Payakumbuh,netralpost--- Susunan Alat Kelengkapan Dewan (AKD) Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kota Payakumbuh untuk dua setengah tahun kedua diputuskan saat rapat paripurna internal di kantor DPRD setempat, Senin (4/4).
Rapat tersebut dipimpin oleh Ketua DPRD Hamdi Agus didampingi Wakil Ketua DPRD Wulan Denura dan Armen Faindal serta diikuti oleh semua anggota DPRD Kota Payakumbuh.
Hamdi Agus mengatakan karena telah 2,5 tahun masa jabatan DPRD periode 2019-2024, maka AKD dapat dirubah susunannya. Sesuai dengan aturan yang terdapat pada Peraturan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Payakumbuh Nomor 1 Tahun 2018 dan Perubahannya Nomor 1 Tahun 2020 Tentang Tata Tertib Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Payakumbuh.
"Hal ini dilakukan guna mendukung kinerja Pemerintah Kota Payakumbuh dalam melayani masyarakat kota randang kedepannya," kata Hamdi.
Dalam Surat Keputusan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Payakumbuh Nomor : 4/KPTS/DPRD/2022 Tentang Penetapan Alat Kelengkapan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kota Payakumbuh tersebut bisa dilihat komposisi baru pada formasi AKD DPRD Kota Payakumbuh.
Badan Musyawarah diketuai oleh Hamdi Agus, dengan wakil ketua Wulan Denura dan Armen Faindal, serta anggota Heri Iswandi, Nasrul, Mawi Etek Arianto, Fahlevi Mazni, Maharnis Zul, Edward DF, Ahmad Ridha, Yanuar Gazali, dan Mesrawati. Untuk Sekretaris diisi oleh Sekretaris DPRD Yon Refli.
Badan Anggaran diketuai oleh Hamdi Agus, dengan wakil ketua Wulan Denura, dan Armen Faindal, serta anggota Suparman, Mustafa, Aprizal M, Sri Joko Purwanto, Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, Ahmad Zifal, Ismet Harius, Syafrizal, dan Opetnawati. Untuk Sekretaris diisi oleh Sekretaris DPRD Yon Refli.
Badan Pembentuk Peraturan Daerah diketuai oleh Ahmad Ridha, dengan wakil ketua Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam, serta anggota Yernita, Sri Joko Purwanto, Wirman Putra, Alhudri Dt. Rangkayo Mulie, dan Zainir.
Badan Kehormatan diketuai oleh Suparman, dengan anggota Fahlevi Mazni dan Edward DF.
Untuk masing-masing Komisi di DPRD yang dikoordinatori oleh pimpinan dewan, juga terjadi perubahan susunan, Komisi B berganti ketua baru, sementara itu, komisi A dan C tidak berganti ketua komisi.
Komisi A diketuai oleh Sri Joko Purwanto, dengan wakil ketua Aprizal. M dan sekretaris Yanuar Gazali, serta anggota Nasrul, Maharnis Zul, Alhudri Dt. Rangkayo Mulie, dan Zainir.
Komisi B diketuai oleh Yendri Bodra Dt. Parmato Alam, dengan wakil ketua Mawi Etek Arianto dan sekretaris Opetnawati, serta anggota Suparman, Heri Iswandi Dt. Rajo Muntiko Alam, Edward Df, dan Ismet Harius.
Terakhir, Komisi C diketuai oleh Ahmad Zifal, dengan wakil ketua Ahmad Ridha dan sekretaris Wirman Putra, serta anggota Mustafa, Yernita, Fahlevi Mazni, Syafrizal, dan Mesrawati. (Yon)
PAYAKUMBUH,netralpost-- Akhir-akhir ini sejumlah kantor dan instansi di lingkungan Pemda Kota Payakumbuh seperti tak henti-hentinya dirundung masalah.
Belum tuntas kasus dugaan korupsi yang telah menjerat Kepala Dinas Kesehatan Payakumbuh sebagai tersangka, kini PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh yang menjadi perhatian dan sorotan masyarakat Kota Payakumbuh.
Pasalnya, beberapa waktu lalu nyaris terjadi adu jotos antara Direktur Umum PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang dengan salah satu anak buahnya, gara-gara ada masalah perusahaan yang tak kunjung terlesaikan dibahas dalam rapat yang digelar di kantor PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh.
Puncak dari kisruh yang nyaris adu jotos antara Direktur Umum PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang dengan anak buah tersebut berbuntut panjang datangnya beramai-ramai anak kemanakan dan anak Nagari Limbukan Kecamatan Payakumbuh Selatan, Senin (4/4/2022) ke kantor PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh menyampaikan aspirasi kepada Direktur Utama PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh, Khairul Ikhwan untuk menyelesaikan pelecehan terhadap ninik mamak mereka A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang yang dilakukan salah seorang staf di kantor PAM Tirta Sago Kota Payakumbuh.
BERKATA TAK PANTAS
Informasi yang diperoleh menyebutkan, rapat yang dihadiri oleh sekitar 15 orang terdiri dari Direksi, Kepala Bagian dan Kepala Sub Bagian serta staff itu sempat memanas bahkan hampir adu jotos.
Memanasnya rapat internal tersebut, dipicu karena ada surat resmi yang sifatnya penting dari Direksi yang sudah sebulan dilayangkan tapi tak kunjung sampai ke salah satu OPD.
Dihadapan Direktur Utama, Direktur Umum A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang mempertanyakan ke bawahannya kenapa surat tersebut tidak sampai ke OPD yakni ke Satuan Kerja PU Propinsi Sumbar bahkan sudah sebulan sejak diperintahkan.
Salah seorang anggota rapat menjawab, karena surat yang dilayangkan tersebut tidak memiliki alamat yang jelas.
Mendengar jawaban itu, A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang pun kesal karena dalam waktu sebulan diperintahkan seharusnya bawahannya itu bisa bertanya dan berkoordinasi. Akhirnya Direktur Umum Perumda Tirta Sago itu menyuruh bawahannya untuk merobek surat tersebut.
Karena dimarahi dihadapan peserta rapat, bawahannya itu merasa tersinggung, lalu memaki Direktur Umum yang juga niniak mamak tersebut bahkan nyaris A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang itu disenyerang secara fisik.
Suasana rapat langsung tegang. Untung saja anggota rapat yang lain bergerak cepat dan suasana bisa diredam kembali.
Terkait itu, Direktur Umum Perumda Tirta Sago A. Datuak Rajo Lelo Anso Nan Kuniang ketika dikonfirmasi wartawan belum memberikan tanggapan. Beberapa kali nomor kontak di hubungi tidak menjawab.
Sementara Direktur Utama Perumda Tirta Sago, Khairul Ikhwan yang dikonfirmasi, Senin (4/4/2022) kepada sejumlah wartawan yang datang untuk konfirmasi meminta kawan-kawan media tidak memberitakan persoalan tersebut.
“ Saya akan mencoba untuk melaku mediasi untuk mengatasi persoalan tersebut,” pungkas Khairul Ikhwan. (Yon)
50 Kota,netralpost.net -- Sebanyak tujuh Tim Safari Ramadhan secara marathon dimulai Sabtu (03/04/2022) menyambangi 35 masjid di seantero Kabupaten Limapuluh Kota di momentum bulan suci Ramadhan 1443 H. Kegiatan ini dimanfaatkan untuk bersilaturrahmi dengan warga, penyampaian misi dan program prioritas daerah serta menjemput aspirasi masyarakat. Ke tujuh tim, masing-masing dipimpin oleh Bupati, Wakil Bupati, Ketua DPRD, Kajari, Kapolres Limapuluh Kota, Kapolresta Payakumbuh, Dandim 0306/ 50 Kota serta ditunjang oleh jajaran perangkat daerah Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota. Diharapkan dengan misi yang dibawa oleh Tim Safari Ramadhan, bakal meningkatkan kedekatan antar pemerintah dengan warga, sehingga bisa meminimalisir resistensi dari masyarakat dalam pelaksanaan program/ kegiatan pembangunan.
Demikian pokok-pokok pikiran yang disampaikan oleh Bupati Limapuluh Kota Safaruddin Dt. Bandaro Rajo dan Forum Komunikasi Pimpinan Daerah Limapuluh Kota saat memberikan arahan pada Rapat Teknis Tim Ramadhan Limapuluh Kota di Aula Kantor Bupati, Sarilamak, Jumat (01/03/2022). “Untuk pertama kalinya, di masa kepemimpinan pasangan Safari, Safaruddin dan Rizki Kurniawan Nakasri, kita menurunkan Tim Ramadhan mengunjungi dan bersilaturrahmi dengan warga. Karenanya diminta kepada tim, jalinlah silaturahmi pemerintah dengan masyarakat, sampaikan visi dan misi daerah, serap aspirasi masyarakat,” jelas Bupati Limapuluh Kota di hadapan peserta rapat. Ditambahkan oleh Bupati Safaruddin agar segenap tim sungguh-sungguh melaksanakan susunan agenda kunjungan yang telah ditetapkan, terlebih perangkat daerah teknis yang disiapkan untuk menjelaskan program prioritas serta mendengarkan membahas aspirasi warga. “Jadi jangan tidak hadir, terutama kepala perangkat daerah, mereka yang akan mendukung pimpinan tim, menjelaskan hal-hal teknis nantinya,” kata Bupati Safaruddin.
Tampak hadir dalam rapat teknis diantaranya Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri, Dandim 0306/50 Kota Letkol Inf Mochamad Denny Nurcahyono, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso, Wakapolresta, Payakumbuh, Sekretaris Daerah Widya Putra, Asisteh I Setda Herman Azmar serta sejumlah kepala perangkat daerah Pemkab Limapuluh Kota.
Sementara itu, Wakil Bupati Rizki Kurniawan Nakasri menyampaikan untuk suksesnya pelaksanaan misi Tim Safari Ramadhan, maka kepada masing-masing tim diminta untuk memiliki pemahaman yang seragam berkenaan dengan visi, misi dan program prioritas daerah serta pemetaan terhadap potensi wilayah yang dikunjungi oleh tim. Dengan cara demikian, maka tim akan lebih bekerja efektif, sehingga masyarakat bisa mengetahui secara menyeluruh terhadap program prioritas serta tujuan dari pelaksanaan kegiatan pembangunan. “Kiranya kepada masing-masing tim disiapkan panduan yang sama tentang subjek yang akan disampaikan saat berkunjung ke masyakarat,” kata Wabup Rizki Kurniawan Nakasri.
Di sisi lain, Kapolres Limapuluh Kota AKBP Trisno Eko Santoso menyatakan jajarannya siap untuk menjaga kondisi keamanan dan ketertiban selama pelaksanaan Ramadhan 1443 H. Khusus utk Tim Ramadhan, dia meminta tim untuk mengingatkan masyarakat tentang pentingnya penerapan Prokes-Covid-19. Hal ini, katanya, untuk meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terutama derajat imunitas warga, karena pandemi Covid-19 belum lah sepenuhnya reda. Untuk itu, Kapolres Limapuluh Kota berharap di masjid-masjid tempat penyelenggaraan Safari Ramadhan, agar menerapkan Prokes Covid-19. “Kita minta setidaknya jemaah di masjid agar tetap memakai masker saat melakukan ibadah,” kata Kapolres Tri Eko Santoso. Memperkuat apa yang disampaikan Kapolres Limapuluh Kota, Dandim 0306/50 Kota, Kapolres Limapuluh Kota, dan Kapolres Kota Payakumbuh menyampaikan apresiasi terhadap pelaksanaan Safari Ramadhan, sebagai ajang pendekatan pemerintah daerah dengan masyarakat. Mereka juga menyatakan kesiapan penuh untuk menjaga keamanan, ketertiban dan kestabilan daerah Limapuluh Kota saat bulan suci Ramadhan tahun ini.
Pelaksanaan Safari Ramadhan di Limapuluh Kota mengacu kepada Surat Keputusan Bupati Limapuluh Kota Nomor: 451.1/115/BUP-LK/III/2022 Tanggal 25 Maret 2022 Tentang Pembentukan Struktur Organisasi Safari Ramadhan Kabupaten Limapuluh Kota tahun 2022. Kunjungan Tim Safari dijadwalkan akan menyambangi 35 mesjid di 35 nagari yang berada di 13 kecamatan dan dimulai oleh Wakil Bupati Rizki pada 3 April 2022 di Masjid Al-Ihsan Sungai Talang dan ditutup oleh Bupati Safaruddin pada 20 April 2022 di Masjid Nurul Iman Kenagarian Sungai Naniang. (Yon)
50 Kota,netralpost,net-- Bupati Limapuluh Kota menginstruksikan kepada segenap perangkat daerah untuk meningkatkan pelayanan masyarakat dengan mengacu kepada hasil penilaian kepatuhan Standar Pelayanan Publik (SPP) Ombudsman Perwkailan Sumatera Barat Tahun 2021. Di sisi lain hal ini merupakan perwujudan misi daerah berupa peningkatan pelayanan publik melalui reformasi birokrasi seutuhnya. Untuk diminta perangkat daerah untuk mengevaluasi kembali kinerja pelayanan masing-masing dengan mengacu kepada norma dan standar pelayanan berlaku.
Demikian pokok-pokok pikiran dari keterangan Bupati Limapuluh Kota melalui Seketaris Daerah Widya Putra saat menerima dokumen hasil kepatuhan Standar Pelayanan Publik (SPP) Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota untuk tahun 2021. Hasil penilaian ini diserahkan langsung oleh Kepala Ombudsman RI Perwakilan Provinsi Sumatera Barat, Yefri Heriani di aula Kantor Bupati Sarilamak, Kamis (30/3/2022), yang juga turut dihadiri oleh Asisten I Herman Azmar serta Kepala Perangkat Daerah dan Camat di Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
Lebih jauh, Widya Putra menyampaikan apresiasi Bupati Limapuluh Kota terhadap kinerja Ombudsman Wilayah Sumbar yang telah melaksanakan penilaian secara transparan dan berharap kedepannya ada langkah kongkrit Perangkat Daerah dalam memperbaiki kinerja instansi masing-masing. "Kunci dari pelaksanaan pemerintahan adalah pelayanan, kita harus memiliki pandangan khusus dalam melayani publik", imbuh Widya.
Seterusnya Widya menekankan agar setiap pegawai mempergunakan waktu kerja sebaik mungkin dalam melayani masyarakat, mematuhi UU Nomor 25 Tahun 2009 Tentang Pelayanan Publik, dan memperbaiki segala kendala yang dihadapi dalam pelaksanaan tugas. Disini Sekdakab juga menyampaikan harapan Bupati Limapuluh Kota agar kedepannya Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat bersedia memberikan asistensi untuk Pemerintah Kabupaten Limapuluh Kota.
Sebelumnya, Kepala Ombudsman Perwakilan Sumatera Barat Yefri Heriani dalam sambutannya menyebutkan, penilaian kapatuhan Standar Pelayanan Publik (SPP) ini dilakukan untuk Perangkat Daerah yang produk layanannya berupa layanan administrasi. "Di Limapuluh Kota, penilaian dilakukan terhadap 70 produk layanan dari empat Perangkat Daerah seperti, DPMPTSP, Disdukcapil, Disdikbud dan Dinas Kesehatan," ujarnya. Meski ini hasil penilaian dari empat Perangkat Daerah, tapi diharapkannya seluruh Perangkat Daerah bisa berkomitmen, memastikan bagaimana Standar Pelayanan Publik bisa diterapkan dalam pelayanan masyarakat. Ombudsman juga mendorong Perangkat Daerah menerapkan sistem digitalisasi untuk mempermudah dan mempercepat pelayanan pada masyarakat. "Tahun ini kita kembali melakukan penilaian, bisa saja Perangkat Daerah yang dinilai bertambah dari tahun kemarin dan penilaian kepatuhan ini akan memberikan dampak untuk wajah pelayanan publik, pada seluruh kabupaten/kota dan provinsi di Indonesia", punkasnya.(Yon)
Payakumbuh,netralpost.net
awal bulan April sekaligus jelang memasuki bulan Ramadhan, Pemadam Kebakaran Kota Payakumbuh berjibaku dengan dua kejadian kebakaran pada Jumat (1/4) malam.
Kebakaran pertama terjadi pada pukul 20.00 WIB di Bukit Kuburan Cino Kelurahan Padang Karambia, Kecamatan Payakumbuh Selatan.
“Kami menerima laporan dari warga, kalau ada kebakaran lahan di Bukit Kuburan Cino. Kami mengirimkan 2 unit armada dan Personil ke lokasi untuk melakukan pemadaman. Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Kabid Damkar Budi Kurniawan kepada media saat didampingi Kasi Ops Eci dan Danton Indra Jaya.
Sementara itu, kabakaran kedua terjadi pada pukul 23.10 WIB di Jalan Panglima Polim Kelurahan Padang Tangah Payobadar, Kecamatan Payakumbuh Timur. Satu unit rumah gadang yang berdampingan dengan rumah permanen milik Yulinar (67) terbakar hebat.
“Anggota Damkar Kota Payakumbuh bahu-membahu bersama Damkar Kabupaten Limapuluh Kota untuk melakukan pemadaman, api cukup besar sehingga pemadaman dan pendinginan berlangsung sekitar 2 jam,” terang Budi yang memimpin proses pemadaman hingga pukul 01.00 WIB dini hari itu.
Budi juga menerangkan kalau penyebab api di rumah Yulinar masih dalam penyidikan oleh pihak berwajib. Beruntung dalam peristiwa itu tidak ada korban jiwa, pemilik rumah juga tidak bisa menyelamatkan isi rumah karena api cepat membesar disebabkan material rumah gadang dari kayu sehingga kerugian materil diperkirakan mencapai ratusan juta rupiah.
Pemadaman yang penuh perjuangan itu juga disaksikan oleh tokoh masyarakat setempat dan anggota DPRD dari Fraksi PPP, Edward DF.
Warga bisa meminta bantuan damkar untuk penyelamatan jiwa, atau evakuasi hewan berbisa dan berbahaya seperti tawon, biawak, ular, dan hewan lainnya dengan menghubungi quick response Pemadam Kebakaran di nomor 0752-92913. (Rel/MS)
Pay
Kepala Dinas Pendidikan Kota Payakumbuh Dasril didampingi Kabid PTK Danil Defo kepada media, Rabu (30/3), mengatakan Pemerintah Kota Payakumbuh merupakan yang pertama di Sumatera Barat menganggarkan insentif bagi para guru honor, tahfiz, dan guru TPA.
Untuk tahun 2022 ada sebanyak 66 di SD negeri dan 10 di SMP negeri, gurunya ada dari sekolah, ada juga guru yang didatangkan dari luar sekolah dan tentunya telah memenuhi kriteria yang diminta pemerintah.
Pada tahun 2022 ini, besaran insentifnya sebesar Rp. 400.000 per orang dan ini lebih besar dibanding tahun 2021 yang honor guru tahfiz SD sebesar Rp. 164.000 dan untuk guru tahfiz SMP sebesar Rp. 200.000.
“Untuk tahun 2022, insentif guru tahfiz di sekolah swasta tidak lagi kita anggarkan, urusan insentif guru tahfiz di sekolah swasta sudah diserahkan kepada yayasan karena dianggap mampu secara finansial lembaga,” kata Dasril.
Ditambahkan Dasril, tidak hanya pembelajaran tahfiz saja, guru tahfiz juga diminta membimbing dan memantau ibadah anak di sekolah selama program berjalan.
“Pemerintah juga mengevaluasi sejauh mana kemampuan anak melalui lomba dan wisuda tahfiz. Kita juga sudah punya target minimal satu sekolah negeri ada yang wisuda tahfiz, dengan target hafalan disesuaikan dengan tingkat capaian hafalan anak atau jumlah juz yang dihafalnya,” terangnya.
Dasril juga menyampaikan, pihaknya mendorong sekolah baik negeri maupun swasta mensupport dengan cara lain, selain anggaran yang telah dianggarkan di dinas pendidikan, supaya optimalisasi program tahfiz bisa dikembangkan Oleh Sekolah,kata Dasril. (Yon).