderatkan bukan agama di Indonesia melainkan pemahaman atau cara individu beragama yang perlu dimoderatkan,” tutur Kakanwil memberikan pemahaman.
Lebih jauh Helmi menerangkan bahwa moderasi beragama
bisa berarti komitmen kepada agama apa adanya, tanpa dikurangi atau dilebihkan.
Agama dilakukan dengan penuh komitmen, dengan mempertimbangkan hak-hak vertikal
(ubudiyah) dan hak-hak horizontal (ihsan).
“Lawan dari Moderasi Beragama adalah Radikalisme,
Ekstrimisme dan Liberalisme. Artinya seorang yang moderat dalam beragama adalah
orang yang tidak terlalu radikal dan tidak sekuler (liberal),” katanya
mengingatkan generasi milenial ini.
Tak lupa Kakanwil juga menjelaskan, tujuan pembuatan
kebijakan penguatan moderasi beragama untuk mewujudkan ketertiban dalam
masyarakat beragama. Melindungi hak-hak pemeluk agama dalam menjalankan
kebebasan beragama. ewujudkan ketentraman dan kedamaian dalam kehidupan
keagamaan serta untuk mewujudkan kesejahteraan umat beragama.
Untuk lebih sempurnanya pemahaman siswa tentang
moderasi beragama, Kakanwil juga menyampaikan empat indikator moderasi
beragama. Orang dikatakan moderat jika memahami empat indikatr itu. Pertama,
komitmen kebangsaan. Mereka tidak mau merobah dasar negara ini. Kedua mempunyai
sifat toleransi atau tasamuh.
Ketiga, lanjut Helmi, tidak menyelesaikan masalah
dengan kekerasan. Dan keempat menghargai budaya dan kearifan lokal. Contohnya,
ada peringatan maulid nabi dan ada ziarah kubur kita harus menghargai. Jika
kita tidak ikut jangan mencela orang yang melaksanakan itu, pesan Kakanwil.
Terakhir, Kepala Kanwil memberikan motivasi kepada
siswa madrasah se Sumatra Barat ini untuk menjadi penggerak kerukunan bagi
teman-temannya di madrasah. Bagaimana Ketua Organisasi di madrasahnya ini bisa
menularkan sikap toleransi antar umat beragama dan intern umat beragama.
Mantan Kakan Kemenag Padang Pariaman dan Kabupaten
Solok ini, mengajak generasi milenial ini menjadi generasi emas. Untuk itu,
siswa madrasah harus memiliki tiga kriteria generasi emas, bagaimana generasi
kita menjadi generasi yang cerdas berfikir, taat dan terampil serta hatinya
berzikir, tutup Kakanwil.
Pada kesempatan itu Doktor Helmi juga menyerahkan
hadiah kepada pemenang games Outbond yang sudah berlangsung sejak pagi. Outbond
ini juga mengangkat tema kerukunan, toleransi dan kebersamaan. RinaRisna. (**)
Payakumbuh,netralpost --- Wali Kota Riza Falepi khawatir varian Covid-19 delta plus yang saat ini sudah ditemukan di Singapora akan segera menular ke Indonesia, Sumatera Barat, bahkan Kota Payakumbuh.
"Dari informasi yang kita peroleh, Singapura kini mencatat kasus Covid-19 sebanyak 2 ribuan kasus per hari. Akibatnya sekitar 60 persen dari 219 tempat tidur unit perawatan intensif (ICU) yang disediakan untuk pasien Covid-19 sudah penuh," kata Riza kepada media, Kamis (4/11).
Riza juga menjelaskan banyak pasien yang sakit kritis di ICU rumah sakit di Singapura. Beberapa di antaranya diinkubasi dan membutuhkan ventilator mekanis untuk bernapas. Dan semuanya membutuhkan perawatan berkelanjutan dari tim ICU.
"Pasien-pasien di Singapura ini tinggal selama rata-rata 11 sampai 15 hari di ICU, dan beberapa dirawat sampai satu bulan," kata Riza.
Sementara itu, rumah sakit di Kota Payakumbuh selain kasus Covid-19, ada juga harus menampung pasien non-Covid-19 dengan kondisi medis yang mengancam jiwa yang memerlukan perawatan intensif, yang menambah beban berkelanjutan yang harus ditanggung rumah sakit bila varian baru meyerang warga.
"Akan sulit kita bila mengurangi tempat tidur ICU non-Covid-19, untuk mengatasi lebih banyak pasien Covid-19 nanti,” kata Riza.
Riza menjelaskan, bahkan di Singapura, booster vaksin juga sudah diberikan untuk membantu mengurangi penyakit parah di antara lansia yang divaksinasi. Padahal Singapura juga sudah 85 persen memvaksinasi penduduknya
"Kabarnya yang makan babi yang lebih diserang. Kita nggak makan babi, semoga lebih tahan. Tapi kita harus ambil langkah cepat, dengan tetap menegakkan protokol kesehatan dan mempercepat vaksinasi ke rumah-rumah warga yang belum divaksin," kata Riza.
Terkait hal ini, Riza meminta lurah untuk mempercepat vaksinasi door to door dan berkoordinasi dengan dinas kesehatan kota.(Yon)
Payakumbuh,netralpost--- Berdasarkan hasil rapat Satgas Covid-19 Kota Payakumbuh disepakati bahwa akan dilaksanakan pemeriksaan kartu vaksin bagi setiap warga yang terjaring dalam operasi yustisi penegakan protokol kesehatan di lapangan. Hal ini dilakukan untuk mendata warga yang belum tervaksin, untuk kemudian diteruskan ke kelurahan agar bisa ditindaklanjuti oleh lurah dan camat.
"Setelah mengevaluasi hasil Gebyar Sumatera Barat Sadar Vaksin yang sudah dua kali kita laksanakan kemarin, capaian kita baru 58 persen. Kita akan kebut capaian hingga 70 persen demi mencapai herd immunity," kata Sekretaris Daerah Rida Ananda didampingi Kapolres AKBP Alex Prawira dan Asisten II Elzadaswarman usai rapat koordinasi bersama kepala OPD, kepala BUMD, camat, dan lurah di aula Ngalau Indah lantai III balai kota, Kamis (4/11).
Pemerintah Kota Payakumbuh akan mengejar target vaksinasi ke kelurahan-kelurahan yang masih minim jumlah warganya yang divaksin. Sekda meminta lurah dan camat berinovasi dan berkreasi dalam mengajak masyarakat untuk ikut vaksinasi, bila alasan mereka kendaraan maka dicarikan, bila alasan mereka bekerja maka dicarikan waktu tepat untuk divaksin.
"Kita laksanakan vaksinasi mobile, yang jelas ini demi menyelamatkan sebanyak-banyaknya jiwa masyarakat kita dari bahaya Covid-19," kata Sekda.
Ditambah, kata Sekda, Wali Kota Riza Falepi khawatir Covid-19 varian delta plus sudah mulai menyerang negara tetangga, yakni Singapura. Dari data, varian ini sangat membahayakan orang yang belum divaksin, banyak pasien yang sakit kritis di ICU rumah sakit di Singapura. Beberapa di antaranya diinkubasi dan membutuhkan ventilator mekanis untuk bernapas. Dan semuanya membutuhkan perawatan berkelanjutan dari tim ICU. (Yon)
Payakumbuh,netralpost --- Menggandeng Padang TV, Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh menggelar Lomba Cerdas Alquran tingkat SD dan SMP se Kota Payakumbuh Tahun 2021 di Aula SKB, 2 hingga 5 November 2021.
Kepala Dinas Pendidikan DR. Dasril menyampaikan kegiatan ini digelar sebagai salahsatu instrumen evalusasi program pendidikan akhlak mulia dan tahfiz di sekolah. Program ini sesuai dengan misi Wali Kota Payakumbuh Riza Falepi Dt. Rajo Kaampek Suku yang ke 1 mewujudkan sumber daya manusia yang handal, sehat, dan kompetitif serta misi ke 5 mewujudkan masyarakat yang berakhlak mulia dan berbudaya, berdasarkan adat basandi syarak, syarak basandi kitabullah.
"Kita bukan hanya mengevaluasi kemampuan anak dari kognitifnya saja, tapi karakter spiritual dan mental juga," kata Dasril didampingi Kabid Dikdas Fiqih Rahmat, saat ditemui media di ruang kerjanya, Kamis (4/11).
Lomba yang berlangsung selama 4 hari dan disiarkan live di Padang TV ini mengangkat tema Menciptakan Generasi Yang Berakhlak Alquran dengan jumlah peserta sebanyak 120 tim, dengan rincian 1 tim terdiri dari 3 orang dan dewan juri dari perguruan tinggi islam di Sumatera Barat.
Peserta adalah perwakilan 99 sekolah. Tingkat sekolah dasar berasal dari 74 SD negeri/swasta dengan 84 tim dan peserta tingkat sekolah lanjutan tingkat pertama berasal dari 15 SMP negeri/swasta dengan 36 tim, artinya ada 360 orang peserta, acara ini digelar dengan tetap menegakkan protokol kesehatan pencegahan Covid-19.
"Ada 12 sekolah tidak mau berpartisipasi, 5 SD swasta dan 1 SD negeri. 1 SD swasta beralasan siswanya masih berada di kelas rendah atau sekolah baru, sementara sekolah SD sisanya tidak ikut tanpa memberikan alasan. Ada pula 5 SMP swasta islam yang tidak mengikuti acara ini tanpa alasan, kita nanti bakal mengevaluasinya," terang Dasril.
Dijelaskan Dasril, karakter anak-anak muslim adalah alquran. Mereka bisa membaca, menghafal, mempelajari, dan mengamalkan alquran dalam kehidupannya sehari-hari. Seorang hafiz tentu memiliki pribadi yang santun, tertib, disiplin, dan terjaga dari hal-hal negatif.
"Ketika konsentrasi belajar anak-anak terganggu oleh hal-hal yang negatif, hafalannya ikut terganggu. Mengingat perkembangan zaman saat ini menuntut bagaimana sekolah islam maupun sekolah negeri di Kota Payakumbuh untuk meningkatkan dan mengevaluasi program pendidikan akhlak mulia dan tahfiz untuk perbaikan di masa yang akan datang," kata Dasril.
Wali Kota Riza Falepi sangat mengapresiasi kegiatan ini. Dirinya memberikan ruang dan kesempatan yang sama bagi sekolah negeri, islam, dan swasta di Kota Payakumbuh untuk unjuk gigi dalam menghadirkan karakter terbaik mereka dalam lomba di tingkat kota.
"Kenapa kita menghimbau seluruh sekolah untuk ikut, karena kita ingin mengukur sejauh mana capaian akhlak mulia dan tahfiz anak-anak di Kota Payakumbuh," kata Riza Falepi.
Pada hari pembukaan acara Selasa (2/11), hadir Wakil Wali Kota Erwin Yunaz dan pada saat penyerahan pemenang SMP pada Rabu (3/11), dihadiri Sekda Rida Ananda didampingi Kepala Dinas Dasril Dt. Sati Nan Pandak. (Yon)
Payakumbuh,netralpost--- Prestasi membanggakan datang dari dunia pendidikan Kota Payakumbuh. 5 siswa SMP yang mewakili Tim Provinsi Sumatera Barat dalam Gala Siswa Indonesia (GSI) Tingkat Nasional tahun 2021, semuanya adalah siswa dari Kota Randang.
Kepala Dinas Pendidikan DR. Dasril Dt. Sati Nan Pandak saat ditemui media di ruang kerjanya, Kamis (4/11), mengatakan 5 siswa dari SMP Negeri di Kota Payakumbuh ini akan mewakili Sumatera Barat di ajang Gala Siswa Indonesia (GSI) tingkat nasional tahun 2021 yang direncanakan bakal dihelat di Bogor Jawa Barat, 16 hingga 30 November 2021 mendatang.
Mereka adalah Muzakki Afif Indra dan Naufal Dzaky Ansyori dari SMPN 1 Payakumbuh, Adrian Maulana Putra dari SMPN 2 Payakumbuh, Muhammad Daffa Alfarizi dari SMPN 4 Payakumbuh, dan Frans Maulana dari SMPN 9 Payakumbuh. Data tersebut sebagaimana tertera pada surat Kepala Pusat Prestasi Nasional Kemendikbud Ristek bernomor :269/J3/DM.00.3/2021 yang ditanda tangani Asep Sukmadi di Jakarta tanggal 28 Oktober 2021.
Dasril menyampaikan rasa syukur dan akan memberikan support kepada tim yang lolos ini, karena ini merupakan prestasi yang membanggakan, dimana Kota Payakumbuh masih menjadi yang terbaik untuk urusan sepakbola siswa, karena 3 tahun terkhir Kota Payakumbuh selalu mewakili Sumbar ke tingkat Nasional.
"Seleksi tingkat Sumbar sejak Agustus 2021 diikuti oleh 4 Kab/Kota yang mengirim peserta seleksi pemain dan pelatih yakni Kota Padang, Kabupaten Sijunjung, Kabupaten Tanah Datar dan Kabupaten Pasaman," kata Dasril.
Dasril mengatakan pihaknya belajar dari pengalaman lolos GSI tahun lalu di tingkat nasional, tim dari Kota Payakumbuh langsung mengambil langkah antisipasi berbagai kemungkinan dalam iven tersebut.
"Apalagi tahun ini pelatih yang lolos akan membawa tim Sumbar bukan dari Kota Payakumbuh tapi dari Kota Padang, hal ini sudah kita koordinasikan, dan anak-anak sudah kita dorong agar adaptatif dengan ini. Kalau mereka lolos di Timnas, mereka akan dilatih oleh PSSI," terang Dasril didampingi Kabid Pendidikan Dasar Fiqih Rahmat.
Hal ini mendapat apresiasi dari Wakil Ketua DPRD Wulan Denura. Legislator dari Gerindra itu bangga dengan capaian insan pendidikan ini, menurutnya adalah hal yang luar biasa SDM muda dari Kota Randang bisa menjadi yang terbaik di kancah provinsi untuk olahraga sepak bola.
"Kota Payakumbuh mewakili Sumbar, dan siswa-siswa ini kabarnya tidak hanya sekali ini mewakili Sumbar karena juga bermain di club bola, semoga menambah harum nama Kota Payakumbuh dengan penampilan mereka nantinya, Payakumbuh hebat!" pungkas Wulan.
Ke 5 siswa tersebut menjadi kebanggaan oleh Defi Marlitra Kepala SMP 1 Payakumbuh, Desfiwati Kepala SMP 2 Payakumbuh, Mardiyus Kepala SMP 4 Payakumbuh, dan Syafrida Kepala SMP 9 Payakumbuh, serta kelima orang tua tim GSI Sumbar itu. (Yon)